JELANG LEBARAN TOPAT KAWASAN WISATA SEKOTONG DITUTUP SEMENTARA

Sekotong Diskominfotik. 27/05/2020 Menjelang perayaan Lebaran Topat  tahun 2020 kawasan wisata di wilayah kecamatan sekotong ditutup guna pencegahan penularan virus covid-19.

Wilayah Kecamatan Sekotong memiliki sejumlah Kawasan wisata terkenal dan menarik seperti : Mangrove Bagek Kembar di Desa Cendi Manik,  Mangrove Tanjung Batu di Desa Sekotong Tengah, Pantai Mirayu di Desa Sekotong Tengah, Gili Nanggu, Gili Tangkong, Pantai Elak2 di Desa Sekotong Barat, Gili Gede dan sekitarnya,  Pantai Mekaki, Gili Asahan Pantai Bangko2 dan Pemalikan di Batu Putih,  Pantai Pangsing, Pantai Nambung , Makam Inaq Bangkol dan Pantai Belongas di Desa Buwun Mas. Akan ditutup dan dijaga ketat dari pengunjung local maupun dari luar kecamatan Sekotong.

Hal tersebut di sampaikan oleh Kapolsek Sekotong IPTU I Kadek Sumerta, S.H. saat menggelar apel pengamanan pasca Hari Raya Idul Fitri 1441 H bersama jajaran di halaman Polsek Sekotong.Senin (25/06/2020).

Penutupan Kawasan wisata ini sesuai dengan Surat Edaran Bupati tentang pelarangan terhadap tempat  wisata guna memutus matarantai penyebaran covid-19, karena Kawasan wisata ini akan diserbu pengunjung saat lebaran ketupat yang berpotensi menularkan virus covid-19 dan bahkan menjadi kluster baru dikawasan tersebut.

“Penutupan tempat waisata ini Surat Edaran dari Bupati Lombok Barat tentang pelarangan tempat wisata, sehingga kita melakukan pengamanan di daerah wisata untuk mencegah masyarakat yang melakukan liburan ke tempat-tempat wisata untuk memutus matarantai penyebaran covid-19,” tegas Sumertha.

Selain itu juga Sumertha memerintahkan jajarannya untuk tidak bosan mesosialisasikan pencegahan penyebaran covid-19 denga disiplin menerapkan protocol covid-19 seperti selalu menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir sesering mungkin, tidak memegang muka sebelum mencuci tangan, selalu menggunakan masker ketika keluar rumah, hindari kegiatan berkumpul dan tidak keluar rumah kecuali sangat terpaksa.(zul/Diskominfotik)

156 KK DESA BAGIK POLAK BARAT MENDAPAT BLT PROGRAM DANA DESA TAHAP PERTAMA

Labuapi Diskominfotik, 27/05/202 sebanyak 156 KK di Desa Bagik Polak Barat Kecamatan Labuapi mendapatkan bantuan BLT dari Program Dana Desa.

Penerima bantuan BLT ini diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi double penerimaan, bagi warga yang sudah memperoleh bantuan dari Program PKH atau Program JPS Propinsi maupun Kabupaten tidak mendapatkan dari Program BLT Dana Desa, sehingga diarapkan terjadi pemerataan yang memperoleh bantuan.

Desa Bagik Polak Barat menganggarkan bantuan BLT dari Dana Desa sebesar Rp. 280.800.000,-(Dua ratus delapan puluh juta delapan ratus ribu rupiah). Anggaran sebesar ini diberikan kepada 156 KK di 6 dusun masing-masing Rp. 600.000,- (Enam ratus ribu rupiah) selama 3 bulan.

Demikian disampaikan Kepala Desa Bagik Polak Barat dalam acara penyaluran BLT Program Dana Desa secara simbolis di Kantor Desa Bagik Polak Barat, Rabu, 27 Mei 2020.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Bagik Polak Barat, Kapolsek Labuapi, Danposramil Labuapi, Ketua BPD Desa Bagik Polak Barat, tokoh masyarakat dan perwakilan penerima bantuan.

Penyerahan bantuan secara simbolis diserahkan oleh Kepolsek Labuapi, dan Kepala Desa Bagik Polak Barat kepada perwakilan penerima.(zul/Diskominfotik)

CEGAH PENULARAN COVID-19 KAWASAN WISATA DI LOMBOK BARAT DIPERKETAT

Gerung Diskominfotik, 27/05/2020, Menjelang perayaan Lebaran Topat Seluruh kawasan wisata di Lombok Barat diperketat pengunjung guna mencegah dan memutus matarantai penularan covid-19.

Lebaran Topat yang merupakan tradisi masyarakat Lombok turun temurun setiap tahun dilaksanakan satu minggu setelah Hari Raya Idul Fitri, yang biasanya diisi dengan mengunjungi tempat-tempat wisata dan makam-makam yang dianggap sakral.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya Lembaran Topat berjalan secara normal namun ditahun ini ditengah pandemi global virus covid-19 guna mencegah penularan dan memutus matarantai covid-19  kunjugan wisata tidak dibebaskan namun ada upaya untuk membatasi atau menutup dengan melakukan patroli secara ketat dibeberapa titik yang telah ditentukan. Seperti di wilayah Batulayar, Sekotong, lembar, dan Di beberapa desa Wisata lainya yang ada di Lombok Barat, pada H-1 dan H+1 lebaran Topat.

“Dalam hal ini dibutuhkan peran camat untuk memgkoordinasikan, mengkomunikasikan dengan kepala Desa agar masyarakat tidak meramaikan tempat wisata. Serta memperhatikan protokol Kesehatan.” Harap Bupati Lombok Barat.

Hal ini diungkapkan Bupati Lombok Barat H.Fauzan Khalid, S.Ag., M.Si. pada rapat pembahasan rekayasa lalu lintas dan penutupan sementara Kawasan wisata sebagai upaya pencegahan covid-19 di ruang rapat Jayengrana, Rabu, 27 Mei 2020.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Lobar, Sekda Lobar, Ketua DPRD, Kapolres Lombok Barat, dandim 1606/Lobar, KadisPar, Kalak BPBD Lobar, Perwakilan camat se Lombok Barat

Dibeberapa titik wisata akan ditutup sementara, seperti Pantai Elak- Elak di sekotong, Mangrove, dan pantai cemare. Penutupan tidak dilakukan secara keseluruhan namun membatasi angka kunjungan secara ketat sebab Lombok Barat belum menerapkan PSBB. Ungkap Bupati Lobar

Sementara itu Kapolres Lombok Barat mengungkapkan bahwa pembentukan team sudah dilakukan seperti contohnya di Sekotong dengan memperketat pintu masuk ke wilayah sekotong di Desa Cendimanik berbatasan dengan Lembar dan Desa Buwunmas berbatasan dengan Lombok Tengah.(win/diskominfotik)

HARI PERTAMA MASUK KERJA SEKDA LOMBOK BARAT INSPEKSI MENDADAK (SIDAK).

Gerung-Diskominfotik, 26 Mei 2020. Hari pertama masuk kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) pasca libur Idul Fitri Pemerintah Kabupaten Lombok Barat lakukan Sidak ke OPD untuk memastikan disiplin ASN.

Sekretaris Daerah H. Baihaqi usai memimpin apel pagi di Sekretariat Kantor Bupati Lombok Barat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di tiga lokasi yaitu Kantor Camat Lingsar, Dinas Pertanian dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Lombok Barat, Selasa, 26 Mei 2020.

Dalam inspeksi mendadak (sidak) tersebut Sekretaris Daerah H. Baihaqi di damping oleh Asisten III Setda H. Mahyudin, di Kecamatan Lingsar Sekda disambut Camat Jamaludin dan Sekcam Marzuqi. Sementara di Dinas Pertanian disambut oleh Kadis Pertanian Ir. H. Muhur Zokhri dan jajarannya, serta di Dukcapil disambut Kadis H. Muridun dan Sekdis Fathurrahman.

Dimasing-masing lokasi H.Baihaqi berpesan agar disiplin saat menjalankan ibadah puasa agar berdampak pada disiplin kerja sebagai ASN. Baihaqi mengatakan bahwa Bulan Puasa Ramadhan adalah sekolahan yang mendidik kedisiplinan.

“Bagi kaum muslimin Ramadhan dijadikan sebagai sekolah Ramadhan. Bagaimana mereka harus disiplin saat berbuka puasa, tidak ada satu orangpun yang mau duluan walaupun satu detik sebelum dikumandangkan azan Magrib karena kalau itu dilakukan maka puasanya akan batal Begitupun saat makan sahur, tidak ada seorangpun yang mau terlambat makan sahur karena terlambat satu detik pun sama dengan sarapan.” terang mantan kepala Bappeda Lombok Barat ini di Kantor Camat Lingsar.

Lebih lanjut Baihaqi berharap agar disiplin saat mau buka puasa maupun saat makan sahur agar dapat di impelementasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai seorang ASN saat masuk kantor dan pulang kantor.

“Saya berharap implementasi dari sisi disiplin makan sahur dan berbuka puasa ASN seluruh Lombok Barat tidak hanya di sekretariat daerah ini masuklah kantor seperti makan sahur, tidak ada orang yang mau terlambat, begitupun pulang kantor laksanakan seperti berbuka puasa jangan ada satupun yang pulang duluan walaupun satu detik,” tegasnya.

“Momen-momen hari-hari masuk ini kita arahkan untuk kerja keras tidak hanya di kantor tetapi juga di masyarakat kaitannya dengan wabah corona,” ujar Baehaqi sambil menjelaskan jam masuk dan pulang kembali normal yaitu 7.30 dan 16.00 Wita.

Terkait corona (Covid-19), Baehaqi berpesan untuk tidak larut dengan ketakutan terhadap Corona.

“Tetap waspada dengan memperhatikan protokol Covid-19 tetapi bekerja terus tetap eksis dan energik,” imbaunya.

Diakui Sekda, Covid-19 telah menyebabkan refokusing anggaran dan ditutupnya dana alokasi khusus (DAK) oleh pemerintah pusat kecuali untuk kesehatan dan pendidikan. Namun demikian sambungnya, ASN harus tetap semangat bekerja.

“Namun bukan berarti kita akan uring-uringan, justru sekarang ASN ini harus lebih kencang, memberikan contoh kepada masyarakat kaitannya dengan corona karena kita bagian dari pemerintah maka kita harus memberikan contoh di tengah masyarakat memberikan pemahaman tentang physical distancing, social distancing, juga menjelaskan bahaya corona ini dan dampaknya juga terhadap perekonomian masayarakat,” harap Baehaqi. Hal ini penting, lanjutnya, agar sosialisasi kepada masyarakat tidak hanya mengandalkan tim gugus tugas Covid-19 tetapi jumlah ASN di Lombok Barat yang hampir menyentuh 8.000 orang juga harus berperan. (zul/Diskominfotik/sumber Humas Protokol)

289 KK DI SEKOTONG TENGAH LOMBOK BARAT DAPAT BANTUAN JPS COVID-19

Giri Menang – Sebanyak 289 kepala keluarga (KK) di Desa Sekotong Tengah mendapat bantuan sembako dari Pemkab Lombok Barat sebagai upaya membantu masyarakat ekonomi lemah yang terdampak wabah Covid-19. Bantuan ini merupakan bagian dari program pencegahan dan penanganan Covid-19 dan dampaknya yang disebut Jaring Pengaman Sosial (JPS).

Bantuan ini diserahkan secara simbolik oleh Wakil Bupati Lombok Barat, Hj Sumiatun di Kantor Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sekotong Tengah, Jumat (1/5). Dikatakan Sumiatun, bantuan ini merupakan bantuan tahap pertama dari tiga tahap yang direncanakan selama tiga bulan.

“Ini tahapan awal dari tiga tahapan, sembako yang diberikan berupa beras 15 kg, telur satu trai, minyak goreng 1 liter, gula 1 kg dan masker, kalau ditotalkan (dalam rupiah) menjadi Rp 250 ribu, ini merupakan program Lombok Barat,” ujar Sumiatun di lokasi acara.

Hal senada senada disampaikan Kepala Desa Sekotong Tengah, L. Sarafudin yaitu bantuan yang diberikan terdiri atas lima jenis. Sebenarnya, kata Sarafudin, bantuan yang diberikan melalui Bumdes di Sekotong Tengah ini bukan hanya untuk warga Desa Sekotong Tengah tetapi juga warga Desa Buwun Mas. Pembagian JPS tahap pertama ini, lanjut kades, akan diikuti  tahapan 2 dan 3 di bulan-bulan berikutnya. Mereka yang mendapat bantuan ini menggunakan data dari Dinas Sosial Lombok Barat.

“Ini tidak boleh double dapat, contoh, kalau yang sudah dapat BLT (bantuan langsung tunai), maka mereka tidak bisa dapat JPS,  kalau yang berhak dapat sebenarnya masih banyak, tapi insyaallah tidak akan terjadi konflik karena bantuan ini,” ujar Sarafudin yakin.

Dikatakan Sarafudin, masyarakat yang dapat bantuan JPS ini senang karena memang sesuai dengan kekurangan mereka dari sisi ekonomi di tengah wabah Covid-19.

“Harapan saya ke depan, semoga saja virus ini cepat berlalu dari  bumi, dan ini sangat menghebohkan, karena selama hidup saya baru pertama kali mendapatkan musibah seperti ini,”ujar Kades Sarafudin prihatin.

Salah satu penerima bantuan yang berasal dari Dusun Sekotong 1, Inaq Amenah (60) sangat bersyukur dengan bantuan sembako ini. Dia yang memiliki tiga orang anak merasa cukup terbantu dengan bantuan yang diberikan.

“Saya dapat informasi dari kadus,  saya senang,  saya dapat telur, beras, dan minyak,” ujar Inak Amenah bersyukur dalam Bahasa Sasak. Senada dengan Inak Amenah, penerima bantuan JPS lainnya Inak Masiah (70) juga sangat bersyukur dengan bantuan ini. Terlebih dengan kondisinya sebagai janda yang suaminya sudah meninggal hidup dengan seorang anak, bantuan ini sangat diperlukannya.

“Dulu saya dua tahun bekerja sebagai asisten rumah tangga, tapi sekarang menganggur,” cerita Inak Masiah.

Sementara itu, Ketua Bumdes Sekotong Tengah, L. Hardiawan, mengatakan Bumdes-nya hanya bertugas menyalurkan ke dua desa.  Untuk menghindari kerumunan, mereka yang mendapat bantuan dibuatkan jadwal pengambilan.

“Caranya kita targetkan per dusun dan kita buat batasan-batasan. Target penyaluran  tiga hari selesai,” ujar Hardiawan. Dikatakan, Desa Sekotong Tengah sendiri sebenarnya mendapat jatah  516 KK, namun yang dibagi hari ini sebanyak 289 paket. Sementara untuk Desa Buwun Mas sebanyak 800 paket sembako. Stok sembako sudah ada di lokasi sejak tiga hari yang lalu. Untuk pengambilan paket, sebut Hardiawan, masyarakat diharuskan membawa photocopy KTP, KK, dan JPS. Diakuinya, banyak juga masyarakat yang komplain karena tidak mendapat bantuan.

“Banyak sekali masyarakat yang komplain karena sebagain dapat dan sebagaian tidak dapat. Yang lebih banyak komplain itu seperti guru-guru honorer,” ujarnya.

Bumdes Sekotong Tengah cukup aktif dalam kegiatannya seperti jual beli sembako, warung lalapan, percetakan dan  jasa angkutan, Tari  gendang beleq, dan saat ini masih berproses Bank Sampah.

“Income  per bulan tidak pasti terlebih kondisi seperti ini sangat sepi,” ujar Hardiawan.

Selain Wabup Hj Sumiatun, acara ini juga dihadiri oleh Asisten 1 Setda Lombok Barat Agus Gunawan.

261 KK DI DESA KURIPAN MEMPEROLEH BANTUAN JARING PENGAMAN SOSIAL (JPS) DAMPAK COVID 19

Kuripan  Diskominfotik – 1 Mei 2020, Sekretaris Daerah Lombok Barat  melaunching program Jaminan Pengamana Sosial (JPS)  Dampak covid-19 di Desa Kuripan Kecamatan Kuripan yang menjadi salah satu lokasi dari 3 lokasi pelaksanaan secara serempak di Kabupaten Lombok Barat, Jumat, 1 Mei 2020.

Bantuan Jaring Pengaman Sosial dampak covid 19 berupa sembako  senilai Rp. 250.000 melalui Bumdes Kuripan Mandiri Desa Kuripan.

Sebanyak 261 Kepala Keluarga penerima bantuan paket sembako berupa 15 kg  Beras , 1 kg  Gula, 1 liter Minyak Gireng , 1 terai Telur, dan 1 Buah Masker.

Sekda Lombok Barat Dr H Baehaqi, M.Pd didampingi Asisten II Bidang Perekonomian Hj. Lale Prayatni, Camat Kuripan Banu Harly, S.Pd menyerahkan secara simbolis bantuan dimaksud kepada beberapa orang perwakilan masyarakat setempat. Penyerahan paket sembako inipun tetap dilakukan dengan mengikuti pola protocol kesehatan yang sudah diatur dalam penanganan Covid-19 ini.

“Dalam program ini Pemda tidak memberikan uang tunai dengan jumlah yg di tafsirkan yakni sebesar Rp. 250.000, melainkan sembako senilai uang tersebut, tujuan pemerintah agar uang tersebut tdak di belanjakan pada hal-hal yang tidak di butuhkan” terang sekda.

Dalam sambutannya Sekda Lombok barat H.Baehaqi mengaku bangga atas kinerja pemerintah desa dalam mencegah penularan covid-19 dan juga mengapresiasi ketegasan pemdes untuk mempertahankan zona hijau yang ada di desa Kuripan.

“Inilah yang harus terus-menerus dipertahankan, dijaga dan ditingkatkan. Pola penanganan yang dilakukan oleh Kades Kuripan yang intens berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan menjadi tolok ukur keberhasilan mempertahankan status zona hijau ini,” tegasnya.

Sekda  meminta agar masyarakat betul betul memahami dan mematuhi himbauan dari pemerintah daerah dalam hal mencegah penularan virus tersebut, masyarakat juga diminta agar selalu menjaga diri, menghidari hal-hal yang memicu perkumpulan, menggunakan masker, rajin cuci tangan, dan selalu jaga kesehatan.(Diskominfotik/ria/win)

LOMBOK BARAT LAUNCHING JARING PENGAMAN SOSIAL (JPS) DAMPAK COVID-19 SERENTAK DI 3 LOKASI.

Gunungsari-diskominfotik. Laounching Jaring Pengaman Sosial (JPS)  Kabupaten lombok barat serentak dilaksanakan  di tiga lokasi yakni Desa Jatisela Kecamatan Gunungsari, Desa Sekotong Tengah kecamatan Sekotong, dan Desa Kuripan kecamatan  Kuripan, Jum’at (1/5/2020).

Kepala Dinas Sosial dalam laporannya menyampaikan Bantuan berupa Jaring Pengaman Sosial untuk terdampak Covid 19 ini bersumber dari Kementerian Sosial dan diteruskan ke Pemerintah Daerah melalui beberapa tahapan. Untuk Kecamatan Gunungsari  memperoleh 2.439 KK, termasuk diantaranya 212 KK yang di lounching sekarang ini di Desa Jatisela.

Sementara itu Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid dalam kata sambutannya menyampaikan  bahwa memulai menyalurkan bantuan  kepada Kepala Keluarga yang terdampak Covid 19Kabupaten Lombok Barat akan menyasar 30.000 Kepala Keluarga (KK), untuk tahap pertama ini berjumlah 21.894 KK tersebar di 10 Kecamatan se Kabupaten Lombok Barat.

“Nembeq (laouncing) memulai batuan sembako (JPS) Kabupaten Lombok Barat, yang akan menyasar 30.000 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak Covid-19 dan yang tersalurkan pada tahap pertama dengan jumlah 21.894 KK yang tersebar di 10 Kecamatan se Kabupaten Lombok Barat. Memang masih banyak KK yang terdampak yg belum Bisa tercover dengan bantuan ini, namun insyaallah akan kami usahakan yang belum mendapatkan kartu,”.Ujarnya.

“Untuk masyarakat yang berhak dan belum menerima dimohon untuk bersabar karena data dari pusat. Itu mungkin kelemahan dari kami pemerintah daerah, tapi insyaallah akan kami usahakan untuk semua yang memang berhak untuk mendapatkan bantuan tersebut dan mudah-mudahan masyarakat kita tidak ada yang tidak tercoper datanya untuk dikirim ke pusat. Bantuan ini untuk membantu sedikit kesusahan masyarakat yang terdampak covid-19 (corona).” Tambahnya.

Bantuan ini disalurkan melalui BUMDES dengan jumlah bantuan ini bernilai Rp.250.000,- yang dikonversi menjadi Beras 15 Kilo, Gula 1 Kilo, Minyak Gireng 1 Liter, Telur 1 terai, dan Masker 1 Buah.

Kepada BUMDES yang mengelola bantuan ini agar tidak mepersulit masyarakat yang berhak dan telah mendapatkan kartu untuk bisa mengambil bantuannya di bumdes-bumdes di desa masing-masing, dengan syarat membawa photocopy KK, KTP, dan Kartu Penerima Bantuan Covid-19 yang dikeluarkan oleh dinas sosial kabupaten lombok barat.

Fauzan juga berpesan agar masyarakat yang berada dilombok barat mematuhi himbauan Pemerintah untuk  selalu hidup bersih dan sehat sesuai dengan stadar dari kesehatan untuk mencegah penularan virus Covid 19 dengan cara selalu mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir, tidak menyentuh muka sebelum mencuci tangan, jaga jarak dalam berinteraksi dan jika tidak ada keperluan yang sangat mendesak agar tetap dirumah. Pemerintah kabupaten lombok barat sudah berkoordinasi dengan Majelis Ulama di lombok barat, para tuan guru untuk melakukan pembatasan dalam beribadah di masjid guna  mencegah peneyebaran virus covid 19 ini.

Hadir dalam acara tersebut Bupati, Kadis Sosial, Kadis Kominfo, Kabag Pembangunan, Kadis Pariwisata, Camat Gunungsari, Kepala Desa Jatisela, serta babinsa polsek gunungsari dan babinkatibmas kodim gunungsari.

Ditempat terpisah Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Sumiatun dalam acara yang sama lounching JPS di Kecamatan Sekotong  yang dipusatkan di Desa Sekotong Tengah menyerahkan  bantuan sebanyak 289 KK untuk  Desa Sekotong Tengah.

Sumiatun dalam sambutannya berharap bahwa bantuan ini dapat membantu meringankan beban dimasa sulit menghadapi pendemi wabah corona ini dan berpesan agar selalu memamtuhi anjuran pemerintah untuk selalu menjaga pola hidup bersih dengan rajin mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir menjaga jarak dan selalu menggunakan masker dan tetap dirumah jika tidak ada keperluan mendesak sembari berharap semoga wabah Corona ini cepat segera berlalu dan di jauhkan dari bumi ini.

“Kita berharap agar virus corona ini dijauhkan dari bumi ini dan kita bisa hidup normal seperti biasa” harapnya. Diskominfotik/yani/juan/zul

DI TENGAH COVID-19, KETERSEDIAAN PANGAN DI LOMBOK BARAT LEBIH DARI CUKUP

  Giri menang, 30 April 2020-Ketersediaan Pangan di Lombok Barat cukup bahkan lebih untuk tiga sampai empat bulan ke depan. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pertanian Kombok Barat H. Muhur Zokhri saat ditemui di kediamannya, Rabu (29/4) kemarin.

Dalam rangka mengamankan ketersedian pangan, di tengah wabah Virus Corona atau Covid-19. Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat menghimbau supaya para petani untuk tidak menjual hasil pertanian seperti gabah. Sehingga diharapkan ketersediaan pangan untuk masyarakat setidaknya tercukupi sampai musim panen berikutnya.

“Surat himbauan ini sudah kita kirim ke kelompok tani di seluruh wilayah yang ada di Lombok Barat dan melibatkan ASN penyuluh pertanian termasuk Kepala UPT-nya di masing-masing kecamatan,” katanya.

Untuk mengatasi ketersediaan  bahan pangan, dia mengambil langkah-langkah untuk menghimbau para petani agar menyimpan sebagian hasil produksi untuk persediaan sampai musim panen berikutnya.  Dan menghimbau agar para petani sebaiknya tidak menjual hasil panen padi ke luar Pulau Lombok. Serta Memanfaatkan Alat mesin pertanian pra dan pasca panen secara lebih optimal.

“Kita juga meminta agar para petani memanfaatkan fasilitas Asuransi UsahaTani Padi (AUTP) dan KUR (Kredit Usaha Rakyat ) yang disediakan Pemerintah melalui Kementan RI secara optimal. Selanjutnya mengkoordinasikan dengan pihak terkait agar akses penyediaan dan distribusi pupuk dipermudah dan cukup sesuai kebutuhan petani,” terangnya.

Dari hasil pantauan yang dilakukan Dinas Pertanian Lobar di petani. Ditemukan benar adanya sebagian para petani menyimpan gabahnya baik di gudang atau tempat penyimpanan sementara.

“Lumbung mereka itu menjadi salah satu kekuatan persiapan pangan kita di tingkat petani terlebih profitas dan hasil petani untuk Gabah Kering Panen (GKP) cukup bagus rata-rata 6-7 ton per hektar. Angka profitas itu jika kita kaitkan dengan jumlah masyarakat Lobar kesediaan beras di Lobar cukup bahkan lebih,” akunya.

Lanjut kata dia, sampai bulan Juni 2020 persediaan beras mencapai 52 ribu ton lebih dan kebutuhan dengan jumlah masyarakat mencapai 42 sampai 43 ribu ton.

“Berarti masih ada kelebihan yang kita miliki, termasuk ketersediaan jagung  tahun ini surplus, bahkan produksinya cukup baik dan meningkat,” jelasnya.

Menurut dia, jika pun akan diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)  untuk tiga sampai empat bulan ke depan kebutuhan pangan masih cukup untuk di Lombok Barat. Bahkan Kabupaten Lombok Barat merupakan penyangga bagi masyarakat Kota Mataram untuk ketersediaan bahan pangan.

Dia berharap kepada para petani tetap berkoordinasi secara intensif dengan Tim  Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Lobar dan pihak TNI/POLRI dalam rangka mengamankan harga pangan di tingkat lapangan tetap stabil. (Diskominfotik, Sumber : Humas Protokol)

WARGA LOBAR YANG PULANG DARI LUAR DAERAH DAN LUAR NEGERI DI SCREENING DI SKB

Gerung – Diskominfotik,  warga Lombok barat yang pulang dari luar daerah dan luar negeri melalui pelabuhan  Lembar maupun  bandara  Internasional Zaenudin Abdul Majid Lombok sesuai Protokol Penanganan Covid 19 di bawa ke SKB Gunungsari untuk dilakukan screening, warga yang memiliki indikasi gejala terinfeksi covid 19 akan dikarantina, sedangkan orang tanpa gejala dipulangkan dengan ketentuan tetap menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Demikian diungkap Kepala Dinas perhubungan HM Najib saat ditemui media ini Selasa, (28/4/20).

Dari hasil pendataan yang dilakukan melalui posko bandara dan pelabuhan,  terdapat 994 warga Lobar yang pulang dari luar negeri maupun luar daerah.

“Posko yang kami siapkan di bandara dan pelabuhan, ada sekitar 1000 warga Lobar yang pulang dari luar daerah dan luar negeri (eks PMI),” jelasnya.

Kebanyakan kata Najib, mereka dari luar daerah. Sedangkan jamaah kloster Goa tidak termasuk karena mereka sudah terlebih dahulu pulang. Sejak awal penularan virus Corona di NTB, pihaknya menyiapkan posko di bandara dan pelabuhan untuk mencatat warga Lobar.

Pihaknya menyiagakan petugas dan kendaraan di masing-masing tempat penjemputan hingga 24 jam. Setiap warga datang didata, dari mana dan kemana tujuannya. Sekaligus Nomor HP warga juga direkap. Data ini kata dia, sangat membantu Dikes dalam penanganan, dengan mengarahkan puskesmas menelusuri warga di masing-masing tempat tinggal warga. Bahkan kata dia, Pihaknya bisa mendeteksi warga yang diketahui pasien positif ketika pulang pertama kali dari pelabuhan. Selaim itu, mendeteksi warga yang baru pulang kerja di kapal pesiar dari luar negeri.

“Ini kami arahkan langsung screening, jadi cepat bisa dideteksi” imbuhnya.

Pun diakuinya, data warga yang pulang jauh lebih lengkap dibandingkan daerah lain. Namun karena pelayanannya di tutup untuk komersial dan pelabuhan tak melayani penerbangan penumpang,  maka pihaknya pun menarik kendaraan dan petugas dari bandara dan pelabuhan.

“Kami juga membantu pengangkutan warga yang dari luar daerah ke puskesmas atau SKB ataupun ke sanggar belajar,” terang dia. (Ihn)

PEMBANGUNAN PARIWISATA BERBASIS DESA JADI ARAH PEMBANGUNAN LOMBOK BARAT 2021

Giri Menang, 28 April 2020-Musrenbang virtual provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dilaksanakan Selasa (28/4). 10 Bupati/Walikkota termasuk Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid mengikuti Musrenbang tersebut. Khusus Bupati Lombok Barat mengikutinya Musrenbang secara video conference ini dari Aula Jayengrana, Kompleks Pemerintahan Kantor Bupati Lombok Barat, Giri Menang, Gerung. Saat itu Bupati didampingi para Asisten, Kepala Bappeda Lombok Barat Rusditah S.Sos.

Bertindak selaku moderator pada Musrenbang Virtual yang baru pertama kali dilakukan karena wabah Covid-19 ini Sekretaris Bapeda Provinsi NTB. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah bersama seluruh angota Forkompinda NTB mengikuti seksama kegiatan tersebut. Bahkan Menteri Bappenas/Perencanaan Pembangunan Nasional Prof Dr Suharso Monoarfa dan Staf Khusus Menteri dalam Negeri turut hadir mengikuti video conference Musrenbang provinsi NTB ini.

Pada sesi laporan usulan dan saran Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid mendapat kesempatan awal untuk menyampaikan usulan dan pokok-pokk pikirannya.

Bupati H Fazan Khalid kepada Gubernur melaporkan, bahwa  thema pembangunan 2021 untuk Kabupaten Lombok Barat adalah pembangunan pariwisata berbasis desa dan pembenahan SPM yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

“Saya kira ini sangat nyambung dengan tema yang diangkat oleh Pemprov NTB dan juga dengan tema Musrenbang tingkat nasional,” demikian Bupati.

Sehubungan dengan usulan Pemprov NTB terkait tiga usulan besar yang berada di wilayah Lombok Barat seperti pelebaran ruas jalan Tanjung Karang – Kota Mataram – Kebon Ayu sampai dengan ke Lembar jujga telah menjadi prioritas pembangunan di Lombok Barat.

Berikutnya terkait pasca Covid-19, pembangunan ekonomi atau meningkatkan pertumbuhan ekonomi menurut Bupati, hal ini juga sangat strategis. Jalan di pinggir pantai dari Kota Mataram langsung tembus ke Lembar nantinya akan menumbuhkan simpul-simpul usaha baru tertama di bidang kuliner dan perikanan.

Selain itu menyinggung  sistem pelayanan air minum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Gerung, Lembar dan Sekotong dengan cara memblok air Sungai Dodokan agar tidak sia-sia sampai dengan ke laut akan sangat berdampak positif ke depannya.

Bupati beralasan, saat terjadi musim panas air Sungai Dodokan yang terbuang percuma ke laut yaitu 200 liter per detik akan bisa bisa mengatasi kekurangan air bagi warga di Gerung, Lembar termasuk di Kecamatan Sekotong.

Stresing menarik lainnya yang menjadi titik tekan Bupati yakni pengembangan desa wisata. Menurutnya, di Lombok Barat terdapat enam desa yang menjadi prioritas utama sebagai desa wisata.

Enam desa dimaksud yakni, Desa Bengkaung Kecamatan Gunungsari dengan potensi agrowisata lebah, atau lebih dikenal dengan pengembangan madu trigona. Bupati menilai pasar madu trigona ini sangatah luar biasa. Sebelumnya pernah dicoba untuk memberikan para tenaga kesehatan dengan membeli madu ini.

Selanjutnya, Desa Gelangsar masih di Kecamatan Gunungsari dengan agrowisata buah yang mengandalkan keindahan alam termasuk saat menuju lokasi ini. Desa Karang Bayan dan Batu Mekar di Kecamatan Lingsar. Kedua desa ini merupakan desa juga masuk dalam katagori destinasi wisata buah. Termasuk bagaimana mendorong agar hasil perkebunan ini tidak langsung dijual tapi ada produk olahan lanjutan sehingga menambah added value-nya secara ekonomi untuk masyarakat.

Kawasan Desa Sesaot, Pakuan dan Buwun Sejati, yang lebih popular dengan sebutan Desa Sekawan Sejati. Tiga desa ini masuk ke dalam wisata Sunstainable, Tourism Observatorium (STO) dan sudah di SK-kan oleh Menteri Pariwisata dan bahkan masuk didaftarkan di PBB menjadi STO.

“Kemarin kita mendapat juara satu dalam kategori pariwisata berkelanjutan di bidang lingkungan untuk tingkat nasional. Karena itu ke depannya membutuhkan sentuhan lebih terutama dorongan dari pemerintah daerah termasuk pemerintah Provinsi,” ungkap Fauzan

Selanjutnya, tambah Bupati yakni Kawasan Desa Mareje Timur Kecamatan Lembar. Desa ini juga masuk  agrowisata buah. “Mungkin banyak yang bertanya, di sana kan panas, kok bisa “tema” buah?. Tapi kami sudah membuktikan, desa ini juga kemarin menjadi lokasi yang kami tawarkan ke Universitas Mataram (Unram) sebagai salah satu alternatif lokasi kampus 2. Karena memang luar biasa luasnya. Sawah-sawahnyapun banyak yang membentuk terasering (bertingkat, red). Ini  terlihat sangat indah dan dari sana bisa menyaksikan Pelabuhan Lembar dan Kota Mataram. Tapi ini sementara belum menjadi pilihan utama Unram. Jika pak gubernur ke sana, mungkin bapak lebih tertarik ditempatkan di sana dan bisa mendorong pihak Unram untuk membangun di desa ini,” ajak Bupati.

Desa wisata terakhir yakni kawasan Desa Batu Putih Sekotong. Di lokasi ini dikenal wisata bahari dan minat khusus. Minat khusus dimaksud yakni  surfing dan menyelam. Pemda sudah mulai memberikan sentuhan-sentuhan dan dorongan-dorongan atau supporting dari Pemprov NTB sangat diharapkan.

Bupati juga menyebut aka nada disuse-diskusi yang lebih intens dengan Bapeda NTB, Bappeda kabupaten/kota lainnya  terkait garapan-garapan bidang lainnya terutama untuk mengisi kisi-kisi atau menu-menu yang ditawarkan oleh provinsi NTB.

“Dan saya sangat berharap semua program itu nyambung. Kami mengistilahkannya di Lombok Barat itu pembangunan, penganggaran itu baru mempunyai output yang baik itu harus memenuhi tiga syarat. Yakni programnya terintergrasi, antar OPD bersinergi dan kemudian juga saling melengkapi. Sehingga nanti jika provinsi sudah menetapkan program, nanti kami yang melengkapi, kami yang awasi dan kami yang bina dan melanjutkan sehingga tidak putus dan terus berkelanjutan,” tutup Bupati.(Her/Humas)

1 2 3 4 5 30