Penerapan Kurikulum 2013 Belum Maksimal

GIRI MENANG - Sebagian sekolah di Lombok Barat (Lobar) mengeluhkan pelaksanaan kurikulum baru ...

Tiga SMP Baru Didirikan di Daerah Terpencil di Lobar

Bantuan Dana Hibah Australia GIRI MENANG - Dalam rangka mengatasi permasalahan kurangnya sarana ...

Rumput Laut Komoditi Andalan Lobar

Rumput laut telah menjadi salah satu komoditi andalan Pemkab Lombok Barat, dan berbanding lurus ...

Pilkades Serentak Digelar November

GIRI MENANG-Sebanyak 19 desa di wilayah Lombok Barat akan melaksanakan pemilihan kepala desa ...

Bupati Sidak SMUNAR dan Gedung Budaya

Giri Menang – Bupati Lombok Barat (Lobar), Dr. H. Zaini Arony didampingi Kepala Dinas ...

SDN 1 Labuan Tereng Diganjar Penghargaan

Harapan III Lomba KMDM Tingkat Nasional GIRI MENANG- Kerja keras pihak SDN 1 Labuan Tereng, ...

Hotel Santosa Lunasi Hutang Pajak 2012

Segel Dibuka GIRI MENANG-Setelah beberapa asetnya disita Pemkab Lobar akibat tunggakan pajak ...

Nelayan Luar Incar Baby Lobster di Lobar

Per Hari Transaksi Capai Rp 50 juta GIRIMENANG—Kekayaan alam laut Lombok Barat (Lobar) memang ...

Upacara Peringatan HUT RI Ke-69 di Lombok Barat

Peletakan Batu Pertama Kantor Desa Lembar Selatan

Giri menang – `Ada-ada saja` nampaknya merupakan ucapan yang tepat untuk diletakkan di belakang kata `Bupati Zaini`, hingga menjadi `Bupati Zaini ada-ada saja`. Bagaimana tidak, dalam sehari bisa hingga 5 kali bupati berpidato atau memberi sambutan lepas tanpa teks, ada-ada saja istilah baru yang digunakan. Dan kali ini giliran kata `keroyok` yang tiba-tiba keluar dari bibir pria yang menjadi orang nomor satu dalam jajaran pimpinan Partai berlambang pohon beringin, Golkar, NTB ini.

Keroyok, sebagaimana diketahui, sering dimaknai negatif karena memang umumnya digunakan dalam kalimat yang bernada negatif. Kamus Besar Bahasa Indonesia saja mengartikan `keroyok` sebagai menyerang beramai-ramai (orang banyak) seperti `orang kampung serentak mengeroyok dan memukuli pencopet yang tertangkap basah itu`.

Namun, saat memberi sambutan pada peletakan batu pertama Kantor Desa Lembar Selatan Rabu lalu (5/6), Bupati Lombok Barat (Lobar), Dr. H. Zaini Arony, menggunakan kata `keroyok` dalam makna yang positif. `Keroyok` dipakai bupati untuk menyebut kerjasama dan kebersamaan, maksudnya apapun yang dikerjakan dengan `main keroyok` insya Allah akan selesai dan berhasil. Sedikitnya dua kali dalam sambutannya itu bupati menggunakan kata keroyok. Pertama, saat menyinggung kantor desa yang baru saja akan dibangun, bupati mengatakan bila bersama-sama pasti akan selesai.

“Kalau `dikeroyok` pasti jadi,” ucap bupati di hadapan ratusan hadirin dengan suara yang agak serak karena dalam Bulan Rajab ini hampir setiap hari menghadiri dan memberi sambutan pada undangan Isra` Mikraj di dua masjid dusun di Lobar.

Yang kedua, diakui bupati bahwa membangun Lobar tidak cukup hanya seorang bupati saja, tetapi dukungan dari masyarakat, termasuk juga DPRD. Kebetulan termasuk dalam undangan yang duduk di depan sejumlah calon anggota dewan daerah pemilihan Lobar maupun NTB, salah satunya Hj. Wartiah yang merupakan Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) NTB.

“Nanti bersama-sama kita membangun daerah ada teman kita `keroyok`,” kata bupati sambil tersenyum memandang beberapa calon anggota dewan perempuan yang diundang yang selanjutnya disuruh berdiri setelah bupati menyebut nama mereka.

Hal lain yang disampaikan bupati yaitu himbauan sekaligus ajakan untuk bersama-sama menjaga keamanan di wilayah Lobar terlebih lagi mendekati Pilkada Lobar tanggal 23 September mendatang. “Tolong agar aman,” imbuh bupati sekaligus mengingatkan untuk tidak terpengaruh oleh selebaran, koran bodong, maupun fitnah yang tidak jelas. “Beda pilihan jangan sampai menjadi perpecahan,” tegasnya.

Bupati juga memuji semangat dari Kepala Desa Lembar Selatan, Lalu Salikin yang disebut bupati sebagai Kades yang punya ambisi dan obsesi. Terbukti, kata bupati, lalu Salikin tak bosan-bosannya datang ke kantor bupati untuk meminta agar disediakan lahan Pemkab Lobar di Kec. Lembar untuk dijadikan lokasi pembangunan kantor desa. Dan akhirnya, tanah Pemkab yang menjadi tempat menaruh kendaraan berat milik Dinas PU yang cukup luas, sebagiannya dijadikan lokasi pembangunan Kantor Desa Lembar Selatan.

Tidak hanya itu, Lalu Salikin juga terus mencari donator hingga bisa mengumpulkan modal awal Rp 93 juta. Beberapa perusahaan yang menjadi donatur di antaranya SPBE Om Agus Lembar, PT ASDP, Pelindo, Surya Indah, dll.

“Baru peletakan batu pertama saja sudah punya modal Rp 93 juta,” kata bupati memuji. Bupati juga dalam kesempatan itu memberi sumbangan pribadi untuk pembangunan kantor desa senilai Rp 5 juta dan berjanji akan membuatkan kaos seragam bagi klub sepakbola pemuda yang ada di sana.

Guyonan Ala Zaini

Selain kata-kata atau istilah-istilah baru yang menarik, Bupati Zaini juga kerap mengeluarkan guyonan-guyonan, mencairkan kebekuan suasana, atau mendinginkan karena terik matahari yang tidak mampu ditahan terop. Seperti kali ini, bupati menceritakan seorang calon kades dengan ajudannya. Suatu ketika, entah cerita ini benar apa tidak, ada seorang calon kades di Madura yang sedang kampanye. “Kalau saya terpilih sebagai kepala desa, kita akan bangun pabrik Lit..trik,” ucap calon kades itu berapi-api. Sang ajudan yang ada di dekatnya langsung merespon dengan berbisik di telinga calon kades. “Kurang `S`-nya, Pak,” katanya mengingatkan bahwa bukan Litrik tapi LiStrik. Mendengar ajudannya mengingatkan begitu, sontak sang calon kades langsung berteriak di hadapan konstituennya, “O ya sekalian kita bangun pabrik S,” katanya menangkap bahwa yang dimaksud ajudannya selain akan membangun pabrik listrik juga pabrik es.

“Itulah kalau calon terlalu banyak berjanji dan berbohong,” tutup bupati. Hadir dalam acara tersebut beberapa kepala SKPD, para tuan guru, tokoh masyarakat, pemuda, guru dan undangan lainnya. (Humas Lobar)

.