TEKAN KASUS PNEUMONIA, DIKES LOBAR GELAR SOSIALISASI

Giri Menang, Minggu 15 Juli 2018 – Dalam rangka Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Menular Langsung (P2PML) Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menggelar Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hitung Nafas Balita Batuk Dalam Deteksi Dini Pneumonia, Sabtu (14/7).

Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Balai Diklat Pertanian Narmada ini dibuka oleh Kepala Dikes Lobar H. Rachman Sahnan Putra dan diisi oleh Dr. Indra Kasari dari Kementerian Kesehatan RI dan Hj. Hermalena dari Anggota DPR RI sebagai narasumber.

Ada empat faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat mulai dari faktor keturunan, faktor pelayanan kesehatan, faktor perilaku dan faktor lingkungan. Dari empat faktor tersebut, faktor perilaku dan faktor lingkungan memiliki konstribusi yang besar di dalam mempengaruhi status kesehatan masyarakat.

“Lombok Barat termasuk kabupaten yang kasus pneumonia sangat tinggi dan bahkan pertama dari 10 penyakit yang ada di Lombok Barat. Tahun 2017 dari target 80 persen yang harus kita temukan, ketemu angka 66 ribu lebih 112 persen. Kasus pneumonia ini adalah kasus yang harus menjadi perhatian kita secara khusus sehingga persoalan-persoalan yang menyangkut pneumonia ini bisa kita tekan di Kabupaten Lombok Barat,” kata Rachman.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, pneumonia menjadi penyebab kematian kedua pada bayi dan balita setelah diare yaitu 23,8 persen.

Rachman berharap agar seluruh kalangan mulai dari tenaga kesehatan, kader kesehatan dan masyarakat memiliki peran yang besar untuk menekan kasus-kasus pneumonia di Kabupaten Lombok Barat.

“Saya kira itu terjadi juga di semua daerah di Indonesia bahwa pneumonia ini adalah sebuah permasalahan kasus penyakit yang harus menjadi perhatian secara khusus supaya bisa di tekan sedemikian rupa,” tegasnya.

Sementara itu dr. Indra Kasari dari Kementerian Kesehatan RI mengatakan bahwa pneumonia ini salah satu penyakit ISPA berat yang menimbulkan kematian. Infeksi akut yang menyerang salah satu bagian dari saluran napas mulai dari hidung. ISPA ini disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri sehingga ispa yang mengenai jaringan paru-paru dapat menjadi pneumonia.

“Gerakan hitung nafas dalam deteksi dini pneumonia normalnya frekuensi bernapas selama 1 menit, tidak boleh melebihi 60 kali pada anak berusia kurang dari 2 bulan. Sedangkan pada anak usia 2 bulan hingga usia kurang dari 12 bulan, maka frekuensi bernapasnya adalah 50 kali. Frekuensi itu menurun menjadi 40 kali pada anak usia 1-5 tahun,” ujarnya.

Ditempat yang sama Hj. Hermalena dari Anggota Komisi IX DPR RI juga memberikan materi bahwa kegiatan sosialisasi dan edukasi harus terus diberikan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terutama para orang tua akan bahaya pneumonia. Sekaligus agar masyarakat mengetahui bahwa pneumonia bisa dicegah dan disembuhkan. Pneumonia atau mudahnya disebut sebagai radang jaringan paru akibat infeksi kuman pada balita.

“Penyakit ini masih masalah besar dan harus kita atasi,” ujarnya. (andy/humas)

ZIARAH, SELAKARAN, DAN HAJI DI LOBAR

Ibadah Haji bagi umat Islam adalah kewajiban personal (fardhu ‘ain), namun dikhususkan bagi yang memiliki kemampuan, baik fisik, ekonomi, dan terutama dalam aspek mental.

Khusus bagi masyarakat muslim di Pulau Lombok, ibadah haji ini dianggap sebagai ibadah puncak penghambaan seseorang kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa yang dilakukan dengan cara peribadatan tertentu, ritual tertentu, waktu tertentu, bahkan tempat-tempatnya pun telah ditentukan oleh ajaran Islam (syari’at).

Oleh karenanya, perlakuan terhadap ibadah ini menjadi sangat spesial. Seseorang yang berniat haji, jauh-jauh hari telah mempersiapkan diri. Apalagi dengan kebijakan kuota, maka persiapan (terutama dalam hal pembiayaan) dilakukan belasan tahun dari waktu keberangkatannya.

Bagi mereka di Pulau Lombok, khususnya di Kabupaten Lombok Barat, persiapan menuju keberangkatan haji dilalui dengan banyak proses ritual, baik yang bersifat personal maupun sosial. Secara personal, persiapannya tidak hanya dengan mencukupkan biaya perjalanan, namun juga secara fisik dengan melatih diri ber-manasik (ritual haji).

Untuk persiapan secara sosial, seorang Calon Jama’ah Haji (CJH) di Lombok Barat menyelenggarakan ziarahan di mana ia membuka rumahnya untuk dikunjungi masyarakat.

Ziarahan (kunjungan warga) biasanya diawali acara buka ziarahan. Ziarahan haji memiliki filosofi yang cukup dalam, baik bagi CJH maupun para tamunya yang berziarah. Mereka tidak hanya hadir untuk mengucapkan kata selamat dan mendo’akan si CJH, namun juga memberi kesempatan bagi CJH untuk saling mengikhlaskan kesalahan-kesalahan selama belum berangkat.

Bagi masyarakat Suku Sasak, keberangkatan haji ke tanah suci seperti menuju medan perang dengan resiko kematian. Mereka beranggapan bahwa keberangkatan mereka adalah “memerangi” diri sendiri dan dikelilingi oleh banyak godaan dan cobaan. Dengan banyaknya resiko dalam perjalanan, maka berangkat Haji seperti juga menyongsong jihad kematian sebagai resiko terbesar dalam peperangan.

Di masa lampau ketika transportasi masih menggunakan jalur laut, maka keberangkatan haji adalah menghadapi gelombang laut dalam waktu yang cukup lama. Itu mengapa, bagi masyarakat muslim Suku Sasak (Suku Asli Pulau Lombok), berangkat haji sampai saat ini disebut “belayar”.

Resiko perjalanan tersebut adalah kematian, maka prosesi ziarahan bagi CJH menjadi ajang saling memaafkan.

Sejak ziarahan dibuka, tetangga, kerabat, dan sahabat pun berdatangan. Mereka kadang “beselawat” (memberi tambahan sangu) buat si CJH. Tradisi “beselawat” ini tidak memandang status ekonomi si CJH atau peziarah. Mereka memberikan sebagai tanda suka citanya atas perjalanan CJH.

Di sore atau malam hari, sang CJH pun kerap menyelenggarakan acara “selakaran”. Selakaran ini adalah melantunkan zikir dan sholawat Nabi Muhammad Saw secara bersama-sama, sambil berdiri, dan membentuk lingkaran.

Selakaran ini menjadi penghantaran para warga, kerabat, dan sahabat kepada si CJH sebelum dan ketika berada di tanah suci. Mereka mendo’akan para jama’ah supaya tetap sehat selama ibadah haji. Selakaran ini, biasanya, semakin intensif dilakukan ketika ada kabar kurang mengenakkan yang menimpa si CJH.

Haji bagi umat Islam Suku Sasak adalah ibadah puncak. Siapapun ingin berhaji walaupun sesungguhnya secara ekonomi belum mampu, kecuali hanya mencukupkan biaya perjalanan. Itu mengapa, seseorang yang berstatus “haji” tidak mesti adalah orang kaya. Mereka berkeyakinan, haji adalah kewajiban personalnya di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Di Kabupaten Lombok Barat, jumlah CJH tahun 2018 ini adalah sebanyak 574 CJH. Mereka terbagi dalam dua Kelompok Terbang (Kloter) di embarkasi Mataram.

Menurut Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lobar, melalui Kepala Sub Bagian TU, Muhammad Iqbal, S. Ag., Kloter 3 (keberangkatan pertama CJH Lobar) diberangkatkan tanggal 21 Juli sebanyak 442 jama’ah dan 3 orang petugas.

“Pelepasan dilakukan tanggal 20 Juli dengan sholat subuh bersama di Bencingah, karena CJH harus sudah ada di Asrama Haji pada pukul 07.30 WITA. Setelah pemeriksaan kesehatan dan pemberian kelengkapan lainnya, CJH diharapkan bisa beristirahat karena mereka akan diberangkatkan menuju Madinah pada pukul 01.00 dini hari,” ujarnya.

Sisa CJH lainnya dimasukkan dalam Kloter Campuran. Sebanyak 132 CJH Lobar digabungkan dengan CJH dari Kabupaten Lombok Utara, Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Tengah untuk menenuhi kuota satu Kloter. Mereka dijadwalkan berangkat tanggal 29 Juli 2018 dan masih tetap terkategori sebagai Jama’ah Haji Indonesia Gelombang Pertama. Gelombang terbang itu diberangkatkan dari Bandara Internasional Lombok menuju Bandara Internasional di Kota Madinah Arab Saudi.

HARI TERAKHIR PELATIHAN, DPK LOBAR GELAR SIMULASI

Girl Menang, Rabu 11 Juli 2018 – Usai pembekalan materi dan teori, hari ini (11/7) Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) Lombok Barat (Lobar) melanjutkan pelatihan dengan menggelar simulasi pemadaman kebakaran kepada peserta pelatihan karyawan PT. Indonesia Power UJP PLTU Jeranjang. Simulasi ini dilakukan di depan Halaman Kantor DPK Lobar.

Dalam simulasi, para peserta melakukan praktik lapangan bagaimana memadamkan api serta pemahaman dalam menggunakan alat pemadam. Pemadaman dilakukan mulai dari pemadaman api secara tradisional, api yang berada di drum dijinakan dengan penutupan api menggunakan karung gumi kemudian penyiraman menggunakan pasir apabila terjadi minyak yang tercecer. Kemudian Pemadaman api secara modern menggunakan Apar (Alat Pemadaman Api Ringan) dan pemadaman api menggunakan mobil operasional.

“Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para karyawan agar lebih memahami terkait pencegahaan jika terjadi musibah kebakaran. Hal ini dipandang perlu sehingga para karyawan seminimal mungkin dapat melakukan tindakan dalam situasi serta kondisi ketika ada musibah tersebut,” ujar Lalu Adi Wijaya Kepala Bidang Pengendalian Operasi, Pemadaman dan Penyelamatan DPK Lobar.

Menurut salah seorang peserta pelatihan PLTU Jeranjang, Bagus Surya menganggap pelatihan semacam ini sangat penting dan harus dikuasai para karyawan.

“Kegiatan pelatihan ini perlu sekali, sehingga jika ada musibah karyawan tidak panik dalam mengatasi kondisi tersebut. Minimal dengan simulasi ini karyawan paham akan pencegahan dan mengatasi jika ada musibah kebakaran terjadi,” ungkapnya.

Pihak DPK Lobar menyambut baik kegiatan simulasi bersama ini, dan berharap akan memotivasi perusahaan lain untuk melakukan kegiatan serupa agar musibah kebakaran minimal dapat di cegah sedini mungkin. (andy/humas)

JADI INSPEKTUR UPACARA HUT KE-72 BHAYANGKARA, FAUZAN SAMPAIKAN AMANAT JOKOWI

Giri Menang, Rabu 11 Juli 2018 – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-72 di lapangan kantor Polisi Resor (Polres) Lobar, Rabu (11/7/2018).

Tahun ini, tema HUT yang diangkat Polri yaitu “Semangat Promoter Siap Mengamankan Agenda Nasional 2018 dan 2019”.

Upacara yang dimulai pukul 08.00 Wita ini juga dihadiri Kapolres Lobar AKBP Hery Wahyudi, Ketua DPRD Lobar Imam Kafali, anggota Forkopimda Lobar, Purnawirawan Polri, anggota Bhayangkari Polres Lobar serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Berdiri di barisan upacara anggota personil Polres Lobar, TNI, ASN, Pol PP, Basarnas, Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan dan unsure Security.

Dalam acara ini Bupati Fauzan Khalid bertindak selaku inspektur upacara sekaligus menyampaikan amanat Presiden Jokiowi dalam HUT Bhayangkara ke-72 ini.

Sedangkan bertindak selaku pemimpin upacara yakni Kepala Sektor (Kapolsek) Senggigi AKP Arjuna W.

Membacakan amanat Presiden, Fauzan mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada semua anggota Polri yang dengan penuh kesungguhan berbertugas di daerah pedalaman, perbatasan, terpencil, pulau-pulau terdepan serta yang mengemban misi internasional di luar negeri.

Apresiasi juga diberikan kepada anggota Polri yang bertugas di jalan raya untuk memastikan lalu lintas selama mudik lebaran, penjaga Kamtibmas selama ramadhan sehingga umat islam tenang menjalankan ibadah di bulan suci ramadhan serta pengamanan Pilkada serentak yang diselenggarakan di 171 daerah.

Fauzan juga menyampaikan kabar gembira bahwa di HUT Bhayangkara ke-72 ini, dunia internasional telah menempatkan Indonesia dalam daftar 10 negara teraman.

“Akan tetapi, anggota Polri jangan berpuas diri dan terus meningkatkan kewaspadaan mengingat beragamnya tindak kejahatan yang bersifat transnasional seperti ancaman kejahatan siber, human trafficking, drug trafficking, armed smuggling dan terorisme,” katanya.

Sebagai penutup, Fauzan mengingatkan masih banyak tugas yang menanti di antaranya pengamanan Pilpres dan Pileg 2019, pengamanan natal dan tahun baru, hingga pengaman agenda internasional seperti Asean Games ke-18 dan pertemuan tahunan IMF Bank.

“Kesemuanya ini sangat membutuhkan langkah antisipasipatif, perencanaan yang detail dan matang agar potensi kerawan dapat ditecegah dari awal,” ingatnya.

Sementara itu Kapolres Lobar AKBP Heri Wahyudi usai acara menyampaikan ucapan syukur dan terimakasih atas suksesnya pelaksanaan Pemilukada di Lobar.

“Dibandingkan daerah lain Lobar merupakan daerah yang kondusif,” ungkapnya.

Acara juga dirangkai dengan pemotongan nasi tumpeng dan pemberian kenang-kenangan kepada purnawirawan anggota polri yang telah bertugas di Polres Lobar. (budi/humas)

GUNTUR MACAN IKUT LOMBA TELADAN BERPRESTASI NASIONAL

Giri Menang, Senin 9 Juli 2018 – Meski berada di bawah gunung, tapi desa yang satu ini bukan desa terbelakang. Meski sebagian besar warganya adalah petani dan pedagang, namun mereka terbilang berfikiran maju. Ya, itulah dia Desa Guntur Macan yang terletak di kaki perbukitan di bagian timur Kecamatan Gunung Sari.

Nama desa ini memang seram, Guntur Macan. Akan tetapi kondisi desanya tidaklah seseram namanya. Begitu pula masyarakatnya ramah tamah dan penuh kekompakan. Mengenai nama Guntur Macan ini, Sekda Lombok Barat (Lobar), Ir. H. Moh. Taufiq menjelaskan kepanjangan dari Guntur Macan.

“Jangan takut meski namanya seram. Guntur itu kepanjangannya: Gunakan Tenagamu Untuk Rakyat. Sedangkan Macan kepanjangannya: Melestarikan Alam, Cinta Agama dan Negara,” katanya.

Hari ini, Senin (9/7) Desa Guntur Macan kembali menunjukkan taringnya. Desa ini mengikuti Lomba Teladan Berprestasi Tahun 2018. Tak tanggung-tanggung, level lomba yang diikuti adalah tingkat nasional. Adapun lomba yang diikuti Desa Guntur Macan adalah untuk katagori Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) berprestasi tingkat nasional.

Sebelumnya pada lomba tingkat provinsi, Desa Guntur Macan berhasil mengalahkan kandidat lainnya dari semua kabupaten di NTB.

Tim penilai lomba yang datang pukul 09.00 langsung disambut oleh kesenian gendang beleq. Setelah itu anggota tim dan tamu undangan menuju lokasi acara dan disuguhi minuman khas setempat yakni tuak manis dan jajanan tradisional.

“Di sini tuaknya tidak memabukkan. Tuak manis di sini adalah minuman khas. Silahkan diminum. Kalau tidak diminum, nanti kesambet,” seloroh Pak Sekda kepada tim penilai.

Pada kesempatan itu Sekda H.M. Taufiq juga menjelaskan kepada tim penilai bahwa Kelembagaan Ekonomi Petani di Guntur Macan ini adalah kelompok yang tumbuh, dan bukan dibentuk. Beda antara tumbuh dengan dibentuk adalah, kalau dibentuk cepat bubar. Sedangkan kalau tumbuh, pasti lestari dan lama (awet). Buktinya, KEP Guntur Macan yang mulai tumbuh Tahun 2003, hingga kini masih eksis. “Ini menunjukkan masyarakat butuh berkelompok. Kalau tidak karena merasa butuh, pasti sudah bubar,” ujarnya.

Untuk itu ia optimis desa ini akan menjadi juara dalam lomba nasional kali ini. Namun demikian ia berharap agar Desa Guntur Macan dapat menang secara bermartabat. Jangan atas dasar polesan. Sekda juga berharap kepada tim penilai agar tidak ragu memberikan predikat juara kepada Desa Guntur Macan.

“Kalau memang kita patut juara, jangan ragu. Jadikan kami juara. Dan tradisi kami, kalau masuk tingkat nasional, pilihannya Cuma dua; jadi juara satu atau juara dua,” tegasnya optimis.

Sementara itu Ketua Tim Penilai, Ibu Inang Sriyati, S.Pd, MM dalam sambutannya menjelaskan, setiap tahun diadakan penilaian rutin oleh BPSDM Pertanian. Para peserta yang dinilai adalah yang diusulkan oleh kecamatan. Dari kecamatan lalu dinilai oleh tim Kabupaten. Pemenang di tingkat kabupaten kemudian berlomba di tingkat provinsi. Pemenang di tingkat provinsi kemudian diusulkan untuk mewakili provinsinya di tingkat nasional.

Disampaikan Inang, dari 34 provinsi yang ikut berlomba dan telah dinilai, akan ditetapkan 3 nama yang akan diundang ke istana pada 17 agustus mendatang. Namun sebelumnya terlebih dahulu diusulkan 5 nama provinsi yang akan digodok untuk mendapat 3 besar. “Alhamdulillah KEP Guntur Macan ini masuk 5 besar,” jelasnya.

Namun demikian, tambah Inang, siapa yang akan jadi juaranya akan diputuskan dengan sidang pleno. Tugas tim penilai saat ini adalah akan mencocokkan data yang sudah dikirim ke pusat. Misalnya data mengenai anggota koperasinya yang harus 75 persen asli petani. Selain itu ketuanya tidak boleh terikat kedinasan. Begitu pula struktur organisasinya akan dinilai apakah sudah berfungsi atau belum, dan bagaimana sinergitasnya dengan desa.

Yang tak kalah pentingnya, lanjut Inang, adalah diversifikasi produk yang harus lebih dari satu. Kemudian mengenai pengembangan permodalan, penambahan aset, pembinaan lingkungan, dan kegiatan.

“Kelompok juga harus terus bergerak maju. Jangan mandek seperti itu-itu dari tahun ke tahun,” pungkasnya.

Tim penilai didampingi Sekda H.M.Taufiq, Kepala Dinas Pertanian Lobar H. Muhur melakukan peninjauan di stan-stan komoditi koperasi dan pemaparan pengurus KEP. (Humas)

EKSEKUTIF LAPORKAN PERTANGGUNGJAWABAN APBD 2017

Giri Menang, Senin 9 Juli 2018 – Pertanggungjawaban realisasi APBD Lobar 2017 dilaporkan oleh Bupati Lobar, H.Fauzan Khalid. Selaku Eksekutif, pihaknya melaporkan realisasi belanja APBD 2017 melalui agenda rapat paripurna DPRD Lobar, Senin (9/7) di Ruang Sidang DPRD Lobar di Giri Menang-Gerung.

Secara rinci bupati melaporkan, realisasi pendapatan secara keseluruhan mencapai Rp.1,757 triliun lebih. Dari jumlah ini yang bisa dibelanjakan mencapai Rp.1,669 triliun lebin atau 96,72 persen.

Pendapatan diperoleh dari PAD, pendapatan transfer, dan lain-lain pendapatan yang sah. Dari sektor PAD, anggaran yang disediakan mencapai Rp.326 Milyar lebih dan dibelanjakan sebesar Rp.290 Milyar lebih atau 89,23 persen. Pendapatan transfer mencapai Rp.1,391 Triliun lebih. Nilai ini sudah digunakan mencapai Rp.1,367 Triliun lebih atau 98,28 persen.

Lain-lain pendapatan yang sah berupa hibah mencapai Rp.39 milyar lebih, terealisasi mencapai 41,170 milyar lebih atau 103,55 persen.

Selain melaporkan realisasi anggaran, bupati juga melaporan realisasi Pos Belanja Daerah, Transfer, Pembiayaan serta laporan Perubahan Saldo Anggaran, Aperasional, Perubahan Ekuitas, Neraca, dan Arus Kas.

Dalam laporan pertanggungjawaban realisasi APBD 2017 tersebut, selain bupati, pihak eksekutif menghadirkan sejumlah pimpinan SKPD dan Forkopinda. Sedangkan dari pihak Legislatif, selain menghadirkan anggota Dewan, juga menghadirkan Ketua DPRD Lobar, Imam Kafali selaku pimpinan Rapat. (LPA/humas)

ANTISIPASI KEBAKARAN SAAT BEKERJA, DPK LOBAR BERI PELATIHAN KARYAWAN PLTU JERANJANG

Giri Menang, Senin 9 Juli 2018 – Dalam rangka mewujudkan karyawan siaga bencana, Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) Lombok Barat (Lobar) bekerjasama dengan PT. Indonesian Power UJP PLTU Jeranjang menggelar pelatihan pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran. Pelatihan yang diikuti puluhan peserta karyawan PLTU Jeranjang dan anggota DPK Lobar ini direncanakan berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 9-11 juli 2018.

“Diadakannya pelatihan kebakaran ini mengingat daerah kita memiliki potensi yang besar untuk terjadinya kebakaran. Ini juga agar karyawan bisa melatih kemampuan dalam penanganan kebencanaan dan mengedukasi mereka untuk menangani kebakaran di dalam bekerja,” ujar Kepala DPK Lobar Fauzan Husniadi saat membuka pelatihan di Aula Kantor DPK Lobar, Senin (9/7/2018).

Dalam kegiatan ini materi disampaikan dalam dua sesi yakni penyampaian teori di hari pertama dan praktek atau simulasi kebakaran di hari kedua dan ketiga kegiatan.

“Saya sangat bangga, ternyata keinginan dan antusiasme peserta pelatihan sangat tinggi untuk berlatih dalam pencegahan kebakaran ini. Ini sangat membantu kami sehingga ketika terjadi bencana kebakaran, maka masyarakat yang telah teredukasi akan dapat mengurangi jumlah korban,” kata Lalu Adi Wijaya, Kepala Bidang Pengendalian Operasi, Pemadaman dan Penyelamatan DPK Lobar. (andy/humas

P3A ERAT BAMBANG LOBAR WAKILI NTB DI TINGKAT NASIONAL

Giri Menang, Sabtu 7 Juli 2018 – Sekitar pukul 9 pagi tadi (7/72018), tim penilai Lomba OP Irigasi Partisipatif P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) Tingkat Nasional 2018 tiba di Desa Beleka Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Kedatangan tim juri diterima langsung oleh Sekda Lobar H. Moh. Taufiq di P3A Erat Bambang.

Didampingi Sekda Lobar, Kepala Bidang PU dan Tata Ruang Dinas PU Provinsi NTB, Kepala Dinas PU PR Lobar dan Camat Gerung, tim penilai kemudian melakukan visitasi ke P3A Erat Bambang. Dalam visitasi lapangan tim penilai melakukan pengamatan, verifikasi dan memberikan penilaian terhadap kinerja P3A Erat Bambang.

Sejumlah aspek yang dinilai dalam lomba ini, diantaranya aspek teknik keirigasian, teknik pertanian, kelembagaan dan pendanaan.

Lomba OP Irigasi Partisipatif P3A ini sendiri merupakan wujud apresiasi yang dilakukan Pemerintah terhadap para petani, terutama P3A agar para petani tersebut tetap semangat dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan jaringan irigasi tersier yang menjadi tanggung jawabnya.

Bupati Lobar yang diwakili Sekda Lobar H. Moh. Taufiq dalam sambutannya mengakui selama mengikuti lomba untuk tingkat nasional, Kabupaten Lobok Barat selalu memiliki kemungkinan mendapatkan juara pertama ataupun juara kedua. Beberapa ajang di tingkat nasional yang berhasil diraih Lobar di antaranya Lomba PKK Tertib Administrasi, Lomba Desa Tingkat Nasional dan lainnya.

“Untuk Lomba P3A tahun 2018 ini Lobar optimis juara pertama. Mudah-mudahan P3A Erat Bambang ini menjadi kembangaan di daerah Provinsi NTB dan khususnya di Kabupaten Lombok Barat,” harapnya.

Lomba ini diharapakan lebih dari sekedar untuk mencari pemenang, melainkan lebih sebagai upaya untuk mendorong kemandirian dan partisipasi P3A, khususnya dalam pengelolaan irigasi.

Keberadaan irigasi mempunyai peranan yang sangat penting bagi keberhasilan usaha di bidang pertanian khususnya di areal persawahan. Untuk itu juga lomba ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kompetensi dalam hal teknik keirigasian, teknik pertanian, kelembagaan dan pendanaan serta meningkatkan kualitas pengelolaan irigasi.

“Lomba P3A ini telah dilakukan seleksi pertama di Surabaya dari tanggal 1 hingga 5 Mei 2018. Penilaian kali ini merupakan tahap II dan mudah-mudahan P3A Erat Bambang menjadi juara pertama dalam lomba ini,” harap Kepala Dinas PU PR Lobar I Made Arthadana saat menyampaikan laporannya.

Lebih lanjut I Made Arthadana selaku Pembina Tim Teknis P3A Kabupaten Lombok Barat mengatakan pihaknya telah melakukan persiapan maksimal dengan berkoordinasi dan bersinergi untuk hasil terbaik dalam lomba ini.

“P3A ini merupakan institusi yang sangat strategis di dalam sistem pengolahan irigasi. Kami dari dinas PU PR bagaimana mengelola sistem dari hulu sampai hilir. Pengelolaan ini berjalan baik apabila tetap bersinergi dengan dinas terkait,” ungkapnnya.

Luas areal yang dimiliki P3A Erat Bambang ini sekitar 417 Ha dengan jumlah anggota sebanyak 815 orang. Hingga saat ini kegiatan yang dijalankan para pengurus dan anggota P3A sudah terlaksana dengan baik. Hal itu disampaikan Hamka selaku Ketua P3A Erat Bambang.

“Setiap ada kegiatan kami bergotong royong melakukan pengecekan dan membersihkan sumber mata air, saluran pembawa yang dikenal dengan saluran primer dan sekunder, bak-bak pembagi, dan saluran-saluran tersier,” papar Hamka.

Hamka berharap agar Pemerintah Pusat bersedia untuk terus mendukung sarana dan prasarana yang memadai bagi P3A Erat Bambang agar dapat dijadikan sebagai percontohan di Provinsi NTB dan mampu menjadi wadah belajar bagi para P3A lainnya. (man/humas)

1 2 3 4 201