Lombok Barat Siapkan Mobil Gerai Serbuan Vaksinasi, Sasar Pelosok dan Daerah Terpencil

Gerung, Diskominfotik – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Bersama TNI-Polri, memantapkan kesiapan vaksinasi, dimana Lobar akan menerima sejumlah vaksin lanjutan.

Untuk mensukseskannya, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat bersama unsur TNI-Polri, menyiapkan Vaksinasi Keliling, untuk memaksimalkan Vaksinasi di Daerahnya.

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid mengatakan, Mobil Gerai Serbuan Vaksinasi nantinya akan mobiling, agar lebih menyentuh kepada Masyarakat di Pelosok dan Pedalaman di Lobar, Selasa (27/7/2021).

“Alhamdullilah, Pemerintah Kabupaten Lobar, dibantu oleh TNI-Polri, telah menyiapkan mobil yang khusus untuk melayani Vaksinasi Covid-19, menyasar pelosok-pelosok yang ada di Kabupaten Lobar,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan menyiapkan fasilitas vaksinasi keliling ini, merupakan kesiapan TNI-Polri dan Pemerintah Lobar dalam menyambut kedatangan vaksin 2021 di Lobar.

“Oleh Karena itu, kami Pemerintah Kabupaten Lobar, yang dibantu oleh TNI Polri, Insya Allah sangat siap menyambut vaksinasi berapun vaksinasi itu tiba di Lobar,” ujarnya.

Disiapkannya fasilitas Mobil Gerai Serbu Vaksin ini, Fauzan berharap juga dukungan dari Masyarakat untuk memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya, sehingga mengurangi resiko penyebaran covid-19.

“Himbauan kami, kepada seluruh Masyarakat Kabupaten Lobar, mari bersama-sama selalu taat dan disiplin dalam penerapan protokol Covid-19,” imbaunya.

Menurutnya, dengan disiplin Prokes dan  program Vaksinasi ini, masih merupakan cara paling ampuh menagkal covid-19 saat ini.

“Agar disampaikan juga akan pentingnya pelaksanaan vaksinasi ini, dengan mengajak keluarga dan Masyarakat lainnya untuk melaksanakan serbuan vaksinasi ini,” tegasnya.

Sementara itu, Waka Polres Lobar Kompol Taufik mengungkapkan, dengan diberikannya fasilitas Gerai Serbuan Vaksinasi keliling ini, makin memantapkan program vaksinasi di Kabupaten Lombok Barat.

“Terimakasih khususnya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lobar, yang telah memberikan fasilitas kepada kami TNI-Polri, dalam rangka kesiapan kedatangan vaksinasi 2021 ini,” katanya

Menurutnya, dengan didukung fasilitas ini, akan semakin memudahkan dan mendorong pelaksaan vaksinasi hingga menjangkau pelosok dan daerah terpencil. (Diskominfotik/Yani)

 

SDN 1 Sandik Tetap Laksanakan PTM Dengan Sistem Perblok

Batulayar, Diskominfotik – Pemberian Surat Keputusan (SK) Bupati untuk 11 sekolah yang sejak tahun lalu telah memperoleh izin untuk belajar tatap muka dari Bupati Lombok Barat (Lobar). Kini diberikan juga kelonggaran untuk memilih untuk melanjutkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) atau kembali Belajar Dari Rumah (BDR) seperti sekolah lainnya di Lobar.

Di mana per 23 Juli 2021, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) dengan Nomor : 800/1855-Set/DISDIKBUD/2021 mengenai kegiatan PTM sekolah yang ada di Lobar, harus kembali diganti dengan BDR, dimana Lobar masuk menjadi daerah dengan zona merah COVID-19.

Seperti keterangan Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Sandik Kecamatan Batulayar , Linawati Wijaya bahwa, PTM di sekolahnya hari ini tetap berjalan seperti biasanya. Sesuai himbauan yang diterimanya dari Dikbud Lobar. Yang mengizinkan PTM tetap berjalan termasuk di sekolahnya.

“Sebelum ada perintah untuk pencabutan izin itu, PTM bisa kita lanjutkan tapi harus dengan Prokes yang lebih ketat dengan mengatur kelas perblok, dimana siswa siswi bergantian masuk selang sehari guna mengurangi kepadatan di kelas dengan melaksanakan protokol jaga jarak,” Terangnya.

“Termasuk kami di SDN 1 Sandik, masih melanjutkan PTM sampai ada arahan dan SE kembali dari Dikbud, kami terus berkomunikasi dengan Dikbud dalam melaksanakan PTM ini,” Tambahnya.

Hal serupa juga dijelaskan oleh Lentera Hati Islamic Boarding School (LHIBS), yang hari ini memilih untuk tetap melanjutkan PTM. Karena mereka termasuk satu dari 11 sekolah yang mendapat rekomendasi izin sejak 2 November 2020 lalu.

“Sebenarnya gak ada SE baru, tapi dari hasil komunikasi kami dengan Dikbud Lobar, BDR tersebut tidak berlaku bagi 11 sekolah yang pernah mendapat izin SK dari Bupati,” terang Direktur LHIBS, yang akrab disapa Bunda Ridha, saat dikonfirmasi melalui telepon, Senin (26/07/2021).

Atas dasar itu, sekolah mereka tetap melanjutkan PTM dengan protokol kesehatan yang lebih diperketat. Dan kegiatan di sekolah diakuinya tidak full day mulai dari 07.30 Wita hingga 11.30 Wita.

Sementara itu, pengelola SD IT Insan Mulia Kediri, Hj. Nurul Adha justru menyebut sekolahnya lebih memilih untuk melakukan BDR. Sesuai dengan keputusan Pemda Lobar yang baru, setelah Lobar dinyatakan masuk dalam zona merah.

“Kami masuk dalam 11 sekolah itu, tapi kami lebih memilih belajar Daring, sesuai himbauan dari Pemkab Lobar” tutur Adha.

“Kalau ada santri yang merasa kurang sehat, tidak kami izinkan untuk datang ke sekolah” tegasnya.

Keputusan itu dipilih lantaran melihat tingginya lonjakan kasus COVID-19 di Lobar. Termasuk juga banyaknya warga masyarakat yang diketahuinya sakit dengan gejala mirip COVID 19. Namun tidak berani memeriksakan diri ke dokter. Itu menjadi salah satu pertimbangan pihaknya untuk tidak melanjutkan PTM.

“Demi menjaga dan menyelamatkan anak-anak, untuk sementara kami lebih memilih BDR, lebih aman” jelas perempuan yang juga Wakil Ketua DPRD Lobar ini. (Diskominfotik/DN/YL).

EVALUASI PENANGANAN COVID-19, LOBAR SIAPKAN 2 PEMAKAMAN UMUM.

Mataram, Diskominfotik – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid Hadiri Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah se Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)  di Aula Graha Bakti Praja, Mataram, Kamis (22/7/2021).

Giat Rapat Koordinasi yang dihadiri oleh Gubernur NTB H. Dzulkiflimansyah, Wakil Gubernur,Sekda ,Asisten Bupati/ Walikota Se NTB, Kapolda NTB Irjen Pol. Moch iqbal, Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdani, Dandim di 10 Kab/Kota,Kejati NTB Dan Anggota Forkompinda Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Dalam Arahan singkatnya Gubernur NTB menjelaskan, “optimalisasi penanganan covid -19 agar tidak mengganggu perekonomian kecil Dan Para Pedagang  sedangkan Menurut Wakil Gubernur Hj. Siti Rohmi Djalilah yang menyampaikan disisi kesehatan menyampaikan bahwa target vaksinasi di NTB berjalan secara progresif dan on the track sehingga vaksin yang sudah di drop langsung diserap oleh masyarakat,” ujarnya.

“Penanganan COVID-19 atau varian Delta yang sudah menyebar agar lebih diperhatikan oleh seluruh lapisan masyarakat sehingga protokol kesehatan harus diutamakan untuk meminimalisir penyebaran COVID-19, untuk 10 Kabupaten/Kota harus tetap mengupgrade data-data pasien yang terkonfirmasi positif maupun yang sembuh sehingga bisa dilakukan penanganan yang signifikan yang tentunya tetap memperhatikan fasilitas-fasilitas yang memadai seperti ruang isolasi, Ketersediaan Rumah Sakit (RS) untuk pasien dengan gejala berat serta RS Darurat untuk pasien dengan gejala ringan, serta obat-obatan dan oksigen harus tersedia,” Tegasnya.

“Mengenai PPKM yang sudah dilaksanakan seperti Kota Mataram berada di level empat yang artinya kasus yang terkonfirmasi dan kesembuhan yang continue,” pungkasnya.

Kapolda NTB Irjen Mohammad Iqbal dalam arahannya menjelaskan, “penanganan COVID -19 di daerah menjadi keutamaan di setiap daerah Kabupaten/Kota sehingga tidak ada RS yang Full karena pasien yang terkonfirmasi positif, dan menyatakan perang terhadap virus yang berkolerasi dengan manusia yaitu dengan membatasi mobilisasi seperti sudah menerapkan PSBB dan PPKM serta memberikan vaksinasi, dan tetap menerapkan perilaku hidup sehat sehingga narasi PPKM sudah tidak ada lagi yang gebrakannya tidak hanya teori saja namun tindakan seperti of the box di masyarakat. Kapolda juga memberi warning kepada semua kepala daerah agar tidak main-main dengan dana COVID-19,” Tegas Iqbal.

Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdani menjelaskan, “menghadapi COVID -19 semua harus berperan penting dari kepala Daerah sampai pada unsur camat dan kepala desa yang terintegrasi dalam hal menyiapkan rumah isolasi terpadu yang tentunya didukung oleh anggaran seperti anggaran desa untuk makan untuk pasien isolasi mandiri serta insentif untuk satgas yang membantu dalam hal meningkatkan kesembuhan pasien,” Jelasnya.

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid juga menjelaskan bahwa, “penanganan di lapangan butuh pendekatan-pendekatan dan kreasi agar apa yang disampaikan ke masyarakat mudah diterima. Fasilitas rumah isolasi mandiri di masing-masing desa sudah ada namun belum efektif sehingga langkah yang dilakukan adalah di setiap puskesmas yang Ada di Lobar memiliki 3  tempat isolasi mandiri yang artinya ada 20 puskesmas dengan 60 tempat isolasi mandiri yang biaya makan dari masing-masing desa melalui dana desa yang di refocusing sebesar 8%, dan dari Lobar sudah mengontrak salah satu hotel di kawasan Senggigi sebagai tempat isolasi mandiri,” Tutur Fauzan.

“Lobar juga menyiapkan dua lahan pemakaman yang terletak di  wilayah Narmada dan Gerung yang tentunya pemakaman bukan hanya diperuntukkan untuk masyarakat Lobar, namun dari luar Lobar bisa dimakamkan juga”, Tutupnya. (Diskominfotik/YL/Juan/Fiyan/Ria).

Bupati Lobar Bersama Forkompinda, Gelar Rapat Penanganan COVID-19 Level Darurat.

Gerung, Diskominfotik – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid bersama Kapolres Lobar AKBP Bagus Satriyo Wibowo dan Dandim 1606/Mataram melaksanakan Rapat Pemantapan Tim Tracer Desa bertempat yang bertempat di Aula Besar Dinas Kesehatan (Dikes) Lobar, Gerung, Sabtu (17/7/2021).
Hadir pada kegiatan tersebut Sekertaris Daerah (Sekda) Sekretariat Lobar H. Baehaqi, Dandim 1606 /Mataram yang diwakili oleh Pasi Log Mayor Inf Sutarmin, Kabag Sumda Kompol I Gede Ariadhana, Kasiwas Polres Lobar AKP Agus Pujianto, Kasat Intelkam Polres Lombok Bara , IPTU I Nyoman Agus Sugiarta Wiswa, Kepala Dikes Lobar drg. Hj. Ni Made Ambarwati, Direktur Rumah Sakit Tripat drg. H. Arba’in Ishak, Direktur Rumah Sakit Awet Muda Narmada dr. Aa Ngurah Putra Suryanata, Kabid Yankes Dikes Lobar dr. Ahmad Taufik Fatoni, Kabid Dikes Lobar H. Junaidi, Kasi Pamwal Sat Pol PP Roberd, Camat dan Kepala Puskesmas se Kabupaten Lobar.
Kegiatan yang dibuka oleh Sekda Lobar H. Baehaqi dalam arahannya mengatakan, “akan dilaksanakan  pemantapan kembali Tim Tracer Desa yang sudah membentuk Tim sehingga didalam pelaksanaan nantinya berjalan sesuai aturan, kemudian juga diharapkan kepada para Camat membuat minimal tiga tempat Isolasi yang nyaman untuk warga masyarakat yang terkonfirmasi COVID-19. Sesuaikan dengan rasio pergerakan dilapangan yang mempunyai dasar serta sistem, serta harus bekerja baik dalam melakukan trasing secara cepat dalam mengontrol, selain itu juga Camat tetap melakukan rapat koordinasi dalam kesiapan terkait dengan vaksinasi dan penyekatan,” ungkapnya.
Kabid P3KL Dikes Lobar menerangkan bahwa, “situasi COVID-19 dalam Minggu ini tidak begitu baik yang mana dalam lima hari terakhir angka kasus COVID-19 mencapai 100 kasus lebih terkonfirmasi Positif COVID-19, dan saat ini warga masyarakat yang diisolasi sebanyak 250 orang” Ujar Fathoni.
“Adapun cara penanggulangan Covid-19 yakni Tresing, Prokes dan Vaksinasi. Selanjutnya untuk kasus COVID-19 tertinggi saat ini ada di puskesmas Gerung sebanyak 40 Kasus dan untuk laporan Vaksinasi dari Dinas OPD se Lobar sudah melakukan Vaksinasi sebanyak 53.000 Dosis,” Tambahnya.
Pada kesempatan yang sama Kepala Dikes Lobar drg. Ni Made Ambaryati menjelaskan ” Kami telah melakukan pertemuan/koordinasi dengan pengelola Salah Satu Hotel di Kawasan Wisata Sengigi yang mana sudah menyiapkan 64 tempat tidur”. Apabila ada Pasien yang dinyatakan terkonfirmasi COVID-19 harus melengkapi administrasi baru bisa dinyatakan sebagai pasien COVID-19, untuk Pasien yang dibawa ke rumah sakit darurat yakni Gejala Ringan dan untuk sistem kerja secara teknis Tim Tracer Desa yang mana terkait dengan pendanaan semua berasal dari Puskesmas, diketahui juga bahwa 30 Tracer per 130 penduduk namun dikarenakan situasi Lobar saat ini diharapkan juga menunggu Surat Keputusan (SK) Bupati, berapa Tracer yang harus diturunkan di Lobar, kemudian untuk sistem kerja Tim Tracer memiliki waktu sebanyak 72 Jam sejak dirilis, dimana data sudah dikoordinir oleh masing-masing Puskesmas di Lobar,” Ujar Kepala Dikes Lobar ini.
Bupati Lobar H. Fauzan Khalid dalam arahannya mengatakan, “intinya bahwa situasi Nasional saat ini berada di level darurat sehingga diharapkan apa yang menjadi kebijakan dari Pusat maupun Provinsi dan Kabupaten harus ditindaklanjuti,” Tegasnya.
“Perlu diketahui bahwa fasilitas baik Rumah Sakit dan Tenaga kesehatan di wilayah Lobar masih memiliki kekurangan dalam penanganan COVID-19 sehingga dengan situasi dan kondisi darurat dapat diimbangi dengan kerja keras semua pihak yang maksimal khususnya Camat dan Puskesmas bersama TNI Polri dengan kolaborasi dan sinergi dalam segala bentuk kegiatan penanganan COVID dimana BPT yang dialihkan untuk Lombok Barat sangat kecil yang dikeluarkan oleh Kementerian. Selanjutnya masalah isolasi saat ini masih belum berjalan dengan maksimal yang ada di setiap Desa, hal tersebut harus efektif dalam pengawasan khususnya semua Kepala Desa untuk turut andil dalam penanganan covid bersama semua pihak. Dalam kegiatan Penyekatan dilakukan untuk meminimalisir mobilitas orang / masyarakat dimana kebijakan tersebut sebagai upaya dalam pencegahan penyebaran COVID mengimbangi kegiatan PPKM wilayah Kota Mataram. Berkaitan masalah vaksin, tracing dan lainnya harus dilakukan dengan maksimal dan tidak menganggap kegiatan tersebut sebagai formalitas namun harus dikerjakan sesuai dengan situasi darurat saat ini dan mengenai data agar tidak diremehkan maupun diabaikan,” Tutupnya. (Diskominfotik/YL)

PPKM Darurat Hari ke-6 Pelaksanaan PPKM Darurat harus Dibarengi PPKM Mikro

Gerung, Diksominfotik – Mengacu Inmendagri No 15 Tahun 2021, pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat harus dibarengi juga dengan pelaksanaan PPKM Mikro. Terutama pada non Jawa-Bali.

Untuk itu, Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito kembali meminta kepada provinsi-provinsi di luar Jawa-Bali untuk terus mengetatkan pelaksanaan PPKM Mikro.

“Jangan merasa terlena karena provinsinya tidak termasuk dalam PPKM Darurat, karena nyatanya kenaikan kasus juga terjadi secara signifikan di luar Jawa-Bali,” ujar Prof Wiku saat menyampaikan perkembangan terkini implementasi PPKM Darurat dalam siaran persnya, Kamis (8/7/2021).

Dia mengingatkan, dari 34 Provinsi, sebanyak 28 Provinsi pembentukan poskonya masih di bawah 50%. Ini artinya hanya 6 Provinsi yang sudah membentuk Posko di lebih dari 50% kelurahannya. Hal ini tidak dapat ditoleransi lagi, karena pelaksanaan PPKM Mikro sudah memasuki bulan ke-6. Namun perkembangan pembentukan posko masih stagnan, tidak signifikan kenaikannya.

“Utamanya pada Provinsi yang bahkan pembentukan posko nya tidak mencapai 3% dari total Kelurahan, yaitu Jambi, Sumatera Utara, Kep. Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, Bengkulu, Maluku, NTT, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Papua dan Maluku Utara,” katanya.

Prof Wiku mengharapkan Gubernur dari provinsi tersebut untuk sekarang juga memantau dan menegur Kepala Desa/Lurahnya yang belum membentuk Posko. Pembentukan posko merupakan bagian dari upaya penting menekan kasus, dan itu adalah kewajiban bagi Pemerintah Daerah.

Dia menegaskan, harus ada perbaikan di pekan depan yang menunjukkan provinsi-provinsi itu serius dalam menangani COVID-19 di daerahnya.

Salah satu yang juga perlu untuk terus dipantau adalah kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan salah satunya memakai masker. “Sayangnya, masih terdapat sebanyak 2.654 kelurahan di Indonesia yang kepatuhan memakai maskernya kurang dari 60%,” ujarnya.

Menurutnya, sebagian besar dari Provinsi penyumbang ketidakpatuhan memakai masker tertinggi berasal dari luar Jawa dan Bali. Provinsi dengan jumlah terbanyak adalah Aceh-548 kelurahan, Jawa Barat-503 kelurahan, Jawa Timur-493 kelurahan, Jawa Tengah-186 kelurahan, Sumatera Utara-174 kelurahan, Kalimantan Selatan-131 kelurahan, Sulawesi Selatan-103 kelurahan, Sumatera Barat-85 kelurahan, Sulawesi Tenggara-62 kelurahan, Banten-61 kelurahan.

“Ingat, memakai masker adalah hal termudah dan tersederhana yang bisa dilakukan namun berdampak besar dalam menekan penularan apabila dilakukan secara disiplin dan bersama-sama,” tegas Prof Wiku. Diskominfotik/Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN)/YL

Vaksinasi Massal Desa Senteluk Lampaui Target Harian Yang Ditetapkan Dinas Kesehatan Lobar

Batulayar, Diskominfotik – Pelaksanaan vaksiniasi COVID-19 disambut antusias oleh masyarakat Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Pelaksanaan vaksiniasi ini dilaksanakan sesuai dengan arahan khusus yang diberikan oleh Bupati Lobar H. Fauzan Khalid pada pertemuan rutin bersama Dinas Kesehatan (Dikes)Lobar dan jajarannya, dimana desa yang akan melakukan Pemilihan Kepala Desa (Pikades) diharapkan untuk segera melakukan vaksiniasi COVID-19 massal dengan tetap berkoordinasi dengan Dinas terkait sebelum melaksanakan kegiatan.

Pelaksana Tugas Kepala Desa Senteluk Lalu Adnan mengatakan, “vaksiniasi massal dilakukan segera setelah mendapatkan arahan dari Dikes Lobar dan berkoordinasi dengan pihak Polres Lobar, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas Kecamatan, Petugas Kecamatan dan Puskesmas dengan target 350 dosis vaksin,  dan dihadiri oleh 530 orang dari lima dusun di Desa Senteluk,” tuturnya.

“Karena Desa Senteluk akan melakukan Pilkades serentak untuk Lobar, maka yang kami utamakan dalam vaksinasi massal ini yakni panitia Pilkades, Calon Kepala Desa serta partisipannya kurang lebih 20 orang serta perangkat desa, dan sisanya masyarakat umum. Desa Senteluk memiliki empat orang Calon Kepala Desa yang siap bertarung di Pilkades Serentak mendatang, masyarakat Desa Senteluk sendiri sangat antusias dengan adanya vaksinasi massal  ini terlihat dari jumlah pendaftar yang melebih dari target yang tetapkan pihak Pusksemas Meninting dengan 300 dosis vaksin namun dengan antusiasme warga Desa Senteluk yang hadir melibihi akhirnya di tambah 50 dosis lagi, dan total yang dilayani hari ini oleh Petugas Pusksemas Meninting 350 dosis,” ucapnya.

Lalu Adnan menambahkan, “Vaksinasi ini juga menargetkan masyarakat yang menjadi penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dimana di satu Dusun terdapat 83 orang penerima PKH dengan total di Desa Senteluk berjumlah lima Dusun sehingga jumlah target lebih dari 400 orang, dengan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menerima vaksin hari ini,” tutupnya.

Pelaksanaan Vaksinasi massal ini kerjasama dengan pemerintah desa, petugas kesehatan puskesmas Meninting, serta beberapa mahasiswi dari Universitas Mataram yang diselenggarakan di Aula Kantor Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, Lobar, Selasa (7/7/2021).

Bupati Kabupaten Lobar H. Fauzan Khalid Bersama Kapolres Lobar AKBP Bagus Satrio Wibowo, Sekertaris Daerah Lobar H. Baehaqi, Kepala BPBD Abdul Manan, Kepala Dikes Lobar drg. Hj.Ni Made Ambaryati, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Bq. Yeni S. Ekawati,Kepala  dan Puskesmas Meninting Zaenal Abdidin, juga turut ikut dalam memantau langsung ke lokasi vaksinasi COVID-19. Bupati Lobar menyampaikan beberapa hal terkait pelaksanaan vaksinasi COVID-19 yang di mulai serentak har ini. 

“Kita sudah menyebar vaksin ke 20 Pukesmas Senin kemarin sekitar 12 ribu dosis vaksin, dan ditargetkan akan selesai hari Sabtu ini. Namun sepertinya tidak akan sampai, melihat antusiasme masyarakat yang begitu besar sehingga kami harapkan pemerintah pusat dapat mengirimkan vaksin lagi di Lobar,” Ucap Fauzan.

Bagi masyarakat yang belum mendapatkan kesempatan vaksinasi bisa menghadiri lokasi vaksinasi massal selanjutnya di Kecamatan dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta nomor handphone yang mudah di hubungi untuk keperluan registrasi. Diskominfotik/Adinda/YL

Bupati Lobar : “Hindari Miss Komunikasi Dalam Penyebaran Informasi COVID-19”.

Gerung, Diskominfotik – Pertemuan Rutin Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat (Lobar) bersama Direktur Utama Rumah Sakit dengan Kepala Puskesmas se Lobar di Aula Kantor Dinas Kesehatan Lobar, Selasa (6/7/2021).

Pembahasan tentang mengintervensi posko penanggulangan COVID-19 di masing-masing Desa. Pada pertemuan tersebut dihadiri oleh Asisten I Lobar H. Agus Gunawan, Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Awet Muda dr. A.A.N. Putra Suryanatha, Dirut RSUD Patut Patuh Patju dr. H. Arbain Ishak, dan Kepala Puskesmas se Lobar.

RSUD dan 20 Puskesmas  yang ada di Kabupaten Lobar diharapkan untuk bisa konsisten dalam melaksanakan vaksinasi serta saling membantu antara Puskesmas dan Rumah Sakit. Dalam mengoptimalkan beberapa posko yang ada di desa, pemerintah pusat sudah mendorong anggaran untuk kegiatan apa pun yang terkait dengan penanggulangan COVID-19 di level Desa.

“Tercukupinya vaksin di setiap Desa di Kabupaten Lobar serta bergeraknya setiap Pemerintahan Desa dalam mengawasi dan juga menjalankan vaksinasi untuk setiap masyarakat di Lobar,” Harap drg. Hj. Ni Made Ambaryati Kepala Dinas Kesehatan (Kadikes) Lobar.

“Ada sekitar 2.500 data yang tidak masuk dan harus divaksinasi baik ASN ataupun tenaga kontrak, dan data tersebut akan diproses dan dilakukan verifikasi ulang sebelum dilakukan vaksinasi setelah fokus di 24 desa yang akan melaksanakan pilkades serentak,” Tambah Kadikes Lobar.

“Ditargetkan yang diharapkan sehari 100 orang untuk dilakukan vaksinasi di sejumlah titik yang ditentukan. Untuk  insentif nakes sendiri, Kabupaten Lobar mendapat ranking ke lima dari seluruh Indonesia sudah mencairkan insentif untuk nakesnya. untuk para petugas kesehatan agar berhati-hati dalam menyebarkan informasi agar terhindar dari hoax yang menyesatkan masyarakat,” tuturnya.

Pada pertemuan tersebut beberapa hal penting yang disampaikan oleh Bupati  Lobar  H. Fauzan Khalid yakni Pertama konsolidasi internal dan juga komunikasi, koordinasi puskesmas dengan Dinas Kesehatan, dinas dengan internal dinas terkait, dan Dinas Kesehatan dengan Rumah Sakit, agar terhindarnya dari miss komunikasi sehingga data yang diungkap di media menjadi lebih jelas. Kedua adalah untuk tidak meremehkan data, Penyampaian data diharapkan jelas, tidak dilebihkan maupun dikurangi. Selanjutnya sosialisasi tidak boleh berlebih, karena masyarakat sering memiliki asumsi sendiri yang melebihi para ahli dan ditakutkan akan menyesatkan banyak orang.

“Saya pertegas lagi konsolidasi, komunikasi, dan data adalah yang paling penting agar tidak terjadi simpang siur dalam penyampaiannya kepada masyarakat luas,” Tegas Bupati.( Diskominfotik/Adinda/Lilis/Juan/YL)

Antusiasme Masyarakat Lobar Lakukan Vaksinasi Dalam Program Satu Juta Vaksinasi Nasional Lampaui Target

Senggigi, Diskominfotik – Program Serbuan Vaksinasi Nasional TNI-POLRI dalam rangka Hari Bhayangkara ke-75 Tahun 2021, yang ditargetkan sehari satu juta orang secara serentak di 34 Wilayah Kepolisian Daerah (Polda) di Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Minggu (27/6/2021).

Strategi yang telah disusun bersama antara jajaran Polres dan Dinas Kesehatan (Dikes) Lobar terlaksana dengan baik sebagaimana yang diharapkan. Dengan hasil yang fantastis yakni tembus sebanyak 5.671 orang berhasil di vaksinasi.

Keberhasilan ini tidak lepas dari Promosi dan Informasi yang disebar luaskan beberapa hari sebelum hari pelaksanaan vaksinasi. Kegiatan tersebut, diperuntukkan bagi seluruh masyarakat umum dengan ketentuan umur 18 Tahun keatas dan membawa KTP (Kartu Tanda Penduduk) untuk pendataan. Bagi masyarakat yang selama ini menunggu giliran untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 tersebut ini merupakan momentum yang sangat teppat di luncurkannya program satu juta vaksinasi dimana antusiasme masyarakat yang berbondong-bondong datang ke 12 Lokasi Vaksinasi yang tersebar di Kabupaten Lobar. Vaksinasi massal ini seolah menjadi angin segar dan jawaban terhadap banyaknya permintaan vaksinasi dari masyarakat umum yang sadar dan paham manfaat vaksinasi COVID-19 ini.

Untuk memenuhi tuntutan pelayanan vaksinasi massal di hari Bahyangkara ke 75 ini, Dikes Lobar membuka tiga Pos pelayanan khusus dan sembilan Puskesmas di Lobar memberikan pelayanan vaksinasi dengan Lokasi pelayanan vaksinasi tersebut antara lain : Pos Polisi Bundaran Giri Menang Square (GMS), Pelabuhan Lembar, Sea View Hotel Aruna Senggigi, Puskesmas Gerung, Kediri, Perampuan, Labuapi, Sekotong, Kuripan, Narmada, Lingsar, dan Gunungsari beserta Puskesmas lainnya yang hasil pelayanannya di komulatifkan dengan yang lainnya.

Strategi dan langkah tersebut di laksanakan sebagai mana hasil rapat koordinasi antara Dikes Lobar dan Polres Lobar pada sehari sebelum pelaksanaan kegiatan.

Rapat Koordinasi yang berlangsung secara virtual tersebut dihadiri oleh Kepala Dikes (Kadikes) Lobar drg. Hj. Ni Made Ambaryati, dan seluruh pejabat OPD terkait, termasuk Kepala Puskesmas, tanpa kecuali Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dikes Lobar dr. H. Ahmad Taufik Fathoni yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 ini.

Dari Polres Lobar dipimpin langsung oleh Kapolres Lobar AKBP Bagus Satrio Wibowo bersama, Kepala Stuan Lalu Lintas Polres Lobar dan Kapolsek serta Babhinkamtibmas yang bertugas di masing-masing desa. guna mensukseskan kegiatan vaksinasi massal tersebut, sinergitas semua pihak dalam mengambil peran dan tugas masing-masing, guna membawa hasil yang memuaskan dengan hasil pelayanan dilapangan yang tidak terduga tersebut.

Pelaksanaan Kegiatan ini dipantau langsung oleh Kadikes Lobar drg. Hj. Ni Made Ambaryati, bersama jajarnnya dengan melibatkan tim Sekretariat dan semua Bidang yang ada, dengan pembagian tugas yang sudah di atur sebelumnya.

Semua Tim turun memantau langsung ke lokasi vaksinasi. Pelayanan vaksinasi ini juga melibatkan semua Tim Vaksinator Puskesmas dan Tim Vaksinator Rumah Sakit yang ada di Lobar.

Pelayanan vaksinasi Hotel Aruna Senggigi dari pantauan Tim Promkes Dikes Lobar yang dikoordinir langsung oleh Kapolsek Senggigi AKP. Priyo Suhartono menyampaikan, “Dalam rangka Hari Bhayangkara ke- 75 ini kami melakukan kegiatan Vaksinasi bekerja sama dengan Dikes Lobar melalui Puskesmas Meniting dan Rumah Sakit Awet Muda (RSAM) Narmada,” ucapnya.

“alhamdulilah warga maupun pelaku wisata dan wisatawan yang ada di seputaran senggigi sangat antusias saat melakukan vaksinasi, karena dengan vaksin ini harapannya bisa menekan bertambahnya korban meninggal akibat COVID-19,” Jelasnya.

Kepala Puskesmas Meninting, Zaenal Abidin yang ditemui Tim Promkes mengatakan “Kami dari Tim Vaksinator Puskesmas Meninting dan Tim Vaksinator RSAM Narmada menyiapkan kurang lebig seribu dosis vaksin, dengan harapan semua stock vaksin ini bisa kami berikan kemasyarakat, baik bagi masyarakat yang mendapatkan vaksin pertama maupun vaksin yang kedua,” Tegasnya.

Zaenal juga menyampaikan, “Selamat Hari Jadi Bhayangkara yang ke – 75 untuk POLRI dan berterimakasih atas sinergitas Pemerintah Daerha, anggota TNI-POLRI, yang membantu mengarahkan dan mengatur masyarakat yang hadir supaya tidak berkerumun dan menjaga jarak sehingga kegiatan berjalan dengan baik dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan,” Tutupnya. Diskominfotik/Promkes Dikes Ahyar/YL

Sukseskan Program Satu Juta Vaksinasi, 12 Lokasi Vaksinasi di Lombok Barat Lampaui Target

Lembar, Diskominfotik – Antusiasme Masyarakat Lobar dalam melaksanakan Vaksinasi yang dilakukan di 12 Lokasi di Kabupaten Lobar, mengejutkan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lobar saat memantau langsung pelaksanaannya Bundaran GMS, Sea View Hotel Aruna, dan Pelabuhan Lembar, Sabtu (26/6/2021 ).

Dimana, Pemerintah Daerah (Pemda) menargetkan Vaksinasi 5.000 orang di Kabupaten Lobar, dengan capaian jauh melampaui target, dimana dari data Dinas Kesehatan (Dikes) Lobar menunjukkan di Sea view Hotel Aruna, Bundaran Giri Menang Square (GMS) Gerung, Pelabuhan Lembar, Puskesmas Labuapi, Kuripan, Kediri, Gerung,Puskesmas Perempuan, Sekotong, Pelangan, Kecamatan Gunungsari, Kecamatan Narmada, Kecamatan Lingsar, Dengan Jumlah Keseluruhan 5.671 Orang, yang mendaftar 5.990 Orang, serta ditunda karena masalah kesehatan 151 orang, dan tidak datang 168 orang. Vaksinasi yang berlangsung di 12 Lokasi dan dilaksanakan dalam satu hari tersebut berjalan dengan sangat baik tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat berkat sinergitas Pemda, Khususnya Dikes Lobar, Polres Lobar dan Komando Distrik Militer (Kodim) 1606/Mataram.

Bupati Lobar, H. Fauzan khalid saat melakukan peninjauan langsung bersama Komandan Kodim 1606/Mataram Kolonel Arm. Gunawan, dan Kapolres Lobar AKBP Bagus Satrio Wibowo, menilai masyarakat Lobar begitu sangat antusias melakukan vaksinasi.

“Dari beberapa tempat yang telah dipersiapkan, termasuk puskesmas yang melakukan vaksin setiap hari, bahkan pendaftaran sudah kita tutup, karena antusias peserta sangat luar biasa,” ungkapnya.

Menurutnya, ditutup bukan berarti tidak menerima pendaftaran, namun vaksinasi akan dilakukan pada hari senin atau selasa mendatang.

“Kita targetkan 5.000 vaksinasi, dengan antusiasme masyarakat yang begitu tinggi, memberi pembelajaran kepada kita, dan ini akan tetap kita lakukan, bersama TNI-Polri,” ucapnya.

Hal senada disampaikan oleh, Dandim 1606/Mataram Kolonel Arm. Gunawan yang menyebutkan bahwa, ini menunjukan Masyarakat Lobar  menyadari vaksinasi ini memberikan dampak positif.

“Tidak ada kekhawatiran setelah pelaksanaannya, maupun kehalalannya, sehingga antusiasme masyarakat melebihi dari ekspetasi kami,” ujarnya.

Dandim berharap Masyarakat Lobar, untuk terus menyampaikan kepada masyarakat lainnya, bahwa vaksinasi ini aman, halal, dan meningkatkan imunitas untuk tubuh, terutama dimasa pandemi COVID-19 ini.

Menyikapi Situasi ini, Kapolres Lobar AKBP Bagus Satrio Wibowo, mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada semua pihak serta sinergitas anatara Pemda dan TNI-Polri, atas terlaksananya kegiatan Vaksinasi serentak ini.

“Antusiasme Masyarakat sangat tinggi, itu membuktikan dukungan masyarakat sangat besar, dalam dukungan kegiatan vaksinasi massal yang kita selenggarakan pada hari ini,” ucapnya.

Menurutnya, dari data diatas kertas yang dihasilkan pada hari ini, diluar dari perhitungan jajaran Forkopimda Lobar.

“Hingga saat ini (pukul 11.00 wita), dua lokasi vaksinasi bahkan telah melebihi target yang telah ditentukan, kami tegaskan bahwa TNI-Polri, siap mensukseskan vaksinasi di Wilayah Hukum Polres Lobar,” tegasnya.

Kapolres menjelaskan bahwa, kegiatan ini juga dirangkaikan Hari Bhayangkara ke 75, yang diharapkan merupakan berkah bagi Jajarannya pada Hari Bhayangkara ke 75 ini.

“Kami berharap kepada masyarakat, pada kegiatan-kegiatan vaksin berikutnya, dapat menunjukkan sikap atau langkah-langkah seperti kami lihat pada hari ini,” tegasnya.

Seperti yang diketahui bahwa COVID-19 yang mewabah hampir di seluruh belahan dunia termasuk Indonesia, terlihat belum mampu ditangkal secara medis, karena belum ditemukannya obat yang tepat dan mujarab.

Sehingga, ini merupakan upaya mendukung Program Vaksinasi Nasional yang digagas Pemerintah Pusat, TNI-Polri menggelar vaksinasi serentak bertajuk Serbuan Vaksinasi Nasional TNI-Polri. Diskominfotik/HMS POL AG/YL

RSUD Tripat Gelar Pertemuan Antisipasi Lonjakan Kasus COVID-19

Gerung, Diskominfotik  –  Melihat data perkembangan kasus COVID-19 yang mulai berkembang di daerah lain di Indonesia menunjukkan peningkatan angka terpapar COVID-19 per Juni Tahun 2021 semakin tinggi, hal ini menjadi perhatian khusus untuk kita antisipasi bersama.

Disampaikan langsung Direktur Rumah Sakit  Umum Daerah (RSUD) Patut Patuh Patju (Tripat) drg. Arbain Ishak, yang dihadiri Ketua Komite Medik, Ketua Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 RSUD, manajemen RSUD dan jajaran struktural lainnya dalam acara pembahasan antisipasi lonjakan kasus COVID-19 di Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Acara yang berlangsung di Aula Ujung Landasan, Gerung, Lobar, Rabu (23/6/2021).

Direktur RSUD Tripat menyampaikan secara langsung terkait himbauan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) yang meliputi sosialisasi keputusan Kemenkes RI tentang Protokol Kesehatan (Prokes) di fasilitas pelayanan kesehatan dalam rangka pencegahan dan pengendalian COVID-19, Termasuk di dalamnya penerapan  Standar Operasional Prosedur (SOP) dan pemanfaatan teknologi komunikasi dalam memberikan informasi kondisi pasien kepada keluarga.

Lebih lanjut drg. Arbain menjelaskan, “beberapa hal antisipasi yang perlu di persiapkan  bila terjadi lonjakan kasus, dimulai dari sumber daya manusia/staff dan pegawai, sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan antisipasi tersebut,” ujarnya.

Diharapkan dengan kegiatan antisipasi lebih awal, RSUD Tripat dapat mempersiapkan dengan lebih maksimal guna memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat. (Diskominfo/HMS Tripat/Temy/YL).

 

1 2 3 4 5 13