BUPATI BUKA PERINGATAN HKG PKK DI LOBAR

Giri Menang, Selasa 24 Juli 2018 – Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid membuka rangkaian lomba dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) Ke-46 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI Ke-73 di Bencingah Agung Kantor Bupati Lombok Barat pada hari ini, Selasa (24/7/2018).

Aneka lomba dilaksanakan untuk menyemarakkan acara di antaranya, Lomba Paduan Suara, Lomba Penyuluh Pola Asuh Anak dan Remaja, Lomba Bunda dan Balita Mengaji, serta Lomba Cerdas Cermat yang akan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 24 – 26 Juli 2018.

Bupati H. Fauzan Khalid mengaku sangat mengapresiasi seluruh kegiatan lomba yang digelar TP-PKK Lobar. Bupati berharap melalui kegiatan semacam ini hal-hal positif dapat terus disosialisasika secara berjenjang dari tingkat provinsi hingga kabupaten bahkan tingkat desa.

“Lomba paduan suara adalah cara yg sangat stategis untuk mensosialisasikan hal-hal positif lewat nyanyian. Begitu juga dengan lomba cerdas cermat yang bertujuan untuk lebih memahami 10 program pokok PKK. Lomba ini tidak boleh selesai setelah menemukan juaranya saja, tapi harus ditindaklanjuti dalam bentuk program yang disosialisaikan kepada masyarakat,” jelas bupati.

Selain itu, bupati memiliki harapan tinggi melalui lomba bunda dan balita mengaji serta penyuluh pola asuh anak dan remaja sebagai langkah mengurangi angka kasus stunting di Lobar.

“Masalah stunting dan gizi buruk di Lobar masih tinggi. Perlu disadari penyebabnya bukan hanya karena faktor kemiskinan saja, melainka faktor utamanya adalah pola asuh anak. Dengan lomba ini diharapkan program mensosialisasikan pola asuh di 1000 Hari Pertama Kehidupan anak dapat terlaksana,” harapanya.

Sementara itu, Wakil Ketua I Tim PKK Lobar Hj. Sukerniati M Taufiq dalam sambutannya menjelaska tema sentral peringatan HKG PKK tahun ini yakni, ‘Kerukunan Dalam Keluarga Dan Lingkungan Untuk Mewujudkan Indonesia Damai’.

“Tema ini mengingatkan kita selaku unsur Tim Penggerak PKK, bahwa keluarga dan lingkungan harus dapat menjadi benteng utama dan pertama untuk terciptanya kondisi masgarakat yang aman, nyaman, tentram dan damai,” katanya.

Turut hadir dalam acara tersebut di antaranya, Ketua TP-PKK Provinsi yang diwakili oleh Wakul Ketua III,, Kepala OPD Lobar, Ketua Dharma Wanita Lobar, Para Kader PKK se-Kec. Lobar dan para dewan juri lomba HKG-PKK. (ning/humas)

FAUZAN : SMPN 1 LABUAPI HARUS JUARA

Giri Menang, Jum’at 20 Juli 2018 – Terpilihnya SMPN 1 Labuapi mewakili Provinsi NTB dalam Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional merupakan salah satu kebanggan terbaik yang dimiliki Kabupaten Lombok Barat (Lobar).

Hal itu dikatakan Bupati Lobar H. Fauzan Khalid saat mengunjungi siswa-siswi SMPN 1 Labuapi pagi tadi, Jum’at (20/7/2018). Selain bupati, turut hadir Ketua TP-PKK Lobar Hj. Khaeratun, Kepala Dinas Kesehatan H. Rachman Sahnan Putra, Kepala Dinas Lingkungan Hidup H. L. Surapati, Camat Labuapi Moh. Fauzi memberikan dukungan kepada seluruh siswa-siswi dan dan keluarga besar SMPN 1 Labuapi.

“Terpilihnya SMPN 1 Labuapi merupakan hasil kerjasama dari semua pihak. Baik itu jajaran sekolah yang ada di dalamnya, juga tidak lepas dari dukungan orang tua murid dan Pemda pada umumnya. Semua itu mencerminkan betapa pentingnya kebersamaan antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam setiap program pembangunan,” ungkapnya.

Lomba Sekolah Sehat ini tambahnya, sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang dimulai dari pendidikan. Selain menjadi sarana dalam memberikan motivasi juga sekaligus sebagai penguatan usaha kesehatan sekolah (UKS) di masing-masing penyelenggara pendidikan daerah sehingga mampu menciptakan suasana kondusif di sekolah sebagai sarana belajar bagi anak didik.

Fauzan berharap SMPN 1 Labuapi nantinya menjadi contoh yang dapat memberikan motivasi bagi sekolah-sekolah lainnya di provinsi NTB dan menjadi sekolah yang sehat dan peduli terhadap lingkungan dan kebersihan.

“Kegiatan ini sebagai upaya dalam rangka mewujudkan generasi yang berkualitas yang mampu membantu dalam mengembangkan potensi SDM yang dimiliki oleh daerah ini. Untuk itu SMPN 1 Labuapi harus juara !”serunya didepan para siswa dengan semangat ditandai dengan penandatangan dukungan bagi SMPN 1 Labuapi.

Usai pengarahan, Bupati dan Ketua TP-PKK Lobar membagikan tablet tambah darah kepada para siswi SMPN 1 Labuapi. Pemberian tablet tambah darah (TTD) ini merupakan implementasi yang dilakukan Dinas Kesehatan bersama UNICEF terhadap program Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Program pemberian TTD dicanangkan Kemenkes RI bagi remaja putri di sekolah-sekolah seluruh Indonesia untuk mengurangi risiko anemia, yang bila diderita ibu hamil bisa berpotensi melahirkan bayi stunting (kekerdilan akibat kurang gizi).

Tablet Tambah Darah (TTD) ini mengandung 60 mg Besi Elemental dan Asam Folat 400 ug) yang menurunkan gejala kurang darah.

Program ini menjadi langkah pemerintah untuk menyiapkan masa depan para remaja putri agar nantinya setelah menikah dapat menghasilkan bayi yang sehat dan tidak kekurangan gizi.

Seperti diketahui, remaja putri mengalami siklus haid rutin yang mengurangi darah dalam jumlah cukup banyak. Pola makan serta gaya hidup yang kurang baik juga meningkatkan risiko anemia. (emi/humas)

FAUZAN: SABAR-SABAR DE ENTAN

Giri Menang, Kamis 19 Juli 2018 – Bupati Lombok Barat (Lobar) melepas 450 Jama’ah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 3 Nusa Tenggara Barat (NTB) di Bencingah Agung Kantor Bupati, Malam ini Kamis (19/07).

Pelepasan tersebut dimajukan delapan jam dari jadwal semula yang mestinya diselenggarakan hari Jum’at 20 Juli 2018 pukul 05.30 WITA yang rencananya dibarengkan dengan Shalat Subuh berjama’ah.

Melihat perubahan jadwal tersebut serta beratnya proses ibadah yang akan dijalankan para JCH, Haji Fauzan Khalid memberi pesan khusus.

“Sabar-sabar de pade entan (yang sabar ya!?, red),” ujar Fauzan yang menyatakan bahwa haji tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik dan biaya, namun juga kesabaran dan keikhlasan.

“Dengan kesabaran dan keikhlasan, semoga para JCH mendapatkan haji yang mabrur,” pungkasnya.

Kloter 3 NTB ini adalah bagian dari 581 total JCH dari Kabupaten Lombok Barat. Jumlah JCH di Kloter ini adalah sebanyak 450 orang JCH atau 10 Rombongan. Satu rombongan beranggotakan 45 orang yang jumlah JCH laki-laki lebih banyak dari perempuan.

Dari 450 orang tersebut, sebanyak 113 JCH termasuk dalam kategori Resiko Tinggi, yaitu berusia lebih dari 60 tahun.

Hal tersebut mendapat perhatian khusus dari Tim Kesehatan Ibadah Haji Indonesia (TKIHI). Dokter Syamsul Roja, tenaga medis yang menyertai Kloter 3 ini dan menyatakan bahwa mereka akan mendapat pantauan kesehatan secara khusus.

“Dengan usia yang lebih dari 60 tahun serta faktor cuaca yang mencapai 43 derajat celcius, para jama’ah diharapkan selalu menggunakan pelindung diri seperti sandal, payung, topi, jilbab, dan banyak-banyak minum air putih,” ujar tenaga dokter di RSUD Lombok Timur itu sambil menceritakan adanya dua jama’ah yang membutuhkan alat bantu, yaitu kursi roda.

Dalam persoalan ubudiyyah, JCH dianggap telah sangat siap. Terutama dengan pembinaan manasik yang diselenggarakan secara berkala oleh Kementerian Agama.

“Kalau saat pembinaan, sudah mencukupi, namun kalaupun nanti ada persoalan maka disesuaikan dengan realitas perkembangan yang ditemui para jama’ah,” ujar Dr. TGH. L. Ahmad Zainuri, Lc., MA.

Dosen Universitas Islam Negeri Mataram tersebut ditunjuk sebagai Tim Pembina Ibadah Haji (TPIH) di Kloter 3. Ia mendampingi Nasrullah, S. Ag yang menjadi Tim Pendamping Haji Indonesia (TPHI) yang sekaligus menjadi Ketua Kloter. Kloter ini pun didampingi lagi oleh Tim Pendamping Haji Daerah, yaitu TGH. Nawawi Hakim, Lc., MA dan Ir. Husnul Fauzi serta dua orang para medis, yaitu Muhammad Sunarto dan Siti Aisyah.

Dengan personalia pendamping, jama’ah cukup tenang dalam menjalankan ibadah haji. Kloter ini langsung diarahkan ke Asrama Haji Mapak Mataram untuk diistirahatkan setelah melakukan pemeriksaan kesehatan. Hal baru diterapkan dalam pemeriksaan kesehatan di tahun ini.
“Para JCH dilengkapi dengan chip yang memuat data rekam medik para jama’ah,” terang Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lobar, H. Jaelani Ibrahim, S. Pd., M. Pd saat memberi laporan di hadapan para JCH. Chip tersebut, tambah Jaelani akan memudahkan Tim Kesehatan dalam memeriksa para JCH.

Kloter 3 ini direncanakan bisa diberangkatkan pada hari Sabtu, 21 Juli pukul 01.30 dini hari dan langsung menuju Kota Madinah sehingga mereka bisa langsung melaksanakan Ibadah Sunnah Arba’in.

Kloter ini mengawali keberangkatan JCH Lobar. Sedangkan sisa JCH akan masuk di Kloter 9 dan akan berangkat tanggal 29 Juli nanti.

Pelepasan JCH ini dihadiri juga oleh Kapolres Lobar, Sekretaris Daerah, dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta beberapa alim ulama’. Tampak ruah juga para keluarga yang mengantar dengan tangis haru para JCH.

FAUZAN KERJA SAMA DENGAN KEMENPU-PERA TANGANI LIMBAH

Giri Menang, Rabu 18 Juli 2017 – Perhatian Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) terhadap penyediaan air bersih dan sanitasi warganya mendapat apresiasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpu-pera) Republik Indonesia.

Bertempat di Hotel Sanur Paradise Denpasar, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid menanda tangani perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam penyiapan implementasi infrastruktur berbasis masyarakat dengan Direktorat Jenderal Cipta Karya yang dalam hal ini diwakili oleh Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan dan Permukiman (PPLP).

Fauzan didampingi oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Lobar, H. Baehaqi dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, I Made Arthadana.

Dalam sambutannya seusai menanda tangani PKS tersebut, Direktur PPLP Cipta Karya, Dodi Krispratmadi menyatakan bahwa problem permukiman saat ini bukan hanya masalah penyediaan air bersih, namun juga penyediaan sanitasi berupa pengelolaan limbah, terutama limbah rumah tangga.

“Limbah padat maupun cair yang tidak dikelola secara baik dan komunal sangat berbahaya bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Tidak hanya dalam rangka penyiapan air dan lingkungan yang sehat, namun juga yang berbasis masyarakat (komunal). Dengan menyasar masyarakat, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), maka keberlangsungan penanganan permasalahan tersebut dapat dijamin melalui pemberdayaan masyarakat.

“Pemerintah sangat konsern kepada penyediaan instalasi limbah berjaringan yang berbasis masyarakat,” pungkas Dodi.

Program yang dilabeli Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS) ini didesain secara komunal di mana Pemerintah Daerah diminta untuk ikut memperhatikan masalah lingkungan di daerahnya masing-masing.

Sejak tahun 2007-2015, setidaknya Rp. 1,9 trilyun sudah digelontorkan untuk membiayai program tersebut. Di tahun 2017 lalu saja, Rp. 50,4 miliar dari Islamic Development Bank dan APBN digelontorkan untuk membantu MBR dalam mengatasi masalah sanitasi lingkungan.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid sendiri menanda tangani PKS tersebut bersama 81 Bupati/ Walikota dari 31 Provinsi Se-Indonesia. Fauzan mengaku bahwa program Sanimas ini memiliki manfaat sangat besar bagi Lobar.

Berjalan sejak tahun 2007, Lobar tambah Fauzan, terus mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat.

“Tahun lalu kita memperoleh 300 juta dan ditambahkan lagi melalui Dana Alokasi Khusus sebesar Rp. 19 milyar,” tutur Fauzan.

Kepala Dinas PU-PR Lobar, I Made Arthadana menambahkan, “nilai 300 juta dari Sanimas itu sifatnya stimulan untuk program lain, terutama penyediaan air bersih. Stimulan itu membuat kita dapat DAK sebesar Rp. 19 miliar di tahun ini. Sekarang kita usulkan lagi Rp. 30 miliar,” ujarnya.

Anggaran tersebut, tutur Made, akan dimanfaatkan oleh Lobar untuk pembangunan infrastruktur air bersih dan sanitasi melalui program Sanimas dan Pamsimas (Penyediaan Air Bersih Berbasis Masyarakat, red).

Made menyebut nilai APBN dalam PKS yang ditanda tangani Bupati hari itu sebesar Rp. 400 juta khusus untuk pengelolaan limbah. Sedangkan untuk pengembangannya berupa penyediaan air bersih akan diusulkan ke Pemerintah Pusat melalui DAK tahun 2019 nanti.

Pihaknya tambah Bupati, telah memastikan bahwa untuk air bersih masyarakat tidak selalu bergantung dengan air bersih berjaringan milik perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

“Kita justru memulai dari potensi masing-masing desa,” ujarnya beberapa waktu lalu sambil menyebut program Pansimas yang di tahun 2018 ini telah berjalan menyasar di 40-an desa di Lobar.

Dengan kebijakan tersebut, penggunaan air bersih berjaringan di perdesaan Lobar telah mencapai 61% lebih. Cakupan tersebut tidak termasuk para pelanggan air bersih berjaringan milik PDAM, namun adalah air bersih berjaringan milik masyarakat yang dikelola secara mandiri melalui pemberdayaan kelompok masyarakat.

DPR DESAK MUTASI

Giri Menang, Selasa 17 Juli 2018 – Rapat Paripurna Penyampaian Laporan Gabungan Komisi Sekaligus Pendapat Fraksi-Fraksi Dewan serta Persetujuan Dewan dan Penandatanganan Nota Kesepakatan terhadap Raperda tentang LPJ APBD Tahun 2017 Pemkab Lombok Barat (Lobar) sempat diwarnai ketegangan.

Sesaat setelah Ketua DPRD Lobar Imam Kafali membuka rapat, anggota dewan dari PKPI Ahmad Zainuri secara keras melakukan interupsi dan mengkritisi belum terisinya posisi kosong eselon II Pemkab Lobar, terutama beberapa jabatan strategis seperti asisten 1, asisten 2 dan Kepala BKD.

“Saya dan masyarakat kecewa dengan kinerja eksekutif saat ini. Sudah lima bulan saya perintahkan sekda untuk mengisi jabatan yang kosong. Kita juga akan membahas APBD Perubahan dan murni jadi saya harapkan isilah jabatan-jabatan kosong itu yang sangat strategis di pemerintahan kita. Padahal tes juga sudah,” serunya.

Usai menyuarakan keinginannya, agenda Rapat Paripurna kemudian dilanjutkan hingga penandatangan nota kesepakatan bersama antara Bupati Lobar H. Fauzan Khalid dengan pimpinan DPRD Imam Kafali, disaksikan anggota DPRD dan pimpinan SKPD Pemkab Lobar.

Namun sebelum meninggalkan ruangan, anggota DPRD Lobar Munawir Haris kembali mengingatkan bupati untuk segera mengisi kekosongan jabatan di beberapa SKPD yang sudah cukup lama hanya diisi Pelaksana Tugas (Plt).

“Kalau terlalu lama Plt ini dan lain sebagainya akan mengganggu di APBD perubahan dan murni. Harapan saya yang pertama lakukan segera, yang kosong silahkan isi, yang ada prestasi kasi reward yang gagal kasi punishment. Jadi ada sikap tegas pak bupati,” ungkap politisi PAN ini.

Sementara itu, Sekda Lobar H. Moh. Taufiq saat ditemui usai Rapat Paripurna menegaskan dirinya siap melaksanakan mutasi saat itu. Namun ia menegaskan dirinya belum mendapatkan perintah dari Penjabat Sementara (Pjs) Bupati H. Lalu Saswadi yang menggantikan Bupati Fauzan Khalid saat itu.

“Tergantung perintah bupati. Tapi karena Pjs kan ndak mau mutasi. Sekda mau mutasi tapi kalo misalnya bupati mengatakan nanti ya nanti juga. Kalau saya disuruh siapkan besok pagi kita siapkan kan ijin sudah ada. Kalau saya ijin itu udah keluar ya silahkan kita eksekusi,” tegas Taufiq.

Sementara itu, Bupati Fauzan Khalid saat diwawancara terkait hal tersebut sangat menyayangkan anggota dewan yang dianggap telat bersuara.

“Saya sangat sayangkan juga dewan kenapa sekarang bersuara. Dulu padahal tidak ada halangan. Sekarang terpaksa ulang karena memang harus evaluasi dan ijin ulang dan itu berproses. Seharusnya kemarin keras. Semua proses sudah selesai tinggal dilantik tapi kan tidak dilakukan. Sekarang sudah lima bulan berlalu kan harus ada konsultasi ulang termasuk dengan KASN dan Kemendagri,” ujar Fauzan, Selasa (17/7/2018) .

Sebelumnya Bupati Fauzan Khalid yang ikut dalam gelaran Pilkada Bupati Lobar secara resmi digantikan oleh Penjabat Sementara (Pjs) Bupati H. Lalu Saswadi sejak 15 Februari. Saswadi kemudian menggantikan Fauzan memimpin Lombok Barat hingga 23 Juni 2018.

HADIRI HALAL BIHALAL PELEPASAN CJH, FAUZAN INGATKAN PENTINGNYA SILATURRAHMI

Giri Menang, Selasa 17 Juli 2018 – Silaturrahmi merupakan kebutuhan kita sebagai manusia. Kebutuhan kita sebagai makhluk Allah SWT untuk membina, menjalin dan mempererat yang namanya silaturrahmi.

Hal itu dikatakan Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid saat menghadiri acara halal bihalal dalam rangka pelepasan Calon Jamaah Haji Anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Gor Mini Gunungsari, Selasa (17/7/2018). Sehari sebelumnya bupati juga menghadiri acara yang sama di Lingsar.

“Pada hari ini kita bisa bersilaturrahmi dengan keluarga besar PGRI Kecamatan Gunung Sari. Bahwa secara sosiologis silaturrahmi atau hubungan kemanusiaan ini adalah hubungan kita dengan sesama dan fitrah dari kita semua, tidak mungkin kita sebagai manusia tidak butuh bantuan dan tegur sapa dari orang lain,” kata bupati.

Tahun ini, Calon Jemaah Haji dari keluarga besar PGRI Kecamatan Gunungsari yang akan berangat sebanyak lima orang.

“Kita doakan kepada anggota PGRI yang berangkat haji tahun ini mudah-mudahan mendapatkan haji yang mabrur, lancar ibadahnya dan nanti bisa berkumpul kembali bersama kelurga,” harapnya.

Acara halal bihalal ini juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar Hendrayadi, Ketua PGRI Provinsi NTB H. Alirahim, Ketua PGRI Lobar H. Saleh Sayuti, Camat Gunungsari H. Rusni dan Kepala Sekolah se-Kecamatan Gunung Sari. (andy/humas)

FAUZAN : HALAL BIHALAL SEMPURNAKAN IBADAH

Giri Menang, Senin 16 Juli 2018 – Agar dosa kita diampuni serta untuk lebih menyempurnakan ibadah usai berpuasa sebulan penuh maka kita lakukan halal bihalal. Hal itu dikatakan Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid saat memberikan sambutan dalam acara halal bihalal dalam rangka pelepasan Calon Jamaah Haji dan Purna Bakti Anggota PGRI Cabang Kecamatan Lingsar di SDN 2 Batu Mekar, Senin (16/7).

“Ibadah puasa tujuannya untuk mencetak insan yang bertaqwa kepada Allah SWT. Siapapun yang berpuasa itu semua diampuni dosanya kecuali dosa-dosa yang berkaitan dengan sesama makhluk Allah SWT. Jadi supaya sempurna dosa kita diampuni maka kita lakukan halal bihalal,” kata Fauzan.

Tidak lupa bupati menyampaikan apresiasinya terhadap para guru purna tugas yang sudah mengabdi agar seluruh perjuangannya memajukan pendidikan di Lombok Barat dicatat sebagai ibadah dan amal jariah.

“Begitu juga kepada guru yang berangkat haji saya ucapkan selamat melaksanakan ibadah haji dan mudahan mendapatkan haji yang mabrur,” pungkasnya.

Acara halal bihalal yang diselenggarakan oleh Keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lombok Barat itu juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar, Ketua PGRI Lobar, Camat Lingsar dan Kepala Sekolah se-Kecamatan Lingsar.

Pelepasan Calon Jemaah Haji dari unsur PGRI cabang Lingsar pada tahun 2018 ini sebanyak 4 orang dan dari unsur purna bakti/pensiunan sebanyak 20 orang.

Mengambil tema ‘melalui halal bihalal kita jalin kebersamaan untuk mewujudkan mutu pendidikan’ ini diharapkan agar keluarga besar PGRI lebih termotovasi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Lombok Barat. (andy/humas)

JADI INSPEKTUR UPACARA HUT KE-72 BHAYANGKARA, FAUZAN SAMPAIKAN AMANAT JOKOWI

Giri Menang, Rabu 11 Juli 2018 – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-72 di lapangan kantor Polisi Resor (Polres) Lobar, Rabu (11/7/2018).

Tahun ini, tema HUT yang diangkat Polri yaitu “Semangat Promoter Siap Mengamankan Agenda Nasional 2018 dan 2019”.

Upacara yang dimulai pukul 08.00 Wita ini juga dihadiri Kapolres Lobar AKBP Hery Wahyudi, Ketua DPRD Lobar Imam Kafali, anggota Forkopimda Lobar, Purnawirawan Polri, anggota Bhayangkari Polres Lobar serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Berdiri di barisan upacara anggota personil Polres Lobar, TNI, ASN, Pol PP, Basarnas, Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan dan unsure Security.

Dalam acara ini Bupati Fauzan Khalid bertindak selaku inspektur upacara sekaligus menyampaikan amanat Presiden Jokiowi dalam HUT Bhayangkara ke-72 ini.

Sedangkan bertindak selaku pemimpin upacara yakni Kepala Sektor (Kapolsek) Senggigi AKP Arjuna W.

Membacakan amanat Presiden, Fauzan mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada semua anggota Polri yang dengan penuh kesungguhan berbertugas di daerah pedalaman, perbatasan, terpencil, pulau-pulau terdepan serta yang mengemban misi internasional di luar negeri.

Apresiasi juga diberikan kepada anggota Polri yang bertugas di jalan raya untuk memastikan lalu lintas selama mudik lebaran, penjaga Kamtibmas selama ramadhan sehingga umat islam tenang menjalankan ibadah di bulan suci ramadhan serta pengamanan Pilkada serentak yang diselenggarakan di 171 daerah.

Fauzan juga menyampaikan kabar gembira bahwa di HUT Bhayangkara ke-72 ini, dunia internasional telah menempatkan Indonesia dalam daftar 10 negara teraman.

“Akan tetapi, anggota Polri jangan berpuas diri dan terus meningkatkan kewaspadaan mengingat beragamnya tindak kejahatan yang bersifat transnasional seperti ancaman kejahatan siber, human trafficking, drug trafficking, armed smuggling dan terorisme,” katanya.

Sebagai penutup, Fauzan mengingatkan masih banyak tugas yang menanti di antaranya pengamanan Pilpres dan Pileg 2019, pengamanan natal dan tahun baru, hingga pengaman agenda internasional seperti Asean Games ke-18 dan pertemuan tahunan IMF Bank.

“Kesemuanya ini sangat membutuhkan langkah antisipasipatif, perencanaan yang detail dan matang agar potensi kerawan dapat ditecegah dari awal,” ingatnya.

Sementara itu Kapolres Lobar AKBP Heri Wahyudi usai acara menyampaikan ucapan syukur dan terimakasih atas suksesnya pelaksanaan Pemilukada di Lobar.

“Dibandingkan daerah lain Lobar merupakan daerah yang kondusif,” ungkapnya.

Acara juga dirangkai dengan pemotongan nasi tumpeng dan pemberian kenang-kenangan kepada purnawirawan anggota polri yang telah bertugas di Polres Lobar. (budi/humas)

1 2 3 4 5 28