Kota Bima Juara Umum MTQ ke 28 Tingkat Provinsi NTB di Lobar

Gerung, Diskominfotik – Gelaran MTQ ke 28 Tingkat Provinsi NTB Tahun 2019 di Kabupaten Lombok Barat telah berakhir dan sebagai juara umum dari Kota Bima dengan nilai 67. Disusul dengan juara kedua Kabupaten Lombok Timur dengan nilai 64  dan juara ketiga tuan rumah Lombok Barat dengan nilai 63. Lombok Barat yang menjadi juara umum pada MTQ ke 27 dua tahun lalu di Kabupaten Bima tergeser oleh oleh Kota Bima dan Lombok Timur.

Demikian diumumkan oleh Dewan Juri  yang diketuai oleh H. Ramli Ahmad M.Ap melalu surat keputusan nomor 3/DH/MTQ-28/2019 tentang penetapan Juara Umum MTQ ke 28 Tingkat Provinsi NTB Tahun 2019. Para Dewan Hakam secara bergiliran membacakan surat keputusan nomor 2/DH/MTQ-28/2019 tentang Juara I, II dan III MTQ ke 29 Tingkat Provinsi NTB Tahun 2019 di Panggung Majlis Utama MTQ halaman Kantor Bupati Lombok Barat, Rabu (9/10/2019).

Sementara juara keempat diraih oleh Kota Mataram dan Kabupaten Bima, Juara kelima diraih Kabupaten Lombok Tengah, Juara keenam diraih oleh Sumbawa, Juara ketujuh Kabupaten Dompu, Juara kedelapan Lombok Utara dan juara kesembilan Kabupaten Sumbawa Barat.

Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid dalam laporannya mengatakan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi NTB yang telah menetapkan Kabupaten Lombok Barat sebagai lokasi MTQ ke 28. Kemudian kepada seluruh panitia penyelenggara dan semua pihak yang telah berpartisipasi dengan tulus ikhlas langsung dan tidak langsung memberi dukungan sehingga MTQ sukses se sukses-suksesnya. Kemudian juga kepada pihak Dewan Hakam yang tidak kenal lelah telah dengan obyektif memberikan penilaian kepada peserta MTQ.

Dikatakan, Kabupaten Lombok Barat berharap dapat kembali menjadi juara umum, namun bila nanti setelah diumumkan Lombok Barat tidak menjadi juara umum maka siap merebut kembali juara umum pada MTQ dua tahun mendatang.

“seandainya tidak juara umum, insya alloh dalam rangka pastabikul khoirot  siap merebut kembali,”

Kepedulian Bupati Lombok Barat terhadap peserta yang telah berjuang mengharumkan nama daerah melaui MTQ mengusulkan kepada Gubernur, Bupati dan Walikota untuk menandatangani petisi kepada pemerintah pusat. Isi petisi yang diusulkan adalah  kalau atlit juara nasional dijadikan sebagai Pegawai Negeri Sipil, maka diusulkan pemenang Juara Nasional MTQ dijadikan sebagai Pegawai Negeri Sipil dan Pemenang Juara di Tingkat Daerah dijadikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

“menandatangani petisi untuk kita usulkan kepada pemerintah pusat,”tegasnya

Fauzan Khalid diakhir laporannya juga meminta maaf apabila terdapat kekurangan dan kesalahan dalam penyelenggaraan MTQ ke 28 Tingkat Provinsi NTB di Kabupaten Lombok Barat.

“Jalan kaki ikut pawai, anak sekaolah dilibatkan, MTQ ini sudah selesai khilaf dan salah mohon dimaafkan,” menutup laporannya dengan pantun.

Sementera Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah mengatakan para pemenang dapat mewakili NTB di tingkat Nasional dan meminta untuk dipersiapkan sebaik-baiknya. Sitti Rohmi juga mengharapkan selain  menghasilkan juara-juara yang terpenting adalah  bagaimana membumikan al-quran di bumi Nusa Tenggara Barat.

“semoga al-qur’an semakin membumi di Nusa Tenggara Barat,”, harapnya tegas.

Hadir dalam kesempatan itu Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Forkopinda Provinsi NTB, Bupati Walikota se NTB, DPRD Lombok Barat, Forkomimda Kabupaten Lombok Barat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan ribuan pengunjung MTQ ke 28 Tingkat Provinsi NTB. Diskominfotiklobar/rasidibragi/yani/ivan/keru radio SGM

Fauzan Apresiasi Dukungan Masyarakat Lobar Dukung SuksesnyaMTQ XXVIII Tingat Provinsi NTB

 

Giri Menang, Rabu 9 Oktober 2019 – Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-28 tingkat Provinsi NTB sukses menyedot perhatian masyarakat, khususnya warga Lombok Barat. Hal itu terbukti dengan ramainya masyarakat yang antusias hadir menyaksikan gelaran dua tahunan ini setiap harinya.

Semangat dan dukungan masyarakat meramaikan MTQ di Gumi Patut Patuh Patju mendapat apresiasi dari Bupati H. Fauzan Khalid. Bupati mengaku bangga dan kagum kepada masyarakat yang telah menyaksikan dan mendukung jalannya MTQ. Hal itu dikatakannya saat menyaksikan putaran final Tilawah golongan remaja dan dewasa di Arena Utama Lapangan Kantor Bupati Lombok Barat, Selasa (8/10) malam.

Dijelaskannya, dari pantauan yang ia lakukan mulai dari malam pembukaan hingga final di semua majlis sangat luar biasa. Terlebih di pusat kegiatan atau arena utama.

“Saya yakin ini akan menjadi motivasai bagi para peserta untuk meningkatkan kemampuannya dan dorongan bagi masyarakat NTB, khususnya Lombok Barat untuk mengingat dan konsisten membaca Al-Qur’an,” katanya.

“Tujuan daerah mengadakan MTQ ini ingin memasyarakatkan Al-Qur’an, dan mendorong, mencintai, mempelajari, dan mengamalkannya. Saya sering menyampaikan keberhasilan pembangunan secara fisik itu tidak cukup, tetapi kita butuh juga intervensi keberkahan dari baca Al-Qur’an, rajin ibadah, dan menjaga silaturahmi,” tambah bupati.

Di samping itu, bupati menilai perayaan MTQ ke-28 tidak hanya mendatangkan keberkahan, tetapi juga memberi manfaat di sisi ekonomi kepada masyarakat, seperti para pedagang di area MTQ.

Tidak lupa bupati juga berpesan kepada kafilah dan peserta yang nantinya keluar sebagai juara untuk terus meningkatkan kualitas sehingga menjadi lebih baik lagi, dan mampu memberikan motivasi bagi yang belum mendapatkan juara. Menurut bupati, kegagalan tidak selamanya memupus harapan, tetapi kegagalan juga bisa dijadikan motivasi.

“Saya selaku bupati berharap Kabupaten Lombok barat bisa mempertahankan juara umum. Tentu kami akan mengevaluasi jika ada kekurangan yang membuat tidak nyaman dari sisi penyelenggaraan. Saya atas nama Pemerintah Lombok Barat mohon maaf, tidak ada kesengajaan,” pungkas bupati.

Banyak Finalis, Lobar Diyakini Pertahankan Juara Umum

Gerung, Lombokbaratkab.go,id-Perhelatan MTQ ke 28 Provinsi NTB yang sudah memasuki hari keenam, Rabu (9/10) berbagai mata lomba sudah masuk dalam tahap penyisihan. Artinya seluruh penyisihan sudah dilaksanakan dengan baik dan saat ini sudah masih tahap finalis.

Ketua Tim Kafilah MTQ 28 Provinsi NTB H Safarudin, M.Ag mengungkapkan, Lombok Barat pada MTQ kali ini berhasil menempatkan 21 finalis yg tersebar di berbagai macam cabang dan golongan diantaranya cabang tilawah, cabang tartil putra, dewasa putra, dewasa pi dan rtilawah Canet putra. Dan dilihat dari banyaknya finalis, kafilah Lobar mendominasi dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya se NTB.

Dikatakan, untuk tingkat cabang Tahfizul Quran  ditempatkan 2 finalis yaitu 5 juz putra putri, 10 jus putri, 30 juz putri. Cabang golongan Tafsir diturunkan 2 finalis yaitu golongan Tafsir Bahasa  Indonesia putra putri. Sedangkan Fahmil Quran juga masuk finalis yaitu untuk golongan putri dan Sahril Qur’an putri.

Berikutnya, untuk golongan hot (kaligrafi) yang jumlahnya 4 golongan putra-putri, dari 8 peserta asal Lombok Barat berhasilkan menemnpatkan 4 finalis golongan naskah putra, hiasan Mushaf putra, golongan dekorasi putra dan kontemporer putra. “Dan untuk cabang Musabaqah Ilmiah Quran (M2IQ) 1 orang finalis bias masuk. Sehingga jumlah finalis kita menjadi 21 orang,” ujar Safarudin yang juga kasi Penerangan Agama Islam Kemenag Lombok Barat ini.

Ia menambahkan, dari 21 orang ini maka peluang-peluang yang bisa diharapkan menjadi juara yakni tilawah golongan dewasa putra, golongan Cacat Netra (Canet) putra, tahfiz 5 juz putra-putri, golongan Tafsir Bahasa Indonesia (BI) putra-putri, Mushaf Al-Qur’an atau  hot Al Qur’an, dimana dua tahun yang lalu, Lombok Barat mewakili NTB ke lomba tingkat nasional.

“Kita harapkan kembali kembali di kaligrafi ini bisa meraih juara 1 di empat peserta tersebut. Mudahan di cabang dan golongan lain juga bisa kita raih juara 1. Karena sistem penilaian untuk pinalis walaupun kita saat ini terbanyak finalisnya tetapi harus berusaha untuk bisa meraih dan mengumpulkan yang terbaik. Karena untuk juara 1 nilainya 5, juara 2 nilai 3 dan juara 3 nilainya 1. Mudah-mudahan kita bisa meraih juara 1, agar kita bisq mempertahankan predikat juara umum yang pernah kita raih pada MTQ 27 2017 lalu di kabupaten Bima,” katanya. (her)

Kesedihan Jamaah Masjid Al Haya Perumahan Pemda Lobar Ditinggal Qori Qoriah

Gerung, Kominfotik – Ketua Pengurus Masjid Al Haya Perumahan Pemda Lombok Barat, Zainuddin S.Pdi mewakili seluruh jamaah di Masjid ini mengungkapkan rasa terima kasihnya atas ditunjuknya Masjid ini sebagai majelis III lokasi pelaksanaan beberapa mata lomba pada MTQ 28 2019 Tingkat Provinsi NTB.
“Selama pelaksanaan MTQ Alahamdulillah seluruhnhya berjalan baik. Bahkan kami siapkan segala kebutuhan logistic secara gratis yang merupakan sumbangan para jamaah. Justru para jamaah mempertanyakan singkatnya pelaksanaan MTQ ini,” ungkap Zainudin ditemui media ini Selasa (8/10) di Masjid Al haya Perumahan Pemda Lombok Barat, Dasan Geres.
Zainudin berharap agar kegiatan-kegiatan serupa di Lombok Barat bisa dilaksanakan di Masjid Al Haya dan pihaknya siap mensuport kesuksesan kegiatan tersebut.

“Kami tidak menampik banyak masyarakat luar di erumahan Pemda ini bahkan dari para kafilah 10 kabupaten/kota memuji pelayanan yang diberikan oleh jamaah Masjid Al Haya. Untuk itu kami sejak awal bahu-mebahu bersama seluruh jamaah mulai dari pemasangan umbul-umbul , baliho semuanya adalah kerjasama kami semua,” ujar Zainudin.

Bahkan lanjut Zainudin, hari-hari terakhir pihaknya melaksanakan roah (syukuran, red) pada hari terkahir karena takut sekali kehilanga momen atas kehadiran para Qori Qoriah bahkan para dewan hakam yang sudah levelnya nasional bahkan internasional di Masjid Al Haya.

“Jika kami mengundangnya belum tentu bsa hadir. Sekali lagi ucapan Alhamdulillah dan terima kasih atas ditunjukkan Masjid Al Haya ini sebagai majelis lomba MTQ 28 Provinsi NTB. Mudah-mudahan bisa membawa berkah bagi para jamaah,” tutupnya. (her).

Tinggi Partisipasi Masyarakat di Setiap Majelis MTQ 28 NTB di Lobar

Gerung, Kominfotik-Pelaksanaan MTQ 28 Provinsi NTB tahun 2019 yang dipusatkan di Lombok Barat ternyata tingkat partisipasi masyarakat menghadiri 8 Majelis yang disiapkan panitia cukup tinggi. Tidak hanya masyarakat umum, namun sejumlah siswa dan santri yang ada di seputar lokasi Majelis turut menyimak dan menyaksikan langsung para kafilah dari 10 kabupaten/kota se NTB.

Sekretaris Daerah Lombok Barat HM Taufiq, M.Sc  menyatakan, kehadiran masyarakat termasuk para pelajar dan santri di arena MTQ merupakan pertanda bahwa Al Qur’an sudah membumi di Lombok Barat.

Tidak saja tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi, namun yang menjadikan pimpinan birokrasi tertinggi di jajaran pemda Lombok Barat ini justru partisipasi para jamaah yang dengan ikhlas menyiapkan berbagai konsumsi yang dibutuhkan oleh para kafilah, termasuk dewan hakam dan panitia secara gratis selama pelaksanaan lomba di Majlis III Masjid Al Haya, Perumahan Pemda Lombok Barat.

“Saya terharu di Majelis III Masjid Al Haya, Perumahan Pemda Lobar ini terlihat begitu meriahnya seperti MTQ terasa Maulid Nabi. Ini yang dilakukan oleh warga di sini  telah disiapkan makan gratis setiap harinya. Mudah-mudahan amal warga yang ada di perumahan ini diterima dan di balasa Alloh SWT,” ujar Taufiq kepada media ini  pada jeda waktu istirahat mata lomba di Masjid Haya BTN Pemda Lombok Barat, Selasa (8/10/2019).

Sekda Lobar berharap dan meminta partisipasi masyarakat di semua Majelis yang ada untuk tetap dipertahankan tradisi baik seperti ini. Dengan demikian saat berlangsungnya kegiatan lomba hingga akhir penutupan MTQ ini akan dapat berjalan sukses dan lancar sesuai keinginan bersama masyarakat Lombok Barat.

“Sekali lagi saya atas nama panitia berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia dan masyarakat Lobar yang telah mensukseskan acara ini. Tanpa mereka tak mungkin semuanya berjalan sukses. Kebersamaan ini terus kita pupuk tidak hanya saat sebagai tuan rumah MTQ, namun juga di masa-masa yang akan datang,” ucapnya.

Terkait obsesi kafilah Lobar untuk bisa mempertahankan juara umum MTQ seperti yang diraihnya pada MTQ 27 di Kabupaten Bima, Sekda Lobar membenarkan jika dua tahun sebelumnya Lobar pernah meraih juara umum.

“Dan sekarang mempertahankan juara umum itu lebih sulit  dibandingkan dengan meraih juara umum, karena mungkin ada beban psikologis dan lain sebagainya. Tapi tetap harapan kami meski besok diumumkan siapa juara umum kami sampaikan terima kasih kepada seluruh kafilah Lobar yg telah berusaha keras dan saya lihat persiapannya sudah cukup maksimal. Soal hasil seluruh kabupaten/kota lainnya juga melakukan upaya sejenis dengan kita,” ungkap Sekda.

Sekda Lobar mengatakan, upaya Lobar sudah maksimal, meski harapan untuk itu bisa saja meleset. Namun ia bersama LPTQ Lobar sudah melakukan kerja maksimal. “Karena bagaimanapun juga perlu saya sampaikan MTQ 28 provinsi NTB ini tidak hanya sukses sebagai tuan rumah juga sukses sebagai juara,” ujarnya kemudian.

Pada kesempatan tersebut Sekda Lobar Atas nama panitia panitia dan kafilah se NTB memohon maaf jika dalam penyelenggaraann ini ada protes , keluhan hal-hal yang kurang berkenan Sekda menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya.

“Intinya kami ingin menjadi tuan rumah sebaik-baiknya, tapi karena dengan segala keterbatasan yang ada mungkin ada hal-hal yang tak berkenan di hati dari kafilah 10 kabupaten/kota se NTB mohon untuk dimamaafkan,” ujarnya mellaui Radio Suara Giri Menang FM. (her)

Obsesi M Zaitun Ridwan dari Pohdana ke Padang

Gerung, Lombokbaratkab.go.id-Muhammad Zaitun Ridwan, di kalangan qori dan qoriah bahkan masyarakat Lombok Barat dan NTB pada umumnya tidak asing lagi. Masih segar dalam ingatan bersama bahwa Qori dari golongan Cacat Netra (Canet) remaja saat itu nama Ustaz Ridwan sapaan akrabnya pernah melenggang pada MTQ 2006 di Kendari, Sulawesi Tenggara saat itu. Dengan kemampuannya melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran, warga Pohdana, Kelurahan Gerung Utara ini mampu meraih juara pertama nasional MTQ yang ke 20 atau 8 tahun lalu yang pernah ia torehkan prestasi mengharumkan nama baik Lombok Barat dan NTB umumnya.

Kini pada MTQ ke 28 provinsi NTB tahun 2019, dimana Lombok Barat sebagai tuan rumah ayah dari dua orang anak ini diikutkan kembali dalam lomba serupa. Beruntung setelah melalui babak penyisihan M Zaitun Ridwan masuk finalis berkompetisi dari perwakilan kabupaten/kota se NTB.

“Aturan untuk itu membolehkan tiang (saya, red) untuk ikut kembali berlaga pada MTQ 2019 ini dalam katagori tilawah dewasa Canet,” ujar Ridwan ditemui media ini di sela-sela makan siang di Ponpes Zianul Hafizin, Aik Ampat, Kelurahan dasan Geres, Kecamatan Gerung, Selasa (8/10/2019).

Ustaz Ridwan dalam upaya meraih kesuksesannya itu melalui media ini, ia meminta doa restu seluruh masyarakat Lombok Barat agar bisa tampil maksimal pada MTQ 28 provinsi NTB ini. Ia menyadari dari seluruh kafilah 10 kabupaten/kota se NTB ini merupakan lawan tanding yang tak boleh diremehkan begitu saja.

“Kita tahu seluruh peserta dari kabupaten/kota juga akan berbuat maksimal demi mencapai yang terbaik. Saya rasa semua lawan berat, namun kita harus yakin dan tetap oftimis, agar apa yang ingin kita raih bersama untuk mengantarkan Lombok Barat sebagai yang terbaik bisa kita wujudkan bersama, tentu dengan kerja keras,” ujarnya.

Cita-cita Ridwan mengulang kembali sejarah keberuntungannya pada MTQ 20 di Kendari, ingin ditorehkannya kembali pada MTQ  28 mendatang tahun 2020 di Padang,  Sumatera Barat.  “Yang penting kita bisa lolos dan juara dulu di MTQ 28 provinsi NTB tahun ini,” kata Ridwan. (her)

Ini Dia, Obsesi Putra Tukang Isi Bensin Jadi Qori Internasional

Gerung, Lombokbaratkab.go.id-Perhelatan dua tahunan MTQ provinsi NTB yang ke 28 yang dipusatkan di Kompleks Pemerintahan Kabupaten Lombok Barat, Giri Menang, Gerung, khususnya bagi mata lomba Tilawah Golongan Anak-anak biasanya tidak terlalu dipaforitkan untuk mendulang peringkat juara. Katagori yang satu ini berbanding terbalik dengan golongan dewasa yang selalu menjadi pavorit untuk bisa menjadi juara. Bahkan kerja keras dan teknik membaca Alqur’an pada mata lomba yang lebih berorientasi pada lagu ini dikerahkan untuk tujuan itu.

Meski demikian, janganlah abai atau katakanlah cuek pada Tilawah golonga anak-anak. Sama seperti golongan dewasa, semangat untuk meraih yang terbaik juga terpancar dari golongan anak-anak yang juga punya obsesi untuk meraih juara, setidaknya mengharumkan nama daerah dan menjadi kebanggaan berlebih orang tua dan keluarga.

Faqih Muzaddid, kafilah golongan anak-anak pada katagori Tilawah MTQ 28 Provinsi NTB asal Lombok Barat, meski agak sungkan berterus-terang ternyata ingin menjadi penampil terbaik pada MTQ tingkat provinsi NTB kali ini, yang diakuinya sudah dua kali diikutinya.

Siswa Kelas VI di SDN 1 Montong Are, Kediri ini belajar tilawah sejak kelas IV SD. Sejak itu dia belajar Al-Quran jenis tilawah secara terus-menerus dan konsisten untuk memperoleh hasil maksimal. Dibawah bimbingan pelatihnya Ustaz Khusaini, Faqih sapaan akrabnya terus berlatih sesuai agenda kesehariannya dan selalu memperhatikan dan memperbaiki kesalahan-kesalahan kecil sekalipun dalam membaca Al-Qur’an bertilawah.

“Saya ingin mengharumkan nama daerah Lombok Barat ke tingkat provinsi, nasional bahkan internasional melalui seni baca Al-Qur’an ini. Saya bercita-cita menjadi qorik internasional seperti Darwin Hasibuan asal S Medan, Sumatera Utara yang dengan suara merdunya, bisa meraih juara nasional dan internasional,” kata Faqih kepada Lombokbaratkan.go.id, di lokasi penginapan kafilah Lombok Barat, Ponpes Zianul Hafizin, Aik Ampat, Dasan Geres, Gerung, Senin (7/10/2019).

Target juara dan cita-cita seperti Qorik Darwin Hasibuan bagi Faqih cukup beralasan. Hal ini ia perdengarkan langsung suara merdunya melantunkan Kalamulloh saat Bupati Lombok Barat bersama LPTQ sempat meninjau langsung penginapan kafilah Lombok Barat. Tentu saja suara merdunya melagukan Alqur’an membuat orang nomor satu dan siapa saja yang saat itu mendengarkan suaranya mampu merubah suasabna menjadi hidmat dan hening sejenak.

Anak pertama dari pasangan Faijin dan Rukaiyah ini sebelum mengikuti MTQ 28 provinsi NTB ini ternyata syarat pengalaman dan prestasi. Pada MTQ dari tingkat desa, kecamatan, hingga Kabupaten selalu tampil menjadi juara. Misalnya pada STQ Lombok Barat di Kuripan iamenyisihkan para pesaing seusianya dan merebut juara I. Berikutnya pada MTQ Lombok Barat di Sekotong ia kembali meraih juara I.

“Mohon doa restunya semoga MTQ 28 provinsi NTB di daerah kita Lombok Barat ini bisa meraih yang terbaik,” kata anak dari seorang operator SPBU Kekalik Mataram ini. (her)

 

KSB Putra dan Lotim Putri Juarai Fahmil Qur’an

Gunungsari, Diskominfotik – Kelompok Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) putra dan Kelompok Kabupaten Lombok Timur menjuarai lomba MTQ ke 28 Tingkat Provinsi NTB cabang Fahmil Qur’an yang diselenggarakan di Aula SKB Gunungsari Lombok Barat, Minggu (6/10/2019). Kedua kelompok tersebut kemenangannya di sambut dengan haru gembira. Keduanya menangis setelah dinyatakan menang oleh dewan juri. 

Kelompok KSB putra yang pertama bertarung dan memenangkan lomba di cabang Pahmil Qjur’an, langsung berpelukan dan menangis. Sementara superternya berteriak histris, mengangkat tangannya. Ada yang menangis dan bahkan ada seorang yang sujud syukur meliat jagoannya memenangkan lomba cabang yang cukup bergengsi itu.

“Alloooohuakbar,” teriak seorang suporternya

Begitu juga dengan kelompok dari Kabupaten Lombok Timur putrid langsung ketiga anggotanya merunduk menangis setelah dewan juri menyebutkannya menang.  menyambut dengan gembira, tepuk tangan dan histris bertiak membuat Aula gaduh dengan kegembiraan.

Kelompok KSB putra menang telak dengan skor 1100, dibandingkan  tandingnya  Lombok Timur dengan skor 315 dan Kota Mataram dengan skor 260. Sedangkan Kelompok Lombok Timur putrid menang tipis yaitu dengan skor 800 dibanding lawan tandingnya KSB dengan sekor 755 dan Lombok Barat dengan skor 500.

MTQ ke 28 Tingkat Provinsi NTB di Kabupaten Lombok Barat telah menyelesaikan salah satu poin cabang mata lomba yaitu Cabang Pahmil Qur’an dengan peserta 10 orang putra dan 10 orang putrid dengan sistim gugur di babak penyisihan. Lomba pada cabang Pahmil Qur’an dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 4 hingga tanggal 6 hari ini.

Panitia mengumumkan akan melanjutkan kembali lomba dengan cabang Syarhil Qur’an mulai pukul 14.00 siang ini.  Peserta pada cabang Syarhil Qur’an diikuti oleh sepuluh regu putra dan sepuluh regu putri.

“kila lanjutkan lomba cabang Syahril Qur’an setelah zuhur nanti,” seorang panitia mengumumkan.

SKB Gunung sari merupakan lokasi MTQ ke 28 Tingkat Provinsi NTB yang ke tujuh atau disebut Majlis VII yang menggelar cabang lomba Pahmil Qur’an dan Syarhil Qur’an.  Diskominfotiklobar/yani/rasidibragi

 

Buka MTQ, Gubernur Puji Lombok Barat

 

Giri Menang – 3 Oktober 2019. Dalam pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVIII tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2019 di lapangan Kantor Bupati Lombok Barat (Lobar), Giri Menang, Gerung, Gubernur NTB Dr. Zulkieflimansyah memuji Lobar sebagai tuan rumah. Pujian pertama disampaikan gubernur dengan menyebut MTQ ini di antara MTQ yang romantis, tidak hanya skala nasional tapi juga global.
“Ini mungkin salah satu pembukaan MTQ paling romantis di dunia, betapa tidak, panggungnya gagah sekali, indah sekali, diterangi oleh cahaya rembulan di belakang kita,” ujar gubernur memuji. Memang, tampak rembulan dan malam bertaburkan bintang yang menambah khidmat suasana pembukaan MTQ. Selanjutnya gubernur yang merupakan politisi Partai Keadilan Sejahtera ini secara khusus memuji pasangan Bupati dan Wakil Bupati H. Fauzan Khalid dan Hj Sumiatun dengan slogan ‘sopoq angen’ (satu hati, red) mereka.
“Terus terang Ibu Wagub (Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah, red), saya sangat terkesan dengan Bupati Lombok Barat juga ibu Wakil Bupati karena sering sekali kita bertemu dulu dan ungkapan yg sering diekspresikan adalah apa yg dimaksud dengan ‘sopoq angen’ pak bupati dan ibu wakil bupati,” kata gubernur.

‘Sopoq angen’ dimaknai sebagai kebulatan hati dan kesatuan tekad untuk hidup indah di bawah kenikmatan naungan Al-Qur’anul karim. Menurut gubernur, inspirasi dari makna ‘sopoq angen’ mengingatkannya pada salah satu tafsir dari Sayyid Qutb yaitu hidup “Fi Zilal al-Qur’an” atau hidup “Dalam bayangan Qur’an”. Hal ini, lanjut gubernur, mengekpresikan bagaimana indah dan lezatnya hidup di bawah naungan Al-Qur’an. Motto “sopoq angen” yang dimaknai seperti itu, menurut gubernur, bisa menjadi inspirasi bagi kepala-kepala daerah lainnya.
“Jadi sopoq angen-nya bupati dan wakil bupati Lombok Barat mudah-mudahan akan menginspirasi para pimpinan daerah yang lain bahkan kita semua di Nusa Tenggara Barat,” ujar gubernur memuji.
Di hadapan kepala daerah kabupaten/kota se-NTB atau pejabat yang mewakili, mantan anggota DPR RI Fraksi PKS dari 2004 hingga 2018 ini mengungkap salah satu makna berkumpulnya mereka dikaitkan dengan tradisi pada zaman Rasulallah Muhammad SAW dan para sahabat. Tradisi yang hampir selalu disampaikan Rasulallah ketika hadir dan meninggalkan sebuah acara yang dihadiri beragam orang.
“(Rasulallah) tidak pernah lupa mengutip satu ayat Al-Qur’an yang bunyinya: “Wal Ashri, Innal Insaana Lafii Khusrin, Illalladziina Aamanuu Wa’amilusshoolihaati Watawaa Shoubil Haqqi Watawaa Shoubisshobr” (QS. Al-Ashr 1-3). Surat pendek ini, kata gubernur, perlu diinternalisasikan dalam perhelatan akbar MTQ. “Jangan sampai perhelatan besar ini melupakan substansi dari acara itu sendiri, betapa surat pendek ini bahkan ada ulama yang mengatakan ‘seandainya Al-Qur’an itu direduksi hanya cukup dengan satu surat ini saja maka mampu menentramkan kegelisahan hati semua manusia di bumi ini’,” ujar gubernur dengan penuh keyakinan.

Selanjutnya gubernur menterjemahkan Surat Al-Ashr tersebut. Wal ‘ashri, demi waktu, yang dihabiskan manusia sejak lahir sampai mati; innal insaana lafii khusrin, sesungguhnya kita semua gelisah, kalah, rugi; illallaziina aamanu…, kecuali mereka yang tertancap dengan kuat keimanan dan rasa kehadiran Allah di dalam sanubarinya.
Doktor Ekonomi Industri jebolan University of Strathclyde, Inggris, ini melanjutkan dengan menyebut satu ayat bagaimana wujud kekuatan keimanan seseorang. “Terdapat indikator keimanan ketika dalam Surat Al Anfal ayat 2 Allah berfirman “Innamal-mu`minụnallażīna iżā żukirallāhu wajilat qulụbuhum wa iżā tuliyat ‘alaihim āyātuhụ zādat-hum īmānan…..,” gubernur membacakan ayat tersebut. Indikator yang dimaksud bahwa orang dikatakan beriman adalah mereka yang ketika disebut nama Allah maka bergetar dan berguncang hatinya dan ketika ayat-ayat Allah diperdengarkan maka senantiasa akan bertambah imannya.
“Di bumi Lombok Barat ini hari-hari mendatang akan banyak nama Allah didengungkan, akan banyak nama Allah diperdengarkan, akan banyak ayat-ayat Allah dikumandangkan, mudahan-mudahan ketika nama Allah didengarkan, ketika ayat-ayat Allah dibacakan bukan saja menggetarkan hati kita semua tapi akan menambah ketakwaan dan menambah keimanan,” ujar gubernur. Dengan cara demikian, harap gubernur, NTB gemilang dan hidup yang lebih baik bukan hanya cerita tapi akan mampu diimplementasikan.
Sebelum membuka MTQ, gubernur tidak lupa berterima kasih kepada panitia MTQ (Lombok Barat) yang sudah menghadirkan event yang luar biasa. “Mudah-mudahan Allah menghadirkan keberkahan untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat yang kita cintai ini,” tutup gubernur berharap.
Sementara itu, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid dalam laporan pelaksanaan MTQ pada bagian awal laporannya menyambut hadirin dengan sebuah pantun: “Ubi direbus sampai matang, dimakan bersama di hari malam, kepada para kafilah saya sampaikan selamat datang, lomba MTQ syiarkan Islam,” bupati membacakan pantun diikuti sorak halus dan tepuk tangan sebagian hadirin.
Selanjutnya ucapan terima kasih disampaikan bupati atas ditunjuknya Lobar sebagai tuan rumah MTQ ke-28 oleh Lembaga Pengembaangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi NTB. Amanah yang diberikan, kata bupati, akan terus menyulut kobaran semangat di hati masyarakat Lobar, bukan hanya untuk menjamu para tamu dengan sebaik-baiknya, namun juga mengobarkan semangat di Pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk terus membangun dengan melandaskannya pada Qur’an dan agama Allah. “Karena itu kami sering mengatakan “Lombok Barat Mantap untuk NTB Gemilang”, tegas alumni Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.
Dilaporkan bupati, dasar pelaksanaan MTQ 2019 adalah Surat dari LPTQ Provinsi Nusa Tenggara Barat, dengan Nomor: 451.15/02/LPTQ-NTB tanggal Oktober 2019 Perihal: Ketentuan Pokok MTQXXVIII Tingkat Provinsi NTB Tahun 2019. Dan juga Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor: 450.14-667 Tahun 2019 Tanggal 20 Oktober 2018, tentang penunjukan Kabupaten Lombok Barat sebagai penyelenggara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVIII Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2019.
MTQ kali, dibacakan bupati, diikuti oleh seluruh Kabupaten/ Kota yang terbagi dalam 280 peserta putra dan 280 peserta putri dan 310 official. Para peserta MTQ akan berlomba dalam 8 cabang utama, yaitu Tilawatil Qur’an, Qiro’at Sab’ah, Hifdzil Qur’an, Tafsir Al-Qur’an dengan 3 bahasa, Fahmil Qur’an, Syarhul Qur’an, Khat, dan Musabaqah makalah ilmiah.

Tema MTQ disampaikan bupati adalah “Mewujudkan NTB Gemilang Melalui Implementasi Nilai-Nilai Universal Al-Qur’an dalam Membangun Generasi Qur’ani yang Bermartabat, Amanah dan Berkah” dengan sistem dua babak, yaitu babak penyisihan dan babak final, kecuali cabang Fahmil Qur’an yang diselenggarakan dalam tiga babak, yaitu babak penyisihan, semi final, dan final.
Selanjutnya bupati melaporkan beberapa arena/majelis pelaksanaan MTQ. Di antaranya Lapangan Kantor Bupati Lombok Barat untuk cabang Tilawatil Al-Qur’an, baik untuk anak-anak, remaja, tuna netra dan dewasa. Masjid “Baital Atiq” Gerung untuk Qira’at As-Sab’ah, baik itu untuk mujawwad remaja, mujawwad dewasa, murattal remaja, dan murattal dewasa.
Masjid Al-Haya’ BTN Perumahan Daerah untuk Tilawah Al-Qur’an dan Hifzh Qur’an, khususnya untuk cabang Tartil Al-Qur’an 1 juz dan tilawah serta 5 juz tartil dan tilawah. Masjid Al-Walidain Pondok Pesantren “Nurul Hakim” Kediri untuk cabang untuk Hifzh Al-Qur’an 10 juz, 20 juz, dan 30 juz. Masjid Darussolihin Pondok Pesantren “Al Ishlahuddiny” Kediri untuk Tafsir Al-Qur’an, baik untuk tafsir ber-Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, maupun Bahasa Inggris.
Selain itu, SKB Gunungsari juga dijadikan sebagai arena musabaqah untuk Fahm Al-Qur’an dan Syarh Al-Qur’an. SMAN 2 Gerung untuk Khoth Al-Qur’an, baik untuk naskah, hiasan mushaf, dekorasi, maupun yang kontemporer. Dan terakhir SMAN 1 Gerung untuk Musabaqah Makalah Ilmiah Al-Qur’an.

Tujuan MTQ dibacakan bupati adalah untuk menjadi arena pembinaan buat para Qori’ atau Qori’ah dan Hafidz atau Hafidzah, dengan harapan dapat memilih peserta terbaik dari masing-masing cabang Musabaqah yang akan menjadi duta Provinsi NTB ke MTQN XXVIII di Padang Sumatera Barat tahun 2020. Bupati pada bagian ini membacakan lagi sebuah pantun: “Banyak-banyaklah berbuat amal, berbuat baiklah walau tak kenal, semangat MTQ hasilnya maksimal, bisa berkiprah ke tingikat nasional,” pantun bupati.
MTQ, kata bupati, bisa menjadi sarana menjalin silaturrahmi untuk menguatkan rasa kebangsaan, serta memperteguh semangat membangun NTB Gemilang. Pada bagian akhir laporannya, bupati menegaskan agar mengutamakan sportivitas. “Kalah menang hal biasa, yang menang menjadi juara, jujur sportif yang utama, menjadi ibadah kepada Allah ta’ala,” ajak bupati.
Selain gubernur, wakil gubernur dan Penjabat Sekretaris Daerah NTB Iswandi, pembukaan MTQ ini dihadirioleh pimpinan dan anggota DPRD Provinsi NTB, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani Jabat, Kapolda NTB Brigjen Pol. Nana Sudjana, pimpinan dan anggota DPRD kabupaten/kota se-NTB, beberapa kepala daerah di antaranya Bupati Lombok Timur M. Sukiman Azmy, Bupati Kabupaten Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, Bupati Kabupaten Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, Walikota Bima Muhammad Lutfi, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyakarat. Humas Lobar

Gubernur Buka MTQ 28 NTB, Sopoq Angen Diharapkan Jadi Inspirasi Pimpinan Daerah se NTB

Gerung, Kominfotik – Gubernur NTB Zulkieflimansyah membuka MTQ 28  Tingkat Provinsi NTB  yang menjadi moment sakral digelarnya event dua tahunan Provinsi NTB di halaman Kantor Bupati Lombok Barat, Kamis (3/10/2019). Gubernur NTB, Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat bersama unsur Muspida Provinsi NTB dan para Bupati/Walikota se NTB turut hadir pada MTQ yang diikuti 870 Kafilah se NTB.

Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah memberi apresiasi dengan tampilan panggung utama MTQ 28 Provinsi NTB di Lombok Barat. Kekaguman orang nomor satu di NTB ini dikemukakannya dengan menyebut MTQ 28 di Lobar ini menjadi MTQ terromantis di dunia.

Pasalnya selain penataan dan artistik panggung yang indah dalam balutan pewarnaan yang menyejukkan juga di belakang panggung dinari temaramnya cahaya rembulan di ufuk barat.

“Selain itu saya terkesan dengan Bupati dan Wakil Bupati kerapkali dalam suatu pertemuan ungkapan yang sering diungkapkan oleh kedua pimpinan daerah ini adalah ungkapan “sopoq angen”. Dan saya baru ngerti maksudnya yakni dimana kita hidup damai dan indah di bawah terlebih kenikmatan Al Qur’an Nul Qarim,” ungkap Gubernur dihadapan ribuan kafilah se NTB dan masyarakat Gerung dan sekitarnya.

Gubernur juga teringat akan syair seorang ulama besar Islamyang menyebutkan bagaimana mengekspresikan kehidupan sosial kemasyarakatan di dunia ini begitu indah dan lezatnya dengan berdasarkan aturan yang ada dalam dalam Al Qur’an.

“Mudah-mudahan sopoq angenya pimpinan daerah Lobar akan mengispirasikan Kepala Daerah lainnnya se NTB.

Gubernur juga mengambil contoh pada zaman Rasulullah Muhammad SAW akan satu tradisi yang biasa dilakukan oleh para sahabat Rasulullah Muhammad SAW ketika bersama-sama hadir dalam satu majelis yang dihadiri beragam manusia dan tidak pernah lupa akan Al Quran sebagai Kala-Mulloh.

Pria kelahiran Sumbawa ini menyitir Surat Al Asri. Ia mengajak khalayak di NTB ini akan makna mendalam surat pendek ini untuk dinternalisasikan saat berlangsungnya MTQ 28 NTB di Lombok Barat. Internalisasi dimaksud Gubernur yakni jangan sampai perhelatan besar seperti MTQ ini melupakan substansi dari kegiatan MTQ ini sendiri.

“Bahkan salah satu ulama besar menyatakan, seandainya Al Quran bisa direduksi dengan satu surat ini saja, maka akan mampu menenggelamkan kegelisahan manusia di muka bumi ini,” ungkapnya.

Dikatakan, demi waktu yang dihabiskan manusia dari awal hidup sampai akhir hidup menghadapi Maha Kuasa. Bahwa sesungguhnya kegelisahan atau kegundahan hati seseorang itu tak akan pernah ada, kecuali mereka yang tertanam padanya keimana dan ketaqwaan dan merasakan kehadiran Aloh SWT dalam sanubari nya.

Mantan anggota DPR RI tiga periode ini menjeklaskan, bahwa indikator keimanan manusia dipertanyakan dalam surat Al Anfal pada ayat 2. Alloh berfirman, salah satu indicator orang dikatakan beriman adalah mereka mereka yang jika disebut nama Alloh maka bergetar dan berguncang hatinya. Ketika ayat ayat Alloh diperdengarkan maka akan bertambah keimanannya.

“Demikianlah di bumi Lombok Barat ini hari-hari mendatang akan banyak Asma Alloh didengungkan, diperdengharkan dan dikumandangkan. Mudah mudahan ketika ayat-ayat Alloh diperdengarkan, dibacakan akan menambah keimanan dan ketaqwaan kita kepada Alloh SWT. Sehingga dengan bertambah iman dan bergetarnya hati kita mudah-mudahan NTB Gemilang menjadi lebih baik akan bisa terwujud.

Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si menyampaikan ucapan terima kasihnya atas penunjukan Lobar sebagai tuan rumah MTQ oleh Pemprov NTB. Penunjukan ini akan mampu menyulut semangat masyarakat di Lobar untuk terus membangun daerah yang berlandaskan Al Quran dengan mengedepankan Keridhoan Alloh SWT.

“Kami sering mengatakan Lobar Mantap untuk NTB Gemilang,” ujar mantan Ketua KPUD NTB ini.

Dalam laporannya Bupati menjelaskan, MTQ ini diikuti 10 kabupaten/kota yang terbagi menjadi 270 peserta putra, 280 peserta putrid dan 310 ofisiel. Para peserta akan bermusabaqoh dalam 8 cabang utama. Diantaranya, cabang Tilawah Al-Qur’an, Cabang Qira’at assab’ah, Qira’at As-Sab’ah Muraal Dewasa putra dan putri, cabang Hifzh Al Qur’an, cabang Tafsir Al-Qur’an, cabang Fahm Al-Qur’an, cabang Syarh Al-Qur’an, cabang Khath Al-Qur’an, cabang Musabaqah Makalah Ilmiah Al-Qur’an (M2IQ) Putera dan Puteri, cabang Fahmil Qur’an, cabang hifzh Al-Qur’an,  cabang Tafsir Al-Qur’an, cabang Fahm Al-Qur’an, cabang Syarh Al-Qur’an, cabang Khath Al-Qur’an dan cabang Musabaqah Makalah Ilmiah Al Qur’an (M2IQ).

Thema MTQ “Mewjudkan NTB Gemilang Melalui Nilai-Nilai Universal Al Quran Dalam Membangun Generasi Qurani yang Bermartabat, Amanah dan Berkah”.

Selanjutnya sistem MTQ pada MTQ kali ini dilakukan dalam dua babak yakni babak penyisihan dan babak final, kecuali untuk cabang fahmil Quran yang diselenggarakan dalam tiga babak.

Seluruh MTQ diselenggarakan di berbagai majelis musabaqah. Diantaranya Lapangan kantor Bupati Lobar utk cabang Tilawatil Quran, baik anak-anak, remaja, tuna netra dan dewasa. Masjid Baital Atiq Gerung untuk cabang Qiroah Sab’ah baik untuk mujawat remaja dan dewasa. Masjid Al Hayya BTN Perumda Gerung untuk Tilawatil Quran dan Hifzil Quran, khusus untuk cabang Tilawatil Quran. Selanjutnya di Masjid Walidain Ponpes Nurul Hakim Kediri, Masjid Darussholin Ponpes Islahudiny Kediri, SKB Gunungsari, SMA 1 dan 2 Gerung. (her).

1 2 3 4