DIRGAHAYU KE - 56 KABUPATEN LOMBOK BARAT, 17 APRIL 1958 - 17 APRIL 2014. "UNTUKMU LOMBOK BARATKU"

Memperlakukan Anak Perempuan

Selain sebagai amanah yang akan ...

Menengok Aktivitas Wabup di Hari Pertama Ngantor

Ikut Rapat dengan Bupati Silaturahmi ke ...

PGRI Bersinergi Tingkatkan Mutu

GIRI MENANG-Persatuan Guru Republik Indonesia ...

Pesan dan Kesan TGB dalam Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat

Dihadiri oleh Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) ...

Zaini Arony-Fauzan Khalid Resmi Pimpin Lobar

GIRI MENANG-Gubernur NTB TGH HM Zainul Majdi ...

LCC Mulai Dibangun Mei

GIRI MENANG-Pembangunan Lombok City Center ...

PROYEK RP. 213 MILIAR DIRESMIKAN

Lobar Raih Penghargaan Pusat GIRI MENANG- Kabupaten ...



Lobar Menuju Industrial Pertanian Unggul Berkelanjutan

Coba ungkapkan satu kalimat saja, atau mungkin pandangan empiris anda terkait pertanian Indonesia, baik perkembangannya masa lampau, masa kini maupun prospek pengembangannya ke depan serta fenomena realistis yang sering terjadi dan dialami dunia pertanian, tanaman pangan, hortikultura, peternakan maupun perkebunan. Tentu saja satu suara ”fluktuatif”. Bisa jadi menemukan kejayaannya, bisa jadi stagnan, ataukah tenggelam sama sekali. Itu bisa saja terjadi. Kebijakan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya serta petani sebagai pilar utama pembangunan pertanian haruslah seiring sejalan.
Membangun industrial pertanian unggul berkelanjutan dengan menggalakkan gerakan penganekaragaman atau diversifikasi pangan berbasis sumberdaya lokal adalah hal mutlak yang seiring sejalan, seayun selangkah dan butuh komitmen kolektif bangsa untuk bersama-sama mewujudkannya. Bukankah dengan membangun pertanian artinnya turut memperkuat ketahanan negara?.
Membangun pertanian merupakan pilar utama kemandirian pangan nasional. Upaya ini tak hanya sebatas gerakan serimonial ataupun himbauan, namun perlu kemauan politik negara yang kuat yang bisa mendorong transformasi kultural masyarakat guna menggalakkan sumberdaya lokal.
Cita-cita pertanian industrial unggul berkelanjutan sangatlah wajar, pasalnya Indonesia tidak terkecuali di Lombok Barat, merupakan wilayah pertanian agraris yang subur, memiliki sumberdaya alam pertanian yang melimpah. Kecuali itu masyarakatnya sebagian besar hidup dari bertani. Sebutan negara agraris, begitu ironi, karena belum maksimal memanfaatkan potensi alam dan sumberdaya lokal yang tersedia bagi kemajuan pertanian.
Membangun pertanian industrial unggul berkelanjutan berbasis sumberdaya lokal di Lombok Barat, haruslah tetap diimplementasikan, dikembangkan bahkan semakin diperkuat jika kemandirian pangan tetap ingin dipertahankan. Pasalnya kemandirian pangan merupakan masalah serius, karena dalam perkembangannya justru mengindikasikan ke arah krisis pangan. Meskipun kita mengalami surplus beras, tetapi ketergantungan pada beras tetap tinggi. Sementara diversifikasi pangan dengan memanfaatkan sumberdaya lokal yang begitu banyak masih menemui kendala.
Bentuk keseriusan Pemkab Lobar dalam menumbuhkembangkan sector pertanian ini , Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan (Dipertanakbun) Kabupaten Lombok Barat melakukan langkah restorasi di bidang pertanian secara umum yang tertuang dalam Visi dan Misi Pembangunan Pertanian Lombok Barat. Visinya; Menuju Pertanian Tangguh, Modern dan Efisien Berwawasan Agribisnis Dengan Berbasis sumberdaya Lokal.

 

Bupati Lobar, Dr. H. Zaini Arony, M.Pd, ketika melakukan panen raya padi Organik Sasak dalam upaya membangun pertanian di Lobar yang mandiri dan berkelanjutan

Misi Pembangunan 2010-2014; Meningkatkan kualitas SDM dan kelembagaan Pertanian sehingga mampu lebih berperan dalam mengelola potensi dan percepatan pertumbuhan ekonomi daerah, Mengembangkan Sistem Ketahanan Pangan yang berbasis pada karakteristik wilayah dan, keragaman sumber pangan, kelembagaan dan budaya local, meningkatkan produkstivitas dan produksi pertanian baik kuantitas maupun kualitas dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, memberdayakan masyarakat tani menuju wiraswasta Agribisnis yang Mandiri, maju dan Sejahtera. Optimalisasi Pengelolaan SDA dalam rangka Pembangunan Pertanian, Peternakan dan Perkebunan yang bekelanjutan dan berkesinambungan.
Sementara tujuan pembangunan sektor pertanian diantaranya, Mengembangkan kualitas dan kapasitas aparatur dan kelembagaan pertaniandalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan PAD, Meningkatkan keanekaragaman sumber bahan pangan alternatifg non beras dan meningkatkan pola /kualitas konsumsi pangan masyarakat yang berakar pada sumberdaya dan budaya lokal, meningkatkan produktivitas dan produksi bahan pangan secara berkelanjutan dan berkesinambungan, mendorong pembangunan perekonomian di wilayah pedesaan dengan pengembanan agribisnis yang berwawasan lingkungan dan meningkatkan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya lahan secara oftimal sesuai dengan kaidah-kaidfah konservasi.
Sedangkan Arah Dan Kebijakan Dasar Pembangunan Sektor Pertanian antara lain; Mengembangkan perekonomian yang berorientasi global sesuai kemajuan teknologi dengan membangun kompetitif berdasarkan keunggulan komparatif sebagai negara agraris dan maritim, sesuai kompetensi dan produks unggulan di setiap daerah, terutama pertanian dalam arti luas, mengembangkan sistem ketahanan pangan yang berbasis pada keragaman sumberdaya bahan pangan, kelembagaan dan budaya local dalam rangka menjamin tersedianya pangan dan nutrisi dalam jumlah dan mutu yang dibutuhkan pada tingkat harga yang terjangkau dengan memperhatikan peningkatan pendapatan petani dan tingkat produksi.
Dipertanakbun Lobar juga memiliki strategi pokok pembangunan pertanian antara lain; Percepatan pengembangan dan penerapan Iptek pertanian yang ramah lingkungan untuk meningkatkan daya saing dan nilai produk pertanian, peningkatan kualitas sumberdaya manusia pertanian, khususnya dalam pengetahuan dan keterampilan berusaha tani berwawasan agribisnis, perluasan dan pemanfaatan spektrum pembangunan sektor pertanian dengan memperhatikan potensi dan keragaman sumberdaya alam, kondisi sosial budaya local serta kelestarian lingkungan, peningkatan produiktivitas dan produksi hasil sector pertanian melalui penerapan teknologi tepat guna dan spesifik lokasi, pengembangan pelayanan sarana produksidan permodalan pengendalian OPT, pelayanan kesehatan hewan, pelayanan mekanisasi pertanian, pelayanan informasi serta perbaikan manajment usaha tani.
Kebijakan Operasional Pembangunan sektor pertanian; Mendorong peningkatan kualitas dan kapasitas Sumber Daya manusia dan kelembagaan pertanian melalui pembinaan, pelatihan teknis, magang, sekolah, lapang dan kerjasama kemitraan dalam pengembangan dan pengkajian SDM Pertanian,
Mengembangkan Sistem Ketahanan Pangan yang berbasis pada kemampuan produksi, keragaman sumberdaya bahan pangan, kelembagaan dan bjudaya local melalui penyelenggaraan fungsi peningkatan dan pengembangan ketersediaan pangan (aspek produksi pangan). Revitalisasi sektor pertanian untuk mendorong peningkatan produkstivitas dan produksi hasil pertanian melalui penerapan teknologi tepat guna, mekanisasi pertanian, pemupukan permodalan, pengendalian OPT, pelayanan kesehatan hewan inovasi teknologi, pengembangan pupuk organik, pengembangan pertanian organic, peningkatan pengolahan limbah peternakan serta perbaikan manajmen usaha tani, mengembangakan usaha tani berwawasan agribisnis dengan mengembangkan industri pengolahan dan pemasaran produk hasil pertanian, peningkagtan promosi, kemitraan uisaha dan pengembangan agro industri terpadu dan mendayagunakan sumberdaya alam secara oftimal dengan tetap memperhatikan kelestarian dan keseimbangan lingkungan hidup melalui penyediaan dan perbaikan infrastruktur pertanian, pengawasan pupuk dan pestisida, konservasi dan rehabilitasi lahan serta peningkatan pengelolaan sumberdaya lahan dan cir (PLA).
Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Lombok Barat, Ir. Khairil Bachtiar, MM menyebutkan, untuk target Kinerja 2012 (RPJMD 210-2014) antara laian, Pertumbuhan produksi (tanaman pangan 2,5 %, Hortikultura 5,0 %, Peternakan 5,0 %, Perkebunan 5,0 %.), Pertumbuhan PDRB Sektor pertanian 2,21 %, Pertumbuhan Industri Pengolahan Hasil 12 Unit, Penurunan Tingkat Kehilangan Hasil (Lossis), 1,0 %, Pelayanan Keswan 85,00 %.
Potensi lahan pertanian tanaman pangan dan hortikultura Lombok Barat masih cukup besar. Data pada Dipertanakbun Lobar sebagaimana diungkapkan Kadisnya, Khairul Bachtiar menhyebutkan, luasnya mencapai 76.754 ha. sawah irigasi teknis. Untuk tahun 2011, realisasi luas tanam mencapai 31.723 ha. Dari luas lahan tersebut rata-rata produktivitas mencapai 5,6 ton/ha.
Menurut mantan pejabat di Bappeda ini, jumlah produksi 2011 secara umum mencapai 157.600 ton. Hingga 2014 nanti target pencapaian produksi sebesar 165.000 ton lebih produksi beras. Sementara 2011 surplus produksi mencapai 17 ribu ton beras. Tahun 2012 ini diharapkan produksi bisa meningkat antara 19-20 ribu ton. “Pencapaian produksi terlampaui jika diukur dari kebutuhan pangan terhadap jumlah penduduk Lobar setelah dikurangi tingkat kehilangan hasil (losis), benih, penyusutan kita masih tetap surplus,” kata Bachtiar. (Hernawardi)

Wakil Bupati Lombok Barat
Profil Lombok Barat
SMS CENTER (0877 17 04 1958)
SMS Dari 081907XXXXX

Kepada bapak bupati Lombok Barat yang kami hormati. Saya ingin bertanya, apakah ditaman kota yang baru ini akan diadakan free hotspot. Karena akan berdampak fositip bagi kami para remaja Lobar. sekian trima kasih, dan mohon di pertimbangkan…
Jawaban:

Alhamdulilah ditaman Kota tersedia fasilitas free hotspot dan diharapkan dalam penggunaanya dapat bermanfaat serta berdampak positif. Terima kasih


Dari 0878653XXXXX

Lobar luar biasa terhadap pemekaran desa, tapi pengawasan terhadap kades dan BPD harus kontinyu dilakukan, menurut Bapak apa itu sudah maksimal dan bagaimana mekanismenya?

Jawab :

Berdasarkan peraturan daerah tahun  2011 saat ini telah ada 30 desa yang ditetapkan dari desa persiapan. Sampai saat ini desa tersebut telah memiliki perangkat desa baik kepala desa dan BPD. Sebagai bentuk pendampingan oleh pemerintah daerah telah dibentuk tim kordinasi  pembinaan bagi desa-desa definitif tingkat kabupaten  yang baru dibentuk. Tim  tersebut melibatkan sejumlah SKPD sehingga diharapkan terdapat keterkaitan program yang dimiliki SKPD dengan program yang direncanakan oleh Desa-Desa difinitif. Selanjutnya diharapkan kedepanya akan ada sinergisitas dan singkronisasi sehingga desa-desa baru tersebut dapat bergerak lebih cepat dan sistematis.

Tim tersebut juga ditugaskan oleh bupati untuk memecahkan persolan yang timbul dan mengkordinasikan dengan dengan instansi terkait. Melaksanakan pembinaan, monitoring dan evaluasi juga menjadi tugas tim.

Sebagai konsekwensi dari pemekaran desa, diperkirakan akan banyak permasalahan yang timbul seperti pembagian kekayaan/asset desa, batas wilayah, data kependudukan, persiapan pemilihan kepala desa dan lain-lain. Diharapkan semua persolaan tersebut dapat diseslesaikan secara baik dan sistematis oleh tim.

Selain itu perangkat peraturan perundang-undangan yang kita miliki sudah cukup untuk mengantisipasi semua persolan yang akan dihadapi oleh Desa-desa baru baik dari Peraturan Pemerintah, Permendagri maupun Perda yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat.


SMS dari 0813140XXXXX

ijin bertnya pak/ibu, sya ingin menanyakan sumber dari halaman link ini: http://lombokbaratkab.go.id/sekilas-lobar/gambaran-umum/iklim-hydrologi/, pada tulisan ini terdapat tabel Topografi Lombok Barat 2010,tpi kok isi nya rata-rata iklim bulanan, terus sumbernya kok BPS, bukan Stasiun Meteorologi Selaparang?
NB: kalo masalah iklim bisa bisa di minta informasi di Stasiun Klimatologi Kediri-NTB,dan kalau mslh cuaca terkini bisa mnt di Stasiun Meteorologi Selaparang.
Terima Kasih atas kesempatan yang diberikan, wassalam….
sbg tmbhan pak ini ada alamat url Klimatologi Kediri-NTB: http://staklimkediri-ntb.net/home Meteorologi

Jawaban : Berkaitan dengan kiriman melalui webmail  dari bapak Hamdan, berikut kami jelaskan bahwa terjadi kesalahan judul tabel yang seharusnya Iklim dan Hidrologi. Data tersebut kami terima / sadur dari buku Lombok Barat Dalam Angka tahun 2010 yang dikeluarkan oleh BPS Lombok Barat. Terima Kasih atas informasinya


SMS dari 0819331XXXXX

mohon data penduduk sekabupaten lombok barat perkecamatan dipublikasikan jg lewat web ini untuk kepentingan banyak kalangan terutama untuk kepentingan akademisi. terimakasih

Jawaban : Data tersebut telah ada, silakan buka / download di Lombok Barat Dalam Angka ( http://www.lombokbaratkab.go.id/angka/ )


SMS dari 0857169*****

Selamat siang bapak/ibu..Saya dari inspektorat kab. Bekasi jawa barat. Ingin menanyakan nomor telp inspektorat kab. Lombok barat atau yg bisa dihubungi lainnya.. Terima kasih bapak/ibu

Jawaban : Nomer Telp. Kantor inspektorat : (0370) 681030, Informasi dari kantor Inspektorat bahwa Inspektorat bisa melayani tamu setelah bulan April 2012 dikarenakan mempersiapkan HUT Lombok Barat, RKPD dll. Terima Kasih


Arsip SMS
HUT LOBAR KE 56
dsc_0478 dsc_0463 dsc_0433 dsc_0402 dsc_0764 dsc_0703 dsc_0610 dsc_0340 dsc_0315 sekda-hm-uzair-menerima-bendera-pataka-lobar-dari-kasat-pol-pp-i-nengah-sugiartha-setelah-rombongan-kirab-tiba-di-finis-bencingah-agung-kantor-bupati-lobar bupati-zaini-dan-hadirin-bertepuk-tangan-untuk-para-peserta-kirab para-peserta-kirab-pataka-roda-dua-berjalan-pelan-saat-pelepasan bupati-zaini-melepas-kirab-pataka-hut-lobar-ke-562 suasana-pelepasan-kirab-pataka hadiah-hut-ke-56-lobar-pdam-pasang-8-000-sambungan-air-minum-gratis
Mars Lombok Barat
Archives


www.lombokbaratkab.go.id
Powered by Pengolah Data Eelektronik Setda Lombok Barat
Jln Soekarno Hatta Giri Menang - Gerung
Telp / Fax. (0370) 681311, 681673 Kode Pos 83363