Penerapan Kurikulum 2013 Belum Maksimal

GIRI MENANG - Sebagian sekolah di Lombok Barat (Lobar) mengeluhkan pelaksanaan kurikulum baru ...

Tiga SMP Baru Didirikan di Daerah Terpencil di Lobar

Bantuan Dana Hibah Australia GIRI MENANG - Dalam rangka mengatasi permasalahan kurangnya sarana ...

Rumput Laut Komoditi Andalan Lobar

Rumput laut telah menjadi salah satu komoditi andalan Pemkab Lombok Barat, dan berbanding lurus ...

Pilkades Serentak Digelar November

GIRI MENANG-Sebanyak 19 desa di wilayah Lombok Barat akan melaksanakan pemilihan kepala desa ...

Bupati Sidak SMUNAR dan Gedung Budaya

Giri Menang – Bupati Lombok Barat (Lobar), Dr. H. Zaini Arony didampingi Kepala Dinas ...

SDN 1 Labuan Tereng Diganjar Penghargaan

Harapan III Lomba KMDM Tingkat Nasional GIRI MENANG- Kerja keras pihak SDN 1 Labuan Tereng, ...

Hotel Santosa Lunasi Hutang Pajak 2012

Segel Dibuka GIRI MENANG-Setelah beberapa asetnya disita Pemkab Lobar akibat tunggakan pajak ...

Nelayan Luar Incar Baby Lobster di Lobar

Per Hari Transaksi Capai Rp 50 juta GIRIMENANG—Kekayaan alam laut Lombok Barat (Lobar) memang ...

Upacara Peringatan HUT RI Ke-69 di Lombok Barat

GIRI MENANG – Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) RI Djan Faridz puas terhadap pembangunan rumah rakyat tidak layak huni melalui Bantuan Stimulasi Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Hal tersebut dikatakan Menpera saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), kemarin sore di Dusun Bile Kedit, Desa Babussalam, Kecamatan Gerung.

Menpera didampingi Bupati H. Zaini Arony beserta rombongan berkeliling kampung menyapa serta menyalami masyarakat sambil melihat langsung pembangunan rumah tidak layak huni. Di Desa ini terdapat 321 rumah tidak layak huni yang tengah di bangun dan sisanya sebanyak 547 unit sudah di usulkan mendapat bantuan serupa di 2013.

Sejak MoU yang di tanda tangani Bupati Lobar dengan Menpera 2010 lalu, di tahun 2011 Lobar mendapatkan bantuan sebanyak 600 unit. Kemudian di 2012 meningkat menjadi 1274 unit dan tahun 2013 sudah di usulkan sebanyak 7000 unit.

Saya melihat Bupati dan SKPD terkait sangat aktif dalam mengusulkan serta mendata masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni. Lobar juga bertanggung jawab atas program yang telah di jalankan sehingga wajar bupatinya mendapat penghargaan,” kata Djan Faridz.

Menpera melihat atas prestasi yang di raih Lobar, Kabupaten ini layak untuk mendapat bantuan serupa bagi 7000 unit rumah yang di usulkan. “dan kalau mampu kita tambah lagi,” sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengatakan jumlah rumah tidak layak huni yang ada di Lobar saat ini sebanyak 23 ribu unit dan akan di tuntaskan 2015 mendatang. Zaini juga mengungkapkan jika 7000 unit rumah yang di usulkan bisa terealisasi tahun ini akan ada bantuan untuk WC komunal dan jalan desa serta kampung.

“kami yakin program Lobar menuju desa tuntas kampung tuntas dapat di wujudkan,” ujarnya. (cr-nur)

Sumber : Lombok Post, Edisi 25 Januari 2013

.