PERUBAHAN KEEMPAT ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 54 TAHUN 2010 TENTANG PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS ...

Lobar Peringkat Terbaik KIP Komitmen Bupati, Atas Keterbukaan Informasi Publik Tinggi

 Komisi Informasi (KI), Pejabat Pengelola Informasi Dokumentasi (PPID) Utama dan Perwakilan ...

Bupati Resmikan Kantor Camat Gerung

GIRI MENANG – Gedung Kantor Camat Gerung telah diserahterimakan. Rabu (28/1) kemarin, Bupati ...

PROGRAM BEASISWA S2 LUAR NEGERI KEMENKOMINFO TAHUN 2015

Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Tahun 2015 kembali membuka kesempatan dan menyediakan ...

Bupati Buka Rakor Kasek se-Lobar

Bupati Lombok Barat (Lobar), Dr. H. Zaini Arony membuka rapat kerja (raker) kepala sekolah ...

MEETING IN PROGRESS: PENERIMAAN KUNJUNGAN TIM PPID DAN KOMISI INFORMASI PROVINSI NTB

Kunjungan Tim PPID  Utama Provinsi NTB, Komisi Informasi Provinsi NTB dan AIPD Perwakilan NTB ...

Pelantikan 38 Pejabat Struktural Lombok Barat oleh Bupati

Sebanyak 38 pejabat struktural setingkat eselon II, III dan IV lingkup Pemkab Lombok Barat ...

MUTASI PEJABAT STRUKTURAL LOMBOK BARAT, 28 JANUARI 2015

Pejabat yang mendapat promosi: Eselon IIIA ke Eselon IIB: 1) H.L.WINENGAN,SP,MM yang semula ...

Dalam upaya menghapus kekerasan terhadap perempuan dan anak, Pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lobar, Rabu (2/5) kemarin, menggelar pertemuan pembinaan dan pemberdayaan serta perlindungan perempuan dan anak. Gelaran yang bertajuk sosialisasi Pelaksanaan Standar Minimal (SPM) bidang layanan terpadu bagi perempuan dan anak korban kekerasan itu, berlangsung di Aula TP PKK Lobar.

Pertemuan tersebut bertujun untuk meningkatkan SDM pengelola P2TP2Adi tingkat kecamatan. Pertemuan ini dirasa sangat penting, karena dihajatkan untuk penguatan kapasitas P2TP2A dalam mengimplementasikan SPM bidang layanan terpadu bagi perempuan dan anak korban kekerasan.

Sekretaris P2TP2A Lobar, Ni Putu Warniati, BA mengatakan, penaganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dibutuhkan penanganan yang melibatkan banyak pihak secara kontinyu dan sustainable. Untuk itu, kata Putu, perlu dilaksanakan sosialisasi Permen PP dan PA No.1 Tahun 2010 tentang Sistem Pelayanan Minimal bidang layanan terpadu bagi perempuan dan anak korban kekerasan. “Kita harapkan adanya pemahaman bagi jejaring P2TP2A dalam mengimplementasikan SPM,” katanya.

Ditambahkan, ada tiga Pemateri yang mempresentasikan materi dalam kegiatan itu. Mereka adalah, Drs.H.Ahmad Sholiha, M.Si dengan materi, Advokasi dan dukungan Pemda Lobar untuk SPM. Dian Aryani memaparkan materi, Peran serta masyarakat dalam pengembangan jejaring kerja dalam pencegahan perempuan dan anak korban kekerasan serta dr. Aan Putra Suryanatha dengan materinya, Pengembangan P2TP2A Kab.Lobar.

Menurut Putu, peserta yang mengikuti pertemuan ini sebanyak 30 orang. Mereka berasal dari Camat se Lobar, unsur Dikbud, Dissosnaker, UUPA Polres, BKBPP, Kemenag, RSUD, Dikes, DWP dan secretariat Pemkab Lobar. (L.Pangkat Ali)

 

.

Profil Lombok Barat

SMS CENTER

(0877 17 04 1958)

Archives

Media Lobar

History of India