FORMULIR LAPORAN HARTA KEKAYAAN APARATUR SIPIL NEGARA

Download FORMULIR LAPORAN HARTA KEKAYAAN APARATUR SIPIL NEGARA     ...

Petani Kecewa, Harga Gabah Standar Pemerintah Dipermainkan Tengkulak

Masa panen padi triwulan pertama sudah tiba. Walaupun tidak secara serempak petani memanen, namun ...

Digelar Penyuluhan Pencegahan Eksploitasi Anak

Eksploitasi anak marak terjadi di Indonesia, tidak terkecuali di Lombok Barat. Eksploitasi ...

Bintang Borong Dua Piala di Malaysia

Ajang World Championship Dance 2015 GIRI MENANG – SMAN 1 Gerung patut bangga memiliki murid ...

Kaur Trantib Tempos Sang Peternak Sukses

Menyalurkan hobi tidak hanya milik penghobis tulen ataukah seorang pengusaha yang dijadikannya ...

400 Pelajar Se Lobar Disuluh Narkoba

Kasus penyalahgunaan narkoba di kabupaten Lombok Barat trendnya makin meningkat. Hal ini ...

Wabup Buka Musda III DWP Lobar 2015

Wabup Fauzan: Semangat dan Mood Suami Ditentukan Istri Giri Menang – Wakil Bupati Lombok ...

Menuju Akreditasi, RSUD Tripat Gelar Workshop Clinical Pathway

Pelayanan kesehatan termasuk rumah sakit pada era millennium ini haruslah dapat menjamin ...

Aktivitas Dukcapil Lobar Layani Dokumen Kependudukan

Kalau Anda ingin melihat instansi yang staf-stafnya hampir selalu sibuk, maka datang ke Dinas ...

Dalam upaya menghapus kekerasan terhadap perempuan dan anak, Pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lobar, Rabu (2/5) kemarin, menggelar pertemuan pembinaan dan pemberdayaan serta perlindungan perempuan dan anak. Gelaran yang bertajuk sosialisasi Pelaksanaan Standar Minimal (SPM) bidang layanan terpadu bagi perempuan dan anak korban kekerasan itu, berlangsung di Aula TP PKK Lobar.

Pertemuan tersebut bertujun untuk meningkatkan SDM pengelola P2TP2Adi tingkat kecamatan. Pertemuan ini dirasa sangat penting, karena dihajatkan untuk penguatan kapasitas P2TP2A dalam mengimplementasikan SPM bidang layanan terpadu bagi perempuan dan anak korban kekerasan.

Sekretaris P2TP2A Lobar, Ni Putu Warniati, BA mengatakan, penaganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dibutuhkan penanganan yang melibatkan banyak pihak secara kontinyu dan sustainable. Untuk itu, kata Putu, perlu dilaksanakan sosialisasi Permen PP dan PA No.1 Tahun 2010 tentang Sistem Pelayanan Minimal bidang layanan terpadu bagi perempuan dan anak korban kekerasan. “Kita harapkan adanya pemahaman bagi jejaring P2TP2A dalam mengimplementasikan SPM,” katanya.

Ditambahkan, ada tiga Pemateri yang mempresentasikan materi dalam kegiatan itu. Mereka adalah, Drs.H.Ahmad Sholiha, M.Si dengan materi, Advokasi dan dukungan Pemda Lobar untuk SPM. Dian Aryani memaparkan materi, Peran serta masyarakat dalam pengembangan jejaring kerja dalam pencegahan perempuan dan anak korban kekerasan serta dr. Aan Putra Suryanatha dengan materinya, Pengembangan P2TP2A Kab.Lobar.

Menurut Putu, peserta yang mengikuti pertemuan ini sebanyak 30 orang. Mereka berasal dari Camat se Lobar, unsur Dikbud, Dissosnaker, UUPA Polres, BKBPP, Kemenag, RSUD, Dikes, DWP dan secretariat Pemkab Lobar. (L.Pangkat Ali)

 

.

Profil Lombok Barat

SMS CENTER

(0877 17 04 1958)

Archives

Media Lobar

History of India