Lobar Masuk Lima Besar Nasional Lomba P3A

Untuk kesekian kalinya, kabupaten Lombok Barat (Lobar) kembali mengukir prestasi. Kali ini, ...

Apel Paripurna Bupati Tekankan Pelayanan Publik Prima Dan Disiplin PNS

Apel paripurna karyawan-karyawati lingkup Pemkab Lobar berlangsung Rabu (17/9) di Bencingah Agung ...

Eksotisme Gili Tanada (2-Habis)

Mulai Dilirik Wisman, Sarpres Terbatas Pesona Gili Tanada kini mulai dilirik oleh wisatawan, ...

BPN Dalami Kepemilikan Lahan

Sengketa Lahan Eks Kantor Karantina Hewan GIRI MENANG-Sengketa kepemilikan lahan eks kantor ...

Lobar Optimis Juara

Lomba Cipta Menu B2SA Tingkat Nasional GIRI MENANG-Meski lomba baru akan dilaksanakan November ...

Tes CPNS dengan CAT Dongkrak Indeks Persepsi Korupsi

JAKARTA – Seleksi CPNS dengan bantuan komputer atau yang dikenal dengan sistem computer ...

FORMASI CPNS LOMBOK BARAT TAHUN 2014

PENGUMUMAN PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK ...

Pelepasan Calon Jamaah Haji Kabupaten Lombok Barat

Dalam upaya menghapus kekerasan terhadap perempuan dan anak, Pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lobar, Rabu (2/5) kemarin, menggelar pertemuan pembinaan dan pemberdayaan serta perlindungan perempuan dan anak. Gelaran yang bertajuk sosialisasi Pelaksanaan Standar Minimal (SPM) bidang layanan terpadu bagi perempuan dan anak korban kekerasan itu, berlangsung di Aula TP PKK Lobar.

Pertemuan tersebut bertujun untuk meningkatkan SDM pengelola P2TP2Adi tingkat kecamatan. Pertemuan ini dirasa sangat penting, karena dihajatkan untuk penguatan kapasitas P2TP2A dalam mengimplementasikan SPM bidang layanan terpadu bagi perempuan dan anak korban kekerasan.

Sekretaris P2TP2A Lobar, Ni Putu Warniati, BA mengatakan, penaganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dibutuhkan penanganan yang melibatkan banyak pihak secara kontinyu dan sustainable. Untuk itu, kata Putu, perlu dilaksanakan sosialisasi Permen PP dan PA No.1 Tahun 2010 tentang Sistem Pelayanan Minimal bidang layanan terpadu bagi perempuan dan anak korban kekerasan. “Kita harapkan adanya pemahaman bagi jejaring P2TP2A dalam mengimplementasikan SPM,” katanya.

Ditambahkan, ada tiga Pemateri yang mempresentasikan materi dalam kegiatan itu. Mereka adalah, Drs.H.Ahmad Sholiha, M.Si dengan materi, Advokasi dan dukungan Pemda Lobar untuk SPM. Dian Aryani memaparkan materi, Peran serta masyarakat dalam pengembangan jejaring kerja dalam pencegahan perempuan dan anak korban kekerasan serta dr. Aan Putra Suryanatha dengan materinya, Pengembangan P2TP2A Kab.Lobar.

Menurut Putu, peserta yang mengikuti pertemuan ini sebanyak 30 orang. Mereka berasal dari Camat se Lobar, unsur Dikbud, Dissosnaker, UUPA Polres, BKBPP, Kemenag, RSUD, Dikes, DWP dan secretariat Pemkab Lobar. (L.Pangkat Ali)

 

.