Mendagri Minta Seluruh Aparatur Daerah Tingkatan Kewaspadaan

 JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo mengimbau seluruh pejabat berbagai ...

KIM Perkuat Layanan Informasi, Sasar Ekonomi Kreatif

Gerung - Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), salah satu program kegiatan dari Dinas Perhubungan ...

Baksos HUT 57 Lombok Barat

Semarak HUT Lombok Barat ke-57 gaungnya sudah dimulai. Salah satunya yakni digelarnya Baksos yang ...

Logo dan Tema HUT ke 57 Kabupaten Lombok Barat

TEMA HUT KE 57 KABUPATEN LOMBOK BARAT MELALUI HUT LOMBOK BARAT, KITA WUJUDKAN MASYARAKAT YANG ...

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 2014

Cover Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Grafik BAB I PENGUKURAN KINERJA ...

TNI Jalin Mitra dengan Petani

LOBAR – Koramil 1606-07 / Gunung  Sari mengadakan pertemuan dengan petani yang bertajuk ...

Upaya Lobar Jaga Sumberdaya Air, 25 Ribu Pohon Ditanam

Banyak cara bisa dilakukan dalam upaya pelestarian lingkungan dan menjaga sumberdaya air agar ...

MTQ 26 Lobar Ditutup, Pergeseran Prestasi Merata Di 10 Kecamatan

Rangkaian MTQ XXVI kabupaten Lombok Barat resmi ditutup, Kamis malam (19/3) setelah berlangsung ...

Kadispertanakbun Blusukan ke Kandang Ayam

GIRI MENANG – Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan (Dispertanakbun) Chaerul ...

Penderita penyakit ginjal pada stadium awal umumnya tidak merasa sakit atau keluhan apapun, dan penyakit ini tergolong “silent disease” karena tidak menimbulkan gejala atau tanda-tanda klinis yang jelas. Sementara jumlah penderita penyakit ginjal di Indonesia terus bertambah setiap tahun, kata dr Haryono SpPD dari Bagian Penyakit Dalam RS Imanuel Bandarlampung, dalam seminar “Deteksi Penyakit Ginjal” di Bandarlampung, Sabtu.Dalam seminar itu tampil sejumlah pembicara, seperti dr Maruhum Bonar H Marbun SpPD-KGH TTL dari Divisi Ginjal Hipertensi RSCM-FKUI, dr Budi Suanto SpB dan dr Ria Bertua Marpaung dari RS Imanuel. Menurut dr Haryono, penyakit ginjal dapat berkembang menjadi penyakit ginjal kronik (PGK). Ia juga menyebutkan penurunan fungsi ginjal perlahan-lahan dan tidak pernah bisa kembali normal.

Apabila penyakit ginjal bertambah berat maka penderita akan mengalami sejumlah tanda, seperti darah dalam urine; kencing menjadi keruh dan berbusa; bengkak pada kelopak mata, tungkai atau tangan dan menderita gatal-gatal; kehilangan nafsu makan, mengantuk, sulit berkonsentrasi, merasa lelah dan muntah-muntah.

Ia juga menyebutkan faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit ginjal, seperti diabetes, adanya protein dalam urine, tekanan darah tinggi, serta adanya riwayat keluarga berpenyakit ginjal. Dia juga menyebutkan tentang perlunya dilaksanakan deteksi dini penyakit ginjal karena penyembuhannya tergantung pada tingkat kerusakan ginjal. “Semakin dini diketahui, lalu diobati, makin reversibel,” katanya.

Ginjal adalah organ tubuh vital yang mengatur komposisi darah agar tetap bersih dan terjadi keseimbangan secara kimiawi, mengatur volume air dalam tubuh dan membuang toksin sisa metabolisma tubuh. Ginjal berfungsi untuk mengatur tekanan darah tubuh, mengatur produksi sel darah merah dan mempertahankan kadar kalsium dalam darah.

Sementara itu, dr Maruhum Bonar H Marbun menyebutkan penyakit ginjal kronik merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia, dan biaya pengobatannya pun semkin tinggi jika kondisinya penyakit pasien makin buruk. Dalam seminar itu, dr Ria Bertua Marpaung menyampaikan pelayanan hemodialisa di RS Imanuel dengan pelayanan unggulannya, seperti HD cito 24 jam, ruangan yang luas dan nyaman, adanya ruangan VIP, serta observasi secara kontinu selama hemodialisa dilaksanakan.

Sumber : www.antaranews.com

.

Profil Lombok Barat

SMS CENTER

(0877 17 04 1958)

Archives

Media Lobar

History of India