Demplot Gaharu Sukses, Raih Penghargaan Fellow Ashoka

* Lebih Dekat dengan Nur Akhmad Yani Keberhasilan Nur Akhmad Yani, menyulap lahan kering di Desa ...

Musda 7 MUI Lobar, Galang Persatuan Ummat

Sekretaris Daerah, Drs. HM. Uzair menyatakan, Majelis Ulama Indonesia harus mampu menyumbangkan ...

HUT 57 Lobar, 1.600 Proyek 2014 Diresmikan

Wabup Lobar, H. Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si mengawali sambutannya dengan sebuah pantun, Jalan-Jalan ...

KPAD Lobar Launching E-Library

Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (KPAD) kabupaten Lombok Barat (Lobar), sekarang memiliki ...

REFORMASI BIROKRASI UNTUK LOMBOK BARAT BERSIH, AKUNTABEL DAN MELAYANI, BUKAN UNTUK REMUNERASI SEMATA

Beberapa waktu lalu Kamis (9/04/2015) di Aula Utama Kantor Bupati Lombok Barat telah dilaksanakan ...

Dispertanakbun Berani Sewa Rp 1 Miliar

  * Pemanfaatan Eks Tanah Pecatu Lobar GIRI MENANG – Banyaknya tanah eks pecatu menarik ...

Lomba Desa, Golong Optimistis Juara

Desa golong siapkan diri jadi juara pada Lomba Desa Tingkat Kabupaten Lombok Barat (Lobar) yang ...

Upacara Bendera Hut Lobar ke-57

Bersatu Untuk Maju Puncak peringatan Hari Ulang Tahun Lombok Barat (Lobar) ke-57 tahun 2015 ...

Kenali Diri Lewat Jari

Lobar Gelar Training Kepribadian Kegiatan ini sangat penting bagi pejabat dan PNS yang ada di ...

FINAL-HUT-LOBAR-2015_420

HUT KABUPATEN LOMBOK BARAT

17 APRIL 2015

Penderita penyakit ginjal pada stadium awal umumnya tidak merasa sakit atau keluhan apapun, dan penyakit ini tergolong “silent disease” karena tidak menimbulkan gejala atau tanda-tanda klinis yang jelas. Sementara jumlah penderita penyakit ginjal di Indonesia terus bertambah setiap tahun, kata dr Haryono SpPD dari Bagian Penyakit Dalam RS Imanuel Bandarlampung, dalam seminar “Deteksi Penyakit Ginjal” di Bandarlampung, Sabtu.Dalam seminar itu tampil sejumlah pembicara, seperti dr Maruhum Bonar H Marbun SpPD-KGH TTL dari Divisi Ginjal Hipertensi RSCM-FKUI, dr Budi Suanto SpB dan dr Ria Bertua Marpaung dari RS Imanuel. Menurut dr Haryono, penyakit ginjal dapat berkembang menjadi penyakit ginjal kronik (PGK). Ia juga menyebutkan penurunan fungsi ginjal perlahan-lahan dan tidak pernah bisa kembali normal.

Apabila penyakit ginjal bertambah berat maka penderita akan mengalami sejumlah tanda, seperti darah dalam urine; kencing menjadi keruh dan berbusa; bengkak pada kelopak mata, tungkai atau tangan dan menderita gatal-gatal; kehilangan nafsu makan, mengantuk, sulit berkonsentrasi, merasa lelah dan muntah-muntah.

Ia juga menyebutkan faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit ginjal, seperti diabetes, adanya protein dalam urine, tekanan darah tinggi, serta adanya riwayat keluarga berpenyakit ginjal. Dia juga menyebutkan tentang perlunya dilaksanakan deteksi dini penyakit ginjal karena penyembuhannya tergantung pada tingkat kerusakan ginjal. “Semakin dini diketahui, lalu diobati, makin reversibel,” katanya.

Ginjal adalah organ tubuh vital yang mengatur komposisi darah agar tetap bersih dan terjadi keseimbangan secara kimiawi, mengatur volume air dalam tubuh dan membuang toksin sisa metabolisma tubuh. Ginjal berfungsi untuk mengatur tekanan darah tubuh, mengatur produksi sel darah merah dan mempertahankan kadar kalsium dalam darah.

Sementara itu, dr Maruhum Bonar H Marbun menyebutkan penyakit ginjal kronik merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia, dan biaya pengobatannya pun semkin tinggi jika kondisinya penyakit pasien makin buruk. Dalam seminar itu, dr Ria Bertua Marpaung menyampaikan pelayanan hemodialisa di RS Imanuel dengan pelayanan unggulannya, seperti HD cito 24 jam, ruangan yang luas dan nyaman, adanya ruangan VIP, serta observasi secara kontinu selama hemodialisa dilaksanakan.

Sumber : www.antaranews.com

.

Profil Lombok Barat

SMS CENTER

(0877 17 04 1958)

Archives

Media Lobar

History of India