Khutbah Shalat Idul Fitri 1435 H oleh Bupati Lombok Barat DR.H. Zaini Arony

Dengan Puasa Kita Kembali Ke Fitrah Untuk Mewujudkan Ketaqwaan Sejati أَلسَّلاَمُ ...

Pesan Idul Fitri Menteri Agama, Mari Kembali ke Jati Diri

Jakarta (Pinmas) —- Pemerintah melalui Kementerian Agama telah menetapkan 1 Syawwal 1435H ...

Bupati Pimpin Rapat Persiapan Lebaran Topat

            Bertempat di Ruang Rapat Utama (RRU) Kantor Bupati Gedung Putih, Kamis ...

Peternak Merembu Galakkan Pakan Organik

Pakan ternak bernutrisi dan alami adalah harapan para petani peternak untuk mendapatkan kualitas ...

Pemkab Lobar Keluarkan Edaran Terkait THR

GIRI MENANG-Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar), mengeluarkan surat edaran terkait dengan ...

Meretas Keterisoliran Warga Aikmual, Sekotong Timur

Safari Ramadhan DPD I Persatuan Tarbiyah Islamiyah provinsi NTB semalam (16/7) melakukan ...

Pesan Bupati Disampaikan oleh Camat Lingsar pada Pengajian Akbar Pemuda NW: Minta Warganya Tidak Terprovokasi

Terkait Hasil Pilpres GIRI MENANG-Bupati Lombok Barat (Lobar) H Zaini Arony meminta seluruh ...

Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H

Penderita penyakit ginjal pada stadium awal umumnya tidak merasa sakit atau keluhan apapun, dan penyakit ini tergolong “silent disease” karena tidak menimbulkan gejala atau tanda-tanda klinis yang jelas. Sementara jumlah penderita penyakit ginjal di Indonesia terus bertambah setiap tahun, kata dr Haryono SpPD dari Bagian Penyakit Dalam RS Imanuel Bandarlampung, dalam seminar “Deteksi Penyakit Ginjal” di Bandarlampung, Sabtu.Dalam seminar itu tampil sejumlah pembicara, seperti dr Maruhum Bonar H Marbun SpPD-KGH TTL dari Divisi Ginjal Hipertensi RSCM-FKUI, dr Budi Suanto SpB dan dr Ria Bertua Marpaung dari RS Imanuel. Menurut dr Haryono, penyakit ginjal dapat berkembang menjadi penyakit ginjal kronik (PGK). Ia juga menyebutkan penurunan fungsi ginjal perlahan-lahan dan tidak pernah bisa kembali normal.

Apabila penyakit ginjal bertambah berat maka penderita akan mengalami sejumlah tanda, seperti darah dalam urine; kencing menjadi keruh dan berbusa; bengkak pada kelopak mata, tungkai atau tangan dan menderita gatal-gatal; kehilangan nafsu makan, mengantuk, sulit berkonsentrasi, merasa lelah dan muntah-muntah.

Ia juga menyebutkan faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit ginjal, seperti diabetes, adanya protein dalam urine, tekanan darah tinggi, serta adanya riwayat keluarga berpenyakit ginjal. Dia juga menyebutkan tentang perlunya dilaksanakan deteksi dini penyakit ginjal karena penyembuhannya tergantung pada tingkat kerusakan ginjal. “Semakin dini diketahui, lalu diobati, makin reversibel,” katanya.

Ginjal adalah organ tubuh vital yang mengatur komposisi darah agar tetap bersih dan terjadi keseimbangan secara kimiawi, mengatur volume air dalam tubuh dan membuang toksin sisa metabolisma tubuh. Ginjal berfungsi untuk mengatur tekanan darah tubuh, mengatur produksi sel darah merah dan mempertahankan kadar kalsium dalam darah.

Sementara itu, dr Maruhum Bonar H Marbun menyebutkan penyakit ginjal kronik merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia, dan biaya pengobatannya pun semkin tinggi jika kondisinya penyakit pasien makin buruk. Dalam seminar itu, dr Ria Bertua Marpaung menyampaikan pelayanan hemodialisa di RS Imanuel dengan pelayanan unggulannya, seperti HD cito 24 jam, ruangan yang luas dan nyaman, adanya ruangan VIP, serta observasi secara kontinu selama hemodialisa dilaksanakan.

Sumber : www.antaranews.com

.