Mendagri Minta Seluruh Aparatur Daerah Tingkatan Kewaspadaan

 JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo mengimbau seluruh pejabat berbagai ...

KIM Perkuat Layanan Informasi, Sasar Ekonomi Kreatif

Gerung - Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), salah satu program kegiatan dari Dinas Perhubungan ...

Baksos HUT 57 Lombok Barat

Semarak HUT Lombok Barat ke-57 gaungnya sudah dimulai. Salah satunya yakni digelarnya Baksos yang ...

Logo dan Tema HUT ke 57 Kabupaten Lombok Barat

TEMA HUT KE 57 KABUPATEN LOMBOK BARAT MELALUI HUT LOMBOK BARAT, KITA WUJUDKAN MASYARAKAT YANG ...

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 2014

Cover Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Grafik BAB I PENGUKURAN KINERJA ...

TNI Jalin Mitra dengan Petani

LOBAR – Koramil 1606-07 / Gunung  Sari mengadakan pertemuan dengan petani yang bertajuk ...

Upaya Lobar Jaga Sumberdaya Air, 25 Ribu Pohon Ditanam

Banyak cara bisa dilakukan dalam upaya pelestarian lingkungan dan menjaga sumberdaya air agar ...

MTQ 26 Lobar Ditutup, Pergeseran Prestasi Merata Di 10 Kecamatan

Rangkaian MTQ XXVI kabupaten Lombok Barat resmi ditutup, Kamis malam (19/3) setelah berlangsung ...

Kadispertanakbun Blusukan ke Kandang Ayam

GIRI MENANG – Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan (Dispertanakbun) Chaerul ...

“Jadi meski intelegensia dan integritas tinggi, tapi karakter pribadi rendah tidak bisa lulus. Dalam testing kompetensi dasar, CPNS bisa lulus kalau hasil karakter pribadinya di atas 60 persen. Kalau kebangsaan dan intelegensia maksimal 20 persen,” terang Ramli di Jakarta, Senin (30/7).

Dijelaskannya, dalam plaksanaan testing, setiap pelamar akan diuji kompetensi dasar, yang meliputi unsur-unsur kebangsaan, intelegensia umum, karakter pribadi, integritas. Sedangkan kompetensi bidang dilakukan oleh masing-masing instansi.

Kalau guru, yang mengatur kementerian Pendidikan. Kalau dokter atau tenaga medis, dilakukan oleh Kementerian Kesehatan,” tambahnya.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, soal ujian seleksi tahun ini dibuat oleh konsorsium 10 perguruan tinggi negeri (PTN) yang tergabung dalam panitia seleksi (pansel) nasional. “Nanti semua peserta ujian akan dapat mengetahui nilainya, jadi sangat fair,” tambah Ramli.

Dijelaskannya, hasil ujian tetap Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di masing-masing instansi. Namun konsorsium 10 PTN itu memberikan copy hasil ujian kepada pihak KemenPAN&RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Dengan demikian, kalau ada perbedaan antara hasil ujian dengan yang diumumkan oleh PPK, akan ketahuan. “Kalau terjadi seperti itu, BKN tidak akan mengeluarkan NIP. Bahkan, sekalipun sudah dikeluarkan NIP, kalau terbukti ada kecurangan, NIP-nya akan dibatalkan,” tandasnya. (Esy/jpnn)

www.jpnn.com

.

Profil Lombok Barat

SMS CENTER

(0877 17 04 1958)

Archives

Media Lobar

History of India