Apel Paripurna Bupati Tekankan Pelayanan Publik Prima Dan Disiplin PNS

Apel paripurna karyawan-karyawati lingkup Pemkab Lobar berlangsung Rabu (17/9) di Bencingah Agung ...

Eksotisme Gili Tanada (2-Habis)

Mulai Dilirik Wisman, Sarpres Terbatas Pesona Gili Tanada kini mulai dilirik oleh wisatawan, ...

BPN Dalami Kepemilikan Lahan

Sengketa Lahan Eks Kantor Karantina Hewan GIRI MENANG-Sengketa kepemilikan lahan eks kantor ...

Lobar Optimis Juara

Lomba Cipta Menu B2SA Tingkat Nasional GIRI MENANG-Meski lomba baru akan dilaksanakan November ...

Tes CPNS dengan CAT Dongkrak Indeks Persepsi Korupsi

JAKARTA – Seleksi CPNS dengan bantuan komputer atau yang dikenal dengan sistem computer ...

FORMASI CPNS LOMBOK BARAT TAHUN 2014

PENGUMUMAN PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS) PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK ...

Eksotisme Gili Tanada (1)

Cocok Untuk Berbulan Madu, Tawarkan Keindahan Bawah Laut Gili Tanada yang merupakan singkatan ...

Kantor Karantina Hewan Dipasangi Plang

Tim Aset Minta Lahan Dikosongkan GIRI MENANG-Kasus dugaan penyerobotan lahan milik Pemkab Lombok ...

Pelepasan Calon Jamaah Haji Kabupaten Lombok Barat

“Jadi meski intelegensia dan integritas tinggi, tapi karakter pribadi rendah tidak bisa lulus. Dalam testing kompetensi dasar, CPNS bisa lulus kalau hasil karakter pribadinya di atas 60 persen. Kalau kebangsaan dan intelegensia maksimal 20 persen,” terang Ramli di Jakarta, Senin (30/7).

Dijelaskannya, dalam plaksanaan testing, setiap pelamar akan diuji kompetensi dasar, yang meliputi unsur-unsur kebangsaan, intelegensia umum, karakter pribadi, integritas. Sedangkan kompetensi bidang dilakukan oleh masing-masing instansi.

Kalau guru, yang mengatur kementerian Pendidikan. Kalau dokter atau tenaga medis, dilakukan oleh Kementerian Kesehatan,” tambahnya.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, soal ujian seleksi tahun ini dibuat oleh konsorsium 10 perguruan tinggi negeri (PTN) yang tergabung dalam panitia seleksi (pansel) nasional. “Nanti semua peserta ujian akan dapat mengetahui nilainya, jadi sangat fair,” tambah Ramli.

Dijelaskannya, hasil ujian tetap Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di masing-masing instansi. Namun konsorsium 10 PTN itu memberikan copy hasil ujian kepada pihak KemenPAN&RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Dengan demikian, kalau ada perbedaan antara hasil ujian dengan yang diumumkan oleh PPK, akan ketahuan. “Kalau terjadi seperti itu, BKN tidak akan mengeluarkan NIP. Bahkan, sekalipun sudah dikeluarkan NIP, kalau terbukti ada kecurangan, NIP-nya akan dibatalkan,” tandasnya. (Esy/jpnn)

www.jpnn.com

.