Bupati Sidak SMUNAR dan Gedung Budaya

Giri Menang – Bupati Lombok Barat (Lobar), Dr. H. Zaini Arony didampingi Kepala Dinas ...

SDN 1 Labuan Tereng Diganjar Penghargaan

Harapan III Lomba KMDM Tingkat Nasional GIRI MENANG- Kerja keras pihak SDN 1 Labuan Tereng, ...

Hotel Santosa Lunasi Hutang Pajak 2012

Segel Dibuka GIRI MENANG-Setelah beberapa asetnya disita Pemkab Lobar akibat tunggakan pajak ...

Nelayan Luar Incar Baby Lobster di Lobar

Per Hari Transaksi Capai Rp 50 juta GIRIMENANG—Kekayaan alam laut Lombok Barat (Lobar) memang ...

Kebutuhan Listrik ke Desa Diperluas

GIRI MENANG - Pemkab Lobar terus melakukan pembenahan di setiap daerah. Mulai dari pembangunan ...

Melihat Upaya Pemkab Kampayekan ASI di Lobar

PKK Sosialisasi ke Para Ibu, Harapkan Lebih Banyak Ruangan untuk Menyusui Air Susu Ibu (ASI) ...

Bupati Lepas 50 CJH dari Unsur Guru

Bupati Lombok Barat (Lobar),H.Zaini Arony berkesempatan melepas 50 orang Calon Jamaah Haji (JCH) ...

Kunjungi Sesaot, Menhut Zulkifli: Kalau Kita Berbuat Baik pada Alam, Alam Akan Memberikan Kebaikan Kepada Kita

Menteri Kehutanan (Menhut) Republik Indonesia, Dr. (Hc) Zulkifli Hasan, SE, MM melakukan ...

Upacara Peringatan HUT RI Ke-69 di Lombok Barat

“Jadi meski intelegensia dan integritas tinggi, tapi karakter pribadi rendah tidak bisa lulus. Dalam testing kompetensi dasar, CPNS bisa lulus kalau hasil karakter pribadinya di atas 60 persen. Kalau kebangsaan dan intelegensia maksimal 20 persen,” terang Ramli di Jakarta, Senin (30/7).

Dijelaskannya, dalam plaksanaan testing, setiap pelamar akan diuji kompetensi dasar, yang meliputi unsur-unsur kebangsaan, intelegensia umum, karakter pribadi, integritas. Sedangkan kompetensi bidang dilakukan oleh masing-masing instansi.

Kalau guru, yang mengatur kementerian Pendidikan. Kalau dokter atau tenaga medis, dilakukan oleh Kementerian Kesehatan,” tambahnya.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, soal ujian seleksi tahun ini dibuat oleh konsorsium 10 perguruan tinggi negeri (PTN) yang tergabung dalam panitia seleksi (pansel) nasional. “Nanti semua peserta ujian akan dapat mengetahui nilainya, jadi sangat fair,” tambah Ramli.

Dijelaskannya, hasil ujian tetap Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di masing-masing instansi. Namun konsorsium 10 PTN itu memberikan copy hasil ujian kepada pihak KemenPAN&RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Dengan demikian, kalau ada perbedaan antara hasil ujian dengan yang diumumkan oleh PPK, akan ketahuan. “Kalau terjadi seperti itu, BKN tidak akan mengeluarkan NIP. Bahkan, sekalipun sudah dikeluarkan NIP, kalau terbukti ada kecurangan, NIP-nya akan dibatalkan,” tandasnya. (Esy/jpnn)

www.jpnn.com

.