REFORMASI BIROKRASI UNTUK LOMBOK BARAT BERSIH, AKUNTABEL DAN MELAYANI, BUKAN UNTUK REMUNERASI SEMATA

Beberapa waktu lalu Kamis (9/04/2015) di Aula Utama Kantor Bupati Lombok Barat telah dilaksanakan ...

Dispertanakbun Berani Sewa Rp 1 Miliar

  * Pemanfaatan Eks Tanah Pecatu Lobar GIRI MENANG – Banyaknya tanah eks pecatu menarik ...

Lomba Desa, Golong Optimistis Juara

Desa golong siapkan diri jadi juara pada Lomba Desa Tingkat Kabupaten Lombok Barat (Lobar) yang ...

Upacara Bendera Hut Lobar ke-57

Bersatu Untuk Maju Puncak peringatan Hari Ulang Tahun Lombok Barat (Lobar) ke-57 tahun 2015 ...

Kenali Diri Lewat Jari

Lobar Gelar Training Kepribadian Kegiatan ini sangat penting bagi pejabat dan PNS yang ada di ...

Soal UN Selalu Bocor Karena…

*Upaya Jaga Prestise Sekolah GIRI MENANG — Ujian nasional (UN) SMA/sederajat yang kini hanya ...

RSUD Tripat Gelar Operasi Katarak Gratis

  Giri Menang - RSUD Tripat bekerjasama dengan The John Fawcett Foundation/Yayasan Kemanusiaan ...

Lobar Berzikir dan Berdoa Dihadiri Wagub M. Amin

Giri Menang – Peringatan hari jadi Lombok Barat (Lobar) setiap tahun tidak pernah lengkap dan ...

Pertama di NTB, Puskesmas di Lobar Jadi BLUD

Giri Menang - Kabupaten Lombok Barat (Lobar) merupakan kabupaten pertama di Provinsi NTB yang ...

SEDANG BERLANGSUNG

Peresmian Pemanfaatan Hasil-Hasil Pembangunan Tahun 2014 dan Pendatanganan Perjanjian Kerjasama (MoU), 21 April 2015

IMG-20150420-WA0000
FINAL-HUT-LOBAR-2015_420

HUT KABUPATEN LOMBOK BARAT

17 APRIL 2015

GIRI MENANG – Tunjangan sertifikasi bagi sekitar 2.578 guru di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) tahun 2012 hanya terbayarkan 10 bulan. Dua bulan sisanya masih di tangguhkan pembayarannya akibat keterbatasan dana yang di kucurkan pemerintah pusat.

“selama tahun 2012, hanya di triwulan I dan IV yang terbayar 2 bulan karena uangnya kurang,” ungkap kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar H. Fathurrahim.

Dari total anggaran tunjangan sertifikasi di tahun 2012 sebesar Rp 69,2 miliar, sebanyak Rp 63,9 miliar telah di bayarkan. Tinggal menyisakan anggaran Rp 5,2 miliar. Padahal, agar bisa membayarkan tunjangan sertifikasi utuh selama 3 bulan, di butuhkan kesiapan anggaran mencapai Rp 7 miliar. Namun faktanya anggaran yang di sediakan untuk pembayaran triwulan IV tidak mencukupi.

“kami memutuskan hanya membayarkan 2 bulan. Karena kalau di paksakan 3 bulan, akan ada guru yang tidak kebagian. Sehingga di bagi rata hanya 2 bulan,” jelasnya.

Sisa dana sertifikasi yang ada, lanjut Fathurrahim, di kembalikan dan menjadi Silpa (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran). Sementara pembayaran tunjangan sertifikasi yang tertunda, akan di usulkan di tahun ini. “Diusulkan kepusat agar 2013 ini bisa terbayar kekurangannya,”imbuhnya.

Mengapa bisa terjadi kekurangan? Hal itu akibat pemerintah pusat yang tidak mempertimbangkan adanya kenaikan gaji pokok guru dan kenaikan gaji berkala yang terjadi di bulan April dan Oktober. Seharusnya ketika usulan sertifikasi di sampaikan daerah sekitar bulan November-Desember, maka pemerintah pusat juga sudah memperhitungkan adanya kenaikan berkala gaji pokok guru yang terjadi bulan Januari. Besaran kenaikan antara 10-15 persen.

“karena pembayaran sertifikasi ini di sesuaikan dengan pokok gaji terbaru. Semestinya anggaran yang di sediakan bisa mencukupi untuk pembayaran 12 bulan,” ujarnya.

Sebelumnya Fathurrahim berinisiatif akan meminta bantuan pemda melalui Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) untuk mendapat dana tambahan guna menutupi kekurangan. Namun upaya itu urung di lakukan mengungat kesulitan bagi daerah untuk mendapat dana dalam jumlah besar di waktu singkat.

“Terlalu sulit mencari dana daerah miliaran dalam waktu singkat. Lebih baik pembayarannya di pending dulu,” tutupnya. (cr-tnn)

Sumber : Lombok Post edisi 25 Januari 2013

.

Profil Lombok Barat

SMS CENTER

(0877 17 04 1958)

Archives

Media Lobar

History of India