Eksotisme Gili Tanada (1)

Cocok Untuk Berbulan Madu, Tawarkan Keindahan Bawah Laut Gili Tanada yang merupakan singkatan ...

Kantor Karantina Hewan Dipasangi Plang

Tim Aset Minta Lahan Dikosongkan GIRI MENANG-Kasus dugaan penyerobotan lahan milik Pemkab Lombok ...

Lobar Wacanakan Pembuatan TPST

GIRI MENANG - Berbagai gebrakan terus dilakukan Dinas Tata Kota, Pertamanan dan Kebersihan ...

Masyarakat Pesisir Jangan Jadi Penonton

GIRI MENANG- Meski wilayah perairan Kabu¬paten Lombok Barat (Lobar) memiliki potensi yang besar, ...

Pengurus IBI Lobar Diharapkan Tingkatkan AKINO

Muscab Kelima IBI Lobar GIRI MENANG- Musyawarah cabang (Muscab) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ...

Lobar Segera Bangun 3 TIC

Setiap Obyek Wisata Harus Berkompetisi GIRI MENANG-Untuk menunjang sektor kepariwisataan, ...

Festival Senggigi Harus Hadirkan Inovasi Baru

Tahun Depan, Ditetapkan Jadi Even Nasional GIRI MENANG-Semakin mendekati pelakanaan Festival ...

Program Beasiswa S2 STAR-BPKP II UGM

Program Magister Akuntansi (MAKSI) Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM (Universitas Gadjah Mada) ...

Tahun 2015 Festival Senggigi Ditetapkan Sebagai Event Nasional

Dalam rangka gelar Festival Senggigi 2014 yang berlangsung 24 hingga 27 September ini berbagai ...

Pelepasan Calon Jamaah Haji Kabupaten Lombok Barat

GIRI MENANG-Meraih juara pertama dalam LKS (Lomba Keterampilan Siswa) SMK tingkat provinsi NTB 2013, bidang agronomi, budidaya tanaman, tidak pernah terbayang sebelumnya dalam benak Andi Nugraha, siswa SMKN 1 Kuripan. Karena ajang tahunan itu baru kali pertama diikuti remaja asal Cianjur, Jawa Barat ini. Belum lagi, ia harus menyaingi siswa se-Lombok Barat untuk dapat bertanding di tingkat provinsi. Sementara, di ajang LKS Provinsi ia juga harus mengalahkan siswa-siswa terbaik kiriman seluruh kabupaten di Nusa Tenggara Barat.

Gak nyangka bakalan dapat juara”,kata remaja kelahiran 28 Januari 1995 ini.

Karena prestasi tersebut, Andi, sapaan akrabnya, berhak mewakili NTB dalam ajang LKS SMK tingkat nasional di Jakarta, 21 September ini. Hal tersebut benar-benar membuat remaja yang kini duduk di bangku kelas XII ini sangat senang. Dia bisa meneruskan perjuangan kakak-kakak kelasnya untuk mempertahankan juara dari tahun ke tahun di tingkat provinsi.

“Bisa membagakan sekolah juga”,tutur siswa jurusan ATPH (Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura) ini. Selain itu, pecinta sepak bola ini juga bisa membuktikan bahwa jurusan ATPH bisa mengukir prestasi. Meski, jurusan ini termasuk minim peminat.

Awal mula, putra dari Ayi Ma’mun dan Ani Nuraini ini memilih merantau dari Jawa ke Gumi Sasak, adalah karena menimbang ayah dan ibunya yang hanya seorang petani dan ibu rumah tangga. Menurutnya, orang tuanya tidak mampu untuk membiayai sekolah lanjutan. Setelah menyelesaikan sekolah di SMPN 1 Cikolong Kulon, Cianjur, Jawa Barat, ia diajak kakaknya yang alumni SMKN 1 Kuripan untuk bersekolah di SMK tersebut. “Tanpa harus menempuh bangku kuliah. Kita bisa bekerja langsung”, katanya.

Dikatakan, mayoritas penduduk NTB adalah petani, ia pun memilih jurusan ATPH ini. Karena kaya akan hasil pertanian, lowongan kerja, menurut Andi, juga luas dan sangat dibutuhkan.

“Kakak yang ngajak disini juga langsung kerja di tempat prakerin (praktik kerja industri, red)”,tuturnya.

Sumber: Lombok Post, Jum’at 20 September 2013

.