Gerung, Diskominfotik,
Malam kemenangan di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) berlangsung meriah dan penuh makna. Ribuan warga tumpah ruah memadati Alun-Alun Giri Menang Park (GMP) untuk menyaksikan Festival Gema Takbir 2026 yang digelar pada Jumat malam (20/03/2026).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), didampingi Wakil Bupati Hj. Nurul Adha (UNA), Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli, Ketua TP PKK Lombok Barat, Kepala OPD, Dirut PTAM Giri Menang, serta dihadiri ribuan masyarakat yang antusias merayakan malam kemenangan bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati LAZ menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada semua pihak dan partisipasi aktif masyarakat yang begitu tinggi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menilai, kemeriahan malam takbiran ini merupakan cerminan nyata dari kuatnya semangat gotong royong dan kecintaan masyarakat terhadap syiar Islam.

“Ini adalah hasil nyata dari kerja keras, dedikasi, dan semangat kebersamaan masyarakat. Proses pembuatannya yang memakan waktu berhari-hari menjadi bukti kecintaan mendalam masyarakat Lombok Barat terhadap syiar Islam dan keinginan untuk memberikan yang terbaik pada malam kemenangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati LAZ menegaskan bahwa penyelenggaraan Festival Gema Takbir ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mentransformasi dan menghidupkan Kota Gerung sebagai ikon keramaian dan pusat aktivitas masyarakat.

“Melalui gema takbir yang berkumandang dan kreativitas yang ditampilkan, kegiatan ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga simbol persatuan, kebersamaan, serta harapan akan Lombok Barat yang semakin religius, dan penuh keberkahan.” ungkapnya.

Sebanyak 27 kafilah yang berasal dari lima kecamatan perwakilan yakni Kecamatan Gerung, Lembar, Kuripan, Labuapi, dan Lingsar. Kreativitas tinggi terlihat dengan replika-replika bangunan suci yang megah, mulai dari miniatur masjid dengan arsitektur detail, replika Ka’bah, hingga mushaf Al-Qur’an berukuran besar. Parade ini dimulai dari titik awal di Taman Kehati dan bergerak menyusuri koridor utama perkantoran daerah sebelum akhirnya mencapai garis finis di Taman Kota Giri Menang.

Setiap langkah kafilah diiringi dengan lantunan gema takbir yang dilantunkan oleh para peserta, yang jumlahnya dibatasi maksimal 50 orang per-kafilah guna menjaga ketertiban. Perpaduan antara visual miniatur yang artistik dan suara takbir yang bersahutan menciptakan suasana yang kian semarak sekaligus syahdu.

Gerung kini tidak lagi sekadar pusat administrasi, tetapi telah bertransformasi menjadi ruang hidup yang menghadirkan denyut kebersamaan masyarakat. Alun-Alun Giri Menang Park (GMP) pun kian mengukuhkan perannya sebagai jantung aktivitas publik—tempat bertemunya kreativitas, nilai religius, dan semangat kebersamaan dalam satu harmoni yang membanggakan.

Festival Gema Takbir 2026 bukan hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga menegaskan arah baru Gerung sebagai ikon daerah yang tumbuh dinamis. Dalam gema takbir yang berkumandang, tersimpan optimisme besar bahwa Gerung akan terus berkembang sebagai pusat peradaban dan destinasi pariwisata religi di Kabupaten Lombok Barat, yang menghadirkan keberkahan bagi seluruh masyarakatnya.

(Diskominfotik/Wir/Zul)