Pemkab Lombok Barat Gelar Rakor Evaluasi Kinerja dan Pendapatan Daerah, Tekankan Orientasi Hasil dan Digitalisasi

Gerung – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Kinerja Pemerintah Daerah dan Pendapatan Daerah di Aula Narmada Kantor Bupati Lombok Barat, Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini, Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha, Penjabat Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli bupati, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta para camat se-Kabupaten Lombok Barat.

Dalam arahannya, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah harus mengubah paradigma kerja dari sekadar berorientasi pada penyerapan anggaran dan pelaksanaan kegiatan menjadi berorientasi pada hasil (outcome) yang nyata dirasakan masyarakat.

Menurutnya, setiap program dan kegiatan pemerintah harus mampu memberikan dampak langsung terhadap penurunan angka kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta peningkatan pendapatan daerah.

“Setiap rupiah anggaran dan setiap program pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung percepatan terwujudnya Lombok Barat Maju, Mandiri, dan Berkeadilan,” tegas Bupati.

Bupati juga menekankan pentingnya integrasi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan evaluasi yang mengacu pada tujuan pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Ia meminta seluruh kepala OPD memahami bahwa RPJMD merupakan tujuan bersama pemerintah daerah, sementara perangkat daerah bertugas memastikan seluruh program dan kegiatan menjadi instrumen untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

Dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Bupati meminta seluruh OPD melakukan analisis mendalam terhadap komponen pendapatan yang memberikan kontribusi terbesar. Fokus evaluasi, menurutnya, tidak hanya pada persentase capaian, tetapi juga pada nilai nominal serta potensi riil yang masih dapat dioptimalkan.

“Setiap sumber pendapatan harus diidentifikasi hambatan dan strategi percepatannya sehingga target PAD dapat tercapai secara maksimal,” ujarnya.

Secara khusus, Bupati menyoroti pentingnya optimalisasi PAD melalui percepatan pelayanan perizinan, peningkatan kepatuhan wajib pajak dan retribusi, pemanfaatan teknologi informasi, digitalisasi pelayanan, serta pemutakhiran data objek pajak dan retribusi. Selain itu, seluruh kecamatan dan desa diharapkan berperan aktif dalam pendataan dan validasi objek pajak guna memperluas basis pendapatan daerah.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menegaskan pentingnya pemanfaatan big data dan transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan. Seluruh perangkat daerah diminta mulai membangun sistem data yang terintegrasi sebagai dasar pengambilan keputusan, mulai dari sektor kesehatan, kemiskinan, pendidikan, stunting, investasi hingga pelayanan publik.

Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil harus berbasis pada data yang akurat dan terukur agar lebih efektif dan tepat sasaran.

Kepada para asisten dan kepala OPD, Bupati meminta agar lebih memahami persoalan substantif sesuai bidang masing-masing, melakukan pengawalan terhadap target kinerja, serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pembangunan daerah.

Mengakhiri arahannya, Bupati menekankan bahwa seluruh aparatur pemerintah harus bekerja lebih cepat, kreatif, inovatif, dan bertanggung jawab. Evaluasi kinerja, lanjutnya, harus dilakukan secara berkala dengan fokus pada hasil yang nyata sehingga Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Adapun pokok arahan utama dalam rakor tersebut meliputi perubahan paradigma kerja dari orientasi kegiatan menuju orientasi hasil, dukungan penuh seluruh program terhadap pencapaian target RPJMD, optimalisasi PAD, penguatan digitalisasi dan pemanfaatan big data, penguatan koordinasi lintas OPD, serta fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penurunan kemiskinan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Rakor ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan menuju Lombok Barat yang maju, mandiri, dan berkeadilan.

Wabup Lobar Lantik Dewan Pendidikan 2026–2030, Dorong Kolaborasi Tingkatkan Mutu Pendidikan

Gerung. Diskominfotik. Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, melantik Pengurus Dewan Pendidikan Daerah Kabupaten Lombok Barat periode 2026–2030 di Aula Narmada Lantai II Kantor Bupati Lombok Barat, Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini dirangkaikan dengan penguatan tata kelola penggunaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) bagi kepala sekolah dan pengelola dana pendidikan se-Kabupaten Lombok Barat.

Pelantikan tersebut dihadiri Kepala BPKP Perwakilan NTB, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat, para kepala OPD, camat, kepala sekolah, bendahara sekolah jenjang PAUD, SD, dan SMP, serta pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Lombok Barat.

Dalam sambutannya, Wabup Lobar Hj. Nurul Adha yang akrab disapa Umi Nurul Adha (UNA) menyampaikan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan melalui pendidikan yang bermutu.

Ia mengatakan pelantikan Dewan Pendidikan menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas di Lombok Barat.

“Dewan Pendidikan diharapkan menjadi mitra konstruktif pemerintah, jembatan aspirasi masyarakat, serta pemberi masukan yang objektif dalam memetakan berbagai tantangan dan peluang pengembangan pendidikan di Lombok Barat,” ujarnya.

Wabup UNA juga berharap pengurus yang baru dilantik mampu menghadirkan gagasan inovatif dan turut mengawal berbagai program pendidikan agar berjalan secara efektif, transparan, dan tepat sasaran. Menurutnya, Dewan Pendidikan harus menjadi wadah aspirasi masyarakat dalam membangun pendidikan yang berkeadilan dan mampu menjawab tantangan zaman.

Selain pelantikan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum penguatan tata kelola Dana BOSP. Wabup UNA menegaskan bahwa dana BOSP merupakan instrumen strategis dalam mendukung operasional sekolah dan peningkatan kualitas layanan pendidikan. Karena itu, seluruh kepala sekolah dan pengelola dana BOSP diminta untuk mengedepankan integritas, mematuhi regulasi yang berlaku, serta memastikan penggunaan anggaran berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berharap tercipta tata kelola pendidikan yang semakin baik, transparan, dan akuntabel guna mendukung terwujudnya generasi Lombok Barat yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, dan berakhlak mulia.

Penulis dan Foto: Angge
Sumber : Diskominfotik Lobar

WABUP UNA DORONG OPTIMALISASI DATA STUNTING MELALUI APLIKASI SEHATI

Giri Menang , Diskominfotik– Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terus memperkuat komitmennya dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

Hal tersebut dilaksanakan melalui Rapat Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Semester II dan penggunaan Aplikasi SEHATI (Sistem integrasi Stunting),yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, serta dihadiri oleh seluruh anggota Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Ruang Kerja Wakil Bupati Lombok Barat Rabu (24/6/2026).

Dalam arahannya, Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha atau yang biasa disapa Wabup UNA menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan kegiatan di lapangan, tetapi juga oleh ketersediaan data yang akurat sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan dan penentuan sasaran intervensi.

“Mari optimalisasi penggunaan aplikasi SEHATI sebagai sistem pendataan yang terintegrasi untuk mendukung pelaksanaan program percepatan penurunan stunting”jelasnya.

Wabup UNA berharap dengan adanya aplikasi tersebut tidak hanya sebagai aplikasi seremonial saja melainkan sebagai proses penginputan data stunting dapat dilakukan secara lebih akurat, lengkap, dan terkini sehingga memudahkan proses pemantauan serta evaluasi program.

Wabup UNA juga meminta seluruh anggota TPPS untuk memastikan penginputan data dilakukan secara benar dan sesuai kondisi riil di lapangan. Dengan data yang valid, berbagai bentuk intervensi maupun bantuan yang diberikan pemerintah dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan.

Selain menjadi sarana evaluasi capaian program semester sebelumnya, rapat ini juga membahas berbagai langkah strategis yang akan dilakukan pada semester kedua tahun 2026 guna mempercepat penurunan angka stunting di Lombok Barat.

“Saya berharap seluruh anggota TPPS diharapkan dapat memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas pendampingan keluarga sasaran, serta memastikan pelaksanaan program berjalan secara efektif dan berkelanjutan”tutupnya.

Penulis:Bq.Ria
Fotografer:Wirdan

Pondok Pesantren NU Abhariyah Gelar Harlah ke-40, Bupati LAZ Tekankan Peran Pesantren dalam Pembentukan Karakter Generasi

Labuapi – Pondok Pesantren NU Abhariyah menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-40 di halaman pondok pesantren pada Rabu (24/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini, pimpinan Pondok Pesantren NU Abhariyah, Camat Labuapi, Kapolsek Labuapi, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini menyampaikan ucapan selamat atas peringatan hari lahir ke-40 Pondok Pesantren NU Abhariyah. Ia berharap momentum bersejarah tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkuat semangat pengabdian, mempererat silaturahmi, serta memperkokoh komitmen bersama dalam memajukan pendidikan Islam dan membangun generasi yang berakhlak mulia.

“Semoga momentum yang bersejarah ini menjadi sarana untuk memperkuat semangat pengabdian, mempererat silaturahmi, dan memperkokoh komitmen bersama dalam memajukan pendidikan Islam serta membangun generasi yang berakhlak mulia,” ujarnya.

 

Menurut Bupati, usia 40 tahun merupakan perjalanan panjang bagi sebuah lembaga pendidikan. Angka tersebut, kata dia, melambangkan kedewasaan, kematangan, dan keteguhan sebuah institusi dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat.

“Sejak didirikan hingga mencapai usia ke-40 hari ini, Pondok Pesantren NU Abhariyah telah memberikan kontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di wilayah Lombok Barat,” katanya.

 

Bupati yang akrab disapa LAZ itu juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian para pendiri, pengasuh, serta seluruh tenaga pendidik di Pondok Pesantren NU Abhariyah.

Ia menegaskan bahwa pondok pesantren tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu agama, tetapi juga menjadi benteng moral dalam membentuk karakter generasi muda agar memiliki akhlakul karimah, wawasan yang luas, serta jiwa nasionalisme yang kuat, sebagaimana nilai-nilai perjuangan Nahdlatul Ulama.

Lebih lanjut, LAZ mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi antara umat, ulama, dan pemerintah dalam membangun daerah.

“Pemerintah Kabupaten Lombok Barat akan terus berkomitmen mendukung program-program pendidikan keagamaan di daerah. Kemajuan Lombok Barat tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemantapan mental dan spiritual masyarakat,” tegasnya.

Peringatan Harlah ke-40 Pondok Pesantren NU Abhariyah berlangsung khidmat dan menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan serta memperkuat peran pesantren dalam mencetak generasi yang unggul dan berkarakter. (Diskominfotik. Husni)

Rakor Pemkab Lobar dan Kepala Desa se-Kecamatan Gunungsari, Bupati Tekankan Optimalisasi PBB dan Penguatan Sinergi

Gunungsari – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat kembali menggelar rapat koordinasi bersama seluruh kepala desa di Kecamatan Gunungsari, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam menyukseskan berbagai program pembangunan.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini, Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha, Penjabat Sekretaris Daerah, Asisten I Setda Lombok Barat, Forkopimcam Gunungsari, para kepala OPD terkait, Camat Gunungsari, serta seluruh kepala desa se-Kecamatan Gunungsari.

Dalam arahannya, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program-program pembangunan hingga ke tingkat desa. Menurutnya, koordinasi yang dilakukan secara langsung dengan para kepala desa sangat penting untuk memastikan program pemerintah berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kita ingin mengetahui secara langsung apakah program-program yang telah ditetapkan pemerintah daerah benar-benar berjalan di desa. Jika ada kendala, kita bisa segera mengetahui letak permasalahannya dan mencari solusi bersama sehingga program yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Bupati yang akrab disapa LAZ itu juga menegaskan bahwa setiap aspirasi dan persoalan yang disampaikan desa akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah. Berbagai persoalan yang muncul, seperti pengelolaan sampah dan kebutuhan infrastruktur, akan ditampung dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan yang ada.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberadaan lahan pertanian dan fasilitas publik yang sudah ada. Menurutnya, pembangunan harus tetap memperhatikan tata ruang dan tidak mengorbankan lahan produktif maupun fasilitas yang dibutuhkan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati LAZ juga menyoroti pentingnya peningkatan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebagai salah satu indikator peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Lombok Barat. Pemerintah daerah bahkan akan memberikan penghargaan atau bonus kepada kepala desa beserta jajarannya yang mampu mencapai realisasi pelunasan PBB hingga 95 persen.

“PBB menjadi salah satu indikator penting dalam meningkatkan PAD. Karena itu kami meminta seluruh kepala desa untuk fokus dan bersama-sama mendorong masyarakat agar memenuhi kewajibannya membayar PBB,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Midang, Drs. Samsudin, mengapresiasi pelaksanaan rapat koordinasi yang menghadirkan langsung Bupati dan Wakil Bupati di tengah-tengah pemerintah desa.

“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat bagus. Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati turun langsung menyerap informasi dari seluruh desa di Kecamatan Gunungsari. Berbagai persoalan yang dihadapi desa dapat disampaikan secara terbuka dan langsung mendapatkan respons dari Bupati,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin, minimal enam bulan sekali atau setidaknya satu kali dalam setahun, agar komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah desa tetap terjaga dengan baik.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa semakin kuat sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Diskominfotik. Husni).

Wabup Lobar Pimpin Deklarasi KRPPA, Gerung Selatan Jadi Percontohan Perlindungan Perempuan dan Anak

Gerung, Diskominfotik. Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, memimpin deklarasi Komitmen Bersama dalam Mewujudkan Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KRPPA) di Aula Kantor Kelurahan Gerung Selatan, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Lombok Barat memperkuat perlindungan perempuan dan anak serta membangun lingkungan yang aman dan inklusif.

Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA)
Lombok Barat Arief Suryawirawan, Camat Gerung, unsur Forkopimcam, Lurah Gerung Selatan, perangkat kelurahan, kepala lingkungan, RT/RW, kepala sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kader PKK, aktivis perlindungan anak, dan warga setempat.

Dalam sambutannya, Wabup Umi Nurul Adha (UNA) mengapresiasi komitmen Pemerintah Kelurahan Gerung Selatan dan masyarakat dalam mendukung terwujudnya KRPPA. Menurutnya, Gerung Selatan yang berada di kawasan ibu kota kabupaten memiliki posisi strategis untuk menjadi contoh lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi perempuan dan anak.

“Gerung Selatan harus menjadi contoh terdepan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi seluruh warga, khususnya perempuan dan anak,” ujarnya.

Wabup UNA menegaskan bahwa perempuan dan anak merupakan kelompok yang rentan, namun memiliki peran penting dalam menentukan masa depan daerah. Karena itu, berbagai persoalan sosial yang masih terjadi harus ditangani secara bersama-sama.

Beberapa isu yang menjadi perhatian utama antara lain praktik pernikahan usia anak (merarik kodeq), kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta pemenuhan hak gizi anak untuk mencegah stunting.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Gabungan Organisasi Wanita (GOW), guna mendorong pemberdayaan perempuan, penguatan ketahanan keluarga, serta peningkatan kualitas generasi muda.

Melalui deklarasi dan penandatanganan komitmen bersama, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menegaskan keseriusannya dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan serta menjamin terpenuhinya hak-hak perempuan dan anak.

Umi UNA menegaskan bahwa perempuan dan anak merupakan kelompok rentan yang harus dilindungi bersama. Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian antara lain pernikahan usia anak (merarik kodeq), kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta pemenuhan gizi anak untuk mencegah stunting.

Untuk itu, Pemkab Lombok Barat melalui Dinsos PPPA terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk GOW, guna mendorong pemberdayaan perempuan dan penguatan ketahanan keluarga.

Melalui deklarasi ini, Pemkab Lombok Barat menegaskan keseriusannya dalam menciptakan lingkungan bebas kekerasan dan menjamin hak-hak perempuan serta anak.

Dengan semangat Patut Patuh Pacu, seluruh elemen masyarakat diajak bergotong royong menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang perempuan serta anak.

Penulis dan Foto: Angge
Sumber: Diskominfotik Kabupaten Lombok Barat

Perkuat Sinergi Pembangunan, Bupati Lombok Barat Serap Aspirasi Kepala Desa se-Kecamatan Lingsar

Lingsar – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terus memperkuat sinergi dengan pemerintah desa dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) bersama seluruh kepala desa se-Kecamatan Lingsar yang digelar di Kantor Camat Lingsar, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat, Asisten I Setda Lombok Barat, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat Lingsar, serta seluruh kepala desa se-Kecamatan Lingsar.

Dalam arahannya, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini menegaskan bahwa rakor tersebut bertujuan untuk menyerap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat desa agar dapat segera ditangani secara tepat dan terukur.

Menurutnya, seluruh usulan pembangunan desa harus terintegrasi dalam program Sejahtera dari Desa yang menjadi pintu masuk utama dalam perencanaan pembangunan daerah. Melalui mekanisme tersebut, seluruh aspirasi masyarakat akan dihimpun melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes), kemudian dibahas secara berjenjang hingga tingkat kabupaten.

“Semua permasalahan dan kebutuhan masyarakat harus masuk melalui sistem Sejahtera dari Desa. Dengan begitu, usulan pembangunan dapat terdata dengan baik dan menjadi dasar bagi seluruh OPD dalam menyusun program serta kegiatan pembangunan,” ujarnya.

Bupati menambahkan bahwa konsep Sejahtera dari Desa menempatkan partisipasi masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan. Karena itu, setiap usulan yang diajukan harus berasal dari hasil musyawarah masyarakat di desa sehingga pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan warga.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berkomitmen mengakomodasi sebanyak mungkin usulan desa ke dalam program pembangunan daerah. Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat efektivitas perencanaan pembangunan sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat dapat terlayani secara optimal.

Selain membahas pembangunan infrastruktur, Bupati juga menyoroti sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian pemerintah daerah, seperti percepatan penanganan stunting, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, penguatan sektor pertanian, pembaruan data masyarakat, serta penanganan rumah tidak layak huni (RTLH).

“Saya meminta kepada seluruh kepala desa agar memastikan tidak ada lagi warga yang tinggal di rumah tidak layak huni. Jika masih ditemukan, segera usulkan sehingga pemerintah dapat mencarikan solusi dan langkah penanganannya,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan pentingnya deteksi dini terhadap berbagai persoalan masyarakat, termasuk persoalan harga hasil pertanian, pelayanan kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya. Menurutnya, komunikasi yang baik antara pemerintah desa dan pemerintah daerah akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Batu Kumbung, H. Wirya Adi Saputra, yang menjadi salah satu peserta rakor, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, forum tersebut menjadi sarana yang sangat efektif bagi kepala desa untuk menyampaikan berbagai persoalan secara langsung kepada Bupati dan jajaran OPD terkait.

“Alhamdulillah, hari ini kami para kepala desa dapat bersilaturahmi langsung dengan Bapak Bupati beserta jajaran OPD. Banyak persoalan yang selama ini mungkin mengalami kendala dalam penyelesaiannya dapat langsung kami sampaikan dan mendapatkan respons serta solusi dari beliau,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkala agar komunikasi antara pemerintah desa dan pemerintah kabupaten semakin kuat serta menjadi sarana evaluasi terhadap berbagai program dan usulan yang telah disampaikan sebelumnya.

“Harapan kami, pertemuan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkala sehingga menjadi ruang koordinasi yang efektif antara pemerintah desa dengan pemerintah kabupaten dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat,” tutupnya.

Melalui rakor tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa semakin kuat sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

(Diskominfotik. Husni)

Pemkab Lombok Barat Matangkan Festival Senggigi untuk Bangkitkan Pariwisata dan UMKM

Gerung, Diskominfotik – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Pariwisata terus mematangkan persiapan pelaksanaan Festival Senggigi: The Soul of Lombok sebagai langkah strategis untuk mengembalikan kejayaan kawasan Senggigi sebagai ikon pariwisata Nusa Tenggara Barat. Festival ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan sektor UMKM, perhotelan, kuliner, dan berbagai usaha pendukung pariwisata lainnya.

Sebagai bagian dari persiapan, Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), para camat se-Lombok Barat, serta General Manager hotel-hotel di kawasan Senggigi. Rapat yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Pariwisata Lombok Barat pada Selasa (23/6/2026) tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Agus Gunawan.

Dalam arahannya, Agus Gunawan menyampaikan bahwa Festival Senggigi telah resmi diluncurkan oleh Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini, pada 21 Juni 2026 bertepatan dengan kegiatan Fun Run di kawasan Senggigi. Menurutnya, festival ini merupakan gagasan Bupati Lombok Barat sebagai upaya membangkitkan kembali kejayaan Senggigi melalui semangat Senggigi Reborn dan Senggigi Level Up.

Ia menjelaskan, Festival Senggigi dirancang sebagai agenda rutin yang tidak hanya menampilkan hiburan, tetapi juga menjadi instrumen penggerak ekonomi daerah. Melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan berkualitas, pemerintah berharap wisatawan memiliki alasan lebih banyak untuk berkunjung dan menghabiskan waktu lebih lama di Senggigi.

“Dengan menghadirkan event-event berkualitas, wisatawan akan memiliki lebih banyak alasan untuk datang dan tinggal lebih lama di Senggigi,” ujar Agus.

Festival Senggigi dijadwalkan berlangsung setiap akhir pekan mulai 27 Juni hingga Agustus 2026. Beragam kegiatan akan disuguhkan, mulai dari pertunjukan seni dan budaya dari seluruh kecamatan di Lombok Barat, pameran produk UMKM, hingga sajian kuliner yang melibatkan pelaku usaha lokal dan hotel-hotel di kawasan Senggigi.

Agus berharap seluruh pihak, baik pemerintah, pelaku industri pariwisata, maupun masyarakat dapat memberikan dukungan penuh agar Festival Senggigi berjalan sukses dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, General Manager Merumatta Senggigi Hotel, Ojik, menyatakan kesiapan pihaknya untuk turut berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, Festival Senggigi menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi kawasan Senggigi dan menarik lebih banyak wisatawan datang ke Lombok Barat.

“Kami siap berkontribusi demi kesuksesan acara ini. Festival Senggigi dapat menjadi magnet baru yang menghidupkan kembali pariwisata Senggigi dan memberikan manfaat bagi seluruh pelaku usaha pariwisata,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, pelaku UMKM, dan masyarakat, Festival Senggigi: The Soul of Lombok diharapkan menjadi tonggak kebangkitan pariwisata Senggigi serta memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Diskominfotik: ady/feri/wd

Car Free Day Lobar Meriah, Pocari Sweat Fun Run 5K Diikuti Ratusan Peserta

Gerung – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar rangkaian kegiatan Car Free Day yang dipusatkan di Giri Menang Park, Minggu (21/6/2026). Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah Pocari Sweat Fun Run 5K yang berlangsung meriah dan diikuti oleh masyarakat setempat maupun peserta dari luar daerah.

Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten III Setda Lombok Barat, H. Fauzan Husniadi, yang mewakili Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

Dalam sambutannya, H. Fauzan Husniadi mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menyediakan ruang publik dan sarana olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Lombok Barat.

“Ini adalah salah satu wujud nyata dari kerja Bupati Lombok Barat bersama Wakil Bupati Lombok Barat, dalam memimpin Lombok Barat. Kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di Gerung, tetapi nantinya akan digilir ke seluruh kecamatan di Kabupaten Lombok Barat,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan olahraga seperti fun run tidak hanya mendorong terciptanya budaya hidup sehat di tengah masyarakat, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi serta menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sekitar kawasan Kantor Bupati Lombok Barat.

“Selain membudayakan hidup sehat, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan menghidupkan UMKM yang ada di sekitar kantor bupati. Antusiasme masyarakat, khususnya para remaja, sangat luar biasa,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berkomitmen untuk menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda berkelanjutan yang akan dilaksanakan secara bergilir di seluruh kecamatan.

“Ini akan kita laksanakan secara kontinu, bukan hanya insidental. Harapannya seluruh wilayah di Lombok Barat dapat merasakan manfaat kegiatan ini secara merata,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang peserta asal Kota Palu, Sulawesi Tengah, Teguh Wibhisono, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurut Teguh, pelaksanaan acara berlangsung dengan baik dan menunjukkan kerja sama yang solid dari seluruh panitia.

“Tim kerja di Lombok Barat sangat baik. Semoga ke depannya Lombok Barat dan kepala daerahnya bisa semakin maju dan lebih baik lagi,” ujarnya.

Ia juga berharap pembangunan di Lombok Barat terus berkembang sehingga daerah tersebut semakin maju dan mampu menghadirkan lebih banyak kegiatan positif bagi masyarakat.

Kegiatan Pocari Sweat Fun Run 5K dalam rangka Car Free Day ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam mendorong pola hidup sehat, memperkuat kebersamaan masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM.

Festival Senggigi Resmi Diluncurkan, Bupati LAZ: Tiga Bulan Penuh Atraksi untuk Bangkitkan Pariwisata Lombok Barat

Batulayar, Diskominfotik – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat resmi meluncurkan Festival Senggigi 2026 di kawasan Hotel Merumatta Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Minggu (21/6/2026). Festival yang akan berlangsung selama tiga bulan ke depan ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam menghidupkan kembali kawasan wisata Senggigi melalui rangkaian kegiatan seni, budaya, olahraga, dan hiburan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Dalam Sambutannya Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), mengatakan Festival Senggigi merupakan upaya mengintegrasikan berbagai agenda dan potensi daerah ke dalam satu kalender kegiatan yang terstruktur dan mudah diakses masyarakat maupun wisatawan.

“Di Senggigi ini selama ini kegiatan berjalan masing-masing. Melalui Festival Senggigi, semuanya kita rangkai menjadi satu kesatuan kegiatan. Insyaallah festival ini akan berlangsung selama tiga bulan dengan berbagai agenda yang telah disusun,” ujarnya.

Selain itu Bupati LAZ juga menjelaskan, seluruh rangkaian kegiatan festival telah didukung sistem informasi digital yang memungkinkan masyarakat mengakses jadwal acara secara cepat melalui pemindaian barcode. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian dari transformasi pelayanan informasi yang lebih efektif dan adaptif.

Lebih lanjut, Bupati LAZ menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berkomitmen menjadikan Festival Senggigi sebagai ruang promosi potensi daerah sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Berbagai kegiatan akan digelar tidak hanya di kawasan Senggigi, tetapi juga di sejumlah lokasi lain, termasuk Kompleks Kantor Bupati Lombok Barat. Salah satu agenda yang telah disiapkan adalah karnaval budaya serta berbagai pertunjukan yang akan dipusatkan di Amphiteater Senggigi.

“Masing-masing kecamatan akan menampilkan kegiatan terbaiknya. Setiap akhir pekan selama tiga bulan ke depan, Amphiteater Senggigi akan dipenuhi berbagai pertunjukan. Tidak ada satu pun akhir pekan yang terlewat tanpa kegiatan. Ini adalah bagian dari ikhtiar kita bersama untuk membangkitkan Senggigi kembali,” tegasnya.

Festival Senggigi diharapkan menjadi magnet baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus memperkuat posisi Senggigi sebagai salah satu destinasi unggulan di Nusa Tenggara Barat.

Turut hadir Penjabat Sekretaris Daerah Lombok Barat Ahkmad Saikhu, Kepala Disparekrafpora Lombok Barat Agus Gunawan, Kepala Disparekraf Provinsi NTB, Direktur Utama PT Air Minum (PTAM) Giri Menang (Perseroda) H. Sudirman, General Manager (GM) Hotel Merumatta Senggigi Lobar, Kapolres Lombok Barat AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., Dandim 1606 Mataram Kolonel Inf. Nyarman, M.Tr.(Han), para Kepala OPD, para camat serta pelaku pariwisata dan seribu lebih peserta Fun Run Festival Senggigi.

(Diskominfotik/Juan/Adi)

1 3 4 5 6 7 63