Gerung, Diskominfotik,
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat kembali menunjukkan respons cepat dan sigap dalam menanggapi laporan bencana yang masuk melalui grup WhatsApp para kepala desa dan camat. Begitu informasi diterima, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) langsung dikerahkan menuju titik kejadian untuk melakukan penanganan awal.
Setibanya di lokasi, TRC-PB segera melakukan survei lapangan, mengukur dan menghitung tingkat kerusakan, serta mendata kebutuhan mendesak warga terdampak. Koordinasi erat juga dilakukan bersama kepala desa dan Kepala BPBD untuk memastikan seluruh langkah penanganan berlangsung cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Tidak berhenti pada pendataan, tim bersama masyarakat dan perangkat desa langsung melakukan pembersihan saluran air yang tersumbat sampah, sebuah langkah penting agar air tidak meluap ke permukiman. Atas arahan kepala desa, warga juga melaksanakan kerja bakti menggali saluran yang tertutup sedimen lumpur.
Sebagai upaya mitigasi darurat, BPBD menurunkan geobag (karung berisi pasir) untuk memperkuat tanggul penahan longsor, yang dikerjakan bersama warga secara gotong royong. TRC-PB juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk penyediaan dapur umum bagi warga yang mengungsi, sebuah bentuk cepat tanggap yang menunjukkan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Lombok Barat, H. Sabidin, menyampaikan sejumlah imbauan penting untuk mencegah bencana susulan. Di antaranya:
Tidak membuang sampah ke saluran air agar tidak terjadi penyumbatan, Menggali saluran yang dangkal akibat sedimen lumpur, Rutin membersihkan sampah di saluran sekitar rumah, Menyedot genangan air menggunakan mesin diesel pada rumah yang tidak memiliki saluran pembuangan, Meranting pohon rindang guna mencegah pohon tumbang, dan Membuat terasering bagi warga yang tinggal di lereng perbukitan, serta Selalu memantau informasi cuaca resmi dari BMKG.
“Mitigasi adalah tanggung jawab bersama. Lingkungan yang kita jaga adalah perlindungan bagi keluarga kita sendiri,” tegasnya.

BPBD juga menyalurkan berbagai bantuan sesuai hasil survei dan kebutuhan di lapangan, meliputi: Geobag penahan longsor, Makanan siap saji, Beras bagi korban terdampak, Selimut, tikar, jas hujan, dan terpal, Kayu usuk untuk rumah rusak akibat puting beliung, banjir, atau longsor, Spandek atap rumah, Besi dan paku, Serta bantuan tambahan lainnya sesuai jumlah dan kondisi korban
Dengan aksi cepat, koordinasi yang solid, dan gotong royong masyarakat, BPBD Lombok Barat menegaskan komitmennya bahwa hadir untuk warga bukan sekadar slogan, tetapi komitmen kerja nyata di lapangan.
Credits: (Zul)


Penulis