Gerung, Diskominfotik,

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menegaskan pentingnya peningkatan kinerja tenaga pengelola sampah dalam mendukung operasional Manajemen Sampah Zero (Masaro) di Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar, serta Pusat Daur Ulang (PDU) di Kecamatan Lingsar.

Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) saat memberikan arahan kepada tenaga Masaro, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Barat, Busyairi, dalam kegiatan yang berlangsung di Kantor DLH Lombok Barat, Jumat (6/2/2026).

Bupati LAZ menekankan bahwa optimalisasi kinerja petugas pemilah menjadi faktor utama agar pengolahan sampah dapat berjalan maksimal dan target Lombok Barat menuju sistem pengelolaan sampah yang modern dapat tercapai. Ia menyampaikan bahwa setiap unit mesin Masaro memiliki kapasitas pengolahan hingga 20 ton sampah per hari. Dengan dua unit mesin yang tersedia, maka target pengolahan sampah di Lombok Barat ditetapkan mencapai 40 ton per hari.

“Kapasitas tersebut hanya dapat tercapai apabila tenaga pemilah bekerja cepat, tepat, dan konsisten, sehingga mesin tidak mengalami keterlambatan operasional atau dalam kondisi idle,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu pula, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menegaskan bahwa evaluasi kinerja bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bertugas di sektor Masaro harus menjadi perhatian serius. Ia menekankan, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi berdasarkan kinerja nyata di lapangan sebagai bentuk komitmen menghadirkan pelayanan publik yang maksimal.

“Jika PPPK tenaga Masaro tidak bekerja dengan maksimal, kita akan lakukan evaluasi melalui seleksi kinerja yang baik, sehingga PPPK paruh waktu dengan hasil kinerja baik bisa ditetapkan kembali menjadi PPPK penuh waktu,” tegasnya.

Pernyataan Bupati LAZ tersebut menjadi motivasi sekaligus peringatan bagi seluruh petugas agar semakin disiplin dan bertanggungjawab dalam memenuhi target kerja harian. Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan operasional Masaro, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga menyiapkan delapan unit armada sampah baru. Armada ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas pengangkutan sampah serta meningkatkan efisiensi kerja petugas di lapangan.

Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, berkelanjutan, dan produktif. Melalui Masaro, sampah tidak hanya ditangani sebagai limbah, tetapi diarahkan menjadi produk yang bernilai ekonomi, sekaligus menekan volume sampah yang harus dikirim ke TPA regional.

Dengan langkah tegas serta dukungan fasilitas yang terus diperkuat, Pemkab Lombok Barat optimistis dapat mempercepat terwujudnya target Zero Waste, demi lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

(Diskominfotik)

Credit : (Wir/Husni/Zul)