Gerung, Diskominfotik – Bupati menekankan pentingnya penguatan kinerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui langkah yang lebih terukur, konsisten, dan berbasis data guna meningkatkan efektivitas pengendalian inflasi daerah, dalam rapat koordinasi TPID. (Rabu, 17 Juni 2026)

Bupati mengingatkan bahwa daerah Lombok Barat pernah meraih juara 1 penghargaan TPID pada tahun 2024. Namun, capaian tersebut belum dapat dipertahankan pada tahun 2025,(meraih juara 2) sehingga diperlukan upaya yang lebih maksimal dari seluruh perangkat daerah dalam menjalankan program pengendalian inflasi.

Untuk mendukung upaya tersebut, Bupati meminta penetapan titik pasar murah dilakukan secara tepat dan strategis agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara optimal. Intensitas pelaksanaan program juga harus dijaga secara konsisten.

Selain itu, pemantauan kondisi pasar dan perkembangan harga komoditas diminta dilakukan setiap hari. TPID juga perlu memastikan ketersediaan bahan pangan melalui pengawasan terhadap potensi kelangkaan pasokan di lapangan.

Bupati menegaskan pentingnya pemetaan komoditas bahan pokok yang memberikan kontribusi terhadap inflasi daerah sebagai dasar penyusunan langkah pengendalian yang lebih efektif. Jalur birokrasi yang dinilai dapat disederhanakan juga diminta untuk dipangkas guna mempercepat pelaksanaan program.

Evaluasi pelaksanaan program pengendalian inflasi diminta dilakukan setiap tiga bulan dengan memperhatikan perkembangan dan capaian yang telah diraih. Bupati juga menyoroti pentingnya penyusunan data series atau big data inflasi daerah sebagai basis penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Setiap hasil rapat TPID harus disertai evaluasi serta laporan perkembangan pelaksanaan program. Sementara itu, BPS merekomendasikan konsolidasi data terkait laporan SP2KP dan mengaktifkan kembali forum Satgas TPID di Inspektorat.