Bupati LAZ Bangkitkan Semangat Pengabdian Wujudkan Birokrasi yang Adaptif, Humanis, dan Berintegritas

Gerung, Diskominfotik,
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-54 di Bencingah Agung Kantor Bupati Lombok Barat, Senin (1/12/2025). Peringatan tahun ini mengusung tema “Bersatu Berdaulat Bersama KORPRI Dalam Mewujudkan Indonesia Maju.”

Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) hadir memimpin jalannya upacara yang diikuti oleh Wakil Bupati Hj. Nurul Adha, para kepala OPD serta jajaran ASN dan Non ASN Lingkup Kantor Bupati Lombok Barat. Momentum HUT KORPRI kali ini menjadi ajang penguatan komitmen aparatur pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, profesionalisme, dan integritas birokrasi.

Dalam amanatnya, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Lombok Barat serta seluruh pihak yang telah bertugas dan berpartisipasi pada Upacara Peringatan HUT KORPRI ke-54 pada pagi hari tersebut. Ia menegaskan bahwa peringatan HUT KORPRI bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk meneguhkan kembali semangat pengabdian ASN sebagai garda terdepan pelayanan publik.

Ia juga menekankan bahwa melalui tema “Bersatu Berdaulat Bersama KORPRI Dalam Mewujudkan Indonesia Maju,” seluruh aparatur pemerintah diharapkan mampu bekerja dengan hati, terus berinovasi, dan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

“Di bawah kepemimpin saya bersama Wakil Bupati Hj. Nurul Adha, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat akan terus mendorong terbentuknya birokrasi yang adaptif, humanis, profesional, dan berorientasi pada hasil,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati LAZ menyampaikan bahwa tantangan birokrasi ke depan akan semakin kompleks. Ia menegaskan bahwa transparansi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan di era pelayanan modern. Masyarakat menuntut layanan yang lebih cepat, mudah, dan transparan, sehingga aparatur dituntut untuk terus beradaptasi.

Pada momentum HUT KORPRI ke-54 ini, Ia mengajak seluruh anggota KORPRI untuk memperkuat profesionalisme dan kompetensi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta senantiasa menjaga kode etik dan marwah profesi sebagai aparatur negara.

“Oleh karenanya, marilah melalui kesempatan ini kita tekankan pentingnya budaya kerja yang produktif, inovatif, dan kolaboratif,” tegasnya.

Peringatan HUT KORPRI ke-54 yang jatuh pada 29 November 2025 ini berjalan khidmat, sederhana namun penuh makna. Dengan semangat HUT KORPRI ke-54, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menegaskan komitmennya untuk memperkuat profesionalisme dan integritas ASN dalam mendukung pembangunan daerah. Momentum ini diharapkan menjadi pendorong bagi seluruh aparatur untuk bekerja lebih solid, lebih cepat, dan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa KORPRI adalah pilar penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan melayani demi terwujudnya Lombok Barat yang maju, mandiri dan berkeadilan.

(Diskominfotik)
Credit : (Baiq Ria/Husni/Zul)

Bupati LAZ: CFN Gerung, Ruang Kebersamaan yang Terus Menghidupkan Kota

Gerung, Diskominfotik.
Car Free Night (CFN) Kabupaten Lombok Barat kembali menjadi ruang kebersamaan dan hiburan bagi masyarakat pada Sabtu malam (29/11/2025). Setiap akhir pekan, kawasan pusat pemerintahan di Taman Kota Giri Menang berubah menjadi pusat energi positif, kreativitas, dan kebanggaan warga. Gelaran ini terus tumbuh menjadi simbol hidupnya ibu kota Gerung.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Lombok Barat H. Lali Ahmad Zaini, Wakil Bupati Hj. Nurul Adha, Sekda Lobar H. Ilham, Ketua TP-PKK Ny. Hj. Ayu Indra Rukmana Zaini, Ketua DWP Lobar Ny. Hj. Erni Zuhara Ilham, para Asisten Setda Lobar, Kepala OPD, pengurus DWP, serta ribuan masyarakat yang menikmati berbagai hiburan, kuliner, dan penampilan tiga finalis CFN Idol.

Dalam sambutannya, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) mengungkapkan kebanggaannya atas konsistensi dan antusiasme masyarakat dalam memeriahkan CFN. Menurutnya, ramainya kegiatan ini merupakan bukti bahwa semangat kolaborasi telah menghidupkan Kota Gerung sebagai ruang kebersamaan dan pusat aktivitas baru yang dinamis.

“Sampai saat ini Car Free Night dan Car Free Day bisa terlaksana secara konsisten setiap malam minggu. Bahkan banyak komunitas yang masih menunggu giliran tampil karena penuhnya agenda. Ini pertanda bahwa minat masyarakat luar biasa dan komitmen kita bersama untuk terus menghadirkan kegiatan positif sangat tinggi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tingginya partisipasi masyarakat adalah sumber energi baru bagi pemerintah daerah.

“Kami tidak pernah membayangkan CFN akan seramai dan sehidup ini. Terima kasih kepada seluruh masyarakat atas dukungannya. Inilah spirit yang membuat kami terus berkreasi, menghadirkan hiburan demi hiburan agar ibu kota Lombok Barat semakin berkembang,” ungkapnya penuh semangat.

Ia juga menyoroti dan memberikan apresiasi kepada Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lombok Barat yang turut memeriahkan CFN dengan penampilan fashion show.

“Terima kasih kepada Dharma Wanita yang mengisi kegiatan malam ini. Setiap malam minggu kita akan terus menghadirkan berbagai kegiatan yang lebih meriah lagi,” ujarnya.

Lebih jauh, Bupati LAZ menyampaikan bahwa dukungan dari seluruh pihak telah membuat pelaksanaan CFN dan CFD semakin berkembang dari waktu ke waktu. Ia optimistis kegiatan ini akan semakin ramai, terlebih dengan berbagai proyek pembangunan yang tengah berjalan di kawasan Gerung.

“Mudah-mudahan ke depan CFN semakin ramai, apalagi nanti koloseum sudah selesai, alun-alun kota selesai, serta jogging track juga selesai. Bahkan selama bulan Ramadan nanti, kita berencana menghadirkan Hasanah Ramadan agar Gerung tetap hidup dan ramai setiap hari,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh stakeholder bersama seluruh elemen masyarakat dapat terus bersinergi dan bergandengan tangan membangun kota Gerung.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Mari kita terus berkolaborasi menghadirkan berbagai kegiatan yang menghidupkan ibu kota Gerung. Pemerintah akan terus berikhtiar untuk selalu bersama masyarakat demi meningkatkan kesejahteraan bersama,” harapnya.

Pada gelaran CFN pekan ini, salah satu penampilan hiburan yang paling menyedot perhatian adalah fashion show Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lombok Barat. Tampil anggun dengan pesan kuat tentang pelestarian budaya, peragaan busana tersebut mengusung tema “Pesona Wastra Lombok Barat.” Para Ketua DWP UP OPD dan Kecamatan memperagakan kain tenun lokal yang dipadukan dengan desain tradisional-modern. Motif songket, sesek, serta ragam tenun khas daerah ditampilkan dengan penuh kebanggaan, sekaligus menjadi ruang promosi bagi UMKM pengrajin wastra Lombok Barat.

Gemuruh tepuk tangan penonton yang memadati Taman Kota Giri memeriahkan seluruh rangkaian acara. CFN kembali membuktikan bahwa ketika pemerintah dan masyarakat bersatu, ibu kota Lombok Barat bukan hanya hidup, melainkan terus tumbuh menjadi pusat kreativitas, budaya, dan kebersamaan.

(Diskominfotik)
Credits : (Angge/Juan, Latif/Zul)

Gathering DMO Senggigi, Bupati LAZ: Pariwisata Butuh Kolaborasi, Bukan Bekerja Sendiri

Senggigi, Diskominfotik,

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Pariwisata menggelar kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) sekaligus Gathering Destination Management Organization (DMO) yang berlangsung di Hotel Montana Senggigi Kecamatan Batulayar, Jumat (28/11/2025). Kegiatan ini bertujuan memperkuat tata kelola destinasi pariwisata melalui kolaborasi lintas sektor, sekaligus menyatukan langkah strategis dalam mendukung pengembangan pariwisata daerah.

Selain Bupati LAZ, acara Gathering DMO ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Lobar H. Agus Gunawan, Kepala OPD terkait, Ketua DMO, Camat Batulayar, H. Subayin, Kepala Desa se Kecamatan Batulayar, para Manager Hotel, para pelaku usaha di kawasan wisata Senggigi serta sejumlah undangan lainnya.

Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) dalam sambutannya menegaskan bahwa pengembangan pariwisata tidak bisa berjalan tanpa kolaborasi semua pihak. Pemerintah, menurutnya, hanya berperan sebagai fasilitator, sementara pelaku industri, komunitas, dan masyarakat adalah penggerak utama sektor pariwisata.

“Saya tidak terlalu fokus pada bentuk lembaga, tetapi pada fungsinya. Apa pun namanya, yang penting bisa berjalan dan memberi manfaat. Setiap pihak punya peran masing-masing, dan di situlah kolaborasi menjadi sangat penting,” ujarnya.

Ia juga menekankan perlunya pengembangan pariwisata yang memberi dampak langsung kepada masyarakat. Ia mendorong penguatan homestay di rumah-rumah warga sebagai strategi pemerataan ekonomi ketika kunjungan wisata meningkat.

“Kita harus memastikan masyarakat juga mendapatkan manfaat. Tanpa dukungan masyarakat, sulit bagi kita membangun kenyamanan dan kebersamaan dalam pengelolaan destinasi. Melalui Gathering DMO ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi, menyatukan persepsi, dan melahirkan langkah strategis bersama untuk memajukan pariwisata Lombok Barat,” harapnya.

Acara dibuka oleh Ketua DMO, yang dalam pemaparannya menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, komunitas, serta masyarakat lokal dalam mewujudkan destinasi wisata yang berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa sektor pariwisata saat ini menghadapi berbagai tantangan, baik di tingkat internasional maupun domestik, sehingga diperlukan strategi dan kolaborasi yang lebih solid.

“Pengelolaan destinasi tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. DMO menjadi ruang kolaborasi bagi semua pihak untuk menyatukan arah, memperkuat branding, serta meningkatkan daya saing pariwisata Lombok Barat di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Selain sesi diskusi, kegiatan ini juga diisi dengan sharing session, pemetaan potensi destinasi, serta penyamaan persepsi terkait standar pelayanan wisata dan penguatan promosi destinasi. Kegiatan Rakor/Gathering DMO berlangsung hidmat, para peserta mendapatkan pemaparan mengenai strategi penguatan DMO, peningkatan layanan pariwisata, hingga penyusunan agenda bersama untuk mendukung Calendar of Events (CoE) Lombok Barat 2026.

Credits: (Zul)

Perkuat Infrastruktur, Bupati LAZ Percepat Pendataan Jembatan Rusak Demi Akses Pendidikan yang Aman dan Berkeadilan

Giri Menang, Diskominfotik,
Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) melalui Zoom Meeting yang membahas kebutuhan pembangunan jembatan layak di sejumlah titik wilayah Kabupaten Lombok Barat. Rakor ini menjadi langkah strategis dalam percepatan peningkatan infrastruktur, sekaligus memastikan aksesibilitas masyarakat berjalan aman, nyaman, dan tidak lagi terhambat oleh kondisi jembatan yang rusak.

Salah satu fokus utama pembahasan adalah percepatan pendataan jembatan rusak yang berdampak langsung terhadap akses anak-anak sekolah di wilayah terpencil. Pendataan ini menjadi prioritas mengingat peran vital jembatan dalam mendukung mobilitas masyarakat dan kelancaran aktivitas pendidikan.

Rakor yang digelar di Ruang Kerja Bupati Lombok Barat, Jumat (28/11/2025), dihadiri oleh Sekretaris Dinas PUTR Lalu Ratnawi, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUTR Ahmad Fathoni serta Tim teknis Bina Marga.

Dalam Rakor tersebut, Kemendagri RI, menegaskan bahwa hasil pendataan jumlah serta kondisi riil jembatan rusak di daerah harus sudah diterima paling lambat pada 4 Desember 2025. Data tersebut akan menjadi dasar penting dalam penyusunan perencanaan perbaikan infrastruktur yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan vital masyarakat, terutama pada wilayah dengan tingkat risiko tinggi dan mobilitas harian yang bergantung pada keberadaan jembatan yang aman serta layak fungsi.

Sementara itu, Bupati LAZ menegaskan komitmennya untuk memastikan akses masyarakat, khususnya anak-anak sekolah di wilayah terpencil, tidak lagi terhambat oleh kondisi jembatan yang rusak. Ia langsung memerintahkan jajarannya melakukan inventarisasi menyeluruh terhadap seluruh jembatan yang mengalami kerusakan di Kabupaten Lombok Barat.

“Segera lakukan survei dan data berapa jumlah jembatan yang rusak. Data tersebut harus kita kirimkan ke Kemendagri paling lambat tanggal 4 Desember 2025,” tegas Bupati LAZ dalam arahannya.

Ia juga meminta para camat untuk memperkuat koordinasi dengan para kepala desa, sehingga proses pendataan dapat dilakukan secara cepat, detail, dan tepat sasaran. Menurutnya, tidak boleh ada lagi anak sekolah yang terhambat aktivitas belajarnya hanya karena kondisi jembatan yang tidak layak.

“Hasil survei akan lebih baik bila dilengkapi dengan foto dan titik koordinat. Saya minta camat dan kepala desa bergerak cepat untuk mendokumentasikan kondisi jembatan di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Rapat koordinasi (Rakor) ini dilaksanakan melalui zoom meeting bersama Kementerian Dalam Negeri RI. Rakor tersebut membahas pelaksanaan crash program, yaitu kebijakan langsung Presiden RI terkait pendataan jembatan rusak secara nasional. Program ini menjadi langkah strategis bagi Pemkab Lombok Barat dalam memperkuat infrastruktur konektivitas wilayah, sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara cepat dan tepat.

Melalui pendataan yang akurat dan terintegrasi, Pemkab Lombok Barat menegaskan komitmennya untuk mewujudkan daerah yang maju, mandiri, berkeadilan, serta sejahtera dimulai dari desa, sehingga pembangunan dapat dirasakan merata dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Credits: (H. Iswarta/Zul)

Apel Siaga Bencana: Lombok Barat Bersatu Perkuat Mitigasi dan Lindungi Warga.

Gerung, Diskominfotik,
Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) memimpin Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi yang berlangsung di Bencingah Agung Kantor Bupati, Lombok Barat, Kamis (27/11/2025). Turut hadir dalam Kegiatan ini Wakil Bupati Hj. Nurul Adha (UNA), Wakil Ketua DPRD Lobar, Forkopimda, Sekda Lobar, Kepala BMKG Geofisika dan Klimatologi, Kepala Basarnas Mataram, para asisten, staf ahli, kepala OPD terkait, Diirut PT. AMGM, Direktur Bank NTB, serta para camat se-Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan Apel ini digelar sebagai wujud kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, sekaligus memastikan seluruh jajaran siap bertugas di lapangan.

Dalam arahannya, Bupati LAZ menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor, respons cepat, serta kesiapan personel dan peralatan untuk mengantisipasi dinamika cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana. Menurutnya, Lombok Barat merupakan salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di Provinsi NTB. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor iklim dan meteorologi, di mana wilayah tropis tersebut memiliki curah hujan tinggi serta kerap terdampak fenomena atmosfer pemicu cuaca ekstrem.

“Selama tiga tahun terakhir, kejadian banjir mengalami peningkatan setiap tahun. Beberapa kecamatan rawan antara lain Sekotong, Batulayar, Gunungsari, Labuapi, dan Narmada. Ini menjadi peringatan bagi kita semua bahwa kewaspadaan dini wajib ditingkatkan,” tegasnya.

Bupati LAZ berharap, himbauan ini dapat segera ditindaklanjuti oleh OPD terkait, para camat, kepala desa, dan kepala dusun dengan menggerakkan partisipasi masyarakat dalam upaya mitigasi dini. Langkah-langkah sederhana seperti memangkas ranting pohon di sekitar rumah dan jalan, membuang sampah pada tempatnya, membersihkan sedimen di saluran air, membangun terasering di kawasan rawan longsor, serta tidak mendirikan bangunan di bantaran sungai diharapkan mampu meminimalkan risiko bencana.

“Keterlibatan aktif seluruh elemen, pemerintah daerah optimistis keamanan dan keselamatan masyarakat Lombok Barat dapat terjaga selama musim hujan dan cuaca ekstrem. Dengan koordinasi yang solid, kita dapat memastikan respon bencana berlangsung lebih cepat, tepat, dan efisien,” pungkasnya.

Ada empat poin utama yang menjadi fokus dan penekanan dalam Apel Siaga yang di sampaikan oleh Bupati LAZ, diantaranya; Menguatkan sistem peringatan dini (early warning system), Menyiagakan posko siaga 24 jam; Mempercepat respons dan penanganan darurat; Melibatkan masyarakat sebagai garda terdepan.

Empat poin tersebut, harus diimplementasikan melalui koordinasi dan kolaborasi yang efektif, pembagian tugas yang jelas, serta penyelarasan standar operasional dalam setiap tahapan penanggulangan bencana. Dengan langkah yang terarah dan sinergis, diharapkan seluruh unsur terkait dapat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah Lombok Barat. Seluruh rangkaian Apel Siaga berlangsung khidmat dan kondusif.

Credits: (Husni/Zul)

Aksi Penghijauan di Tengah Rintik Hujan, Pemkab Lobar Bersinergi Tanam Pohon dan Tebar Benih Ikan di Bendungan Meninting

Gunungsari, Diskominfotik,
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Lombok Barat meresmikan kegiatan penanaman 1.000 bibit pohon dan penebaran 25.000 benih ikan di kawasan Bendungan Meninting, Kecamatan Gunungsari, Kamis (27/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha (UNA), Sekda Lobar H. Ilham, Asisten, Kepala BBWS Nusa Tenggara I, Kepala SNVT Pembangunan Bendungan Meninting BBWS NT I, Kepala Dinas PUTR Lobar, Para Kepala OPD, Kepala UPT PU Bendungan Meninting, Dirut PTAM Giri Menang, Pimpinan Bank NTB Syariah Kantor Cabang Gerung, Camat Gunungsari, Camat Lingsar, Kepala Desa Bukit Tinggi, serta Jajaran Dinas PUTR Kabupaten Lombok Barat.

Dalam sambutannya, Bupati LAZ menegaskan bahwa menjaga alam adalah satu-satunya cara untuk memastikan keberlanjutan lingkungan, terlebih Lombok sebagai pulau kecil sangat rentan terhadap perubahan iklim global.

“Menjaga alam ini adalah satu-satunya cara untuk memastikan masa depan. Pulau kecil seperti Lombok sangat rentan terhadap perubahan global. Karena itu tugas kita adalah menghentikan dan mencegah proses degradasi lingkungan,” tegasnya.

Menurut Bupati LAZ, penanaman pohon dan penebaran benih ikan memiliki hakikat yang sama, yakni mengembalikan keseimbangan alam dan menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Kegiatan penanaman pohon dan penebaran benih ikan ini adalah dua hal yang saling melengkapi. Keduanya memberikan manfaat ekologis yang besar, dan kita berharap menjadi awal untuk terus berbuat hal-hal yang bermanfaat bagi lingkungan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya keberadaan Bendungan Meninting sebagai salah satu titik strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan di Lombok Barat. Menurutnya, posisi bendungan yang berada di wilayah atas menjadikan kawasan ini penting untuk dijaga agar tidak terjadi erosi maupun kerusakan lahan.

“Secara teori, bendungan yang paling tepat untuk penguatan ekosistem di Lombok adalah Bendungan Meninting. Letaknya di atas membuat segmentasinya lebih lambat dan stabil. Jika kawasan atas tetap terjaga, maka kualitas lingkungan akan terus bagus,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Lombok Barat, Ahad Legiarto, menyampaikan bahwa kegiatan penghijauan dan penebaran benih ikan akan memberikan manfaat langsung bagi keberlanjutan fungsi Bendungan Meninting. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan tema: Kerja Nyata untuk Bumi yang Lebih Baik.

“Kegiatan ini dapat meningkatkan fungsi ekologis bendungan, mencegah erosi, serta menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian alam,” ujarnya.

Ahad Legiarto memaparkan bahwa Bendungan Meninting memiliki kapasitas tampung sekitar 12 juta meter kubik dan mampu mengairi kurang lebih 1.500 hektare lahan pertanian. “Keberadaan bendungan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi pertanian di Lombok Barat,” harapnya.

Kegiatan penanaman 1000 bibit pohon dan penebaran 25.000 benih ikan ini bertujuan untuk mendukung program nasional penghijauan, konservasi sumber daya alam, serta menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan perairan bendungan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di Kabupaten Lombok Barat.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung khidmat meskipun diguyur rintik hujan. Antusiasme terlihat jelas dari Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat beserta jajaran perangkat daerah yang hadir. Kehadiran mereka menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian alam melalui aksi penanaman pohon dan penebaran benih ikan di Bendungan Meninting.

(Diskominfotik/Windi/Zul)

Lombok Barat Luncurkan 32 CoE 2026, Mantapkan Langkah sebagai Destinasi Pariwisata Unggulan NTB

Batulayar, Diskominfotik,
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat resmi meluncurkan 32 event wisata dalam Calendar of Events (CoE) Lombok Barat 2026 dalam sebuah acara seremonial yang berlangsung di Amphitheater Pasar Seni Senggigi, Kecamatan Batulayar, Senin (24/11/2025). Agenda tahunan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Daerah dalam memperkuat posisi Lombok Barat sebagai salah satu destinasi unggulan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Peluncuran CoE 2026 tersebut dihadiri oleh Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Wakil Bupati Hj. Nurul Adha (UNA), Sekretaris Daerah H. Ilham, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Lalu Ahmad Nur Aulia, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat H. Agus Gunawan, para asisten, staf ahli bupati, para kepala OPD, camat, kepala desa se-Kabupaten Lombok Barat, para direktur dan pimpinan perusahaan, pelaku pariwisata, serta jajaran Dinas Pariwisata Lombok Barat.

Dalam sambutannya, Bupati LAZ mengapresiasi kerja keras Dinas Pariwisata dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan agenda pariwisata tahun 2026. Ia menegaskan bahwa Calendar of Events (CoE) 2026 menjadi instrumen penting untuk memperkuat posisi Lombok Barat sebagai destinasi unggulan yang berdaya saing.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkolaborasi. Kita berharap CoE 2026 tidak hanya menyajikan event yang menarik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, pelaku UMKM, dan sektor jasa wisata,” ujarnya.

Ia menyoroti bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu pilar penting yang memberikan kontribusi besar bagi pembangunan dan perekonomian daerah. Karena itu, Pemkab Lombok Barat berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan dan atraksi budaya yang tidak hanya menarik minat wisatawan, tetapi juga memberdayakan masyarakat serta menggerakkan ekonomi lokal.

Melalui peluncuran Calendar of Events (CoE) 2026, Bupati LAZ mengajak seluruh pihak untuk bergerak bersama menjadikan Lombok Barat sebagai daerah yang semakin dikenal, diminati, dan dicintai para wisatawan.

“Mari kita jaga kualitas pelayanan, keramahtamahan, kebersihan lingkungan, serta keamanan bagi para wisatawan yang datang. Kita ingin Lombok Barat bukan hanya menjadi tempat indah untuk dikunjungi, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam yang membuat wisatawan ingin kembali lagi dan lagi,” harapnya.

Peluncuran Calendar of Events Lombok Barat 2026 ini menjadi momentum penting dalam membangkitkan kembali sektor pariwisata daerah, sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Lombok Barat dalam menghadirkan agenda wisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kegiatan peluncuran CoE tersebut turut dirangkai dengan pemberian penghargaan bagi pemenang lomba desa wisata, masing-masing pada kategori pengembangan SDM dan keberlanjutan, serta kategori daya tarik wisata dan digital kreatif. Seluruh rangkaian acara berlangsung khidmat, meriah, dan penuh antusiasme, sekaligus menandai optimisme baru bagi kemajuan pariwisata Lombok Barat di masa mendatang.

(Diskominfotik)
Credits: (Zul/Husni)

Transformasi Digital untuk Perkuat Pelayanan Publik di Lombok Barat, Tegas Bupati LAZ Melalui Apel Pagi

Giri Menang, Diskominfotik,
Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) memimpin apel pagi di Bencingah Agung Kantor Bupati Lombok Barat, Senin (24/11/2025). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Hj. Nurul Adha (UNA), Sekda Lobar H. Ilham, para Asisten, Staf Ahli, serta seluruh ASN dan Non-ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

Dalam arahannya, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menegaskan bahwa kemajuan teknologi menuntut seluruh perangkat daerah untuk mampu beradaptasi dan melakukan transformasi pelayanan secara digital. Ia menekankan bahwa orientasi pelayanan publik harus semakin cepat, responsif, dan tidak boleh lagi mengandalkan pola kerja lama.

“Teknologi terus berkembang. Maka pelayanan publik harus mampu menyesuaikan diri dengan situasi saat ini. Semua harus mengarah pada digitalisasi. Kita harus berubah, mengikuti arus zaman yang serba cepat dan terus beradaptasi agar mampu menunjukkan karakter kerja yang lebih baik,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menanamkan prinsip hari ini harus lebih baik dari hari kemarin sebagai upaya memperbaiki kebiasaan kerja yang selama ini kerap menghambat produktivitas. Ia berharap seluruh ASN dapat meningkatkan efisiensi, menjaga kepedulian di lingkungan kerja, dan siap menghadapi tantangan menuju tahun 2026.

Selain itu, Bupati LAZ juga menyoroti bahwa Lombok Barat sangat mengandalkan sektor pariwisata sebagai sumber PAD unggulan. Karena itu, inovasi dan terobosan baru harus terus dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kontribusi sektor tersebut.

“Mari terus memperbaiki diri, bergandeng tangan, dan membangun kolaborasi demi kepentingan bersama, sehingga cita-cita mewujudkan Lombok Barat yang maju, mandiri, dan berkeadilan dapat kita capai bersama,” pungkasnya.

Apel pagi yang berlangsung khidmat dan lancar tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan kedisiplinan seluruh pegawai. Kegiatan apel pagi merupakan kewajiban bagi ASN, PPPK, maupun Pegawai Kontrak Daerah. Selain sebagai sarana untuk menerima arahan pimpinan, apel juga berfungsi melatih tanggung jawab, meningkatkan kedisiplinan, serta memperkuat komitmen Aparatur Sipil Negara dan pegawai Non-ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Credits: (Tim IKP/Zul)

MoU Pemkab Lobar–MCI, Bupati LAZ: Digitalisasi Jadi Fondasi UMKM untuk Tumbuh dan Naik Kelas

Gerung, Diskominfotik,
Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) memberikan apresiasi kepada Mercy Corps Indonesia (MCI) atas dukungan dan pendampingan yang selama ini diberikan kepada para pelaku UMKM di daerah. Apresiasi tersebut ditunjukkan melalui penerimaan kunjungan sekaligus penjalinan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dan MCI dalam rangka meningkatkan kapasitas serta mendorong digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ini berlangsung di ruang kerja Bupati Lombok Barat pada Senin (24/11/2025), dan turut dihadiri oleh Executive Director of Mercy Corps Indonesia Ade Soekadis, Program Manager of Mastercard Strive in Indonesia Glory Sunarto, Staf Ahli Bupati H. Maksum, Kepala Bappeda Lombok Barat Deny Arief Nugroho, Kepala OPD terkait, serta tim dari MCI.

Dalam arahannya, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menyampaikan apresiasi kepada MCI yang telah memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM di Kabupaten Lombok Barat. Menurutnya, UMKM merupakan pilar ekonomi kerakyatan sekaligus agen perubahan yang memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa digitalisasi menjadi fondasi penting untuk mendorong UMKM naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah, dan juga menjadi kunci utama bagi UMKM untuk tumbuh dan bersaing di era modern.

“Ketika UMKM tumbuh dan naik kelas, lapangan pekerjaan akan tercipta, ekonomi daerah bergerak, angka pengangguran menurun, dan pada akhirnya kemiskinan dapat ditekan,” ujarnya.

Bupati LAZ juga mengingatkan bahwa penandatanganan nota kesepahaman atau MoU tidak boleh berhenti pada seremonial semata, namun harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Harus ada data awal agar capaian pendampingan dapat terukur. Setiap kegiatan harus memiliki dampak yang jelas dan outcome yang terukur,” tegasnya.

Melalui kerja sama ini, Pemkab Lombok Barat menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem UMKM lokal agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar modern. Pendampingan yang dilakukan MCI diharapkan menjadi katalis bagi kemajuan UMKM daerah serta mendukung pencapaian visi Lombok Barat yang maju, mandiri, dan berkeadilan.

Sementara itu, Executive Director MCI, Ade Soekadis, menjelaskan bahwa MCI merupakan afiliasi dari organisasi internasional Mercy Corps yang beroperasi di lebih dari 40 negara. Ia menyampaikan bahwa MCI memiliki misi untuk memberdayakan masyarakat dalam membangun komunitas yang sehat, produktif, dan tangguh.

“Di Lombok Barat, kami fokus mendampingi UMKM dalam proses digitalisasi, mulai dari penggunaan alat keuangan digital, akses pasar secara digital, hingga memfasilitasi akses pendanaan dan permodalan,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bappeda Lombok Barat menyampaikan bahwa terdapat 14 UMKM di Lombok Barat yang mendapatkan pendampingan dari MCI. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 UMKM dinyatakan memenuhi syarat dalam program pendampingan tahap awal. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha sekaligus mendorong UMKM di Lombok Barat naik kelas melalui penerapan manajemen dan pemasaran berbasis digital.

Kegiatan yang berlangsung baik ini menandai dimulainya kolaborasi strategis antara Pemkab Lombok Barat dan MCI untuk memperkuat ekosistem UMKM agar lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing.

(Diskominfotik)
Credits : (Iswarta/Husni/Zul)

Bupati Lobar Tekankan Kinerja, Loyalitas, dan Integritas ASN di Tengah Perubahan SOTK

Giri Menang. Diskominfotik,
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Aula Utama Kantor Bupati Lombok Barat, Senin (17/11/2025). Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Wakil Bupati Hj. Nurul Adha (UNA), Sekda Lobar H. Ilham, para Asisten, Staf Ahli Bupati, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh pejabat administrator lingkup Pemkab Lombok Barat.

Dalam arahannya, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menegaskan pentingnya peningkatan kinerja, loyalitas, dan integritas bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN). Ia menekankan bahwa kompetensi adalah syarat utama untuk dapat bersaing dan menduduki jabatan di lingkungan Pemkab Lombok Barat.

Ia menjelaskan bahwa lahirnya Perda Nomor 3 Tahun 2025 sebagai pengganti Perda Nomor 10 Tahun 2016 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) membawa sejumlah perubahan besar. Beberapa OPD mengalami penggabungan sebagai implementasi konsep “miskin struktur, kaya fungsi” yang menjadi dasar kebijakan penataan birokrasi, jelasnya.

Akibat perubahan SOTK tersebut, diperkirakan lima jabatan kepala OPD akan hilang, disusul enam jabatan eselon IIIA, dan 18 jabatan eselon IIIB. Dengan berkurangnya jumlah jabatan, Bupati LAZ menekankan bahwa setiap ASN harus siap berkompetisi secara profesional. Untuk pejabat eselon II, Pemkab Lobar akan melaksanakan uji kompetensi (job fit) guna memastikan pejabat yang terpilih benar-benar memenuhi standar kualifikasi.

Selain itu, Bupati LAZ mengingatkan para ASN untuk bekerja secara hati-hati dan mematuhi aturan guna menghindari potensi masalah hukum. “Setiap ASN harus mengutamakan kehati-hatian dan bekerja sesuai ketentuan agar tidak terjerat persoalan hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha menegaskan bahwa dalam melaksanakan tugas, setiap ASN harus berpegang pada tiga prinsip utama: Aman syar’i, Aman perundang-undangan, dan Aman administrasi.

“Ketiga prinsip tersebut menjadi pedoman penting yang harus diterapkan dalam setiap proses kerja birokrasi di lingkungan Pemkab Lombok Barat, sehingga pelayanan publik dapat berjalan lebih tertib, akuntabel, dan bertanggung jawab.” ujarnya.

Dengan adanya penataan SOTK serta penegasan kembali prinsip kerja ASN, Pemkab Lombok Barat berharap dapat mewujudkan organisasi pemerintahan yang lebih efektif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan baik, tertib, dan lancar hingga selesai.

(Diskominfotik)
Credits : (H. Iswarta/Zul)

1 2 3 4 5 6 52