Gerung, Diskominfotik,
Semangat kemandirian swasembada pangan nasional kembali menguat dari hamparan sawah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) “Berkah Subur” di Dusun Sambik Ratik, Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mengikuti Video Conference (Vicon) Panen Raya Nasional dan Pengumuman Swasembada Pangan yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, serta Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha, Rabu (7/1/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolda NTB, Danrem 162/Wira Bhakti, Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTB, Dandim Lombok Barat, Kapolres Lombok Barat, Staf Ahli Bupati, para kepala OPD terkait, Camat Gerung, Kepala Desa Banyu Urip, tokoh masyarakat, Gabungan Kelompok Tani, serta masyarakat setempat.
Momentum panen raya ini menjadi simbol nyata kerja keras dan ketangguhan para petani sebagai garda terdepan ketahanan pangan bangsa. Dalam arahannya, Presiden Republik Indonesia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petani yang secara konsisten mengolah lahan dan menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Presiden menegaskan bahwa swasembada pangan bukan sekadar target, melainkan hasil nyata dari persatuan, kolaborasi, dan keberpihakan kepada sektor pertanian.

Dalam arahannya, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan bahwa komitmen pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada pangan telah dibuktikan melalui turunnya berbagai program strategis pertanian ke daerah. Salah satunya adalah program optimalisasi lahan seluas 10.500 hektare yang akan dilaksanakan di NTB.
Ia menjelaskan bahwa optimalisasi lahan (Oplah) tersebut dilakukan melalui dua skema utama, yaitu Revitalisasi jaringan irigasi lama yang merupakan peninggalan pembangunan masa lalu, dan Program pompanisasi, khususnya untuk wilayah yang sumber airnya berada di lokasi yang lebih tinggi dan membutuhkan dukungan teknologi pompa.
“Alhamdulillah, selain optimalisasi lahan, Presiden juga menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram, tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Ini belum pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha (UNA) menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus hadir dan mendampingi petani. Ia menyampaikan bahwa Pemkab Lombok Barat akan terus memperkuat sektor pertanian melalui peningkatan produktivitas, penguatan kelembagaan petani, serta penyediaan sarana dan prasarana pertanian yang berkelanjutan.
“Harapannya, hasil pertanian di Lombok Barat semakin meningkat dan kesejahteraan petani semakin baik, sehingga berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup masyarakat,” ujarnya.
Wabup UNA juga menyoroti Desa Banyu Urip yang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan produktivitas pertanian tinggi, namun masih termasuk dalam kategori desa miskin. Ia berharap ke depan Desa Banyu Urip dapat keluar dari kemiskinan dan tumbuh menjadi desa yang lebih makmur.
“Dari desa kita bangun kesejahteraan. Dengan pertanian yang kuat, kita wujudkan Lombok Barat sejahtera, NTB makmur mendunia, serta masyarakat yang adil dan sejahtera,” pungkasnya.
Panen raya yang pusatkan di Gapoktan “Berkah Subur” Desa Banyu Urip berlangsung Khidmat dan penuh optimisme. Dari tanah yang digarap dengan kerja keras, kesabaran, dan doa, tumbuh keyakinan bahwa swasembada pangan adalah kekuatan bangsa, serta petani merupakan pilar utama dalam menjaga masa depan Indonesia yang berdaulat dan sejahtera.
Credits: (Zul)


Penulis