Gerung, Diskominfotik,
Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) secara resmi menutup pergelaran tradisi budaya Peresean yang berlangsung di Koloseum Taman Kota Gerung, Rabu (31/12/2025). Kegiatan budaya ini mengusung tema “Mencari Pepedu Angoh” sebagai upaya melestarikan nilai-nilai kearifan lokal sekaligus menyiapkan generasi penerus pejuang budaya (Pepadu) di masa depan.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha (UNA), Pj. Sekda Lobar H. Akhmad Saikhu, Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Barat Hj. Ayu Indra Rukmana Zaini, para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Dirut PT AMGM, Camat, para Ketua Paguyuban, serta para pepadu se-Pulau Lombok.

Dalam sambutannya, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan menyukseskan kegiatan budaya Peresean tersebut. Ia menegaskan bahwa Peresean bukan sekadar tontonan, tetapi juga warisan budaya yang sarat nilai keberanian, sportivitas, dan persaudaraan.
“Kegiatan ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk mencari pepedu angoh yang nantinya akan menjadi pepadu kita di masa depan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Barat telah melakukan renovasi Koloseum Taman Kota Gerung secara bertahap. Renovasi tersebut mencakup penambahan fasilitas hingga dua kali lipat, termasuk penambahan enam akses tangga serta peningkatan kapasitas tempat duduk hingga enam kali lipat dari sebelumnya.
“Saya tidak menyangka antusiasme masyarakat begitu luar biasa. Meskipun kapasitas tempat duduk sudah ditambah berkali lipat, kolosium tetap penuh dan membludak. Ini menandakan bahwa masyarakat Lombok Barat sangat mencintai budaya Peresean,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati LAZ menegaskan bahwa Koloseum Taman Kota Gerung kini menjadi salah satu tempat penyelenggaraan Peresean yang paling representatif dan rekonstruktif di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ia berharap proses penyempurnaan fasilitas Koloseum dapat rampung pada April mendatang, termasuk pemasangan lampu penerangan, sehingga ke depan arena tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan budaya pada malam hari, harapnya.
Penutupan pergelaran Peresean ini berlangsung semarak dengan antusiasme masyarakat yang memadati arena dan dihiasi saweran dari berbagai kalangan. Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam melestarikan budaya daerah, sekaligus memperkuat identitas, kebanggaan, dan rasa memiliki masyarakat terhadap warisan leluhur Lombok Barat.
(Diskominfotik)
Credit : (Husni/Zul)


Penulis