Batulayar, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Perhubungan resmi meluncurkan program Digitalisasi Pelabuhan Senggigi sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan transportasi laut, mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, serta memperkuat tata kelola pendapatan daerah yang transparan dan akuntabel. Peluncuran program tersebut berlangsung di Pelabuhan Senggigi, Kecamatan Batulayar.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini, Anggota DPRD Provinsi NTB H. Hasbullah Muis, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat, sejumlah kepala OPD terkait, Direktur PT Easybook Teknologi Indonesia, Direktur Utama PT AMGM, Direktur Utama Bank NTB Syariah, para ketua asosiasi pariwisata se-NTB, Camat Batulayar, Kapolsek Batulayar, Kepala Desa Senggigi, serta Kepala Desa Sedau.
Peluncuran ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, PT Easybook Teknologi Indonesia, dan Bank NTB Syariah sebagai bentuk kolaborasi dalam menghadirkan sistem layanan pelabuhan berbasis digital.
Tingkatkan Pelayanan dan Dukung Pariwisata

Dalam sambutannya, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung percepatan integrasi layanan digital di Pelabuhan Senggigi. Menurutnya, digitalisasi menjadi kebutuhan penting seiring meningkatnya aktivitas pelayaran dan kunjungan wisatawan ke Lombok Barat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PT Easybook dan Bank NTB Syariah yang telah mempercepat realisasi integrasi layanan di Pelabuhan Senggigi. Ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata,” ujar Bupati.
Bupati mengungkapkan bahwa aktivitas pelayaran di Pelabuhan Senggigi menunjukkan perkembangan yang signifikan. Jika sebelumnya hanya melayani sekitar dua perjalanan setiap hari, kini frekuensi pelayaran meningkat menjadi sekitar 11 hingga 13 trip per hari.
Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi indikator positif tingginya minat wisatawan dan masyarakat dalam memanfaatkan jalur transportasi laut menuju Lombok Barat.
“Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat. Perhotelan, pelaku usaha pariwisata, UMKM, hingga masyarakat sekitar akan memperoleh manfaat dari meningkatnya kunjungan wisatawan,” katanya.
Kawasan Senggigi Mulai Dilirik Investor

Selain menunjukkan pertumbuhan kunjungan wisatawan, kawasan Senggigi juga mulai menarik minat investor. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat saat ini tengah menjajaki sejumlah rencana investasi, termasuk pengembangan kawasan pelabuhan yang terintegrasi dengan fasilitas wisata modern.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing Senggigi sebagai salah satu destinasi unggulan di Nusa Tenggara Barat sekaligus meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah.
Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa aspek keselamatan dan keamanan pelayaran tetap menjadi prioritas utama. Ia meminta Dinas Perhubungan terus menjaga ketertiban kawasan pelabuhan, termasuk mengatur aktivitas wisata air seperti jetski agar tidak mengganggu lalu lintas kapal.
“Kawasan pelabuhan harus tetap steril, aman, dan tertata dengan baik sehingga memberikan kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa. Keselamatan pelayaran adalah prioritas yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Perkuat Transparansi Pendapatan Daerah
Bupati juga menegaskan bahwa digitalisasi pelabuhan merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam memperluas penerapan sistem pembayaran non-tunai pada berbagai sektor pelayanan publik.
Menurutnya, sistem digital akan membantu meminimalkan potensi kebocoran pendapatan daerah sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
“Kami meyakini sistem digital akan menciptakan tata kelola yang lebih baik, lebih transparan, dan lebih akuntabel. Ke depan, tidak hanya sektor pelabuhan, tetapi juga layanan parkir dan berbagai sektor lainnya akan diarahkan menggunakan sistem pembayaran non-tunai,” tambahnya.
Pemantauan Real Time dan Data Lebih Akurat

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat menjelaskan bahwa sistem digitalisasi yang diterapkan akan menghadirkan pengelolaan data pelabuhan yang lebih modern dan terintegrasi.
Melalui dashboard digital, seluruh aktivitas pelabuhan dapat dipantau secara real time, mulai dari jumlah penumpang, data kedatangan dan keberangkatan kapal, asal penumpang, hingga aktivitas operasional kapal yang melayani rute pelayaran.
“Dengan sistem ini, pengawasan menjadi lebih efektif dan data yang diperoleh jauh lebih akurat. Pemerintah dapat memantau seluruh aktivitas pelabuhan secara cepat dan real time,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini layanan penyeberangan telah mencapai sekitar 13 trip per hari dan akan terus dievaluasi hingga akhir tahun. Apabila tren peningkatan jumlah penumpang terus berlanjut, frekuensi perjalanan berpotensi ditambah mulai awal tahun depan guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan wisatawan.
Selain peningkatan jumlah pelayaran, pemerintah juga berencana melakukan pembenahan berbagai fasilitas pendukung pelabuhan, termasuk perkantoran dan sarana pelayanan lainnya untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jasa.
Optimistis Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Data Dinas Perhubungan menunjukkan jumlah penumpang yang menggunakan layanan Pelabuhan Senggigi mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan sektor transportasi laut dan pariwisata di Kabupaten Lombok Barat.
Dengan hadirnya sistem digitalisasi pelabuhan, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat optimistis kualitas pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan akan semakin meningkat, pengawasan operasional menjadi lebih efektif, serta mampu mendorong pertumbuhan pariwisata dan perekonomian daerah secara berkelanjutan, khususnya di kawasan Senggigi dan sekitarnya.
(Diskominfotik Lombok Barat/Husni–Wirdan–Ivan)


Penulis