Giri Menang, Diskominfotik – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat resmi melepas keberangkatan jemaah haji kloter 08 di Benjingah agung pada hari kamis (30/04/2026).
Dalam momen penuh haru dan doa bersama ini, Bupati Lobar menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh calon jemaah yang mendapat panggilan istimewa dari Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji. “Selamat menjalankan ibadah haji. Perlu diingat, haji itu panggilan langsung dari Allah. Nggak semua orang yang sudah daftar dan antri pasti bisa berangkat, bahkan yang punya dana cukup pun kalau belum dipanggil, tetap belum bisa berangkat. Jadi ini nikmat dan keberkahan besar yang harus disyukuri,” ujar Bupati dengan nada hangat dan akrab.

Bupati juga menyampaikan informasi dari Kementerian Agama bahwa antrean keberangkatan haji saat ini bisa mencapai 15 tahun. Karena itu, semua calon jemaah wajib mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Ada dua hal utama yang harus dijaga dan dipelajari: Pertama, kesehatan. Ibadah haji itu ibadah yang banyak gerak dan aktivitas. Apalagi puncaknya ada di wukuf Arafah. Meskipun suhu di Arab Saudi tahun ini lebih bersahabat sekitar 36 derajat celcius – berbeda dengan tahun lalu yang bisa tembus 46-47 derajat – tetap butuh kondisi tubuh yang prima. Jaga pola makan, istirahat cukup, dan jangan sampai kurang fit nantinya.
Kedua, penguasaan manasik. Haji itu ibadah sekali seumur hidup, makanya manfaatkan waktu sebelum berangkat untuk belajar lebih dalam tentang rukun, wajib, dan tata cara pelaksanaannya. “Saya juga sudah titip ke petugas dan pembimbing, terutama buat jemaah lansia, agar dibimbing dan diurus dengan penuh perhatian. Kita sesama warga Lombok Barat harus saling bantu, yang muda harus lebih mengalah dan membantu yang lebih tua, apalagi kalau sedang antre atau ada kesulitan di tengah perjalanan,” tambahnya.

Yang membanggakan, di rombongan kali ini juga ada Tuan Guru Nawawi yang siap membantu membimbing kelompok jemaah, jadi pelaksanaan ibadah nanti bisa lebih lancar dan sesuai syariat. Bupati juga berpesan agar semua jemaah selalu kompak, rukun, dan saling menjaga nama baik daerah, baik saat di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi.
Khusus kepada tim pendamping – mulai dari pembimbing agama hingga tim kesehatan – Bupati meminta agar memetakan kondisi seluruh jemaah yang berjumlah sekitar 388-400 orang ini dengan detail. “Catat siapa yang punya riwayat darah tinggi, diabetes, atau penyakit lain. harus benar-benar dijaga agar tidak sampai kambuh saat momen penting haji,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa saat wukuf di Arafah adalah momen paling istimewa. Di sana kita bisa berdialog langsung dengan Allah, memohon ampun dan segala kebaikan. Waktunya juga terbatas, jadi harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk beribadah dan berdoa.
Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan permohonan doa khusus dari seluruh pimpinan dan jajaran Pemkab Lobar. “Tolong doakan saya bersama Ibu Wakil Bupati dan seluruh OPD di lingkungan Pemkab Lobar. Mohon doanya agar kita semua selalu diberi kesehatan, kekompakan, dijauhkan dari fitnah dan hal buruk, serta bisa melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya dan membangun Lombok Barat ke arah yang lebih maju lagi. Semua jemaah diberi kelancaran perjalanan, haji yang mabrur, dan bisa pulang ke tanah air dengan selamat,” pungkasnya.
(Diskominfotik/Angga)


Penulis