Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) terus berupaya melakukan pembangunan di segala sektor demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera sesuai dengan visi dan misi menuju Lombok Barat Bangkit yang Maju, Mandiri dan Bermatabat. Setidaknya ada tiga bidang pembangunan utama yang harus dilakukan untuk mencapai kemajuan yaitu peningkatan bidang ekonomi, kesehatan dan pendidikan. Oleh karena itu, selain pembangunan sarana kesehatan dan pendidikan yang telah dan sedang dilakukan, Pemkab Lobar di bawah H. Zaini Arony-H. Mahrip melalui SKPD yang baru-baru ini berganti nama dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menjadi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) membangun atau merehab sejumlah pasar baru dan pasar kuliner. (lebih…)
Telp penting
Telpon Penting Wilayah NTB
- Nomor Telepon Bandara dan Pelabuhan
Bandara Internasional Lombok: (0370) 6157000
Pelabuhan Kayangan: (0376) 21773
Pelabuhan Lembar: (0370) 681313
- Nomor Telepon Kepolisian Lombok
Polda NTB : (0370) 644344
Polres Mataram: (0370) 621124
Polres Lombok Tengah: (0370) 654030
Poltes Lombok Barat: (0370) 681530
Polres Lombok Timur: (0370) 21005
Polsek Tanjung, Lombok Utara: (0370)631897
Polsek Pemenang, Lombok Utara: (0370) 649214
- Nomor Telepon SAR dan Emergency Lombok
SAR Mataram: (0370) 533253
Pemadam Kebakaran: (0370) 6662113
PLN NTB: (0370) 123 / 08123758123
RSU Kota Mataram: (0370) 640774
RSUP NTB: (0370) 623876
RS Risa Mataram: (0370) 625560
RS Biomedika Mataram: (0370) 645137
RSU Praya: (0370) 654007
RS Dr. Soedjono Selong, Lombok Timur : (0376) 21118
RS Risa Sentra Medika Lombok Timur: (0376) 23888
Puskesmas Tanjung, Lombok Utara: (0370) 623010
- Nomor Telepon Kantor Pemerintahan Lombok
Imigrasi Mataram: (0370) 632570
Museum Negeri NTB: (0370) 632159
Taman Budaya NTB: (0370) 622428
Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya: (0370) 632723
PMI NTB: (0370) 623885
Pengumuman LPSE Pemkab Lobar
Tradisi Merari : Akulturasi Islam Dan Budaya Lokal
Islam secara teologis, merupakan sistem nilai dan ajaran yang bersifat Ilahiyah dan transenden. Sedangkan dari aspek sosiologis, Islam merupakan fenomena peradaban, kultural dan realitas sosial dalam kehidupan manusia. Dialektika Islam dengan realitas kehidupan sejatinya merupakan realitas yang terus menerus menyertai agama ini sepanjang sejarahnya. Sejak awal kelahirannya, Islam tumbuh dan berkembang dalam suatu kondisi yang tidak hampa budaya. Realitas kehidupan ini –diakui atau tidak—memiliki peran yang cukup signifikan dalam mengantarkan Islam menuju perkembangannya yang aktual sehingga sampai pada suatu peradaban yang mewakili dan diakui okeh masyarakat dunia. (lebih…)
Keteladanan Rasulullah; Refleksi Maulid Nabi SAW
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan)
hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”
(QS. Al Ahzab [33]: 21) (lebih…)
7 kiat menangkal virus ukhuwah
Dalam surat Al Hujurat (QS 49) Allah SWT memaparkan 7 kiat bagi kita untuk menangkal virus-virus ukhuwwah yang bisa menghancurkan shaf ukhuwwah yang telah dibina.
Tabayyun
Tabayyun berarti mencari kejelasan informasi dan mencari bukti kebenaran informasi yang diterima. Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa berita maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS 49:6) (lebih…)
Racun-racun hati
Jangan meremehkan dosa! Sebab banyak manusia yang masuk neraka dan menjadi penghuninya disebabkan dosa-dosa yang mereka anggap ringan. Seperti juga banyak manusia yang terjerumus dalam perbuatan zina karena meremehkan pandangan mata. Mengira tidak ada pengaruh negatif dari mata mereka yang liar, memandang hal-hal yang diharamkan Allah. (lebih…)
PROFIL BUPATI LOMBOK BARAT
Keamanan
Kondisi keamanan Wilayah Kabupaten Lombok Barat selama tahun 2010 secara umum aman terkendali, walaupun ada beberapa kejadian yang mengganggu ketertiban masyarakat, seperti pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan kekerasan, perampokan dan kejahatan lainnya. Namun yang perlu diwaspadai adalah pertikaian antar kelompok, antar etnis yang dapat menimbulkan kerawanan SARA. Untuk mengantisipasi kejadian seperti ini adalah dengan menggalakkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) yang merupakan sistem keamanan swakarsa dan yang paling efektif dilakukan sebagai wujud partisipasi masyarakat dalam menjaga keamannan lingkungan tempat tinggal. Kondisi keamanan yang demikian masih bisa diatasi dengan dukungan keberadaan sarana dan prasarana keamanan yang tersedia di Kabupaten Lombok Barat seperti :
- Babimaspol Lombok Barat
Personil Kepolisian RI Resort Lombok Barat termasuk personil yang ditempatkan pada polsek-polsek berjumlah 889 orang dan di Bantu oleh 7 orang personil non PNS (PNS POLRI) serta 97 orang pejabat fungsional dengan klasifikasi pangkat sebagai berikut:
No |
Jabatan |
Jumlah |
1 |
2 |
3 |
1 |
KOMBES |
– |
2 |
AKBP |
1 |
3 |
KOMPOL |
5 |
4 |
A K P |
13 |
5 |
IPTU |
15 |
6 |
IPDA |
39 |
7 |
AIPTU |
70 |
8 |
AIPDA |
22 |
9 |
BIPKA |
147 |
10 |
BRIGADIR |
195 |
11 |
BRIPTU |
340 |
12 |
BRIPDA |
42 |
13 |
I P T U / IPDA |
52 |
Jumlah |
852 |
Sumber Data : Polres Lombok Barat
- Polisi Pamong Praja
Polisi Pamong Praja (Pol.Papra) Kabupaten didukung oleh 139 orang yang terdiri dari 127 orang Laki-laki dan 12 orang personil wanita. Jumlah personil Pol. PP ini tersebar di 10 Kecamatan dan di Kantor Pol. PP Kabupaten. Untuk Rinciannya sebagai mana table di bawah ini:
No. |
Instansi |
Laki-laki |
Perempuan |
Jumlah |
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
1. |
Kec. Batulayar |
3 |
– |
3 |
2. |
Kec. Gunungsari |
2 |
1 |
3 |
3. |
Kec. Lingsar |
3 |
– |
3 |
4. |
Kec. Narmada |
3 |
– |
3 |
5. |
Kec. Kediri |
3 |
– |
3 |
6. |
Kec. Kuripan |
3 |
– |
3 |
7. |
Kec. Labuapi |
3 |
– |
3 |
8. |
Kec. Gerung |
3 |
– |
3 |
9. |
Kec. Lembar |
3 |
– |
3 |
10. |
Kec. Sekotong |
3 |
– |
3 |
11 |
Kantor Pol. PP |
98 |
11 |
109 |
Jumlah |
98 |
12 |
139 |
Sumber Data : Polres Lombok Barat
Adapun kegiatan pokok dari Pol. PP antara lain :
- Melakukan pengamanan terhadap Perda dan Kebijakan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten lombok Barat.
- Melakukan Patroli Pengamanan Wilayah
- Melakukan pengamanan pada Rumah Dinas Pejabat dan Kantor Bupati.
- Melakukan pengamanan pada setiap kunjungan kerja Bupati
- Mengambil langkah-langkah pengamanan dan ketertiban masyarakat
Untuk mengantisipasi terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama kejadian yang menelan korban jiwa dan harta benda, maupun kejadian Kamtibmas lainnya telah diambil langkah-langkah :
- Prosedur Tetap (PROTAP) sebagai pedoman bagi Anggota Polisi Pamong Praja dan kesatuan lainnya dalam menangani kasus pelanggaran terhadap Peraturan Daerah.
- Pengamanan persuasif bila terjadi anggota masyarakat yang melakukan unjuk rasa.
- Melakukan pengawasan terhadap Pengedaran minuman keras secara ilegal dan pengedaran narkoba yang meresahkan masyarakat
- Operasi Penertiban terhadap Pekerja Seks Komersial (PSK) Kerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Lombok Barat
- Operasi penertiban angkutan jalan raya .
- Operasi Pengamanan Peraturan Daerah dalam Rangka Peningkatan PAD
- Pembinaan di Sekolah Sekolah
- Patroli Tempat-tempat rawan kecelakaan lalu lintas
- Sosialisasi Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
Pertanian, Peternakan dan Perkebunan
Pertanian
Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumberdaya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan-bahan industri atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya.
Tanah pertanian di Lombok Barat sebagian besar termasuk jenis tanah Regosol dan sebagian lagi termasuk jenis tanah Aluvial yaitu didaerah aliran sungai. Potensi / penggunaan lahan di Kabupaten Lombok Barat tahun 2010 seluas 105.392 Ha, meliputi : lahan sawah seluas 16.903 Ha; Lahan bukan sawah seluas 43.371 Ha; dan Lahan bukan pertanian seluas 45.118Ha.
- Produksi Tanaman Pangan
Perkembangan produksi tanaman pangan di Kabupaten Lombok Barat tahun 2010 rata – rata mengalami penurunan jika dibandingkan dengan produksi tahun sebelumnya. Produksi padi sawah pada turun dari 154.870 ton pada tahun 2009 menjadi 149.721 ton pada tahun 2010 sedangkan produksi padi ladang turun dari 5.658 ton pada tahun 2009 menjadi 5.612 ton pada tahun 2009.
Produksi beberapa komoditi palawija juga cenderung mengalami penurunan kecuali komoditi ubi jalar yang mengalami sedikit peningkatan. Produksi komoditi jagung turun dari 111.213 ton pada tahun 2009 menjadi 10.613 ton; selanjutnya komoditi kedelai turun dari 5.265 ton menjadi 4.893 ton; ubi kayu turun dari 5.803 ton menjadi 4.941 ton; kacang tanah turun dari 2.369 ton menjadi 1.583 ton; dan kacang hijau turun dari 336 ton menjadi 185 ton. Sedangkan produksi komoditi ubi jalar meningkat dari 1.008 tonmenjadi 1.098 ton.
- Produksi Hortikultura
Produksi sayur-sayuran di Kabupaten Lombok Barat tahun 2010 secara umum cenderung mengalami penurunan dibandingkan dengan produksi tahun 2009.
Produksi Komoditas sayur-sayuran yang mengalami penurunan, antara lain : komoditi cabe rawit turun sebesar 5.885 ton atau 45,95%; komoditi kubis turun sebesar 174 ton atau 66,92%; komoditi petsai/sawi turun sebesar 672 ton atau 89,12%; komoditi tomat turun sebesar 366 ton atau 17,24%; komoditi terung turun 1.530 ton atau 62,60%; komoditi ketimun turun sebesar 2.892 ton atau 62,01%; komoditi kangkung turun 2.629 ton atau 25,66% dan komoditi kacang panjang turun sebesar 5.635 ton atau 47,40.
Sedangkan produksi komoditi sayur-sayuran yang mengalami peningkatan, antara lain : kacang merah naik sebesar 13 ton atau 2,91%; cabe besar naik sebesar 281 ton atau 87,27% dan bayam naik sebesar 7 ton atau 24,14%.
Sementara itu produksi buah-buahan yang dihasilkan oleh para petani yang ada di Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2010 secara umum mengalami penurunan yang cukup tinggi dibanding dengan hasil produksi buah-buahan pada tahun 2009. Produksi 3 (tiga) komoditi buah-buahan yang mengalami penurunan cukup tinggi antara lain : manggis turun sebesar 8.676 kw atau 99,44%; salak turun sebesar 557 kw atau 96,03%; dan buah durian turun sebesar 116.952 kw atau 85,15%.
Sedangkan 3 (tiga) komoditi buah-buah yang mengalami peningkatan cukup tinggi antara lain : sukun naik sebesar 121 kw atau 526,09%; duku/langsat naik sebesar 2.568 kw atau 141,88 %; dan jambu air naik sebesar 902 kw atau 104,64%.
Peternakan
Peternakan merupakan usaha pemeliharaan dan pembiakan ternak. Pada sektor peternakan, populasi ternak di Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2010 secara umum mengalami peningkatan dan hanya beberapa jenis ternak saja yang populasinya mengalami penurunan. Populasi ternak pada tahun 2010 mengalami peningkatan sebanyak 120.530 ekor atau 9,39%, dari sebanyak 1.283.996 ekor menjadi sebanyak 1.404.526 ekor pada tahun 2010.
Sedangkan untuk produksi hasil ternak yaitu daging dan telur pada tahun 2010 mengalami peningkatan dibanding tahun 2009 yaitu sebesar 166,42 ton atau 13,42%, meliputi produksi daging mengalami kenaikan sebesar 33,11 ton atau 2,69%; dan produksi telur mengalami kenaikan sebesar 133,31 ton atau 10,73%.
Perkebunan
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2004 tentang Perkebunan, definisi perkebunan adalah segala kegiatan yang mengusahakan tanaman tertentu (tanaman semusim dan tanaman tahunan) pada tanah dan / atau media tumbuh lainnya dalam ekosistem yang sesuai, mengolah dan memasarkan barang dan jasa hasil tanaman tersebut, dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi, permodalan serta manajemen untuk mewujudkan kesejahteraan bagi pelaku usaha perkebunan dan masyarakat.
Secara total areal tanaman perkebunan rakyat di Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2010 mengalami penurunan seluas 655,63 Ha atau 2,84% yaitu dari 23.116,51 Ha pada tahun 2009 menjadi 22.460,88 Ha pada tahun 2010. Penurunan areal tanaman perkebunan rakyat tersebut, meliputi penurunan pada areal tanaman perkebunan rakyat untuk tanaman tahunan yaitu seluas 462,81 Ha atau 2,04% dan tanaman musiman seluas 192,82 Ha atau 46,30%.
Seiring dengan berkurangnya luas areal tanaman perkebunan, maka berakibat pula pada hasil produksi tanaman perkebunan yang ada. Secara total produksi tanaman perkebunan rakyat di Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2010 mengalami penurunan sebesar 299,84 ton atau 1,98% yaitu dari 15.170,77 ton pada tahun 2009 menjadi 14.870,93 ton pada tahun 2010. Penurunan produksi tanaman perkebunan rakyat tersebut, meliputi penurunan pada produksi tanaman perkebunan rakyat untuk tanaman tahunan yaitu sebesar 115,02 ton atau 0,78% dan tanaman musiman sebesar 184,82 ton atau 53,30%.