Gerung – Pondok Pesantren (Ponpes) As-Sa’idiyah NWDI Tempos Daye, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, menggelar kegiatan Tasyakuran Penamatan bagi siswa tingkat Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA), Kamis (4/6/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, Anggota DPRD Provinsi NTB, anggota DPRD Kabupaten Lombok Barat, para Staf Ahli Bupati Lombok Barat, Sekretaris DPRD Kabupaten Lombok Barat, Forkopimcam Gerung, Camat Gerung, Kepala Desa Tempos, pimpinan pondok pesantren, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta TGB. H. M. Zainul Majdi.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh santri yang telah menyelesaikan jenjang pendidikannya.
Ia menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan sebuah tahapan untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi.
“Perjalanan kalian masih panjang. Tamat dari madrasah bukanlah akhir, tetapi langkah awal untuk menjemput masa depan. Tanamkan cita-cita yang tinggi dan teruslah melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para santri agar tidak berhenti menuntut ilmu dan menghindari pernikahan usia dini. Menurutnya, salah satu tantangan besar yang masih dihadapi Kabupaten Lombok Barat adalah persoalan stunting yang berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia.
“Stunting menjadi tantangan besar dalam upaya meningkatkan kualitas SDM. Karena itu, pendidikan harus terus ditingkatkan agar generasi mendatang tumbuh sehat, cerdas, dan mampu bersaing,” katanya.
Kepada para orang tua dan wali murid, Wakil Bupati mengajak untuk tetap optimis serta senantiasa mendoakan putra-putrinya agar menjadi generasi yang saleh, berilmu, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga memberikan apresiasi kepada pimpinan Ponpes As-Sa’idiyah NWDI Tempos, yakni TGH. Munawir Said, atas dedikasinya dalam mengembangkan pendidikan dan membina generasi muda melalui lembaga pesantren.
Menurut Wakil Bupati, pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai proses tarbiyah atau pembinaan karakter dan akhlak. Oleh karena itu, peran para pendidik dan pengasuh pesantren sangat penting dalam membentuk generasi yang berkualitas.
“Dedikasi pimpinan dan seluruh jajaran pondok pesantren dalam mendidik serta membina para santri merupakan kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia di Lombok Barat. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya,” tuturnya.
Sementara itu, Pimpinan Ponpes As-Sa’idiyah NWDI Tempos, TGH. Munawir Said, menjelaskan bahwa pondok pesantren yang dipimpinnya telah berdiri dan berkiprah selama 17 tahun dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat.
Ia berharap seluruh santri yang telah menyelesaikan pendidikannya dapat mengamalkan ilmu yang diperoleh serta meraih kesuksesan di masa depan.
“Semoga seluruh anak-anak yang telah tamat maupun yang masih menempuh pendidikan di pondok ini mendapatkan ilmu yang bermanfaat, menjadi pribadi yang sukses, dan mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat,” ujarnya.
Pada tahun ini, jumlah santri yang mengikuti penamatan sebanyak 136 siswa, terdiri dari Raudhatul Athfal (RA) 29 siswa, Madrasah Tsanawiyahb (MTs) 61 siswa, Madrasah Aliyah (MA) 46 siswa. Kegiatan tasyakuran berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa syukur. Momentum ini menjadi bukti komitmen Ponpes As-Sa’idiyah NWDI Tempos dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi demi kemajuan masyarakat dan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Lombok Barat.
(Diskominfotik. Husni)