Melangkah Bersama untuk Alam: Kolaborasi Menuju Lombok Barat yang Lebih Hijau.

Kuripan, Diskominfotik,
Kegiatan Bhakti Lingkungan Penanaman Pohon dan Hiking Ekspedisi Sehat (HES) Lintas Alam Gunung Sasak resmi digelar pada Jumat (12/12/2025). Kegiatan ini dimulai dari halaman Bencingah Agung Kantor Bupati Lombok Barat sebagai titik start, melibatkan ratusan peserta dari berbagai unsur pemerintah daerah.

Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) turut hadir dan memimpin langsung kegiatan, didampingi Sekda Lombok Barat H. Ilham, Ketua TP PKK Lombok Barat Hj. Ayu Indra Rukmana Zaini, para Kepala OPD, Camat, serta Kepala Desa se-Kecamatan Kuripan. Selain itu, jajaran pegawai Setda Lombok Barat juga ambil bagian aktif dalam kegiatan kolaboratif ini, dan menjadi forum strategis bagi pemerintah desa untuk menyampaikan potensi serta gagasan pengembangan potensi desa.

Dalam sesi penyampaian laporan, Kepala Desa Kuripan memaparkan sejumlah potensi desa yang dinilai dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata dan ruang pemberdayaan masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Sekda Lobar H. Ilham memberikan apresiasi dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh berbagai upaya pengembangan desa.

Ia menekankan bahwa Pemda Lombok Barat akan menyelaraskan potensi desa dengan program-program strategis yang berada di bawah Dinas Pariwisata dan Dinas Pemuda dan Olahraga, sehingga pengembangan dapat berjalan sistematis dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Ilham mendorong pemerintah desa untuk menyusun perencanaan yang matang dan memaksimalkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM). Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara desa dan pemerintah daerah menjadi kunci peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pemda Lombok Barat akan selalu menjadi garda terdepan dalam mendukung program unggulan desa agar terintegrasi dan berkontribusi terhadap program unggulan kabupaten,” ujarnya.

Dengan pengembangan potensi desa dapat membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Lombok Barat pada umumnya, harap Ilham.

Bhakti Lingkungan dan HES Lintas Alam Gunung Sasak menempuh jarak sekitar 7 kilometer dari Kantor Bupati Lombok Barat menuju kawasan Gunung Sasak di Kecamatan Kuripan. Selain menjadi ajang olahraga dan rekreasi, kegiatan ini menghadirkan momentum penting dalam upaya pelestarian lingkungan serta mendorong pola hidup sehat melalui aktivitas luar ruang. Kegiatan ini juga memperkuat sinergi dalam mewujudkan Lombok Barat yang hijau, bersih, dan berkelanjutan

(Diskominfotik)
Credits : (Husni/Zul)

Bupati LAZ Gerak Cepat Benahi Senggigi Demi Akses Wisata Lebih Baik

Batulayar, Diskominfotik,
Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) kembali melakukan langkah cepat dalam memastikan pembangunan daerah berjalan sesuai target. Setelah sebelumnya meninjau sejumlah proyek fisik strategis, kali ini Bupati LAZ melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap progres pembangunan Dermaga Senggigi, Kamis (11/12/2025)

Sejumlah proyek yang telah dimonitor sebelumnya menunjukkan perkembangan yang sesuai dengan perencanaan. Dermaga Senggigi menjadi salah satu prioritas utama Pemkab Lombok Barat dalam upaya menata kembali sektor pariwisata unggulan, mengingat kawasan Senggigi memiliki posisi strategis sebagai ikon wisata yang terus dikembangkan.

Bupati LAZ memastikan bahwa pembangunan dan pengembangan Dermaga Senggigi berjalan sesuai target. Ia bersama Sekda Lombok Barat H. Ilham, para Asisten, serta sejumlah kepala OPD terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai Dermaga Senggigi.

Dalam peninjauannya, Bupati LAZ menyampaikan apresiasi atas kemajuan pekerjaan yang dinilainya sesuai dengan spek yang kita harapkan, dan sudah hampir rampung.

“Alhamdulillah, kami temukan pekerjaan dermaga ini menunjukkan progres yang sangat memuaskan dan sesuai rencana,” ujarnya saat di konfirmasi media.

Ia berharap, selesainya pembangunan dermaga ini akan mempercantik wajah kawasan Senggigi sekaligus membuka arus transportasi yang lebih efektif antara Bali dan Lombok.

“Dengan selesainya dermaga ini, kita ingin Senggigi tampil lebih tertata dan menjadi pintu masuk baru bagi wisatawan dari Bali ke Lombok,” harapnya.

Sidak ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kesiapan infrastruktur penunjang di kawasan Senggigi yang merupakan salah satu ikon pariwisata Lombok Barat. Pemkab Lombok Barat menargetkan bahwa pengembangan dermaga tersebut tidak hanya memperkuat aksesibilitas wisatawan, tetapi juga mampu mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Dengan dukungan infrastruktur yang semakin baik.

Dengan penuh semangat dan optimisme, Bupati LAZ melanjutkan peninjauan hingga ke area pembangunan jogging track di sekitar Merumata Senggigi. Sesekali ia tampak bercanda dan bertegur sapa dengan warga serta para pengunjung wisata yang berada di kawasan tersebut, menciptakan suasana hangat di tengah proses pemantauan pembangunan.

Credits: (Zul)

Menuju Layanan Kesehatan Lebih Baik: Bupati LAZ Tekankan Deteksi Dini dan Kerja Kolaboratif

Batulayar, Diskominfotik.
Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menghadiri sekaligus membuka Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Montana Senggigi, Kecamatan Batulayar, Kamis (11/12/2025). Rakor ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program kesehatan daerah, sekaligus memperkuat sinergi lintas fasilitas kesehatan dalam meningkatkan kualitas layanan publik.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kadis Kesehatan Lombok Barat Hj. Eny Suryana, para Kepala OPD terkait, Direktur RSUD Tripat, Direktur RSUD Awet Muda, para Camat, Dokter Spesialis Anak, serta seluruh Kepala Puskesmas se-Lombok Barat.

Bupati LAZ dalam sambutannya menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan pondasi penting pembangunan daerah. Ia meminta agar seluruh jajaran kesehatan memperkuat layanan promotif dan preventif sebagai strategi utama menekan angka kesakitan di masyarakat.

“Pencegahan adalah langkah paling efektif untuk melindungi masyarakat. Kita harus memastikan program kesehatan berjalan terukur, terpadu, dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya memperkuat deteksi dini, edukasi masyarakat, serta respons cepat terhadap temuan penyakit di lapangan. Menurutnya, keberhasilan pengendalian penyakit sangat bergantung pada kesiapan tenaga kesehatan dan koordinasi antar fasilitas kesehatan.

“Kita harus bergerak cepat, tepat, dan bersama-sama. Dengan soliditas dan komitmen semua pihak, Lombok Barat mampu menghadapi berbagai tantangan penyakit dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Bupati LAZ menegaskan bahwa bekerja dengan baik dan profesional merupakan modal utama setiap pegawai. Ia menekankan pentingnya menghargai setiap proses yang telah dijalankan oleh jajaran di lapangan, karena dari proses itulah lahir berbagai inovasi dan capaian.

“Agar seluruh pegawai melakukan evaluasi diri dan tidak perlu mengikuti pola kerja yang tidak relevan atau sekadar ikut-ikutan. Cukup bekerja dengan baik dan tunjukkan hasilnya. Itu modal utama Bapak/Ibu,” tegasnya.

Bupati LAZ berharap, Rakor ini dapat menghasilkan langkah konkret untuk memperbaiki tugas-tugas di bidang kesehatan, mengingat tantangan di Lombok Barat cukup besar dan membutuhkan kerja kolaboratif.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Lombok Barat Hj. Eny Suryana menegaskan bahwa Rakor ini menjadi ruang penting untuk menyamakan persepsi sekaligus mengevaluasi capaian program kesehatan daerah. Fokus utama diarahkan pada penguatan upaya pencegahan penyakit menular, pengendalian penyakit tidak menular, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak.

Ia menambahkan, seluruh program kesehatan tahun 2025 disusun sebagai platform koordinasi strategis yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Puskesmas, rumah sakit, lintas sektor, hingga mitra pembangunan, agar implementasi kebijakan kesehatan di Lombok Barat berjalan lebih terarah, terpadu, dan berdampak nyata bagi masyarakat, ungkapnya.

Kegiatan Rakor ini akan berlangsung selama tiga hari. Hari pertama melibatkan seluruh sektor terkait, hari kedua difokuskan pada pembahasan tematik untuk merumuskan kebijakan yang akan dilaksanakan bersama pada tahun 2026, sementara hari ketiga diarahkan untuk penyusunan rencana tindak lanjut.

Rakor ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Barat yang membahas dukungan program PKK dalam percepatan penurunan angka stunting dan penguatan layanan kesehatan lainnya, Koordinator Program RSMA Provinsi NTB, dan dokter spesialis anak.

Melalui Rakor ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berharap setiap fasilitas kesehatan dapat memperkuat kinerja, meningkatkan koordinasi, serta mempercepat pencapaian target-target kesehatan daerah agar masyarakat semakin terlindungi dan pelayanan kesehatan semakin berkualitas.

Credits: (Zul)

Meneguhkan Langkah, Menyatukan Arah: Lombok Barat Mantapkan Strategi Pembangunan Melalui Rakor Indikator Makro

Batulayar, Diskominfotik,
Kabupaten Lombok Barat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Strategi Pencapaian Indikator Makro sebagai upaya memperkuat sinergi lintas perangkat daerah dalam mewujudkan pembangunan yang terarah, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Rakor ini menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh program strategis daerah berjalan sesuai visi pembangunan Lombok Barat, dan digelar di Hotel Aruna Senggigi Kecamatan Batulayar, Kamis (11/12/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha (UNA), Sekda Lombok Barat H. Ilham, para Asisten, Staf Ahli Bupati, Para Kepala OPD, Camat, beserta para Kepala Bagian Setda Lobar.

Dalam sambutannya, Bupati LAZ menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan tidak ditentukan oleh banyaknya strategi, tetapi oleh kesungguhan dan konsistensi dalam bekerja.

“Tidak perlu terlalu banyak strategi. Yang paling penting adalah kemauan untuk bekerja dan menjalankan program secara optimal,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa misi pembangunan daerah harus tercermin dalam capaian nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan. Menurutnya, terdapat empat indikator utama yang harus menjadi fokus dan pegangan bagi seluruh perangkat daerah, yaitu: tidak boleh ada masyarakat yang putus sekolah; tersedianya dan meluasnya lapangan kerja; meningkatnya Usia Harapan Hidup (UHH); serta bertambahnya tingkat melek aksara masyarakat.

“Empat indikator ini adalah fondasi penting dalam mewujudkan Lombok Barat yang maju, mandiri, dan berkeadilan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati LAZ mendorong setiap ASN agar mempunyai target yang jelas dalam bekerja. Ia memberikan contoh sederhana dengan mencatat target dan menempelkannya pada tempat yang mudah terlihat, sehingga menjadi pengingat sekaligus pemacu kinerja harian.

“Kalau target selalu terlihat, kita akan lebih fokus dan terpacu untuk mencapainya,” tambahnya.

Pada kesempatan ini juga, Bupati LAZ menyampaikan kabar positif terkait tindak lanjut kebijakan bagi ASN PPPK paruh waktu. Berdasarkan informasi dari Menteri PAN-RB, pengaturan mengenai status ASN PPPK paruh waktu telah dibuka kembali sehingga memberikan kepastian bagi para pegawai yang selama ini menunggu regulasi lanjutan.

“Alhamdulillah, terkait nasib PPPK paruh waktu sudah dalam tahap penginputan oleh MenPAN-RB, minggu depan para pegawai sudah dapat mulai melengkapi berkas administrasi,” ungkapnya.

Seluruh rangkaian acara yang berjalan lancar dan khidmat ini mempertegas komitmen Pemkab Lombok Barat dalam memperkuat pencapaian indikator makro pembangunan sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi daerah “Sejahtera dari Desa”. Melalui koordinasi yang solid, program yang terarah, serta kinerja perangkat daerah yang semakin produktif, Pemda Lombok Barat optimis dapat menghadirkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Credits: (Maad Adnan/Zul)

Menuju Birokrasi Modern: Kepala Daerah se-NTB Sepakat Perkuat Manajemen Talenta ASN

Mataram, Diskominfotik,
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) bersama Pemerintah Kabupaten/Kota se-NTB mengadakan penandatanganan komitmen bersama terkait Akselerasi Pembangunan Manajemen Talenta Instansi di Wilayah Kerja Kantor Regional X BKN. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Lombok Astoria, Kota Mataram, Senin (08/12/2025), yang dirangkaikan dengan Musyawarah Perencanaan Pengembangan Kompetensi (Musrenbangkom) dan Rapat Koordinasi Kepegawaian Pemerintah Provinsi NTB.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) turut hadir dan menandatangani komitmen bersama dengan seluruh kepala daerah se-Nusa Tenggara Barat (NTB). Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola kepegawaian serta meningkatkan keselarasan kebijakan pengembangan kompetensi ASN di seluruh wilayah NTB.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh, Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal, Kepala Kantor Regional X BKN, serta utusan dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah Provinsi NTB dan Kabupaten/Kota, serta peserta Musrenbangkom.

Akselerasi pembangunan manajemen talenta ASN menjadi salah satu fokus utama Rakor tahun ini, yang diarahkan untuk mempercepat pembentukan aparatur yang profesional, adaptif, dan berdaya saing. Melalui komitmen bersama ini, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sepakat untuk memperkuat koordinasi serta memastikan implementasi kebijakan kepegawaian berjalan selaras, konsisten, dan terintegrasi di seluruh NTB.

Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan sinergi kelembagaan, menyelaraskan arah kebijakan pengembangan sumber daya manusia aparatur, serta memastikan setiap daerah menjalankan standarisasi manajemen talenta ASN secara berjenjang dan berkesinambungan. Seluruh rangkaian acara berlangsung lancar dalam suasana penuh kebersamaan, menegaskan komitmen seluruh pihak untuk terus memperkuat tata kelola kepegawaian yang profesional, terintegrasi, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik di daerah.

Credits: (Zul)

Perang Topat: Simbol Harmoni Abadi dan Jadi Ikon Toleransi Lombok Barat.

Lingsar, Diskominfotik,
Pulau Lombok tidak hanya memesona lewat bentang alamnya yang elok di setiap sudut, tetapi juga melalui kekayaan budaya yang tetap hidup dan terjaga lintas generasi. Salah satunya adalah tradisi sakral Pujawali dan Perang Topat, sebuah warisan budaya yang setiap tahun mampu menyedot perhatian masyarakat, baik dari dalam daerah, luar daerah, hingga mancanegara. Pada Kamis (4/12/2025), tradisi ini kembali digelar di Taman Pura Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, menghadirkan harmoni, doa, dan sukacita yang menyatu dalam perayaan budaya yang unik dan penuh makna tersebut.

Hadir dalam kegiatan Bupati Lombok Barat H.Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Gubernur Nusa Tenggara Barat, diwakili kadis Dikbud Prov. NTB, Pejabat dari Kementerian Pariwisata RI; Ketua TP PKK Prov. NTB; para Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Lombok Barat, Segenap Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Lombok Barat; Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Barat, para Ketua Organisasi Wanita Kabupaten Lombok Barat, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat, Direktur Politeknik Pariwisata Lombok, Para Kepala OPD, Direktur Utama PT. Bank NTB Syariah, Direktur Utama PT. AMGM, Kepala Museum Negeri NTB, para Camat se-Kabupaten Lombok Barat, Unsur Forkopimcam Kecamatan Lingsar, para Kepala Desa se-Kecamatan Lingsar, para General Manager Hotel dan Restaurant, Ketua Asosiasi Pariwisata, Ketua Majelis Adat Sasak, Ketua Panitia Pujawali Pura Lingsar, Panitia Acara Rarak Kembang Waru, Pemangku Kemaliq Lingsar, para tamu lpkal dan mancanegara, serta ribuan masyarakat yang memadati areal Pura Lingsar.

Dalam sambutannya, Bupati LAZ menegaskan bahwa tradisi ini bukan sekedar ritual tahunan atau festival budaya, tetapi merupakan simbol agung kerukunan dan toleransi di Kabupaten Lombok Barat.

Menurutnya, Pujawali dan Perang Topat sejak dahulu telah menjadi episentrum harmonisasi antara dua komunitas besar di Lombok, yaitu masyarakat Sasak yang beragama Islam dan masyarakat Bali yang beragama Hindu. Kedua komunitas ini, lanjutnya, telah lama hidup berdampingan dalam damai dan saling menghormati, menjadikan Lingsar sebagai ruang persatuan yang unik dan membanggakan.

“Perang Topat adalah wujud syukur atas hasil panen yang melimpah, terutama bagi para petani, sekaligus sarana untuk memohon keselamatan serta perlindungan dari berbagai malapetaka,” ujarnya.

Ia menambahkan, puncak acara berupa saling melempar ketupat bukanlah peperangan dalam arti sebenarnya, melainkan simbol kegotongroyongan, persaudaraan, dan semangat berbagi yang penuh kedamaian. Tradisi ini mengajarkan nilai luhur tentang kesederhanaan, kebersamaan, serta penghormatan terhadap keberagaman.

Bupati LAZ juga mengapresiasi pengakuan Perang Topat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Pengakuan tersebut mempertegas pentingnya tradisi ini untuk terus dirawat dan diwariskan kepada generasi muda.

“Melalui momentum Pujawali dan Perang Topat 2025 ini, saya mengajak kita semua, baik masyarakat Lombok Barat maupun para wisatawan, untuk meresapi makna filosofis di balik setiap rangkaian acara. Mari kita jadikan tradisi ini sebagai inspirasi dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.

Acara Pujawali dan Perang Topat di Pura Lingsar tahun ini kembali menjadi magnet budaya yang memperkuat identitas serta keharmonisan masyarakat Lombok Barat. Kegiatan ini merupakan cerminan kuat harmonisasi dua komunitas yang berbeda keyakinan namun hidup berdampingan dalam ikatan persaudaraan. Tradisi ini menjadi salah satu simbol paling otentik dari toleransi, moderasi beragama, dan persatuan di Pulau Lombok, nilai-nilai yang terus terjaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.

(Diskominfotik)
Credit : (Juan/Latif, Husni/Zul)

Pengawasan Menyeluruh, Kolaborasi Total : Bupati LAZ Tegaskan Komitmen Lawan BKC Ilegal.

Gerung, Diskominfotik,
Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Penanganan serta Pemusnahan Barang Kena Cukai (BKC) Hasil Tembakau Ilegal yang digelar di halaman Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Lombok Barat, Kamis (4/12/2025).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh unsur Forkopimda Kabupaten Lombok Barat, para Asisten, Staf Ahli, Kasat pol PP Lobar, Kepala OPD, Dandenpom IX/2 Mataram, Kepala Kantor Bea Cukai Mataram, Kapolres Lombok Barat, Kepala KPKNL Mataram, Direktur PT AMGM, para camat, serta para pedagang rokok.

Dalam sambutannya, Bupati LAZ menyampaikan apresiasi kepada Satpol PP dan seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan pemusnahan BKC ilegal ini dapat terlaksana dengan baik. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kesehatan masyarakat.

“Pemusnahan barang kena cukai ilegal ini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat dan memastikan ketertiban di wilayah kita,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya di tingkat bawah, tetapi juga pada titik-titik distribusi utama. Dermaga dan jalur masuk lainnya, harus menjadi fokus pengamanan untuk memastikan tidak ada celah bagi peredaran BKC ilegal. “Dengan pengawasan yang kuat dan kolaborasi semua pihak, kita dapat melindungi masyarakat serta menjaga marwah penegakan aturan di daerah.” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati LAZ menegaskan bahwa barang-barang yang dimusnahkan ini memiliki dampak negatif yang sangat serius, mulai dari ancaman terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat, kerugian bagi perekonomian negara maupun daerah, hingga memicu meningkatnya tindak pidana peredaran barang ilegal. Karena itu, langkah pemusnahan ini bukan sekadar penegakan aturan, tetapi juga wujud nyata komitmen pemerintah dalam melindungi kepentingan publik. Ia juga berharap sinergi yang telah terbangun antara pemerintah, aparat penegak hukum, pelaku usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat.

“Untuk kita semua agar lebih teliti dan peduli terhadap setiap barang yang dibeli dan dikonsumsi. Dengan peningkatan kesadaran dan partisipasi bersama, kita optimistis peredaran BKC ilegal di Lombok Barat dapat ditekan secara signifikan.” harapnya.

Sementara itu, Kasat Pol PP Lombok Barat, I Ketut Rauh menyampaikan bahwa Kabupaten Lombok Barat menjadi wilayah dengan perolehan penyitaan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal terbanyak di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hal ini menunjukkan keseriusan sekaligus tantangan besar dalam upaya pemberantasan peredaran rokok ilegal di daerah. Ia menegaskan pentingnya membangun kesadaran kolektif agar masyarakat tidak lagi terlibat dalam praktik jual beli maupun distribusi rokok ilegal.

“Intinya, yang menjual jangan menjual, yang memakai jangan memakai, dan yang distributor jangan mendistribusikan. Kesadaran ini harus tumbuh dari diri kita masing-masing, karena tanpa itu, kita tidak akan mampu membantu banyak orang,” tegasnya.

Rauh juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan pemusnahan BKC ilegal ini. Menurutnya, kegiatan tersebut digelar secara terbuka agar tidak ada prasangka negatif terhadap Sat Pol PP dalam proses pemusnahan barang bukti.

Seluruh rangkaian acara berjalan kondusif, kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan berita acara oleh Kasat pol PP Lombok Barat dengan Kepala Bea Cukai Mataram, dilanjutkan dengan prosesi pemusnahan barang bukti secara terbuka sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah dalam penegakan aturan di bidang cukai. Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menegaskan komitmennya untuk terus menjaga ketertiban, keamanan, dan perlindungan masyarakat di seluruh wilayah.

(Diskominfotik)
Credit : (Zul/Fery)

Menggurat Jejak Baru : Dekranasda Resmi Dilantik, Kreativitas Lokal Siap Mendunia

Gerung, Diskominfotik,
Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) secara resmi melantik Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lombok Barat Periode 2025-2030. Pelantikan digelar di Aula Kantor Bupati Lombok Barat, Senin (1/12/2025), Momentum ini sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam mendukung tumbuhnya industri kreatif sebagai pilar penting peningkatan perekonomian masyarakat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pelantikan Dekranasda dihadiri oleh Ketua Dekranasda Provinsi NTB Sinta Agatha Soedjoko Iqbal, Ketua Dekranasda Kabupaten Lombok Barat Hj. Ayu Indra Rukmana Zaini, Ketua DWP Lobar Hj. Erni Zuhara Ilham, para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, para Camat, Perwakilan organisasi wanita, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua dan jajaran pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa pelantikan ini harus menjadi momentum penting dalam memperkuat peran Dekranasda sebagai motor penggerak industri kerajinan daerah yang selaras dengan program pemberdayaan UMKM serta peningkatan daya saing produk lokal Lombok Barat.

“Mari berbuat lebih banyak untuk mengangkat kerajinan khas Kabupaten Lombok Barat dengan menguatkan identitas dan ciri khas produk lokal,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus berkolaborasi dan bersinergi dengan pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan dalam mendorong perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi produk kerajinan khas Lombok Barat, sehingga mampu memiliki nilai saing yang lebih kuat di tingkat daerah maupun nasional.

Lebih lanjut, Bupati LAZ meminta OPD terkait untuk memberikan pendampingan berkelanjutan kepada para perajin, termasuk mendorong mereka mempelajari kembali sejarah kerajinan Lombok Barat sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas dan nilai produksi kerajinan lokal.

“Mari kita terus bersinergi agar kerajinan di Kabupaten Lombok Barat mampu memajukan perekonomian daerah dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui UMKM dan IKM,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Bunda Sinta Iqbal, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Pengurus Dekranasda Kabupaten Lombok Barat yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru dapat memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten, khususnya dalam upaya pemberdayaan para pengrajin daerah.

“Mari kita bersama menyelesaikan pekerjaan rumah kita dengan lebih banyak mengangkat pengrajin, terutama yang berada di daerah pelosok dan terpencil, serta memberikan pelatihan mengenai sejarah kerajinan agar mampu bersaing dengan produk daerah lain,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Hj. Ayu Indra Rukmana Zaini, yang baru saja dilantik sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Lombok Barat, menegaskan bahwa kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan warna baru serta memperkuat sinergi antara Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Barat. Ia juga menekankan pentingnya meneruskan semangat pemberdayaan UMKM sebagai salah satu program utama Dekranasda.

“Saya dan seluruh Pengurus Dekranasda akan terus membantu para pengrajin di Kabupaten Lombok Barat. Dengan semangat kolaboratif dan kepengurusan yang solid, Dekranasda Lombok Barat optimistis mampu membawa industri kreatif lokal semakin berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” harapnya.

Dengan pelantikan kepengurusan baru ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berharap Dekranasda mampu menjadi penggerak utama dalam memajukan industri kerajinan lokal melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, para pengrajin, serta seluruh pemangku kepentingan. Penguatan identitas kerajinan khas daerah, peningkatan kualitas produk, hingga perlindungan HAKI menjadi fokus strategis untuk mendorong UMKM dan IKM Lombok Barat lebih berdaya saing. Seluruh rangkaian acara berlangsung khidmat dan lancar.

(Diskominfotik)
Credit : (Baiq Ria/Zul)

Bupati LAZ Bangkitkan Semangat Pengabdian Wujudkan Birokrasi yang Adaptif, Humanis, dan Berintegritas

Gerung, Diskominfotik,
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-54 di Bencingah Agung Kantor Bupati Lombok Barat, Senin (1/12/2025). Peringatan tahun ini mengusung tema “Bersatu Berdaulat Bersama KORPRI Dalam Mewujudkan Indonesia Maju.”

Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) hadir memimpin jalannya upacara yang diikuti oleh Wakil Bupati Hj. Nurul Adha, para kepala OPD serta jajaran ASN dan Non ASN Lingkup Kantor Bupati Lombok Barat. Momentum HUT KORPRI kali ini menjadi ajang penguatan komitmen aparatur pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, profesionalisme, dan integritas birokrasi.

Dalam amanatnya, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Lombok Barat serta seluruh pihak yang telah bertugas dan berpartisipasi pada Upacara Peringatan HUT KORPRI ke-54 pada pagi hari tersebut. Ia menegaskan bahwa peringatan HUT KORPRI bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk meneguhkan kembali semangat pengabdian ASN sebagai garda terdepan pelayanan publik.

Ia juga menekankan bahwa melalui tema “Bersatu Berdaulat Bersama KORPRI Dalam Mewujudkan Indonesia Maju,” seluruh aparatur pemerintah diharapkan mampu bekerja dengan hati, terus berinovasi, dan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.

“Di bawah kepemimpin saya bersama Wakil Bupati Hj. Nurul Adha, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat akan terus mendorong terbentuknya birokrasi yang adaptif, humanis, profesional, dan berorientasi pada hasil,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati LAZ menyampaikan bahwa tantangan birokrasi ke depan akan semakin kompleks. Ia menegaskan bahwa transparansi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan di era pelayanan modern. Masyarakat menuntut layanan yang lebih cepat, mudah, dan transparan, sehingga aparatur dituntut untuk terus beradaptasi.

Pada momentum HUT KORPRI ke-54 ini, Ia mengajak seluruh anggota KORPRI untuk memperkuat profesionalisme dan kompetensi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta senantiasa menjaga kode etik dan marwah profesi sebagai aparatur negara.

“Oleh karenanya, marilah melalui kesempatan ini kita tekankan pentingnya budaya kerja yang produktif, inovatif, dan kolaboratif,” tegasnya.

Peringatan HUT KORPRI ke-54 yang jatuh pada 29 November 2025 ini berjalan khidmat, sederhana namun penuh makna. Dengan semangat HUT KORPRI ke-54, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menegaskan komitmennya untuk memperkuat profesionalisme dan integritas ASN dalam mendukung pembangunan daerah. Momentum ini diharapkan menjadi pendorong bagi seluruh aparatur untuk bekerja lebih solid, lebih cepat, dan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa KORPRI adalah pilar penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan melayani demi terwujudnya Lombok Barat yang maju, mandiri dan berkeadilan.

(Diskominfotik)
Credit : (Baiq Ria/Husni/Zul)

Bupati LAZ: CFN Gerung, Ruang Kebersamaan yang Terus Menghidupkan Kota

Gerung, Diskominfotik.
Car Free Night (CFN) Kabupaten Lombok Barat kembali menjadi ruang kebersamaan dan hiburan bagi masyarakat pada Sabtu malam (29/11/2025). Setiap akhir pekan, kawasan pusat pemerintahan di Taman Kota Giri Menang berubah menjadi pusat energi positif, kreativitas, dan kebanggaan warga. Gelaran ini terus tumbuh menjadi simbol hidupnya ibu kota Gerung.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Lombok Barat H. Lali Ahmad Zaini, Wakil Bupati Hj. Nurul Adha, Sekda Lobar H. Ilham, Ketua TP-PKK Ny. Hj. Ayu Indra Rukmana Zaini, Ketua DWP Lobar Ny. Hj. Erni Zuhara Ilham, para Asisten Setda Lobar, Kepala OPD, pengurus DWP, serta ribuan masyarakat yang menikmati berbagai hiburan, kuliner, dan penampilan tiga finalis CFN Idol.

Dalam sambutannya, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) mengungkapkan kebanggaannya atas konsistensi dan antusiasme masyarakat dalam memeriahkan CFN. Menurutnya, ramainya kegiatan ini merupakan bukti bahwa semangat kolaborasi telah menghidupkan Kota Gerung sebagai ruang kebersamaan dan pusat aktivitas baru yang dinamis.

“Sampai saat ini Car Free Night dan Car Free Day bisa terlaksana secara konsisten setiap malam minggu. Bahkan banyak komunitas yang masih menunggu giliran tampil karena penuhnya agenda. Ini pertanda bahwa minat masyarakat luar biasa dan komitmen kita bersama untuk terus menghadirkan kegiatan positif sangat tinggi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tingginya partisipasi masyarakat adalah sumber energi baru bagi pemerintah daerah.

“Kami tidak pernah membayangkan CFN akan seramai dan sehidup ini. Terima kasih kepada seluruh masyarakat atas dukungannya. Inilah spirit yang membuat kami terus berkreasi, menghadirkan hiburan demi hiburan agar ibu kota Lombok Barat semakin berkembang,” ungkapnya penuh semangat.

Ia juga menyoroti dan memberikan apresiasi kepada Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lombok Barat yang turut memeriahkan CFN dengan penampilan fashion show.

“Terima kasih kepada Dharma Wanita yang mengisi kegiatan malam ini. Setiap malam minggu kita akan terus menghadirkan berbagai kegiatan yang lebih meriah lagi,” ujarnya.

Lebih jauh, Bupati LAZ menyampaikan bahwa dukungan dari seluruh pihak telah membuat pelaksanaan CFN dan CFD semakin berkembang dari waktu ke waktu. Ia optimistis kegiatan ini akan semakin ramai, terlebih dengan berbagai proyek pembangunan yang tengah berjalan di kawasan Gerung.

“Mudah-mudahan ke depan CFN semakin ramai, apalagi nanti koloseum sudah selesai, alun-alun kota selesai, serta jogging track juga selesai. Bahkan selama bulan Ramadan nanti, kita berencana menghadirkan Hasanah Ramadan agar Gerung tetap hidup dan ramai setiap hari,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh stakeholder bersama seluruh elemen masyarakat dapat terus bersinergi dan bergandengan tangan membangun kota Gerung.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Mari kita terus berkolaborasi menghadirkan berbagai kegiatan yang menghidupkan ibu kota Gerung. Pemerintah akan terus berikhtiar untuk selalu bersama masyarakat demi meningkatkan kesejahteraan bersama,” harapnya.

Pada gelaran CFN pekan ini, salah satu penampilan hiburan yang paling menyedot perhatian adalah fashion show Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lombok Barat. Tampil anggun dengan pesan kuat tentang pelestarian budaya, peragaan busana tersebut mengusung tema “Pesona Wastra Lombok Barat.” Para Ketua DWP UP OPD dan Kecamatan memperagakan kain tenun lokal yang dipadukan dengan desain tradisional-modern. Motif songket, sesek, serta ragam tenun khas daerah ditampilkan dengan penuh kebanggaan, sekaligus menjadi ruang promosi bagi UMKM pengrajin wastra Lombok Barat.

Gemuruh tepuk tangan penonton yang memadati Taman Kota Giri memeriahkan seluruh rangkaian acara. CFN kembali membuktikan bahwa ketika pemerintah dan masyarakat bersatu, ibu kota Lombok Barat bukan hanya hidup, melainkan terus tumbuh menjadi pusat kreativitas, budaya, dan kebersamaan.

(Diskominfotik)
Credits : (Angge/Juan, Latif/Zul)

1 2 3 50