Semarak Senggigi, Hangatnya Tradisi: Lebaran Topat 2026 Menyatukan Spirit, Budaya, dan Pariwisata

Batulayar, Diskominfotik,
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar tradisi tahunan Lebaran Topat 2026 yang dipusatkan di kawasan Amphitheater Senggigi, Kecamatan Batulayar, Sabtu (28/03/2026). Pemilihan lokasi ini menghadirkan suasana yang lebih representatif sekaligus memperkuat daya tarik wisata, tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat.

Perayaan tahun ini terasa istimewa dengan kehadiran langsung Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Muhammad Iqbal, bersama Ibu Gubernur Hj. Sinta Agathia Iqbal, Turut hadir Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Wakil Bupati Hj. Nurul Adha (UNA), jajaran Forkopimda, Kejati NTB, Pj. Sekda Lobar, Ketua TP PKK Lobar, para Asisten, Kepala OPD, Camat, Kepala desa se-Batulayar, hingga masyarakat lokal dan wisatawan mancanegara.

Kehadiran para pemimpin daerah hingga masyarakat lintas kalangan ini semakin menegaskan bahwa Lebaran Topat tahun ini bukan hanya tradisi budaya, tetapi juga momentum kebersamaan yang memperkuat identitas daerah sekaligus mengangkat Lombok Barat sebagai destinasi wisata unggulan.

Dalam sambutannya, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Barat atas keberhasilan melaksanakan salah satu tradisi sakral, yakni perayaan Lebaran Topat yang mampu menyedot antusiasme masyarakat, baik lokal maupun mancanegara.

Ia menegaskan, meskipun perayaan Lebaran Topat terus mengalami evolusi dari sisi kemasan dan penyelenggaraan, namun prosesi serta nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya tetap terjaga. Menurutnya, di balik tradisi ini tersimpan makna mendalam yang tercermin dari simbol ketupat dengan empat sisi.

“Lebaran bermakna selesai dari ibadah puasa, baik 30 hari di bulan Ramadan maupun tambahan enam hari di bulan Syawal. Luberan berarti berbagi dengan sesama, Leburan dimaknai sebagai melebur dosa dan saling memaafkan, sementara Labur berarti disucikan, kembali pada fitrah sebagai pribadi yang bersih,” jelasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terus menghadirkan sentuhan baru dalam perayaan Lebaran Topat tanpa meninggalkan akar tradisinya. Di tengah semarak kegiatan tahun ini, Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), menegaskan bahwa Lebaran Topat bukan sekadar perayaan, melainkan warisan leluhur masyarakat Lombok yang sarat nilai spiritual dan sosial. Ia menjelaskan, Lebaran Topat diperingati setiap 8 Syawal, tepat sepekan setelah Idulfitri. Tradisi ini telah mengakar kuat, ditandai dengan ziarah ke makam para ulama, doa bersama, hingga kebersamaan masyarakat yang memadati kawasan pantai, khususnya di wilayah Kecamatan Batulayar.

Namun tahun ini, nuansa perayaan terasa lebih hidup dan variatif. Berbagai atraksi budaya, termasuk parade kreatif yang melibatkan pelaku pariwisata seperti hotel dan resort, turut meramaikan suasana. Menurut Bupati LAZ, langkah ini merupakan bagian dari upaya menjadikan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah.

Lebih dari itu, ia menekankan bahwa setiap event harus mampu menggerakkan ekonomi masyarakat kecil. Kehadiran UMKM di setiap titik kegiatan diharapkan dapat tumbuh dan berkembang, sehingga berdampak langsung pada pengurangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Setiap kegiatan budaya harus memiliki tiga dimensi utama, yakni menjadi daya tarik wisata, meningkatkan jumlah kunjungan, serta berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah,” ujarnya.

Pemindahan lokasi perayaan ke kawasan Senggigi juga menjadi strategi menghadirkan suasana baru yang lebih representatif. Dengan konsep yang lebih terbuka dan penataan yang lebih baik, serta daya tarik wisata yang kuat, perayaan Lebaran Topat 2026 diharapkan semakin semarak dan mampu menarik lebih banyak pengunjung.

Seluruh rangkaian acara yang berlangsung meriah dan penuh kebersamaan ini menegaskan bahwa Lebaran Topat bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ruang yang menyatukan nilai spiritual, budaya, dan semangat kebersamaan masyarakat. Dari Amphitheater Senggigi, harmoni itu terpancar, menghadirkan harapan baru di mana tradisi tetap lestari, pariwisata kian berkembang, dan kesejahteraan masyarakat terus tumbuh, menguatkan langkah Lombok Barat menuju masa depan yang lebih baik.

(Diskominfotik/Wir/Tim IKP/Zul)

Silaturahmi Hangat di Nurul Hakim, Bupati LAZ Dorong Kolaborasi dan Kemandirian Pesantren

Kediri, Diskominfotik,
Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menghadiri kegiatan Halal Bihalal dan Temu Alumni Ikatan Keluarga Ponpes Nurul Hakim di Kampus 1 KMMI Putri / Pondok Timur Yayasan Nurul Hakim Kediri Kabupaten Lombok Barat, Kamis (26/03/2026). Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan pesantren.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha (UNA), jajaran Forkopimda, Anggota DPR RI Dapil NTB, Pimpinan dan Pengasuh Ponpes, para Guru, serta ratusan alumni Ponpes Nurul Hakim yang datang dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Lombok Barat yang akrab disapa Bapak LAZ tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar alumni Ponpes Nurul Hakim. Ia menegaskan pentingnya mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki pondok pesantren, khususnya kekuatan jaringan alumni. Ia meyakini, jika potensi tersebut diinventarisasi dan dikelola secara terarah, maka percepatan kemajuan pesantren akan lebih mudah dicapai.

“Pondok pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memiliki peran penting dalam mencetak generasi berilmu dan berakhlak, dan Ponpes Nurul Hakim sendiri adalah tempat yang luar biasa, yang telah banyak mencetak generasi hebat untuk daerah khususnya di Lombok Barat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati LAZ mendorong pengelola pondok pesantren untuk terus berinovasi, khususnya dalam pengelolaan sumber pendapatan. Ia mengajak seluruh alumni ponpes untuk berkolaborasi dalam membangun kemandirian ekonomi pesantren demi mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, keberadaan alumni yang kini tersebar di berbagai sektor, termasuk legislatif dan bidang strategis lainnya, merupakan kekuatan besar yang harus diintegrasikan untuk mendukung pembangunan pesantren, baik dari sisi infrastruktur maupun pengembangan kualitas pendidikan.

“Mari kita kelola potensi yang ada secara bersama-sama. Dengan kolaborasi yang kuat, kita bisa menghadirkan sumber pendapatan yang berkelanjutan untuk kemajuan pondok pesantren,” jelasnya.

Di akhir sambutannya, Bupati LAZ mengajak seluruh elemen dan keluarga besar pondok pesantren untuk terus menghadirkan gagasan-gagasan inovatif dalam membangun pesantren yang mandiri dan berdaya saing.

“Ini saatnya kita berpikir berbeda. Jangan lagi menggunakan pola lama untuk menghadapi tantangan baru. Dengan kebersamaan dan visi yang sama, saya yakin pesantren bisa menjadi pusat peradaban yang kuat, baik secara pendidikan maupun ekonomi,” harapnya.

Kegiatan halal bihalal dan temu alumni ini pun ditutup dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan. Silaturahmi yang terjalin tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga memperkuat tekad seluruh elemen untuk terus berkontribusi dalam memajukan Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri yang diyakini akan terus tumbuh sebagai pusat pendidikan unggulan yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan berdaya saing bagi Lombok Barat dan Indonesia

(Diskominfotik/Bq. Ria/Fery/Zul)

Merajut Silaturahmi, Menguatkan Pengabdian: Halal Bihalal Pemkab Lombok Barat Bangun Semangat Baru Pelayanan

Gerung, Diskominfotik,
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar kegiatan halal bihalal di Bencingah Agung Kantor Bupati, Rabu (25/03/2026). Momentum ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus refleksi bersama bagi seluruh jajaran pemerintah daerah usai menjalani bulan suci Ramadan.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Wakil Bupati Hj. Nurul Adha (UNA), Penjabat Sekretaris Daerah H. Akhmad Saikhu, para asisten, staf ahli, kepala OPD, serta ASN dan PPPK lingkup Pemkab Lombok Barat.

Dalam sambutannya, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, seraya mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan nilai-nilai Ramadan sebagai fondasi dalam bekerja dan melayani masyarakat. Ia menekankan bahwa Ramadan telah melatih kedisiplinan, terutama dalam menghargai waktu dan menuntaskan tanggung jawab secara efektif. Menurutnya, pekerjaan yang dapat diselesaikan dengan cepat tidak seharusnya ditunda, karena profesionalitas aparatur tercermin dari komitmen terhadap waktu dan tugas.

Selain itu, Bupati LAZ juga menyoroti pentingnya kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari. Hal sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan kerja hingga memberi contoh yang baik dinilai sebagai bagian dari kepemimpinan yang nyata.

“Perubahan harus dimulai dari diri sendiri, terutama dari pimpinan, dengan memberi teladan, bukan sekadar arahan,” pesannya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh ASN untuk terus membangun budaya kerja yang produktif, tidak sekadar rutinitas, tetapi menghadirkan inovasi dan perbaikan berkelanjutan. Kebersamaan, kekompakan, dan semangat melayani merupakan kunci dalam mewujudkan Lombok Barat yang maju, mandiri, dan berkeadilan.

Menutup sambutannya, Bupati LAZ mengingatkan pentingnya menjaga niat tulus dalam mengemban amanah, serta menjadikan nilai-nilai Ramadhan sebagai kebiasaan yang istiqomah dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan kebersamaan dan komitmen untuk terus berbuat baik, insya Allah setiap langkah kecil yang kita lakukan akan membawa perubahan besar bagi daerah yang kita cintai,” tutupnya.

Kegiatan halal bihalal ini pun menjadi penguat komitmen bersama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan tidak hanya berhenti pada momentum seremonial, tetapi berlanjut dalam langkah nyata di setiap lini pemerintahan.

Seluruh rangkaian acara yang berjalan khidmat dan penuh rasa kebersamaan ini membawa sikap optimistis Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang disiplin, responsif, dan humanis, sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antar aparatur demi mewujudkan Lombok Barat yang semakin maju, mandiri dan berkeadilan.

(Diskominfotik/Tim IKP/Zul)

Idulfitri di Pusat Pemerintahan Lobar: Bupati LAZ Hidupkan Tradisi, Perkuat Harmoni dan Kebersamaan

Gerung, Diskominfotik
Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti pusat pemerintahan Kabupaten Lombok Barat pada perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H. yang digelar di Bencingah Agung Kantor Bupati, Sabtu (21/03/2026). Kebersamaan yang terjalin menjadi gambaran kuatnya harmoni antara pemerintah dan masyarakat dalam merayakan hari kemenangan.

Hadir dalam momentum penuh makna ini Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Wakil Bupati Hj. Nurul Adha (UNA), Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK Lobar, para Kepala OPD, serta ASN dan PPPK, serta ribuan masyarakat memadati kawasan tersebut untuk ikut melaksanakan Sholat Idul fitri

Pelaksanaan Sholat Idul fitri di pusat pemerintahan ini kembali dihidupkan sebagai tradisi oleh Bupati LAZ. Lebih dari sekadar ibadah, kegiatan ini menjadi simbol upaya menghadirkan ruang publik yang hidup, inklusif, dan sarat nilai kebersamaan di jantung pemerintahan.

Dalam sambutannya sebelum pelaksanaan sholat idul fitri, Bupati LAZ menyampaikan refleksi mendalam tentang makna Ramadan sebagai ruang pembelajaran spiritual. Ia menegaskan bahwa dua nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun Lombok Barat ke depan. Menurutnya, pembangunan tidak hanya bertumpu pada program dan kebijakan, tetapi juga pada karakter dan kepedulian setiap individu.

“Bulan suci telah mendidik dan menempa kita selama satu bulan untuk menumbuhkan kesabaran dan kepekaan sosial yang harus kita bawa dalam bekerja dan melayani. Membangun Lobar membutuhkan pengorbanan dan komitmen dari kita semua,” ujarnya.

Lebih jauh, Bupati LAZ menekankan pentingnya menjaga etos kerja dan kedisiplinan yang telah terasah selama Ramadan. Semangat tersebut diharapkan terus mengalir dalam setiap lini pelayanan publik demi mewujudkan Lombok Barat yang maju, mandiri, dan berkeadilan.

“Etos kerja yang tinggi dan kedisiplinan ditempa sebulan penuh selama bulan ramadhan. Ini merupakan modal besar untuk mewujudkan Lobar yang maju, mandiri, dan berkeadilan,” tegasnya.

Dalam nuansa Idul fitri yang sarat dengan nilai silaturahmi, Bupati LAZ juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mempererat persaudaraan, menjaga kebersamaan, serta menghidupkan semangat gotong royong.

Ia mengaskan, komitmenmen pemerintah akan menjadikan kawasan kantor bupati sebagai pusat penyelenggaraan Sholat Idul Fitri setiap tahun. Kebijakan ini diharapkan mampu menghidupkan kembali Kota Gerung sebagai pusat aktivitas masyarakat sekaligus memperkuat identitas daerah.

“Perayaan Idulfitri selanjutnya akan selalu kita laksanakan di kawasan kantor bupati sebagai upaya menghidupkan silaturahmi dengan masyarakat dan menguatkan Gerung sebagai ibu kota,” tegasnya.

Kebijakan ini menjadi cerminan kepemimpinan yang humanis, mendekatkan pemerintah dengan masyarakat serta menghadirkan ruang pemerintahan bukan hanya sebagai simbol birokrasi, tetapi juga sebagai ruang kebersamaan yang sarat nilai religius.

Seluruh rangkaian acara yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan ini pun menjadi momentum penting, bukan sekadar perayaan semata. Lebih dari itu, Idulfitri kali ini mengingatkan bahwa kebersamaan, kepedulian, dan nilai-nilai spiritual adalah fondasi utama dalam melangkah bersama membangun Lombok Barat yang lebih baik di masa depan.

(Diskominfotik/Angga/Zul)

27 Kafilah, Satu Gema Takbir: Gerung Bangkit Jadi Ikon Religi dan Kebersamaan

Gerung, Diskominfotik,
Malam kemenangan di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) berlangsung meriah dan penuh makna. Ribuan warga tumpah ruah memadati Alun-Alun Giri Menang Park (GMP) untuk menyaksikan Festival Gema Takbir 2026 yang digelar pada Jumat malam (20/03/2026).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), didampingi Wakil Bupati Hj. Nurul Adha (UNA), Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli, Ketua TP PKK Lombok Barat, Kepala OPD, Dirut PTAM Giri Menang, serta dihadiri ribuan masyarakat yang antusias merayakan malam kemenangan bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati LAZ menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada semua pihak dan partisipasi aktif masyarakat yang begitu tinggi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menilai, kemeriahan malam takbiran ini merupakan cerminan nyata dari kuatnya semangat gotong royong dan kecintaan masyarakat terhadap syiar Islam.

“Ini adalah hasil nyata dari kerja keras, dedikasi, dan semangat kebersamaan masyarakat. Proses pembuatannya yang memakan waktu berhari-hari menjadi bukti kecintaan mendalam masyarakat Lombok Barat terhadap syiar Islam dan keinginan untuk memberikan yang terbaik pada malam kemenangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati LAZ menegaskan bahwa penyelenggaraan Festival Gema Takbir ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mentransformasi dan menghidupkan Kota Gerung sebagai ikon keramaian dan pusat aktivitas masyarakat.

“Melalui gema takbir yang berkumandang dan kreativitas yang ditampilkan, kegiatan ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga simbol persatuan, kebersamaan, serta harapan akan Lombok Barat yang semakin religius, dan penuh keberkahan.” ungkapnya.

Sebanyak 27 kafilah yang berasal dari lima kecamatan perwakilan yakni Kecamatan Gerung, Lembar, Kuripan, Labuapi, dan Lingsar. Kreativitas tinggi terlihat dengan replika-replika bangunan suci yang megah, mulai dari miniatur masjid dengan arsitektur detail, replika Ka’bah, hingga mushaf Al-Qur’an berukuran besar. Parade ini dimulai dari titik awal di Taman Kehati dan bergerak menyusuri koridor utama perkantoran daerah sebelum akhirnya mencapai garis finis di Taman Kota Giri Menang.

Setiap langkah kafilah diiringi dengan lantunan gema takbir yang dilantunkan oleh para peserta, yang jumlahnya dibatasi maksimal 50 orang per-kafilah guna menjaga ketertiban. Perpaduan antara visual miniatur yang artistik dan suara takbir yang bersahutan menciptakan suasana yang kian semarak sekaligus syahdu.

Gerung kini tidak lagi sekadar pusat administrasi, tetapi telah bertransformasi menjadi ruang hidup yang menghadirkan denyut kebersamaan masyarakat. Alun-Alun Giri Menang Park (GMP) pun kian mengukuhkan perannya sebagai jantung aktivitas publik—tempat bertemunya kreativitas, nilai religius, dan semangat kebersamaan dalam satu harmoni yang membanggakan.

Festival Gema Takbir 2026 bukan hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga menegaskan arah baru Gerung sebagai ikon daerah yang tumbuh dinamis. Dalam gema takbir yang berkumandang, tersimpan optimisme besar bahwa Gerung akan terus berkembang sebagai pusat peradaban dan destinasi pariwisata religi di Kabupaten Lombok Barat, yang menghadirkan keberkahan bagi seluruh masyarakatnya.

(Diskominfotik/Wir/Zul)

Hangatnya Berbagi di GMS, Semangat Kebersamaan Warnai Kick Off HUT ke-68 Lombok Barat

Gerung, Diskominfotik.
Suasana di Bundaran Giri Menang Square (GMS) tampak berbeda dari biasanya. Kawasan ini dipadati masyarakat dalam kegiatan Kick Off launching Hari Ulang Tahun ke-68 Kabupaten Lombok Barat yang digelar pemerintah daerah, Selasa (17/03/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian awal dalam menyambut hari jadi daerah. Dalam momentum penuh kebersamaan ini, pemerintah daerah membagikan sekitar 4.000 paket takjil kepada para pengendara yang melintasi kawasan tersebut. Aksi berbagi ini pun disambut hangat oleh masyarakat yang tengah bersiap menyambut waktu berbuka puasa.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) bersama Wakil Bupati Hj. Nurul Adha (UNA), Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, camat, serta seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tidak hanya hadir secara simbolis, Bupati dan Wakil Bupati bersama para perangkat daerah juga turun langsung ke jalan untuk membagikan takjil kepada para pengendara yang melewati jalur GMS.

Dalam sambutannya, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak atas suksesnya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa rangkaian peringatan HUT ke-68 ini dirancang untuk membuka ruang kreativitas masyarakat, meskipun di tengah keterbatasan anggaran.

“Walaupun kondisi ekonomi saat ini membuat pemerintah membatasi kegiatan, namun peringatan ini lebih menonjolkan kolaborasi dari semua pihak. Kita ingin mendorong para kreator untuk menunjukkan karya terbaiknya,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, salah satu program unggulan yang dihadirkan adalah lomba video klip Mars Lombok Barat yang ditujukan bagi para konten kreator lokal. Selain itu, tradisi tahunan seperti zikir dan doa bersama tetap dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang daerah.

Pemerintah daerah menghadirkan inovasi kegiatan seperti night run dan hiburan rakyat yang mengambil rute di kawasan Dasan Geres. Rute ini sengaja dipilih untuk memperkenalkan wajah baru penataan kota, termasuk jalur yang telah dipercantik dengan penerangan jalan.

“Rute kegiatan Night Run sengaja didesain melewati titik-titik perubahan di Gerung, seperti di jalur Dasan Geres yang sudah terang benderang dengan puluhan lampu jalan sebagai bagian dari promosi daerah,” ungkapnya.

Kegiatan ini mengusung tema besar “Patju Begawean”, sebuah frasa yang merepresentasikan semangat kerja keras, ketekunan, dan dedikasi tanpa henti dan menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk terus hadir dan dekat dengan masyarakat, khususnya dalam momentum kebersamaan di bulan Ramadan sekaligus menyambut hari jadi daerah.

Di penghujung acara, pembagian takjil kembali dilakukan kepada para pengendara yang melintas di sekitar Giri Menang Square. Ribuan kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga kendaraan besar, terpantau memadati kawasan tersebut. Antusiasme masyarakat pun terlihat jelas, menghadirkan suasana hangat, penuh kebersamaan, dan semangat menyambut hari jadi Lombok Barat ke-68.

(Diskominfotik/Tim IKP/Zul)

Pemkab Lombok Barat dan Forkopimda Imbau Masyarakat Jaga Toleransi Saat Idul Fitri dan Nyepi

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bersama seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lombok Barat mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga toleransi dan saling menghormati dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi tahun ini.

Momentum dua hari besar keagamaan yang berlangsung bersamaan ini diharapkan menjadi kesempatan bagi masyarakat Lombok Barat untuk menunjukkan sikap saling menghargai antar umat beragama serta menjaga kerukunan yang selama ini telah terjalin dengan baik.

Pemerintah daerah juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kekompakan, menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif selama rangkaian perayaan berlangsung.

Diharapkan masyarakat Lombok Barat dapat terus memperkuat persatuan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Mari terus bersatu untuk mewujudkan Lombok Barat yang Maju, Mandiri, dan Berkeadilan.

Cahaya Nuzulul Qur’an Menguatkan Komitmen Pemkab Lombok Barat Membangun dari Desa

Gerung, Diskominfotik,
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H yang berlangsung di Bencingah Agung Kantor Bupati Lombok Barat, Kamis (12/03/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai momentum untuk memperkuat nilai keimanan, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan dan pelaksanaan tugas pemerintahan.

Peringatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha (UNA), Pj. Sekda Lombok Barat H. Akhmad Saikhu, unsur Forkopimda, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, Ketua TP PKK Lombok Barat, Kepala OPD, para Camat, Dirut PTAM Giri Menang, Ketua Baznas Lombok Barat, serta para ASN dan PPPK lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

Dalam sambutannya, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H dapat terselenggara dengan baik. Ia menegaskan bahwa momentum Nuzulul Qur’an hendaknya menjadi penguat tekad bagi seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan dalam bekerja, memimpin, serta melayani masyarakat demi mewujudkan Lombok Barat yang maju, mandiri, dan berkeadilan.

“Peringatan Nuzulul Qur’an harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, memahami maknanya, serta mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pembangunan Lombok Barat harus berlandaskan nilai kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an. Menurutnya, kemajuan daerah juga sangat ditentukan oleh kekuatan desa sebagai fondasi utama pembangunan, tempat tumbuhnya partisipasi masyarakat, kemandirian, serta harmoni sosial.

“Karena itu, mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan dan dalam menjalankan amanah pembangunan, agar Lombok Barat dapat tumbuh menjadi daerah yang maju, mandiri, dan berkeadilan,” tegasnya.

Peringatan Nuzulul Qur’an yang mengusung tema “Berdasarkan Nilai-nilai Al-Qur’an Kita Perkuat Komitmen Sejahtera dari Desa” menjadi penegasan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an harus menjadi landasan dalam membangun masyarakat yang beriman, berdaya, dan sejahtera. Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berharap semangat kebersamaan dan komitmen pembangunan dari desa terus diperkuat demi mewujudkan Lombok Barat yang maju, mandiri, dan berkeadilan.

(Diskominfotik/Husni/Zul)

Safari Ramadhan ke-6: Meneguhkan Ikhtiar, Menguatkan Kebersamaan untuk Lombok Barat Maju

Lingsar, Diskominfotik,
Safari Ramadhan ke-6 tampak berbeda dan semakin menguatkan makna kebersamaan. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat kembali hadir menyapa masyarakat dalam rangkaian kegiatan rutin bulan suci Ramadhan yang penuh berkah. Kegiatan kali ini berlangsung di Masjid Miftahul Khaer, Dusun Bebae, Desa Lingsar, Kecamatan Lingsar, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), didampingi Pj. Sekda Lombok Barat H. Akhmad Saikhu, para Asisten, Kepala OPD, unsur pemerintah kecamatan dan desa, tokoh agama, serta jamaah masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini, yang akrab disapa Bupati LAZ, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat atas doa, dukungan, serta kebersamaan selama satu tahun perjalanan kepemimpinannya. Ia menegaskan bahwa perubahan di Lombok Barat bukan sekadar slogan, melainkan kerja nyata yang terus diperjuangkan.

“Alhamdulillah, perubahan di Lombok Barat sudah mulai terasa. Ini bukan akhir, tetapi awal dari ikhtiar panjang. Kami berkomitmen melanjutkan pembangunan dengan langkah yang terukur, berani, dan berpihak kepada rakyat,” tegasnya.

Bupati LAZ juga menekankan bahwa tantangan fiskal di awal masa jabatan bukan alasan untuk berhenti bergerak. Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, pemerintah daerah memastikan seluruh program prioritas tetap berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Dalam kondisi apa pun, kepentingan rakyat tetap menjadi prioritas utama. Kami akan terus bekerja keras, menjaga integritas, dan memastikan setiap rupiah anggaran memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Lombok Barat,” pungkasnya.

Kegiatan Safari Ramadhan ini diawali dengan sholat isya dan sholat tarawih secara berjamaah bersama masyarakat setempat, dan dirangkaikan dengan penyerahan bantuan pembangunan masjid secara simbolis oleh Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, masing-masing sebesar Rp25 juta kepada pengurus Masjid Miftahul Khaer Dusun Bebae, Desa Lingsar, serta Masjid Nurul Ikhsan Dusun Gubuk Baru, Desa Reban Madani, Kecamatan Lingsar.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga menyalurkan paket sembako bagi fakir miskin, bantuan peralatan salat untuk dhuafa, serta dukungan bagi para mualaf di Desa Lingsar sebagai bentuk kepedulian dan komitmen menghadirkan keberkahan Ramadhan yang dirasakan bersama.

(Diskominfotik/Juan/Zul)

Langkah Strategis Lobar, Pemetaan Kompetensi 281 Kepala Sekolah Demi Pendidikan Berkualitas

Mataram, Diskominfotik,
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat kembali menggelar penilaian kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kegiatan ini berlangsung di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Wilayah NTB dan diikuti 281 kepala sekolah se-Kabupaten Lombok Barat, Selasa (03/03/2026).

Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), menegaskan bahwa penilaian kompetensi ASN, khususnya kepala sekolah, merupakan langkah strategis dan tidak bisa ditawar dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan profesional.
“Penilaian ini murni untuk mengukur kemampuan diri masing-masing. Kita ingin mengetahui secara objektif sejauh mana kompetensi yang dimiliki setiap kepala sekolah. Tidak ada ruang untuk subjektivitas. Semua harus berbasis kapasitas dan kinerja,” tegasnya.

Ia menambahkan, hasil pemetaan ini akan menjadi dasar utama dalam penempatan jabatan dan pengembangan karier ke depan. “Kita ingin memastikan bahwa setiap jabatan diisi oleh orang yang tepat, sesuai kemampuan dan kompetensinya. Dengan cara inilah mutu pendidikan dapat kita tingkatkan secara terukur dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Lombok Barat, Mustika Dwiadni, menegaskan bahwa pelaksanaan asesmen ini merupakan bentuk kolaborasi solid antara BKPSDM, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat, serta Badan Kepegawaian Negara Provinsi NTB sebagai upaya memastikan proses berjalan profesional, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, asesmen ini juga akan menjadi pijakan penting dalam penyusunan kebijakan pengembangan SDM pendidikan di Lombok Barat, sehingga setiap keputusan yang diambil benar-benar berbasis data dan prinsip meritokrasi.

“Asesmen ini dilaksanakan selama tiga hari, 2 hingga 4 Maret 2026, dengan melibatkan 281 kepala sekolah, baik definitif maupun Pelaksana Tugas, dari jenjang TK, SD hingga SMP. Ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi tolok ukur objektif untuk memetakan potensi, kapasitas, dan kompetensi masing-masing peserta secara terukur,” tegasnya.

Melalui penilaian kompetensi ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menegaskan komitmennya menempatkan ASN secara profesional dan berbasis merit, demi meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan bagi masyarakat.

(Windi/Husni/Zul)

1 2 3 4 55