Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) memberikan kuliah umum perdana pada kegiatan pembukaan perkuliahan offline Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Akatirta Akademi Teknik Tirta Wiyata Magelang kelas khusus pegawai PDAM yang diselenggarakan di Gerung, Lombok Barat, pada Jumat (14/11).
Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama antara Akatirta, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, dan PT Air Minum Giri Menang untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, khususnya para pegawai Perusahaan Air Minum Daerah. Program RPL Akatirta untuk pegawai PDAM dari Lombok Barat dilaksanakan dengan pendekatan blended learning, yakni kombinasi perkuliahan daring dan tatap muka. Sesi tatap muka perdana diselenggarakan di Lombok Barat, sedangkan perkuliahan berikutnya akan berlangsung di Kampus Akatirta Magelang, Jawa Tengah.

Dalam kuliah umum tersebut, Bupati LAZ menyampaikan materi mengenai manajemen pengelolaan perusahaan air minum dengan merujuk pada pengalamannya memimpin PTAM Giri Menang hingga menjadi salah satu perusahaan daerah yang berkembang sebelum beliau menjabat sebagai Bupati Lombok Barat.
Dalam pemaparannya di kuliah perdana, LAZ bicara tentang sistem penyediaan air minum, bagaimana membangun BUMD air minum yang sehat dan maju, serta bagaimana membuat terobosan-terobosan terkait air minum dan lingkungan yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat. LAZ mengurai secara detail lingkungan dan sistem penyediaan air minum di NTB. Ia lalu mengkontekskannya dengan penyediaan air minum berkelanjutan lewat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) air minum. Di satu sisi, BUMD menjadi bagian dari pelayanan masyarakat, dan sisi yang lain lagi sebagai perusahaan pencetak laba dan memberi keuntungan ke daerah. “ Salah satu yang saya lakukan (saat menjadi Dirut PTAM Giri Menang dulu) adalah menata SDM, mengatur jumlah tenaga yang bekerja. Hal yang sekarang juga saya lakukan di rumah sakit saat sekarang saya menjadi bupati,” ungkapnya.

Di hadapan wartawan, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menjelaskan bahwa kehadiran Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Akatirta kelas khusus pegawai PDAM di Lombok Barat merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperluas akses peningkatan kompetensi teknis bagi para pegawai dan masyarakat, khususnya di bidang pengelolaan air minum dan lingkungan. Menurutnya, kebutuhan tenaga terampil pada sektor-sektor tersebut terus meningkat sehingga diperlukan program pendidikan yang relevan dan terarah. “Jika hanya membuka program-program umum, itu sudah tersedia banyak. Karena itu, kita dorong hadirnya program yang lebih spesifik, seperti bidang air minum dan lingkungan, agar kompetensi yang dihasilkan benar-benar sesuai kebutuhan lapangan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati LAZ menyampaikan bahwa kerja sama dengan Akatirta Akademi Teknik Tirta Wiyata Magelang diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di Lombok Barat. Ia menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk mendukung pertumbuhan pendidikan tinggi yang bermutu di wilayahnya serta memastikan masyarakat memiliki akses terhadap program pendidikan vokasi yang relevan dan berstandar nasional.




























