Komisi IX Minta Kemenkes Maksimal Beri Pelayanan Kesehatan Pasca Gempa Lombok

Lingsar-24 Agustus 2018  – Banyaknya korban meninggal dunia, terluka akiba gempa Lombok secepatnya harus mendapatkan perhatian dari semua pihak. Komisi IX DPR RI yang bermitra kerja dengan Kementerian Kesehatan haruslah difungsikan semaksimal mungkin untuk bisa memberikan   pelayanan kesehatan khususnya bagi masyarakat terdampak gempa.

Pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa Lombok harus menyeluruh mulai dari bayi, orang dewasa sampai lansia. “Kita juga harus memastikan bahwa mereka yang menjadi korban gempa seperti luka parah, ringan dan lainnya secepatnya harus  mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik. Kita juga berharap aksi yang kita lakukan adalah bagaimana juga segera melakukan recorvery terhadap dampak gempa. Meskipun  kita tahu ini bukan pekerjaan mudah tapi rumit karena demikian banyaknya korban gempa,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Hj. Ermalena  di Lingsar, Lombok Barat, Jumat (24/8).

Politisi PPP dari Dapil NTB ini menambahkan, banyaknya fasilitas kesehatan seperti Rumah sakit, Puskesmas ataupun Pos Kesehatan Pembantu (Poskestu) yang mengalami rusak berat Komisi IX DPR RI memastikan akan segera melakukan rapat kerja dengan Menteri Kesehatan terkait penanganan gempa.

Menyinggung peranan BPJS Kesehatan pasca gempa dimana saat ini seluruh pelayanan kesehata diambil alih oleh negara, Ermalena justru mempertanyakan setelah tanggap darurat ini selesai bagaimana peran dan fungsi BPJS. “Namun kita sudah mendapatkan penjeasan bahwa sejauh mereka peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) maka ini menjadi tanggungjawab BPJS. Dan kita harap juga bagi yang belum menjadi peserta JKN untuk segera difasilitasi untuk bisa mendapatkan kartu JKN,” kata Ermalena.

Namun Ermalena masih mempertanyakan soal regulasi yang memungkinkan kartu JKN akan bisa  aktif setelah 14 hari. “Untuk itu nantinya akan kita bicarakan secara khusus apa ada pengecualiaan khusus untuk gempa Lombok untuk bisa disegerakan. Kalau memang diperlukan ada surat untuk itu komisi IX DPRI akan memberikan dukungan agar seluruh terdampak gempa Lombok  bisa menjadi tanggugjawab besama,” harapnya..

Terkait masih kurangnya tenaga medis bak yang ada di Lombok Barat maupun di Lombok Utara yang masih kekurangan sebanyak 40 persen dari tenaga ideal yang dibutuhkan pasca gempa ini, Ermalena mengusulkan agar kekurangan tersebut bisa diperbantukan dari tenaga medis yang ada di daerah terdekat dari Lombok seperti dari Bali, Jatim ataupun Makasar. “Pasalnya tenaga medis yang ada saat ini di dua kabupaten ini juga terkena dampak gempa, dimana rumahnya banyak yang rusak berat. Jadi mereka tidak bisa bekerja maksimal,” terang Ermalena.

Ditanya ketersediaan air bersh, Ermalena meminta kementerian PUPR segera  mengambil langkah cepat seperti melakukan pengeboran dan atau dialirkan dari sumbermata air yang sudah ada ke lokasi pengungsian. Ermalena mengkhawatirkan jika ini tidak dilakukan secepatnya akan menambah kerjaan dari tenaga kesehatan. “Penyakit bagi para pengungsi ini akan menyerang seperti  diare, penyakit kulit, Ispa dan lainnya. Ini PR yang perlu dituntaskan dalam waktu secepat-cepatnya agar beban pelayanan kesehatan kita tak menjadi berat,” pungkasnya. (her/IKP-Diskominfotik)

Rotary Club Akan Berikan Hibah 100 Tenda Bagi Korban Terdampak Gempa Lobar

Lingsar-24 Agustus 2018 –  Sebanyak 11 rombongan dari Rotary Club Indonesia yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan berencana menghibahkan sebanyak 100 tenda Rotary dan  ke para pengungsi yang terdampak gempa Lombok di Kabupaten Lombok Barat. Dalam waktu seminggu ke depan bantuan tenda Rotary ini dipastikan akan tiba dan diserahkan langsung ke Pemda Lombok Barat.Rotary Club juga akan menyiapkan Posko di Lombok Barat untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat mellaui mobil kesehatan keliling lengkap dengan obat-obatannya. Sementara tenaga kesehatan Lombok Barat bisa menggunakan mobil ini untuk memberikan pelayanan kesehatan keliling kepada masyarakat.

Presiden Rotary Club Lombok, Ace Rubin didampingi Sumantoro dari Rotary D 3410, Wayan Suryawan Rotary D 342 Bagian Timur Indonesia, Nyoman Swastika Kepala Penanggulangan Bencana Rotary bersama 11 orang rombongan diterima di Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Lombk Barat di Kecamatan Lingsar, Jumat (24/8/2018).

Ace Robin kepada Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lobar mewakili Kalaksa BPBD Lobar menjelaskan, sebelumnya Rotary menghibahkan tenda yang sama di Kabupaten Lombok Utara. “Kita tidak mengira jika di Lombok Barat juga terdampak gempa bagi masyarakatnya cukup banyak. Karena itu kita hibahkan juga tenda yang sama ke Pemda Lobar untuk selanjutnya diserahkan epada yang berhak menerimanya,” tegas Ace dibenarkan anggota Rotary Club lainnya.

Ace menambahkan, mengingat pemberian tenda ini dihibahkan dan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas sumbangan dari para donatur dan anggota Rotary Club lainnya, maka diperlukan dokumen formal hibah yang ditandatangani oleh Bupat Lombok Barat selaku penerima dan pihak Rotary selaku pihak yang menyerahkan. “Sebelum didistribusikan ke penerima kita minta Pemda bisa menyimpannya terlebih dahulu di tempat khusus agar lebih terawat dengan baik,” jelas Ace.

Ace menjelaskan, tenda dimaksud bisa diisi oleh 10 orang lengkap dan sangat memenuhi kelayakan tempat tinggal sementara. Pihak Rotary juga kerap kali melakukan kegiatan serupa bagi korban bencana baik gempa, tsunami, banjir maupun gunung meletus.

Kecuali itu yang menjadi catatan nanti bagi Rotary yang bisa tinggal di tenda hunian sementara ini diutamakan bagi orang tua, warga yang sakit, anak-anak balita, penyandang cacat (difabel) ataupun orang-orang yang dalam kondisi lemah.

Selain bantuan tenda bagi masyarakat terdampak bencana, Rotary Club juga telah berpengalaman memberikan bantuan layanan kesehatan melalui mobil layanan kesehatan keliling yang membantu ibu-ibu hamil maupun masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. “Semoga kiprah kami ini bisa mengurangi kesedihan dan kesulitan masyarakat yang terkena musibah bencana ini,” demikian Ace. (her/IKP-Diskominfotik)

Lombok Barat Gelar Istigoshah Berharap Gempa Segera Berakhir

Gunungsari 23 Agustus 2018 – Membedah langit, menembus asa berharap pertolongan sang Khalik dari kegundahan hati tak berujung atas ujian yang diberikan Alloh SWT berupa terjadinya rentetean gempa Lombok yang telah mengorbankan 485 jiwa lebih meningal dunia dan ratusan ribu rumah warga mengalami kerusakan.

Kejadian ini menginisiasi organisasi keagaamaan yang ada di Lombok Barat seperti NU, NW, Muhammadiyah menggelar  Istighosah Qubro di Lapangan umum Gunungsari,  Kabupaten Lombok Barat, NTB, Kamis (23/8/2018).

Istigoshah Qubro yang dimpin Rois Am PC NU Lombok Barat TGH. Muzhar Buckori tersebut diawali dengan pembacaan zikir, shalawat, doa bersama agar masyarakat Lombok menghadapi ujian berupa gempa  yang diberikan Alloh SWT ini bisa brlalu. Sholat Taubat yang dimami TGH. Fathul Aziis Mustafa Pimpinan Ponpes Al-Aziziyah, Kapek Gunungsari menutup Istigoshah Qubro tersebut.

Pantauan KIM , sejak pukul 6.15 Wita ribuan masyarakat dari berbagai unsur baik laki, perempuan anak-anak hingga dewasa berbondong-bondong memadati Lapagan Umum Gunungsari sambil membawa perlengkapan sholat seperti sajadah, tikar ataupun alas sholat yang bersih lainnya.

Panitia penyelenggara Ustaz  Ali Maksum menyatakan, pada Istigozah kali ini hadir Guberbur NTB TGB. KH. Zainul Majdi sekaligus memberikan tausyiah singkat, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid dan Suriah PB NU Prof. Dr. KH. Hanarul Hidayah.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan santunan bagi korban meninggal dunia akibat gempa bumi beberapa waktu lalu yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Lombk Barat  kepada tiga orang perwakilan dari ahli waris korban meninggal dunia. Masing-masing penerima mendapatkan uang santunan senilai Rp. 15 juta.

Tidak itu saja moment Idul Adha ini juga dimamfaatkan oleh berbagai donatur dari lembaga pemerintah dan swasta memberikan sumbangan hewan qurban. Direktur PT Taspen Persero Tbk, misalnya menyerahkan 1 ekor sapi kepada para korban terdampak gempa yang diterima oleh Bupati Lombk Barat H. Fauzan Khalid. Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Provinsi NTB pimpinan Siti Nurul Hijah juga menyerahkan bantuan hewam qurban kepada masyarakat korban gempa dan diterima Bupati Lombok Barat. (her/IKP – Diskominfotik)

Ungkapan Kecemasan Gubernur NTB Terkait Gempa Lombok

Gunungsari 23 Agustus 2018 –  Gubernur NTB, TGB. KH. Zainul Majdi secara pribadi turut mengaku turut merasakan apa yang dirasakan oleh seluruh masyarakat NTB, khsusnya Pulau Lombok yang terkena gempa bumi. Ada kekhawatiran bahkan ketakutan, rasa cemas, ketenangan terganggu akibat ujian yang diberikan berupa gempa berturut-turut ini.

Pernyataan tersebut diungkapkan Guberur NTB yang biasa disapa TGB ini pada istigoshah Qubro Gempa Lombok yang dilaksanakan di Lapangan Umum Gunungsari, Lombok Barat, Kamis (23/8/2018).

Gubernur dari kalangan ulama ini juga menjelaskan, seuatu yang perlu diingat oleh seluruh masyarakat NTB, bencana atau musibah bagi orang-orang yang beriman bukanlah azab, bencana atau musibah. Merujuk pada ayat suci Al-Quran, peristiwa ini menurut Gubernur, merupakan ujian dan cobaan bagi orang beriman. “Bagi saya dan insyallah kita semua musibah dan cobaan ini mudah-mudahan buahnya, kita semakin kokoh dan kuat keyakinan kita pada Allah”, tegas TGB.

Mengutip pernyataan para ulama terkait adanya ujian gempa bumi seperti saat ini di Lombok, Gubernur yang juga Ketua Tanfiziah PB Nahlatul Wathan (NW) ini menyampaikan tiga berkah dari musibah maupun bencana. Tiga berkah dimaksud yakni, pertama derajat manusia akan ditinggikan, dosa-dosa akan diampunkan, pahala-pahala akan dilipatgandakan.

Karena itu dalam Istigosah dan sholat taubat ini TGB mengajak untuk tetap bersyukur dan bersabar. “Apa yang terjadi besok tidak ada yang tahu. Saya serukan juga kepada masyarakat untuk tidak mempercayai HOAX. Apalagi yang membuat keyakinan kita rusak kepada Allah dan membuat tawakkal kita berkurang. Setelah semua ini, semua bencana pasti akan berlalu, yang tersisa adalah kita seperti apa, apa kekuatan dan keimanan kita akan bertambah, seperti apa ibadah kita, disitulah penilaian dari Allah. Maka kokohkanlah keyakinan kita,” ujar TGB dengan nada yang cukup meneduhkan sauasana.

TGB juga tak lupa memberi apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada semua pihak, baik dari daerah, pusat, dari TNI dan Polri yang tetap tegar berdiri dalam kekalutan masyarakat untuk terus menjaga keamananan bersama rakyat. (her/IKP-Diskominfo)

Rehabilitasi Awal Gempa Lombok, Pemerintah Siapkan 938 Milyar

Gunungsari-KIM.  Pemerintah dan lembaga masyarakat lainnya saat ini sama-sama  berupaya untuk mengurangi penderitaan bagi masyarakat yang tertimpa gempa Lombok. Saat ini bisa dikatakan merupakan masa emergency dimana perhatian pemerintah focus bagaimana masyarakat bisa diselamatkan dan bisa mendapatkan tempat tinggal sementara. Untuk itu saat ini pemerintah tengah melakukan inventarisasi kerusakan rumah milik masyarakat baik yang rusak berat, sedang dan rusak ringan.

Untuk tahapan rehabilitasi pemerintah sudah mengeluarkan anggaran lebih dari 938 Milyar yang berasal dari anggaran Badan Nasional PenanggulanganBencana (BNPB) maupun yang dianggarkan dari kementerian lainnya seperti PU,  Kementerian Pendidikan, Kementerian Kesehatan “Dan kami sedang memperoses untuk tambahan anggaran sekitar 3,3 trilyun lagi. Untuk ini perlu suatu penanganan yang tepat,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani di Desa Jeringo, Kecamata Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, NTB usai mengunjungi para pengungsi korban gempa Lombok, Kamis (23/8).

Sri Mulyani menambahkan, untuk saat ini yang perlu dilakukan sementara Wktu yakni bagaimana masyarakat bisa memiliki rumah tinggal sementara agar masyarakat tetap memiliki semangat untuk beraktivitas kembali sebagaimana biasa. Pembangunan kembali rumah warga dalam hemat Menteri Sri Mulyani merupakan suatu program yang sangat penting. “Oleh karena itu semangat gotong royong oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh indonesia yang ingin membantu sangat dihargai dan kita terima sebagai bentuk solidaritas sesama masyarakat Indonesia,” terang Sri Mulyani.

Sri Mulyani juga menyatakan, untuk rumah rusak berat akibat gempa bumi ditetapkan akan mendapatkan bantuan sebesar Rp. 50 juta, rusak sedang Rp. 25 juta dan rusak ringan Rp. 10 juta. Dan untuk saat ini akan segera dicairkan angaran sebanyak 5000 rumah bagi pembangunan rumah.

Sementara ini menurut Sri Mulyani BNPB mengidentifikasi jumlah rumah yang rusak berat lebih dari 70 ribu rumah. “Jadi proses pengidentifikasian rumah rusak yang dilakukan oleh BNPB dan BPBD nanti akan dilakukan sesegera mungkin dengan mencatat identitas korban baik menyangkut nama, alamat dan identitas lainnya yang diperlukan untuk pendataan ini. Dengan demikian bantuan akan segera diberikan,” Menteri.

Proses pencairan tahap awal kata Menteri sudah dimulai dimana rumah rusak berat sebanyak 5000 unit rumah yang sudah teridentifikasi bisa segera dicairkan. BNPB sendiri hingga saat ini sudah melakukan penggunaan anggaran lebih dari 600 milyar. “Dan untuk tambahan dari jumlah yang akan dibantu akan segera disampaikan kepada Kementerian Keuangan,” kata Menteri.

Kehadiran Menteri Sri Mulyani di Lombok selain melihat dari dekat kondisi rumah yang rusak akibat gempa dan kondisi para pengungsi, jajaran Kementerian Keuangan bersama Dharma Wanita Kementerian Keuangan memberikan danasi senilai Rp. 1 milyar kepada masyarakat pengngsi Desa Jeringo. Kecuali itu Perwakilan Bea Cukai NTB juga memberikan bantuan selimut kepada para pengungsi.

“Dan kami mengharapkan bantuan yang berasal dari jajaran Kementerian Keuangan bisa meringankan pederitaan masyarakat kita di sini. Dan pemerintah juga akan turun tangan melalui anggaran APBN maupun APBD,” tutup Sri Mlyani. (her/KIM Gunungsari).

Wapres Minta Korban Gempa Lombok Harus Bangkit

Gunungsari-KIM. Gempa bumi yang mengguncang Lombok secara berturut-turut mengundang sejumlah petinggi negara mengunjungi korban terdampak gempa. Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo beserta kementerian terkait mengungunjungi korban gempa di Kabupaten Lombok Utara, Senin (13/8/2018) lalu, kini Wakil Presiden Jusuf Kalla mengunjungi korban gempa di Lombok di Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Selasa (21/8/2018).

Kunjungan Wapres didampingi Gubernur NTB, KH. Zainul Majdi, Menteri PU Basuki Hadimuljono dan Dirjen terkait, Menteri Sosial Idrus Marham dan Dirjen terkait, Menteri Pendidikan Nasional Muhajir Effendi dan Dirjen terkait dan para Kepala Biro Wapres dan rombongan lainnya.

Kedatangan orang nomor dua di Indonesia ini disambut warga masyarakat Desa Kekait di tenda pengungsian Desa Kekait. Kedatangan Wapres untuk mencairkan dana PKH dan bantuan santunan bagi korban meninggal dunia dan bantuan perumahan bagi warga yang rumahnya terkena rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan tersebut begitu dinantikan bagi para korban terdampak gempa.

Wapres Jusuf Kalla dalam tatap mukanya dengan warga masyarakat memberi motivasi untuk selalu tegar, tabah, ikhlas dan sabar menghadapi cobaan bencana gempabumi ini. “Jika kita bersabar dan kuat menghadapi cobaan pasti kita akan diberikan hikmah kemudahan dan keluar dari kesulitan yang kita hadapi,” ingat Wapres.

Wapres mengingatkan juga, bencana apappun pasti akan berlalu. Tidak baik meratapi bahkan bersedih berlarut-larut atas bencana yang menimpa. Masyarakat harus kuat dan bangkit setelah menghadapi bencana.

“Lombok harus bangkit kembali untuk menghadapi kehidupan yang lebih baik dan menyongsong hari-hari ke depan dengan penuh oftimisme. Kita tidak boleh bermalas-malasan. Dalam hal ini pemerintah tidak akan tinggal diam. Pemerintah akan tetap berkomitmen untuk membantu masyarakat Lombok yang terkena dampak gempabumi ini,” kata Wapres. (her/KIM Gunungsari Berseri)

Update Data Korban Terdampak Gempa Lobar Setiap Hari Alami Perubahan

Lingsar, Diskominfo –  Secara umum pendataan terdampak gempa bumi berkekuatan 7,0 SR yang terjadi Minggu (5/8/2018) malam lalu hingga Sabtu (18/8/2018) sore pukul 19.00 Wita menunjukkan pergerakan jumlah korban meninggal dunia, luka berat, luka ringan, luka sedang, jumlah pengungsi maupun sarana prasarana umum, pendidikan, kesehatan yang terdampak gempa.

Rekafitulasi data korban dan kerusakan lainnya akibat gempa bui yang terjadi di Lombok Barat beberapa waktu lalu menyebutkan, korban terdampak gempa sebanyak 267.723 jiwa, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 45 jiwa, luka-luka sebanyak 959 jiwa, pengungsi sebanyak 220.747 jiwa. Rumah rusak sebanyak 56.828 unit.

Rumah rusak terdiri dari rumah rusak berat sebanyak 22.506 unit, rumah rusak sedang 14.854 unit dan rumah rusak ringan sebanyak 19.468 unit. Sementara itu untuk fasilitas peribadatan sebanyak 461 unit, fasilitas kesehatan 50 unit, fasilitas pendidikan 175 unit, jembatan 7 buah dan kios 294 unit kios.

Kepala BPBD Kabupaten Lombok Barat HM. Najib ditemui Sabtu (18/8/2018) di Posko Tanggap darurat Bencana (TDB) Lobar di Kantor Camat Lingsar mencatat data yang ter update setiap hari merupakan data sementara yang sifatnya fluktuatif dan sewaktu-waktu bisa berubah. Karena hingga saat ini sampai seminggu ke depan, tim masih terus melakukan pendataan di lapangan dimana setiap hari tim diharuskan melaporkan perkembangan yang terjadi terutaa kaitannya denganjumlah korban terdampak gempa maupun rumah rusak yang ada di titik lokasi gempa.

Menurut Najib, Pemerintah Daerah saat ini bekerjasama dengan anggota tim penanggulangan bencana Lombok Barat yang sudah terbentuk juga akan tetap melakukan evaluasi setiap harinya untuk menyepakati kebutuhan-kebutuhan mendesakyang diperlukan pengungsi terdampak agar segera didistribusikan secepatnya.

“Bahkan kita sudah mengusulkan kebutuhan-kebutuhan emergency yang diperlukan ke Gubernur NTB melalui Kalaksa BPBD NTB. Jadi Kalaksan BPBD NTB meminta kita juga untuk menginventarisir kebutuhan-kebutuahan para krban terdampak gempa untuk segera kita mendapatkan logistik cadangan dari provinsi bila perlu dari pemerintah pusat,” tukas Najib.

Najib juga memperjelas upaya yang dilakukan Bupati Lombok Baat H. Fauzan Khalid untuk membangun Rumah Hunian Sementara (RHS) bagi para pengungsi yang dilengkapi dengan sarana prasarana memadai khususnya untuk kebutuhan sanitasi dan air bersih. (her/rasidibragi/MC Lobar)

1 2 3 178