SAFARI DI JATISELA, SASWADI SOROTI KEAMANAN

Giri Menang, Rabu 23 Mei 2018 – Menyikapi perkembangan terakhir terkait dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Gubernur serta gejolak terorisme di daerah lain beberapa waktu lalu, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Lombok Barat (Lobar) Drs. H. Lalu Saswadi, MM mengingatkan warga Lobar untuk menjaga keamanan.

“Keamanan itu sangat penting. Kalau tidak aman, kita tidak bisa membangun,” ujarnya saat memberi sambutan dalam Safari Ramadhan Pemkab Lobar di Masjid Baitul Muslimin Dusun Ireng Lauk Desa Jatisela Gunung Sari, Selasa (22/5/2018).

Bagi Saswadi, proses pembangunan tidak pernah selesai, tapi harus terus berjalan. Pemerintah, terutama di Desa harus terus mendorong proses pembangunan.

Saswadi lalu membandingkan kondisi desa saat ini dengan 15 tahun lalu, “saat ini, gang-gang, gorong-gorong, sampai dengan saluran irigasi pun bisa dibangun oleh desa,” ujar Saswadi sambil menyebutkan sumber pembiayaan yang bisa dimanfaatkan oleh desa.

Saswadi pun menyinggung agar keamanan diprioritaskan sebagai syarat pembangunan. Pariwisata, ia contohkan, sangat bergantung pada aspek tersebut.

Akibat tragedi bom di Surabaya dan daerah lain beberapa waktu lalu, tambah Saswadi, sudah ada 14 negara yang memberikan status tertentu kepada Indonesia untuk dikunjungi wisatawannya.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB itupun menyinggung aspek keamanan dalam Pilkada 2018 ini.

“Dalam pesta demokrasi ini, kita ini bersenang-senang, jangan begejoh (bertengkar, red), karena hanya sekali dalam 5 tahun terus berhenti,” ujar Saswadi sambil mengingatkan agar warga masyarakat bisa aktif menggunakan hak pilihnya di tanggal 27 Juni nanti.

Untuk diketahui, Kabupaten Lobar walaupun ditetapkan memiliki ketahanan tinggi terhadap konflik, namun menyimpan potensi rawan saat Pilkada ini. Untuk itu Saswadi tidak henti-hentinya mengingatkan agar warga tidak ikut larut dalam potensi konflik yang ada.

Kegiatan Safari Ramadhan Pemkab Lombok Barat (Lobar) selain mengikutsertakan pimpinan SKPD di Lobar, juga mengikutsertakan Kapolres Mataram, AKBP Haji Muhammad, S.IK. Hal ini disebabkan karena 4 kecamatan yang ada di Lobar yakni Batu Layar, Gunung Sari, Narmada dan Lingsar merupakan wilayah kerja Polres Mataram.

Sejak hari pertama Safari Ramadhan di Pusuk- Batu Layar dan hari kedua di Ireng Lauq-Gunung Sari, AKBP Muhammad terlihat setia hadir. Bahkan esok malam ia dijadwalkan menjadi imam sekaligus penceramah saat Safari Ramadhan hari ketiga di Dusun Pesorongan Jukung Desa Lembah Sempage-Narmada.

“Saya mengapresiasi kegiatan safari Ramadhan yang dilaksanakan Pemkab Lombok Barat (Lobar). Kegiatan ini merupakan bentuk pendekatan pemerintah kepada masyarakat,” ujarnya usai Safari Ramadhan di Masjid Baitul Hidayah Ireng Lauq Gunungsari tadi malam.

Melalui momen Safari Ramadhan himbauan-himbauan kepada masyarakat bisa disampaikan langsung. Misalnya himbauan tentang pilkada dan hal lainnya yang terkait Kamtibmas.

Terkait pilkada di Lobar, AKBP Muhammad berharap agar jangan sampai perbedaan pilihan, parpol dan perbedaan lainnya menyebabkan perpecahan. “Justru sebaliknya perbedaan harus mempererat persatuan,” ujarnya.

Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar selama bulan puasa ini tetap menjaga keamanan dan ketertiban, baik di Lobar maupun Mataram.

Sementara itu bertindak selaku penceramah adalah TGH Azhar Rosyidi. Pimpinan Ponpes Nurul Hikmah Langko ini menjelaskan, bahwa dari 37 nama lain bulan ramadhan, satu di antaranya sering dilupakan yaitu syahruddu’a (bulan doa). Ia menghimbau agar masyarakat memperbanyak berdoa di bulan ini karena sangat cepat dikabulkan. Akan tetapi ia juga mengingatkan agar doa yang disampaikan harus doa yang difahami. “Silahkan berdoa dengan bahasa apa saja. Jangan berdoa dengan bahasa yang tidak difahami,” pesannya.

Ia mencontohkan, dulu pernah seseorang berdoa dengan bahasa Arab yang maksudnya minta panjang umur. Tapi karena salah ucap, maka yang diminta menjadi panjang kemaluan. “Akhirnya doa inipun diijabah. Akhirnya kemaluan yang berdoa menjadi panjang,” katanya disambut riuh jamaah.

Hadir juga dalam Safari Ramadhan kali ini di antaranya Sekretaris Daerah Kab. Lobar H. Moh. Taufiq beserta para Kepala SKPD Lingkup Pemkab Lobar, Camat Gunung Sari, Kepala Desa Jati Sela Zahar Mahmud beserta Kepala Desa se-Kecamatan Gunung Sari, dan para tokoh agama/ tokoh masyarakat se-Kecamatan Gunung Sari. (HUMAS)

LINDUNGI KONSUMEN DARI BAHAN BERBAHAYA SELAMA RAMADHAN, BBPOM NTB GELAR SIDAK TAKJIL

Giri Menang, Rabu 23 Mei 2018 – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) NTB bersama Dinas Kesehatan NTB, Dinas Perdagangan NTB, YPK NTB, Dinas Kesehatan Lombok Barat (Lobar) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lobar menemukan makanan tidak layak konsumsi karena mengandung zat boraks dan rhodamin B dalam produk pangan untuk berbuka puasa (takjil) di tiga pasar di Kabupaten Lombok Barat. Tiga pasar yang dijadikan sasaran operasi mendadak (sidak) makanan dan minuman takjil ini yakni Pasar Narmada, Pasar Gerung dan Pasar Meninting.

Dalam sidak, seluruh sampel yang telah diambil kemudian dibawa ke mobil Laboratorium BBPOM untuk dilakukan uji lab kandungannya. Ada 37 sampel yang diambil di Pasar Narmada, sedangkan di Pasar Gerung ada 15 sampel dan di Pasar Meninting ada 14 sampel.

“Dari pemerikasaan tadi ditemukan bahan berbahaya. Terdapat rhodamin B di sambal terasi dan kerupuk merah, kemudian ditemukan boraks di mie basah,” ungkap Kepala BBPOM NTB Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih usai sidak di Pasar Narmada, Selasa (22/5/2018) sore kemarin.

Rhodamin B sendiri ditemukan pada satu sampel kerupuk di Pasar Gerung dan satu sampel lagi di Pasar Narmada. Sedangkan boraks ditemukan pada tiga sampe yang diambil di Pasar Narmada.

Lebih lanjut, Ni Gusti Ayu Nengah Suarningsih mengatakan pihaknya bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lobar akan memberikan pembinaan kepada pedagang serta akan dilakukan penelusuran ke pihak produsen.

“Produk makanannya tidak kita tarik, karena pedagang kecil semua kita himbau saja,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lobar H. Rachman Sahnan Putra berharap operasi yang rutin dilakukan ini dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat selaku konsumen.

“Karena kita ketahui tradisi masyarakat menjelang magrib berburu makanan takjil, untuk itu sidak ini kita harapkan dapat memberikan keamanan kepada masyarakat dalam memilih makanan yang aman dan sehat untuk berbuka di bulan suci ini,” katanya.

Kabid Perlindungan Konsumen dan Metrology Disperindag Lobar, Lalu Agha Farabi juga mengatakan bahwa sidak ini akan terus dilakukan sepanjang bulan Ramadhan di beberapa titik di Kabupaten Lombok Barat.

“Untuk sasaran lainnya tetap akan kita agendakan berkoordinasi dengan BBPOM dan Dinas Perdagangan NTB. Khusus untuk pengawasan barang/jasa kami di kabupaten sifatnya hanya supporting, mendampingi saja karena sesuai dengan UU 23 tahun 2014 kewenangan pengawasan barang/jasa menjadi kewenangan pemerintah provinsi,” jelasnya. (andy/humas)

PUSUK JADI SASARAN PERTAMA SAFARI RAMADHAN

Giri Menang, Selasa 22 Mei 2018 – Masjid Nurul Jannah di Dusun Pusuk Desa Pusuk Lestari menjadi sasaran pertama Tim Safari Ramadhan 1439 H Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Senin malam kemarin (21/5).

Masjid yang berada di perbatasan langsung dengan Kabupaten Lombok Utara (KLU) itu masih belum rampung dan dalam kondisi memprihatinkan. Terutama dengan kondisi letaknya yang berada di lembah dan dengan kemiringan yang cukup riskan, bagi jama’ah cukup menyulitkan untuk sampai di area masjid.

Camat Batu Layar Suparlan mengakui dipilihnya masjid ini karena sedang dalam proses dibangun.

“Desa ini dipilih juga karena merupakan desa perbatasan. Kita akan pertahankan bagaimanapun caranya,” tegas Suparlan menanggapi isyu yang masih saja beredar tentang batas wilayah dengan KLU.

Suparlan lalu menjabarkan bagaimana upaya pemerintah mempercepat pembangunan di wilayah tersebut, utamanya yang langsung bersentuhan dengan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap lebih banyak lagi dibangunkan pasar kuliner di Pusuk ini khususnya, dan Kecamatan Batu Layar pada umumnya,” pungkas Suparlan. Ia tidak menampik perkembangan pembangunan pusat kuliner dan warung-warung milik sudah bisa menghidupi ekonomi masyarakat sehingga merubah mata pencaharian, dari petani jadi pedagang atau jasa lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Lobar Drs. H. Lalu Saswadi, MM menegaskan apa yang diutarakan Camat Batulayar. Bagi Saswadi, selain untuk bersilaturrahmi, maka fungsi Safari Ramadhan adalah juga menjelaskan tentang apa yang sudah, sedang, dan akan dibangun oleh Pemkab Lobar. Saswadi juga menyentil tentang Pilkada yang sudah semakin dekat pelaksanaannya.

“Silahkan pilih calon mana saja, sama bagusnya. Jangan bertengkar. Kita semua bersaudara,” himbaunya dengan menggunakan bahasa daerah.

Saswadi juga menyinggung aspek keamanan nasional terkait dengan teror bom di Surabaya beberapa waktu lalu. Ia berharap agar kejadian itu jangan sampai terjadi di Lobar.

“Kalau ada oknum-oknum yang mencurigakan, tolong supaya segera dilaporkan kepada Kadus, Kades, Camat supaya segera ditangani. Jangan main hakim sendiri,” pungkasnya.

Dalam Safari Ramadhan pertama ini, Saswadi didampingi oleh beberapa Kepala SKPD dan Direktur Utama PDAM Giri Menang, H. Ahmad Zaini. Hadir juga dari jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kapolres Lobar AKBP Hery Wahyudi serta Kepala Kantor Kemenag Lobar, H. Jaelani Ibrahim yang sempat memberikan tausiyahnya.

Di samping menjabarkan tentang keistimewaan Ramadhan dan Al-Qur’an, Kakanmenag Lobar ini juga mengingatkan tentang Calon Jama’ah Haji dari unsur cadangan dan lanjut usia.

Bagi mereka, Jaelani meminta untuk segera melunasi ONH.

“Jangan sampai telat, karena kalau telat tidak bisa dibuka lagi karena sistemnya Sekarang menggunakan online, yaitu Siskohat,” pungkas.

Safari pun diakhiri dengan pemberian sejumlah bantuan yang berasal dari beberapa SKPD seperti Dinas Sosial Lobar berupa Pasket Sembako, rak dan buku dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah, sedangkan Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan menyumbang 1 unit peralatan pertanian dan satu paket bibit sayur.

Sumbangan juga disalurkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Lobar berupa sumbangan kepada 5 Masjid dan 5 Mushalla di Kecamatan Batulayar. Untuk masjid masing-masing dapat Rp 5 juta, sedangkan mushola dapat masing-masing Rp 2,5 juta.

DISPAR LOBAR SOFT LAUNCHING MEKAKI MARATHON 2018

Giri Menang, Selasa 15 Mei 2018 – Even Mekaki Marathon yang sedianya digelar bulan April 2018 lalu dimundurkan hingga oktober mendatang. Hal ini dikarenakan adanya even pilkada di Lobar, NTB dan gelaran Asian Games di Jakarta sehingga para sponsor masih terfokus pada even nasional tersebut.
Untuk memastikan bahwa kegiatan Mekaki 2018 akan tetap berlangsung sesuai jadwal, Dinas Pariwisata Lombok Barat (Dispar Lobar) melaksanakan kegiatan soft launching. Kegiatan ini bertempat di ruang Media Centre Humas Lobar, Selasa (15/5).
Kepala Bagian Humas dan Protokol Lobar H. Saepul Akhkam dalam sambutannya menjelaskan, Mekaki Marathon 2017 memberikan efek positif bagi masyarakat. Kesadaran masyarakat Sekotong untuk berkembang dan membuka diri sudah terlihat. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan menunjukkan angka kunjungan wisatawan ke Sekotong makin tinggi. kita ternyata di sekotong tingkat kunjungan semakin tinggi. Begitu pula dengan investasi di wilayah selatan Lobar ini makin berkembang.
Sampai hari ini, ujar Akhkam, dari 36 villa di Sekotong, lebih dari separuhnya berinvestasi di Gili Gede. Ini menyebabkan Pemerintah Lobar memberikan perhatian kepada Sekotong.
“Untuk itu tahun 2018 ini pemerintah akan merevitalisasi Senggigi dan Gili Gede,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Lobar, Ispan Junaidi menjelaskan, keunggulan sebuah destinasi pariwisata ada pada branding dan icon yang kuat. Sekotong dengan segala potensinya membutuhkan kekuatan itu.
“Berkat kerjasama dengan berbagai pihak, kita sudah mampu membuat branding di Mekaki Sekotong dan Jazz Festival di Senggigi,” ujarnya.
Ditambahkan, even seperti Mekaki Sekotong ini tidak hanya milik Lombok Barat, melainkan milik Lombok dan NTB. Untuk itu semua pihak diharapkan ikut mengangkat citra kegiatan ini agar bisa berlangsung lebih baik.
Diakui Ispan, kegiatan Mekaki Marathon sengaja dilaksanakan di Bulan April merupakan bulan-bulan low season (rendah kunjungan wisatawan). Tujuannya adalah untuk mendongkrak kunjungan di bulan-bulan sepi. Tujuan akhirnya adalah agar rata-rata kunjungan wisatawan tetap stabil. Kehadiran even-even berskala nasional dapat menstabilkan tingkat hunian hotel hingga lebih 60 persen. Ia mencontohkan, pada even MNEK beberapa hari lalu, kawasan Senggigi kekurangan kamar. “Kita minus kamar saat MNEK. Ini adalah dampak sebuah even,” jelasnya.
Lebih jauh dijelaskan, dampak dari sebuah promosi itu baru bisa dirasakan setahun kemudian. Yang jelas, setelah dilakukannya promosi dan perhelatan even, maka di benak masyarakat maupun peserta yang tertanam adalah image tentang Sekotong dan Mekaki Marathon. Itu adalah hasil yang tidak terlihat. Sementara hasil yang nampak adalah semakin banyaknya wisatawan yang terpesona datang ke Sekotong dan tahu Sekotong secara nyata.
“Yang tadinya tahu lewat dunia maya sekarang lewat dunia nyata. Bahkan mereka nanti bisa ke 12 gili yang ada di sana,” tandas Ispan.
Sementara itu Ibu Juria Ambar Haruni, selaku event organizer Archiss Jakarta menjelaskan, pihaknya baru saja pulang dari Sekotong. Hal menarik yang dilihat adalah jalan yang sudah lebar dan pelaksanaan pelebaran jalan sudah menyeluruh hingga ke pantai Mekaki.
“Ini sebuah hal yang membuat kami  bersemangat dan punya satu tekad bahwa Mekaki 2018 harus disupport dan dilaksanakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setelah melalui hasil diskusi maka diputuskan kegiatan Mekaki Marathon pada tanggal 7 Oktober 2018 mendatang. Dalam kegiatan tersebut pihaknya tidak sekedar menginginkan untuk dijadikan sebagai even lari semata, mmelainkan sebagai  momen untuk memperkenalkan Lobar sebagai obyek pariwisata ke seluruh dunia.
Hal senada disampaikan Mas Didit dari DnD Sport. Ia berharap agar para peserta lari nantinya dapat memanfaatkan kegiatan lari tersebut sambil berswa foto dengan masyarakkat setempat. Inilah perbedaan even tahun lalu dengan tahun ini.
“Sekarang kita ingin lebih banyak merangkul penduduk setempat,” harapnya.
Lebih lanjut dikatakan, tahun lalu itu para peserta belum banyak yang tahu kondisi di Sekotong. Hal ini menyebabkan minimnya informasi tempat menginap dan obyek wisata di Sekotong. Untuk itu pada tahun ini dalam hal penginapan, panitia ingin bekerjasama dengan masyarakat setempat dan para penggiat pariwisata.
“Kita akan berikan alternatif kepada peserta untuk menginap di hotel, villa, homestay, atau mungkin di rumah penduduk,” jelasnya.
Adapun perbedaan dalam hal pentas di lokasi start, panitia kali ini akan memberikan banyak pertunjukan. Kalau dulu hanya satu pertunjukan, tapi sekarang akan diperbanyak. Ini dimaksudkan untuk menjadi penyemangat kepada pelari. “Panggung hiburan juga akan dibuat merakyat yang bisa memberikan suasana Lombok. Kami juga akan memperbanyak artis dari Lombok,” ujar Didit.
Mengenai teknis perndaftaran, akan dimulai pada akhir Juni, melalui online dan offline. Yang melalui online dapat membuka situswww.mekakimarathon.com. Ini ditujukan utuk peserta dari luar Lombok dan luar negeri agar bisa mendaftar di situs tersebut. “Kalau yang dari Lombok bisa lewat website maupun offline. Kami sedang persiapkan semuanya supaya mereka bisa mendaftar dengan baik,” pungkasnya. (HUMAS)

Pemkab Lobar Kutuk Terorisme

Gerung, InfoPublik – Sehubungan dengan kejadian biadab yang dilakukan terduga terorisme secara beruntun di Mako Brimob, Surabaya dan Sidoarjo yang menyebagkan korban jiwa, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mengutuk serta melawan segala bentuk tindakan terorisme tersebut.

Pernyataan sikap itu disampaikan Pjs. Bupati Lombok Barat (Lobar) H. L. Saswadi bersama semua Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) dan Tokoh Masyarakat di Loby Kantor Bupati Lobar, Selasa (15/5/2018).

“Kami Forkompimda Lombok Barat mengutuk serta melawan segala bentuk tindakan terorisme karena tidak sesuai dengan ajaran agama dan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkapnya serempak.

Pernyataan tersebut akan di tanyangkan di berbagai media selama beberapahari guna memberikan semangat kepada masyarakat untuk tidak takut, serta selalu waspada terhadap tindakan terorisme.

Dalam kesempatan tersebut mengajak semua pihak untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan, saling toleran, saling menghargai dan menjaga kerukunan umat beragama serta menciptakan perdamaian dan kondusifitas masyarakat.

Pernyataan sikap itu disampaikan setelah mengadakan rapat Forkompimda Lobar yang dihadiri, Pjs. Bupati Lombok barat, Dandim, Kapolres, Tokoh Masyarakat, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan unsur OPD Kabuapten Lombok Barat.

Dalam Rapat Forkompimda tersebut Pjs. Bupati Lobar juga mengajak untuk tidak menyebarkan berita dan informasi hoax, ujaran kebencian, foto-foto dan video yang menimbulkan ketakutan di masyarakat.

Disampaikan juga, menyambut Bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H, akan ada beberapa kegiatan di Kabupaten Lobar yaitu Safari Ramadhan, pengamanan angkutan jalan dan stabilisasi harga bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

Dijelaskan, Safari Ramadhan akan dimulai pada tanggal 21 hingga 30 Mei 2018 di 10 kecamatan. Akan menempatkan personil di lima Pos Pengamanan yaitu Pos Pengamanan Pelabuhan Lembar, Giri Menang Squere, Rumak, Narmada dan Senggigi. Pasar Murah di beberapa tempat guna menstabilisasi harga pokok di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H. MC Lombok Barat/Rasidibragi

DISPERINDAG LOBAR GELAR PASAR MURAH JELANG RAMADHAN

Giri Menang, Senin 14 Mei 2018 – Dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) bekerja sama dengan sejumlah distributor kebutuhan pokok dan Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional NTB kembali menggelar pasar murah di beberapa tempat.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Lobar Syahrudin mengatakan, kegiatan pasar murah digelar untuk membantu warga kurang mampu memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang bulan puasa.

Sejak pukul 8 pagi tadi (14/5), warga sudah memadati Yayasan Pendidikan dan Sosial Ishlatul Insan yang merupakan lokasi pasar murah di Desa Dopang Kecamatan Gunungsari. Rencananya kegiatan serupa juga akan digelar di Kantor Ketahanan Pangan Lobar pada tanggal 21 mei dan beberapa lokasi lainnya.

“Pasar murah yang kami gelar hari ini merupakan yang pertama kali menjelang puasa. Pasar murah ini kita adakan di lokasi Desa Dopang karena ada permintaan dari desa dan warga setempat. Nanti menjelang Lebaran Idul Fitri juga akan digelar bersama dengan distributor,” katanya.

Di pasar murah ini beras dijual dengan harga Rp. 8.300/kg, gula pasir putih Rp. 12.000/kg dan gula pasir kuning Rp. 11.500/kg. Sedangkan minyak goreng kemasan merek Lavenia dijual Rp. 22.500/2 liter, mie instan Rp. 10.000 isi 5, kemudian satu buah kecap manis ukuran botol kecil seharga Rp. 5.000 dan sabun cuci cair Rp. 5.000/sachet.

Menurut dia, harga kebutuhan pokok di pasar murah tersebut lebih rendah dibandingkan dengan yang berlaku di pasar karena langsung dijual oleh distributor dari Dinas Ketahanan Pangan Lobar, Bulog NTB, Indofood, Indomaret dan distributor lainnya.

Kegiatan pasar murah sendiri merupakan kegiatan rutin yang digelar Disperindag tiap tahunnya.
Syahrudin menjelaskan, stok beras di Bulog masih aman sehingga pihaknya menghimbau agar masyarakat tidak melakukan aksi beli kebutuhan pokok secara berlebihan menjelang bulan puasa Ramadhan.

“Stok beras di Bulog masih aman. Begitu juga dengan kebutuhan pokok lainnya. Masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu melakukan aksi borong yang bisa memancing pedagang untuk menaikkan harga,” himbaunya.

Dalam kesempatan itu, Hasanah salah seorang pembeli mengaku sangat bersyukur dengan kegiatan pasar murah ini.

“Dengan diadakan pasar murah ini kami sangat bersyukur dan senang sekli karena bahan sembako yang dijual lebih murah harganya dibanding membeli di pasar. Apalagi menjelang bulan puasa seperti ini harga di took pasti lebih mahal,” katanya. (andy/humas)

TAUFIQ CANANGKAN KAMPUNG LELE DI LINGSAR

Giri Menang, Jum’at 11 Mei 2018 – Dusun Pondok Buak Desa Batu Kumbung Kec. Lingsar Lombok Barat (Lobar) dicanangkan Sekretaris Daerah Lombok Barat H. Moh. Taufiq mewakili Pjs Bupati Lombok Barat sebagai Kampung Lele.

Pencanangan juga dihadiri Direktur Bank NTB Cabang Gerung Lalu Purnawan, Kepala Bappeda Lobar H. Baihaqi, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan, serta tokoh masyarakat setempat.

Di kampung lele ini, puluhan ribu bibit lele dibudidayakan di lahan seluas 20 are. Selain nilai ekonomis, pencanangan kampung lele ini juga diharapkan dapat menjadi obyek wisata lele pertama di Lobar yang dapat terus berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Taufiq berharap agar kampung lele dapat terus berkelanjutan dan dikembangkan. “Jangan setelah pencanangan terus bubar,” ujar Taufiq, Rabu (9/5/2018) lalu.

Selain dukungan Pemkab Lobar, secara optimal juga dibantu perbankan melalui dana KUR Bank NTB. Untuk sektor pertanian dan perikanan dengan suku bunga 7 persen.

Untuk itu, Taufiq berharap pada Bank NTB agar terus memberikan dukungan modal untuk para petani khususnya di bidang perikanan melalui dana KUR.

“Di tahun 2017 saja Bank NTB menyalurkan dana KUR dengan target 8 milliar untuk sektor satu dan dua, artinya di bidang pertanian dan perikanan dengan realisasi 8.462.750.000, atau capaiannya 105,78 persen. Sedangkan di tahun 2018 dana KUR kembali disalurkan lebih besar lagi untuk mendukung ekonomi masyarakat untuk kedua sektor itu bidang pertanian dan perikanan,” jelas Drs. Sinardi Direksi Bidang pemasaran Bank NTB.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan lokasi tempat budidaya ikan lele yang ada di kelompok Perikanan Sehati Dusun Pondok Buak Desa Batu Kumbung Lingsar. (dedy/humas)

KEMENPUPR TUNJUK LOBAR JADI LOKASI PILOT PROJECT PERTAMA PERTUKANGAN KONSTRUKSI NASIONAL

Giri Menang, Selasa 8 Mei 2018 – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI menjadikan Kabupaten Lombok Barat (Lobar) sebagai pilot project pelatihan dan uji kompetensi bagi ribuan tukang. Rencananya, Lobar juga akan dijadikan pilot project pertama pertukangan bidang konstruksi nasional. Selain itu banyaknya tukang terampil yang dimiliki Lobar menjadi alasan Kementerian PUPR RI memilih Lobar dibanding daerah lainnya.

Hal itu dikatakan Direktur Bina Investasi Infrastruktur Ditjen Bina Kontruksi Kementrian PUPR RI, Dr. Ir. H. Masrianto, MT dalam acara pembekalan uji kompetensi bagi seribu tukang konstruksi bersertifikat di Halaman Lombok City Center (LCC) Desa Grimak Kecamatan Narmada, Selasa (8/5/2018).

“Kegiatan ini juga secara tidak langsung dapat meningkatkan daya saing di bidang kontruksi dengan negara lain. Jika para tukang memiliki sertifikat uji kompetensi maka bisa bekerja di seluruh daerah bahkan kerja ke negara lain,” jelasnya.

Untuk itu Masrianto juga meminta Dinas PUPR Lobar mendata kembali para tukang agar lebih banyak lagi untuk diusulkan mendapatkan sertifikat.

“Silahkan tukangnya di data kembali agar bisa diusulkan pada tahun anggaran berikutnya,” katanya.

Pembekalan tukang bidang kontruksi ini sendiri ditargetkan dapat diikuti 1.200 peserta dari 10 kecamatan se-Kabupaten Lombok Barat. Diharapk, melalui kegiatan ini nantinya dapat meningkatkan kemampuan mutu dan kualitas pertukangan khususnya di bidang kontruksi bangunan. Tujuannya, sebagai terobosan pencepatan pembangunan tenaga kerja nasional, selain itu untuk dapat menciptakan tenaga kerja yang kompeten di bidang kontruksi, memiliki keterampilan dan skil sesuai standar agar dapat bersaing secara nasional.

Sementara itu, Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Lobar H. Saswadi yang hadir membuka acara menyambut baik kegiatan yang diinisiasi Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lombok Barat bersama Kementerian PUPR RI dan Balai Jasa Kontruksi Wilayah IV Surabaya ini.

“Sertifikat pelatihan ini sangat penting karena mempunyai manfaat multidimensi, terutama meningkatkan kualitas diri menjadi lebih ahli. Begitu juga dalam rangka pertumbuhan ekonomi sangat dibutuhkan pembangunan infrastruktur di mana semua sektor pembangunan pasti membutuhkan SDM yang memiliki kompetensi baik,” ujarnya.

Jumlah tukang di Lobar dari berbagai kualifikasi saat ini berjumlah 3.160 orang dan baru 196 orang yang sudah bersertifikasi.

“Masih dibutuhkan sertifikat untuk ribuan tukang lagi. Dengan demikian, adanya pelatihan tukang ini diharapkan tukang dengan kompetensi tinggi dan bersertifikasi di Lobar secara bertahap dapat terpenuhi,” harapnya. (dedy/humas)

1 2 3 167