BAZNAS DUKUNG PEMULIHAN EKONOMI DI LOMBOK BARAT

Giri Menang, Rabu 14 November 2018 – Semangat masyarakat menggeliatkan roda ekonomi pasca bencana gempa bumi semakin terasa. Khususnya di kawasan Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat, denyutnya terasa walau di area pasar darurat.

Lebih dari 500 pedagang terpaksa beralih dari pasar lama yang permanen namun rusak ke pasar darurat, sekitar 300-an meter dari tempat semula.

Badan Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah (Baznas) Pusat yang berinisiatif mendorong hal tersebut. Setelah di tahap awal membangunkan lapak darurat untuk 100 pedagang, kini Baznas pun menambah lagi dengan sekitar 75 lapak lagi. Sisanya dibangun secara mandiri oleh para pedagang dan sebagian lainnya dibantu Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lombok Barat (Lobar) yang menyediakan lebih dari 25 tenda.

“Kita sangat berterima kasih atas apa yang dilakukan oleh Baznas Pusat. Walau darurat, minimal sudah ada pasar,” ujar Kepala Disperindag Lobar, Agus Gunawan.

Ia mengaku, walau kondisi pasar darurat tersebut masih memprihatinkan, para pedagang sudah bisa beraktivitas dengan penuh rasa aman.

Saat ini, aku Agus, pasar tersebut masih perlu ditata agar lebih rapi dan tidak banjir akibat hujan yang sudah turun dua minggu terakhir.

Direktur Micro Finance Baznas Pusat, Noor Aziz mengaku pihaknya masih berkomitmen untuk terus mendukung kondisi pasar tersebut.

Ia mengaku untuk mengantisipasi banjir, pihaknya telah melakukan pengurugan lebih dari 100 dum truck tanah di beberapa titik lokasi agar genangan air tidak mengganggu aktivitas ekonomi.

“Tapi itu pun belum cukup. Kita masih perlu sentuhan ekstra saat musim hujan ini,” ujar Aziz.

Aziz menambahkan, selain masalah genangan air, pihaknya pun telah membantu peningkatan akses jalan menuju area pasar darurat.

“Saat ini pun kita sedang bangun jembatan agar akses menuju pasar bisa lebih mudah,” tambahnya.

Bagi Aziz, jembatan tersebut jauh lebih mereka prioritaskan walaupun menurutnya, suplay listrik dan sarana sanitasi juga sangat mendesak.

“Mudah-mudahan untuk listrik dan sanitasi, Pemda bisa menyiapkan untuk warga di pasar itu,” harap Aziz.

Selain pasar darurat, Baznas Pusat pun saat ini sudah menyiapkan program permodalan untuk usaha kecil.

“Kita sudah siapkan gulirkan program micro finance untuk membantu aspek modal,” ujar Aziz.

Dengan jumlah pinjaman antara 3-5 juta per orang yang bisa digulirkan, Aziz berharap mampu mengurangi ketergantungan para pedagang terhadap rentenir.

“Kami berharap proses peminjamannya maksimal setahun agar bisa digulirkan terus ke penerima yang lain,” terang alumni UIN Sunan Kalijaga itu.

Menurut Aziz, micro finance yang digulirkannya berbasis pada skema infaq dan shadaqah. Skema itu menurutnya membuat siapapun yang menerima manfaat merasa berkewajiban juga untuk membantu orang lain.

Paling sedikit 650 juta disiapkan untuk membantu kesulitan modal bagi pelaku usaha kecil di daerah terdampak gempa.

Menurut Aziz, anggaran tersebut hanya permulaan saja karena pihaknya akan terus melakukan evaluasi program.

“Selain itu, kami juga sedang menyiapkan program khusus untuk pesantren memandirikan perekonomian masyarakat dan para santrinya,” tambah Aziz.

SantriPreneurship akan digulirkan Baznas Pusat dengan menggandeng pesantren yang ingin mengembangkan sektor ekonomi.

“Mudah-mudahan program itu bisa tahun ini. Agar pesantren juga berperan dalam membangun sektor ekonomi,” pungkas Aziz. (Humas Lobar)

Tim LPSE Lobar Sosialisasikan SIRUP Baru

Gerung, 13 November 2018 – Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Lombok Barat melalui Bidang E-Government melakukan sosialisasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) versi terbaru di Aula E-Goverment, Selasa (13/11/2018). Sosialisasi itu dilakukan sehubungan dengan pemberlakuan Peraturan Presiden (Perpres) No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

SIRUP versi baru ini strukturnya lebih sederhana, menghasilkan barang/jasa yang tepat baik kualitas, kuantitasnya serta waktu dan biaya yang tersedia. Dalam Perpres 16 Tahun 2018 tersebut diutamakan produk dalam negeri.

SIRUP terbaru (versi 2.3) terdapat tambahan fitur yaitu user Admin PPK. Kemudian Admin PPK sendiri juga dapat membentuk Admin Rencana Umum Pengadaan (RUP) yang bertugas membantu pelaksanaan PPK, bila dirasakan pekerjaan terlalu banyak.

Demikian dikemukan Kepala Seksi Tata Kelola pada Bidang E-government Diskominfotik Lombok Barat selaku Sekretaris LPSE Muhammad Dawam Muzakki, S.Kom ketika menyampaikan paparannya dihadapan puluhan peserta yang terdiri dari Admin SIRUP Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kabupaten Lombok Barat.

“Sistim ini memberikan kemudahan dalam pelaksanaan pengumuman RUP, apalagi sistim tersebut medukung Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pelatihan singkat dan praktik Tata cara Penggunaan Aplikasi SIRUP versi 2.3 yang dipandu Admin LPSE Kabupaten Lombok Barat, Rohmad Zainuri, A.Md. Menurut Zaenuri, Admin PPK wajib login terlebih dahulu melalui LPSE Lombok Barat dan masuk ke aplikasi SIRUP untuk mengisi data PPK yang nantinya akan diverifikasi oleh Admin SIRUP. Setelah diverifikasi, Admin SIRUP dapat mendelegasikan paket pengadaan kepada masing-masing PPK di OPD bersangkutan. KIM Gerbang Gerung/Angge/L. Ivan Rasidin).

BUPATI BUKA PELATIHAN IMAM DAN KHATIB

Giri Menang, Senin 12 Novembe 2018 – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid membuka acara Pelatihan Imam dan Khatib tahun 2018. Kegiatan ini diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lobar bertempat di Aula Kantor Kemenag Lobar, Senin (12/11).

Ketua MUI Lobar, TGH. Abdullah Mustafa menjelaskan, saat ini masih banyak pesan dalam khotib yang tidak tersampaikan kepada jamaah. Apalagi yang berkhotbah pakai bahasa Arab, terkadang yang khatib maupun jamaah sama-sama tidak mengerti isi khutbah yang disampaikan.

“Untuk itu perlu terus ditingkatkan kapasitas imam dan khatib,” ujarnya di hadapan para peserta yang berjumlah 100 orang ini.

Meski demikian, ia bersyukur saat ini sudah banyak generasi muda yang sudah sekolah dan ikut aktif dalam kegiatan jum’atan.

“Syukurlah banyak generasi muda yang selama ini kurang ambil bagian dalam aktivitas jum’atan, sekarang sudah mulai aktif. Terutama yang sudah sekolah di madrasah,” jelasnya.

Terkait pelatihan imam dan khatib ini, Bupati Fauzan Khalid minta agar ke depannya kegiatan ini memakai sistem zonase. Hal ini dimaksudkan agar semakin banyak da’i yang bisa ikut pelatihan ini.

“Para da’i kita sangat banyak. Kedepannya hendaknya pakai zonase. Kalau bisa dibagi 3, Utara, tengah dan selatan,” pintanya.

Kepada para peserta, bupati juga berpesan agar dalam berkhutbah, sang khatib mengisinya dengan materi yang sesuai dengan konteks kekinian. Termasuk juga bahasa yang dipakai khatib hendaknya menyesuaikan dengan tingkat intelektual masyarakat.

“Khotbah di kampung jangan banyak pakai istilah bahasa Inggris dan Arab. Orang Ndak ngerti. Jadi, sesuaikan dengan kondisi,” ujarnya.

Masih terkait materi khutbah, bupati minta agar salah satu materinya berupa bahaya hoax. Materi ini menurutnya sangat penting agar jangan sampai masyarakat terlalu cepat percaya dan jangan ikut jadi bagian hoax. Sebab banyak konflik di masyarakat yang berawal dari hoax.

Ia juga mengingatkan, bahwa hoax di media sosial lebih berbahaya dari sekedar hoax dalam bentuk kata-kata lisan. Kalau sekedar kata-kata mungkin cepat bisa dilupakan. Tapi kalau sudah masuk media sosial, sampai 100 tahun pun akan bisa dibuka.

“Bayangkan bagaimana besar dosanya orang yang memfitnah dan menggibah lewat media sosial. Saya harap tuan guru bisa jadi bagian dalam menghilangkan hoax ini,” pintanya.

Yang tak kalah pentingnya, Fauzan juga mengingatkan para khatib terkait gaya, baik gaya tubuh maupun gaya bicara.

“Ini sangat penting diperhatikan agar jamaah tidak ngantuk,” pungkasnya.

Sekretaris Umum MUI Lobar, Ustad Marliadi, S.Ag, MA menjelaskan, tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kualitas imam dan khatib. Selain itu ditujukan pula guna menyatukan persepsi tentang ke-NKRI-an dalam prinsip kehidupan.

Khatib dan mubaligh, lanjutnya, merupakan sosok yang mencerdaskan umat. Oleh karena itu diharapkan mereka tidak larut dan hanyut dalam euphoria terkait demokrasi akhir-akhir ini.

“Kita tetap berkomitmen menjadikan khatib dan mubaligh sebagai pencerah umat dalam mencintai negara,” katanya.

Kedepannya Marliadi berencana memberikan pelatihan untuk mubalighah juga.
“Saat ini kita sangat minim dai perempuan. Ini juga harus disentuh karena mereka punya komunitas yang besar juga,” kata Marliadi.

Untuk itu ia harapkan support dari Pemkab Lobar. Bahkan tidak hanya itu, ia juga berharap MUI harus ada di semua kegiatan Pemkab.
Misalnya di sektor pariwisata, karena saat ini ada program wisata halal maka MUI juga harus hadir di sana.

“Begitu pula dengan sektor lainnya seperti kesehatan, kehutanan dan lainnya,” jelas pimpinan Ponpes Tarbiyah Ikhlas Jembatan Kembar Timur ini. (afgan/humas)

GAUNGKAN LOMBOK BANGKIT MELALUI SEPEDA NUSANTARA 2018

Giri Menang, Minggu 11 November 2018 – Rangkaian Sepeda Nusantara 2018 kali ini digulirkan di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB, pada Minggu (11/11). Sekitar 4.000 peserta antusias mengikuti kegiatan yang merupakan program Ayo Olahraga! milik Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) tersebut.

Terpilihnya Kabupaten Lombok Barat mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid. Sebelumnya Lombok Barat juga ditunjuk Kemenpora sebagai daerah singgah Kirab Pemuda Nusantara 2018.

Fauzan berharap melalui banyaknya event yang diselenggarakan di Lombok Barat semakin mempercepat kebangkitan Lombok Barat khususnya di industri pariwisata.

“Alhamdulillah setelah sekian kalinya kita menunjukkan kepada dunia, Lombok Barat-NTB sudah siap bangkit menyongsong masa depan lebih baik pasca gempa beberapa bulan lalu. Sepeda Nusantara menunjukkan masyarakat kita sudah ‘move on’ untuk melihat masa depan yang lebih baik dan lebih cerah. Mudah-mudahan semua usaha kita bisa memasyarakatkan olahraga. Semoga kita juga tetap sehat dan dapat membawa masyarakat ke arah lebih baik,” kata Fauzan.

Setelah event Pesona Senggigi, Mekaki Maratahon dan Sepeda Nusantara, Pemkab Lombok Barat selanjutnya akan menggelar beberapa event besar lagi. Perang Topat yang akan digelar di Pura Lingsar pada 22 November mendatang merupakan salah satu budaya yang menunjukkan toleransi antar umat beragama di Lombok. Perang Topat juga dirangkai dengan berbagai atraksi seperti Presean, Pentas Tari Tradisional dan pertunjukan lainnya.

Sebagai penutup tahun, Pemkab Lobar juga akan menggelar event musik Senggigi Jazz Festival yang akan diisi dengan penampilan musisi nasional dan internasional.

Sementara itu, Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Pemuda Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemepora RI Putu Raka Pariyana mewakili Kemenpora Imam Nahrawi mengaku bangga dengan antusias masyarakat Lombok Barat. Putu Raka mengaku dirinya tidak menyangka animo masyarakat sebesar ini.

“Kemarin saya menghadiri event di Singaraja yang diikuti 2500 orang. Itu juga digabung dengan beberapa event. Di sini lebih luar biasa pesertanya 4000 orang. Selamat atas suksesnya acara ini. Mudahan tahun depan kita sudah anggarkan untuk 150 titik dan Lombok bisa mendapatkan lebih banyak lagi,” ujarnya.

Jarak yang ditempuh dalam Sepeda Nusantara kali ini mencapai 10 kilometer dengan rute yang cukup menantang. Mengambil start dan finish di depan Hotel Montana Senggigi, peserta melewati Pasar Seni Senggigi, kemudian menghadapi menanjak dengan view Pantai Senggigi usai melewati Hotel Sheraton. Peserta kemudian melintasi Pantai Kerandangan dan memutar di depan Hotel Holiday Inn. Hingga finish, semua peserta melalui jalanan yang naik turun.

Tiba di lokasi finish, para peserta kemudian dihibur atraksi Presean dan pembagian door prize dengan hadiah utama sepeda motor. (jw/humas)

LAPANGAN BECEK, SEMANGAT APEL TETAP JALAN

Giri Menang, Sabtu 10 November 2018. Kondisi lapangan yang basah dan becek tidak mempengaruhi semangat para ASN Pemkab Lombok Barat serta pelajar mengikuti apel bendera dalam rangka Peringatan Hari Pahlawan ke-73 yang dirangkai dengan Hari Kesehatan ke-54 dan HUT Korpri ke-47 di Lapangan Kantor Bupati Lombok Barat, Sabtu (10/11).

Kendati becek akibat hujan yang turun semalam, namun sejak pukul 07.00 Wita tampak seluruh peserta sudah siap memasuki lapangan upacara.

Suasana jadi penuh khidmat, manakala Komandan Distrik Militer (Dandim) 1060/Lobar, Letkol. Czi. Djoko selaku Inspektur Upacara sudah menaiki podium.

Satu demi satu agenda upacara dilalui. Seluruh petugas apel bisa melaksanakan tugas dengan baik. Dari petugas pengibar bendera, pembaca panca prasetia Korpri serta petugas non formal lainnya.

Letkol. Czi. Djoko selaku Inspektur Upacara berpesan, hari pahlawan harus menjadi energi dan semangat baru dalam megisi kemerdekaan. Selaku ASN yang tergabung dalam Korpri harus mewujudkan semangat pembangunan khususnya di Lombok Barat.

Sementara dari sisi pembangunan kesehatan, Letkol. Czi. Djoko selaku Inspektur Upacara menyebut sejumlah para pahlawan di bidang kesehatan. “Selamat hari pahlawan ke 73, hari Korpri ke 47 dan hari kesehatan ke 54,” sebutnya.

Sebagai akhir dari kegiatan apel, dilanjutkan dengan pemberian bingkisan kepada 3 orang veteran asal Lobar. Mereka adalah H. Margono, Sutrisno dan Tohri. (Humas Lobar)

PUPUK JIWA KEPEMIMPINAN, SISWA SMP SE-LOMBOK BARAT IKUTI KEMAH PENGUATAN KARAKTER

Giri Menang, Sabtu 10 November 2018 – Jiwa kepemimpinan harus ditumbuhkan, dipupuk, dan dikembangkan sejak dini. Jiwa kepemimpinan akan mudah diasah bila seseorang memiliki karakter yang kuat.

Hal itu diungkapan Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid saat membuka Kemah Penguatan Karakter bagi siswa SMP se-Kabupaten Lombok Barat (Lobar) Tahun 2018 di Hutan Wisata Suranadi, Kec. Narmada, Jum’at (9/11).

Kegiatan yang ditandai dengan dengan pemotongan pita api unggun ini digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar ini sesuai dengan salah satu program pokok nawacita yakni pembentukan karakter bangsa.

“Salah satunya adalah pembentukan karakter untuk anak-anak kita, siswa-siswi kita yang menjadi harapan bagi kita semua untuk bisa membawa bangsa dan negara ini, daerah ini lebih maju dan lebih sejahtera lagi,” kata bupati.

“Karakter sebuah pola tindakan dan perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Kemajuan teknologi juga sangat mempengaruhi perkembangan dan pembentukan karakter sehingga harus mampu memilah mana hal baik dan buruk. Tentu, harapannya mereka semakin pandai dalam bersosialisasi, pemberani dan mudah bergaul dengan orang lain di sekitarnya,” tambahnya.

Fauzan berharap para peserta nantinya dapat menularkan pengetahuan yang didapat kepada siswa lain.

“Pengaruhi mereka menjadi orang baik, pengaruhi mereka menjadi orang yang sadar akan bahaya narkoba, pengaruhi mereka dengan cara berpikir mereka, cara bertindak mereka,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikbud Lobar Hendrayadi menjelaskan Kemah Penguatan Karakter ini dilaksanakan selama tiga hari dan diisi dengan berbagai materi tentang pembentukan karakter, penanggulangan narkoba, penanggulangan HIV AIDS dan lain-lain.

“Dengan diadakannya kegiatan semacam ini bisa memupuk silaturrahim untuk siswa kita. Saling mengenal dengan siswa yang lain, tidak hanya mengenal diri sendiri di sekolah masing-masing, tetapi para siswa juga dapat memanfaatkan kegiatan ini sebagai ajang berlatih, menggali ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya,” terangnya.

Hendra berharap dengan kegiatan ini bisa menguatkan karakter seluruh siswa sekaligus mengikat seluruh siswa dalam satu ikatan untuk memajukan Kabupaten Lombok Barat.

Ditempat yang sama, Wulan salah satu peserta kemah mengakui tidak hanya ilmu pengetahuan saja yang harus dikuasai oleh seorang pelajar, tapi juga penguatan karakter yang kuat untuk melangkah kedepan.

“Pendidikan yang baik tidak hanya terlepas dari peran tenaga pendidik, tetapi juga peran serta masyarakat dan warga di lingkungan sekolah. Selain itu, semua pihak juga harus turut mendukung dan ikut mempengaruhi pembentukan karakteristik siswa yang baik,” ungkapnya.

Kegiatan ini sendiri diikuti 100 peserta dari seluruh SMP se-Lobar dengan diwakili oleh pengurus OSIS masing-masing dan diikuti oleh 15 guru selaku pendamping sekaligus selaku peserta. (andy/humas)

DINAS SOSIAL LOMBOK BARAT LATIH TAGANA MUDA

Giri Menang, Jum’at 9 November 2018 – Sebanyak Tiga Puluh Taruna Siaga Bencana (Tagana) Muda nampak serius menempa fisik di Pantai Kerandangan Senggigi Batulayar Lombok Barat (Lobar) Jum’at (9/11).

Dari baris berbaris sampai proses rescue (penyelamatan) mereka lakukan sebagai latihan buat mereka terjun saat terjadi bencana. Mereka dilatih oleh beberapa instruktur, di antaranya dari Palang Merah Indonesia, staff Dinas Sosial Lobar, bahkan juga melibatkan Badan SAR Nasional dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Mereka juga mendapat kegiatan mentorial dari anggota Tagana senior.

Para Tagana Muda tersebut dilatih selama empat hari. Dua hari di kelas dan Dua hari lapangan.

Pelatihan teoritik mereka dapatkan di Hotel Montana Senggigi dari tanggal 7-8 November dengan materi kebijakan pengurangan resiko bencana, teknik penyelamatan di darat dan laut, teknik pertolongan pertama,dan materi layanan psiko sosial.

Berikutnya, mereka memperoleh pelatihan lapangan yang dipusatkan di Pantai Kerandangan Senggigi dari hari ini (Jum’at, 9/11) sampai penutupannya esok hari (Sabtu, 10/11).

Pada pelatihan lapangan, mereka dilatih mengelola dapur umum, pembuatan shelter, memberikan layanan psiko sosial, dan water rescue.

Salah seorang instruktur yang juga staff di Dinas Sosial Lobar, Mulyadi memastikan bahwa tiga puluh orang tersebut akan semakin memperkuat personalia Tagana di Lobar.

“Saat ini kita sudah memiliki 55 orang Tagana terlatih Se-Kab. Lobar. Dengan pelatihan mencapai 32 jam pelatihan, tiga puluh orang ini insya Allah siap untuk ikut membantu,” terang Mulyadi.

Untuk tahun ini, tambah Mulyadi, perekrutan Tagana dikonsentrasikan hanya dari empat kecamatan yang minim personil namun rawan bencana. Empat kecamatan itu adalah Kecamatan Narmada, Lingsar, Gunung Sari, dan Batulayar.

“Kemarin pun mereka sudah kita aktifkan sebagai relawan. Kita kan terkena kewajiban verifikasi sasaran penerima Jadup (Jaminan Hidup, red) untuk warga yang kena gempa,” terang Mulyadi.

Bagi Mulyadi, sejak awal para Tagana Muda tersebut telah teruji inisiatif dan motivasinya dalam membantu pihak Dinas Sosial.

“Tapi terus kita pantau dan evaluasi. Ke depannya, mereka akan dijenjangkan sesuai klasifikasi peran, fungsi, dan tugas serta kluster. Yang harus mereka fahami adalah tiga gugus tugas, yaitu perlindungan, pengungsian, dan logistik,” kata Mulyadi menjelaskan.

Tagana ini memiliki posisi sangat penting saat terjadi bencana. Imbalan atas jasa mereka sayangnya terbilang sangat kecil. Mereka hanya bisa memperoleh uang lelah dari APBD Lobar sebesar Rp. 300 ribu/bulan/orang serta tambahan dari APBN sebesar Rp. 250 ribu/orang/bulan.

“Tapi mereka masih bisa memperoleh uang pengerahan sebesar Rp. 100 ribu/orang/hari saat ditugaskan ketika ada bencana,” pungkas Mulyadi.

Oleh karena mereka berasal dari warga biasa, para Tagana ini berperan besar dalam mitigasi bencana dan pemberdayaan masyarakat untuk mengurangi resiko bencana.

Salah seorang Tagana yang terbilang senior di Lobar, Farhan menuturkan peran mereka kala bencana terjadi.

“Kami ini relawan yang siap dipanggil kapan saja. Sering kita bertemu dengan teman lainnya, langsung di lokasi kejadian. Kita sudah tahu tugas masing-masing,” ujarnya.

Tagana yang terlibat sejak tahun 2009 itu mengaku banyak hal membahagiakan yang ingin ia tularkan kepada para yuniornya.

“Di samping memperbanyak teman dan sahabat, ada kebahagiaan tersendiri ketika kita bisa membantu sesama yang dalam kesusahan,” pungkas Farhan. (Humas Lobar)

KADES SE-LOMBOK BARAT IKUTI BURSA INOVASI DESA 2018

Giri Menang, Rabu 7 November 2018 – Seratusan Kepala Desa se-Lombok Barat dan aparaturnya menghadiri Bursa Inovasi Desa Kabupaten Lombok Barat 2018, Rabu (7/11). Dalam forum tersebut para kepala desa melakukan proses belajar dan berdiskusi untuk mereplikasi inovasi yang sesuai dengan potensi desanya masing-masing.

Salah satu Kepala Desa yakni Sukadin yang merupakan Kepala Desa Kuranji Dalang mengakui kegiatan Bursa Inovasi Desa sangat luar biasa dan dapat menjadi inovasi untuk membangun desa.

“Ini menjadi tolak ukur kita untuk peningkatan kualitas pembangunan di desa. Dengan kita berinovasi dan berkreasi untuk desa ke depan kita punya target, misalnya seperti desa kami di Desa Kuranji Dalang untuk mengembangkan ekowisata dengan potensi desa memiliki kesenian dan budayanya yang luar biasa,” ungkapnya.

Bursa Inovasi Desa (BID) sendiri merupakan program dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia sebagai sarana untuk memberikan solusi bagi Pemerintah Desa (Pedes) memecahkan masalah dan rencana pembangunan yang ada di desa.

Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kab. Lombok Barat (Lobar) kegiatan ini digelar selama satu hari di di Gor Mini Gerung.

Kepala Dinas PMD Lobar L. Edy Sadikin menjelaskan, kegiatan ini menjual kreasi dan inovasi yang sudah dilakukan oleh desa yang ada di Indonesia untuk bisa dicontoh desa-desa yang ada di wilayah Lombok Barat sesuai potensi yang ada di masing-masing desa.

“Terlebih saat ini adanya alokasi dana desa (ADD) bisa memicu desa untuk berinovasi sehingga tujuan dari Pemdes itu sendiri bisa dirasakan masyarakat,” kata saat membuka kegiatan.

“Dari kegiatan ini para Kades bakal menerima petunjuk terkait inovasi apa saja yang bisa dilakukan di desanya masing masing. Di antaranya beberapa poin menu bursa inovasi yang bisa dilakukan meliputi bidang infrastruktur, kewirausahaan dan pengembangan ekonomi lokal dan bidang pengembangan sumber daya manusia. Harapan kita melalui Bursa Inovasi Desa, apa yang telah dilakukan oleh kawan-kawan kepala desa yang sudah berhasil melalui tiga bursa inovasi itu bisa kita lakukan di wilayah kita terutama yang bernilai produktif sehingga bisa menghasilkan kemajuan untuk desanya masing-masing,” tambahnya.

Sementara itu mewakili Bupati, Asisten III Setda Lobar H. Fathurrahim menyampaiakn apresiasinya dan menyambut baik adannya kegiatan tersebut. Menurutnya, sudah saatnya Pemdes bisa berdikari, berkreasi dan berinovasi yang tujuannya untuk desa itu sendiri.

“Dengan diadakan Bursa Inovasi Desa hari ini tentu mulai sekarang kepala desa kita harus punya mindset dan punya pemikiran untuk mampu membaca potensi-potensi yang ada di desa, sehingga bisa memunculkan hal yang baru di desa sebagai inovasi,” katanya.

Ia menambahkan, Kepala desa merupakan Leader dan yang akan memberikan warna di desa. Untuk itu, kepala desa bisa benar-benar memilah apa yang bakal dilakukan untuk memajukan serta membangun desanya supaya lebih baik lagi.

“Manfaatkan semua potensi yang ada yang telah dikelola di desa dengan baik sehingga desa maju mandiri. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sendiri akan terus mensupport kemajuan Pemerintah Desa,” tegasnya. (andy/humas)

1 2 3 4 189