HADAPI CORONA, PEMKAB LOMBOK BARAT GELAR BINTEK

Giri Menang, 21 Maret 2020 – Sadar dengan keterbatasan personalia, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menggelar bimbingan teknis (bintek) penyemprotan disinfektan dengan melibatkan seluruh Perangkat Daerah yang masing-masing diwakili 4 orang staff.

Kegiatan diselenggarakan dengan Dinas Kesehatan Lobar bertindak selaku narasumber di Bencingah Agung Kantor Bupati Lobar, Sabtu (21/3/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Dinas Kesehatan mempraktikkan pencampuran cairan Clorin dengan air bersih dengan perbandingan 1 liter untuk cairan Clorin dengan kadar 5,25 persen berbanding 9 liter air bersih.

“Tapi sebelumnya, agar petugas bisa menyiapkan alat pelindung diri berupa sarung tangan plastik, masker, kaca mata, dan baju plastik pelindung. Bisa menggunakan mantel hujan,” ujar Edi Setiabudi, narasumber dari Dinas Kesehatan Lobar.

Pasca bintek tersebut, para peserta yang berasal dari OPD dan Kelompok Tani se-Lobar akan disebar untuk melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh pondok pesantren dan masjid mushalla di wilayah Kabupaten Lombok Barat.

“Kita menyiapkan dari Dinas Pertanian dan Kelompok Tani sebanyak 100 unit air sprayer dan akan kita mulai per hari Senin esok jam 07.30,” terang Asisten I Bidang Aparatur dan Pemerintahan Agus Gunawan.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah H. Baehaqi menyambut positif kegiatan tersebut.

“Cara ini insya Allah efektif, meski alat terbatas. Penyemperotan akan dilakukan di madrasah, masjid, dan pondok pesantren serta tempat-tempat orang banyak berkumpul,” terang Sekretaris Daerah H. Baehaqi.

Menurut Baehaqi, kondisi saat ini adalah masa tanggap darurat.

“Pemda melakukan pencegahan dulu, seperti mengurangi perkumpulan, acara-acara, dan ini salah satu cara Pemda menanggulangi,” terang Baehaqi menunjuk acara bintek tersebut.

Dalam acara tersebut, selain melatih pembuatan cairan disinfektan dan sosialisasi bahaya Corona, pihak Dinas Kesehatan pun meminta social distancing diterapkan dengan menjarakkan antar satu orang dengan orang lain berjarak sekitar dua meter.

Hadir dalam bintek tersebut, Sekretaris Daerah H. Baehaqi, Asisten I Bidang Aparatur dan Pemerintahan Agus Gunawan, Asisten III Bidang Administrasi Umum dan Kesra H. Mahyudin, Kepala Dinas Kesehatan Hj. Ambawati, dan Kepala Pelaksana BPBD Mahnan.

Pemkab Lombok Barat Jamin Harga dan Pasokan Bahan Pokok Aman di Tengah Corona

Giri Menang, 19 Maret 2020. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) memastikan harga bahan pokok masih stabil dan ketersedian bahan pokok aman di tengah wabah virus corona atau covid-19.

Langkah antisipasi menghadapi covid-19 dilakukan melalui pengecekan ketersediaan pasokan di wilayah Kab. Lombok Barat.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ir. Hj. Lale Prayatni menyebutkan komoditas yang dinyatakan aman di antaranya beras, gula, bawang merah, bawang putih dan bahan pokok lainnya.
“Kami akan monitor terus masalah ketersediaan bahan pokok dan harga, hanya saja dari bahan pokok tersebut harga yang masih tinggi ialah cabai rawit,” ungkapnya saat Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Kamis, (19/3) di ruang Rapat Jayangrana, Kantor Bupati Lombok Barat, Giri Menang, Gerung.

Untuk bahan pokok seperti beras kata dia, ketersediaan di Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) masih aman, dimana Perum Bulog mengalokasikan setiap tahun sekitar 100 ton untuk Lombok Barat. Begitu juga halnya ketersediaan padi relatif masih aman dengan stok sekitar 30 ton.
“Perum Bulog sampai saat ini masih tetap mensuplay beras ke toko-toko modern sekitar 1ton/hari,” sambungnya.

Dari pemantauan, lanjut Hj Lale, termasuk di Gudang JB ketersediaan pasokan gula masih kurang karena pengirimannya dari luar, tapi ia memastikan ketersediaan gula tetap aman. Sedangkan di gudang Indomarko dua bulan ke depan masih ada stok.

Untuk menjaga ketersediaan pangan Pemkab Lombok Barat akan membuat surat edaran guna stok bahan pokok tetap ada dengan membatasi pembelian seperti bahan pokok beras, gula, minyak goreng, mie instan dan bahan pokok lainnya.
“Sebelumnya satgas pangan nasional membatasi pembelian beras maksimal 10 kg per pembeli, gula maksimal 2 kg, minyak 4 liter, hal itu juga kita lakukan agar ketersediaan bahan pokok tetap tersedia,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menyampaikan stok untuk sekarang memang relatif aman dan juga harga masih stabil. Namun yang perlu diperhatikan ialah masyarakat ekonomi ke bawah. Itu yang perlu dipikirkan, ujar Fauzan.
“Tidak apa-apa kalau situasi mendesak kita akan berikan masyarakat yang tidak mampu sesuai dengan stok yang kita punya, Perindag (Perindustrian dan Perdagangan) secara aktif memantau terus harga pasar,” imbuhnya.

Sumber : Humas Lobar

Pemkab Lombok Barat Jamin Harga dan Pasokan Bahan Pokok Aman di Tengah CoronaGiri Meang, 19 Maret 2020. Pemerintah …

Dikirim oleh Humas Protokol Lombok Barat pada Kamis, 19 Maret 2020

Sidak Corona, Bupati Lombok Barat: Masyarakat Jangan Panik, Pedagang Jangan Naikkan Harga!

Giri Menang, 19 Maret 2020 – Mengantisipasi dampak buruk yang tidak diinginkan dari semakin merebaknya Covid-19 yang telah menjadi pandemik nasional bahkan semua negara, Pemda Lombok Barat melakukan langkah antisipasi munculnya suspek Corona ini pada masyarakat.

Karena itu Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid didampingi Ketua Tim Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Virus Corona, H Baehaqi yang juga Sekretaris Daerah Lombok Barat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) yang dimulai dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Patut Patuh Patju (Tripat) Gerung, Lombok Barat.

Kedatangan orang nomor satu di Lombok Barat ini disambut Direktur RSUD Tripat drg H. Arbain Ishak, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat, drg. Hj Ni Made Ambaryati beserta seluruh jajarannya.

Sebelum memasuki RSUD Tripat Gerung, bupati dan rombongan harus melewati pengukuran suhu tubuh oleh tim kesehatan RSUD .

Di RSUD Tripat ini bupati langsung meninjau ruang isolasi yang sudah disiapkan oleh pihak RSUD. Hal ini dimaksudkan untuk mengecek langsung kesiapan pusat-pusat pelayanan publik seperti RSUD dalam menghadapi Corona termasuk pencegahan virus yang tengah mengguncang jagat raya ini.

Didampingi petugas medis RSUD Tripat, bupati mendapatkan penjelasan terkait prosedur penanganan dan pencegahan covid-19 bila sewaktu-waktu terjadi hal-hal buruk yang tidak diinginkan.

Dari keterangan drg. Arbain kepada bupati diketahui petugas perawatan di ruang isolasi maupun di ruang perawatan pasien selalu dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap. Hal ini merupakan prosedur yang harus dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dari munculnya dampak buruk dari sisi kesehatan baik bagi petugas yang dinilai rentan untuk terkena virus ini.

Dalam keterangan persnya kepada sejumlah media Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid menjelaskan dalam menghadapi isu Covid-19 ini agar masyarakat tidak resah dan lebih melakukan proteksi diri ataupun pencegahan agar tidak terkena virus corona melalui prilaku hidup bersh dan sehat.
“Kita berharap seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat untuk menyosialisasikan tentang virus corona ini secara baik dan benar. Dengan informasi yang baik dan benar kita harapkan masyarakat tidak akan takut dan resah. Waspada sangat penting, namun panik tidak perlu dan harus dihindari,” pesan bupati singkat.

Setelah Sidak dilakukan di RSUD Tripat, bupati dan rombongan langsung melakukan hal yang sama di gudang Jembatan Baru (JB), Kediri. Di gudang sekaligus retail modern JB ini bupati meminta kepada seluruh manajemen JB untuk memperhatikan kesehatan para karyawan dalam melindungi diri dari acaman Covid-19 ini. Demikian juga para konsumen yang berbelanja juga harus diperhatikan standar kesehatannya termasuk produk-produk kebutuhan pokok masyarakat yang dijual juga harus diperhatikan syarat hygenisnya agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat yang berbelanja.
“Saya juga minta kepada seluruh manajemen JB di sini untuk tidak memanfaatkan kesempatan untuk menaikkan harga-harga kebutuhan pokok masyarakat. Upayakan agar harga-harga stabil dan tidak mebebankan masyarakat. Termasuk kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, gula, minyak goreng dan lain sebagainya agar ketersediaannya tetap stabil untuk mempermudah masyarakat memperolehnya,” ingat bupati.

Terpisah Sekda Lombok Barat Dr H Baehaqi, MM, M.Pd selaku Ketua Tim Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Virus Corona menekankan, agar setiap informasi apapun yang berhubungan dengan virus corona saat ini langsung menghubungi call center 081917435067.
“Sidak ini, sebagai tindak lanjut dari rapat yang dilakukan bersama bupati tanggal 15 dan 16 Maret yang lalu. Hasil rapat tersebut yaitu berupa keluarnya surat edaran bupati tentang upaya pencegahan dan penanggulangan virus corona. Sidak yang dilakukan adalah untuk melihat kesiapan menghadapi wabah corona sekaligus sosialisasi keberadaan satgas dan posko yang berada di dinas kesehatan serta ruang isolasi di RSUD Tripat.

Pada hari yang sama, petugas dari Dinas Kesehatan Lombok Barat melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Pendopo Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat dan gedung putih kompleks perkantoran pemerintahan kabupaten Lombok Barat. Penyemprotan yang sama juga akan dilakukan di sejumlah Badan Pelayanan Publik lainnya, pusat-pusat pendidikan termasuk di sejumlah Pondok Pesantren se Lombok Barat.

Sumber : Humas Lobar

Sidak Corona, Bupati Lombok Barat: Masyarakat Jangan Panik!, Pedagang Jangan Naikkan Harga!Giri Menang, 19 Maret 2020…

Dikirim oleh Humas Protokol Lombok Barat pada Kamis, 19 Maret 2020

Tanggap Corona, Dikes Lobar Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Giri Menang, 19 Maret 2020. Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) melakukan penyemprotan disinfektan sebagai pencegahan dan penanggulangan virus corona (Covid-19) di lingkungan Pemkab Lombok Barat, Kamis, (19/3).

Kepala seksi Pencegahan Penyakit Menular Dikes Lobar I Made Santiane yang sedang memimpin tim penyemprotan menyebutkan jika penyemprotan diharapkan bisa membunuh virus covid-19 di tempat-tempat tertentu.

“Ini diharapkan bisa membunuh virus penyebab penyakit Covid-19, dan rencana sekarang kita mulai dari pendopo dulu, nanti ke kantor bupati lalu kita prioritaskan ke tempat-tempat umum yang sering dikunjungi masyarakat, kita sudah ada jadwalnya,” jelasnya.

Untuk bahan penyemprotan sendiri dijelaskan Made cukup sederhana dan mudah didapat.

“Ini bahannya itu kita gunakan cairan clorin dicampur air, dengan perbandingan 1:9, itu bahan paling sederhana yang bisa kita dapatkan di pasaran,” lanjutnya.

Untuk diketahui, kandungan cairan Klorin bisa didapatkan pada bahan pemutih pakaian seperti Bayclin dan dicampurkan dengan air, 1 liter klorin dapat dicampur dengan 9 liter air.

Melihat bahan yang digunakan cukup sederhana dan mudah didapat, Made juga mengungkapkan jika penyemprotan bisa dilakukan secara mandiri oleh masyarakat, namun tetap memakai Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, sarung tangan dan kacamata untuk menghindari kontak langsung dengan cairan klorin yang mengandung zat yang bisa membahayakan mata, kulit dan sistem pernapasan.

Walaupun penyemprotan bisa dilakukan secara mandiri, dikes juga tetap berencana akan turun ke masyarakat untuk melakukan penyemprotan.

“Kita juga nanti akan ke masjid-masjid, dan untuk ke perumahan masyarakat, nanti kita harapkan bisa berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait namun tetap dalam pengawasan dikes,” tukas Made.

 

Sumber : Humas Lombok Barat

Tanggap Corona, Dikes Lobar Lakukan Penyemprotan DisinfektanGiri Menang, 19 Maret 2020. Dinas Kesehatan (Dikes)…

Dikirim oleh Humas Protokol Lombok Barat pada Kamis, 19 Maret 2020

Wisata Desa Tema Sentral Musrenbang 2021

Giri Menang, Rabu, 18 Maret 2020-Pengembangan pariwisata desa di Lombok Barat terus dipacu. Selain mengangkat potensi-potensi kearifan lokal yang dimiliki oleh setiap desa di Lombok Barat juga bisa dijual kepada wisatawan dalam negeri dan luar negeri. Selain itu dipacunya pengembangan pariwisata desa juga menjadi penekanan Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid pada event “Malean Sampi” yang digelar pada Minggu (15/3) lalu di Desa Selat, Kecamatan Narmada.

Menyikapi hal ini, Kepala Bappeda Lombok Barat Rusditah, S.Sos ditemui di ruang kerjanya, Rabu (18/3) membenarkannya. Ia menyebut justru konsep pengembangan pariwisata desa ini menjadi tema sentral Musrenbang 2021 mendatang. Yakni ‘Pengembangan Parwisata Berbasis Desa dan Pemenuhan SPM Berwawasan Lingkungan dan Berkelanjutan’.

Menurut mantan Camat Lingsar Ini, pengembangan pariwisata berbasis desa ini untuk mewujudkan ‘Lombok Barat MANTAP’ dengan memaksimalkan sumberdaya yang dimiliki Lombok Barat dengan melakukan terobosan, inovasi menjalin kemitraan dengan dunia usaha, memanfaatkan teknologi informasi dan mengidentifikasi prioritas program/kegiatan sesuai dengan permasalahan yang ada serta menyelaraskan isu strategis kabupaten sehingga apa yang direncanakan tahun 2021 benar-benar dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dan selaras dengan Rencana Kerja (Renja) Pemerintah Daerah (Pemda).

Rusditah menambahkan, pengembangan wisata desa di Lombok Barat sebagaimana yang sudah di-SK kan Pemerintah Daerah diharapkan juga bisa menemukan desa-desa lain yang belum teridentifikasi, namun memiliki potensi besar untuk djadikan destinasi wisata baru yang bisa menjadi magnit bagi wisatawan domestik ataupun mancenagara untuk selanjutnya bisa dikunjungi.
“Upaya mencari dan menemukan potensi wisata desa yang lain juga menjadi acuan yang sangat bermanfaat bagi rencana ke depan bagi pengembangan pariwisata kita di 2021 dan seterusnya di Lombok Barat,” ujar Rusditah.

Mantan Kepala Disnakertrans ini juga menambahkan, potensi pariwisata desa dengan segala produk unggulannya di Lombok Barat memiliki karakteristik berbeda. Sumberdaya masing-masing desa yang bisa dijual sungguh beragam. Rusditah mencontohkan seperti potensi wisata pantai mulai dari Sekotong, Lembar, Gerung, Labuapi dan Kecamatan Batulayar. Potensi wisata agro yang bisa dikembangkan di Lombok Barat ada di wilayah Kecamatan Lingsar, Narmada ataupun Gunungsari.
“Di Sekotong misalnya ada kawasan wisata Gitanada (Gili Tangkong, Nanggu dan Gili Sudak). Di Kecamatan Lembar ada wisata Mangrove, di Gerung ada wisata Pantai Cemare, di Labuapi ada wisata religi dan di Batulayar ada kawasan wisata Senggigi yang sudah terkenal sejak awal,” ungkap Rusditah.

Rusditah menambahkan, begitu pula di Kecamatan Lingsar atau Narmada ada sentra pengembangan buah-buahan termasuk potensi kopi, sentra olahan makanan di Desa Langko, Longseran Barat Selatan (LBS), sentra pengembangan kerajinan ketak di Nyur Baye, sentra gerabah di Banyumulek, sentra kerajinan topeng kayu di Labuapi, sentra kerajinan di Sesela dan sebagainya. Diharapkan potensi-potensi tersebut di kembangkan nantinya secara maksimal.

Rusditah juga mengapresiasi kegiatan Malean Sampi yang digelar secara mandiri di Desa selat melalui dukungan dari Dana Desa (DD). Pemerintah Daerah, desa ataupun dari lembaga-lembaga masyarakat di desa bisa berkolaborasi dalam penyelenggaraan event-event budaya seperti halnya Malean Sampi. Bahkan support dari Pemprop NTB bahkan pemerintah pusat nantinya sangat diharapkan untuk memajukan pariwisata kita di daerah khususnya di desa-desa di Lombok Barat.
“Harapan kita, event-event yang dilaksanakan di tingkat desa ini memiliki kualitas dan bernilai jual tinggi dalam skala nasional maupun internasional. Karena itu perlu dilakukan koordinasi yang baik terkait agenda terhadap event-event apa yang perlu dilakukan selama setahun,” ujarnya.

Rusditah juga tidak menampik kearifan lokal masyarakat desa dalam bentuk seni dan budaya juga harus menjadi perhatian bersama untuk bisa dibangkitkan kembali. Seperti Kayak Sandongan, Pepaosan yang begitu popular se Pulau Lombok dan masih menjadi ingtatan segar masyarakat Lombok akan kekhasan Kayak Sandongan maupun Pepaosan dari Lombk Barat ini.
“Kita ingin hidupkan kembali potensi-potensi yang demikian dan pada saatnya nanti kita ingin tampilkan di depan umum terutama para wisatawan. Begitu juga di kawasan perhotelan di Lombok Barat mungkin bisa ditampilkan atraksi seni dan budaya peninggalan nenek-moyang kita dulu, sehingga ada warna lain bagi wisatawan yang berkunjung ke Lombok Barat. Jadi selain sebagai upaya pelestarian seni, namun juga para pegiat seni ini menjadi bagian dan berdampak pada nilai tambah mereka secara ekonomi,” tutup Rusditah.

Sumber : Humas Lobar

Wisata Desa Tema Sentral Musrenbang 2021 Giri Menang, Rabu, 18 Maret 2020-Pengembangan pariwisata desa di Lombok Barat…

Dikirim oleh Humas Protokol Lombok Barat pada Rabu, 18 Maret 2020

Lagi, Satgas Pencegahan Corona Lombok Barat Turun

Giri Menang, 18 Maret 2020. Tim Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanggukangan Virus Corona Lombok Barat (Lobar) yang diketuai Sekretaris Daerah (Sekda) Dr H Baehaqi kembali mendatangi beberapa titik-titik penting.

Setelah Selasa (17/3) melakukan pemantauan kesiapan ke Dinas Kesehatan Lobar, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Patut Patuh Patju (Tripat), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), Dinas Ketahanan Pangan, Kantor Camat Kediri, Puskesmas Kediri, dan Kantor Desa Kediri, kali ini dimulai dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Lembar.

Di tempat ini dilakukan simulasi awal pasien yang dicurigai terkena virus corona (Covid-19) yang dibawa dengan ambulans ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Patut Patuh Patju (Tripat), Gerung. Di tempat ini juga secara riil dilakukan pengukuran suhu tubuh terhadap sejumlah penumpang kapal ferry yang akan menuju ke Bali baik penumpang domestik mapun internasional.
“Simulasi ini salah satu komitmen Pemerintah Daerah Lombok Barat dalam rangka melindungi masyarakatnya. Semua organ bekerja dalam rangka siap siaga ini,” ujar Baehaqi.

Dijelaskan Baehaqi, bagi penumpang yang ditemukan suhu tubuh di atas 38 derajat celcius patut dicurigai untuk mendapat screening untuk kemudian dirujuk ke RSUD Tripat.
“Kita siap siaga saja, tapi mudah-mudahan tidak ada, kita kedepankan kesehatan dan keselamatan masyarakat kita,” ujar Baehaqi.

Simulasi berikutnya di RSUD Tripat yaitu pasien yang tadi dibawa dari KKP Lembar dimasukkan ke dalam ruang observasi RSUD Tripat. Pasien tersebut disambut oleh seorang perawat yang berpakaian lengkap.

Ditanya media mengenai apakah ada warga Lobar yang terpapar dijawab Sekda tidak ada.
“Sejauh ini tidak ada yg suspect, tidak ada,” jelasnya.

Selesai dari RSUD Tripat, perjalanan tim Satgas dilanjutkan dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang dan kantor Indomarco Labuapi Lombok Barat. Sekda dan rombongan memastikan kondisi stok aman dan tidak ada mark up (kenaikan) harga.

Sulaiman, Manager Indomarco Labuapi Lombok menjelaskan persediaan cukup bahkan stok yang tersedia yang seharusnya untuk satu bulan saja sudah ditambah menjadi dua bulan. Dia juga memastikan tidak ada penimbunan barang dan penaikan harga.
“Jangan ambil keuntungan dalam kesempitan,” ujar Mahyudin, wakil Satgas yang juga Asisten Daerah III Bidang Administrasi Umum dan Kesejahteraan Rakyat. Tim Satgas meminta agar di setiap Indomaret disediakan banner/spanduk kewaspadaan terhadap virus corona. Dalam kesempatan itu, Sekda Baehaqi juga meminta kepada Indomarco untuk mengakomudir produk-produk lokal Lombok Barat.

Dari Indomarco perjalanan selanjutnya ke Rumah Sakit Awet Muda, Narmada. Di tempat ini dilakukan peninjauan ruang observasi. Masukan yang diberikan Satgas agar ruang observasi bisa lebih mudah dijangkau yaitu seharusnya lokasinya tidak terlalu dalam.

Sidak terakhir dilakukan ke Gudang Jembatan Barau (JB) di Kediri. Di tempat ini ditemukan penataan minuman-minuman botol yang kurang bersih dan sebagiannya terkena sinar matahari. Selain itu, halaman gudang ini juga tampak kurang bersih. Hj Lale Prayatni yang juga Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan meminta JB untuk lebih menjaga kebersihan dan jangan sampai menjual barang yang kadaluarsa di tengah kewaspadaan terhadap virus corona.

Sidak ini juga diikuti Assiten I Bidang Aparatur dan Pemerintahan Setda Lobar, Agus Gunawan, unsur Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lobar.

Sumber : Humas Lobar

Lagi, Satgas Pencegahan Corona Lombok Barat TurunGiri Menang, 18 Maret 2020. Tim Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan…

Dikirim oleh Humas Protokol Lombok Barat pada Rabu, 18 Maret 2020

Bupati Lombok Barat Resmikan Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat

Giri Menang, 16 Maret 2020 – Sebanyak 36 titik pembangunan Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (SLBM) di 10 kecamatan di Lombok Barat (Lobar) diresmikan Bupati Fauzan Khalid pagi tadi di Pondok Pesantren As-Sa’idiah Tempos Gerung, Senin, (16/2/2020).

SLBM ini sendiri meliputi pembangunan MCK, tanki septik, dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), baik yang kombinasi MCK maupun IPAL Komunal dengan nilai total Rp 15,7 M dan menggunakan anggaran tahun 2019.

Disebutkan bupati, dalam sambutannya bahwa pembangunan SLBM ini adalah untuk mendukung program strategis nasional yang telah ditetapkan dengan skema “Gerakan 100-0-100”.

“Semua ini kita lakukan untuk memenuhi target “100-0-100”, 100 persen akses air bersih, 0 persen rumah kumuh dan 100 persen sanitasi,” terang bupati.

Bupati juga berharap sampai akhir masa jabatannya yaitu pada tahun 2024, target 100-0-100 ini bisa terpenuhi.

Untuk tahun 2020, pemerintah daerah (pemda) Lobar berencana akan membangun SLBM dengan nilai dua kali lipat dari tahun 2019.

“Insyaallah di tahun 2020 ini akan menjadi 2 kali lipat lebih, nilainya sekitar Rp 38 M di 60 titik lebih,” papar bupati di depan para camat dan kepala desa se-Lombok Barat yang hadir.

Di kesempatan yang sama bupati juga mensosialisasikan tema HUT Lobar yang ke-62 yakni “Ijo, Nol Dedoro”.

“’Ijo’ maksudnya adalah mengajak masyarakat secara personal peduli terhadap kebutuhan oksigen masyarakat kita, bahkan dunia, untuk itu saya mengajak semua masyarakat untuk secara personal mau menanam pohon di rumah masing-masing atau dimana saja,” jelas mantan ketua KPU NTB ini.

“Nol Dedoro” sendiri dijelaskan Fauzan berarti Zero Waste yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Sasak. Hal ini tentu erat kaitannya dengan sanitasi. Bupati berharap persoalan sampah ini bisa seperti SLBM, yakni dimulai dari masyarakat sehingga hasil positifnya juga bisa dinikmati masyarakat itu sendiri.

Tak dilewatkan pula oleh bupati untuk megimbau masyarakat tanggap dengan isu global yang sedang merebak saat ini yaitu isu virus corona (COVID-19).

“Kemarin pak gubernur sudah rapat di provinsi, bersamaan dengan kami di forkopimda di Lombok Barat dan pihak-pihak terkait juga rapat untuk menentukan kebijakan terkait dengan bagaimana mengatasi penyebaran virus corona ini,” turtunya.

Dengan kondisi seperti sekarang ini ia menganjurkan masyarakat untuk sementara membatasi berhubungan sosial terlebih dengan orang luar, menghindari keramaian dan menjaga kebersihan lingkungan.

Disebutkan bupati untuk mencegah potensi penularan visrus ini, pemda Lobar untuk sementara akan meliburkan sekolah selama 14 hari, dan bisa jadi diperpanjang jika kondisi belum normal, pemda juga meminta semua kantor pemerintah menyediakan hand sanitizer (cairan cuci tangan), ia juga menyebutkan akan menutup sementara akses masyarakat luar ke gili-gili di Sekotong.

Sumber : Humas Lobar

Bupati Lombok Barat Resmikan Sanitasi Lingkungan Berbasis MasyarakatGiri Menang, 16 Maret 2020 – Sebanyak 36 titik …

Dikirim oleh Humas Protokol Lombok Barat pada Senin, 16 Maret 2020

ANTISIPASI, PEMKAB LOMBOK BARAT SEGERA BUAT SATGAS CORONA

Giri Menang, 15 Maret 2020 – Pasca terbitnya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Virus Covid-19, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menggelar Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Plus yang diselenggarakan di Ruang Rapat Rumah Dinas Bupati Lombok Barat di Gerung, Ahad (15/3/2020).

Hadir pada Rakor tersebut Bupati beserta seluruh unsur pimpinan Forkopimda, Generale Manajer Pelindo Tiga, ASDP, Kantor Imigrasi, seluruh Kepala Puskesmas, Dirut RSUD, dan para camat.

Rapat tersebut tidak hanya untuk menindak lanjuti dengan persiapan penyusunan struktur gugus tugas, namun untuk mendengar masukan dan informasi terkait dengan penanggulangan virus mematikan yang lagi mengguncang dunia itu.

Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid dalam arahannya mengungkapkan, Lombok Barat sendiri akan segera membentuk satuan tugas (satgas) untuk penanganan virus corona (covid-19). Satgas tersebut bertugas untuk mengkoordinasi, mensosialisasikan pencegahan dan penanggulangan penularan virus corona di wilayah Lombok Barat.

“Walau pun di Lombok Barat belum ada yang terkena virus tersebut, namun antisipasi harus dilakukan dengan membuat satgas corona dan membuat call center,“ ungkapnya saat memberikan arahan.

Selain membuat Satgas Corona, Bupati Lombok Barat meminta seluruh Puskesmas dan Kepala Desa melakukan sosialisasi.

Pemkab Lombok Barat, ujar Bupati, juga mengarahkan agar seluruh hotel menyiapkan alat detektor suhu manusia dan hand sanitizer.

Terkait dengan pelabuhan, Bupati juga meminta agar pihak ASDP lebih ketat dalam mengecek suhu tubuh para penumpang.

“Nanti kita minta Dinas Kesehatan membantu personil,” terang Fauzan.

Selain pelabuhan, Fauzan juga menutup sementara akses pintu-pintu masuk ke gili-gili yang ada di Sekotong Lombok Barat untuk tamu-tamu dari luar yang menggunakan kapal atau yacht. Demikian pula halnya dengan pusat-pusat rekreasi seperti Taman Narmada agar ditutup sementara.

“Supaya kita bisa lebih preventif melalukan pencegahan penyebaran,” papar Fauzan.

Untuk masjid-masjid, pihaknya meminta semua masjid agar tidak menggunakan karpet, melakukan pembersihan, dan jamaah diminta membawa sajadah sendiri.

Menindak lanjuti perkembangan beberapa daerah untuk sektor pendidikan, Fauzan meminta agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat meliburkan sekolah per hari Rabu tanggal 18 Maret, kecuali yang sedang melakukan ujian.

“Kita masih menunggu edaran resmi dari Pemerintah Provinsi. Kita akan tindak lanjuti. Kita minta semua perjalanan keluar daerah juga ditunda sampai waktu yang tidak kita tentukan. Untuk kegiatan perkantoran, kita masih tunggu seperti apa perkembangan berikutnya,” terang Fauzan.

Sumber : Humas Lombok Barat

1 2 3 4 179