PESONA SENGGIGI FESTIVAL 2019, GUBERNUR : RUSA, HARIMAU, DAN GEMPA BUMI

Giri Menang, Jum’at 20 September 2019 – Event tahunan Festival Senggigi tahun ini cukup berbeda. Event yang kini bernama Pesona Senggigi Festival
2019 mengambil tema singkat namun unik : Coffee and Art. Bertempat di Pantai Senggigi (19/9), Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Zulkiflimansyah dalam sambutannya menyambut hangat para wisatawan dengan menggunakan Bahasa Inggris yang fasih. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menceritakan tentang kisah seekor rusa dan harimau (deer and tiger) di Asia. Setiap hari tuturnya, seekor rusa bangun dan sadar bahwa dia harus berlari lebih cepat dari harimau atau dia akan terbunuh. Pada saat yang sama,lanjutnya, sang harimau bangun dan sadar bahwa dia harus mampu berlari lebih kencang dari seekor rusa paling lambat atau dia akan kelaparan.

“Tidak masalah apakah Anda harimau atau rusa, saat matahari muncul, kita lebih baik berlari”, ujarnya menggambarkan ajakan untuk hidup yang bersemangat apapun masalah yang menimpa.

Kisah rusa dan harimau tersebut merupakan pembuka cerita gubernur tentang masyarakat NTB yang bangkit setelah gempa melanda setahun yang lalu, 2018. Gubernur lalu mengutip satu kata bijak bahwa mereka yang benar-benar kuat adalah mereka yang meskipun terjatuh tujuh kali namun mampu bangkit delapan kali.
“Kami di Lombok, dihantam gempa tidak hanya tujuh atau delapan kali, tapi dua ribu bahkan tiga ribu kali, tapi kami mampu menghadapinya dengan lebih kuat,” ujar Gubernur berbahasa Inggris.

Hal itu terjadi, lanjut gubernur, karena berperannya modal sosial berupa kebersamaan, persatuan, dan perasaan senasib sepenanggungan. Gubernur berharap, kedatangan para wisatawan akan membawa kegembiraan bagi masyarakat.

“Semoga kami bisa menjadi tuan rumah yang baik dalam menyambut Anda semua di Lombok dan di Nusa Tenggara Barat,” harap Gubernur.

Pada bagian lain sambutannya, Gubernur Dr. Zul merasa bersyukur dengan menggeliatnya wisata Senggigi. Dari data yang dipegangnya, sejak dibukanya direct flight Perth, Australia ke Lombok tanggal 9 Juni yang lalu, jumlah turis Australia melonjak lebih 400 persen yang datang ke Lombok. Bisa dibayangkan,lanjutnya, kalau ada direct flight Sydney-Lombok, Melbourne-Lombok, maka Senggigi dan Lombok Barat akan makin banyak dikunjungi.

“Kami bergembira dengan menggeliatnya banyak tamu yg hadir di tempat kita. Mudah-mudahan kita memastikan tempat kita menjadi tempat yg aman ramah menyenangkan penuh kekeluargaan hingga semua orang bakalan mencintai untuk mengunjungi tempat yg kita cintai ini,” harapnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Fauzan Khalid dalam sambutannya menyambut baik kegiatan Pesona Senggigi Festival 2019 ini, terlebih dengan kehadiran gubernur.

“Event ini berlangsung tepat setelah satu tahun Bapak (Gubernur) dilantik menjadi gubernur. Selamat Pak Gubernur, semoga terus bisa memberikan yg terbaik bagi Nusa Tenggara Barat,lebih-lebih bagi Lombok Barat,” ujar mantan Ketua Komisi Pemilihan (KPU) NTB 2008-2013 ini.

Selain Festival Senggigi, bupati menyebut beberapa event wisata yang akan berlangsung di Lobar. Yaitu Senggigi Sunset Jazz tanggal 3 November dan Perang Topat pada 6 Desember. Dalam event Senggigi Sunset Jazz, bupati menyebut akan ada kejutan siapa saja yang akan hadir, tanpa menyebutkan siapa.
“Event penutup pariwisata adalah Perang Topat di Pura Lingsar. Ini merupakan potret kebhinekaan yg ada di Lombok Barat, Lombok, dan Nusa Tenggara Barat. Bisa menjadi contoh bagi daerah lain bahwa pluralisme itu adalah sunnatullah,hukum alam yang harus kita jaga bahkan kembangkan” ujarnya.

Bupati juga menyebut salah satu event yang akan berlangsung di Sekotong tahun 2020 yaitu International Sekotong Marathon. Pada kesempatan itu, bupati mengharapkan gubernur mengadakan event lari dari Pantai Senggigi ke Pantai Nipah, Kabupaten Lombok Utara.

“Pemandangannya luar biasa, saya yakin akan menarik banyak wisatawan,kita sebut saja misalnya Senggigi-Nipah Run”, usul bupati.

Tema Pesona Festival Senggigi “Coffee and Art” mengandung makna bahwa hampir semua orang suka kopi, demikian juga kesenian. Hal ini terlihat dari serangkaian acara yang berlangsung dari tanggal 19 hingga 22 September melibatkan kopi dan seni. Beberapa di antaranya : latte art competition, melage Pembayun Sasak, Gendang Beleq, Tari Oncer Manok Belage, Tari Nandak Betawi, talkshow tentang coffee and lifestyle bersama Gilang Ramadhana dan Prawoto Indarto, peresean, dan lain-lain.

Kepala Dinas Pariwisata Lobar, H. Ispan Junaidi, dalam laporannya menyebutkan kata Pesona di depan Festival Senggigi kali ini merupakan singkatan dari pesan, eksibisi, olahraga, dan atraksi yang merepresentasikan berbagai kegiatan yang dilakukan.

“Kopi adalah teman saat sendiri atau ramai-ramai. Kopi tidak punya perasaan, karena kalau punya dia punya perasaan, akan memilih orang yg meminumnya,” ujar Ispan mengutip seorang penulis.

Pembukaan Pesona Senggigi Festival 2019 secara resmi dibuka ditandai dengan pemukulan Gendang Beleq oleh Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid, Wakil Bupati Lobar Hj. Sumiatun, Ketua DRPD Lobar Hj. Nurhidayah, dan Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani. (Humas Lobar)

http://humas.lombokbaratkab.go.id/portal/node/berita/pesona-senggigi-festival-2019-gubernur-rusa-harimau-dan-gempa-bumi

RAIH PRESTASI TPID TERBAIK NASIONAL, LOMBOK BARAT KEBANJIRAN TAMU

Giri Menang, Jum’at 20 September 2019 – Keberhasilan Lombok Barat meraih prestasi di tingkat Nasional sebagai Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terbaik Nasional beberapa waktu lalu menarik minat daerah lain untuk berkunjung. Kemarin (19/9), tiga daerah yakni Sumatra Barat, Sulawesi Tenggara dan Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur datang berkunjung ke Lombok Barat. Para pejabat dari ketiga daerah tersebut mengunjungi Desa Langko Kecamatan Lingsar.

Ketiga daerah ini bermaksud untuk belajar bagaimana cara menekan inflasi di daerah Kabupaten Lombok Barat termasuk ingin mengetahui kiat-kiat keberhasilan Lombok Barat menyabet tiga penghargaan Nasional sekaligus, baik prestasi TPID maupun prestasi Inovasi yang dikembangkan.

Suharman Thabrani selaku Ketua Rombongan Wakil Ketua Bank Indonesia Sulawesi Tenggara mengaku ia dan rombongan ingin menggali potensi Lombok Barat untuk diaplikasikan di daerahnya. Begitu juga Gunawan Wicaksono, Deputi Kepala Perwakilan BI Sumatra Barat yang mengatakan tujuannya berkunjung ke Lombok Barat untuk mencari ilmu cara Lombok Barat meraih prestasi sebagai Kabupaten Terbaik Nasional bidang TPID dan Inovasi.

Desa Langko sendiri menjadi salah satu desa yang memberikan kontribusi sehingga Kabupaten Lombok Barat mendapat penghargaan nasional. Kemandirian warga dalam memenuhi bahan pokok turut memberikan andil yang luar biasa dalam menekan angka inflasi di Lombok Barat. Di sini, warga memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan menanam sayur-mayur dan berbagai kebutuhan pokok sehari-sehari. Sehingga saat kondisi harga melambung, warga tidak terpengaruh.

“Di Desa Langko, desa yang bapak ibu kunjungi ini adalah salah satu desa yang kami andalkan dalam hal produk unggulan daerah. Selain kondisi geografis berupa persawahan, perkebunan, dan hutan rakyat, Desa Langko ini menjadi salah satu pusat produksi buah-buahan yang disebut Ragamadu, yaitu Rambutan, Mangga, Manggis, dan Durian. Setiap musimnya, desa ini menjadi salah satu stock penyuplai buah-buahan untuk kebutuhan regional di NTB,” terang Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Sumiatun saat menerima rombongan.

“Kalau terjadi over produksi, masyarakat Desa Langko melakukan pengolahan pasca produksi menjadi manisan, dodol, dan produk lainnya,” lanjutnya.

Ditambahkannya, desa ini juga sudah berhasil melakukan pengolahan untuk produk hutan. Air Nira atau Enau yang biasanya bisa dikonsumsi secara langsung, diolah lagi menjadi gula merah atau gula jawa. Saat ini pengembangan produksinya tidak berhenti sampai di situ. Sudah ada pengembangan menjadi gula coklat atau gula semut.

“Jenis gula ini sangat sedikit mengandung glukosa sehingga relatif menjadi pilihan dari pada gula putih atau gula pasir. Bahkan air nira atau enau itu, sebutnya sudah mulai dikembangkan lagi menjadi produk lain seperti es krim yang cita rasanya cukup unik,” jelasnya.

Sumiatun menyebut Kelompok Wanita Tani (KWT) menjadi salah satu organ penting yang menggerakkan perkonomian di Lombok Barat melalui sektor pertanian. Tidak hanya berperan untuk menunjukkan aspek keberadayaan para ibu-ibu, namun juga berkonstribusi terhadap ketahanan ekonomi masyarakat.

Saat ini jumlah KWT di Lombok Barat mencapai 147 KWT. Mereka tidak hanya membantu para petani dalam masa produksi, namun juga saat pasca panen dengan memberikan kreativitas pengolahan hasil panen.

“Alhamdulillah hal tersebut telah berkontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi di Lombok Barat yang mencapai 6,58 persen untuk tahun 2018 lalu,” katanya.

Pertumbuhan tersebut dikatakan Sumiatun telah ikut menekan jarak antara kaya-miskin yang tergambar dari hasil rekaman BPS, bahwa Indeks Gini Rasio di Lombok Barat sudah mengecil menjadi 0,285. Artinya, pembangunan infrastruktur dan stimulan program lainnya telah berhasil meningkatkankan sektor perekonomian masyarakat Lombok Barat.

Begitu juga Inflasi di Kabupaten Lombok Barat berada di angka 0,44 persen di bulan Januari. Lebih rendah dari rata-rata inflasi Provinsi NTB yang mencapai 0,51 persen. Sejak bulan Juli hingga Agustus lalu, Lombok Barat malah mencapai deflasi, yaitu kisaran antara 0,33 sampai 0,35 persen.

Mantan Ketua DPRD Lombok Barat itu juga secara umum menyebutkan inflasi dapat dikendalikan berdasarkan indikator berupa keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan koordinasi dan komunikasi.

“TPID Lombok Barat telah menggulirkan berbagai model adaptasi yang inovatif untuk mengendalikan inflasi. dinamakan Detektif Pasar, Tancabkan Gas, Rojali, Silak Niki, Inflasi dan Dakwah,” pungkasnya. (Humas Lombok Barat)

http://humas.lombokbaratkab.go.id/portal/node/berita/raih-prestasi-tpid-terbaik-nasional-lombok-barat-kebanjiran-tamu

TPID NGAWI APRESIASI PRESTASI TPID LOMBOK BARAT

Giri Menang, Kamis 19 September 2019 –
Masih segar diingatan Agustus lalu Kabupaten Lombok Barat meraih penghargaan TPID Berprestasi pada ajang Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2019. Hal itu tentunya menorehkan apresiasi serta mengundang beberapa daerah lain di Indonesia untuk berkunjung ke Lombok Barat untuk melihat dan mengkaji proses, strategi maupun inovasi yang dilakukan TPID Lombok Barat sehingga bisa meraih prestasi prestisius tesebut.

Tak terkecuali TPID Kabupaten Ngawi (Jawa Timur). Apresiasi disampaikan langsung oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Ngawi, Mas’ud, selaku perwakilan TPID Ngawi saat berkunjung ke Lombok Barat, Kamis (19/9/2019).

“Kami sangat apresiasi Lombok Barat merupakan TPID berprestasi. Untuk itu kami ingin melihat secara dekat, bagaimana inovasi yg dilakukan sehingga tidak disangka Lombok Barat bisa berprestasi di tingkat nasional dalam hal TPID,” ungkap Mas’ud di hadapan staff Ahli I Nyoman Sembah beserta jajaran perwakilan OPD yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Derah (TPID) Lombok Barat di Kantor Bupati Lombok Barat.

Mas’ud mengatakan, beberapa strategi pemecahan permasalahan dalam hal inflasi daerah yang ingin dikaji TPID Ngawi selain inovasi juga adalah bagaimana kecepatan sistem kerja saat menangani masalah yang terdeteksi, serta bagaimana pemkab menyediakan kuota barang saat tejadi inflasi.

Sementara itu, Staff Ahli Bupati Lombok Barat, Nyoman Sembah selaku perwakilan dari Pemkab Lombok barat mengaku dirinya pu tidak menyangka TPID Lombok Barat akan meraih prestasi ini.

“Kami dan tim sebenarnya tidak menyangka kalau TPID kami akan meraih prestasi ini. Tapi tentunya berkat kerja keras, komitmen, sinergi, dan inovasi dari semua anggota tim, semua hal bisa berjalan lancar,” terangnya.

“Pembagian tugas yang efektif pun sangat menunjang kinerja tim. Seperti misalnya, Disperindag bersama anggota TPID bertanggungjawab atas stabilitas harga pangan strategi, kemudian Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan bertanggung jawab atas peningkatan ketahanan masyarakat, serta Dinas Perhubungan dan Dinas PU bertanggung jawab atas kelancaran distribusi,” lanjutnya menambahkan.

Nyoman juga memaparkan beberapa inovasi-inovasi kegiatan dari setiap OPD seperti adanya Detektif Pasar yang bertugas memantau kegiatan pasar secara tertutup. Adanya kegiatan diversifikasi ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan pekarangan masyarakat yaitu tanaman tanaman cabe dan ikan terintegrasi unggas yang disingkat TanCabKan-gas serta program jaga inflasi-lindungi petani (Rojali) dan beberapa program lainnya.

Nyoman juga menekankan visi “Amanah” sebagai landasan keberhasilan TPID Lombok Barat sampai saaat ini.

“Sesuai dengan visi Lombok Barat yaitu Lombok Barat MANTAP, yakni Amanah, Sejahtera dan Berprestasi. Jadi jika kita bekerja berdasarkan amanah pasti bisa berprestasi,” pungkas Nyoman. (Humas Lombok Barat)

http://humas.lombokbaratkab.go.id/portal/node/berita/tpid-ngawi-apresiasi-prestasi-tpid-lombok-barat

OPTIMALISASI PAD, KEPALA DAERAH SE-NTB TANDATANGANI KESEPAKATAN BERSAMA

Giri Menang, Kamis 2 Mei 2019 – Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid bersama kepala daerah se-NTB melakukan Penandatanganan Kesepakatan Bersama (PKB) dengan Bank NTB Syariah dan Kantor Pertanahan di Ballrom Hotel Lombok Raya Mataram, Kamis (2/5). Penandatanganan yang digelar dalam rangka mengoptimalkan pendapatan asli daerah ini disaksikan Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah, Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, Kepala BPN NTB Daly Agung Darmawan, Kepala OJK NTB Farid Faletehan.

Direktur Utama Bank NTB Syariah H. Kukuh Rahardjo menerangkan, pertumbuhan penduduk, ekonomi dan kesejahteraan memberikan implikasi terhadap peningkatan jumlah transaksi dan wajib bayar pajak serta retribusi daerah secara massif. Sehingga diperlukan penggunaan teknologi dan aplikasi yang mampu mencatat pembayaran pajak dan retribusi daerah secara efektif.

”Sebagai Bank pengelola kas daerah, peranan Bank NTB Syariah akan semakin dibutuhkan untuk mendukung transaksi keuangan yang efektif, efisien, dan produktif,” ujarnya.

Menyikapi hal tersebut, Bank NTB Syariah telah mengimplementasikan layanan Cash Management System di seluruh Pemerintah Daerah. Beberapa tahun terakhir Bank NTB Syariah telah mengembangkan teknologi dan aplikasi pembayaran pajak serta retribusi daerah. Ini telah dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah. Antara lain pembayaran PBB On Line dan pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui fasilitas E-Samsat. Selain itu, Bank NTB Syariah saat ini sedang dalam progress pengembangan aplikasi QR untuk penerimaan retribusi daerah.

Kukuh menjelaskan Bank NTB Syariah saat ini dalam proses pengembangan aplikasi untuk penerimaan retribusi daerah. Bank NTB Syariah menyadari sepenuhnya teknologi handal merupakan salah satu kebutuhan sekaligus keunggulan dalam rangka memberikan layanan unggul kepada nasabah.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan berharap PKB ini dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan daerah dan hasilnya bisa dirasakan masyarakat secara langsung.

“Sistem ini juga bisa menutup penyelewengan pajak daerah, karena datanya akan tercatat secara elektronik,” kata Basaria.

Program Optimalisasi Penerimaan Asli Daerah bagian delapan program intervensi KPK melalui Koordinator Wilayah yang membawahi satuan tugas koordinasi supervisi pencegahan dan penindakan. KPK terus melakukan monitoring dan evaluasi untuk delapan program tersebut. Tujuh program lainnya adalah Perencanaan dan Penganggaran APBD, Pengadaan Barang dan Jasa, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Manajemen ASN, Dana Desa, Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD), dan Manajemen APIP. Adapun kepatuhan lainnya seperti Pelaporan Harta Kekayaan Milik Penyelenggara Negara dan Penerimaan Gratifikasi wajib dilaporkan ke KPK karena sesuai dengan amanat Undang-Undang No 30 Tahun 2002. Progres capaian selama tahun 2018 atas Rencana Aksi Program Pemberantasan Korupsi tersebut pada Wilayah NTB tercatat Monitoring Centre for Prevention (MCP) adalah rata-rata sebesar 57 persen.

Di kesempatan yang sama Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah Lombok Barat Dar Sapardi mengapresiasi kerjasama ini. Menurutnya kerjasama ini dapat mewujudkan keterbukaan dan transparansi.

“Penandatanganan kesepakatan kerjasama dengan PT Bank NTB Syariah dan Pertanahan ini dalam rangka optimalisasi pendapatan asli daerah. Hal ini tindak lanjut dari hasil koordinasi dan supervisi pencegahan terintegrasi KPK dalam upaya menciptakan keterbukaan baik terhadap pembayaran maupun penyajian data transaksi sehingga dapat terintegrasi antara wajib pajak, pemerintah daerah maupun pihak perbankan. Dengan meningkatnya PAD akan berimbas kepada biaya pembangunan akan lebih besar,” tuturnya. (Humas Lobar)

OPTIMALISASI PAD, KEPALA DAERAH SE-NTB TANDATANGANI KESEPAKATAN BERSAMA

BUPATI LOMBOK BARAT TUTUP HIBAH KIAT UNTUK GESI

Mataram, 2 Mei 2019 – Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menutup kegiatan Hibah Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur (KIAT) dalam program Penguatan Organisasi Masyarakat Sipil Bidang Kesetaraan Gender dan Sosial Inklusi (GESI) yang terselenggara di Hotel Astoria Mataram, Kamis (2/5).

“Saya mengapresiasi kegiatan ini. Saya setuju masalah gender harus menjadi perhatian. Itu mengapa setiap infrastruktur yang akan dibangun, harus mengutamakan gender dan ramah terhadap saudara kita penyandang disabilitas,” ujar Fauzan saat menutup kegiatan yang terintegrasi dengan program Provincial Road and Infrastruktur Maintenance (PRIM) itu besutan Australia itu.

Fauzan pun memastikan bahwa semua bangunan untuk pelayanan publik di era kepemimpinannya harus ramah terhadap disabilitas.

“Yang tidak ramah itu, pasti bangunan lama,” tegas Fauzan.

Menyinggung PRIM, Fauzan menuturkan perjalanan awal PRIM di Lombok Barat.

“Ketika pertama kali tahu PRIM ini, mereka datang audiensi tanpa bersurat, tanpa berfikir panjang langsung sy setujui,” tutur Fauzan.

PRIM di Lombok Barat saat ini sudah memasuki tahun ketiga. Selama perjalanannya di Lombok Barat, standar hasil yang dicapai rata-rata 98 persen, sudah di atas penilaian untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat yang mencapai 94 persen.

“Untuk infrastruktur jalan di Lombok Barat, kami berkomitmen meniru pola PRIM. Tapi tidak di semua ruas jalan karena kemampuan fiskal kita yang terbatas,” pungkas Fauzan.

Di kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Lombok Barat I Made Arthadana menuturkan bahwa PRIM di Lombok Barat untuk tahun 2019 ini mampu membangun 123 Kilo meter jalan.

“Dengan dana PRIM hanya 72 milyar, ada 5 ruas jalan yang kita bangun. Panjangnya 123 kilo meter lebih, belum lagi 56 ruas paket untuk pemeliharaan jalan,” terang Made.

Lima ruas jalan yang dibangun tahun ini, tutur Made adalah ruas jalan dari Meninting ke Midang, dari Keru ke Suranadi, dari Dasan Geres ke Dusun Buntage Kuripan Selatan, dari Gerung ke Bantir, dan ruas jalan dati Dasan Tereng ke Desa Dembung.

Senada dengan Bupati, Made berharap pola PRIM bisa dimplementasikan untuk pembangunan jalan di Lombok Barat.

“Kalaupun PRIM tuntas di Desember tahun ini, kita berharap ada sumber anggaran lain,” pungkas Made menegaskan kebutuhan pembangunan dan pemeliharaan jalan yang harus ditangani pihaknya.

FAUZAN : GURU SIAP HADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.O.

Giri Menang, Kamis 2 Mei 2019 – Membacakan amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI dalam Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid selaku Inspektur Upacara mengingatkan para guru untuk bersiap menghadapi hadirnya Revolusi Industri 4.0.

Kehadiran Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah mempengaruhi cara hidup, bekerja, dan belajar masyarakat. Revolusi tersebut telah mempengaruhi cara berpikir dan berperilaku serta karakter para peserta didik yang didominasi oleh Generasi Z. Mereka terlahir di era digital dengan pesatnya teknologi informasi sehingga lebih mudah dan cepat menyerap teknologi terbaru. Untuk itu para guru dan lihak sekolah diminta agar dapat memanfaatkan potensi oara murid tersebut.

“Guru harus menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital dengan empat sentuhan budaya Indonesia melalui tri pusat pendidikan yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ketiga pusat pendidikan tersebut harus saling mendukung dan menguatkan,” kata bupati dihadapan ratusan peserta upacara di halaman Kantor Bupati Lobar, Kamis (2/5).

Selain itu dalam amanat tersebut, Mendikbud meminta agar Pemerintah Daerah lebih aktif dalam memanfaatkan dana APBN untuk penguatan SDM.

“Melalui momentum Hari Pendidikan Nasional ini, marilah kita konsentrasikan segenap potensi pendidikan nasional yang menitikberatkan pada pembangunan sumberdaya manusia itu sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang semakin kompetitif,” pesannya. (Humas Lombok Barat)

FAUZAN : GURU SIAP HADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.O.

SABET TIGA KATEGORI BERGENGSI, PDAM GIRI MENANG RAIH TOP BUMD 2019

Jakarta, 30 April 2019 – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Menang Lombok Barat meraih lima kategori penghargaan dalam gelaran Top BUMD 2019 yang diselenggarakan oleh Majalah TopBussiness yang bekerja sama dengan Asia Bussiness Research Center di Hotel Sultan Jakarta, Senin (29/4).

Lima kategori yang diberikan kepada BUMD milik Pemkab Lombok Barat dan Pemkot Mataram itu adalah TOP BUMD 2019 untuk Seluruh Kategori, TOP PDAM 2019 dengan pelanggan lebih dari seratus ribu, TOP CEO BUMD yang dianugerahkan kepada Direktur Utama H. Lalu Ahmad Zaini, dan 2 Penghargaan lainnya untuk Top Pembina BUMD 2019 yang diberikan kepada Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid dan Wali Kota Mataram H. Akhyar Abduh.

H. Lalu Ahmad Zaini cukup bangga dengan capaian PDAM yang dipimpinnya di event TopBussiness ke lima kali ini.

“Alhamdulillah, dari seribu lebih BUMD se-Indonesia, PDAM Giri Menang menjadi BUMD Terbaik seluruh kategori untuk PDAM dengan seratus ribu lebih pelanggan,” terang Zaini sesaat sebelum menerima penghargaan.

Menurut Zaini, ada beberapa kriteria yang dinilai menjadi keunggulan PDAM Giri Menang. Pertama dari sisi PDAM, terbaik di Indonesia dari sisi rasio pegawai karena seharusnya dalam aturan BP-SPAM, per 1000 pelanggan maksimal boleh diurus oleh 3-5 orang pegawai. Namun pihaknya mampu menekan angka itu menjadi rasio 1,8 pegawai untuk mengurus 1000 pelanggan. PDAM Giri Menang bisa mengelola dengan memberi motivasi kerja kepada pegawai. Jumlah pegawai yang seharusnya 4 orang namun bisa ditekan menjadi hanya separuhnya, berpengaruh dari sisi kesejahteraan pegawai yang menjadi lebih baik.

Kedua jelas Zaini, pendekatan teknologi informasi dalam pelayanan. Ketiga keunggulan PDAM Giri Menang adalah mengalokasikan sekian banyak CSR-nya ke desa-desa.

“Tahun ini saja kita menyerahkan CSR sebesar Rp. 850 juta ke desa-desa sekitar sumber mata air,” pungkas Zaini yang didapuk sebagai TOP CEO BUMD 2019.

Penghargaan Top BUMD 2019 diselenggarakan oleh TopBussiness yang men-survey seribu lebih BUMD sejak tanggal 4-29 Maret 2019. Dari seluruh BUMD itu, juri yang dipimpin oleh Laode Komaruddin menetapkan 130 BUMD yang meraih penghargaan.

“Penilaian tidak hanya dilihat dari sumbangan PAD-nya, tapi seberapa penting keterlibatan BUMD dalam pembangunan perekonomian daerah,” terang Laode sebelum memberikan penganugerahan.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Nono Sampono dalam sambutannya sependapat dengan tujuan diselenggarakannya penganugerahan itu. Bahkan, Nono menegaskan pihak DPD pun sedang memperjuangkan Undang-Undang tersendiri dengan BUMD itu di samping undang-undang kepulauan yang sudah selesai.

“Di samping DPD sangat konsern terhadap pemerataan pembangunan, terutama untuk wilayah timur, kita juga konsern terhadap BUMD agar mampu memberi nilai tambah bagi daerah-daerah,” ujar Nono Sumpono. (Humas Lombok Barat)

SABET TIGA KATEGORI BERGENGSI, PDAM GIRI MENANG RAIH TOP BUMD 2019

PERCEPAT PENANGANAN STUNTING, PEMKAB LOMBOK BARAT GELAR REMBUG STUNTING

Giri Menang Jum’at 3 Mei 2019 – Stunting bukan persoalan lokal tetapi stunting merupakan permasalahan nasional dan bahkan permasalahan dunia. Karena di sini WHO terlibat di dalamnya untuk menyampaikan berbagai permasalahan stunting yang ada di dunia termasuk yang ada di Indonesia. Indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang memiliki stunting yang cukup tinggi.

Hal tersebut disampaikan Asisten I Setda Lombok Barat, H. Ilham saat membuka Rembug Stunting tingkat Kabupaten Lombok Barat di Aula Kantor Bupati, Jum’at, (3/5).

“Dalam acara ini kita rembug bersama untuk kita share informasi, tukar pendapat dan pikiran kita, bagaimana stunting ini bisa kita bebaskan sampai ke akar-akarnya,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Lobar, H. Rachman Sahnan Putra mengakui angka kasus stunting di Lombok Barat tahun 2007 lalu terbilang cukup tinggi. Dari riset kesehatan dasar tahun 2007 jumlah balita stunting di Kabupaten Lombok Barat mencapai 49,8 persen.

“Ini membuat kita semua terkesima dan membuat kita kaget. Akhirnya dengan berbagai upaya terobosan dan kerja kita semua, angka stunting di Lombok Barat tahun 2016 turun menjadi sekitar 32 persen. Dan hasil bulan penimbangan pada Februari 2019 dengan seluruh balita kita lakukan entry dan kita ukur stunting di Lombok Barat dengan angka yang real sekitar 25,2 persen,” ungkap Rachman.

Beberapa inovasi yang telah dilakukan Dinas Kesehatan Lombok Barat diantaranya sensus terhadap seluruh balita di Lombok Barat, inovasi Gerakan Masyarakat Sadar Gizi (Gemadazi), Gerakan Masyarakat 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dan upaya penguatan sistem melalui e-Puskesmas, e-Pustu, e-Poskesdes dan e-Posyandu.

Keberhasilan Lombok Barat menurunkan angka kasus stunting mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Tahun 2017 lalu, Lombok Barat bersama tiga daerah lain di Indonesia ditunjuk sebagai daerah percontohan penanganan angka stunting karena pemerintah daerah setempat dinilai memiliki komitmen yang kuat.

“Mari jadikan kegiatan ini, momentum mencanangkan intervensi penurunan stunting terintegrasi dan memperluas lokasi intervensi secara bertahap. Melalui penguatan komitmen dan koordinasi antar lintas sektor, melalui dana APBN, APBD, DD, dan sumber lainnya,” ajak Rachman.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Nurhandini Eka Dewi memberikan dukungan pada kegiatan ini. Baginya stunting tidak bisa dianggap sepele karena bisa dianggap salah satu indikator Indeks Kelayakan Hidup (IKH) manusia berikut pengaruhnya pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM)nya.

“Dengan rembug stunting ini bukannya pemerintah lepas tangan atau membagi beban permasalahan stunting dengan desa maupun stakeholder lainnya, namun pemerintah ingin mengingatkan masalah stunting ini merupakan masalah bersama yang perlu ada penyikapan bersama,” terangnya.

Beberapa hal yang harus ditingkatkan yakni peningkatan kapasitas petugas terkait penanggulangan stunting dan pemantauan tumbuh kembang anak melalui pola pengasuhan anak, seperti pemberian makan bayi, PMT BUMIL bayi dan balita suplementasi vitamin. Kemudian intervensi gizi sensitif berupa peningkatan akses air bersih dan lingkungan yang sehat bekerjasama dengan OPD lainnya.

Stunting sendiri adalah gangguan pertumbuhan kronis pada anak akibat kekurangan nutrisi dalam waktu lama. Sehingga anak yang terkena stunting umumnya bertubuh lebih pendek dibanding anak seusianya.

Umumnya stunting adalah gangguan yang sering ditemukan pada balita, khususnya usia 1-3 tahun. Dampak stunting yang bisa terlihat antara lain mengganggu pertumbuhan tinggi dan berat anak. Stunting juga dapat mempengaruhi kecerdasan dan kemampuan belajar anak akibat kekurangan gizi, dan mudah terserang penyakit dan berisiko terkena berbagai penyakit saat dewasa seperti diabetes, jantung, kanker dan stroke. Bahkan stunting juga bisa berujung pada kematian usia dini. (Humas Lobar)

PERCEPAT PENANGANAN STUNTING, PEMKAB LOMBOK BARAT GELAR REMBUG STUNTING

1 2 3 4 169