SESAOT, ALTERNATIF PENDAKIAN RINJANI SEJAK LAMA

Giri Menang, Sabtu 4 Januari 2020 – Selain beberapa jalur mendaki Gunung Rinjani yang sudah banyak dikenal saat ini, jalur Sesaot, Narmada, Lombok Barat (Lobar) juga menjanjikan alternatif lainnya untuk masa mendatang. Sebagaimana diketahui, jalur yang umum diketahui saat ini yaitu jalur Sembalun, Lombok Timur (Lotim) dan jalur Senaru, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Ada juga jalur baru lainnya yaitu jalur Benang Kelambu atau Benang Stukel, Lombok Tengah (Loteng).

Rupanya, Sesaot pun memiliki jalur altenatif yang sebenarnya sudah dikenal lama dan ditempuh oleh orang-orang tua dulu. Hal itu terungkap dalam diskusi Track Rinjani yang baru yang dilaksanakan di Pusat Rekreasi Masyarakat (Purekmas) Desa Sesaot, Sabtu (4/1).

Azudin Nur, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sesaot menyebut secara rinci jalur ini. Cerita Jabot, sapaan akrab Azudin Nur, jalur Sesaot merupakan jalur suci yang digunakan pertama kali oleh Raja Anak Agung pada saat menguasai Lombok dulu. Sehingga, jalur ini, sebut Jabot, merupakan jalur pendakian purba oleh Anak Agung dan pertapa menuju Gunung Rinjani yang tersebut dalam Babad Lombok. Itulah, ceritanya, alasan Taman Narmada dijadikan sebagai replika Gunung Rinjani oleh Raja Anak Agung di mana Sesaot merupakan satu wilayah yang ada di Kecamatan Narmada.

Disebutkan Jabot, Jalur Sesaot ini akan melalui sejumlah titik yaitu Bunut Ngengkang, Buak Odak, Jurang Peken pada kilo meter ke-20, Lingkok Dangko’, Senaos, Senitik, Gunung Anak Dare (di sini terdapat pohon kayu besar Urat Sase), dan Gunung Sangkareang (masuk wilayah Taman Nasional Gunung Rinjani/TNGR). Setelah itu sekitar 2 km kemudian akan masuk ke Pelawangan, pintu masuk ke kawah Gunung Rinjani.

Menurut Jabot, jarak tempuh jalur ini sekitar sekitar 25 km yang oleh masyarakat lokal yang biasa mendaki bisa menempuh sekitar satu hari pulang pergi. Kelebihan jalur ini, menurut Jabot, karena jalurnya relatif lurus, tidak berpasir dan tidak licin, dengan jalan yang cukup lebar yang kalau direvitalisasi bisa menggunakan segala jenis kendaran baik roda dua maupun roda empat.

Kelebihan lainnya yaitu air melimpah di lima titik yaitu di Buak Odak, Lingkok Dangkok, Senaos, Senitik, dan di dekat Pondok Selau. Selain itu, jalur yang ditempuh cukup landai sekitar 0-15 derajat, teduh, dengan melewati tebing jurang yang tidak panjang hanya sekitar 500 meter.

“Tidak ada istilah tersesat, satu ruas, jalurnya kenceng,” ujar Jabot sambil menyebut sudah berharap lama jalur yang bisa melibatkan lima desa ini (Suranadi, Sesaot, Buwun Sejati, Pakuan dan Lebah Sempage) ini dibuka. Kelima desa ini, lanjut Jabot, bisa menjadi alternatif untuk menginap bagi pendaki.

Kelebihan menarik lainnya disebutkan pengaman hutan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Rinjani Barat, Sektori Wirawan. Menurutnya, jalur ini memungkinkan untuk menemukan hewan khas yang oleh masyarakat Sasak disebut Ujat Jeleng atau paradoksaurus Rinjanikus, juga tumbuhan unik yang disebut mayang Mekar (Cemare Bedok). Jalur ini juga, sambung Sektori, menyediakan sumber makanan berupa buah sehingga pendaki bisa terhindar dari kelaparan. Beberapa di antaranya buah mundah, buah badung, dan kepundung.

Acara diskusi ini dihadiri di antaranya oleh Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lobar H. Rusditah, Camat Narmada Dra Baiq Yeni Ekawati, Kepala Desa Sesaot,Yuni Hari Seni, Kapolsek Narmada Kompol I Kadek Suparta.

Rusditah dalam diskusi tersebut berharap bantuan dari pihak-pihak terkait seperti KPH Rinjani Barat Resort Sesaot, pihak kecamatan, dan desa. Tujuannya untuk membuat pemetaan (mapping) kondisi lokasi, perjalanan, habitat yang ada, infrastruktur yang diperlukan, dan lain-lain.

Kades Sesaot, Yuni Hari Seni sangat optimis pembukaan jalur Sesaot ini akan mampu membangkitkan perekonomian masyarakat sekitar, baik yang ada di Desa Sesaot maupun empat desa tetangga lainnya.

“Saya sangat optimis akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat,” ujar Yuni yakin.

http://humas.lombokbaratkab.go.id/portal/node/berita/sesaot-alternatif-pendakian-rinjani-sejak-lama

BUPATI TERKESAN DENGAN H. MOH. TAUFIQ

Giri Menang, Kamis 2 Januari 2020 – Pelepasan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Barat H. Moh. Taufiq meninggalkan suka cita dan haru yang mendalam. Bahkan Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid mengaku sangat terkesan saat memiliki H. Taufiq sebagai sekda. Bagi bupati, momentum yang biasanya sedih berubah menjadi tertawa, akan menyimpan optimisme yang besar bagi Taufiq maupun seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

“Tadi Pak Taufiq menyampaikan pesan dan kesan yang tidak bisa kita lupakan selama menjadi ASN. Kesempatan ini saya ingin menyampaikan saat-saat berat ketika bersama beliau,” ucap bupati pada acara pelepasan dan ucapan terima kasih kepada mantan sekda H. Moh. Taufiq, Kamis (2/1/2020) di Bencingah Agung Kantor Bupati Lombok Barat di Giri Menang-Gerung.

Bupati memuji, H. Moh. Taufiq termasuk orang yang siap secara personal. Saat berat bersama H. Taufiq ketika saat-saat transisi. Di satu sisi, kata bupati, ketika dirinya legitimasinya diangap masih lemah. Kala itu protes dan olok-olokan terus terjadi. Pemda dianggap tidak elit dan solid. Saat-saat itulah, bupati mengambil kebijakan, H. Taufiq diangkat sebagai sekda dan membantu mengkonsolidasikan jalannya roda pemerintahan.

“Alhamdulillah Pak Taufiq mampu memberikan dedikasi dan kemampuan, secara internal mengkonsolidasikan birokrasi. Dan saat itulah capaian kita pertama kali WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) yang secara berturut-turut kita raih sampai enam kali,” pujinya.

Kata dia, saat inilah terlihat nilai kapasitas dan dedikasi, di samping beberapa penghargaan nasional maupun internasional bagi Lombok Barat.

Saat berat kedua sebut bupati, ketika Pemilukada. Pemilukada 2018, saat pertama berlaku aturan bupatinya cuti sekitar lima bulan di luar tanggungan negara. Saat-saat itulah peran sekda sangat luar biasa.

Saat berat ketiga lanjut bupati ketika terjadi musibah gempa. Saat itu bupati yang tanpa wakil betul-betul percaya atas legitimasi Sekda Taufiq. Melihat kondisi gempa yang dikatakan amburadul, bupati terpaksa mengambil kebijakan untuk ‘ngantor’ di empat kecamatan.

“Ya saat itu saya harus berkantor di kecamatan Lingsar, Batulayar, Gunungsari dan Narmada secara bergatian, karena empat kecamatan ini yang cukup parah dilanda gempa,” akunya.

Sementara Sekda Taufiq, boleh dikatakan menjadi bupati di komplek Kantor Bupati Lombok Barat. Semua komplikasi dan saat-saat berat seperti itu bisa diatasi.

“Alhamdulillah sejak tanggal 2 Januari 2020 saya resmi berkantor di gedung putih yang sudah diperbaiki dari amukan gempa,” katanya seraya memuji keberhasilan Sekda Taufiq baik dalam pembahasan APBD.

Hal lain yang disinggung bupati adalah, dirinya enggan untuk menampakkan sesuatu di luar pagar dan membuat malu orang. Hal-hal yang menyangkut aib ini, lebih baik diselesaikan secara personal, karena ini menyangkut kehormatan.

“Ternyata hal ini yang dipegang oleh Pak Taufiq selama menjadi Sekda Lombok Barat,” pujinya.

 

http://humas.lombokbaratkab.go.id/portal/node/berita/bupati-terkesan-dengan-h-moh-taufiq

GELAR SEMINAR KEPEMUDAAN, PEMKAB LOMBOK BARAT HADIRKAN SHERLY ANAVITA RAHMI

Giri Menang, Sabtu 4 Januari 2020 – Untuk memotivasi para pemuda agar optimis dan konsisten meraih cita-citanya,
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menggelar acara seminar kepemudaan di GOR Mini Patut Patuh Patju, Sabtu (4/1/2020). Acara yang bertajuk “Optimis dan Konsisten ” ini menghadirkan influencer nasional Sherly Anavita Rahmi sebagai pembicara. Kegiatan ini diikuti ribuan masyarakat, pelajar dan mahasiswa.

Seminar ini digelar selain sebagai ajang silaturrahmi serta untuk membangun sikap optimis dan konsisten.

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid yang hadir dalam kegiatan itu mengatakan, bahwa optimis tanpa konsisten tidak akan berarti apa-apa dan adanya suatu keberhasilan senantiasa disertai perjuangan yang konsisten.

“Kita cenderung melihat suatu hasil akhir dari suatu keberhasilan, kita tidak pernah melihat proses dari keberhasilan tersebut,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sherly Annavita mengingatkan para pemuda agar mulai saat ini membuktikan diri dengan segenap kulaitas yang ada, melakukan persiapan untuk melihat massa depan.

Dijelaskan Sherly ada 4 tipe kepribadian manusia , yakni Pesimis yang cenderung mengecilkan potensi dirinya, Realistis yang dalam berbuat cenderung memikirkan apa kata orang nantinya, Optimis dan Progresive

Nama Sherly Annavita menjadi viral dan terkenal karena lantaran kerap membuat konten-konten positif, inspiratif dan motivasi di akun media sosial.

Di akun Instagram-nya, Sherly kerap memposting konten terkait pandangannya terhadap persoalan bangsa yang sedang terjadi saat itu.

Wanita kelahiran Aceh, 12 September 1992 ini juga kerap menjadi pembicara di berbagai seminar. Saat ini ia tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional Universitas Paramadina, Jakarta.

Diketahui, Sherly Annavita juga pernah menjadi finalis acara Pildacil tahun 2006 serta finalis Dai Muda di ANTV tahun 2012.

Ia juga menjadi Runner Up acara reality show I Am President tahun 2013. Di bidang akademis, Sherly Annavita juga memiliki sederet prestasi yang cemerlang bahkan hingga ke luar negeri.

BUPATI FAUZAN RESMIKAN GEDUNG ASRAMA SISWA MAN 1 LOMBOK BARAT

Giri Menang, Jum’at 3 Januari 2020 – Rasa syukur patut kita ucapkan karena pada hari ini kita telah meresmikan Gedung Asrama Siswa MAN 1 Lombok Barat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid selepas Upacara Peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama (Kemenag) RI ke-74 di MAN Lombok Barat, Jum’at (3/1).

“Mudah-mudahan dengan diresmikan asrama siswa ini, anak-anak kita yang sekolah disini dan mereka tinggal di asrama ini sehingga pembinaannya menjadi intensif,” katanya.

Lanjut kata bupati, selain pembinaan juga dari sisi keahlian-keahlian siswa, misalnya pelajaran bahasa, kegiatan ekstrakulikuler dan pelajaran yang membutuhkan intensitas pertemuan lebih besar.

“Mudah-mudahan asrama ini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh siswa kita dan mendapatkan sambutan baik dari calon siswa-siswi,” harap bupati.

Tak lupa mantan KPU Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini mengucapkan terima kasih kepada Kemenag yang telah ikut memikirkan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap putra dan putri di daerah Kabupaten Lombok Barat.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Lombok Barat H. Jaelani mengatakan Pemeritah Kabupaten Lombok Barat membantu sekolah MAN 1 Lombok Barat dengan memberikan sertifikat tanah untuk pembangunan gedung asrama siswa ini.

“Pembangunan gedung asrama siswa MAN 1 Lombok Barat ini dananya bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan total anggaran 2,5 milyar dan ukuran gedung kita ini sekitar 400 M² dengan kapasitas 100 siswa,” katanya.

Disebutkan Jaelani, fungsi dari gedung asrama siswa ini nantinya untuk pembinaan khusus bagi siswa-siswi baik yang berprestasi maupun program-program khusus, dan program keterampilan, termasuk juga dalam peningkatan proses pembelajaran antara guru.

“Selain gedung asrama siswa, di tahun 2020 juga kita akan bangun gedung pelayanan haji dan umroh terpadu di Kantor Kemenag Lobar. Pembangunan gedung ini juga dananya bersumber dari SBSN dan ukuran gedung sekitar 400 M²,” akunya.

Lanjut Jaelani, nantinya gedung ini digunakan untuk pembinaan haji sekaligus untuk konsultasi dan juga ada kerja sama dengan mitra yaitu perbankkan.

 

http://humas.lombokbaratkab.go.id/portal/node/berita/bupati-fauzan-resmikan-gedung-asrama-siswa-man-1-lombok-barat

Sambut Pergantian Tahun dengan Kegiatan Positif

Giri Menang, Rabu 31 Desember 2019 – Merayakan malam pergantian tahun dengan menyalakan kembang api, bakar ikan, kumpul-kumpul mungkin sudah menjadi kegiatan hampir wajib bagi kalangan anak muda sekarang.

Namun di Gunungsari Lombok Barat (Lobar) para pemuda yang tergabung dalam organisasi Pemuda Nahdatul Wathan (NW) menggelar Tablig Akbar yang dilaksanakan di halaman kantor camat Gunungsari, Selasa (31/12/2019).

Semangat pemuda NW ini mendapat apresiasi lansung dari Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid yang juga turut hadir dalam acara tablig akbar malam tadi.

“Dari tahun ke tahun Alhamdulillah makin banyak kegiatan positif yang dilakukan oleh masyarakat kita,” buka Fauzan saat menyampaikan sambutan di depan para pengurus pemuda NW dan ratusan masyarakat yang hadir meramaikan acara.

“Dan yang sangat membahagiakan adalah kegiatan-kegiatan positif menyambut pergantian tahun itu banyak diinisiasi oleh para pemuda kita,” sambung Fauzan disambut takbir dari para hadirin.

Disebutkan Bupati juga kegiatan seperti pengajian, berkemah dan olahraga juga bisa dilakukan untuk menyambut pergantian tahun, satu hal yang ditekankannya adalah yang penting mengurangi kegiatan-kegiatan negatif.

“Yang pasti bisa mengurangi hal-hal negatif terutama yang bersifat hura-hura, membuang-buang uang dan lainnya,” tegasnya.

Pergantian hari, pergantian minggu, bulan dan tahun yang tetap terjadi ditafsirkan Bupati merupakan isyarat bagi kita semua, sebagai tanda kekuasaan Allah, maka patutlah malam pergantian tahun seperti saat ini diisi dengan banyak bersyukur dan memuji kebesaran Allah.

Tak lupa Bupati menyinggung permasalahan terbesar bagi negeri kita sekarang ini yaitu Fitnah atau Hoax.

Diibaratkan Bupati, Fitnah atau Hoax itu bisa menjadi penghalang bagi do’a kita kepada Allah SWT.

“Jika udara kita ini penuh dengan Fitnah, bisa kadi do’a yang kita panjatkan itu terhalang, tidak tembus. Salah satu cara menghindarkan diri dari bahaya Fitnah yakni banyak-banyak mengagungkan Allah dan Rasulnya,” ujarnya.

Selain diisi dengan pengajian, masyarakat juga disuguhi hiburan qosidah yang berisikan dengan pujian-pujian kepada Allah SWT dan sholawat kepada junjungan nabi besar umat Islam Muhammad SAW.

Selain para anggota pemuda NW dan pengurus cabang NW Lombok Barat, kegiatan yang berlangsung sampai pukul kosong kosong 1 Januari 2020 juga turut dihadiri oleh camat Gunungsari, Danramil dan Kapolsek Gunungsari.

 

http://humas.lombokbaratkab.go.id/portal/node/berita/sambut-pergantian-tahun-dengan-kegiatan-positif

Refleksi Akhir Tahun, Bupati Tegaskan Pentingnya Dukungan Masyarakat

Giri Menang, Selasa 31 Desember 2019 – Refleksi akhir tahun diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dalam rangka melepas tahun 2019 dan menyambut tahun 2020. Dalam acara yang berlangsung di Aula Utama Kantor Bupati, Selasa (31/12), berbagai kritikan dan masukan masyarakat diterima bupati. Beberapa hal yg menjadi masukan yaitu persoalan sampah, aset yg belum bersertifikat, infrastruktur jalan, promosi wisata, banyaknya bangunan berbeton, dan lain-lain.

Selain bupati, hadir sebagai narasumber yaitu Dr Basuki Prayitno dari Universitas Mataram yg membahas tentang aspek ekonomi. Ada juga Adhar Hakim dari Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yg berbicara tentang bagaimana upaya Lombok Barat meningkatkan layanan publik. Dr Baehaqi, Sekretaris Daerah Lobar menyampaikan secara singkat program-program pembangunan Lobar berikut capaiannya. Ketua DPRD lobar, Hj Nur Hidayah yg menekankan perlunya kebijakan yg menyentuh masyarakat. Pembicara lainnya dari unsur ulama yaitu TGH Muharrar Mahfudz yg menekankan perlunya menangani persoalan sampah karena kebersihan merupakan perintah agama.

Selain menampung masukan untuk menjadi perbaikan tahun 2020, bupati juga menegaskan pentingnya dukungan dan kesadaran masyarakat. Yang sering jadi persoalan, kata bupati, adalah kurangnya dukungan dari masayarakat. Persoalan aset di Desa Jagaraga, misalnya, pemerintah yg disalahkan, dan bukannya orang yg menjual. Lebih parah lagi, sambung bupati, kalau pemerintah digugat, pemerintah malah diolok-olok.

“Salah satu kesulitan kami di pengadilan adalah mencari saksi, jarang ada masyarakat yg mau jadi saksi, padahal itu yg paling menentukan menang atau kalah, ” ujarnya. Dalam kesempatan yg juga dihadiri sejumlah tuan guru itu bupati memohon bantuan mereka agar membantu memberikan arahan kepada masyarakat.

“(bahwa) mengambil yg bukan hak itu haram luar biasa,” tegas bupati.

Demikian juga dalam hal pengelolaan sampah. Bupati mengatakan tahun 2020 akan dibangun 7 tempat pengolahan sampah dengan konsep 3R (reduce, reuse, dan recycle). Dan hal ini, lagi-lagi kata bupati, membutuhkan dukungan dan kesadaran masyarakat.

“Tidak akan menyelesaikan apa-apa tanpa kesadaran masyarakat, ” ungkapnya.

Dicontohkan bupati, lalat hitam di Lingsar mampu menghancurkan 7 ton sampah rumah tangga perhari, tapi baru bisa ditangani 500kg saja perhari.

“Petugas kita hanya mampu memilah segitu, kalau saja masyarakat sadar dan mau memilah, ” harap Bupati Fauzan. Namun demikian, kata bupati, semua masukan direkam oleh TV9 untuk menjadi dokumen Pemerintah Lombok Barat untuk perbaikan ke depannya.

Refleksi Akhir Tahun Ajang Serap Masukan Masyarakat

Giri Menang, Selasa 31 Desember 2019 – Menutup akhir tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menyelenggarakan refleksi akhir tahun berjudul ‘Rapim dan Refleksi, Dialog Interaktif, Bersinergi Mewujudkan Lombok Barat Mantap dalam Perspektif Das Sein vs Das Sollen’ bertempat di Aula Utama Kantor Bupati. Bupati Lobar, H Fauzan Khalid dalam sambutannya menyebut refleksi kali ini terbuka bagi masyarakat untuk mendapatkan masukan langsung tentang apa yg perlu diperbaiki untuk tahun 2020.

Selain bupati, hadir sebagai narasumber yaitu Dr Basuki Prayitno dari Universitas Mataram yg membahas tentang aspek ekonomi. Ada juga Adhar Hakim dari Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yg berbicara tentang bagaimana upaya Lombok Barat meningkatkan layanan publik. Dr Baehaqi, Sekretaris Daerah Lobar menyampaikan secara singkat program-program pembangunan Lobar berikut capaiannya. Ketua DPRD lobar, Hj Nur Hidayah yg menekankan perlunya kebijakan yg menyentuh masyarakat. Pembicara lainnya dari unsur ulama yaitu TGH Muharrar Mahfudz yg menekankan perlunya menangani persoalan sampah karena kebersihan merupakan perintah agama.

Dua narasumber berikutnya, Dr Agus, pengamat Politik dari UIN mataram dan Suhaimi Samsuri, mantan ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lobar dua periode, berbicara tentang suksesnya pemilu pilpres dan pileg 2019 di Lobar yg masuk partisipasi masyarakat sangat tinggi yaitu lebih dari 86%. Ada juga Dea Malik yg berbicara tentang aset.

Refleksi ini kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif dengan memberikan kesempatan kepada hadirin menyampaikan uneg-unegnya. Beberapa hal yg menjadi masukan yaitu persoalan sampah, aset yg belum bersertifikat, infrastruktur jalan, promosi wisata, banyaknya bangunan berbeton, dan lain-lain.

Bupati Fauzan dalam tanggapannya mengaku apa yg disampaikan hadirin sebagian besarnya benar. Namun, bupati memberi beberapa catatan positif apa yg telah diraih Lobar. Sebagai contoh, dikatakan bupati, tahun 2018, standar pelayanan publik di Lobar adalah yg terendah di NTB dan bernilai merah dari Ombudsman RI Perwakilan NTB. Namun, berkat kerja keras yg dilakukan, tahun 2019 mengalami perbaikan tajam yaitu menjadi yg terbaik di NTB dan terbaik ketiga secara nasional.

Selain itu, upaya perbaikan infrastruktur juga terus dilakukan. Demikian juga dengan keberhasilan penurunan tajam angka stunting di Lobar. Yaitu dari 49% tahun 2009 menjadi 23,2% tahun 2019. Hal ini menjadikan Lobar bersama Kab. Klaten menjadi pilot projek pusat dan juga Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

“Saya diwawancarai Bank Dunia mengapa begitu konsen mengurus stunting padahal tidak menguntungkan secara politik,” ujar bupati. Bupati pun menjawab ‘kalau bukan sekarang kapan lagi mempersiapkan SDM Lombok Barat’.

Menanggapi berbagai masukan bupati mengatakan harus pintar-pintar memilih prioritas, mana yg paling bermanfaat bagi masyarakat karena terbatasnya anggaran. Menanggapi kritik dari salah seorang penanya mengenai pembangunan berbahan beton di Lobar yg tampak mengabaikan lahan pertanian, bupati pun menjawab tentang pentingnya perencanaan.

“Tadi Kota Mataram banyak disanjung karena maju, padahal Mataram juga maju salah satunya karena bangunan beton,” jawab bupati. Di satu sisi, kata bupati, kita dikritik karena membangun, padahal di sisi lain kita perlu membangun untuk maju.

Terkait dengan aset Lobar yg dikritik karena masih banyak yg belum bersertifikat, bupati berjanji, meskipun kurang yakin, untuk menyelesaikannnya hingga masa jabatannya selesai. Namun diakuinya, persoalan aset Lobar memang ribet yg diwarisi dari sebelumnya. Dicontohkannya, kompleks perkantoran kantor bupati luasnya sekitar 16 hektar. Baru beberapa bulan yg lalu, sebut bupati, selesai persoalannya.

“Dulu jangankan sertifikat, surat jual beli saja tidak ada,” kata bupati. Namun demikian, progress tetap terjadi. 2018 misalnya, 200 aset sudah disertifikatkan dan menyusul 130 aset tahun 2019.

“Saya sudah perintahkan bahwa tidak ada tawar menawar mengenai aset pemerintah (Lobar), ” tegas bupati.

Mengenai jalan di Lobar yang kemantapannya hanya 68%, ditegaskan bupati, alasannya karena banyak jalan desa yang diangkat statusnya menjadi jalan kabupaten sehingga tampak masih banyak jalan yg kurang mantap.

Ada juga kritikan dari audiens tentang promosi wisata yg seharusnya dilakukan provinsi NTB bukan Lobar serta event-event yg diselenggarakan seperti Festival Senggigi, Senggigi Sunset Jazz yg dianggap tidak meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Kritik pertama dijawab bupati, hal itu terjadi karena kalau Lobar diam tidak melakukan promosi terbukti tidak ada event di Lobar yg diadakan provinsi. Karena itulah Lobar giat melakukan promosi melalui event-event. Dalam hal dampak, dikatakan bupati, tidak bisa dilihat langsung pada hari H event.

“Senggigi Sunset Jazz, misalnya, dana yang dibutuhkan Rp 2,5 miliar, tapi kita menyiapkan hanya Rp 200 juta, sisanya dari sponsor,” ujarnya. Efeknya memang tidak langsung, kata bupati, tetapi bayangkan iklan 30 detik di TransTV biayanya Rp 60 juta, majalah Garuda Rp 500 juta. Dengan event Jazz tersebut, tegas bupati, iklan tersebut gratis dan dunia membaca itu.

“Jadi tidak bisa diukur pada saat itu, “ujarnya.

http://humas.lombokbaratkab.go.id/portal/node/berita/refleksi-akhir-tahun-ajang-serap-masukan-masyarakat

Di Kecamatan Lembar 20 Orang Graduasi Program PKH

Giri Menang, Selasa 31 Desember 2019 – Dari 36 ribu peserta Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Lombok Barat (Lobar), belum separohnya dinilai mandiri. Secara khusus, di Kecamatan Lembar, ada 20 orang peserta PKH yang menyatakan diri keluar sebagai peserta PKH. Mereka rata-rata beralasan karena sudah mandiri. Artinya, tidak lagi mendapakan bantuan finansial untuk kebutuhan ekonomi mereka.

Keluarnya peserta PKH atau dinyatakan sebagai graduasi ini, disampaikan melalui kegiatan Prosesi Graduasi Sejahtera Mandiri dan Launching Program Pengembangan SDM PKH di halaman Kantor Camat Lembar, Selasa (31/12/2019).

Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid dalam sambutannya, nemberikan apresiasi kepada 20 orang yang penuh kesadaran tinggi dan tanpa paksaan untuk keluar sebagai peserta penerima PKH di Kecamatan Lembar.

“Saya sendiri tergugah untuk menyatakan bahwa, dalam hidup ini yang namanya konsep keberkahan termaktub dalam ajaran agam Islam,” petuah bupati di hadapan Plt Kadis Sosial Lobar H.Mahyudin, keluarga besar Dinas Sosial Lombok Barat, seluruh pendamping PKH Kecamatan Lembar serta puluan peserta PKH.

Pada kesempatan itu, bupati sempat menyebut warganya yang pertama kali menytakan diri keluar dari peserta PKH. Disebutkan, warga tersebut dikenal dengan sebutan JuPe (Juragan Pecel) dari Desa Duman, Kecamatan Lingsar. Keluarnya JuPe dari peserta PKH, justru lebih membawa berkah, karena sempat diundang oleh Presiden Jokowi ke Istana Negara.

“Ini sebuah penghargaan dan salah satu contoh paling nyata yang harus kita tanam dari apa yang namanya keberkahan dan rizki,” kata bupati mengingatkan.

Di tempat yang sama, Plt Kadis Sosial H. Mahyudin menyatakan keluarnya 20 orang peserta PKH di Kecamatan Lembar ini, artinya mereka sudah memiliki kemampuan yang cukup untuk mendalami kebutuhan hidupnya. Diharapkan kesadaran tanpa paksaan ini akan menjadi motivasi bagi peserta PKH lain untuk terus berusaha, meningkatkan semangat berusaha, sehingga pendapatan keluarga bermuara pada keluarga yang mandiri.

Kata Asisten III Setkab Lombok Barat ini, saat yang sama juga dirangkai dengan pembagian 70 paket santunan bagi lansia dan anak yatim. Harapannya, peserta PKH yang lain menjadi termotivasi, dan secara bertahap mereka bisa tergraduasi.

“Ini sebagai parameter keberhasilan, termasuk kebanggaan kita kepada teman pendamping PKH yang memiliki rasa empati dan peduli kepada peserta PKH,” kata Mahyudin.

Sebagai testimoni, salah satu peserta PKH yang menyatakan diri keluar dari peserta adalah, Muhsinin (35 tahun) dari Dusun Kesamik Rempek Desa Labuan Tereng. Dikatakan, dirinya keluar sebagai peserta PKH karena sudah mampu dan mandiri. Kendati sebagai pengusaha pembuatan batu bata, Muhsinin sadar, tanpa paksaan untuk tidak lagi sebagai peserta PKH.

“Ada lagi yang lebih berhak meneima dan saya sadar, tanpa paksaan untuk keluar dari peserta PKH. Alhamdulillah saya sudah mandiri,” sebut Muhsinin usai menerima sertifikat gradusasi kesejahteraan mandiri.

Sementara itu, Dennis Lesmana salah seorang pendamping PKH mengaku bangga dengan pekerjaannya sebagai pendamping.

Dennis mengaku, dirinya bisa turun kelapangan hampir setiap hari tergantung jadwal pertemuan. Pendamping biasanya melakukan pertemuan wajib setiap kelompok tiap bulan, dengan jumlah kelompok yang didampingi bervariasi, antara 10 hingga 14 kelompok.

“Kesannya Alhamdulillah luar biasa. Inaq-inaq (ibu-ibu, red) keluarga penerima manfaat (KPM) yang kami dampingi memiliki latar belakang yang sangat rendah, belum mengecap pendidikan sama sekali, sehingga kami pendamping harus sigap dan cepat dalam menguasai bahasa dan medan,” ungkapnya.

“Semoga bisa diberikan kendaraan operasional bagi kami sebagai pendamping. Karena medan yang kami tempuh masih agak ekstrim,” lanjutnya berharap.

http://humas.lombokbaratkab.go.id/portal/node/berita/di-kecamatan-lembar-20-orang-graduasi-program-pkh

1 3 4 5 6 7 175