Penuhi Respon Time Pelayanan, Dinas Pemadam Kebakaran Lobar Dirikan Pos Layanan

Giri Menang, Kamis 27 Juli 2017 – Untuk memenuhi standar pelayanan minimal pelayanan kebakaran di wilayah Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Lobar dalam waktu dekat akan mendirikan pos layanan kebakaran. Namun, untuk saat ini pos yang akan diresmikan Agustus mendatang masih bersifat sementara. Memanfaatkan bangunan lama Kantor Camat Batulayar, Dinas Pemadam Kebakaran akan menempatkan empat orang anggota dengan satu buah mobil pemadamnya.

Kepala Dinas PMK, Fauzan mengakui, dengan kondisi yang masih jauh dari memadai, pihaknya memiliki skala prioritas. Terutama di wilayah Senggigi yang notabenenya merupakan penghasil PAD terbesar di Lobar. “60% PAD Lombok Barat ada di Senggigi, sehingga perlu penanganan ekstra di semua sisi. Termasuk kerawanan bencana kebakaran,” jelasnya.

Fuazan juga sudah membuat pemetaan manajemen kebakaran untuk wilayah Lobar. Rencananya, dari hasil pemetaan tersebut akan didirikan pos layanan serupa untuk memenuhi respon time pelayanan penanggulangan kebakaran yang ada di Lobar. Untuk wilayah bagian utara akan didirikan di Kecamatan Batulayar, sedangkan wilayah tengah rencananya didirikan di Kecamatan Lingsar atau Narmada. Pos layanan juga akan dibangun di Kecamatan Sekotong untuk wilayah bagian selatan.

Rencana pria yang lebih akrab disapa Ojan ini ternyata mendapat respon yang sangat positif. Terutama bagi para pelaku usaha dan para camat. “Teman-teman terutama di kecamatan sudah banyak yang minta. Cuma kan kita terkendala maslaah armada,” akunya.

Saat ini pihaknya giat melakukan pelatihan bagi para relawan desa sebagai langkah untuk meminimalisir terjadinya kebakaran.“Kita di pemadam ini berusaha bagaimana mengubah perilaku masyarakat yang kadang teledor,” katanya sembari menceritakan kejadian di Sandik yang diakibatkan karena kompor yang dibiarkan menyala saat rumah dalam keadaan kosong.

Untuk itu dirinya meminta masyarakat untuk lebih ekstra waspada saat akan meninggalkan rumah. “Mohon untuk hal yang dapat memicu kebakaran itu dapat menjadi perhatian lebih. Instalasi linstrik harus sesuai standarisasi. Penggunaan kompor dan lain-lain jangan ditinggal begitu saja, pastikan mati sebelum ditinggalkan,” serunya.

Selain itu, Dinas PMK juga tetap melakukan pengawasan intensif tiga bulan sekali untuk mengecek perlengkapan keamanan yang ada di hotel, restauran dan fasilitas rekomendasi lainnya yang ada di wilayah Lobar. “Insya Allah kaan kita Perbupkan agar semua fasilitas rekomendasi apapun harus melalui kami. Terkait seringnya panggilan palsu yang masuk, kami juga bersinergi dengan menggandeng pihak TNI dan Polri untuk mengatasinya,” ujarnya. (romi/humas)

CALL CENTER DINAS PEMADAM KEBAKARAN :

(0370) 681555
08191748777

 

Indomaret Jalin Mitra Dengan UMKM Lobar

Giri Menang, Kamis 27 Juli 2017 – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) bekerjasama dengan PT. Indomaret mengadakan seminar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)  di Aula Kantor Bupati Lobar, Kamis (27/7). Pada pembukaan seminar, Asisten III Setda Lobar H. Faturrahim bersama Kepala Indomaret cabang Bali-Lombok Seno Aribowo menyerahkan bantuan 10 unit gerobak jualan dari Indomaret kepada para pelaku usaha yang sudah diseleksi sebelumnya.

Untuk diketahui, saat ini bentuk kemitraan PT. Indomaret dengan pelaku UMKM yaitu sewa lapak di Indomaret tanpa dipungut biaya tempat pemajangan. Berbanding terbalik dengan suplier pabrikan, Indomaret menarik listing fee sehingga hasil usaha UMKM bisa bersaing menujukkan kwalitasnya dengan produk-produk pabrikan lainnya.

Dalam sambutannya, Faturrahim mengingatkan PT. Indomaret agar tidak dinilai sebagai pihak yang tidak peduli terhadap UMKM yang ada. Mengingat sudah ada sekitar tiga puluh produk lokal UMKM kebanggan Pemkab Lobar yang sudah bisa masuk ke Indomaret.

Dirinya juga berharap agar produk UMKM lainnya yang ingin masuk agar diberikan kelonggaran. “Saya harap agar diberikan kelonggaran akses untuk masuk ke Indomaret, tentunya dengan tidak melanggar aturan yang berlaku. UMKM juga harus punya standar mutu untuk bisa masuk ke Indomaret,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala PT. Indomaret cabang Bali-Lombok Seno Aribowo mengajak para pelaku UMKM yang hadir untuk  berbagi sebagai upaya untuk bisa bersaing di era global dengan cara yang kreatif dan inovatif.

“Tahun ini rencananya akan kami adakan di seluruh Indonesia. Kami berharap dengan adanya seminar ini dapat memotivasi pelaku UMKM untuk bisa lebih berkembang. Terutama dalam menghadapi kompetisi di era global ini,” pungkasnya. (alok/humas)

 

Koperasi Jangan Sakit !

Giri Menang, Rabu 26 Juli 2017 – Secara konstitusi, Koperasi merupakan soko guru perekonomian Indonesia. Koperasi tidak boleh hanya tulisan dalam konstitusi saja, tapi harus diaplikasikan dengan nyata. “Koperasi itu harus maju dan kuat. Basicnya adalah kebersamaan. Hasil serta manfaatnya dapat dirasakan bagi kesejahateraan masyarakat Lombok Barat,” ujar Bupati Lobmok Barat, H. Fauzan Khalid pada acara HUT Koperasi ke-70 di Gedung Budaya Narmada, Rabu (26/7).

Dari data yang ada, koperasi yang ada di Lombok Barat berjumlah 520 koperasi. Namun, hanya 25% yang dikatakan sehat, selebihnya 75% dikatakan tidak sehat karena tidak melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT). RAT sendiri dimaksudkan agar koperasi dapat berkembang dengan baik dan mampu memberikan kesejahteraan kepada anggotanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, I Nyoman Sembah akan melakukan pembinaan bagi koperasi yang “sakit”. “Koperasi yang tidak melaksanakan RAT akan dibina untuk menjadi sehat. Yang sehat juga akan dilakukan pembinaan agar lebih berkembang,” ujarnya.

Untuk itu, Dinas Koperasi Lombok Barat berencana akan meluncurkan Klinik Koperasi Sehat (KKS) yang nantinya berfungsi sebagai tempat konsultasi dan pelayanan.

Nyoman Sembah berharap, dinas yang dipimpinnya mampu mengembalikan kejayaan koperasi di Lombok Barat.

Hadir pada acara tersebut diantarantya, Ketua DPRD Lombok Barat, Sekda Lombok Barat, Kapolres, para Kepala SKPD, Camat serta seluruh Gerakan Koperasi se-Lombok Barat. (ded/and/humas)

Sigap, 10 Menit Api Pun Padam

Giri Menang, Senin 24 Juli 2017– Pagi yang cerah dan tenang di Dusun Arum Manis Desa Sandik Kecamatan Batulayar Lombok Barat mendadak berubah menjadi ribut dan heboh dengan teriakan minta tolong. Tidak berselang lama, asap hitam pun membumbung tinggi ke angkasa di tengah perkampungan padat penduduk itu.

Rumah salah seorang warga bernama Amaq Nafsiah terbakar. Istrinya yang bernama Rohaniah tidak sempat meneliti kompor dan tabung gas ketika akan memasak untuk kebutuhan makan mereka hari itu.

Api yang membesar di kompornya membuat sang istri panik dan keluar rumah meminta tolong tatangga yang saat itu sudah mulai beraktivitas.

Salah seorang tetangganya berinisiatif untuk menelpon Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) pada jam 10.45 WITA hari ini (24/7). Kesigapan pasukan penjinak api Lobar itu teruji. Hanya dalam kisaran 15 menit, dua unit kendaraan taktis penyemprot air pun sampai di lokasi yang berada di tengah perkampungan dan membuat 12 orang pasukan biru itu hanya mampu menguraikan selang ke rumah yang terbakar.

Kepala DPK Lobar Fauzan Husniadi menceritakan, jarak tempuh dari Posko Utama di Gerung ke titik lokasi cukup jauh, namun pihaknya mampu mencatatkan respons time dalam 15 menit.

Cukup dalam sepuluh menit, si jago merah pun berhasil dipadamkan. Api telah berhasil ditaklukkan SKPD yang belum genap berumur satu tahun itu. Kesigapan DPK telah mampu melokalisir api agar tidak merembet ke rumah-rumah lainnya.

Namun sayang, karena material rumah yang mudah terbakar membuat api meluluh lantakkan rumah bertingkat itu.

Fauzan pun mengingatkan agar setiap warga selalu memiliki kewaspadaan yang tinggi. “Masyarakat belum banyak tahu cara menjinakkan api di tahap awal. Belum lagi karena panik,” ujar Fauzan Husniadi di sela-sela meninjau bekas reruntuhan bangunan.

Melihat kondisi rata-rata kebakaran yang terjadi, Kepala DPK itu kerap menggandeng warga dan lembaga lain untuk melakukan pelatihan sigap bencana kebakaran.

Hal tersebut bagi Fauzan menjadi jalan keluar dari persoalan keterbatasan armada. DPK sendiri berupaya untuk meningkatkan layanannya ke publik dengan menginisiasi posko pemadam kebakaran di beberapa titik wilayah, namun tetap harus memperhatikan rasio jumlah armada yg dimiliki dan dibutuhkan.

“Saat ini kami akan tetap lanjutkan program pelatihan dan pemberdayaan sampai terbentuknya relawan di setiap dusun dan desa,” ujar Fauzan sambil memprioritaskan juga program sosialisasi untuk membuat masyarakat waspada terhadap hal-hal yang memicu kebakaran.

Kerugian akibat kebakaran yang menimpa Amaq Nafsiah dan keluarga ditaksirnya mencapai 100an juta rupiah.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” pungkas mantan Sekretaris Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD, sekarang Bapenda, Red) itu.

Kejadian tersebut semakin menambah deretan peristiwa kebakaran yang terjadi. Untuk Tahun 2016 saja, paling tidak ada 18 kejadian yang menelan kerugian lebih dari 2,2 miliar rupiah. Sampai dengan kejadian di rumah Amaq Nafsiah, belum genap tutup buku tahun 2017, sudah terjadi 14 peristiwa, meningkat tajam dari semester awal tahun lalu. (Humas Lombok Barat)

1 2 3 30