Gubernur Serahkan SK Plt. Bupati ke Fauzan Khalid

Akhirnya SK Penunjukan Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lombok Barat yang telah ...

Di Lobar Harus Ada Penulis Profesional

Dari Workshop Lombok Barat Menulis, Di Lobar Harus Ada Penulis Profesional Dalam rangka ...

Pertamini Mulai Masuk Sekotong

Sekotong - Jika anda Pernah melihat kios kecil yang menyerupai pom bensin di pinggir jalan? ...

Safari Ramadahan: Plt Bupati Minta Warga Perhatikan Pendidikan Dan Kesehatan

Putaran pertama Safari Ramadhan Pemkab Lombok Barat dimulai Senin, (22/6) malam di Masjid ...

Hari Kedua Safari Ramadhan

Giliran Menjeli Lingsar Dikunjungi Tim Giri Menang – Tim Safari Ramadhan Kabupaten Lombok ...

Hari Kedua Safari Ramadhan

Giliran Menjeli Lingsar Dikunjungi Tim Giri Menang – Tim Safari Ramadhan Kabupaten Lombok ...

Silaturrahmi Budaya di Ponpes Darul Hikmah NW Tanak Beak Narmada

Hadirkan Fadly Padi, Dr. Al-Zastrouw dan Sanggar Ki Ageng Ganjur Giri Menang – Ba`da Shalat ...

WORKSHOP LOBAR MENULIS, MELAHIRKAN PENULIS HANDAL MULTI TALENTA

Dengan mengambil lokasi di Aula Kantor Bupati Lombok Barat selama 3 hari, 23 s/d 25 Juni 2015 ...

Pasar dan Minimarket Diubek-ubek

GIRI MENANG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lobar mulai memantau bahan ...

SELAMAT2

Info SKPD

IMG20150623104258 (FILEminimizer)Sekotong - Jika anda Pernah melihat kios kecil yang menyerupai pom bensin di pinggir jalan? Namanya Pertamini. Pertamini adalah singkatan dari Pertamina Mini. Ini adalah kios kecil yang mengecer BBM jenis premium atau bensin.

Di wilayah Sekotong beberapa Pertamini sudah mulai terlihat dan bisa kita temui dipinggir jalan di Buwun Mas tepatnya di Dusun Sepi dan Dusun Bengkang. Selengkapnya

Terjadi Gangguan Pada Server LPSE Dikarenakan Adanya Pemeliharaan dari Tanggal 17 Juni 2015 – 19 Juni 2015
Selengkapnya

puasa 002

puasa 001

Pelantikan pengurus Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Komisariat Puskesmas Narmada, Sedau, Lingsar dan Sigerongan dikukuhkan, Sabtu (6/6) lalu di aula Puskesmas Narmada. Pelantikan ini dilakukan langsung Ketua PPNI Lobar H. Sulaiman Adam, S. Sos, M. Kes didampingi Sekretariasnya H. Sahroji, SKM, MM dan Dewan Pertimbangan PPNI Lobar H.L. Takdir Mahdi, S.Pd, MM. Kegiatan yang serupa sebelumnya juga sudah dilaksanakan di Puskesmas Pelangan, Sekotong, Jembatan Kembar, Kuripan, Dikes dan Puskesmas Perampuan.

H. Sulaiman Adam Ketua PPNI Lobar pada kesempatan itu menyampaikan hasil raker PPNI Lobar sebelumnya. Dimana PPNI Lobar telah menyusun program kerja lima tahun ke depan. Salah satu program kerja di tahun 2015 ini masuk dalam program dengan skala prioritas. Demikian juga PPNI Lobar telah menyusun program dari mingguan, bulanan, tiga bulanan dan per-semester. Dalam struktur kepengurusan PPNI Lobar diperkuat oleh beberapa divisi. Diantaranya divisi organisasi, divisi Diklat, Litbang, divisi keperawatan, kesra dan divisi Humas dan pemberdayaan.

Menurut Sulaiman Adam, Divisi organisasi pihaknya sudah membuat Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai syarat untuk menjadi anggota PPNI. “KTA ini juga yang mensyaratkan kami dua orang pengurus bisa mengikuti Munas PPNI di Palembang belum lama ini. Dalam hal ini juga pengurus sudah mengedarkan form pengisian KTA kepada segenap anggota PPNI Lobar. Hal ini juga dilakukan guna mendata keanggotaan PPNI dan berencan juga membuat KTA berskala nasional,” jelas Sulaiman.

Berikutnya program kerja saat ini diantaranya melakukan silaturrahmi ke 19 komisariat di 17 Puskesmas se-Lobar, 1 komisariat di Dikes dan 1 komisariat di RSUD Tripat. Dan guna lebih memperkuat nilai tawar PPNI dengan Pemkab Lobar dan DPRD, PPNI Lobar berencana akan melakukan hearing dengan Bupati/Wakil Bupati, dan dengan DPRD. “Dan jika ada waktu menjelang puasa nanti kita rencaakan gelar Baksos di Panti Asuhan yang selama ini mungkin belum tersentuh Pemda,” kata Sulaiman.

Pada kesempatan itu Sulaiman Adam juga menyampaikan hasil Munas PPNI di Palembang. PPNI Lobar di Munas mengusulkan agar ada perawat PTT dan berdasarkan PP yang sudah ada, agar diusahakan PTT yang sudah mengabdi bisa diusulkan jadi CPNS. “Ini amanah dari Pemda Lobar yang kami sampaikan di Munas,” terangnya.

Sementara itu Dewan Pembina PPNI Lobar, H.L. Takdir Mahdi, S.Pd, MM menyambut baik program kerja PPNI Lobar agar ke depannya lebih kuat dan eksistensi organisasinya juga lebih dikenal oleh pemerintah daerah maupun stakeholder lainnya. Karena itu mantan ketua PPNI Lobar selama dua periode ini mendorong agar seluruh perawat se-Lobar bisa masuk di organisasi PPNI. Dengan masuk organisasi, maka aspirasi dan segala permasalahan yang dihadapi baik menyangkut karier dan masa depan perawat bisa lebih diperhatikan. Kalau kita berorganisasi kita akan lebih kuat dan posisi tawar kita menjadi lebih diperhatikan,” jelas mantan Ketua DPRD Lobar ini. (her-humaspro)

M. Djunaidi, SH Sekretaris KPA LobarLombok Barat dikenal sebagai daerah wisata yang cukup popular, karena itu berpengaruh terhadap arus migrasi secara perorangan dari dan ke Lombok Barat. Terjadinya migrasi orang ini cukup tinggi ke Lombok Barat, sehingga sangat memungkinkan terjadinya penyebaran virus HIV/AIDS. Dengan telah diterbitkannya Perbup Lobar No. 47/2014 tentang pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, KPA Lobar telah membuat Surat Edaran kepada pemilik.manager hotel, café, karoke, Spa/Panti Pijat, pemilik kos dan tempat hiburan.

Data dari Komisi Penanggulangan AIDS/HIV Lobar menyebutkan, hingga tahun 2014 di Lobar secara kumulatif data tercatat penderita HIV sebanyak 65 kasus dan AIDS sebanyak 67 kasus. Hingga Maret 2015 jumlah kasus HIV bertambah menjadi 3 kasus dan meninggal 1 orang. Dengan demikian dari tahun 2014 hingga Maret 2015 ditemukan kasus HIV sebanyak 68 orang dan seorang meninggal serta AIDS 67 orang.

Berdasarkan profesi kasus HIV di Lobar tertinggi ditemukan pada Wanita Pekerja Seksual (WPS) sebanyak 20 orang. Sedangkan kasus AIDS tertinggi ditemukan karyawan swasta sebanyak 18 kasus. TNI (HIV 2 orang, AIDS 0), Satpam (HIV 1, AIDS 0), Napi HIV 1 AIDS 0), PNS HIV/AIDS masing-masing 1 kasus), petani HIV 2 AIDS 3), TKI/TKW (HIV 5 AIDS 4).

Sekretaris KPA Lobar, M. Djunaedi, SH pada rapat bersama Komunitas Populasi Kunci (POCI) seperti WPS, GWL, LBT, PENASUN dan Yayasan Inisiatif Sehat LSM peduli HIV/AIDS belum lama ini menjelaskan, kecuali HIV/AIDS hingga saat ini belum ditemukan obatnya juga karena perkembangan temuan kasus HIV/AIDS dari tahun ke tahun terus meningkat.

Dengan dilibatkannya POCI (WPS, GWL, LBT, PENASUN) dan LSM YIS peduli HIV/AIDS dan KPA guna mencari solusi tepat untuk mencegah berkembangnya virus HIV di Lobar. Surat edaran yang diterbitkan tersebut pada intinya setiap karyawan/karyawati yang bekerja di tempat hiburan tersebut diwajibkan untuk memiliki kartu kunjungan kesehatan yang sebelumnya harus memiliki ijin tinggal yang dikeluarkan Kades setempat.

Menurut mantan Kadishubkominfo Lobar ini, secara periodic Tim Pokja KPA Lobar secara periodik akan melakukan kunjungan ke tempat-tempat hiburan tersebut untuk mengecek para karyawan/karyawati yang bekerja di tempat hiburan tersebut sudah memiliki kartu kunjungan kesehatan atau belum. Dengan demikian kewajiban ni ditekankan kepada pemilik/manager tempat hiburan dimaksud.

Melihat data kelompok umur kasus HIV/AIDS yang tertinggi di lobar yakni usia 21-30 tahun disusul 31-41 tahun. Artinya mereka terkena HIV/AIDS pada umur-umur remaja antara 10-15 tahun. “Oleh karenanya fokus yang dilakukan yakni pembinaan dan sosialisasi pada anak-anak remaja melalui sekolah, Ponpes, Karang Taruna, remaja masjid serta dengan melibatkan guru pendidik, tokoh agama dan tokoh masyarakat,” jelas Djunaedi.

Dan untuk lebih tersosialisasinya soal virus HIV/AIDS sampai ke akar rumput yakni hingga ke desa-desa dengan membentuk kader peduli HIV/AIDS di desa yang dipadukan dengan kader Posyandu. Selain itu perlu secara periodik melakukan kunjungan ke daerah-daerah beresiko yaitu kawasan wisata, kawasan pelabuhan, kawasan lingkar tambang dan kampong-kampung yang banyak terdapat TKI/TKW untuk dilakukan VCT berupa pemeriksaan darah. (her-humas)

REFLEKSI AKHIR TAHUN

1418281547006-1494821182

Foto Kegiatan

sekda-001 wakil-bupati-001 bupati-001 _DSC0500 _DSC0474 _DSC0457 _DSC0456 _DSC0453

Profil Lombok Barat

SMS CENTER

(0877 17 04 1958)

Archives

History of India