LOMBOK BARAT DALAM ANGKA TAHUN 2016
Sanggar Rumah Cerdas Bantu Pelajar di Dusun Terpencil
GIRI MENANG – Minimnya sarana pendidikan di Dusun Bunbeleng, Desa Sekotong menggugah Sanggar Rumah Cerdas. Bersama Dharma Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Barat, sanggar rumah cerdas mengadakan bakti sosial (Baksos), Sabtu (20/8).
Ketua Sanggar Belajar Rumah Cerdas Evi Febriana mengatakan, kegiatan baksos bersama Dharma Wanita Dikbud Lobar menyalurkan sejumlah bantuan. Antara lain, alat tulis hingga papan tulis untuk setiap kelas.
”Kami membantu berupa alat tulis lengkap bagi anak-anak di dusun terpencil ini,” kata Evi bersama Ketua Dharma Wanita Dikbud Lobar Erni Zuhara.
Menurut Evi, anak-anak di Dusun Bunbeleng masih merasakan keterbatasan untuk mengakses fasilitas pendidikan. Kondisi wilayah yang hampir terisolir, memperparah seluruh dimensi kehidupan masyarakat, terutama untuk fasilitas pendidikan.
Di Dusun Bunbeleng, hanya ada satu fasilitas pendidikan setara sekolah dasar. Sekolah itu pun dibangun akibat jauhnya SD negeri yang bisa dijangkau masyarakat.
”Sekolah ini menjadi satu-satunya harapan bagi 60 lebih anak-anak di Dusun Bunbeleng dalam mencari ilmu,” ujar dia.
Selain keterbatasan yang dialami sejumlah anak, lanjut Evi, guru-guru pun mengalami kesulitan. Mereka minim fasilitas buku bacaan untuk menambah wawasan dan mengajar anak didiknya.
”Karena itu kami bantu buku dan alat belajar,” katanya.
Evi menjelaskan, guna terus mengadakan baksos serupa, pihaknya telah membuat gerakan satu orang satu buku dan 1000 manfaat. Gerakan ini sendiri telah berjalan sejak beberapa bulan terakhir.
”Nantinya akan kita buat taman belajar pelangi di Dusun Bunbeleng. Taman bacaan serupa telah berdiri di Teluk Gok, Sekotong,” tandasnya. (dit/r3)
Sumber:http://www.lombokpost.net/2016/08/22/sanggar-rumah-cerdas-bantu-pelajar-dusun-terpencil/
KAK Jurnalis Warga
SMAN 1 Lembar Fokuskan Revolusi Mental
GIRI MENANG – SMAN 1 Lembar fokuskan melakukan revolusi mental bagi siswa dan guru. Hal ini harus dilakukan untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan serta meningkat mutu sekolah.
Kepala SMAN 1 Lembar LOBAR, Hj Erni Zuhara mengatakan, pihaknya berupaya membenahi kekurangan dalam pembinaan maupun pengembangan, baik dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM) maupun ekstrakulikuler.
“Karena itulah kita fokus untuk melakukan revolusi mental bagi guru dan siswa,” jelasnya kemarin(12/8).
Erni juga mengatakan, ia bersama para guru berusaha semaksimal mungkin untuk meraih kemajuan. Selain itu, ia juga akan selalu melakukan transparansi dalam semua kegiatan.
“Pembinaan akan dilakukan sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan sekolah dan siswa, ” terangnya.
Dia mengaku melakukan sejumlah inovasi. Di antaranya menyelenggarakan pelatihan jurnalistik sebagai penunjang masa depan dan pengetahuan.
Setelah siswa mampu menyerap ilmu jurnalistik pihaknya akan menuangkan tulisan para siswa untuk dipajang dalam mading dan buletin sekolah. Hal itu dilakukan untuk menambah skill para siswa. Sehingga nantinya menghasilkan lulusan yang berkualitas.
“Siswa tidak hanya membawa sebuah ijazah saja, namun begitu mereka lulus dari SMA 1 Lembar mereka kaya akan skill,” jelasnya.
Erni menegaskan, sudah saatnya melakukan upaya pengembangan terhadap kebijakan dalam membangun nama baik sekolah. Sebab guru sangat perlu menelaah kondisi lapangan. Sebagai wujud dukungan penuh terhadap visi pemerintah dalam menghadirkan revolusi mental.
“Sebagai wujud langkah awal untuk mewujudkan sekolah yang maju, berintegritas dan bersinergi.” tandasnya (fer/r4)
Sumber:http://www.lombokpost.net/2016/08/13/fokuskan-revolusi-mental/
Kepala DKP Bantah Berikan Rekomendasi Instalasi Kabel Bawah Laut di Gili Gede
GIRI MENANG – Sejumlah masyarakat melaporkan adanya instalasi kabel bawah laut di sebuah villa milik warga negara asing, di Gili Gede, Desa Sekotong Barat.
Kabel itu kabarnya dipasang karena pihak investor mendapat izin dari pemerintah. Dalam hal ini Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Lobar.
Namun, saat dikonfirmasi kebenaran izin itu, Kepala DKP Lobar, Subandi membantahnya. Ia mengaku tidak pernah memberikan rekomendasi instalasi tersebut.
Mungkin pada saat kepala DKP sebelumnya. Yang jelas saya tidak pernah memberikan rekomendasi, tegasnya.
Dikatakan, berdasarkan penelusurannya, telah terjadi kesepakatan antara investor dengan masyarakat sebelumnya. Pihak investor telah memohon ijin pada masyarakat untuk melakukan pemasangan kabel bawah laut.
Namun, masyarakat sekitar akan memberikan rekomendasi jika dibelikan mesin genset. Pihak investor pun mengabulkan permintaan tersebut, sehingga akhirnya masyarakat memberikan rekomendasi.
Subandi mengatakan, hal ini menjadi tanggung jawab pihak PLN. Sebab ini berhubungan dengan tegangan listrik. PLN lebih tahu mengenai prosedur pemasangan kabel tersebut.
Toh juga belum ada kabar kalau ada warga yang tersengat aliran listrik, kata Subandi, enteng.
Terpisah, Kepala Dishubkominfo Lobar Ahmad Saikhu, berjanji akan menelusuri perizinan pemasangan kabel terkait. Terutama dampaknya pada arus pelayaran laut.
Ia menjelaskan, jika itu masuk dalam arus pelayaran laut, maka seharusnya ada rekomendasi dari Dishubkominfo. Ia pun akan melakukan koordinasi lintas sektor.
“Tapi kami perlu mengecek posisi kabel itu dulu. Apakah membahayakan atau tidak, tandasnya. (fer/r6)
Surat Edaran Tentang Pedoman Peringatan HUT ke 71 Kemerdekaan RI
ILPPD Kabupaten Lombok Barat Tahun Anggaran 2015
INFORMASI LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH
KABUPATEN LOMBOK BARAT
TAHUN ANGGARAN 2015
Desain Spanduk dan Baliho MTQ
Download Desain Spanduk dan Baliho MTQ
Download Desain Spanduk dan Baliho MTQ
Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Bagian Setda Kabupaten Lomobok Barat.