Jihad Aset, Masyarakat Mendukung Pemda Menangkan Aset Sesela

Gunungsari, Diskominfo – Jihad Aset, Masyarakat mendukung Pemda menangkan aset Sesela. Jihad Aset yang digaungkan oleh Bupati Lombok Barat rupanya telah memberikan pengaruh besar kepada masyarakat Lombok Barat. Salah satu buktinya masyarakat Desa Sesela Kecamatan Gunungsari berbondong-bondong mendukung Pemerintah Daerah Lombok Barat yang diwakilkan oleh Kepala Bagian Hukum, Ahmad Nuralam sebagai Kuasa Hukum dalam sidang pemeriksaan setempat terhadap aset Pemda berupa lahan Pasar Seni dan lahan Puskesmas Sesela yang digugat oleh oknum yang mengaku sebagai ahli waris.

Dalam sidang pemeriksaan setempat yang dilakukan oleh Hakim Pengadilan Negeri tersebut warga nampak memberikan dukungan penuh kepada pemerintah daerah dengan membentangkan poster dan spanduk yang berisi dukungan terhadap pemerintah daerah yang sedang melakukan jihad aset. Kepala Bagian Hukum Setda Lombok Barat yang merupakan kuasa Hukum Pemda Lombok Barat Ahmad Nuralam mengatakan dalam sidang pemeriksaan tersebut pihak pengacara
Penggugat telah memberikan keterangan berbeda dengan gugatan. “Dalam gugatan disebutkan batas barat adalah tanah wakaf namun dalam sidang tersebut pengacara penggugat menunjukan jalan sebagai batas bagian barat tanah tersebut” ujar Nuralam.

Dalam kesempatan tersebut Nuralam juga mengatakan Jihad Aset yang digemakan oleh Bupati Lombok Barat telah memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk menyelamatkan aset Pemerintah Daerah Lombok Barat. Menurutnya masyarakat sudah sadar akan pentingnya aset milik Pemda  sehingga masyarakat berbondong-bondong mendukung Pemerintah Daerah dalam memenangkan aset tersebut.

“Pada lahan tersebut telah berdiri fasilitas publik yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan masyarakat sudah sadar akan pentingnya penyelamatan Aset Daerah” ujarnya.

Dalam sidang Pemeriksaan Setempat yang berjalan lancar dan kondusif tersebut Pemerintah Daerah melalui Kepala Bagian Hukum menyampaikan terima kasih atas dukungan dari masyarakat terhadap Pemerintah Daerah. Ahmad Nuralam mengatakan sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 23 September 2020 dengan agenda mendengarkan keterangan Saksi dari pihak Pengugat.

Sementara itu ditempat terpisah Pemerintah Daerah Lombok Barat melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika dan Statistik Kabupaten Lombok Barat, Ahad Legiarto mengatakan Pemerintah Daerah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan kepada pemda dalam menyelamatkan Aset Daerah. Menurutnya dukungan ini menjadi kekuatan besar bagi Pemerintah Daerah dalam melaksanakan Jihad Aset untuk menyelamatkan aset Pemda Lombok Barat.

“Pemerintah Daerah menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dukungan masyarakat kepada Pemda” ujar Ahad.

Menurutnya Jihad Aset yang digaungkan oleh Bupati beberapa Waktu lalu telah memberikan semangat yang besar bagi masyarakat untuk menyelamatkan aset pemerintah Daerah. Pemerintah berharap agar semangat dan dukungan warga ini bisa terus terjaga untuk menyelamatkan aset pemda.

“Dukungan dari masyarakat akan memberikan kekuatan bagi Pemerintah Daerah dalam menyelamatkan aset Pemda” ujarnya.

Ahad Legiarto melanjutkan dalam Jihad Aset ini Pemerintah Daerah di dukung oleh tim hukum yang kuat dan tim penyelamatan aset yang memiliki komitmen yang tinggi.

Ahad Legiarto menjelaskan, sebelumnya Bupati Lombok Barat dalam rangka Jihad Aset telah melakukan Inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi aset Pemda di wilayah Lingsar yang dipermasalahkan oleh sejumlah oknum. Bupati juga telah melakukan sidak ke gedung penyimpanan arsip pemda untuk memeriksa arsip-arsip yang terkait dengan Aset Daerah. Selain itu melalui Jihad Aset yang digaungkan oleh Bupati Lombok Barat, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lombok Barat telah menyelamatkan sejumlah aset Pemda diantaranya lahan yang digunakan oleh AMM Mataram, lahan pertanian di Kecamatan Kuripan dan lahan yang digunakan oleh Bank NTB Syariah di Desa Lembuak Kecamatan Narmada dan Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara serta sejumlah lahan aset lainnya. (Rf)

Wisata Senggigi Aman Covid-19 #ayokembalikesenggigi

Senggigi, Diskominfo – Tidak kurang dari 300 orang melakukan gotong royong bersih- bersih di sekitar jalan raya Senggigi, Sabtu (5/9/2020). Pemerintah Lombok Barat bersama para pelaku wisata, lembaga masyarakat yang peduli lingkungan membersihkan sampah yang berserakan.

Kegiatan bersih- bersih itu dilakukan untuk menjamin rasa nyaman bagi masyarakat dan dunia bahwa kawasan wisata seperti Senggigi nyaman dan aman dari Covid-19. #ayokembalikesenggigi

“kita melakukan kegiatan bersih-bersih untuk mendorong tatanan baru new normal. Masyarakat tetap produktif, wisata tetap berjalan tetapi tetap menerapkan protokol kesehatan. kita mulai meramaikan senggigi oleh kita-kita dulu agar masyarakat luas dan dunia melihat kalau Senggigi ini sehat, Senggigi memiliki standar protokol covid untuk berwisata ,” ungkap Sekretaris Daerah Lombok Barat H. Baihaqi ketika ikut serta gotong royong di jalan raya Senggigi.

Dikatakan, menyiapkan wisata Senggigi untuk dikunjungi wisatawan domistik maupun mancanegara tidak boleh kendor melakukan bersih-bersih. Pemerintah Lobar akan melakukan gotong royong sekali seminggu sebagai wujud keseriusan menyiapkan Senggigi aman dikunjungi.

Menurut Baihaqi sambil mengangkat sampah ke truk pengangkut sampah mengatakan, Sektor Pariwisata merupakan basis ekonomi sehingga menjadi lokomotif untuk menggerakkan sektor-sektor lain seperti sektor pertanian, jasa, konstruksi dan lainnya. Karena itu dukungan untuk sektor pariwisata di Lombok Barat baik di Sekotong khususnya di Senggigi harus disuport untuk mendapat kepercayaan masyarakat.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lombok Barat Budi Darmajaya mengungkapkan dengan kegiatan bersih-bersih di wisata Senggigi merasa terbantu tugasnya. Dia memberi suport armada untuk mengangkut sampah dari Senggigi. Dikatakan, pihaknya rutin mengangkut sampah di wilayah Senggigi dan sekitarnya setiap hari tanpa libur dengan menggunakan 6 armada pengangkut sampah. Dijelaskan setiap hari mengangkut sampah sebanyak dua kali sehari.

“kami yang menangani sampah untuk kebersihan, mendukung sekali kegiatan gotong royong ini, armada yang kita turunkan setiap hari enam armada. Yang dulunya pengangkutan sampah lima hari, sekarang tujuh hari tidak ada libur, sehari dua kali mengangkut. Kita harapkan Senggigi akan bangkit dengan gotong royong bersih-bersih. Ini kita dibantu dengan kegiatan bersih-bersih,” ungkapnya.

Koordinator Pokdarwis Senggigi H Kurnaen mengapresiasi kegiatan gotong royong. Program seperti ini diharapkan terus berlanjut agar wisata Senggigi menjadi nyaman dan menarik kunjungan wisatawan. Dikatakan, Senggigi adalah tujuan wisata yang sebelumnya terkendala kurang bersih.

“Namun Alhamdulillah sekarang dengan kegiatan bersama komunitas ini, Senggigi kelihatan  bersih. Kita juga mengadakan kegiatan  di Kerandangan untuk meyakinkan bahwa Senggigi sudah layak untuk dikunjungi lagi dengan tetap kami menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Senada dengan Sakinah salah seorang anggota Lombok Care Community (LCC) yang peduli kebersihan di wilayah Senggigi mengatakan kepeduliannya ikut gotong royong karena ingin wisata Senggigi kembali seperti semula. “kami punya restoran di Senggigi ini, jadi kalau kotor dan tidak ada yang peduli dan tetap buang sampah sembarangan, Senggigi akan mati. Kita juga pikirkan bukan aspek pariwisata saja, tapi kita pikirkan anak cucu kita harus dididik tidak membuang sampah sembarangan. Sampah pelastik terutama yang ratusan tahun tidak akan hilang. Jadi sampah-sampah yg di bakar , dapat menyebabkan asma, tumor dan segala penyakit yang timbul,” ugkapnya.

Koordinator LCC atau  Perkumpulan Insan Peduli Pariwisata Lombok, Pasek Arianto mengatakan mengikuti gotong royong untuk menginisiasi masyarakat agar peduli atau care terhadap sapta pesona yang berisi keamanan, ketertiban, keindahan, kesejukan, kenangan dan keramahan. “kita juga mengadakan berbagai kegiatan diskusi dengan pelaku pariwisata di beberapa tempat wisata untuk peduli pariwisata,” katanya

Pariwisaata Lombok Barat siap dikunjungi turis domistik maupun mancanegara dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Ayo datang berwisata ke Senggigi dan tempat lainnya di Lombok. #ayodatangkesenggigi.     

Penghitungan TPP ASN Lobar dengan Pinger Print dimulai 1 September mendatang

Gerung, Diskominfo – Penghitungan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN Lombok Barat dengan pinger print akan dimulai per satu September mendatang. Demikian ditegaskan Asisten III Bidang  Administrasi Kesejahteranaan Rakyat H. Mahyudin ketika memimpin Rapat Koordinasi di ruang kerjanya, Kamis (27/8/2020).

Dikatakan, TPP ASN Lombok Barat harus segera di laksanakan berdasarkan Peraturan Bupati Lombok Barat Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai ASN Lombok Barat yang harusnya dilaksanakan sejak Januari 2020 lalu.

“kita tetapkan mulai 1 September 2020, kita harus mulai menerapkan penghitungan TPP melalui pinger print, walaupun nanti ada kendala dalam perjalanannya. Kita perbaiki setelah di terapkan,” ungkapnya tegas.

Dikatkan pula, penerapan penghitungan TPP harus dimulai karena tujuannya untuk efisensi, mendisiplinkan pegawai sekaligus memberikan rasa adil terhadap pegawai yang rajin dan tidak rajin. Disamping itu perhitungan TPP baru dilihat dari segi tingkat kehadiran dengan menggunakan mesin mencatat kehadiran atau yang dikenal dengan pinger print. Setiap ASN bila tidak masuk kerja dengan alasan yang tidak tepat maka TPPnya akan dipotong sesuai peraturan.

Pada kesempatan tersebut Mahyudin menghimbau para pimpinan untuk menjadi teladan dalam masuk kerja, bukan karena takut di potong TPPnya.

“jangan takut di potong, sehingga kebut-kebutan berangkat kerja dari rumah guna mengerjar pinger print tepat waktu, tetapi karena kesadarn dan tanggung jawab, karenanya dihimbau kepada pimpinan di setiap lini memberikan keteladanan,” harapnya.

Sementara itu Kepala BKD PSDM  Lombok Barat Suparlan menjelaskan, penghitungan TPP merupakan salah satu strategi mendisiplinkan pegawai agar kenerjanya meningkat.  Dikatakan selama ini yang dilakukan adalah menceramahi pegawai pada setiap apel pagi agar selalu disiplin. Sekarang harus dilakukan dengan mesin pencatat atau pinger print.

“pegawai lebih takun sama mesin ketimbang pejabat yang setiap saat memberi tahu dan mengawasinya untuk disiplin,” ungkapnya tegas.

Memperlancar pelaksaanaan penerapan penghitungan TPP melalui pinger print, BKD PSDM akan mengeluarkan surat edaran yang meminta setiap perangkat daerah harus menyiapkan peralatannya. Diskominfo/Rasidibragi

Melalui Dana Desa Pemdes Kedaro Bangun Posluhdes Gapoktan

Sekotong, KIM Sekotong – Gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Desa Kedaro Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat merasa senang. Pasalnya, kesulitan tempat berkumpul selama ini telah di jawab oleh pemerintah desa setempat.

Melalui Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019 yang pelaksanaanya tahun 2020, Pemdes Kedaro membangunkan Pos Penyuluh (Posluh) atau bale pertemuan bagi para kelompok tani di Desa Kedaro.

Peresmian sekaligus serah terima Sekretariat  Posluhdes/Bale Pertemuan Kelompok Tani Gapoktan di lakukan oleh Kepala Desa Kedaro, Senin (24/08/2020) .

Dalam kata sambutannya, Plt. Kepala Desa Kedaro, Sahnam, mengatakan pembangunan Bale Pertemuan Gapoktan ini atas dasar permintaan semua kelompok tani yang ada di Desa Kedaro. Hal tersebut mengingat keluhan Gapoktan belum adanya tempat berkumpul dan bermusyawarah.

“Kelompok tani di Desa Kedaro tergolong besar,sehingga kami menganggarkan di Musdes tahun 2019, untuk di bangunkan balai pertemuan melalui  Dana Desa,” ucapnya.
Sang Kades juga berpesan setelah serah terima nantinya, untuk semua kelompok tani agar bertanggung jawab atas pemeliharaannya, baik secara pungsi dan langkah pemanfaatannya.

“Di samping itu ketersediaan kelengkapan administrasi data semua kelompok tani,” sambungnya kembali.

Kades Sahnam juga berharap agar kedepannya, para petani di Desa Kedaro, semakin maju dan pandai mengolah pontensi alam yang ada di desa.

Acara peresmian dan serah terima posluhdes tersebut di hadiri oleh sebanyak 42 kelompok tani yang ada di Desa Kedaro dan di saksikan langsung oleh Kepala UPTD Pertanian KecamatanSekotong

Mujitahid,S.Pt, bersama PPL setempat, Babinsa, Babinkamtibmas,  Kadus dan juga para tokoh lainnya di desa ini.

Mujitahid  selaku KCD dalam mengapresiasi Kepala Desa Kedaro yang telah mempasilitasi ruang atau tempat Posluhdes/bale pertemuan kelompok tani di Desa Kedaro.

“Dan ini merupakan pendorong bagi para kelompok tani untuk maju dan ini merupakan satu-satunya yang ada di desa kedaro dan di tempat lain masih belum ada. Tinggal sekarang bagaimana kita memanfaatkan fasilitas yang ada. Dan mari buat tempat ini menjadi ajang diskusi untuk kebaikan bersama, khususnya di bidang pertanian. Sehingga ekonomi kita lebih cepat terangkat,”ujar KCD Pertanian.

Sementara Ketua Gapoktan Desa Kedaro H Zaenul dalam sambutannya  merasa sangat senang dan berterima kasih atas dibangunnya bale pertemuan bagi Gapoktan tersebut.

“Terimakasih kami ucapkan kepada kepala desa yang telah memfasilitasi kami bale  pertemuan ini. Dengan adanya bale pertemuan ini, sehingga ada wadah diskusi. Keluhan kami selama ini masalah tempat sudah terjawab.  Tak lupa kami ucapkan terimakasih atas kunjungan sekaligus menyaksikan serah terima sekretariat dan bale pertemuan ini kepada Bapak KCD dan PPL selaku pembina di lapangan. Juga Babinkamtibmas dan Babinsa Kedaro yang turut menyaksikan. Semoga dengan diresmikannya bale pertemuan ini, akan menunjang kesejahteraan bagi petani kedepannya di Desa Kedaro,”ucap Ketua Gapoktan. (zul).

 

Bupati Fauzan Berikan Kejutan Hadiah bagi Peserta Sepeda Sehat

Gerung, Diskominfo – Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid memberikan kejutan hadiah bagi peserta Lomba Sepeda Sehat memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 di Bencingah Agung Kantor Bupati itu, Sabtu (22/8/2020).  Kejutan hadiah itu berupa uang tunai dari kantongnya sendiri senilai masing-masing 200 ribu rupiah kepada sepuluh orang peserta dengan cara diundi. Fauzan hanya mengundi lima orang pemenang dan masing-masing pemenang mengundi satu orang sehingga jumlah penerima hadiah kejutan sebanyak sepuluh orang. Sebelumnya Fauzan Khalid telah menyerahkan hadiah yang disiapkan panitia berupa dua buah sepeda gunung dan sebuah kulkas.

Ditempat yang sama juga memberi hadiah kejutan Ketua DPRD Lombok Barat Hj Nurul Hidayah senilai dua juta rupiah untuk dua orang pemenang yang diundi sendiri. Hadiah yang dirogoh dari tas pinggangnya itu sengaja dilakukan untuk memberikan semangat kepada para peserta sepeda sehat, padahal sesaat sebelumnya telah memberikan dua buah hadiah berupa dispenser dan LCD TV.

Tak ketinggalan juga Kapolres Lombok Barat AKBP. Bagus Satrio Wibowo, juga memberikan hadiah kejutan berupa SIM Gratis kepada dua pemenang yang diundi setelah memberikan hadiah menarik yang disiapkan panitia Lomba Sepeda Sehat memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 75 di Kabupaten Lombok Barat.

Ketika melepas peserta Lomba Sepeda Sehat, Bupati Fauzan Khalid menyebut ada tren penurunan kasus Covid-19 di Lombok Barat dalam tiga minggu terakhir ini.

“Dari sisi tren Covid-19 di Lombok Barat, alhamdulillah dalam tiga minggu terakhir tidak pernah (ada kasus baru, red). Dari (biasanya, red) tiga kasus perhari, terus ada penurunan,” ujar bupati. Demikian juga dengan kasus kematian, lanjut bupati, terus mengalami penurunan. Bupati pun berharap tidak ada lagi kasus positif di Lobar dan sangat tergantung upaya yang dilakukan.

“Apakah nantinya tren penurunan kasus Covid-19 di Lombok Barat sampai dengan angka nol, semuanya tergantung kepada kita semua,” ujarnya.

Ditemani Kapolres Lombok Barat AKBP. Bagus Satrio Wibowo, Ketua DPRD Lobar Hj Nurul hidayah, dan Sekretaris Daerah Dr. H. Baehaqi, Bupati Fauzan Khalid melepas peserta Fun Bike 2020 yang merupakan upaya menyemarakkan hari jadi (HUT) Republik Indonesia ke-75. Sepeda Sehat ini mengambil tema “Menuju Adaptasi Kebiasaan Baru” dan menjadi ajang mensosialisasikan pencegahan Covid-19. Fun bike ini melintasi Bundaran GMS, Desa Babussalam dan Finish kembali di Bencingah.

Ratusan pesepeda dari berbagai komunitas di Lobar dan daerah sekitarnya ikut berpartisipasi dengan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

 

“Acara ini sekaligus sebagai sarana bersama-sama mensosialisasikan protokol kesehatan Covid-19,” ujar bupati yang juga pernah menjabat sebagai ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini.

Dikatakan bupati, Dinas Kesehatan sudah menjelaskan tentang upaya pencegahan Covid-19, maka adalah tugas kita semua untuk menyebarkan informasi tersebut kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan cara kita ini bisa efektif,” kata bupati. “Jadi mari kita bersama-sama. Semua unsur menjadi yang terdepan di dalam memberikan contoh kepada masyarakat kita karena akibat dari Covid-19 ini sudah kita rasakan terutama dari sisi pengaruh ekonomi dan hubungan sosial di antara kita,” pungkasnya.

Acara ini juga, diharapkan bupati, dapat menjadi motivasi bagi para peserta dalam beraktivitas pada masa kebiasaan baru serta sebagai upaya membudayakan olahraga sekaligus hiburan menyehatkan setelah lama berada di rumah, menghindari penularan Covid-19. Diskominfo

Manfaat Teknologi Informasi Sangat Dirasakan pada Masa Covid-19

Gerung, Diskominfo – Kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat dan dan canggih, sangat membantu dalam melaksanakan perkerjaan. Bahkan kalau tidak ada teknolgo informasi kita tidak dapat mengerjakan pekerjaan dalam keadaan penyebaran covid-19.  Demikian dikatakan Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khlaid pada Rapat Pimpinan (Rapim) II Pemerintah Kabupaten Lombok Barat yang dihadiri Wakil Bupati, Sekda, Asisten, Kepala  OPD, Sekretaris OPD dan Camat se Lombok Barat di Aula Kantor Bupati Lombok Barat, Senin (6/7/2020).

Dikatkatakan, manfaat teknologi informasi itu sejauh mana mampu dan menguasinya.  Bila mampu menguasai samapai isi-isinya, maka manfaatnya sangat luar biasa. Manfaat teknologi informasi bagi Pemerintah adalah untuk mendorong transparansi, menjamin akses masyarakat terhadap informasi secara menyeluruh mulai dari perencanaan, program dan kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

“Teknologi informasi dan teknologi ini sekarang kita rasakan sangat penting. Di masa covid- 19 ini kalau bisa kita  bayangkan, kalau tidak ada yang namanya teknologi informasi,   apa yang bias kita kerjakan dalam keadaan penyebaran covid -19 . Untunglah ada teknologi informasi. Dan saya yakin manfaatnya yang kita rasakah sejauh mana kita mampu memanfaatkannya. Sejauh mana penguasaan kita terhadap teknologi informasi itu.  Kadang-kadang  ada di antara kita,WA pun tidak bisa.  Yang bisa memanfaatkan sampai isi-isinya,  itu akan luar biasa”, ungkapnya.

Perkembangan teknolgi informasi juga memudahkan dalam mempercepat dan akurasi pengambilan keputusan. Dengan teknolgo informasi tidak memandang  tempat dan waktu dalam melaksanakan pekerjaan.  Bupati Fauzan sudah lama mengangankan adanya tanda tangan digital sebagai solusi mempercepat pengambilan keputusan dan menandatangani surat-surat penting lainnya.

“Ada lagi misalnya dari dulu kita ingin sekali  ada tanda tangan digital. Misalnya saya di kantor, pak sekda di luar daerah di Jakarta, asisten di Jakarta, surat-surat bisa di tanda tangan. Begitu pula sebaliknya saya bisa tanda tangan di mana saja.  Sehingga kita tidak saling menunggu dalam mengambil suatu kebijakan.

Fauzah Khalid dalam kesempatan tersebut juga meminta Kepala Dinas Kominfo Lombok Barat Ahad Legiarto untuk menindak lanjuti MoU antara Universitas Mataram dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat yang ditanda tangani bersama di awal acara Rapim II.

Diharapkan,  MoU tersebut tidak hanya di atas kertas dan formalkan dalam acara Rapim II.  Dinas Kominfo diminta aktif  berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak Universitas Mataram  untuk melaksanakan sesuai yang tertuang dalam MoU.

Penanda tanganan MoU dilaksanakan oleh Wakil Rektor Universitas Mataram Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi Yusron Saadi, ST., M.Sc., Ph.D  dengan Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid dan dilanjutkan penanda tanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Mataram dengan Kepala Dinas Kominfo Lombok Barat.

Wakil Rektor Yusron Saadi dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa MoU yang di tanda tangani merupakan kelanjutan dari tahun-tahun  sebelumnya. Adapun tahun 2020 ini program yang dikerjasamakan di bidang teknologi informasi adalah mengenai Smart City di Kabupaten Lombok Barat.  Dikatakan pihaknya memerlukan MoU ini harus diformalkan agar seluruh sevitas akademik dapat berperan serta segai kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“kita memerlukan MoU ini diformalkan, sebenarnya sudah harus di tanda tangani ketika Hari Ulang Tahun Lombok Barat April lalu, tetapi karena pandemi Covid-19 baru dilakukan sekarang. Banyak MoU yang harus dilakukan oleh Universtas Mataram yang akan di tanda tangani antara lain tentang pariwisata di Lombok Barat”, ungkapnya.  Diskominfo Lombok Barat/rasidibragi

Gubernur NTB Luncurkan JPS Gemilang Tahap II di Lombok Barat

Gunungsari –Diskominfotik. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mendistribusikan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap kedua, Bertempat di Desa Penimbung Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu,(30/5/2020).
Melibatan banyak pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada di NTB untuk bekerjasama dalam penyediaan produk-produk untuk keperluan JPS tahap II. Produk-produk yang ditawarkan nantinya diserap untuk memberdayakan pelaku IKM dan UMKM di masa pandemi Covid-19 ini.
Hadir pada acara penyerahan dan launching secara langsung tersebut Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, Ketua DPRD Kabupaten Lombok Barat Hj. Nurhidayah, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, Sekda Lombok Barat H. Baehaqi, Kepala Kejaksaan Tinggi NTB, Asisten II, Asisten III, Camat Gunungsari, Kepala Desa Penimbung dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemprov NTB dan Kabupaten Lombok Barat.
Gubernur mengatakan JPS Gemilang adalah terobosan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi NTB dalam menanggulangi masalah ekonomi akibat pandemi Covid-19. Untuk pelaksanaan tahap kedua ini Jumlah Penerima 125.000 KK yang tersebera di seluruh NTB dan Kecamatan Gunungsari Khususnya Desa Penimbung berjumlah 66 KK “Pembagian JPS Gemilang Tahap II ini merupakan proses pembelajaran dari JPS tahap pertama dimana terkait data, produk dan distribusi yang kita akui banyak kekurangan kita sudah perbaiki. Sekarang betul-betul kita pertimbangkan baik data-data penerima kita validasi terlebih dahulu dari Dinas Sosial Pemprov NTB, jenis produk yang dibutuhkan masyarakat, dan cara pendistribusian agar tidak terjadi statmen negatif diluar mengenai JPS Gemilang ini” jelasnya.
Gubernur meminta agar para Bupati/Walikota dan jajaranya belajar dari Kabupaten Lombok Barat yang memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk mengelola secara langsung proses penyaluran JPS Gemilang tahap II ini, produk yang diberikan di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa semua sama berasal dari 535 IKM dan UMKM yang tersebar diseluruh NTB.
Bersamaan dengan itu H. Fauzan Khalid Bupati Lombok Barat mengatakan, “pihaknya akan terus berupaya memberikan pelayan terbaik guna memenuhi produk-produk yang dibutuhkan dalam penyaluran JPS ini,” Ujarnya.
Fauzan juga mengatakan sangat berterima kasih pada Pemerintah Provinsi NTB yang menunjuk Lombok Barat sebagai tempat Launching JPS Gemilng Tahap II ini, dengan melibatkan IKM dan UMKM yang berada di Lombok Barat dalam pemenuhan kebutuhan produk-produk masyarakat khususnya di Lombok Barat. Namun harus diakui bahwa pemenuhan semua membutuhkan proses untuk memproduksi sesuai target pemerintah. Dalam kesempatan ini juga, kami meminta kepada Bumdes-bumdes untuk memperhatikan dengan baik proses pendistribusi harus dikemas dengan baik, guna mengurangi kerusakan dari produk tersebut. Sembako yang diberikan berupa beras, minyak goreng, ikan kering, dan abon ikan. Selain itu juga dalam paket tersebut ada masker non medis dan beberapa suplemen seperti susu kedelai, teh kelor/ serbat jahe, minyak kayu putih, minya cengkeh, dan sabun batang. Diskominfotik/Juan/Yani

Ketua MUI Lombok Barat Himbau Masyarakat Melaksanakan Sholat Idul Fitri Di Rumah

Gerung, Diskominfo –  Ketua Majilis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lombok Barat TGH. Abdullah Mustafa menghimbau agar tidak melaksanakan sholat Idul Fitri di Masjid dan lapangan terbuka, demi kepentingan masyarakat umum dan keselamatan bersama.

Demikian, himbauan TGH. Abdullah Mustafa pada https://lomboktvnews.com/ketua-mui-lombok-barat-himbau-masyarakat-melaksanakan-sholat-idul-fitri-di-rumah/, Rabu (21/5/2020).

Pada laman berita tersebut dikatakan pula bahwa ini juga berdasarkan maklumat Majelis Ulama Lombok Barat, sehingga Ketua MUI Lombok Barat mengajak untuk mematuhi Himbauan  itu.  “Memohon dengan hormat untuk kita semua, bersama-sama melaksanakan Ibadah Shalat Idul Fitri itu di rumah masing-masing,” ucapnya.

Diharapkan masyarakat dapat memahami kondisi saat ini, “Sholat Berjamaah dapat dilakukan dengan anggota keluarga sesuia dengan ketentuan dengan tetap melakukan khutbah Idul Fitri dengan skala kecil saja yakni keluarga “ Lanjut Ketua MUI Lombok Barat.

“Kami himbau pula untuk seluruh masyarakat, Untuk tidak mengumpulkan masa dalam jumlah yang sangat banyak, Ini untuk kebaikan kita bersama memutus penyebaran virus covid-19 ini “Ujarnya

Dijelaskan pula oleh Ketua MUI Lombok Barat TGH Abdullah Mustafa, Siap membantu pemerintah dan masyarakat untuk memberikan pemahaman tata cara pelaksanaan Sholat Idul Fitri baik sendiri di rumah maupun berjamaah dengan anggota keluarga. (hmdy/lbr).  Diskominfo

Berita ini sudah dimuat dengan judul yang sama sekaligus sebagai sumber di https://lomboktvnews.com/ketua-mui-lombok-barat-himbau-masyarakat-melaksanakan-sholat-idul-fitri-di-rumah/

Sebanyak 193 KK di Desa Dasan Baru terima BLT DD

Kediri, Diskominfotik – Sebanyak 193 Kepala Keluarga (KK) di Desa Dasan Baru Kecamatan Kediri menerima Bantuan Langsung Tunai  (BLT) dari Program Dana Desa (DD). Penerima bantuan tercatat sebagai penerima BLT DD dan tidak double dengan penerima  bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH), Jaring Pengaman Sosial (JPS) Provinsi dan JPS Kabupaten sehingga terjadi pemerataan.

Demikian disampaikan Kepala Desa Dasan Baru Akhirudin pada acara Lounching perdana penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari program DD tahap I di Aula Kantor Desa Dasan Baru Kecamatan Kediri Lombok Barat, Rabu (20/5/2020).

Jumlah bantuan yang diterima oleh masing-masing Kepala Keluarga sebesar Rp600.000,00 selama tiga bulan secara berturut-turut dengan total anggaran Rp.347.400.000,00.

“bantuan ini agar bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam memenuhi kebutuhan keluarga ditengah pendemi covid-19 ini,” harap Akhirudin.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Ir. Lalu Edy Sadikin mengatakan penerima bantuan ini adalah masyarakat  desa yang memang benar benar layak dan sudah melalui pendataan sehingga tidak terjadi persoalan atau kekisruhan dimasyarakat.

Edy Sadikin berpesan agar selalu waspada terhadap penyebaran covid-19 dengan mengurangi kegiatan-kegiatan berkumpul, jaga jarak, gunakan masker ketika keluar rumah dan selalu hidup bersih dengan sering-sering mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.

“Penyebaran virus covid-19 ini sangat cepat, mari kita cegah dengan menerapkan pola hidup bersih, cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir sesering mungkin, gunakan masker ketika keluar rumah dan jauhi kegiatan berkumpul serta jaga jarak jika terpaksa berkumpul.” Pesan mantan Camat Sekotong ini.

Hadir pada acara tersebut Kepala Dinas PMD Kabupaten Lombok Barat Ir. Lalu Edy Sadikin, Kepala Desa Dasan Baru Akhirudin, Ketua BPD Desa Dasan Baru, Babinkamtibmas dan para penerima bantuan. Diskominfotik/win

NGABUBURIT SAMBIL MENCARI KERANG

Lembar, KIM – Ngabuburit atau kegiatan menunggu berbuka puasa pada Bulan Puasa Ramadhan sudah mentradisi dikalangan masyarakat muslim. Di setiap daerah ngabuburit dilakukan dengan beragam cara dan berbeda-beda. Di Desa Lembar Kabupaten Lombok Barat, sebagian masyarakatnya ngabuburit sambil mencari kerang untuk dikonsumsi bahkan dijual.  Warga masyarakat yang didominasi kaum muda terpantau asik mengais pasir mencari kerang di Pantai Orong Ceking Dusung Lendang Jae Desa Lembar, Selasa (19/5/2020).

Warga Masyarakat setiap sore, puluhan orang memadati bibir pantai berjongkok sambil beremdam di air laut atau dengan duduk di pasir, tangan mereka sibuk mengais pasir. Mereka tetap bekerja di musim Pandemik Covid-19 ini. Mereka jauh dari keramaian hiruk pikuk isu virus corona yang menakutkan. Merekapun saling berjauhan ketika menangkap kerang.

Nandar seorang warga Dusun Abror Desa Jembatan Kembar Timur Kecamatan Lembar yang sedang berkunjung ke rumah temannya, ikut-ikutan ngabuburit sambil mencari kerang dan menikmati keindahan patai di sore itu.

“Ini ngabuburit, sekaligus bantu teman. Jadi, untuk mengisi waktu luang, saya dan teman mencari kerang. Sekaligus menikmati keindahan pantai menjelang sore,” ujarnya

Menurut Nandar, dirinya pertama kali ngabuburit ditempat itu dan  belajar mencari kerang, mengaku sedikit kesulitan. Karna belum tau tehnik cara mencari kerang dengan baik, bahkan sering sekali tangannya mengenai batu karang sehingga tangannya luka tergores. Tetapi, ia cepat beradaptasi. Dengan melihat cara orang-orang di sekitarnya mencari kerang, Nandar pun langsung bisa. Memang, belum banyak yang didapat. Hanya sekantung tas plastik ukuran satu kilogram.

Ini sudah cukup untuk lauk berbuka nanti. Kan ditambah lagi kerang yang didapat teman saya,”  Nandar menuturkan.

Kerang banyak dikonsumsi masyarakat karena mengandung banyak gizi. Rasanya juga lezat dan dapat dinikmati dengan cara ditumis pedas atau direbus dengan siraman saus.

Memang menikmati suasana pantai di sore hari, sangat mengasyikkan. Apalagi bisa melihat terbenamnya matahari, bagi Nandar sangat istimewa.

“Kalau di rumah saya di Dusun Abror lomayan jauh dari pantai sekitar satukilo lebih. Jadi, jarang melihat pantai saat sore. Apalagi melihat matahari terbenam. Kalau di sini bisa, bagus sekali,” katanya.

Sementara itu seorang warga setempat Abdurrasyid menceritakan, dirinya mencari kerang bukan untuk dikonsumsi, namun untuk dijual. Pendapatan dari mencari kerang cukup menopang hidupnya. Harga kerang juga cukup mahal, tiap satu kilogram kerang bisa dijual dengan harga 20 ritu bupiah.

“Daripada diam di rumah mendingan ke Pantai Orong  mencari kerang. Selain ngabuburit di Orong menunggu waktu berbuka puasa, kita juga bisa mencari rezeki,” katanya.

Abdurrasyid yang akrab disapa Achief itu berhasil mengumpulkan kerang setiap sore sekitar dua kantung plastik besar. Kira-kira jika ditimbang beratnya sekitar empat kilogram. Dia datang tidak sendiri. Namun, bersama  warga dan ibu-ibu dari dusu setempat. KIM Lembar Bersaing/Sumariyadi

1 2 3 47