Pertemuan KIM Lobar dengan Pemkab. Lobar (1)Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang digagas Dishubkominfo Lobar yang selanjutnya informasi apapun yang berkembang dan terjadi di masyarakat dan disebarkan langsung melalui jaringan berita online pada laman web dishubkominfo.lombokbaratkab.go.id keberadaannya diharapkan bisa menjadi mentor atau wadah online bagi pemasaran hasil-hasil produksi pertanian yang dihasilkan petani Lombok Barat yang ingin melakukan transaksi antara petani sendiri selaku produsen dan pihak konsumen (pembeli).

Pertemuan KIM Lobar dengan Pemkab. Lobar (2)
Sebagaimana diketahui belum lama ini Wabup. Lobar H. Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si meluncurkan (melaunching) sebuah inovasi dalam bidang pelayanan public smart village dan local branding di Lombok Barat (Lobar) dengan nama internet tengah sawah yang bisa diakses di itesa.go.id. Internet tengah sawah adalah sebuahinovasi pelayanan publik berupa e-commerce publisher website yang diniatkan untuk membantu pemasaran hasil produksi petani, nelayan, peternak, pembudidaya ikan dan pelaku UKM secaraonline dan real time. Internet tengah sawah ini merupakan ide yang ditelurkan Kabag Pusat Data Elektronik (PDE) Setda Lobar Subardi, SKM, M.Kes.

Kabag PDE Setda Lobar, Subardi SKM, M.Kes di ruang kerjanya, Senin (15/6) menjelaskan, keberadaan KIM yang ada di Dishubkominfo Lobar diharapkan banyak bersinergi dengan pelayanan public smart village www.itesa.go.id untuk bisa mengaloud berbagai komoditi pertanian petani Lobar. Dengan kehadiran itesa.go.id ini yang bersinergi dengan KIM Lobar juga diharapkan sebagai media untuk melatih petani agar melek internet.

Sementara itu Kabid Kinformasi Komunikasi Publik (IKP) pada Dishubkominfo Lobar, Drs. Rasidi menyambut baik kehadirat itesa.go.id ini. Karenanya ia memberikan apresiasi tinggi atas gagasan ini dan KIM pada Dishubkopminfo siap untuk ikut ambil bagian dalam bentuk sosialisasi itesa.go.id dan siap untuk mengisinya.

KIM bertindak sebagai jembatan informasi dari masyarakat ke pemerintah dan sebaliknya informasi pemerintah ke masyarakat. Adanya kekhawatiran Itesa.go.id ini disalahgunakan oleh para tengkulak karena secara diam-diam tengkulak ini bisa saja mengintip hasil produk petani atau memantau harga penawaran petani dengan konsumen atau bahkan tengkulak dikahatirkan lebih banyak yang memanfaatkan web ini, Subardi memberi alternatif agar para petani lebih slektif dalam mempublis produknya. “Jangan sampai user lebih banyak berperan. Dengan demikian semua produk pertanian bisa lebih banyak dipromosikan dan memberikan porsi yang lebih besar kepada pera petani Lombok Barat dibandingkan dengan daerah lain,” jelas Subardi.

Subardi menambahkan, Itesa.go.id hanya menyediakan pasar virtual bagi petani produsen dan pembeli, selanjutnya transaksi terjadi antara produsen dan konsumen tanpa melibatkan admin. Cara menggunakannya gampang. Pertama, untuk mendaftar disediakan form membuat akun baru dengan mengisi nama lengkap, kecamatan, desa, alamat, email, nomor handphone, user name dan password kemudian klik ikon daftar. Kedua, setelah terdaftar dilanjutkan dengan login menggunakan user name, email dan password tadi. Ketiga, Setelah login dilanjutkan upload produk dengan mengisi form kategori produk, nama produk, unduh file gambar produk, keterangan produk, harga, kecamatan, alamat, nomor handphone kemudian tekan icon upload. Tunggu konfirmasi dari admin apakah iklan layak ditayangkan atau tidak. (her-humas)