Gerung, Diskominfotik – Kegiatan Fokus Group Discussion (FGD) diselenggarakan oleh Yayasan Institut Pengembangan Suara Mitra atau yang dikenal dengan Summit Institute for Development (SID) dengan mitra Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan Kab. Lombok Barat pada hari Jum’at (16/9/2022). Acara ini dihadiri oleh Chief Project Officer SID Yuni Dwi Setiyawati, instansi mitra yakni Dikes Lobar, Diskominfotik Lobar, DP2BKP3A Lobar, BAPPEDA Lobar, Bapelkes Mataram, DPMPD Lobar, Puskesmas Kediri dan Puskesmas Penimbung.

Chief Project Officer SID Yuni Dwi Setiyawati menyampaikan sejarah berdirinya Yayasan Institut Pengembangan Suara Mitra atau Summit Institute for Development (SID) merupakan lembaga nirlaba berstandar global. SID memulai kegiatan sejak tahun 2000-2004 di Lombok dengan pemberian tablet multiple mikronutrien (MMS) kepada 42.000 ibu hamil. SID resmi berdiri pada tahun 2007 untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak. “Kami telah memulai riset dan kegiatan sejak tahun 2000 di Lombok untuk kesehatan ibu dan anak”. Jelasnya.

Yuni Dwi Setiyawati mengatakan bahwa program SID bersama mitra Pemda Lombok Barat yakni pengembangan sistem informasi kesehatan. Pengembangan dan pelaksanaan program kesehatan ibu dan anak berbasis digital. Serta program peningkatan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan. “Program yang kami laksanakan yakni peningkatan kesehatan ibu dan anak dan pengembangan SDM kesehatan dan non kesehatan”. Ungkapnya.

Sementara itu Subkor Seksi Kesehatan Keluarga Dikes Lombok Barat Fri Noviani menyampaikan Dikes Lobar menyambut dengan terbuka program yang ditawarkan oleh SID. Ini program yang sangat bagus dalam menopang kerja tenanga kesehatan kedepannya. Mengingat kedepan tenaga kesehatan harus bisa bekerja dalam era digitalisasi. “Sesungguhnya ini program yang bagus dan mau tidak mau kita harus bisa beralih dan bergeser ke era digital”. Jelasnya.

Fri Noviani berharap kepada seluruh tenaga kesehatan yang akan menjadi proyek percontohan agar mendukung dan terbuka terhadap digitalisasi. Karena seperti yang diketahui kemajuan Lombok Barat khususnya bidang kesehatan sangat banyak dibantu oleh NGO contohnya SID. SID kedepan akan memperhatikan pengembangan SDM tenaga kesehatan dan akan memfasilitasi perlengkapan kerja terkait program ini. “Harapan kami kepada setiap nakes mendukung program ini dan semoga mendapat ilmu yang terupdate”. Tutupnya.

Bapelkes Mataram Khaerul Anwar melalui daring menyampaikan bahwa Bapelkes Mataram dan SID telah bekerjasama dalam rangka peningkatan kapasitas SDM bidan. Bentuk kerja sama yang dilaksanakan dalam peningkatan kapasitas SDM bidan yakni dalam penyusunan kurikulum kesehatan ibu dan anak. Dengan adanya kerjasama ini diharapkan digitalisasi kesehatan ibu dan anak bisa membantu tenanga kesehatan dan pemerintah dalam mengambil kebijakan. “SID telah memiliki aplikasi sangat bagus untuk kesehatan ibu dan anak dan kami telah bekerja sama dalam penyusunan kurikulum”. imbuhnya.
(Diskominfotik/Hmzh)