DSC_3897-300x198Giri Menang – Dalam rangka menyiapkan generasi Indonesia yang sehat dan produktif, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) Kamis (26/6) menyelenggarakan Lomba Balita Sehat yang mengambil tempat di Aula Kantor Bupati.

Hj. Nanik Suryatingsih Zaini Arony selaku ketua panitia menyatakan bahwa Lomba Sehat diselenggarakan tiap tahun di Lobar sejak tahun 2010.

“Lomba ini dilakukan untuk memotivasi para orangtua dengan tujuan mempersiapkan manusia Indonesia yang sehat dan produktif, meningkatkan pengetahuan orangtua dalam tumbuh kembang balita, memperhatikan kesejahteraan keluarga serta meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat,” ujar Hj. Nanik.

Ditegaskan Hj. Nanik, seorang anak harus dijaga, dirawat dan diperhatikan, jangan hanya jumlahnya yang banyak (kuantitas) tapi juga kualitasnya perlu diperhatikan.

Disebutkan Ketua TP PKK Lobar ini, lomba dibagi menjadi dua kategori yaitu anak usia 6-23 bulan dan anak usia 2-5 tahun. Juri penilai berasal dari PKK, BKBPP, dokter-dokter, Psikolog, bidan, ahli gizi, dsb.

“Kriteria penilaiannya tidak hanya penilaian fisik, berat badan saja, tapi juga psikis,” ujar Hj. Nanik dengan menyebutkan sumber dana dari APBD Lobar tahun 2014.

Sebagai penghargaan, Hj. Nanik memberikan tambahan hadiah bagi juara I, II dan III dari masing-masing kategori berturut-turut sebesar Rp 750.000, Rp 500.000, dan Rp 250.000.

DSC_3943

Adapun pemenangnya:

  1. Kategori Usia 6-23 bulan

Juara I Hikmal Al-abrar dari Puskesmas Meninting

Juara II Asya Addiniya dari Puskesmas Gerung

Juara III Sakira, dari Puskesmas Lingsar

Harapan I Salwa dari Puskesmas Labuapi

Harapan II Humaira dari Puskesmas Parampuan

Harapan III Samara Asira dari Puskesmas Penimbung

  1. Kategori 2-5 tahun

Juara I I made Sryo A dari Piskesmas Meninting

Juara II Maela Nafiz dari Puskesmas Pelangan

Juara III M. Adrianto dari Puskesmas Dasan tapen

Harapan I Najwa dari Puskesmas Narmada

Harapan II Latifa dari Puskesmas Labuapi

Harapan III Maisya A dari Puskesmas Parampuan.

Sementara itu, Kadikes, Rahman Sahnan Putra membaca sambutan Bupati Lombok Barat menyampaikan, sejak Bupati Zaini Arony, sudah berhasil diturunkan angka kematian bayi maupun ibu sangat drastic. Tahun 2009, angka kematian bayi sebanyak 229 kasus, tahun 2013 menjadi 90 kasus. Angka kematian Ibu dari 19 kasus tahun 2009 menjadi 10 kasus tahun 2013. Berikut kutipan lengkap pidato bupati yang dibacakan Sachnan (Muhammad Busyairi/Romiadi Kurniawan-Humas).

Assalaamualaikum. wr. wb.

Yth. Ketua TP.PKK Prop.NTB

Yth. Kepala Dinas Kesehatan Prop.NTB

Yth. Wakil Bupati Lombok Barat

Yth. Asisten I Setda Lombok Barat

       Yth. Saudara Kepala Dinas/Kantor/Badan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat

Yth. Ketua TP.PKK Kab.Lobar

Yth. Ketua GOW Kab.Lobar

Yth. Ketua Dharma Wanita Kab.Lobar

Yth. Ketua IISWARA Kab.Lobar

Yth. para Camat, Kepala Puskesmas

Lengkapnya hadirin sekalian yang berbahagia.

            Pada kesempatan ini marilah kita ucapkan syukur kepada Allah SWT, yang telah menganugerahkan kesehatan dan kesempatan kepada kita sekalian untuk hadir di tempat ini dalam rangka Lomba Balita Sehat Tingkat Kabupaten Lombok Barat yang salah satu tujuannya adalah mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan produktif agar tercipta generasi penerus yang tangguh dan handal bagi pembangunan khususnya di Kabupaten Lombok Barat.

            Hadirin yang saya hormati,

            Masa Balita merupakan masa atau fase dalam kehidupan manusia yang memerlukan perhatian khusus. Tidak hanya orang tua, lingkungan tetapi juga pemerintah harus memiliki kepedulian tinggi terhadap calon penerus bangsa ini. Pola asuh yang keliru, pemeliharaan serta pembekalan pengetahuan dasar bagi ibu balita yang keliru akan berdampak negatif bagi pertumbuhan sepanjang hidupnya kelak.

            Hadirin yang Saya hormati,

            Akhir-akhir ini kita juga sering melihat melalui media bahwa masih terjadi masalah kesehatan seperti kasus-kasus gizi kurang dan gizi buruk di samping masalah kesehatan lainnya di berbagai wilayah. Masalah gizi buruk merupakan salah satu masalah kesehatan yang erat kaitannya dengan masalah kesehatan utama di Kabupaten Lombok Barat yaitu kematian bayi yang dari dulu sampai sekarang belum berhasil kita atasi walaupun pada beberapa tahun terakhir sudah mengalami penurunan. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas balita, memperbaiki gizinya, agar tercipta generasi penerus yang tangguh dan handal bagi pembangunan Kabupaten Lombok Barat.

            Hadirin yang Saya hormati,

  Sebagai referensi kita, saat seorang bayi terlahir di dunia, dia memilki miliaran sel otak yang siap menerima rangsangan yang mana setiap menit bisa dibangun 2500 sel otak. Bahkan, beberapa ahli berpendapat bahwa sel otak seorang bayi sebanyak bintang yang bertebaran di langit. Adapula yang menduga bahwa jumlah sel otak kurang lebih 100 miliar. Mungkin kita bertanya, kalau demikian, mengapa ada anak yang kurang pandai? bahkan membaca saja tidak sanggup?

Meskipun ada miliaran sel otak dalam otak anak pada awal kelahirannya, tidak semuanya bisa berkembang secara sempurna. Sebab, stimulasi yang kita berikan sangat berpengaruh pada perkembangan sel otak anak kita. Semakin banyak kita memberikan stimulasi, perkembangan sel otak anak kita akan besar dan sempurna. Begitu juga sebaliknya.

 

  Hadirin yang saya hormati,

            Seorang peneliti dari Amerika mengatakan bahwa bila manusia dapat mengaktifkan sekitar 7 % saja dari sel otaknya, gambaran kecerdasan orang itu bisa menguasai 12 bahasa dunia, memiliki 5 gelar kesarjanaan, dan hafal ensiklopedia lembar demi lembar, huruf demi huruf, yang satu setnya terdiri dari beberapa puluh buku. Oleh karena itu, untuk mencapai kecerdasan itu sel otak harus dirangsang sehingga bisa terbentuk maksimal. Caranya selain dengan mengajarkan kebiasaan-kebiasaan yang baik juga dengan memberikan makanan yang sehat sesuai dengan masanya. Menimbang secara teratur dan pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif kepada bayi dari sejak lahir sampai berumur 6 bulan dan kemudian dilanjutkan sampai anak berumur 2 tahun juga merupakan cara yang sederhana tetapi luar biasa dampaknya bagi perkembangan bayi.

            Hadirin yang saya hormati,

            Hari ini adalah sebuah momen yang sangat tepat karena di tempat ini berkumpul berbagai komponen pelaku pemerintahan dan pelayanan publik, yang datang dengan latar belakang keahlian, tugas pokok dan fungsi yang berbeda-beda namun bila diarahkan kepada satu tujuan yang sama, yaitu membangun Lombok Barat melalui peningkatan derajat kesehatan ibu dan balita sebagai calon-calon penerus pemimpin masa depan, kiranya cita-cita luhur ini dapat kita wujudkan.

            Saya berharap Lomba Balita Sehat ini dapat dilaksanakan setiap tahun, karena upaya memotivasi keluarga untuk memberikan asuhan dan asupan terbaik harus dilakukan terus menerus. Kepada para pemenang Lomba Balita Sehat saya ucapkan selamat dan pada peserta yang belum menang saya sampaikan ucapan terima kasih, karena telah merawat dan membimbing balitanya dengan baik.

                 Demikianlah beberapa hal yang bisa saya sampaikan, terima kasih atas perhatiannya.

Wabillahi Taufiq Wal Hidayah

Wassalaamu’alaikum Wr Wb

                                                  BUPATI LOMBOK BARAT,

 

 

                                                         Dr. H. ZAINI ARONY

DSC_3904