STQ XXII NTB Ditutup, Lobar Bertengger Di Peringkat VII

STQ XXII tingkat propinsi NTB yang dipusatkan di halaman depan Bencingah Agung Lombok Barat resma ditutup Wagub NTB, Ir. H. Badrul Munir, MM. Upacara penutupan tersebut selain dihadiri Forkompimda NTB juga Bupati-Wabup Lombok Barat Dr.H. Zaini Arony, Dr. H. Mahrif, berserta anggota Muspida Lobar, Bupati/Walikota se NTB dan sejumlah Tuan Guru, tokoh agama dan ribuan masyarakat Lombok Barat.

Selama pelaksanaan STQ 2012 ini telah banyak memproduk juara dari berbagai golongan lomba yang dipertandingkan Sejas 3 hingga 9 Desember 2012 lalu.

Hasilnya estela Dewan Hakam mengumumkan hasil kejuaraan yang dibacakan sekretaris nya TGH. Nurul Wathoni, S.Pd.I Kabupaten Lombok Tengah keluar sebagai juara umum I, disusul kabupatenBima juara umum II, Dompu (III), Lotim (IV), Mataram (V), Kab. Bima (VI), Lobar (VII), Sumbawa (VIII), KSB (IX) dan KLU di urutan X.

Kabupaten Lombok Barat hanya mendapatkan juara pada tilawah 20 Juz putra atas nama Abdullah Said Rabbani sebagai juara I dan Uswatun Hasanah sebagai juara harapan III. Pada golonmgan 30 Juz: putri hanya menempatkan hafizah Muniroh sebagai juara harapan III. Sedangkan untuk Tafsir Al-Qur`an Gol Bahasa Arab: Mufasir atas nama Wahyu Syahri sebagai juara III.

Bupati Lombok Barat, Dr. H. Zaini Arony selaku penanggungjawab STQ, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pihak-pihak yang terlibat. Semoga menjadi amal ibadah dan pengabdian terbaik bagi daerah. Yang menang, selamat atas prestasi dan kebanggaan. Yang kalah, hanya keberhasilan yang tertunda untuk bisa persiapan lebih baik tahun depan. Kemenangan hanyalah persoalan waktu.

Menurut Bupati, setiap kompetisi adalah etape yang penuh pembelajaran. Menang dan kalah bukan hanya tujuan tetapi juga proses. Kemenangan adalah proses untuk berlatih lebih baik lagi. Kemenangan jangan disikapi dengan kebanggaan dan euphoria yang berlebihan namun kita jadikan m otivasi untuk terus meraih kemenangan dalam kompetisi berikutnya.

Kekalahan adalah proses untuk evaluasi dan introspeksi diri betapa untuk menjadi juara itu  butuh komitmen diri, tekad, semangat dan upaya yang terus menerus sehingga kita tidak pernah berpikir sekali jadi tapi berproses untuk menjadi.  juara bukan dilahirkan tetapi disemai, dibina, dilatih dalam sebuah ruang dan waktu yang tepat. Juara bukan terberi tapi anugrah karena  unggul dan berhak jadi juara.

Wagub NTB. H. Badrul Munir mengucapkan terimakasih kepada Pemda Lobar sebagai tuan rumah penyelenggara dan berhasil terlaksana dengan baik dan lancar. Keberhasilan ini adalah kesuksesan bersama. “Bagi yang menang, Hasil yang diperolreh merupakan buah manis dari latihan sungguh-sungguh yang telah dilakukan. Bagi yang belum berhasil agar berlatih dan berikhtiar agar berhasil poada masa-masa yang akan datang. Wagub menghingatkan, agar para hafiz/hjafizah, mufassir/mufassirah, qori`/qoriah baik yang berhasil/tertunda, diperhatikan dengan sungguh-sungguh sebagai asset insan. Hargai prestasi yang mereka raih dengan member beasuiswa pendidikan bagi yang masih sekolah, pekerjaan bagi yang nganggur, rumah layak huni bagi yang belum berumah, sehingga perjuangan mereka lebih bermakna. Ini merupakan komitmen bersama provinsi dan kabupaten/kota. (her, afgan, Bus, romi, dedi, man, emi, riyan)

 

REKAPITULASI JUARA DAN PEROLEHAN NILAI SELEKSI TILAWATIL QUR’AN XXII TINGKAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2012

Download (PDF, Unknown)