Pawai Taaruf, Diskominfotik Lobar Pendamping Kafilah Sumbawa Barat

Gerung, Diskominfotik-Agenda pembuka gelar MTQ 28 Provinsi NTB di, kompleks pemerintahan kabupaten Lobar diawali dengan digelarnya Pawai Taaruf, Kamis (3/10/2019)  yang mengambil start dari depan Masjid Baital Atiq, Gerung. Setelah dilepas Asisten I Tata Praja, HM Ilham, M.Pd para kafilah yang jumlahnya 870 lebih itu cukup semarak. Berbagai ornament dan atraksi daerah masing-masing kafilah dipertunjukkan di saat ramainya masyarakat yang menyaksikan secara langsung kafilah dari 10 kabupaten/kopta se NTB.

Laporan Reporter media ini menyebutkan, di panggung kehormatan penerimaan para kafilah Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid, Wakil Bupati Lombok Barat Hj Sumiatun dan unsur Muspida dan sekretaris Daerah Lobar beserta jajarannya memberikan penghormatan khusus kepada para kafilah dari 10 kabupaten/kota yang siap berlaga pada MTQ yang berlangsung hingga 9 Oktober 2019 mendatang.

Begitu melintas di panggung kehormatan, defile peserta pawai taaruf  nampak  mobil colling milik Dinas Kominfo Statistik Kabupaten Lombok Barat disusul mobil bak terbuka yang membawa piala bergilir juara umum MTQ yang pada MTQ 27 dua tahun sebelumnya di Kabupaten Bima, kontingen Lobar berhasil berada di posisi juara umum.

Tidak lupa pula sejumlah pendamping dan penggembira dari seluruh Pegawai pada OPD se Lobar turut mendampingi para kafilah dari 10 kabupaten/kota. Group korsik (drum band) dari unsur pendidikan dan korsik utama Tripat, milik Pemkab Lobar turut unjuk kepiwaian dihadapan Bupati dan masyarakat Gerung dan sekitarnya.

Berikutnya peserta dari kafilah asal Kabupaten Sumbawa barat (KSB) dengan peserta pendamping dari Tim Dinas Kominfo Statistik Lombok Barat, Dinas Ketahanan Pangan Daerah dan BKD PSDM Lobar  menjadi kafilah pertama berada di barisa terdepan dengan mengusung spanduk Kafilah dari KSB dilengkapi dengan poto Bupati dan Wakil Bupati KSB. Sayup-sayup terdengar suara gendang tari kala menggema di depan panggung kehormatan menandai kafilah asal kabupaten terbarat Pulau Sumbawa ini siap bertanding dan meraih juara pada MTQ kali ini.

Selanjutnya kafilah asal Kabupaten Dompu berada dibelakang kafilah KSB. Kafilah asal bumi Nggahi Rawi Pahu ini diperkuat 87 orang kafilah ini siap menjadi kuda hitam pada MTQ 28 provinsi ini. Kabupaten Sumbawa dengan motto Sabalong Samalewa dengan jumlah personil sebanyak 90 tidak lupa memberi semangat kepada seluruh timnya untuk bias meraih prestasi terbaik pada MTQ ini.

Kabupaten Bima berada diurutan ke 5 dan kabupaten Lombok Tengah diurutan ke 6. Khusus Kabupaten Lombok tengah, pada pawai kali ini Wakil Bupati dari daerah yang dikenal kaya akan potensi wisata ini turut hadir mengikuti pawai taaruf. Kafilah dari Loteng ini diketahui sebagai kafilah terbanyak menandingi kontingen Lobar yang berada di barisa ke 10 atau urutan terakhir. Sedangkan pada piosisi ke 7 kafilah kota Bima dan urutan ke 8 kota Mataram dan kabupaten Lombok Utara di urutan ke 9. Reporter: Bq Ria Haryana, Editor: Her

Ribuan Kafilah se NTB Ikuti Pawai Taaruf MTQ 28 NTB di Gerung

Gerung, Kominfotik-Hampir seribuan kafilah asal 10 kabupaten/kota se Nusa Tenggara Barat (NTB) kamis (3/10/2019) pagi ini turut ambil bagian pada Pawai Taaruf Musabaqoh Tilawatil Qu’an (MTQ) ke 28 tingkat provinsi NTB yang dipusatkan di Kompleks Pemerintahan Kantor Bupati Lombok Barat Giri Menang, Gerung.

Start dari Jalan Raya Lembar-Gerung, Lingkungan Perigi,  kafilah dari 10 kabupaten/kota se NTB setelah dilepas Asisten I Bidang Tata Pemerintahan Setdakab Lombok Barat H Ilham, masing-masing kafilah tampil dengan ciri khas pakaian, seni dan kebudayaan masing-masing yang bernuansa islami. Setiap kafilah dari 10 kabupaten/kota didampingi seluruh ASN yang ada di Organisai Perangkat Daerah (OPD) Lombok Barat.

Yang spesifik pada Pawai Taaruf saat itu, yakni turunnya Wakil Bupati Lombok Tengah HL Fathul Bahri, S.IP di barisan terdepan bersama kafilah asal Lombok Tengah yang diketahui cukup banyak. Para peserta Pawai Taarruf ini menempuh route sepanjang 1 kilometer dan fhinisnya hingga Pendopo Bupati Lombok Barat.  Di depan Pendopo para kafilah langsung diterima Bupati dan wakil Bupati Lombok Barat bersama unsur Muspida.

Asisten I Setda Lobar H Ilham pada pelepasan Pawai Taaruf tersebut menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh kafilah dari 10 kabupaten/kota se NTB yang akan mengikuti MTQ selama seminggu ke depan di Gumi Patut patuh patju, Lombok Barat.

Ilham menambahkan, MTQ Provinsi NTB ke 28 di Kabupaten Lombok Barat diharapkan dapat memotivasi dan menyemangati masyarakat Nusa Tenggara Barat untuk selalu mencintai, memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an.

“Kita berharap dengan MTQ 28 Provinsi NTB ini, akan semakin menumbuhkembangkan dan membumikan AL-Qur’an di tengah-tengah masyarakat untuk mencapai kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat,” ujarnya. (her)

Kafilah KSB Diterima, Sekda Lobar Harapkan Partisipasi Masyarakat

Gerung, Kominfotik-Penerimaan kafilah MTQ ke 28 asal 10 kabupaten/kota diakhiri dengan kedatangan kafilah asal kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Rabu (2/9) siang diterima panitia di Bencingah Agung Kantor Bupati Lombok Barat.  Sebanyak 83 orang kafilah dari kabupaten paling barat Pulau Sumbawa ini didampingi OPD Dinas Kominfo dan Statistik Kabupaten Lombok Barat bersama panitia daerah untuk selanjutnya menyerahkan berbagai dokumen yang dipersyaratkan dalam untuk bias tampil dalam berbagai mata lomba pada MTQ ke 28 kali ini.

Sama halnya dengan kedatangan kafilah lainnya, kafilah darui KSB juga diberikan souvenir khas Lombok Barat sebagai bukti bahwa setiap kafilah se NTB siap mengikuti lomba di Lombok Barat.

Sekretaris Daerah Lombok Barat (Lobar) Ir HM Taufiq, M.Sc didampingi panitia daerah H Safarudin, M.Ag mengungkapkan rasa syukur dan ucapan selamat dating bagi seluruh kafilah MTQ dari 10 kabupeten/kota se NTB.

Ia berharap agar seluruh peserta bisa mengikuti agenda-agenda yang sudah disiapkan selama berlangsungnya MTQ ke 28 di Lobar. Mulai dari Malam Taaruf, Pawai Taaruf, Malam pembukaan MTQ, mengikuti berbagai mata lomba di 8 lokasi/majelis hingga malam penutupan dengan baik, aman dan lancar.

Khusus kepada kafilah asal Lombok Barat Sekda Lobar mengaku bersama Bupati, Wakil Bupati ataupun dari LPTQ Lobar tetap memberikan motivasi dan semangat agar bias tampil dengan baik pada seluruh mata lomba yang diikuti, sehingga harapan untuk mempertahankan juara umum MTQ ke 28 di Lobar ini bias diraih kembali.

“Seperti kita ketahui bersama, pada MTQ ke 27 di Kabupaten Bima, Lombok Barat berhasil meraih juara umum. Kita ingion mengulang kembali raihan prestasi terbaik yang kita peroleh dua tahun sebelumnya,” ujar HM Taufiq.

Secara pribadi dan institusi, Sekda Lobar menyampaikan terima kasihnya atas partisipasi para kafilah MTQ se NTB yang turut membantu persiapan pelaksanaan MTQ ini, sehingga apa yang menjadi agenda yang sudah ditentukan bias secepatnya dituntaskan dalam waktu yang tidak terllau lama.

Menyinggung 8 majelis yang menjadi arena lomba, Sekda Lobar menyimpulkan kesemuanya telah memenuhi syarat yang direkomendasikan Pemerintah Provinsi NTB. Diantaranya lokasi penginapan kafilah, Dewan Hakam, lokasi lomba dan suasana kemeriahan di setiap majelis.

“Kami sudah turun mengecek ke 8 Majelis dimaksud dan Alhamdulillah tidak ditemukan kendala berarti. Karena itu kami berharap  kepada masyarakat Lombok Barat turut berpartisipasi aktif dalam MTQ ke 28 ini,”

Alasannya Sekda, MTQ ini tidak hanya sekedar acara pembukaannya sukses, namun bagaimana partisipasi masyarakat baik saat pmbukaan, pelaksanaan lomba sampai dengan ditutupnya MTQ ini agar masyarakat Lobar bersama tokoh masyarakat lainnya bisa hadir dalam penyelenggaraan MTQ ini dimasing-masing majelis.   (Rasidi, her/Kominfo)

Motivasi Kafilah MTQ 28 Lobar dan Bonus Khusus dari Wabup

Gerung, Kominfotik-Kontingen MTQ ke 28 asal Lombok Barat makin memantapkan tekadnya untuk mempertahankan juara umum pada helatan seminggu kemudian yang akan digelar mulai 3-9  Oktober 2019 mendatang yang dipusatkan di Bencinga Agung, Kantor Bupati Lombok Barat, Jalan Soekarno Hatta Giri Menang.

Keyakinan kafilah MTQ 28 Lombok Barat tersebut disamping sebelumnya dilakukan pemusatan latihan (TC) dan uji public selama tiga tahap juga yang semakin menambah motivasi dan keyakinan kafilah Lobar tersebut. Terlebih adanya semangat dari Wakil Bupati Lombok Barat Hj Sumiatun yang melepas kontingen kafilah Lobar pada Jumat (27/9-19) di Masjid Patut Patuh Patju Pemkab Lombok Barat.

“Apa yang menjadi harapan kalian semua untuk bisa mempertahankan juara umum Insya Alloh akan dapat kita raih bersama kembali. Tentu ibu (Waklil Bupati, red) akan memberikan bonus khusus bagi kafilah Lobar yang berhasil meraih prestasi dan mempertahankan juara umum pada pelaksanaan MTQ ke 28 Provinsi NTB mendatang. Jaga kesehatan dengan baik termasuk mental bertanding dan mental juara harus tetap menjadi motivasi dari sekarang,” tukasnya.

Wabup juga mengingatkan agar para kafilah asal Lombok Barat tetap menjaga kesehatan dan disiplin sebaik-baiknya sesuai arahan pelatih ataupun tim lainnya. “Hal ini penting dilakukan agar apa yang menjadi kenginan bersama untuk meraih juara umum bisa kita raih dan menjadi kebanggan bersama masyarakat Lombok Barat,” ujarnya.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat H. Jaelani Ibrahim, S.Pdi M.Pd melaporkan, secara keseluruhan jumlah kontingen asal Lobar pada MTQ 2019 ini sebanyak 56 orang yang terdiri dari 28 putra dan 28 putri yang akan mengikuti 8 mata lomba.

“Para pelatih, ofisiel dan para kafilah sebelumnya sudah berbuat maksimal sebelum tibanyanya pelaksanaan MTQ mendatang. Pemusatan latihan yang sudah dilakukan selama tiga tahapan dan uji publik kapasitas di sejumlah pondok pesantren terkenal di Lobar juga sudah dilakukan. Hal ini kita lakukan untuk mengevaluasi sejauk mana kualitas kafilah Lombok Barat yang akan diturunkan pada MTQ mendatang,” ujar Jaelani.

Jaelani juga menyatakan, masukan-masukan dari para pelatih, ofisiel bahkan dari para kafilah akan menjadi catatan berharga bagi kontingen Lombok Barat untuk lebih menyempurnakan temuan-temuan kekurangan yang terjadi selama masa TC.

“Interval waktu yang tersisa sebelum hari H kita tetap memanfaatkannya untuk berlatih di penginapan Lombok Barat di Ponpes Zainul Hafizin Aik Ampat Gerung pimpinan TGH Ilham,” ujar Jailani. (her)

Gaung MTQ XXVIII NTB dari Ibu Kota Kabupaten Hingga RT

Gerung, Kominfotik-Gaung MTQ XXVIII provinsi NTB yang dipusatkan di Lombok Barart mulai 2-9 Oktober 2019 mendatang mulai terlihat. Di sejumlah ruas-ruas jalan sudah terpenuhi dengan pemasangan spanduk, baliho, poster ataupun sejenisnya yang berkaitan dengan menyambut dan menyemarakkan pelaksanaan MTQ tersebut sudah terlihat.

Tidak itu saja sejumlah kantor pemerintahan lingkup Pemda Lombok Barat hingga tingkat RT turut berpartisipasi menyambut kegiatan akbar dua tahun sekali ini. Buktinya pemasangan ucapan selamat datang  dan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh kafilah MTQ se NTB terpampang di depan kantor masing-masing.

Demikian juga di lokasi majelis di Masjid Perumahan Pemda Lombok Barat di Dasan Gres, Kecamatan Gerung, berbagai spanduk dan ucapan selamat datang terpampang dari seluruh RT yang ada di Perumda Lombok Barat. Bahkan dari pintu masuk Perumahan Pemda tersebut ratusan umbul-umbul dan bendera serta spanduk sudah terpasang guna menyemarakkan MTQ NTB ini.

Ketua RT 04 BTN Perumahan Pemda Sahari, S.Pd menyambut baik kegiatan MTQ XXVIII propinsi NTB ini yang dipusatkan di Lombok Barat. “Gaung MTQ NTB ini kita di tingkat RT, bahkan secara luas hingga tingkat lingkungan sudah sudah disosialisasikan. Kita menghimbau masyarakat juga agar menjaga kebersihan dan memberikan pelayanan terbaik kepada para kafilah asal 10 kabupaten/kota se NTB,” ujarnya. (her)

Kafilah MTQ Lobar, Mantapkan TC

Gerung, Kominfotik-Target sukses tuan rumah dan sukses prestasi menjadi mimpi besar Tim Kafilah asal Lombok Barat pada pelaksanaan MTQ ke 28 yang akan dimulai dari tanggal 2-9 Oktober 2019 mendatang dipusatkan di halaman depan Kompleks Pemerintahan Kabupaten Lombok Barat yang juga sekaligis dijadikan arena utama penyelenggaraan MTQ yang berlangsung hingga seminggu ke depan.

Tidak ingin membuang waktu, apalagi kesempatan yang terbilang sangat limit ini, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Lombok Barat terus memantapkan diri melalui Training Center (TC) tahap akhir dari tanggal 25-27 September 2019 yang dipusatkan di Pondok Pesantren Zainul Hafizin, Aik Ampat, Kelurahan Dasan Geres, Kecamatan Gerung.

Menurut H Safarudin Penanggungjawab Harian TC MTQ XXVIII Provinsi NTB Kafilah Lombok Barat, sisa waktu yang tinggal hitungan hari menjelang pelaksanaan hari H MTQ ini, pihaknya sesuai arahan Bupati Lombok Barat untuk tetap memastikan dan semakin memantapkan latihan untuk agar terjadi peningkatan yang lebih baik baik dari sisi kualitas materi yang akan dilombakan maupun dari sisi mentalitas para kafilah untuk tampil percaya diri pada MTQ tersebut.

Pantauan Reporter media ini, Kamis (26/9) menunjukkan para kafilah dari berbagai mata lomba yang akan diturunkan pada MTQ tersebut tengah giat berlatih dipandu oleh para pelatih pada setiap canag yang dilombakan.

Tahapan TC terakhir ini juga semakin dimantapkan dengan dilakukannya uji public (tes kemampuan) bagi para kafilah Lombok Barat ke sejumlah Pondok Pesantren Populer yang ada di wilayah Lobar seperti Ponpes Al-Aziziyah Kapek, Gunungsari, Ponpes Yusuf Abdussatar Kediri, Ponpes Nurul Hakim dan Ponpes AL-Islahudiny Kediri dan lainnya.

“Harapan kita pada MTQ kali ini dengan dukungan moril dan doa dari masyarakat Lombok Barat, kafilah MTQ asal Lobar mampu meraih juara umum kembali sebagaimana perolehan yang sama pada MTQ sebelumnya di Kabupaten Bima,” ungkap Pimpinan Ponpes Zainul Hafizin TGH. Ilham. (her)

Film Watu Telu, Prosesi Maulid Antarkan SMKN 2 Kuripan Sabet Juara Nasional

Lombok Barat, Kominfotik-SMKN 2  Kuripan di Lombok Barat, Provinsi NTB berhasil meraih juara 2 Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) kategori film dokumentar bersaing dengan 32 provinsi se Indonesia.

Film dokumenter yang berjudul “Unique Of Bayan” ini membutuhkan waktu syuting 8 bulan, dengan durasi 10 menit, dan melibatkan 9 orang crew, sedangkan lokasi syuting di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Lokasi ini dipilih karena memiliki filosofi dan keunikan tradisi  Bayan.

Budaya yang diangkat tentang proses waktu telu, prosesi maulid yang berbeda di tempat lain dan sejarah penyebaran islam di Lombok.

“Motivasi kami mengikuti kegiatan ini untuk mengukur kompetensi dan bakat siswa. Alhamdulillah, sekolah kami meraih juara, dan dapat mengharumkan nama derah di tingkat Nasional,” kata Guru

Pembimbing Waroeng Seni Multimedia SMKN 2 Kuripan, M Jaya Laksana, S.Pd, kepada wartawan, di Kuripan, Sealasa (24/9).

Menurutnya , kesuksesan film dokumenter ini tidak terlepas dari peran serta dua orang siswa yang yakni Febri Febrian kelas XI jurusan Produksi Siaran Program Televisi (PSPT) dan Gian Sri Rahayu, kelas XII Jurusan Multimedia. Keikutsertaan mengikuti kegiatan ini untuk menambah pengalaman, wawasan  dalam berkompetensi di tingkat Nasiona.

“Sebelum memulai  penggarapan film ini , saya memberikan  kenyamanan kepada crew. Saya juga selalu memberikan motivasi agar crew tetap menjaga kekompakan dan semangat,” kata dia

Ia menambahkan, selama ini  sekolah sudah dua kali berturut-turut meraih juara Nasional dalam ajang FLS2N, namun demikian prestasi yang diraih tidak berbanding lurus dengan perhatian pemerintah Provinsi NTB.

“Selama ini pemerintah daerah belum pernah memberikan kami reward atas prestasi yang telah kami raih. Indonesia sangat kaya dengan suku adat dan budaya. Oleh karena haruslah disyukuri lahir di bumi pertiwi ini dan kita saling melengkapi untuk mewujudkan persatuan Indonesia,” katanya.

M Jaya terinspirasi mengangkat judul itu agar Budaya,  adat dan keunikan yang ada di daerah bisa lebih di kenal daerah lain.

Ia berharap kedepan ajang FLS2N yang di selenggarakan pemerintah tetap diikuti. Bahkan ia berharap agar pemerintah daerah memperhatikan  dan memberikan fasilitas ruang untuk berkarya seperti mengadakan lomba daerah atau workshop tentang film  untuk menambah wawasan.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Kuripan Ruju Rahmad, S.Pd., MT mengatakan bahwa  FLS2N mampu menjadi ruang penempaan dan kreativitas dalam memajukan dan menguatkan seni dan budaya Indonesia. Sebab, seni dan kebudayaan mampu menyatukan keragaman dan perbedaan.

“Dari sini, mudah-mudahan kita bisa mendapatkan talenta- talenta terbaik di bidang seni. Salah satu tujuan keikutsertaan dalam ajang FLS2N ini di antaranya memberikan motivasi dan menyalurkan bakat serta minat siswa salah satunya terhadap seni dan budaya. Sekolah berupaya menumbuhkan semangat peserta didik  agar melalui seni mereka dapat menghasilkan karya terbaik dengan semangat juang tinggi,” ungkapnya.

Menurutnya, ajang FLS2N yang diikuti  bukan hanya sekadar kompetisi tapi juga sudah menjadi wahana pembuktian kemampuan siswa-siswi dalam mengembangkan bakat mereka, khususnya di bidang seni yang berakar pada budaya asli daerah. “Alhamdullilah kami selalu raih juara dalam ajang FLS2N tingkat Nasional,” terangnya. (Sahman/her)

Peduli Yatim Piatu di SMPN 2 Kuripan

Lombok Barat, Kominfotik-Bulan Muharram, bulan penuh rahmat dan keberuntungan. Karena itu SMP Negeri 2 Kuripan, Kabupaten Lombok Barat mengisinya dengan kegiatan ekstra positif dengan menyantuni sebanyak 26 anak yatim piatu yang bersekolah di SMP yang berdekatan dengan Jalan Bay Pass  menuju Bandara Internasional Lombok (BIL) ini. 

“Dana yang berhasil terkumpul untuk santunan anak yatim ini sebesar Rp1,4 juta sumbernya dari guru dan siswa . Kegiatan ini juga bersamaan dengan program imtaq sekolah. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian siswa terhadap sesama. Saling bantu dan tolong-menolong,” kata Wakil Kepala Sekolah SMPN 2 Kuripan, Hj Ratna Khoriyah, A.Ag dalam arahannya, Jumat (13/9).

Dikatakan, anak yatim  adalah sebutan bagi orang yang sudah tidak memiliki ayah. Dan dalam definisi lain tidak mempunyai ayah dan ibu sekaligus.  Islam menganjurkan kepada umatnya untuk berlaku baik, menyayangi, serta mengkasihi anak yatim.

“Hal demikian dilakukan untuk menghilangkan kesedihan yang mereka rasakan dan membantu meringankan beban penderitaannya. Siapa yang merawat dan menyantuni anak yatim, maka Allah SWT  menawarkan surga dan tempat yang sangat spesial bersamanya. Dengan demikian, sudah seharusnya kita menjaga dan menyayangi anak yatim terutama yang dalam kondisi perekonomiannya yang lemah,” ujar Ratna.

Ia menambahkan, anak yatim juga merupakan amanah Allah  SWT yang harus kita jaga dan pelihara, memberikan perhatian kepada mereka merupakan tanggung jawab dari kita semua sebagai manusia dan atas nama sesama.

” Maka merugilah bagi orang-orang yang masih enggan menyantuni anak yatim, karena sesunguhnya terdapat kemulian khusus pada diri anak yatim yang dapat melunturkan dosa-dosa bagi yang memuliakannya.”katanya.

Menurutnya, rumah terbaik adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang dimuliakan, dan sejelek-jelek rumah adalah rumah yang ada anak yatim, namun dihinakan.

“Dengan demikian kita wajib menyantuni anak yatim dan memperhatikan hak-hak mereka bukan saja aspek material tapi juga aspek pendidikan, ekonomi, sosial, spiritual dan lainnya. (Sahman/her).

HUT RI 74, Gelar Karnaval bagi Pelajar SD se Kecamatan Batulayar

Batulayar, Kominfo. Beragam kegiatan dilakukan masyarakat Indonesia untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan RI yang ke 74 di Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Seperti karnaval yang diikuti pelajar SD se Kecamatan Batulayar pada Sabtu (3/8/2019).

Pantauan wartawan media ini menunjukkan, star karnaval ini dimulai dari SDN 1 Sandik menuju Taman Kota Sandik. Para pelajar dari SDN se Kecamatan Batulayar terlihat ceria mengikuti karnaval ini terlebih balutan pakaian adat Sasak yang dikenakannya cukup menarik perhatian warga yang menyaksikan langsung aksi mereka.

Acara yang digagas Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dikbud Kecamatan Batulayar ini sudah digelar untuk yang kedua kalinya. Tahun ini thema yang diusung yakni, “Mewujudkan Generasi Islami dengan Mantap”.

Kepala Desa Sandik H. Abdurahman yang melepas karnaval tersebut mengajak semua pihak untuk memberikan perhatian penuh kepada putra-putrinya untuk tidak tercekoki oleh kemajuan dan perkembangan teknologi ionformasi saat ini yang begitu massif.

“Justru teknologi yang harus kita genggam. Dengan semangat pemuda yang masih segar hendaknya bias mewujudkan Generasi Islami dengan Mantap menuju Sumber Daya Manusia yang Unggul dan Indonesia Maju,“ pungkasnya. (Yani)

Cegah Narkoba dari Pelayanan Posyandu

Gerung, Kominfo. Wagub NTB Hj Rohmi Djalilah menyatakan, bahaya narkoba ini sudah sangat mengkhawatirkan sungguh sangat mengkhawatirkan saat ini. Narkoba tidak  tidak bisa mengharapkan pada satu pihak saja tetapi harus bersama-sama harus dari bawah.

“Pencegahan narkoba dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Pemerintah Provinsi NTB sepakat dengan Bupati Walikota se NTB untuk bagaimana mencegah narkoba ini dari paling bawah melalui revitalisasi Posyandu dan kita yakin akan bisa berjalan dengan baik,” ujar Rohmi Djalilah pada puncak peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) provinsi NTB di Giri Menang, Gerung, Rabu (26/6/2019).

Wagub menambahkan, revitalisasi Posyandu yang tengah digencarkan di NTB saat ini tidak hanya sebatas penimbangan, pemeriksaan anak dan ibu hamil semata, namun juga bisa diselipkan dengan penyuluhan lainnya seperti penyuluhan yang mencakup juga narkoba.

“Kadar-kader kita nantinya itu akan kita sertifikasi sertifikasi adalah dari dinas kesehatan provinsi bekerjasama dengan kabupaten kota sehingga kader kader yang sudah terlatih itu tidak diganti, meskipun nanti ada pergantian Kepala Desa, mengingatbkader-kader itunsudah terlatih,” kata Wagub.

Wagub juga menambahkan, para kader Posyandu tidak saja focus pada persoalan-persoalan kesehatan batita, balita ataupun ibu hamil, namun juga bias menyampaikan informasi lain tidak saja tentang narkoba tetapi juga tentang isu-isu yang terjadi di Nusa Tenggara Barat, termasuk pernikahan usia dini, TKI illegal, illegal loging ataupun isu lingkungan lainnya.

“Insya Alloh atas upaya dan kerjasama semua pihak dalam memberantas narkoba, NTB ke depannya diharapkan bebas narkoba. Dengan demikian “Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas akan bias terwujud,” tandas Ummi Rohmi panggilan akrabnya.

Wagub NTB pada kesempatan tersebut tertarik dengan penampilan pelajar SMPN 1 Gerung yang memperagakan Perang Topat sebagai kekhasan budaya Lombok Barat. Orang nomor dua di NTB ini justru tertarik untuk mengikutsertakannya pada pestival budaya September 2019 mendatang di Kota Paris, Prancis.

“Inilah bentuk nyata para milenial kita melakukan hal-hal produktif dalam mengisi waktu senggang untuk melestarikan budaya. Jadi diisi dengan kegiatan positif tidak lalu terjerumus ke hal-hal yang negative seperti narkoba,” ujar Wagub bangga.(her).

1 2 3 4 26