BUPATI LOMBOK BARAT MERESMIKAN PENGOPERASIAN PUSKESMAS SESELA GUNUNGSARI

Gunungsari – Diskominfotik, Bupati Lombok Barat (Lobar), meresmikan Operasional Unit Pelksana Teknis (UPT) Puskesmas Desa Sesela Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Selasa (9/6/2020).

Peresmian Puskesmas langsung oleh Bupati Lobar H. Fauzan Khalid tetap dalam protokol kesehatan covid-19, dan disaksikan Ketua DPRD Lobar Hj.Nurhidayah, S ekertaris Daerah Lobar H.BAehaqi, Assisten II Lobar Hj. Lale Prayatni, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lobar drg. Hj. Ni Made Ambarwati, Direktur Rumah Sakit Gerung, Direktur Rumah Sakit Awet Muda Narmada, Camat Gunungsari, dan beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup pemerintah lobar.

Dalam sambutan Bupati mengatakan, bahwa dengan diresmikannya pengoperasian Puskesmas Sesela maka di Gunungsari memiliki 3 Puskesmas yaitu Puskesmas Gunungsari, Puskesmas Penimbung dan Puskesmas Sesela, kalau melihat dari rasio jumlah penduduk maka Kecamatan Gunungsari dinyatakan sebanding dengan jumlah penduduk untuk fasilitas kesehatan dan di Lombok Barat sekarang memiliki 20 Puskesmas.

“Alhamdulillah….Puskesmas di Gunungsari bertambah menjadi tiga yakni Puskesmas Gunungsari,Puskesmas Penimbung, dan Puskesmas Sesela, di Lobar sudah menjadi 20 puskesmas, ini artinya dari sisi rasio jumlah penduduk Kecamatan Gunungsari sudah tuntas untuk fasilitas kesehatan terutama puskesmas. Tinggal dua Kecamatan yang belum tuntas dari sisi rasio jumlah penduduk yakni Kecamatan Batulayar tinggal satu puskesmas dan Kecamatan Kuripan, dan Insyaallah tahun 2021 bisa kita bangunkan puskesmas, sehingga jumlah rasio puskesmas sebanding dengan jumlah penduduknya sudah sesuai dengan standar kesehatan. Mohon do’anya…!” Ujar Bupati.

Menariknya Puskesmas Sesele ini adalah bangunan pertama di Lobar yang didalamnya diberi sentuhan lokal “Cukli”. Nantinya di Lombok Barat semua bangunan harus memiliki ciri khas daerahnya masing-masing. Dan yang sekarang lagi dikerjakan yakni Puskesmas Banyumlek, Puskesmas Dasan Tapen, Rumah Sakit Tripat, dan Rumah Sakit Narmada harus diberi sentuhan lokal. Ada dua alternatif budaya lokal yang di anjurkan yakni Kerajinan Cukli dan Tenun Gumise. Ini salah satu cara untuk  mengkapanyekan, memasarkan kelebihan yang dimiliki oleh kabupaten Lombok Barat yang kita banggakan ini.

“Nantinya semua bangunan di Lombok Barat harus memiliki ciri khas daerah yang kita miliki yaitu Kerajinan Cukli dan Tenun Gumise, ini cara kita untuk mengkampanyekan, memasarkan kelebihan yang kita miliki di Kabupaten Lombok Barat yang kita cintai dan banggakan” tegasnya.

Puskesmas yang dibangun harus ada manfaatnya dan dapat meningkatkan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Nantinya Puskesmas Sesele ini akan melayani tiga desa yakni desa sesele, desa jati sela,dan desa midang dengan jumlah penduduk  30.622 Jiwa dengan  Kepala Keluarga 8.874 KK.

Lalu kepada masyarakat, Bupati berpesan untuk memanfaatkan dengan baik dan merasa memiliki, sama-sama menjaga puskesmas tersebut. Karena Puskesmas tersebut sudah dilengkapi fasilitas lengkap dan bangunan yang kokoh, Bupati mengharapkan kepada Kepala UPT Puskesmas serta para pegawai untuk meningkatkan pelayanan lebih baik dan unggul. Sehingganya ada akselerasi yang optimal.

Bupati juga berpesan untuk rajin-rajin wudhu, karena wudhu mewakili cuci tangan disamping untuk fisik ada juga sisi rohaninya, tidak lupa menggunakan masker dan jaga jarak aman.

“Mari kita jadikan momentum penyebaran covid-19 ini jadi pelajaran untuk kita mulai prilaku hidup sehat, bersih, dan peduli sesama.”

Sementara itu, Kepala Dinkes Lobar, drg.Hj. Ni Made Ambaryati mengatakan, “Puskesmas Sesele dibangun dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi dan DAK Reguler Pelayanan Dasar, ini diperuntukan membangun sarana fisik Rumah Dinas Dokter, Bidan, dan Perawat, serta prasarana Puskesmas yang meliputi Ambulance, Kendaraan Roda Dua, Instalasi Pengolah Air Limbah, dan Peralatan Medis. Puskesmas Sesela ini dibangun diatas tanah seluas 3.200 Meter persegi, dengan luas banguan induk 800 Meter persegi, Rumah Dinas Dokter 70 Meter Persegi, dan Dua rumah Paramedis dengan masig-masing 50 meter persegi,dan telah mengikuti prototipe bangunan Puskesmas Baru seluruh Indonesia yang ditetapkan oleh Kemeterian Kesehatan Republik Indonesia.” Ujarnya. Diskominfotik/Juan/Yani

GUGUS TUGAS KECAMATAN DIMAKSIMALKAN DALAM PENANGANAN COVID-19 DI LOMBOK BARAT

Giri menang, 06/06/2020- Upaya pencegahan penularan Covid-19 di Kabupaten Lombok Barat tidak pernah putus diikhtiarkan, Pemerintah Daerah tetap secara intensif memberikan pemahaman dan pencerahan kepada masyarakat untuk selalu mematuhi standar protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah daerah agar angka penularan Covid-19 dapat diminimalisir.

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid mengungkapkan bahwa, berdasarkan hasil diskusi internal gugus tugas Kabupaten Lombok Barat ke depannya berdasarkan hasil diskusi dari tim internal gugus tugas Kabupaten Lombok Barat, bahwa penanganan Covid-19 ini agar lebih difokuskan di masing-masing kecamatan dengan melibatkan seluruh unsur di Kecamatan dan dengan koordinasi pihak desa agar lebih terarah dan mengena sasasaran.

Peran petugas kesehatan di tingkat kecamatan juga akan lebih dimaksimalkan, sebagai ujung tombak penanganan kesehatan di tingkat paling bawah.

“Kedepan penangan covid-19 ini masing-masing Kecamatan memaksimalkan perannya dengan melibatkan seluruh unsur di Kecamatan dan dengan koordinasi pihak desa agar lebih terarah dan mengenai sasaran. Maksimalkan petugas Kesehatan di tingkat Kecamatan sebagai ujung tombak penanganan Kesehatan ditingkat bawah.” Terang Fauzan, di hadapan anggota Forkompinda Lombok Barat, Sekda Lombok Barat, Ketua MUI, Ketua FKUB Lombok Barat, pada acara Rapat Evaluasi dan Halal bi Halal Tim Satgas Bersama Pencegahan Covid-19 Kabupaten Lombok Barat di Bencingah Agung Kantor Bupati Lombok Barat, Sabtu 6 Juni 2020.

Bupati juga mengungkapkan meski trend peningkatan dan penurunan masyarakat yang terpapar positif Covid-19 masih fluktuatif, oleh karena itu kewaspadaan harus tetap dilakukan. karena tidak hanya masyarakat saja yang terkena Covid-19 ini, namun juga sudah merambah ke tenaga kesehatan, yang menjadi ujung tombak penanganan kesehatan warga yang terkena Covid-19.

“Upaya pencegahan Covid-19 melalui rapid tes maupun swab guna mengetahui status masyarakat yang positif atau reaktif  masih terkendala karena masih minimnya peralatan untuk melakukan rapid test atau Swab tersebut. Selama ini kita memeriksakannya ke Rumah Sakit  Propinsi atau Unram, dan hasilnya tidak segera kita dapatkan namun harus menunggu proses,” kata Bupati

Lebih lanjut Bupati meminta kepada Kepala Dikes Lombok Barat untuk bisa membeli peralatan kesehatan yang dibutuhkan seperti alat swab, rapit test dan alat pendukung lainnya agar lebih cepat mengetahui keberadaan para pasien yang terpapar Covid-19, sehingga bisa diambil langkah selanjutnya untuk penanganan yang lebih cepat.

“Dengan alat ini, tentu hasil kerja lebih efisien dan tidak perlu menunggu waktu lama mengetahui hasilnya. Ini penting untuk kita ambil keputusan untuk semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Selain itu kita khawatir jika langkah ini tidak segera dilakukan, penularan Covid-19 ini begitu cepat,” ungkapnya.

Menyinggung tentang pembukaan sholat Jum’at ataupun sholat berjamaah di Masjid sebagaimana SK Pemprov NTB dan MUI NTB, Bupati menyatakan harus lebih dipertegas. Dan yang terpenting adalah bagaimana masyarakat harus mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan agar bisa dipatuhi sebaik mungkin. Seperti mencuci tangan, mengunakan masker, mengatur jarak syaf ataupun tidak diperkenankan bersalaman.

Pemberlakukan ini tidak hanya berlaku di masjid saja, namun di tempat-tempat ibadah lainnya seperti mushola, di rumah ataupun di pusat-pusat keramaian lainya harus tetap patuh pada protokol kesehatan Covid-19.

Senada dengan Bupati Ketua DPRD Lombok Barat Hj. Nurhidayah menyatakan, harus ada langkah strategis khusus yang harus ditetapkan oleh tim gugus tugas penanganan Covid-19 Lombok Barat untuk menekan laju terpaparnya masyarakat yang positif Covid-19 di Lombok Barat. Ini penting dilakukan agar kerja gugus tugas lebih maksimal.

“Kesiapan Lombok Barat menuju new normal yang masih dalam transisi ini dimaksudkan, masyarakat bisa melakukan aktivitasnya kembali seperti biasa tanpa berkerumun. Namun yang perlu dingat protap kesehatan penanganan Covid-19 ini menjadi perhatian utama masyarakat untuk dijalankan,” ujarnya.

Sementara itu Dandim 1606/Lombok Barat Kol. Czi. Efrijon Scroll, S.IP., M.M.,  mengusulkan agar pertemuan evaluasi Tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 ini bisa dilakukan seminggu sekali karena melihat perkembangan penyebaran Covid-19 ini yang masih masif. Maksud Dandim, dengan pertemuan evaluasi seminggu sekali ini bisa dimonitor secepatnya perkembangan Covid-19 ini dan secepatnya pula dirumuskan langkah-langkah penanganannya yang lebih intensif bisa dilakukan.

Mempertegas harapan Bupati, Sekda Lombok Barat Dr. H. Baehaqi, M.Pd, M.M, mengutarakan kerja tim gugus tugas penanganan Covid-19 ini nantinya akan lebih diperkuat di kecamatan yang akan memperkuat dan memback-up tugas dan fungsinya hingga ke desa-desa. Gugus Tugas Kecamatan nantinya setiap saat bisa langsung memberikan laporan dan berkoordinasi intensif dengan Tim Gugus Tugas Kabupaten. (Diskominfotik/zul)

MENGATASI KEMACETAN AREA PARKIR PASAR GUNUNGSARI DITATA

Gunungsari – Diskominfotik. Kesemerawutan di depan pasar Gunungsari akibat parker sembarangan, sehingga menimbulkan kemacetan dan berdampak pada kerumunan orang, tentunya ini berpotensi untuk menjadi kluster baru penyebaran covid-19.

Gunungsari yang merupakan pintu masuk dari dan ke Lombok Utara maupun Mataram perlu penertiban parkir di area pasar.

Petugas Gabungan Satgas Covid-19 Kecamatan Gunungsari yang terdiri dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag), Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Barat, Komandan Rayon Militer (Danramil), Polsek Gunungsari, Camat, Kepala Desa Gunungsari, Polisi Pamong Praja (Pol PP) dan di bantu oleh Karang Taruna Desa Gunungsari melakukan penertiban area Parkir Pasar Gunungsari, yang masih tidak terata dengan baik, Sabtu, (6/6/2020).

Penertiban ini dilakukan, untuk mencegah kerumunan, yang berpotensi menjadi klaster baru, penyebaran covid-19 dan menjadikan pasar gunungsari menjadi satu pintu masuk.

Satpol PP, yang dibantu satgas covid-19 Gunungsari  memindahkan area parkir yang berda di depan pasar kesebelah selatan pasar, untuk mencegah timbulnya kerumunan, dan memperlancar arus jalan utama menuju Mataram maupun Lombok Utara.

Camat Gunungsari Mudasir, menegaskan pihaknya tidak melarang para petugas parkir, untuk memarkirkan kendaraan roda dua di depan pasar, namun untuk ketertiban dan kelancaran dipindahkan kesebelah selatan guna menjadikan penemapatan area parkir terfokus satu titik yakni sebelah selatan pasar. Sedangkan Roda Empat di sebelah utara pasar.

Sementara itu, kedatangan Kepala Kepolisian/Kapolres Lombok Barat AKBP. Bagus Satriyo Wibowo, S.I.K dalam rangka pengecekan pemindahan pedagang ikan dan daging yang berjumlah 90 pedagang ke dalam gedung pasar yang telah disiapkan oleh Disperindag Kabupaten Lombok Barat meminta kapada agar menempati area yang sudah disiapkan untuk mengurai kepadatan pasar sehingga pedagang dan pembeli merasa nyaman. pada hari Senin, 8 Juni 2020 mendatang pedagang sudah dipindahkan.

Bagus mengatakan, “Jika semuanya sudah rampung harus disegerakan guna mengurai kepadatan pasar, namun jika belum secara beratahap agar pedagang merasa nyaman untuk berjualan”,ujarnya.

Bagus juga berpesan untuk segera mendata para pedagang yang nantinya akan di pindahkan agar tidak terjadi jual beli lapak yang mengakibatkan kecemburuan para pedagang.

Untuk membatasi area parkir baru dengan lapangan dilakukan pengerukan menggunakan bego pengeruk. Diskominfotik/Yani

TIDAK MENGGUNAKAN MASKER PENGUNJUNG TIDAK DI PERBOLEHKAN MASUK PASAR

Narmada-Diskominfotik, 04/06/2020. Upaya menekan penularan covid-19 di Lombok Barat, Tim Pencegahan gugus tugas covid-19 Lombok Barat terus bergerak menyasar ruang-ruang public di Lombok Barat khususnya pasar.

Tidak dipungkiri pasar yang merupakan tempat bergeraknya kegiatan ekonomi sulit menghindari kerumunan orang dikhawatirkan menjadi kluster penyebaran covid-19.

Bagi pengunjung dan pedagang ditemukan tidak menggunakan masker disuruh pulang untuk mengambil masker, tidak diperbolehkan masuk pasar.

Hal ini dilakukan oleh Tim Pencegahan Satgas Covid-19 Lombok Barat ketika lakukan pemantauan penggunaan masker dan pengukuran suhu tubuh di pasar Keru, Kamis, 4 Juni 2020.

Tim pencegahan covid-19 Lombok Barat yang berkekuatan 48 orang dimotori oleh Plt. Camat Narmada  bersama Kapolsek Polsek Narmada serta jajaran (Kanit Sabara dan Satlantas), Danramil Narmada, Bapenda Lombok Barat, Dinas Perhubungan, Satpol PP,  UPT Wil III Narmada, UPT BLUD Sedau, dan Jajaran Kantor Camat Narmada.

Pada kesempatan tersebut anggota TNI (Danramil) serta jajarannya bergerak melakukan pengukuran suhu tubuh kepada para pengunjung pasar, bersama  Pusat Kesehatan Narmada (PKM)dan anggota Polsek Narmada.

Plt. Camat Narmada dalam arahannya seusai melakukan pengukuran suhu tubuh dan pemantauan penggunaan masker menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua komponen yang ikut dalam kegiatan ini atas kerjasamanya sehingga pelaksanaan pemantauan dan  Pengukuran suhu tubuh terlaksana dengan baik dan lancer.

“Kerjasama ini dan koordinasi terus kita tingkatkan karena dengan kerjasama dan koordinasi yang baik akan menghasilkan hasil yang terbaik.” Ungkapnya.

Senada dengan Plt. Camat Narmada Wakapolsek Narmada  juga menyampaikan apresiasi dan kerjasama antar semua pihak untuk bersama-sama melindungi masyarakat dari penularan covid-19.

Sesuai dengan petunjuk pemerintah kegiatan kali ini sesungguhnya tidak lagi kita melakukan sosialisasi pemakaian masker, akan tetapi lebih menekankan pada penindakan bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker, seperti tidak boleh masuk kepasar sebelum menggunakan masker dan disuruh pulang untuk mengambil masker.

“Jika seperti tadi kita lihat ada masyarakat yang tidak memakai masker disuruh pulang untuk mengambil baru diperbolehkan masuk pasar. Hal ini kita sepakat untuk kegiatan selanjutnya dan kita tegas untuk tidak mengizinkan masyarakat ikut beraktivitas/berinteraksi di pasar.” Tegas beliau.(Diskominfotik/zul)

GUBERNUR APRESIASI PEMDA LOMBOK BARAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19

  Gerung – Diskominfotik. Gubernur Nusa Tenggara Barat  Dr. H Zulkiflimansyah dalam kunjungan silaturrahminya ke Pemerintah Kabupaten Lombok Barat setelah dari Kota Mataram mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam pencegahan penularan Covid-19.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur juga menyampaikan penghargaan kepada tokoh agama, tokoh masyarakat serta tokoh pemuda Kabupaten Lombok Barat yang tanpa kenal Lelah berperan aktif  turun langsung ke masyarakat Bersama Pemerintah Daerah melakukan sosialisasi dan terus menyemangati khususnya kepada Tim Gugus Tugas Covid19 Kabupaten Lombok Barat untuk terus melakukan  upaya pencegahan penularan covid-19.

.” Kita harus bersama-sama memerangi pandemi ini. Jangan sampai kerja masih banyak, namun semangat kita sudah berkurang, tangani Covid-19, Semangat Tidak Boleh Kendor” ujarnya.

Selain penanganan medis, Gubernur juga menyampaikan soal pentingnya melindungi UMKM dalam daerah di masa pandemi. Dengan melibatkan mereka dalam jaring pengaman sosial, maka UMKM juga tetap berproduksi di tengah kesulitan ini. 

“Dalam musibah ada peluang untuk melibatkan UMKM dalam memenuhi kebutuhan lokal kita. Krisis ini melahirkan orang hebat dan luar biasa. Tinggal bagaimanan kita memanfaatkan orang hebat dan luar biasa ini,” terangnya.

Hal ini disampaikan Gubernur saat kunjungan silaturrahmi kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Barat  di ruang Rapat Jayengrane Kantor Bupati Lombok Barat Kamis, 28 Mei 2020.

Turut bersama Gubernur, Kapolda, Danrem 162 dan Kajati NTB. diterima langsung oleh Bupati Lobar H. Fauzan Khalid bersama jajaran pemerintah Lobar.

Sementara itu Bupati Lobar H. Fauzan Khalid dalam kata penerimaannya mengatakan, pihaknya sudah membuat tim khusus untuk memberikan edukasi kepada  masyarakat agar tetap mematuhi aturan, juga membuat tim penindakan jika ada masayarakat yang melanggar.  Saat ini kebijakan yang dilakukannya adalah menutup sementara semua akses tempat-tempat wisata  dengan melakukan penjagaan ketat di pintu masuk area sedangkan bila sudah berada di dalam maka diwajibkan untuk menggunakan masker dan menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan wisata saat lebaran topat.

Di Lobar sendiri, kasus Covid-19 berjumlah sebanyak 114 sampai dengan tanggal 27 Mei kemarin dengan 48 pasien sudah sembuh. Sebanyak 7 kasus Covid-19 diantaranya dari kalangan medis. Mereka sedang menjalani proses karantina di Senggigi.

“Kami berharap kebijakan pembatasan penumpang seperti yang diberlakukan di bandara, diterapkan juga di pelabuhan agar upaya kita bersama semakin optimal,” terangnya.  Diskominfotik/zul

JELANG LEBARAN TOPAT KAWASAN WISATA SEKOTONG DITUTUP SEMENTARA

Sekotong Diskominfotik. 27/05/2020 Menjelang perayaan Lebaran Topat  tahun 2020 kawasan wisata di wilayah kecamatan sekotong ditutup guna pencegahan penularan virus covid-19.

Wilayah Kecamatan Sekotong memiliki sejumlah Kawasan wisata terkenal dan menarik seperti : Mangrove Bagek Kembar di Desa Cendi Manik,  Mangrove Tanjung Batu di Desa Sekotong Tengah, Pantai Mirayu di Desa Sekotong Tengah, Gili Nanggu, Gili Tangkong, Pantai Elak2 di Desa Sekotong Barat, Gili Gede dan sekitarnya,  Pantai Mekaki, Gili Asahan Pantai Bangko2 dan Pemalikan di Batu Putih,  Pantai Pangsing, Pantai Nambung , Makam Inaq Bangkol dan Pantai Belongas di Desa Buwun Mas. Akan ditutup dan dijaga ketat dari pengunjung local maupun dari luar kecamatan Sekotong.

Hal tersebut di sampaikan oleh Kapolsek Sekotong IPTU I Kadek Sumerta, S.H. saat menggelar apel pengamanan pasca Hari Raya Idul Fitri 1441 H bersama jajaran di halaman Polsek Sekotong.Senin (25/06/2020).

Penutupan Kawasan wisata ini sesuai dengan Surat Edaran Bupati tentang pelarangan terhadap tempat  wisata guna memutus matarantai penyebaran covid-19, karena Kawasan wisata ini akan diserbu pengunjung saat lebaran ketupat yang berpotensi menularkan virus covid-19 dan bahkan menjadi kluster baru dikawasan tersebut.

“Penutupan tempat waisata ini Surat Edaran dari Bupati Lombok Barat tentang pelarangan tempat wisata, sehingga kita melakukan pengamanan di daerah wisata untuk mencegah masyarakat yang melakukan liburan ke tempat-tempat wisata untuk memutus matarantai penyebaran covid-19,” tegas Sumertha.

Selain itu juga Sumertha memerintahkan jajarannya untuk tidak bosan mesosialisasikan pencegahan penyebaran covid-19 denga disiplin menerapkan protocol covid-19 seperti selalu menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir sesering mungkin, tidak memegang muka sebelum mencuci tangan, selalu menggunakan masker ketika keluar rumah, hindari kegiatan berkumpul dan tidak keluar rumah kecuali sangat terpaksa.(zul/Diskominfotik)

156 KK DESA BAGIK POLAK BARAT MENDAPAT BLT PROGRAM DANA DESA TAHAP PERTAMA

Labuapi Diskominfotik, 27/05/202 sebanyak 156 KK di Desa Bagik Polak Barat Kecamatan Labuapi mendapatkan bantuan BLT dari Program Dana Desa.

Penerima bantuan BLT ini diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi double penerimaan, bagi warga yang sudah memperoleh bantuan dari Program PKH atau Program JPS Propinsi maupun Kabupaten tidak mendapatkan dari Program BLT Dana Desa, sehingga diarapkan terjadi pemerataan yang memperoleh bantuan.

Desa Bagik Polak Barat menganggarkan bantuan BLT dari Dana Desa sebesar Rp. 280.800.000,-(Dua ratus delapan puluh juta delapan ratus ribu rupiah). Anggaran sebesar ini diberikan kepada 156 KK di 6 dusun masing-masing Rp. 600.000,- (Enam ratus ribu rupiah) selama 3 bulan.

Demikian disampaikan Kepala Desa Bagik Polak Barat dalam acara penyaluran BLT Program Dana Desa secara simbolis di Kantor Desa Bagik Polak Barat, Rabu, 27 Mei 2020.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Bagik Polak Barat, Kapolsek Labuapi, Danposramil Labuapi, Ketua BPD Desa Bagik Polak Barat, tokoh masyarakat dan perwakilan penerima bantuan.

Penyerahan bantuan secara simbolis diserahkan oleh Kepolsek Labuapi, dan Kepala Desa Bagik Polak Barat kepada perwakilan penerima.(zul/Diskominfotik)

CEGAH PENULARAN COVID-19 KAWASAN WISATA DI LOMBOK BARAT DIPERKETAT

Gerung Diskominfotik, 27/05/2020, Menjelang perayaan Lebaran Topat Seluruh kawasan wisata di Lombok Barat diperketat pengunjung guna mencegah dan memutus matarantai penularan covid-19.

Lebaran Topat yang merupakan tradisi masyarakat Lombok turun temurun setiap tahun dilaksanakan satu minggu setelah Hari Raya Idul Fitri, yang biasanya diisi dengan mengunjungi tempat-tempat wisata dan makam-makam yang dianggap sakral.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya Lembaran Topat berjalan secara normal namun ditahun ini ditengah pandemi global virus covid-19 guna mencegah penularan dan memutus matarantai covid-19  kunjugan wisata tidak dibebaskan namun ada upaya untuk membatasi atau menutup dengan melakukan patroli secara ketat dibeberapa titik yang telah ditentukan. Seperti di wilayah Batulayar, Sekotong, lembar, dan Di beberapa desa Wisata lainya yang ada di Lombok Barat, pada H-1 dan H+1 lebaran Topat.

“Dalam hal ini dibutuhkan peran camat untuk memgkoordinasikan, mengkomunikasikan dengan kepala Desa agar masyarakat tidak meramaikan tempat wisata. Serta memperhatikan protokol Kesehatan.” Harap Bupati Lombok Barat.

Hal ini diungkapkan Bupati Lombok Barat H.Fauzan Khalid, S.Ag., M.Si. pada rapat pembahasan rekayasa lalu lintas dan penutupan sementara Kawasan wisata sebagai upaya pencegahan covid-19 di ruang rapat Jayengrana, Rabu, 27 Mei 2020.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Lobar, Sekda Lobar, Ketua DPRD, Kapolres Lombok Barat, dandim 1606/Lobar, KadisPar, Kalak BPBD Lobar, Perwakilan camat se Lombok Barat

Dibeberapa titik wisata akan ditutup sementara, seperti Pantai Elak- Elak di sekotong, Mangrove, dan pantai cemare. Penutupan tidak dilakukan secara keseluruhan namun membatasi angka kunjungan secara ketat sebab Lombok Barat belum menerapkan PSBB. Ungkap Bupati Lobar

Sementara itu Kapolres Lombok Barat mengungkapkan bahwa pembentukan team sudah dilakukan seperti contohnya di Sekotong dengan memperketat pintu masuk ke wilayah sekotong di Desa Cendimanik berbatasan dengan Lembar dan Desa Buwunmas berbatasan dengan Lombok Tengah.(win/diskominfotik)

HARI PERTAMA MASUK KERJA SEKDA LOMBOK BARAT INSPEKSI MENDADAK (SIDAK).

Gerung-Diskominfotik, 26 Mei 2020. Hari pertama masuk kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) pasca libur Idul Fitri Pemerintah Kabupaten Lombok Barat lakukan Sidak ke OPD untuk memastikan disiplin ASN.

Sekretaris Daerah H. Baihaqi usai memimpin apel pagi di Sekretariat Kantor Bupati Lombok Barat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di tiga lokasi yaitu Kantor Camat Lingsar, Dinas Pertanian dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Lombok Barat, Selasa, 26 Mei 2020.

Dalam inspeksi mendadak (sidak) tersebut Sekretaris Daerah H. Baihaqi di damping oleh Asisten III Setda H. Mahyudin, di Kecamatan Lingsar Sekda disambut Camat Jamaludin dan Sekcam Marzuqi. Sementara di Dinas Pertanian disambut oleh Kadis Pertanian Ir. H. Muhur Zokhri dan jajarannya, serta di Dukcapil disambut Kadis H. Muridun dan Sekdis Fathurrahman.

Dimasing-masing lokasi H.Baihaqi berpesan agar disiplin saat menjalankan ibadah puasa agar berdampak pada disiplin kerja sebagai ASN. Baihaqi mengatakan bahwa Bulan Puasa Ramadhan adalah sekolahan yang mendidik kedisiplinan.

“Bagi kaum muslimin Ramadhan dijadikan sebagai sekolah Ramadhan. Bagaimana mereka harus disiplin saat berbuka puasa, tidak ada satu orangpun yang mau duluan walaupun satu detik sebelum dikumandangkan azan Magrib karena kalau itu dilakukan maka puasanya akan batal Begitupun saat makan sahur, tidak ada seorangpun yang mau terlambat makan sahur karena terlambat satu detik pun sama dengan sarapan.” terang mantan kepala Bappeda Lombok Barat ini di Kantor Camat Lingsar.

Lebih lanjut Baihaqi berharap agar disiplin saat mau buka puasa maupun saat makan sahur agar dapat di impelementasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai seorang ASN saat masuk kantor dan pulang kantor.

“Saya berharap implementasi dari sisi disiplin makan sahur dan berbuka puasa ASN seluruh Lombok Barat tidak hanya di sekretariat daerah ini masuklah kantor seperti makan sahur, tidak ada orang yang mau terlambat, begitupun pulang kantor laksanakan seperti berbuka puasa jangan ada satupun yang pulang duluan walaupun satu detik,” tegasnya.

“Momen-momen hari-hari masuk ini kita arahkan untuk kerja keras tidak hanya di kantor tetapi juga di masyarakat kaitannya dengan wabah corona,” ujar Baehaqi sambil menjelaskan jam masuk dan pulang kembali normal yaitu 7.30 dan 16.00 Wita.

Terkait corona (Covid-19), Baehaqi berpesan untuk tidak larut dengan ketakutan terhadap Corona.

“Tetap waspada dengan memperhatikan protokol Covid-19 tetapi bekerja terus tetap eksis dan energik,” imbaunya.

Diakui Sekda, Covid-19 telah menyebabkan refokusing anggaran dan ditutupnya dana alokasi khusus (DAK) oleh pemerintah pusat kecuali untuk kesehatan dan pendidikan. Namun demikian sambungnya, ASN harus tetap semangat bekerja.

“Namun bukan berarti kita akan uring-uringan, justru sekarang ASN ini harus lebih kencang, memberikan contoh kepada masyarakat kaitannya dengan corona karena kita bagian dari pemerintah maka kita harus memberikan contoh di tengah masyarakat memberikan pemahaman tentang physical distancing, social distancing, juga menjelaskan bahaya corona ini dan dampaknya juga terhadap perekonomian masayarakat,” harap Baehaqi. Hal ini penting, lanjutnya, agar sosialisasi kepada masyarakat tidak hanya mengandalkan tim gugus tugas Covid-19 tetapi jumlah ASN di Lombok Barat yang hampir menyentuh 8.000 orang juga harus berperan. (zul/Diskominfotik/sumber Humas Protokol)

289 KK DI SEKOTONG TENGAH LOMBOK BARAT DAPAT BANTUAN JPS COVID-19

Giri Menang – Sebanyak 289 kepala keluarga (KK) di Desa Sekotong Tengah mendapat bantuan sembako dari Pemkab Lombok Barat sebagai upaya membantu masyarakat ekonomi lemah yang terdampak wabah Covid-19. Bantuan ini merupakan bagian dari program pencegahan dan penanganan Covid-19 dan dampaknya yang disebut Jaring Pengaman Sosial (JPS).

Bantuan ini diserahkan secara simbolik oleh Wakil Bupati Lombok Barat, Hj Sumiatun di Kantor Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Sekotong Tengah, Jumat (1/5). Dikatakan Sumiatun, bantuan ini merupakan bantuan tahap pertama dari tiga tahap yang direncanakan selama tiga bulan.

“Ini tahapan awal dari tiga tahapan, sembako yang diberikan berupa beras 15 kg, telur satu trai, minyak goreng 1 liter, gula 1 kg dan masker, kalau ditotalkan (dalam rupiah) menjadi Rp 250 ribu, ini merupakan program Lombok Barat,” ujar Sumiatun di lokasi acara.

Hal senada senada disampaikan Kepala Desa Sekotong Tengah, L. Sarafudin yaitu bantuan yang diberikan terdiri atas lima jenis. Sebenarnya, kata Sarafudin, bantuan yang diberikan melalui Bumdes di Sekotong Tengah ini bukan hanya untuk warga Desa Sekotong Tengah tetapi juga warga Desa Buwun Mas. Pembagian JPS tahap pertama ini, lanjut kades, akan diikuti  tahapan 2 dan 3 di bulan-bulan berikutnya. Mereka yang mendapat bantuan ini menggunakan data dari Dinas Sosial Lombok Barat.

“Ini tidak boleh double dapat, contoh, kalau yang sudah dapat BLT (bantuan langsung tunai), maka mereka tidak bisa dapat JPS,  kalau yang berhak dapat sebenarnya masih banyak, tapi insyaallah tidak akan terjadi konflik karena bantuan ini,” ujar Sarafudin yakin.

Dikatakan Sarafudin, masyarakat yang dapat bantuan JPS ini senang karena memang sesuai dengan kekurangan mereka dari sisi ekonomi di tengah wabah Covid-19.

“Harapan saya ke depan, semoga saja virus ini cepat berlalu dari  bumi, dan ini sangat menghebohkan, karena selama hidup saya baru pertama kali mendapatkan musibah seperti ini,”ujar Kades Sarafudin prihatin.

Salah satu penerima bantuan yang berasal dari Dusun Sekotong 1, Inaq Amenah (60) sangat bersyukur dengan bantuan sembako ini. Dia yang memiliki tiga orang anak merasa cukup terbantu dengan bantuan yang diberikan.

“Saya dapat informasi dari kadus,  saya senang,  saya dapat telur, beras, dan minyak,” ujar Inak Amenah bersyukur dalam Bahasa Sasak. Senada dengan Inak Amenah, penerima bantuan JPS lainnya Inak Masiah (70) juga sangat bersyukur dengan bantuan ini. Terlebih dengan kondisinya sebagai janda yang suaminya sudah meninggal hidup dengan seorang anak, bantuan ini sangat diperlukannya.

“Dulu saya dua tahun bekerja sebagai asisten rumah tangga, tapi sekarang menganggur,” cerita Inak Masiah.

Sementara itu, Ketua Bumdes Sekotong Tengah, L. Hardiawan, mengatakan Bumdes-nya hanya bertugas menyalurkan ke dua desa.  Untuk menghindari kerumunan, mereka yang mendapat bantuan dibuatkan jadwal pengambilan.

“Caranya kita targetkan per dusun dan kita buat batasan-batasan. Target penyaluran  tiga hari selesai,” ujar Hardiawan. Dikatakan, Desa Sekotong Tengah sendiri sebenarnya mendapat jatah  516 KK, namun yang dibagi hari ini sebanyak 289 paket. Sementara untuk Desa Buwun Mas sebanyak 800 paket sembako. Stok sembako sudah ada di lokasi sejak tiga hari yang lalu. Untuk pengambilan paket, sebut Hardiawan, masyarakat diharuskan membawa photocopy KTP, KK, dan JPS. Diakuinya, banyak juga masyarakat yang komplain karena tidak mendapat bantuan.

“Banyak sekali masyarakat yang komplain karena sebagain dapat dan sebagaian tidak dapat. Yang lebih banyak komplain itu seperti guru-guru honorer,” ujarnya.

Bumdes Sekotong Tengah cukup aktif dalam kegiatannya seperti jual beli sembako, warung lalapan, percetakan dan  jasa angkutan, Tari  gendang beleq, dan saat ini masih berproses Bank Sampah.

“Income  per bulan tidak pasti terlebih kondisi seperti ini sangat sepi,” ujar Hardiawan.

Selain Wabup Hj Sumiatun, acara ini juga dihadiri oleh Asisten 1 Setda Lombok Barat Agus Gunawan.

1 2 3 4 30