80 Juta Pengguna Medsos di Indonesia Didominasi Generasi Milenial

Kuta, Kominfotik. Direktur tata kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo Selamatta Sembiring menyatakan, penetrasi intenet di Indonesia saat ini sudah menjangkau 143,6 juta sejak awal-awal tahun. Namun saat ini sudah mencapai  150 juta orang dari 250  juta penduduk Indonesia saat ini. Dari jumlah itu sebanyak kurang lebih 80 juta lebih pengguna media sosial terbanyak dari kalangan milenial.

Pernyataan tersebut disampaikan Sembiring saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Sinergi Media Sosial Aparatur Negara (SIMAN dan Pengelolaan Media di Aston Hotel, Kuta, Bali, Selasa (30/4/2019).

Menurut Sembiring, penggguna internet dari tahun ke tahun di Indonesia akan terus berkembang terlebih dengan pesatnya perkembangan system tekonologi informasi Palaparing yang oleh pemerintah diistilahkan “Tol Langit” yang diharapkan nanti sebagai penyambung pemersatu bagi masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Marauke.

Peran internet ataupun media sosial sebagai wadah komunikasi, lanjut Sembiring saat ini begitu massif dan lancer. Canggihnya teknologi informasi saat ini sudah mampu menyebarkan informasi secara massif dan begitu cepat baik melalui media sosial seperti group WA yang bisa memviralkan satu informasi ke banyak orang menerima informasi.

“Inilah pola komunikasi informasi yang tak bisa dielakkan saat ini. Era sekarang kita tengah berada pada era post trup.  Akibat berkembangnya internet khusus ini seperti  medsos maka kebenaran itu tergantung dari viralnya dari sebuah pesan kepada kita,” ujarnya.

Lebih lanjut Sembiring menggambarkan, Medsos penetrasinya akan menjadi semakin kuat jika dilakukan secara terus-menerus. Misal suatu kebohongan bisa dianggap benar oleh penerima informasi jika dilakukan secara terus-menerus dalam wilayah yang cukup luas. Sebaliknya kebenaran akan menjadi kebohongan atau tenggelam dengan sendirinya jika tak diklarifikasi dengan cepat atau couter atax atas berita hoax yang dosampaikan.

Sembiring menegaskan, informasi yang disampaikan atau diviralkan secara terus-menerus kemana-mana akan menjadi sebuah keniscayaan meski isinya belum tentu benar atau kebohongan informasi yang disamoaikan.

“Ini kan sangat berbahaya, suatu kebenaran menjadi kebohongan ataupun sebaliknya kebohongan menjadi suatu kebenaran. Karena itu pengelolaan informasi dan komunikasi melalui wadah tim SIMAN nantinya bagi penting dan strategis karena pengelolaan informasi post trup ini juga sangat penting,” tekannya.

Sembiring juga menyinggung, sekalipun Pemilu dan Pilpres 2019 berakhir, namun berdasarkan data Kominfo menunjukkan grafik peningkagtan berita hoax bukannya menurun, namun justru bertambah. Dengan adanya Medsos ini justru jumlah berita hoax makin meningkat.

“Hal ini harus kita kelola dengan sebaik-baiknyaterlebih bagi daera-daerah mellaui organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengelola informasi seperti Diskominfo dan Humas dan Protokol harus bisa mengelola media social dengan baik. Karena itu kita berikan Bimgtek semacam ini,” ujarnya.

Sembiring sangat yakin dengan jumlah ASN se Indonesia yang sudah mencapai 5 juta ASN sangatlah besar kontribusinya untuk menyeimbangkan berita-berita hoax dengan berita-berita kebaikan, kebenaran dan keberhasilan potensi daerah dalam pembangunan.

“Jika sebgaian saja dari jumlah keseluruhan ASN di daerah bisa kompak dan militan untuk memviralkan berita-berita baik dan mengandung unsur positif maka akan menjadi kekuatan yang cukup dahsat untuk menenggelamkan berita-berita hoax tersebut,” kata sembiring.

Pada Bimtek ini juga, kata Sembiring diajarkan teknik-teknik mengkreasikan disain infografis atau mengeksploitasi potensi daerah diharapkan bisa menjadi wadah medos yang sangat menarik untuk bisa dibaca atau diaploud banyak orang.

“Karena itu pengelola media di daerah nantinya SIMAN ini juga bisa berkembang dengan baik. Karena itu peran ASN dalam memviralkan pesan-pesan pemerintah yang baik sangat diperlukan agar ke depannya pemerintah tidak selalu diganggu atau diserang oleh pihak luar,” harapnya.

Sementara itu Kadis Kominfotik Provinsi Bali I Nyoman Sujana memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terpilhnya Bali sebagai penyelenggaraan kegiatan ini.

“Kami ucapkan selamat dating kepada para peserta dari seluruh Indonesia Bagian Tengah (IBT). Diharapkan para peserta dapat memiliki kemampuan pengolahan data dan informasi untuk bisa menyampaikan informasi yang tepat, celat dan aman dan bermanfaat,” ujarnya. (her, Ruly, Ristu/Tim Kominfo Lobar).

Gubernur NTB: Tantangan Terbesar Pemimpin Politik “Ujian Keikhlasan”

Mataram, Kominfo. Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengingatkan, tantangan terbesar seorang pemimpin, khususnya pemimpin politik yakni ujian keikhlasan yang terus menjadi penghubung hatinya dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan, sosial kemasyarakatan dan pembangunan.
“Jadi saya menilai puncak sebuah ujian keikhlasan adalah bagaimana menempatkan orang yang memuja dan membencinya di posisi yang sama. Tidak boleh ada dendam politik. Tidak boleh ada sakit hati berlebihan. Lupakan masa lalu. Mari songsong masa depan untuk daerah kita yang lebih baik”, ingat Gubernur pada pelantikan dan pengambilan sumpah Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat (Lobar) H Fauzan Khalid –Hj Sumiatun periode 2019-2024 di Mataram, Selasa (23/4/2019).
Gubernur menyatakan, Soal kekompakan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, Gubernur yang akrab disapa bang Zul itu menjelaskan, menjaga harmonisasi itu bukan yang gampang. “Dimana-dimana, kadang-kadang menjaga kesinambungan akibat mengakomodasi kepentingan politik dan lain sebagainya itu gak gampang. Tapi saya yakin Bupati Lombok Barat ini seorang politisi yang jam terbangnya sudah tinggi. Sebagai aktivis, sebagai penyelenggara pemilu dan lain sebagainya, cukup matang untuk merawat kebersamaan”, kata Zulkieflimansyah..
Gubernur berharap agar Kabupaten Lombok Barat dibawah kepemimpinan H Fauzan Khalid dan Hj Sumiatun bisa semakin mengembangkan pariwisata.
“Lombok Barat dianugerahi alam yang sangat indah. Kita sudah sering berkomunikasi. Akan ada banyak hal-hal yang kita kembangkan”, tekan Gubernur.
Pelantikan H Fauzan Khalid dan Hj Sumiatun yang akan menakhodai Lombok Barat lima tahun ke depan tersebut merupakan hasil Pilkada serentak yang berlangsung pada 27 Juni 2018 lalu. Pilkada serentak tersebut juga dilakukan di Kabupaten Lombok Timur, Walikota Bima dan Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat sendiri diangkat berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 131.52-659 Tahun 2019 tentang Pengangkatan Bupati Lombok Barat dan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 132.52-660 tahun 2019 tentang Pengangkatan Wakil Bupati Lombok Barat.
Turut hadir Wali Kota Mataram, Bupati Lombok Timur, Wakil Bupati Lombok Tengah, Forkopimda dan kepala OPD lingkup Provinsi NTB serta Forkopimda dan OPD lingkup Kabupaten Lombok Barat. (her/Kominfo)

Pesona Biota Laut, Jadi Daya Tarik Wisatawan Kunjungi Gili Selatan Lombok

Lombok dikenal banyak menyimpan potensi wisata bahari, terutama keindahan gili (pulau kecil) yang memikat wisatawan.   Setiap orang yang mengunjungi Pulau Lombok pasti akan gili. Di Lombok Barat bagian selatan terdapat tiga gili yang paling digemari wisatawan untuk berlibur. Ketiga gili tersebut diantaranya, Gili Kedis, Gili Sudak dan Gili Nanggu.

Bahkan karena keindahan pantainya itu, ke tiga gili tersebut sempat dikunjungi oleh aktor papan atas sekelas Chico Jericho tahun 2017 lalu.

Aktor papan atas ini memilih untuk plesir ketiga gili tersebut karena terkenal akan keindahan pantai dan pesona biota bawah lautnya.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Ispan Junaidi mengakui wisatawan banyak mendapatkan kesan menarik jika pernah menyambangi pantai selatan Lombok Barat terutama deretan gili yang eksotik yang bisa dilihat dari sepanjang jalan menuju Sekotong.

“Aktivitas menarik yang bisa dilaukan para wisatawan diantaranya, snorkling di tepian pantai di saat itu ia melihat ikan-ikan dan terumbu karang yang berwarna-warni dan indah,” ungkap Ispan, Minggu (21/4).

Menurut mantan Kepala Dinas Dikbud Lombok Barat ini, wisatawan selepas beraktivitas di tiga gili bisa memilih makan siang dengan menu ikan-ikan segar dengan sayur khas Lombok berupa plecing kankung  dan menikmati segarnya kelapa muda.

“Luar biasa sensasinya selepas melakukan jelajah pantai di tiga gili tersebut. Kita harapkan wisatawan apalagi para artis memviralkan keindahan dan segala potensi wisata laut Lombok Barat bagian selatan,” kata Ispan.

Ispan menyebut, keindahan gili di Lombok bagian selatan sering dijuluki sebagai Romantik Island. Pulau yang syarat akan keindahannya dan merupakan pulau yag penuh romantik dan sangat berkesan untuk dikunjungi.

Setelah menikmati keindahan ketiga gili memang membuat pikiran dan tubuh menjadi segar. Hal itu sangat dibutuhkan para wisatawan utamanya kalangan profesional yang selalu disibukkan dengan berbagai aktivitas yang begitu padat. Karena itulah berwisata ke gili di Pulau Lombok menjadi tempat yang pas untuk refreshing. (her)

Tunjukkan Keberagaman, KPPS di Lombok Barat Gunakan Pakaian Adat

Narmada, Kominfo. Beragam tampilan dilakukan petugas anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk menarik perhatian para pemilh pada Pilpres dan pemilihan Legislatif (Pileg), Rabu (17/4) di NTB. Tampilan dimaksud yakni para petugas  KPPS di TPS 01 dan TPS 05, Desa Gerimak Indah, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat kompak untuk mengenakan pakaian adat dalam melayani para pemilih untuk menggunakan hak suaranya.

Ketua KPPS TPS 01 Desa Gerimak Indah, Lombok Barat Komang Lanus menjelaskan, di TPS tempatnya ia bertugas seluruh anggota KPPS disepakati untuk menggunakan pakaian adat khas Sasak dan Bali.

“Pasalnya pemilih di lingkungan TPS kita kan berbaur antara masyarakat Lombok dan Bali. Kita tunjukkan kebersamaan dalam wadah NKRI meski suku dan agama kita berbeda. Kita eratkan persatuan melalui pesta demokrasi ini,” ujarnya Gerimaq, Narmada  Rabu (17/4) petang.

Dia menambahkan, sebelum anggota KPPS bertugas pada Pemilu April 2019 ini pihaknya telah memutuskan busana atau kostum yang akan dikenakan pada puncak pemungutan suara (17/4). Karena itu disepakati menggunakan pakaian adat dalam memberikan pelayanan pada para pemilih yang akan menggunakan hak suaranya.

Dikatakan, Komang di TPS lingkungannya jumlah pemilih dari masyarakat Lombok dan masyarakat Bali hampir sama. Jumlah keseluruhan pemilih tetap di lingkungannya sebanyak 240 orang.

“Setelah kita melakukan penghitungan suara khusus Capres perolehan suara yang diperoleh kedua Capres berimbang. Namun kita memahami semua itu adalah fakta pilihan yang harus kita hargai. Yang jelas penghitungan suara hingga tengah malam di sini cukup aman dan lancar,” kata Komang.

Komang juga menjelaskan, jika tingkat partisipasi pemilih di lingkungannya cukup tinggi. Warga yang sudah mendapatkan surat panggilan untuk memilih sejak pagi sudah berbondong-bondong mendatangi TPS. Karena itu proses pemilihan cepat selesai. (her/Kominfo)

Lahan Pesisir Mulai Ditanami Mangrove

Persentase lahan pesisir laut di Lombok Barat yang dikatagorikan cukup kritis. Pasalnya ditemukan sebanyak 30 persen dari luas lahan sebanyak 362  hektar mengalami kritis. Karena itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar melakukan rehabilitasi dengan menanam bibit mangrove.

Staf ahli Bidang Ekologi dan Sumberdaya Laut KKP Aryo Hanggono, pada gerakan ayo menanam mangrove mengatakan Desa Cendi Manikove, di Desa Cendi Manik, Sekotong Rabu lalu dipilih karena faktor kerentanan. Daerah ini termasuk kawasan rawan tsunami. Selain itu, Cendi Manik juga perlu rehabilitasi sebagai Green Belt (perlindungan) terhadap abrasi. “Dari kegiatan kita ini, ada manfaat ekonomi kedepan. Yakni membuka peluang kerja dan mata pencaharian baru,” jelasnya. (lebih…)

Realisasi Tanam Di Lobar Hingga Januari 2016 Seluas 247 Hektar

Panen raya Padi Sidekarya, Bt. Kumbung, 29 Febr. 2016 (2)Realisasi tanam sejak bulan Oktober 2015 hingga Januari 2016 di kabupaten Lombok Barat seluas 247,42 hektar. Secara khusus di Desa Batu Kumbung, realisasi panennya hingga 26 Februari lalu mencapai 126 hektar. Adapun produksi rata-rata saat ubinan padi mencapai 7,75 ton/hektar gabah kering panen

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Lobar diwakili Sekda Ir. H. Moh. Taufiq, M.Sc saat melakukan panen raya padi serempak bersama 7 provinsi se-Indonesia di Dusun Sidekarya, Desa Batukumbung, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Senin (29/2).

Panen raya tersebut dihadiri Direktur Serealia Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Nandang Sunandar, MP, Kasdam IX Udayana Brigjen. Inf. I Made Sumantra, SH, Gubernur NTB TGH. Zainul Majdi, Danrem 162 WB, Kol. CZI. Lalu Rudi Ircham Srigede, Kepala SKPD provinsi NTB dan ratusan petani setempat.

Meskipun hasil tersebut terbilang memuaskan, lanjut Ir. H. Moh. Taufiq, M.Sc, namun tak boleh cepat berpuas diri. Peningkatan produksi tanaman, baik kualitas dan kuantitasnya harus terus dilakukan, mengingat pertumbuhan pendudukan dari waktu ke waktu terus meningkat.

Akan tetapi untuk mencapai tujuan tersebut tidaklah mudah. Karena saat ini masih menghadapi beberapa kendala. Diantaranya, produktifitas lahan yang belum optimal akibat belum maksimalnya penerapan teknologi. Selain itu masih belum memadainya sarana dan prasarana serta masih banyaknya petani yang menggunakan bibit bermutu rendah.

“Untuk mengatasi masalah tersebut kami berharap kiranya pihak Provinsi NTB dapat memberikan bantuan berupa sarana dan prasarana pertanian. Saat ini kami membutuhkan alat dan mesin pertanian seperti hand traktor, combine harvester padi dan jagung, rice transplanter, mesin pompa air, serta pengembangan dan rehabilitasi jaringan irigasi pertanian,” kata Taufiq.

Pada tahun 2015 lalu, kata Sekda petani di Lobar sudah diberikan program Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GPPTT) padi hibrida seluas 2000 hektar dengan nilai 7,3 miliar rupiah, GPPTT jagung hibrida 1000 hektar dengan nilai 2,1 miliar rupiah, GPPTT kedelai untuk areal seluas 3000 hektar dengan nilai 5,4 miliar rupiah.

Bantuan lainnya yakni perluasan areal tanam jagung 3500 hektar, bantuan benih bersubsidi 11.500 hektar, dan rehabilitasi jaringan irigasi 7400 hektar, optimalisasi lahan 5.084 hektar, peningkatan System of Rice Intensification (SRI).

“Untuk alat dan mesin pertanian, para petani kita sudah mendapatkan hand traktor roda 2 sebanyak 45 unit, roda 4 sebanyak 1 unit, dan rice harvest 31 unit,” kata Taufiq.

Ditambahkan Taufiq, berbekal sarana dan prasarana yang tiap tahun diberikan itu, para petani bisa meningkatkan hasil panennya dari tahun ke tahun. Akan tetapi meski bagaimanapun melimpahnya hasil panen, namun kalau tidak didukung dengan harga yang pantas, maka tetap saja kesejahteraan petani tak bisa meningkat.

Sebagaimana dimaklumi bahwa apabila musim panen tiba, hasil panen padi para petani di daerah cukup melimpah. Di satu sisi kondisi ini sangat membahagiakan petani, namun di saat yang sama justru membuat hati menjadi miris, sebab melimpahnya hasil panen justru membuat harga anjlok.

“Untuk itu kami berharap agar Pemerintah Provinsi NTB bisa menekan Bulog agar bersedia membeli hasil panen para petani kita. Dengan demikian para petani bisa tersenyum gembira karena mendapat keuntungan yang sepantasnya dari hasil panen mereka yang berlimpah” ungkapnya. (her)

Serba-Serbi Maulid, Di Lobar, Dari Sepakbola Sarung Hingga Gendong istri

sepakbola sarungSemarak peringatan maulid nabi Besar Muhammmad SAW di Lombok khususnya dilakukan dengan beragam kegiatan bernuansa islami ataupun gelar hiburan masyarakat yang muaranya satu makin memperkuat hubungan kekerabatan, media silaturrahmi dan mempererat semangat ukuwah islamiyah antar sesama muslim.

Karakteristik masing-masing desa di Lombok tentu berbada dalam tahap pelaksanaannya. Di Dusun Paok Dodol, Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat misalnya, menjelang hari H pelaksanaan Maulid yang direncanakan Kamis (7/1) mendatang, diantaranya diisi dengan pertandingan sepakbola antar warga setempat dengan mewajibkan bagi para pemainnya mengenakan sarung. Tentu saja olahraga yang satu ini tidak saja menyedot warga setempat, juga mencuri perhatian pengendara kendaraan bermotor lainnya untuk melihat langsung lomba sepakbola unik yang mengharuskan pemainnya mengenakan sarung.

Tentu saja dalam lomba seperti ini, selain menjadi tontonan gratis bagi warga, juga sebagai wahana hiburan masyarakat setempat, karena sesekali dalam permainannya tampak kocak ditambah banyolan presenter yang mengundang gelak tawa para penonton. Selain itu ajang silaturrahmi juga makin terlihat erat antar warga. Dan yang menarik justru joget bersama dilakukan bagi klub yang menang diiringi dengan diputarnya music-musik dangdut riang yang menghibur hati.

Panitia penyelenggara Dedi, S Minggu (3/1) di Paok Dodol menjelaskan, selain olahraga sepakbola dangdut bersarung dalam rangka peringatan maulid Nabi Besare Muhammad SAW, juga digelar berbagai lomba hiburan lainnya. Diantaranya lomba makan kerupuk bagi anak-anak, lomba memukul kendi, lomba membaca ahyat-ayat pendek, lomba AZAN, musabaqoh. “bahkan yang ditunggu-tunggu pada waktunya nanti yakni lomba menggendong istri yang akan ramai pengunjung,” kata Dedi (her).

 

Perang Topat Simbol Persaudaraan Islam dan Hindu Di Lombok

Perang Topat (3)Selain wisata alam yang tersebar di berbagai penjuru, di Lombok juga terdapat banyak sekali wisata budaya, diantaranya adalah “TRADISI PERANG TOPAT” yang merupakan tradisi turun temurun yang mulai dilakukan sepeninggal penjajahan Bali di Lombok di masa lampau. Tradisi ini di lakukan dengan cara saling lempar dengan menggunakan ketupat antara Ummat Islam dan Ummat Hindu Lombok. Dengan menggunakan pakaian adat khas Sasak dan Bali ribuan warga Sasak dan umat Hindu bersama-sama dengan damai merayakan upacara keagamaan yang dirayakan tiap tahun di Pura Lingsar, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Perang Topat (6)Sebagaimana evennya digelar, Kamis (26/11-2015) di pelataran Pura Lingsar digelar tradisi tahunan bernama Perang Topat. Keunikann tradisi ini mengundang kalangan pejabat seperti Plt. Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, beserta segenap anggota Muspida, Kadis Pariwisata Lombok Barat Ispan Junaidi dan tentunya wisatawan asing yang dibawa para tour operator turut menyaksikan tradisi yang merupakan bentuk manifestasi kerukunan dua ummat beragama Muslim di Lombok dan Hindu Bali yang tinggal di Lombok.

Ketua Pengelola Kemaliq Lingsar, Lalu Suparman Taufik menjelaskan, Prosesi Perang Topat dimulai dengan mengelilingkan sesaji berupa makanan, buah, dan sejumlah hasil bumi sebagai sarana persembahyangan dan prosesi ini didominasi masyarakat Sasak dan beberapa tokoh umat Hindu yang ada di Lombok. Sarana persembahyangan seperti kebon odek, sesaji ditempatkan didalam Pura Kemalik.

Perang Topat (5)Prosesi kemudian dilanjutkan dengan perang topat, bertepatan dengan gugur bunga waru atau dalam bahasa Sasaknya “rorok kembang waru” yakni menjelang tenggelamnya sinar matahari sekitar pukul 17.30. Perang topat merupakan rangkaian pelaksanaan upacara pujawali yaitu upacara sebagai ungkapan rasa syukur umat manusia yang telah diberikan keselamatan, sekaligus memohon berkah kepada Sang Pencipta. (her-humas)

Calon TKI Kuripan Dan lembar Diberi Pembinaan

Pembinaan TKI (2)Tak sedikit persoalan yang dihadapi para calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI), baik prosedur , persyaratan maupun persoalan krusial dalam hubungannnya dengan industrial ketenaga kerjaan hingga selesainya masa kontrak khususnya para TKI yang hendak bekerja ke luar negeri. Karena itu Bagian Administrasi Kesra Setdakab. Lombok Barat menginisiasi persoalan tersebut dengan melakukan pembinaan kembali bagi para calon TKI asal Lombok Barat dari Kecamatan Lembar dan Kuripan Sebanyak 100 orang peserta  mulai 23-24/11-2015 lalu di aula Baznasda Lombok Barat.  Selaku nara sumber pada kesempatan tersebut diantaranya H. Muktasimbillah, S.Sos, SE, MM Kabag. Adm. Kesra Lobar dengan materi “Kebijakan dan Perlindungan Pemda Bagi Calon TKI Di Kabupaten Lombok Barat , “Strategi Pembinaan Tenaga Kerja Berbasis Kompetensi Di Kabupaten Lombok Barat” oleh  Kabid. Pelatihan, Penempatan Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Drs. Mujtahidin dan Agus Martimbang S.Sos dengan materi pentingnya identitas kependudukan bagi masyarakat. Moderator kegiatan ini disampaikan Hj. Dewi Dahliana Kasubag Nakertrans Bag. Adm. Kesra Setda. Lobar.

Pembinaan TKI (1)Kabag. Adm. Kesra Lobar, H. Muktasimbillah menjelaskan,  data yang diakses dari Disnakertrans. Lobar menunjukkan, jika hingga saat ini jumlah tenaga kerja yang ada di Kabupaten Lombok Barat sebanyak 394.837 orang, sedangkan tenaga kerja asing berjumlah 32 orang yang bekerja pada 24 perusahaan yang tersebar pada daerah di Kabupaten Lombok Barat.

Sehubungan dengan hal tersebut Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah perlu menetapkan kebijakan yang dapat memberikan kesempatan kerja kepada setiap orang baik di dalam hubungan kerja maupun di luar hubungan kerja. “Pemerintah menjadi salah satu kunci penting di dalam banyak hal yang berhubungan dengan ketenagakerjaan,”kata Muktasimbillah.

Sedangkan informasi pekerja yang ada di Kabupaten Lombok Barat, sebagaimana tertuang pada UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2013 tentang     Perluasan Kesempatan Kerja mengatur mengenai kebijakan Pemerintah Pusat dan Pemda yang diarahkan kepada penciptaan dan perluasan kesempatan kerja. Perencanaan Tenaga Kerja dan Informasi Ketenagakerjaan, dalam rangka pembangunan ketenagakerjaan, pemerintah menetapkan kebijakan dan menyusun perencanaan tenaga kerja secara berkesinambungan yang meliputi,  Penduduk dan tenaga kerja, Kesempatan kerja, Pelatihan kerja termasuk kompetensi kerja, Hubungan industrial, Kondisi lingkungan kerja, Pengupahan dan Kesejahteraan tenaga kerja dan Jaminan sosial tenaga kerja.

Dalam hubungan itu, Pemerintah Daerah melakukan pembinaan pelatihan kerja dan produktivitas  yang dilakukan melalui pengembangan budaya produktif,  kerja teknologi, dan efisiensi kegiatan ekonomi menuju terwujudnya produktivitas nasional.

Sedangkan penempatan tenaga kerja ini menurut Muktasimbillah diarahkan tepat sesuai dengan keahlian dan kemampuannya, pelaksana penempatan tenaga kerja ini wajib memberikan perlindungan sejak rekrutan sampai penempatan tenaga kerja yang mencakup kesejahteraan, keselamatan, dan kesehatan baik mental maupun fisik tenaga kerja.

Kabid. Pelatihan, Penempatan Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Dinsosnakertrans Lobar, Drs. Mujtahidin menyatakan, identifikasi permasalahan Dinsosnakertrans Kab. Lobar berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan yakni, kurangnya ketersediaan sumber daya aparatur yang berkualitas, disiplin dan berintegritas, permasalahan tingginya angka pencari kerja dan masih banyaknya perselisihan antar serikat pekerja.

Adapun program peningkatan kesempatan kerja meliputi, kegiatan Kelembagaan Produktivitas dan Pelatihan Tenaga Kerja, kegiatan Penyusunan Informasi Bursa Tenaga Kerja dan kegiatan Kesempatan Kerja.  Sedangkan Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga ketenagakerjaan meliputi, kegiatan Fasilitasi Prosedur pemberian Perlindungan Hukum dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, kegiatan Peningkatan Pengawasan dan Perlindungan dan Penegakan Hukum Terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Kecuali itu Mujtahidin menyebutkan, permasalahan penempatan tenaga kerja meliputi, Jumlah pencari kerja aktif (dalam negeri) terdaftar               sebesar      2.029 orang (Laki-laki : 1.057 dan         Perempuan : 972). Penempatan TKI ke luar negeri  dihadapkan pada tingkat pendidikan rendah,  Ketidaklengkapan dokumen keberangkatan, lemahnya perlindungan hukum, koordinasi lintas sektoral/lembaga masih lemah.

Dari Disdukcapil Lobar, Agus Martimbang mengharapkan agar masyarakat yang belum membuat KTP untuk segera melakukan perekaman di Kantor Disdukcapil Lombok Barat.  KTP penting dibuat karena menyangkut dokumen persayaratan yang harus tersedia dalam setiap kebutuhan baik untuk melamar kerja, menjadi TKI ataupun untuk pembuatan KK, akte nikah dan lain sebagainya. “Diusahakan agar data yang ada di KTP harus sama dengan data-data lainnya baik yang ada di KK maupun dokumen penting lainnya seperti SIM, paspor dan sebagainya. “Kaitannya dengan para calon TKI, KTP penting dimiliki sebagai dokumen yang wajib diperlukan dapam pembuatan paspor bagi calon TKI ke luar negeri,” kata Agus. (her-humas)

Maraknya Miras dan Narkoba, Bakesbangpol Gelar Penyuluhan

IMG_0854Penyakit Masyarakat (Pekat) tak pernah luput sedikitpun dari ekplore media massa saat ini. Pekat sellau menghiasi halaman media masa baik media cetak, online ataupun media social lainnya. Karena itulah Badan Kesatuan bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Lombok Barat menggelar penyuluhan pencegahan peredaran Minuman Keras (Miras) dan Narkoba di aula Kementerian Agama Lobar, Selasa (24/11) lalu.

Kepala Bakesbangpol Lombok Barat, H. Ahdiyat Subiantoro, SH saat membuka kegiatan tersebut menjelaskan, sasaran Pekat bukan saja nak-anak muda tapi juga orang dewasa dari berbagai lapisan masyarakat seperti PNS, polisi, TNI. Pekat merupakan perilaku menyimpang yang terjadi dalam kehidupan social kemasyarakatan.

IMG_0848Ahdiat menambahkan bentuk penyakit social masyarakat diantaranya penyalahgunaan narkoba dan Miras. Narkoba awalnya digunakan untuk member efek nyaman dan dapat menghilangkan rasa sakit pada praktek medis. Namun disalahgunakan oleh masyarakat yang membuatnya menjadi kecanduan. Padahal kalau sudah kecanduan berakibat merusak system syaraf manusia bahkan dapt menyebabkan kematian.

Sementara Miras memiliki kandungan alcohol lebih dari lima persen. Penyalahgunaan Mkiras yang tidak sesuai ambang batas akan fatal akibatnya bagi kesehatan. “Di beberapa wilayah ada jamu atau minuman tradisional yang digolongkan Miras. Jika saja tak digunakan berlebihan jamu bias digmanfaatkan untuk pengobatan dan kesehatan tubuh. Sayangnya minuman tradisonal ini dikonsumsi secara berlebihan dan dilakukan pesta minuman sehingga mabuk-mabukan,” kata Ahdiyat.

Karena itu kata Ahdiyat, diperlukan tindakan-tindakan yang dapat mencegah peredaran dan penyalahgunaan Miras ataupun narkoba di Lobar dengan membuat kebijaka-kebijakan yang mengarah pada pencegahan seperti membentuk Forum Percepatan, Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (Forum P4GN) Lobar. Forum ini bertugas melakukan penyuluhan-penhyuluhan kepada masyarakat melalui SKPD terkait sesuai dengan tupoksinya.

Kecuali itu Ahdiyat menambahkan, perlu dilakukan perubahan perilaku seperti menanamkan kesadaran hidup sehat, menanamkan pemahamn agama oleh para tokoh masyarakat, membangun dan mencipgtakan hubuingan antar sesame baik di lingkungan rumah, sekolah dan akntor. Selain itu dihimbau kepada para orangtua, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda untuk memberikan tauladan yang baik guna mencegah peredaran dan penyalahgunaan Mkiras dan narkoba di lingkungan masing.masing.

IMG_0859Ketua panitia penyelenggara, Moh. Ilyas, SH melaporkan, Mkiras dan narkoba sampai saat ini sudah sangat mewabah dalam masyarakat, penyebarannya tak lagi mengenal status social, ekonomi dan usia. Sedangkan narkoba juga tak mengenal batasan umur dan status tua muda bahkan anak-anak banyak yang terjerat narkoba.

Maksud dan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini, lanjut Ilyas, dalam rangka menunjang program Pemkab. Lobar untuk meningkatkan upaya pemberantasan penyakit masyarakat yakni penyalahgunaan Miras dan narkoba. “Adapun peserta penhyuluhan sebanyak 40 orang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh wanita/PKK/Dharma Wanita Kecamatan, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDN), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Anggota Satgas Forum Percepatan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (FP4GN), jelas Ilyas. (her-humas)

1 2 3 4 5 6 26