Lestarikan Budaya, Desa Selat Gelar “Malean Sampi”

Giri Menang, 15 Maret 2020-Event budaya Malean Sampi (mengejar sapi, red) kembali digelar para petani peternak di Desa Selat, Kecamatan Narmada, Kab. Lombok Barat (15/3).

Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid mengaku meski di saat yang bersamaan dirinya akan menghadiri rapat terkait Covid-2019 di provinsu NTB, namun dirinya menyempatkan diri hadir di momen yang menjadi salah satu calender of event pariwisata di Lombok Barat.

Atas terselenggaranya kegiatan ini bupati memberi apresiasi atas inisiatif masyarakat Desa Selat yang menggelar kegiatan budaya ini secara mandiri sebagai sebuah inovasi desa yang harus tetap ditumbuhkembangkan bagi upaya memajukan pariwisata di Lombok Barat dengan tetap melestarikan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat petani peternak khususnya.

Bupati menjelaskan, sebelumya meminta Dinas Pariwisata Lombok Barat untuk menginventarisir potensi-potensi pariwisata di masing-masing desa yang bisa dijadikan event menarik untuk bisa menarik minat wisatawan berkunjung ke Lombpk Barat.

“Dan sudah ada puluhan proposal dari desa desa di Lombok Barat yang sudah menyodorkan potensi potensi event di masing masing desanya yang bisa digelar, ” ujar Bupati.

Bupati juga mengungkapkan, tidak hanya sekedar daftar event dimaksud sudah didaftar, namun juga jauh lebih penting bagaimana event tersebut bisa dipublikasikan secara masif dan seluas-luasnya melalui berbagai media yang ada. Dengan demikian event event tersebut bisa lebih dikenal dari domestik hingga mancanegara.

Bupati juga salut terhadap masyarakat Selat yang tetap mempertahankan tradisi

“Manoang”, sebuah tradisi mengantarkan makanan ke sawah bagi keluarga yang bekerja di sawah. Tradisi ini harus dilestarikan karena merupakan peninggalan orangtua terdahulu.
“Tradisi ini harus tetap dipertahankan, mengingat di zaman modern saat ini tradisi ini sudah mulai menghilang, ” ungkap Fauzan.

Menyinggung tentang virus corona yang saat ini menjadi isu internasional, bupati meminta masyarakat untuk tidak menghadapinya secara berlebihan bahkan panik. Bupati mengingatkan agar kewaspadaan dini harus tetap dijaga. Caranya, masyarakat harus tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan masing-masing.

“Pemerintah dalam menghadapi wabah ini tidak tinggal diam, namun tetap bekerja keras memberikan pemahaman dan mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan selalu menjaga kebersihan, ” ungkap bupati.

Kepala Desa Selat Sabudi melaporkan, Malean Sampi ini diikuti 47 pasang sapi sebagi peserta dari kecamatan Narmada dan Lingsar. Malean Sampi dijadikan sebagai wahana silaturrahmi antar petani peternak dan sebagai wujud syukur atas panen padi yang sudah dilakukan.

Sebelumnya dilakukan carnaval puluhan pasangan sapi yang turut serta pada even ini yang startnya dari Kantor Desa Selat dan finis di arena lomba.

Pada kesempatan tersebut hadir Camat Narmada dan anggota Muspika, anggota DPRD Lombok Barat Dapil Lingsar Narmada, bahkan terpantau lima orang wisatawan asal Eropa yang turut menyaksikan event ini.

Sumber : Humas Lobar

Lestarikan Budaya, Desa Selat Gelar "Malean Sampi"Giri Menang, 15 Maret 2020-Event budaya Malean Sampi (mengejar…

Dikirim oleh Humas Protokol Lombok Barat pada Minggu, 15 Maret 2020

Bupati Lombok Barat Terima LHP Dana Parpol dan Serahkan Laporan Keuangan 2019 ke BPK NTB

Giri Menang, Jum’at, 13 Maret 2020 – Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Fauzan Khalid kembali menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Perwakilan NTB atas Laporan Pertanggungjawaban Penggunaan Dana Bantuan Partai Politik (Parpol) dari APBD Tahun 2019.

Di tempat yang sama, Bupati Fauzan juga menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat Tahun 2019 untuk diaudit oleh BPK Perwakilan NTB. Bersama Ketua DPRD Lombok Barat Hj Nurhidayah Bupati menerima dan menyerahkan LHP BPK Perwakilan NTB TA 2019 tersebut di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTB di Mataram, Jum’at (13/3/2020).

Selain Bupati dan Ketua DPRD Lombok Barat, prosesi yang sama juga diberikan dan diserahkan kepada Pemrov dan DPRD NTB, Bupati dan Walikota serta Ketua DPD Kabupaten/Kota se NTB.

Ketua BPK Perwakilan NTB, Hery Purwanto, M.M menjelaskan, yang diperiksa dari laporan penggunaan dana bantuan Parpol dari APBD ada empat hal, yakni tepat rekening, tepat jumlah, tepat bukti dan tepat Penggunaan.

“Kepada Pemprov dan DPRD NTB serta Pemda dan DPRD Kabupaten/Kota se NTB disampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya atas tanggung jawab pengelolaan keuangan terutama untuk bantuan dana parpol yang telah digunakan sebaik-baiknya sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan.

Diharapkan dengan penggunaan dana parpol yang tepat sasaran, akuntable bisa memberikan kebermanfaatan yang semakin baik bagi masyarakat NTB khususnya,” ungkap Hery.

Ketua BPK NTB juga mengaku bangga dan terus memberikan pendampingan pengelolaan dan penggunaan keuangan daerah. Sehingga hampir seluruh kabupaten/kota se NTB rata-rata sudah mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualiaan (WTP).

“Untuk laporan dengan kategori sesuai kriteria berarti semua laporan keuangannya sudah sesuai dengan standar laporan keuangan yang ada. Namun untuk kategori sesuai kriteria dengan pengecualian tertentu artinya laporan keuangan yang disampaikan ada beberapa item yang harus disesuaikan lagi agar bisa sesuai dengan standar laporan keuangan yang ada. Kami juga berharap agar tata kelola keuangan akan semakin baik ke depannya,” ungkap Hery Purwanto.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumbawa Barat Abidin Nasar mewakili unsur DPRD Kabupaten/kota se NTB berharap agar laporan penggunaan dana Parpol ke depan harus dilakukan perbaikan sesuai LHP BPK. BPK tidak mencari kesalahan tetapi mencari sesuatu yang harus diperbaiki.

Terpisah Gubernur NTB H Zulkieflimansyah menyatakan, laporan penggunaan dana Parpol menjadi catatan bagi pimpinan Parpol. Laporan Keuangan Daerah, menjadi beban moril bagi daerah terlebih semua daerah di NTB sudah menerima opini WTP dari BPK.

“Mempertahankan lebih berat dari pada meraihnya. Diharapkan pengelolaan keuangan semakin baik dan akuntabel ditahun-tahun yang akan datang,” kata Gubernur.

Sumber : Humas Lobar

Bupati Lombok Barat Terima LHP Dana Parpol dan Serahkan Laporan Keuangan 2019 ke BPK NTBGiri Menang, Jum’at, 13 Maret…

Dikirim oleh Humas Protokol Lombok Barat pada Jumat, 13 Maret 2020

Bupati Sampaikan dan Serahkan Draft LKPJ Pemerintah Daerah Tahun 2019

Giri Menang, 12 Maret 2020. Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid S.Ag., M.Si menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Lombok Barat tahun 2019, pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lombok Barat di Gedung Sidang DPRD Kabupaten Lombok Barat, Kamis (12/03)

Penyampaian LKPJ tersebut untuk memenuhi kewajiban pertanggungjawaban kepala daerah yang berisi pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan tahun 2019. LKPJ ini berisi informasi yang mencakup penyelenggaraan urusan desentralisasi yang meliputi 6 urusan wajib terkait pelayanan dasar, 18 urusan wajib yang tidak terkait pelayanan dasar, 6 urusan pilihan dan 4 urusan pemerintahan sebagai fungsi penunjang. Substansinya adalah hasil pelaksanaan RKPD Tahun 2019 sekaligus merupakan tahun terakhir dari periode RPJMD tahun 2014-2019.

Dikatakan Bupati Fauzan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sudah melewati tahun 2019 lalu dengan cukup berat. Ada agenda pemilihan umum, juga masih dalam proses penanganan pasca gempa yaitu Rehab dan Rekon Rumah Masyarakat pasca Bencana Tahun 2018.

“Sepanjang tahun 2019 lalu, kinerja pemerintahan daerah sudah dilaksanakan secara optimal, walaupun hasil yang diperoleh masih berada di bawah dari target. Namun di balik itu semua, kondisi kita di tahun 2019 lalu itu sudah mulai membaik dari kondisi tahun 2018. Beberapa prestasi tetap dapat kita raih, tetapi di sisi lainnya ada beberapa target indikator justru ada yang melemah. Kondisi tersebut membuat kita terus memperbaiki diri dengan senantiasa melakukan sinkronisasi, sinergi, dan memperhatikan komplementaritas antar program di OPD, dengan Pemerintah Provinsi serta Pemerintah Pusat,” kata Bupati Fauzan di hadapan para Anggota DPRD Lobar, Muspida dan Kepala OPD.

Dibacakan bupati, meskipun berada dalam tahun yang sulit Pemkab Lobar patut berbangga dengan ditetapkannya Pemkab Lobar memperoleh predikat Terbaik dalam penyusunan dokumen Perencanaan dari Provinsi NTB.

Di akhir penyampaiannya Fauzan berharap, dengan kemampuan fiskal daerah dari aspek pendapatan yang masih tidak proporsional dengan kebutuhan belanja pembangunan, di Tahun Anggaran 2020 diupayakan skema pembiayaan yang lebih progresif.

“Alhamdulillah mitra kerja kami para anggota DPRD telah memberi persetujuan untuk skema Pinjaman Daerah. Insya Allah kebutuhan pembangunan kita untuk Rumah Sakit, Jalan, dan mengembangkan destinasi wisata bisa kita realisasikan di tahun ini. Demikian pula halnya dengan mengatasi Peneriangan Jalan Umum yang jumlahnya puluhan ribu,”pungkasnya.

Sumber: Humas Lobar

Bupati Sampaikan dan Serahkan Draft LKPJ Pemerintah Daerah Tahun 2019Giri Menang, 12 Maret 2020. Bupati Lombok Barat,…

Dikirim oleh Humas Protokol Lombok Barat pada Kamis, 12 Maret 2020

KASUM TNI TINJAU PROGRES RTG DI LOMBOK BARAT

Giri Menang, 12 Maret 2020- Kedatangan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letnan Jenderal TNI Joni Supriyanto disambut Bupati Lombok Barat H.Fauzan Khalid bersama Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani melakukan peninjauan Rumah Tahan Gempa (RTG) yang telah selesai dibangun dan ada beberapa masih dalam progres pembangunan korban gempa tahun 2018 lalu, di Dusun Wadon, Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Rabu (12/3).

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid di sela-sela peninjauan mengatakan Kasum TNI Letnan Jenderal Joni Supriyanto ingin melihat sejauh mana progres pembangunan RTG di Nusa Tenggara Barat (NTB) secara umum dan lebih khusus lagi di Kabupaten Lombok Barat.

Fauzan menambahkan, Dusun Wadon, Desa Kekait ini dipilih karena merupakan salah satu lokasi yang terdampak gempa tahun 2018 lalu dengan tingkat kerusakan paling parah di Kecamatan Gunungsari.

“Peninjauan pembangunan RTG ini, kita pastikan pembangunan yang sudah jadi 100 persen dan sudah bisa ditempati oleh masyarakat korban gempa. Dan ada beberapa persen masih dalam progres untuk kita percepat pembangunannya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar Mahnan menjelaskan, di Desa Kekait ini sebanyak 1.210 unit Rusak Berat, 506 unit Rusak Sedang dan 351 unit Rusak Ringan dari korban gempa tahun 2018 lalu.

“Untuk mendukung penuntasan sisa pembanguan RTG di Desa Kekait dari hasil pekerjaan, untuk pembangunan rumah masyarakat kita yang sudah jadi sebanyak 782 unit dan masih dalam progres 428 unit dari jumlah 1.210 unit Rusak Berat,” tuturnya.

Mahnan berharap, kedepan semoga Pembangunan RTG ini cepat tuntas karena ini cukup lama sudah satu tahun lebih masyarakat yang terkena gempa masih ada masyarakat yang belum menempati rumahnya.

“Walaupun dari kesiapan pendanaan dari pusat sudah kita salurkan. Sehingga sekarang ini progres pembangunan untuk dipercepat, semoga dengan kedatangan Kasum TNI Letnan Jenderal Joni Supriyanto dan jajaran TNI untuk bisa mensupport masyarakat untuk segera menuntaskan pembanguan RTG,” harapnya.

Sumber : Humas Lobar

KASUM TNI TINJAU PROGRES RTG DI LOMBOK BARATGiri Menang, 12 Maret 2020- Kedatangan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letnan…

Dikirim oleh Humas Protokol Lombok Barat pada Kamis, 12 Maret 2020

Bupati Fauzan: DD dan ADD Harus Dipertanggungjawabkan

Giri Menang, Kamis, 12 Maret 2020. Bupati Lombok Barat, H.Fauzan Khalid meminta, dana desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) harus benar-benar dipertanggungjawabkan. Pertanggungjawaban itu utamanya yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa yang dilakukan di desa.

Kata Fauzan, DD bersumber dari APBN dan ADD dari APBD. Dana yang dikelola ini, lanjutnya adalah dana negara dan dana masyarakat. Dengan begitu, dana ini pada setiap pengeluarannya supaya bisa dipertanggungjawabkan.

“Berbuat baik tidak cukup dengan niat, tetapi butuh dukungan pertanggungjawaban baik administrasi maupun prosedur tahapan-tahapannya harus bisa dipertangungjawabkan,” pinta Fauzan saat membuka acara Sosialisasi Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa di Desa dan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KBPU) di Senggigi, Kamis (12/2/2020).

Secara rinci dikatakan, terkait dengan pertanggungjawaban DD dan ADD ini, ada empat hal yang sangat perlu dipedomai oleh kepala desa (kades).

Yang pertama, sebut Fauzan, adalah pekerjaan fiktif. Jika hal itu terjadi, maka tidak ada jalan pemeritah daerah untuk memberikan bantuan.

“Tolong temen-temen kepala desa, ini menjadi atensi dan perhatian, karena mengingat resiko besar yang akan didapatkan,” tegasnya di hadapan Tim Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Tim Kemenkeu, Bapenas, Tim PJPK Proyek KBPU PJU Lombok Barat, sejumlah Kepala OPD serta seluruh Kepala desa se-Lombok Barat.

Hal kedua sebutnya, berkaitan dengan kurangnya volume. Hal ini juga butuh atensi. Jika ini terjadi, solusinya meminta kekurangannya itu dicukupkan terkait spesifikasi barang dan dikembalikan uangnya ke kas negara.

Hal ketiga adalah terkait pajak. Fauzan memuji, kepala desa se-Lombok Barat, semua memungut pajak. Namun tidak semua disetor ke negara. Kemungkinan ini bisa dilihat menjadi dana taktis di desa, meskipun ini berpotensi menjadi sebuah temuan. Metode pemungutan pajak juga banyak yang keliru. Langsung dipungut sebesar 11,5 persen. Hematnya, seharusnya 10 persen dulu, baru 1,5 persen.

“Ini harus disetor ke negara, 10 persen ke daerah dan 1,5 persen ke pemerintah pusat,” tegas bupati.

Selanjutnya, Fauzan menyebut hal keempat yaitu terkait dengan masalah silva. Silva sering juga tidak disetor ke rekening. Fauzan mengaku tidak tahu apakah silva ini dipakai untuk membangun atau diarahkan kemana.

“Yang pasti ini tidak boleh, harus dikembalikn ke APBdes dan APBdes perubahan tahun berikutnya. Ini rekan-rekan kepala desa, empat hal penting yang saya sampaikan,” tutup Fauzan seraya berharap, ke depan desa bisa diaudit sekali setahun, kendati SDM dinilai sangat kurang, terutama kurangnya auditor dan tenaga yang memiliki kapibilitas di Inspektorat.

Sumber : Humas Lombok Barat

Bupati Fauzan: DD dan ADD Harus Dipertanggungjawabkan Giri Menang, Kamis, 12 Maret 2020. Bupati Lombok Barat, H.Fauzan…

Dikirim oleh Humas Protokol Lombok Barat pada Kamis, 12 Maret 2020

 

Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid Ajak Satuan Pendidikan Bersinergi

Giri Menang. 10 Maret 2020. Tingkatkan Mutu dan kualitas Pendidikan di Kabupaten Lombok Barat Bupati H. Fauzan Khalid ajak para guru dan satuan pendidikan bersinergi. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah di Aula Dikbud Lombok Barat. Selasa, (10/3).

“Mudahan-mudahan Rapat kordinasi konsolidasi antar satuan pendidikan menghasilkan kualitas pendidikan di Lombok Barat semakin baik dan NTB pada umumnya, “ujar Fauzan.

Ia juga mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh LPMP NTB itu. Sistem pendidikan di alam raya sama tanpa terkecuali, kata Fauzan, sehingga sinergitas satuan pendidikan diharapkannya semua terlibat di semua aspek.

Di situ juga pentingnya sistem komite sekolah dimana sistem ini ada perwakilan unsur tokoh masyarakat dan unsur orang tua wali, sehingga penjaminan mutu pendidikan itu sendiri, ungkap Fauzan, bisa lebih baik.

Sementara itu, Kepala LPMP Provinsi NTB Muhammad Mustari, Ph.D menjelaskan rakor selain untuk mendekatkan Kabupaten Kota dengan LPMP juga ajang koordinasi dan konsolidasi terkait program LPMP yang sudah dilaksanakan maupun yang akan dilaksanakan di tahun 2020.

Selain itu, sebutnya, kabupaten/kota dapat bersinergi dan mensinkronkan informasi serta data yang akan dilakukan di tahun 2020. Termasuk mensinkronkan program dari kementrian apa yang harus dilakukan oleh kabupaten/kota dan mana yang harus dilakukan LPMP. Diharapkan, ke depan akan ada kolaborasi antara Pemerintah dengan LPMP.

“Kegiatan rakor akan berlangsung di 10 kabupaten/kota yang ada di Provinsi NTB, hari pertama di Kabupaten Lombok Utara hari kedua di Lobar dan terakhir di Pulau Sumbawa, “ujar Mustari.

Selain rakor pada kesempatan itu juga Bupati Lombok Barat dan Kepala LPMP NTB menandatangani komitmen bersama dalam rangka pelaksanaan program penjamin mutu pendidikan dasar dan menengah di kabupaten Lombok Barat.

Sumber : Humas Lombok Barat

 

KEPALA KKP MATARAM JAMIN WISATAWAN KAPAL PESIAR AMAN POTENSI CORONA

Giri Menang – Setelah kapal pesiar MV. Vasco Da Gama pada akhir Februari lalu, sekitar pukul 06.00 Wita pagi tadi (9/3/2020) kapal pesiar kembali singgah di Pelabuhan Gili Mas Lembar, Lombok Barat. Untuk kali pertama, kapal pesiar MV. Albatros bersandar di pelabuhan yang resmi beroperasi pada November tahun lalu itu. Kapal pesiar berbendera Bahamas itu membawa 344 wisatawan dan 317 kru. Kapal ini datang dari Pelabuhan Benoa Bali dengan tujuan selanjutnya Probolinggo dan Semarang.

Sebelum bersandar, para wisatawan dan para kru melaksankan serangkaian pemeriksaan oleh tim kesehatan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Mataram. Hal ini dilakukan sesuai standar untuk menjamin keamanan terkait potensi penyebaran virus Corona (Covid-19) yang belakangan meresahkan masyarakat.

Sesuai standar, kapal terlebih dahulu diarahkan ke area labuh untuk diperiksa oleh tim KKP. Selanjutnya, setelah ada pernyataan sehat dari tim KKP, maka Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Lembar akan memberikan izin bersandar bagi kapal tersebut.

“Setelah diperiksa tadi kemudian dicek semua, kami simpulkan aman. Masyarakat tidak perlu khawatir. Buktinya kami semua disini tidak ada pake masker. Petugas kesehatan tadi bilang sudah clear, tidak ada masalah, dan tidak ada potensi,” jelas Kepala KKP Kelas II Mataram I Wayan Diantika.

“Sampai sekarang tamu kita ini pergi ke tempat wisata tetap sama-sama kita pantau baik oleh tim dikes provinsi dan kabupaten. Kalaupun ada apa-apa kami tetap berkordinasi dengan sistem jaringan yang ada,” lanjutnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Lombok Barat, Mawardi menghimbau masyarakat agar tidak terlalu panik namun tetap waspada dengan isu virus Corona. Ia meminta masyarakat agar percaya dengan ketatnya prosedur yang diberlakukan pemerintah.

“Jangan terlalu takut dengan karena isu masuknya Corona di kapal pesiar ini karena tim dari KKP itu sudah siap dengan alat detektornya untuk mengidentifikasi virus. Selain itu kita juga mengacu di Bali. Di Bali itu ketat. Mereka (kapal pesiar, red) sebelumnya juga sudah diperiksa dan dijinkan bersandar. Itu acuan kita juga,” terang Mawardi usai mengunjungi Pelabuhan Gili Mas Lembar.

Usai bersandar dengan sempurna, sekitar pukul 08.00 Wita para tamu mulai melaksanakan tour pulau Lombok dengan menggunakan agen travel mengunjungi beberapa lokasi diantaranya Museum Mataram, Lingsar, Banyumulek, Kuta Mandalika, dan Ende Sasak Village. Selain menggunakan agen travel beberapa wisatawan berwisata secara mandiri menggunakan angkutan Kopaja.

Sumber : Humas Lombok Barat

 

Sosialisasi Pencegahan Corona, Pesan Bupati Lombok Barat: Jangan Panik!

Giri Menang – Senin, 9 Maret 2020. Merebaknya virus corona (Covid-19) menyebabkan kesiapsiagaan insan kesehatan. Tidak terlepas di Lombok Barat (Lobar). Bupati Lobar H Fauzan Khalid dalam pesannya yang disampaikan pada acara bertajuk ‘Sosialisasi Pencegahan Penularan Virus Corona (Covid-19) dan Pengembangan Posyandu Keluarga di Kabupaten Lombok Barat’ oleh Dinas Kesehatan Lobar, mengingatkan agar masyarakat Lobar tidak perlu panik dengan merebaknya virus corona.

“Waspada sangat penting, namun, panik, tidak perlu dan harus dihindari,” ujar bupati dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Lobar, Dr H Baehaqi.

Bangsa Indonesia, lanjut bupati, saat ini sedang mengalami keresahan terkait merebaknya wabah virus Corona atau Covid -19. Meskipun sampai saat ini di Kabupaten Lombok Barat belum ada laporan tentang adanya pasien yang terjangkit virus corana. Dalam menghadapi isu ini, pesan bupati, masyarakat tidak perlu resah dan lebih melakukan proteksi diri ataupun pencegahan supaya tidak terkena virus corona melalui pola perilaku hidup bersih dan sehat.

Hal ini, lanjutnya, adalah sesuai dengan instruksi gubernur Nusa Tenggara Barat terkait bagaimana cara kita menyikapi corona yaitu jangan panik; waspada bila muncul gejala batuk, pilek, sakit tenggorokan,dan demam, serta segera berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan. Selain itu juga melalui pola hidup sehat seperti rajin cuci tangan menggunakan sabun antiseptic, menghindari memegang area muka, mulut, hidung bila tangan belum dicuci, dan menggunakan masker (terutama bagi orang yang sedang sakit saluran pernafasan).

Upaya pencegahan lain juga dengan makan dan minum teratur yang bergizi, tidak memakan daging yang tidak dimasak, tidur dan istirahat cukup, menghindari konsumsi minuman beralkohol, serta tidak merokok karena dapat menurunkan daya imunitas tubuh.

“Melalui kesempatan ini, diharapkan agar semua yang hadir di sini dapat mensosialisasikan tentang Virus Corona ini, sehingga masyarakat tidak merasa takut dan resah,” harap bupati.

Sekda Baehaqi, menambah pesan bupati, mengingatkan salah satu wujud kepedulian terhadap kesehatan termasuk bagian dari upaya mencegah corona adalah melalui gerakan ‘Ijo, Nol Dedoro’. Gerakan ini merupakan tema dari hari ulang tahun (HUT) Lobar yang ke-62 tahun 2020 yang berpuncak pada 17 April mendatang.

“Ini juga sesuai dengan imbauan provinsi (NTB) tentang ‘zero waste’, tetapi kita menggunakan istilah Sasak, supaya dipahami inak-inak (ibu-ibu), papuk-papuk (kakek-kakek dan nenek-nenek),” ujar Baehaqi. Dikatakan Baehaqi, 400 kepala sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) telah dikumpulkan untuk mensosialisasikan gerakan ‘Ijo Nol Dedoro’, dengan menyediakan fasilitas memilah sampah organik dan non organik.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A, dalam paparannya menjelaskan covid merupakan kepanjangan dari corona virus disease, sedangkan 19 mewakili tahun munculnya virus yaitu 2019.

“Covid nama penyakitnya, corona nama virusnya,” jelas kadikes. Corona, jelas kadikes, bukanlah virus corona yang pertama, tetapi ada juga SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome).

“Jadi corona virus ini tidak sendiri-sendiri, banyak sepupu-sepupunya, yang di Cina merupakan corona virus yang ke-7,” ujar Nurhandini.

Dalam konteks Indonesia, sebut Nurhandini, dengan ditemukannya 6 pasien corona, maka sudah termasuk kejadian luar biasa nasional sehingga NTB termasuk Lombok Barat juga merupakan kejadian luar biasa. Nurhandini berpesan agar menghindari kontak dengan binatang yang menjadi penyebab corona.

“Corona ini penyebabnya biasanya binatang, corona yang di Cina penyebabnya diduga adalah kelelawar, sementara yang MERS Covid di Timur Tengah penyebabnya adalah onta,” ujarnya. Sampai saat ini, kata Kadikes, belum ditemukan vaksin untuk corona padahal corona sudah menyebar ke 50 negara.

“Corona sudah menyebar ke 50 negara, tren nya saat ini kasus di Cina menurun, tapi di luar Cina naik. Hampir semua benua sudah kena, sehingga status saat ini masih disebut endemi” tuturnya. Bila seluruh benua kena termasuk Afrika yang saat ini satu-satunya benua yang belum terkena, maka akan disebut pandemi.

Kepala Dinas Kesehatan Lobar, drg Hj Ni Made Ambaryati menjelaskan acara sosialisasi mengundang 160 orang yaitu dari OPD se-Lobar, DPRD khususnya Komisi IV, 10 camat, PKK, gabungan organisasi wanita (GOW), IISWARA, kepala-kepala Puskesamas, dari Dinas Kesehatan Lobar 25 orang, dan para da’i kesehatan. Hadir juga Ketua Tim Penggerak PKK Lombok Barat, Hj Khaeratun Fauzan Khalid.

Sumber : Humas Lombok Barat

Sosialisasi Pencegahan Corona, Pesan Bupati Lombok Barat: Jangan Panik!Giri Menang – Senin, 9 Maret 2020. Merebaknya…

Dikirim oleh Humas Protokol Lombok Barat pada Senin, 09 Maret 2020

Wagub NTB Puji Potensi Pulau Lombok dan Sumbawa

Giri Menang, Senin 9 Maret 2020. Wakil Gubernur (wagub) Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj.Siti Rohmi Djalilah menyatakan, secara umum, potensi alam di daerahnya cukup beragam. Hal tersebut disampaikan saat memberikan arahan pada acara Rapat Kerja Teknis, Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan yang berlangsung di
Senggigi-Lombok Barat, Senin (9/2/2020).

Wagub menyebut, bicara lingkungan, pihaknya sedang menggiatkan dua program yakni NTB Bersih (Zero Waste) dan NTB Hijau. Kedua program ini, kata wagub, intinya merujuk pada lingkungan.

“Untuk Program NTB Bersih, kami menargetkan 70 persen pengelolaan sampah dan 30 persen mengurangi,” sebutnya di hadapan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ketua Komisi IV DPR RI Dapil NTB, Kadis LH se Indonesia, Bupati Lombok Barat serta seluruh Dirjan lingkup Kemen LH dan Kehutanan.

Wagub juga bersyukur, dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) sebagian digunakan untuk pengelolaan sampah. Dan seluruh desa se NTB menerima, sehingga pengelolaan sampah bisa merubah persepsi masyarakat bahwa, sampah bukan musibah melainkan sampah membawa sumberdaya.

“Sampah di NTB bisa dikelola menjadi pupuk dan pakan ternak. Pilot projet pengelolaan sampah menjadi pupuk dan pakan ternak ada di Desa Lingsar-Lombok Barat,” puji wagub seraya menunjuk kehadiran Bupati Lombok Barat H.Fauzan Khalid, satu-satunya bupati/walikota se NTB yang hadir.

Tidak berhenti sampai di situ, wagub juga mempromosikan pengelolaan sampah organik dan non organik menjadi bahan bakar. Hal ini sudah dilakukan kerja sama dengn pihak PLN. Diharapkan, kegiatan pengelolaan sampah ini akan menjadi inspirasi bagi daerah lain.

Program lain sebut wagub adalah NTB Hijau. Hal ini ratusan lebih desa berada di pelosok pesisir. Lahannya sebagian gundul. Melalui program NTB Hijau ini, desa-desa tersebut akan tersentuh oleh penghijauan dengan memberikan bantuan bibit dari provinsi dan pusat.

Sumber : Humas Lombok Barat

Wagub NTB Puji Potensi Pulau Lombok dan SumbawaGiri Menang, Senin 9 Maret 2020. Wakil Gubernur (wagub) Nusa Tenggara…

Dikirim oleh Humas Protokol Lombok Barat pada Minggu, 08 Maret 2020

Bupati Lombok Barat Launching ‘Ijo Nol Dedoro’

Giri Menang, 9 Maret 2020-Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid melaunching gerakan bersama dan gotong royong ‘Ijo Nol Dedoro’. Hal ini dalam upaya mewujudkan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bebas dari sampah organik dan non organik untuk mendukung program Zero Waste di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Seiring sejarah, Kabupaten kita tercinta akan memasuki usia ke-62 tahun di 17 April 2020 ini. Usia itu seyogyanya membuat dinamika perkembangan kesejarahan Kabupaten Lombok Barat semakin baik dan positif. Banyak hal positif, prestasi, dan kegemilangan yang telah kita torehkan bersama. Namun kegembiraan itu juga beriringan dengan dinamika kebutuhan pembangunan yang tidak akan pernah bisa cukup dan usai,” kata bupati saat menjadi Inspektur Upacara sebelum melaunching ‘Ijo Nol Dedoro’ di Lapangan SMPN 1 Gerung, Senin (9/3).

Pada kesempatan itu, Fauzan mengajak semua kalangan untuk bekerja sama dan bergotong royong. Tugas ini adalah milik bersama dalam menjalankan roda pemerintahan yang transparan dan akuntabel, pembangunan yang efektif dan efisien, serta pelayanan publik yang partisipatif sehingga semangat bijaksana Patut Patuh Patju menjadi milik semua yang teraktualisasi dalam kehidupan sehari-hari.

“Usia ke-62 Kabupaten Lombok Barat ini, kita menetapkan tema ‘Ijo, Nol Dedoro’ sebagai apresiasi kita terhadap kecenderungan global untuk go green life dan green governance,” akunya.

Dilanjutkan Fauzan, pemerintah harus menjadi terdepan memulai aksi peduli terhadap lingkungan. Banyaknya kejadian alam ekstrem dan berakibat pada bencana adalah akibat perubahan iklim atau climate change yang disebabkan oleh pembangunan yang tidak pro terhadap harmoni ekologis. Namun pemerintah tidak bisa berdiri dan bekerja sendiri. Gerakan menanam pohon, reboisasi, atau konservasi alam akan menjadi semakin bernilai bila menjadi gerakan bersama yang justru diawali di seluruh kawasan perdesaan. Semua dusun bergerak. Semua desa bergerak. Semua Kecamatan bergerak kembali menggiatkan penanaman pohon, maka Kabupaten Lombok Barat akan menjadi Kabupaten dengan sejuta pohon dan Kabupaten Hijau.

“Untuk mewujudkan Kabupaten Hijau tersebut, secara holistik juga harus dibarengi dengan cara memperlakukan sampah dengan baik. Ketika Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menggulirkan gerakan lingkungan bernama Zero Waste, maka sebagai lanjutan dari Go Green Governance, kita meletakkannya secara bersama dalam gerakan ‘Ijo, Nol Dedoro’ yang memiliki makna denotatif dengan Zero Waste itu,” jelasnya.

Disebutkan Fauzan, untuk tahun lalu, produksi sampah warga perdesaan Kabupaten Lombok Barat mencapai 486,85 ton setiap hari. Belum lagi jika secara khusus menghitung untuk kawasan perkotaan seperti Kediri, Gerung, Gunung sari, dan Narmada. Jumlahnya untuk kawasan kota saja menyuplai sampah sebanyak 221,03 ton per hari.

“Jadi kalau dihitung rata-rata dengan jumlah penduduk kita yang mencapai lebih dari 685 ribu jiwa, maka setiap kita telah menghasilkan sampah sebesar 1 kilogram lebih per jiwa per hari. Luar biasa banyak. Luar biasa menggunung. Luar biasa membuat kita tidak nyaman. Dan luar biasa memusingkan,” terangnya.

Dengan kenyataan data tadi, ulang tahun ke-62 harus menjadi momentum bersama untuk menjadikan sampah sebagai masalah bersama.

“Kita memiliki pemahaman yang sama terhadap kesadaran lingkungan dengan konsep 3 R yang kita miliki. Kita ingin memilah atau reduce sampah, lalu memanfaatkan sampah agar bernilai ekonomis atau re-use, serta memanfaatkan teknologi tepat guna dengan mendaur ulang atau recycle agar sampah yang mudarat menjadi manfaat buat kita semua,” harapnya.

Untuk mewujudkan konsep indah bernama “3 R” itu, lanjut Fauzan, basis asalnya adalah kesadaran masyarakat atau bahkan kesadaran setiap individu anggota rumah tangga. Mereka harusnya tidak membuang sampah sembarangan, memilah sampah yang organik dan non organik bahkan sampah pecah belah, dan mengurangi bahkan tidak lagi menggunakan sampah plastik.

“Selain mengedukasi langsung ke tengah masyarakat rumah tangga, saya pun mendorong semua unit di pemerintahan mulai menjadi posko TPS 3 R. Setiap desa memiliki bank sampah, setiap sekolah memiliki fasilitas sarana prasarana sederhana untuk memilah sampah, dan setiap unit usaha di tengah masyarakat ikut membantu dengan pola 3 R itu,” tuturnya.

Bersamaan dengan itu, tahun ini juga semakin fokus untuk memenuhi sarana prasarana pengelolaan sampah.

“Insya Allah kita akan mengupayakan 5 titik lokasi se-Kabupaten Lombok Barat untuk kita desain menjadi TPS dengan skema 3 R. 5 lokasi tersebut tidak hanya menjadi tempat buang dan mengumpulkan sampah, namun menjadi pusat edukasi, pusat pengolahan, dan pusat transformasi agar sampah memberi manfaat secara ekonomis. Saya mendorong seluruh pihak untuk terlibat dalam hal itu,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Gerung H. Junaidi menuturkan dengan telah dilaunching-nya gerakan bersama dan gotong royong ‘Ijo, Nol Dedoro’ di Kabupaten Lombok Barat supaya di setiap sekolah untuk memulai menjalankan program ini.

“Siswa kami di SMPN 1 Gerung bukan hari ini memulai program ini, tetapi sudah dijalankan sejak beberapa bulan lalu. Kami juga siapkan bagaimana anak-anak ini peduli terhadap sampah terutama bagaimana mereka bisa memisahkan sampah organik, non organik dan sampah dari logam,” katanya.

Dari program ‘Ijo, Nol Dedoro’, lanjutnya, pihak sekolah sudah menyiapkan beberapa tong sampah, tong sampah warna hijau untuk sampah organik, kuning untuk sampah non organik dan merah untuk sampai yang logam.

“Aplikasi yang sudah kita laksanakan di sekolah, anak-anak kita untuk membiasakan membawa minuman dari gelas tupperware. Di kantin sekolah juga kita rencanakan untuk tidak menjual barang-barang yang berkaitan dengan plastik, besok jajanan maupun nasi disajikan menggunakan piring dan tidak dibungkus lagi,” tuturnya.

Ia juga menyebutkan, sudah menginovasi sampah yang tidak berguna seperti sampah plastik dibuat menjadi bunga-bunga yang bisa dimanfaatkan di sekolah sebagai hiasan.

“Kita mulai dari SMPN 1 Gerung untuk menggalakan terus gerakan bersama dan gotong royong ‘Ijo, Nol Dedoro’ ke depan, 100 persen sampah itu belum bisa kita laksanakan tetapi paling tidak bisa kita kurangi 70 persen sampah,” harapnya.

Sumber : Humas Lombok Barat

Bupati Lombok Barat Launching 'Ijo Nol Dedoro'Giri Menang, 9 Maret 2020-Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid…

Dikirim oleh Humas Protokol Lombok Barat pada Minggu, 08 Maret 2020

1 2 3 4 5 179