Jemaah haji Indonesia agar mewaspadai orang-orang ramah demi menghindari tindak kriminalitas yang setiap tahun bermodus sama di wilayah Arab Saudi, seperti menawarkan bantuan dengan pura-pura dekat dengan menggunakan logat asal jamaah sasaran, kata Kepala Seksi Pengamanan Misi Haji Indonesia Daerah Kerja Mekkah, Jaetul Muchlis Basyir, di Mekkah, Senin. Seperti dua kejahatan terhadap dua jemaah haji Indonesia asal Nusa Tenggara Barat di Medinah, kata Jaetul, pelaku mendekati sasaran dengan menggunakan logat bicara suku asal jemaah dan masing-masing akibatnya kehilangan 1400 real dan 150 real minggu lalu.

Sekarang, katanya, 16 petugas keamanan telah ditempatkan di Masjidil Haram guna mengantisipasi mulai tibanya jemaah haji Indonesia di Mekkah yang diawali kedatangan 3700 jemaah Minggu (30/9). Setiap hari akan bertambah terus kedatangan jemaah dari Medinah yang pada puncak musim haji berupa wukuf di Arafah pada 25 Oktober 2012 seluruh 211.000 jemaah haji Indonesia akan berkumpul di wilayah Mekkah. Karena relatif kecilnya jumlah aparat keamanan yang bertugas, katanya, maka dihimbau para jemaah haji agar lebih waspada menjaga keamanan sendiri atas kejadian kejahatan di tempat-tempat ibadah seperti misalnya ketiduran di Masjidil Haram dan ketika bangun barang bawaannya telah hilang.

Bila berjalan agar tidak sendirian supaya ada teman saling mengawasi dan tidak mudah diperdaya pelaku kejahatan, katanya, dan mengingatkan kembali bahwa para jemaah tidak mudah percaya terhadap orang-orang yang berpura-pura menawarkan pertolongan dengan gaya logat bicara seperti suku asal jamaah sasaran dalam berkamuflase. (ANT)

Sumber : www.antaranews.com