SENGGIGI BERSIH-BERSIH,SENGGIGI BERBENAH

Senggigi,Diskominfo- Suasana Senggigi yang tenang dipagi ini Jumat, 2 Juli 2021 membuat para ASN Lombok Barat kelihatan sangat semangat melakukan gotong royong bersih-bersih yang bekerjasama dengan masyarakat sekitar.
Kegiatan gotong royong ini terus diadakan setiap hari jumat.
Masyarakat sekitar sangat mengapresiasi kegiatan gotong royong yang di Inisiasi Pemkab Lobar ini karena dapat membangkitkan semangat para pelaku wisata yang ada di sekitar Senggigi.

Perhatian Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memang dirasakan masyarakat untuk menggairahkan kembali Pariwisita Senggigi. Memang keadaan saat ini dalam susana covid19 semua Destinasi wisata dalam keadaan lesu, sehingga dibutuhkan cara untuk membangkitkan kembali dunia wisata khususnya di kawasan senggigi,Lombok Barat. Seorang pedagang di kawasan senggigi yang tidak mau disebut namanya mengatakan,” kegiatan-kegiatan gotong royong seperti ini sangat kami dukung agar Kawasan Senggigi yang dulu menjadi Primadona ini bangkit kembali,siapa lagi yang akan meramaikan kawasan ini kalau bukan dimulai dari kita.” harapnya.
Dinas Kominfotik Lobar bersama dengan Bumdes Desa setempat kebagian tempat gotong royong di sepanjang jalur depan Hotel Sheraton. Para staf hotel sheraton juga turut serta melakukan gotong royong dengan semangat. Selesai melakukan gotong royong,pihak Sheraton hotel menyediakan minuman dan snack kepada para ASN yang melakukan kegiatan bersih-bersih tersebut.Salah satu staf Sheraton menyampaikan rasa terimakasih kepada Pemkab Lobar yang terus menerus berusaha untuk membangkitkan kembali gairah wisata khususnya di kawasan Senggigi ini.(Diskominfotik,Hld).

SEKDA LOBAR: “PEMIMPIN YANG SUKSES ADALAH PEMIMPIN YANG DAPAT MENGHASILKAN PEMIMPIN-PEMIMPIN BARU”.

Girimenang, Diskominfotik- “Seorang Pemimpin harus bisa “MEMARAHI” bawahannya. Memarahi adalah sebuah keniscayaan atau keharusan yaitu sebagai alat untuk merubah perilaku bawahan yang tidak sesuai dengan aturan yang ada. Memaknai ini tidak berarti marah tanpa alasan atau sebab atau tidak berarti memarahi dengan ada dendam kepada bawahannya, akan tetapi memarahi bawahan dengan motivasi mengayomi, membimbing dan membina serta tidak melakukan pembiaran terhadap kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh bawahan, agar bawahannya bekerja sesuai dengan harapan dan tentunya tidak terlepas dari aturan yang berlaku.” demikian disampaikan Sekda Lombok Barat dalam arahan Apel Pagi di depan Kantor Bupati Lobar, Kamis 1 Juli 2021.

Tampak hadir juga Para Asisten, Kepala Dinas Kominfotik Lobar,Para Kepala Bagian Setda,Para kepala Bidang Diskominfotik Lobar,Para Kasie/Kasubbag, dan Para Staf Setda dan Diskominfotik Lobar.

Lebih lanjut Sekda Lobar mengatakan,” Dalam bekerja kita harus benar-benar menghargai waktu, yang dimulai dari penekanan terhadap disiplin, yaitu disiplin terhadap jam kerja yang sudah ditetapkan. Allah,Tuhan Yang Maha Esa saja yang menciptakan waktu itu sendiri bersumpah atas nama Waktu seperti yang ada dalam surah Al-Asr : Demi Asyar bahwa sesungguhnya manusia adalah dalam keadaan merugi. Wahai orang-orang yang beriman beramal solehlah kalian dan saling menyerulah kepada kebaikan dan kesabaran.”

” arti kesabaran tidak dimaknai dengan menerima apa saja tanpa dengan ikhtiar, akan tetapi berikhtiarlah dengan maksimal baru kemudian kita berserah kepada Tuhan. Di sinilah dibutuhkan sebuah kesabaran dalam melakukan pembinaan terhadap bawahan dengan cara yang benar yang tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku. Akan tetapi jika semua sudah dilakukan namun bawahannya tetap tidak berubah maka barualah kita melakukan tindakan yang lebih tegas dengan memberikan sanksi mulai dari sanksi administratif hingga sanksi disiplin sesaui dengan Regulasi yang ada.” Lanjutnya.

” Salah satu faktor penting dalam melakukan sebuah Pembinaan adalah membiasakan diri untuk disiplin, yaitu dengan cara memaksa agar sikap malas dalam bekerja perlahan-lahan berubah mulai dari dipaksa, terpaksa, terbiasa dan akhirnya menjadi biasa.” Ujarnya.

” Demikianlah, bahwa seorang Pemimpin, baru dikatakan berhasil jika dia mampu menghasilkan pemimpin-pemimpin baru. Saya mau Sekda Lombok Barat setelah saya nantinya adalah Sekda yang sepuluh kali lebih baik dari saya yang nantinya dapat membawa perubahan Pelayanan ke arah yang lebih baik bagi Kabupaten Lombok Barat.” Tutupnya.( Diskominfotik/Hld).

 

PENYUSUNAN MASTER PLAN SMART CITY TAHAP I DI KABUPATEN LOMBOK BARAT.

Gerung, Diskominfotik- Kementerian Kominfo menggelar kegiatan bimbingan teknis (BIMTEK) penyusunan master plan kota cerdas (SMART CITY) Kabupaten Lombok Barat tahap I dilaksanakan di aula kantor Bupati Lombok Barat, Senin (29/06/21)

Kegiatan bimbingan teknis (BIMTEK) dan penyusunan master plan Smart City ini dilaksanakan selama dua hari yaitu pada tanggal 29 – 30 Juni 2021 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, dihadiri oleh Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, Sekretaris Daerah H. Baehaqi, Asisten II Rusditah, Kepala Dinas Kominfo Provinsi NTB Najamudin Amy, Kepala Dinas Kominfo Lobar Ahad Legiarto, Tim Pendamping dan Tim Ahli Smart City Siswoko R. Wisastro, beserta tim pelaksana dari seluruh OPD di Lombok Barat. Dihadiri pula oleh tim pelaksana dari desa via zoom meeting. Dalam bimbingan teknis ini pula dilakukan diskusi dan pelatihan mengenai penyusunan smart city dan program unggulan daerah.

Fokus kegiatan dari bimbingan teknis ini adalah konsolidasi tim penyusunan master plan Smart City dengan tim pelaksana Smart City serta menganalisis strategi Smart City khususnya pada aspek kesiapan, kesenjangan, strategi pembangunan, visi, misi dan sasaran smart city.  Bimtek ini merupakan bentuk reword dari kementerian Kominfo RI kepada Pemda Lobar, Bimtek yang di ikuti sebanyak 500 orang peserta terdiri dari Kepala Desa dan camat sekabupaten Lombok Barat, serta Kepala OPD lingkup pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
Kegiatan bimtek ini merupakan komitmen yang sudah diikrarkan Bersama tahun lalu di hadapan asessor bahwa Lombok Barat siap dan komitmen untuk menjadi daerah yang Smart. Langkah ini juga merupakan ikhtiar Bersama dan dukungan serta dorongan dari pemerintah pusat, hal ini di kongkritkan dengan inovasi- inovasi daerah yang dicetuskan oleh setiap OPD “ one agency one Inovation” atau satu OPD satu inovasi guna peningkatan dan memberikan layanan publik secara prima kepada masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi dan Tata Kelola Pemerintahan.
Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Komunikasi Informatika Provinsi NTB menyampaikan hal ini tentu menjadi sebuah warisan yang bermanfaat bagi generasi penerus sebab ke depan digitalisasi akan menjadi kebutuhan dan keharusan, sebab generasi Z dan generasi milenial saat ini sudah menjadi kebutuhan transparansi, pengelolaan media sosial serta digitalisasi, mengingat hal ini di harapkan pemerintahan yang baik dan bijak, pemerintah harus menyiapkan infrastruktur berupa fisik namun juga infrastruktur jiwa bagi perkembangan anak muda dimasa yang akan datang, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kominfo provinsi kepada Pemda Lobar tentu ini menjadi kebahagiaan kita semua, mengingat perkembangan teknologi yang begitu cepat sehingga menyadarkan masyarakat bahwa teknologi sudah menjadi kebutuhan, dalam hal ini di harapkan pemerintah harus cepat tanggap, memberikan infrastrukturnya, fasilitas, dan regulasi, sehingga apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dimasa depan.
Bupati Lobar juga menyebutkan untuk mencapai hal yang di maksud hanya dibutuhkan kebiasaan atau dalam bahasa sasaknya Gnem serta keaktifan, ia juga berharap semoga pelatihan Bimtek ini bukan hanya simbolik namun hal ini harus di pastikan bisa memahami sehingga berkomitmen untuk melaksanakan, selain itu juga di butuhkan kolaboratif, sebab tanpa kolaboratif dan sinergi dari OPD lain, baik para Kades maupun Camat, tetap tidak akan bisa terlaksana dengan baik (Diskominfotik/windy).

MUSDA III ASOSIASI PELAKU PARIWISATA INDONESIA NTB DI SENGGIGI DIBUKA BUPATI H.FAUZAN KHALID

Senggigi, Diskominfotik – Bupati Lombok Barat Membuka Secara Resmi Musda ke III Asosiasi Pelaku Pariwisata lndonesia NTB
Musda kali ini diadakan di hotel Jayakarta Senggigi yang dihadiri oleh ketua ASPI pusat Safor Mardianto, Kepala dinas Pariwisata Lombok Barat, Perwakilan dari Provinsi, KLU dan Kota Mataram serta Para Pelaku Pariwisata, Rabu (28/6/2021).
Saiful Azhari Selaku Panitia Musda ASPI dalam laporannya memaparkan bahwa dengan tema Musda yaitu Kolaboratif, Inovatif dan Atraktif maka diharapkan agar Semua elemen Pariwisata bisa bersinergi demi Pariwisata NTB Gemilang dan handal yang bisa berkolaborasi dengan Sumber Daya Manusia Di NTB. Lebih lanjut Musda merupakan agenda tertinggi dari sebuah Asosiasi atau organisasi dan dengan momentum Musda kali ini diharapkan menggairahkan dan menghidupkan Pariwisata untuk ke arah yang lebih baik. Di akhir laporannya Saiful mengucapkan terimakasih kepada para sponsor yang mendukung terselenggaranya Musda ke lll ASPI diharapkan Musda ini bisa berjalan dengan Lancar dan memperoleh hasil yang baik juga.

Ketua Pimpinan Pusat DPD ASPI Safor Mardianto dalam sambutannya menyatakan bahwa Pariwisata adalah masa depan ekonomi Indonesia yang efeknya langsung bisa dinikmati oleh Masyarakat., Akan tetapi semenjak pandemi covid-19 melanda yang maka sektor yang sangat berdampak adalah Pariwisata. Di mana saat ini antara protokol kesehatan Dan Pariwisata adalah dua hal yang berbeda. Seperti Pariwisata menggerakkan antara destinasi yang satu ke yang lainnya sedangkan protokol kesehatan mengurangi ruang gerak.
Lebih lanjut Safor juga memberikan Apresiasi setinggi-tingginya kepada Panitia Musda karena mengadakan acara di tengah pandemi tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Lebih lanjut Safor juga menyatakan bahwa ASPI Sudah mengadakan MOU dengan beberapa Asosiasi Dan Kementerian Pariwisata Dan ekonomi kreatif yang berkaitan dengan pendampingan Desa wisata dan di NTB sendiri ada 11 Desa yang Akan didampingi dengan 14 kegiatan.
Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid dalam Sambutan singkatnya sekaligus membuka acara Musda menjelaskan bahwa tema Musda kali ini sama dengan tema HUT Lombok Barat yaitu Kolaboratif Dan inovatif yang diharapkan bisa bersinergi untuk kemajuan Pariwisata NTB.
Lebih lanjut dengan Kegiatan Musda kali ini bisa menghasilkan sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya Dan para pengurus yang baru agar bisa memaksimalkan pendampingan kepada 11 Desa wisata di NTB Dan di Lombok Barat sendiri Ada 2 Desa wisata yang berada di kecamatan Narmada yaitu Desa Wisata Mekar Sari dan Sesaot. (Diskominfotik/Ria/Fiyan/Juan/YL).

LOMBOK BARAT MENUJU KABUPATEN SMART CITY.

Giri Menang, Diskominfotik- Komitemen Kabupaten Lombok Barat untuk mendukung gerakan Menuju Smart City tidak perlu di ragukan lagi. Berbagai langkah telah dilakukan oleh Kabupaten Lombok Barat menuju smart city atau Kota Cerdas. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Lombok Barat Dr. H. Baehaqi di ruang kerjanya Senin, 28 Juni 2021.

Menurut Baehaqi Lombok Barat merupakan salah satu Kabupaten/Kota yang terpilih dan lulus seleksi yang dilakukan secara ketat oleh Asesor dari Kementerian Kominfo. Menurutnya hal ini membutuhkan berbagai persiapan matang oleh Pemerintah Daerah hingga dinyatakan lulus dalam seleksi menuju smart city bersama 48 Kabupaten Kota yang masuk dalam Kawasan Pariwisata Prioritas Nasional dan 3 Kabupaten Kota yang masuk IKN (Ibu Kota Negara) “Lombok Barat merupakan salah satu Kabupaten/Kota yang lulus seleksi atau assesmen menuju smart city yang ditandai dengan penandatanganan MOU bersama Menteri Kominfo dan sejumlah Kepala Daerah bersamaan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional” ujarnya.

Sekda mengatakan setelah dilakukan penandatanganan MOU Lombok Barat sedang menyiapkan penyusunan master plan kota cerdas atau smart city yang dipantau langsung oleh Kementerian Kominfo. Ia mengatakan bahwa smart city ini sangatlah penting untuk Lombok Barat agar mempermudah pelayanan kepada masyarakat dan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui percepatan Pemerintahan berbasis Digital atau Teknologi Informasi dan Komunikasi. Ia mengatakan bahwa smart city ini merupakan salah satu konsep pengembangan kota/kabupaten berdasarkan prinsip teknologi informasi yang dibuat untuk kepentingan bersama secara efektif dan efisien. Dalam penerapan konsep smart city, terdapat beberapa unsur yang perlu dikembangkan, salah satunya adalah smart government.

Sementara itu ditemui di tempat terpisah Kepala Dinas Kominfotik (Komunikasi, Informasi dan Statistik) Kabupaten Lombok Barat Ahad Legiarto mengatakan bahwa Lombok Barat sedang mempersiapkan berbagai kelengkapan yang dibutuhkan menuju gerakan Smart City. Salah satunya adalah penyusunan Master Plan rencana induk Kota Cerdas. Ia mengatakan bahwa Kementerian Kominfo dalam hal ini Ditjen Aplikasi Informatika (Aptika) melakukan pendampingan dalam penyusunan master plan smart city di Lombok Barat. Melalui pendampingan ini Kementerian Kominfo mendorong agar Lombok Barat sebagai kawasan pariwisata prioritas menjadi kawasan yang berkelas global dengan kearifan lokal.

Ahad Legiarto mengatakan bahwa Program Smart City yang dilaksanakan Kementerian Kominfo bersama kementerian dan lembaga lain menekankan fokus pembangunan pada 6 Pilar Utama Kota Cerdas, yaitu Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society dan Smart Environment. Ia berharap agar program ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat Lombok Barat sesuai dengan perintah dan instruksi pimpinan daerah Lombok Barat.(Diskominfotik/Rf)

BUPATI LOBAR : “AYO JAUHI DAN LAWAN NARKOBA”.

Giri Menang, Diskominfotik–Narkoba telah banyak merusak Generasi Muda kita untuk itulah Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) adalah momentum untuk mengingatkan masyarakat agar menjauhi narkoba serta memperkuat komitmen dan langkah dalam proses pencegahan narkotika.

Peringatan Hari Anti Narkotika internasional di warnai dengan penandatanganan MOU dengan Polres lombok barat dan Dikbud tentang pemberantasan peredaran narkoba di wilayah kabupaten lombok barat.
Kegiatan yang dilakukan di Taman kota Giri Menang Gerung,Sabtu 26 Juni 2021 dihadiri oleh Bupati Lombok Barat, Dandim 1606 /Mataram,Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus Satriyo Wibowo S. IK, Ketua DPRD Hj. Nurhidayah, dan Kepala OPD lingkup pemerintahan Lombok Barat

Kegiatan ini diinisiasi oleh Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) Lombok Barat dan dilaksanakan di Taman Kota Giri Menang, Gerung, Sabtu (26/6).Dalam Laporannya Ketua GPAN Lombok Barat Mursidin memaparkan bahwa dalam satu tahun kepengurusannya GPAN melakukan penyisiran terhadap 112 pecandu dan sudah direhabilitasi tentunya didukung dengan terus melakukan upaya pencegahan melalui sosialisasi di tengah masyarakat tentang bahayanya narkoba dan memfasilitasi para pecandu untuk melakukan rehabilitasi di BNN Provinsi dan Rumah Sakit Jiwa tentunya dengan capaian sebanyak 112 orang yang direhabilitasi mendapatkan reward sebagai kelompok masyarakat yang sadar rehabilitasi.

“HANI tahun 2021 ini mengajak kita untuk terus mengingatkan masyarakat agar menjauhi dan melawan narkoba,” ungkap Bupati Lobar H. Fauzan Khalid.

Bupati Fauzan melanjutkan,” perkembangan peredaran narkoba itu tidak sejalan dengan pengetahuan dan kesadaran terhadap bahaya narkotika itu.”

Oleh karena itu, bupati menyambut baik momentum Hari Anti Narkotika Internasional yang ditandai dengan MoU antara Kapolres Lombok Barat dengan GPAN.

“Mudah-mudahan ini bisa berlanjut dan MoU ini tidak hanya formalitas di atas kertas tapi setelah penandatanganan MoU ini ada tindak lanjut dari kedua belah pihak untuk menyusun langkah-langkah strategis dan teknis bagaimana kita bersama-sama dalam pencegahan terhadap peredaran narkotika ini,” kata bupati.

Bupati meminta dalam penyusunan pencegahan bahaya narkotika harus berbasis sekolah yang ada di Kabupaten Lombok Barat dan juga bisa mengambil dari pola Kampung Sehat Jilid ll.

“Mudah-mudahan bisa kita kurangi dengan cepat penyalahgunaan narkotika ini,” harapnya.

Bupati juga bangga terhadap gerakan dari organisasi GPAN dengan harapan bisa terwujud lebih banyak lagi setelah adanya MoU dengan pihak terkait yang ada di Kabupaten Lombok Barat seperti organisasi AKAD.

“Saya yakin sekali komitmen kepala desa sangat besar tentunya komitmen itu cepat terealisasi kalau kerja sama dengan organisasi yang memang berkomitmen dalam pencegahan dan pemberantasan narkotika ini,” ujarnya.

Pemerintah Daerah saat ini, lanjutnya, sedang berjuang supaya ada Kantor khusus BNN di Lombok Barat.

“Mudah-mudahan nanti setelah penyebaran Covid-19 ini landai kantor tersebut bisa terwujud dan terealisasi,” harap bupati.

Sementara itu, Kapolres Lobar AKBP Bagus Satrio Wibowo mengatakan kegiatan ini diharapkan tidak hanya seremonial saja tetapi supaya bisa semakin menambah semangat seluruh elemen masyarakat dalam upaya memberikan perhatian terhadap peredaran Narkoba di wilayah hukum Lombok Barat.

“Kami meyakini bahwa perang terhadap narkoba itu harus dilakukan oleh kita semua seluruh lapisan masyarakat, dampak buruk dari peredaran narkoba ini sudah kita tahu semua bahwa peredaran narkoba ini dibiarkan kalau sampai menyentuh keluarga kita semua tentu akan memberikan dampak yang sangat luar biasa seperti merusak generasi dan menghancurkan segala aspek kehidupan masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu Kapolres juga menyampaikan selamat memperingati Hari Anti Narkotika Internasional dan sekaligus memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat yang ada di Lombok Barat agar bisa betul-betul bersatu padu merapatkan barisan dan bergandengan tangan untuk bisa melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran narkoba di wilayah Kabupaten Lombok Barat.

“Mudah-mudahan ke depan di waktu yang akan datang generasi muda kita seluruh masyarakat kita tidak ada yang terjebak dalam kegiatan-kegiatan dari para pelaku peredaran narkoba yang ada di Kabupaten Lombok Barat ini,” harapnya.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan MoU antara GPAN dengan Kapolres Lobar dan Dinas Dikbud. (Diskominfotik, Ria/YL,sumber :SGM)

ASISTEN III : “UNTUK SUKSESNYA SEBUAH PEKERJAAN HARUS ADA KOORDINASI YANG BAIK”

Gerung, Diskominfotik – Senin tanggal 24 Juni 2021, seperti biasa kegiatan Para Abdi Masyarakat di lingkup Sekretariat Kantor Bupati Lombok Barat dan para ASN Diskominfotik Lombok Barat memulai kerja dengan mengikuti Apel Pagi di depan kantor Bupati Lombok Barat yang di hadiri oleh Sekda Lombok Barat DR.H.Baehaqi S.Si.M.Pd.MM, Para Asisten,Kadis Kominfotik Lobar Ahad Legiarto, Para staf Ahli, Para kepala Bagian Setda Lobar, Para Kepala Bidang pada Diskominfotik Lobar, para Staf Setda dan Diskominfo Lombok Barat.

Bertindak selaku Pimpinan Apel Pagi, Asisten III Setda Lombok Barat H.Ilham S Pd.M.Pd. Dalam arahannya Asisten III menyampaikan akan pentingnya Koordinasi dalam menjalankan tugas sehari-hari selaku ASN.

“Kita harus memahami Manajemen yang baik jika ingin sukses dalam menjalankan tugas-tugas selaku Aparatur Sipil Negara. Yang paling sering kita dengar dalam istilah Manajemen adalah POAC. yang dalam penjabarannya yaitu P=Planning atau merencanakan, O=Organizing atau membuat Organisasi, A= Actuating atau mengaktualkan dan C=Controlling atau Kontrol.”

Lebih lanjut Asisten III mengatakan.” bahwa untuk memulai sebuah pekerjaan harus dimulai dari perencanaan yang matang, sehingga pekerjaan itu menjadi lebih terarah dan terukur dan dari sinilah kita nanti dapat mengetahui apa yang menjadi hasil dari yang diinginkan.

Selanjutnya setelah Perencanaan yang baik baru kemudian membentuk Organisasinya, ini dimaksudkan agar tanggung jawab dan pembagian tugas menjadi lebih jelas sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing, kemudian diteruskan dengan mengaktualkan pekerjaan itu tahap demi tahap dan di analisa untuk mengetahui sejauh mana progresnya dan sejauh mana persentase  dari pekerjaan yang sedang dikerjakan apakah sudah 100%, 90% atau 75% di sini kita bisa mengetahui apa yang menjadi kendala dan bagaimana mencari solusinya, dan diteruskan dengan kontrol yang ketat serta koordinasi yang baik dengan semua lini khususnya yang terkait dengan pekerjaan yang sedang berjalan. Karena suksesnya sebuah pekerjaan sangat ditentukan oleh Koordinasi yang baik. Kesuksesan sulit didapatkan jika bekerja sendiri-sendiri.” Terangnya.

“Harapan kami mari kita selalu bersinergi dan meningkatkan koordinasi dalam bekerja sehingga apa yang menjadi tujuan dari sebuah pekerjaan dapat tercapai sesuai dengan yang sudah direncanakan.” tutupnya.(Diskominfotik.HLD).

LOKAKARYA CEGAH STUNTING DI SENGGIGI LOMBOK BARAT

SENGGIGI, Diskominfotik; Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bekerja sama dengan TANOTO FOUNDATION dan Yayasan CIPTA, mengadakan Lokakarya Peningkatan Kapasitas Da’i kesehatan dan tokoh Adat Kesehatan melalui Komunikasi Perubahan Prilaku untuk Percepatn Pencegahan Stunting di Kabupaten Lombok Barat. Senin sampai dengan Rabu,21,22,23 juni 2021. Lokakarya ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat,Dinas Kominfo Lobar, Para Da’i Kesehatan, Para Tokoh Adat Kesehatan,Perwakilan dari Tanoto Foundation dan Perwakilan dari Yayasan Cipta. Pendampingan edukasi kepada masyarakat Lombok Barat tentang pencegahan Stunting berdasarkan kajian dan informasi dari Kementerian Kesehatan RI, salah satunya Kabupaten Lombok Barat melakukan inovasi dengan membentuk Tim Da’I Kesehatan dan Tokoh Adat Kesehatan. Dalam sambutan singkatnya Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat menyampaikan,”Pencegahan Stunting di Kabupaten Lombok Barat saat ini cukup menggembirakan yakni menurun sekitar 19,3 %. Hal ini tentu akan mejadi salah satu motivasi kita untuk  mencegah atau menurunkan angka Stunting di Kabupaten Lombok Barat. Keadaan saat ini di Indonesia Khususnya, sedang menghadapi lonjakan kasus Copid 19, hampir semua daerah di pulau Jawa masuk pada zona merah copid 19. Namun situasi ini jangan menjadikan kita kendor dalam menjalankan tugas-tugas kita dalam mencegah Stunting.” Ambaryati menambahkan.”Penyebab Stunting ini sangatlah kompleks, anatara lain : Pendidikan,Ekonomi,Lingkungan,Pernikahan Dini dll. Untuk ini dibutuhkan koordinasi dan kerjasama  antar semua lini agar dapat menurunkan angka stunting di kabupaten Lombok Barat.” “Harapan kami  adalah apa yang kita raih saat ini agar terus kita tingkatkan melalui koordinasi dan kerjasama dengan semua sthekeholder serta Para dai Kesehatan dan Tokoh Adat Kesehatan yang ada di Kabupaten Lombok Barat.”ungkapnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama beberapa da’i kesehatan mengharapkan agar parameter yang disebut stunting agar lebih di perjelas agar dalam sosialisasi kepada masyarakat  berjalan sesuai harapan.

Kepala Dianas Kesehatan melalui Kepala Bidang Kesehatan menyampaikan.” Beberapa ciri Stunting yang harus diketahui antara lain: Tubuh pendek, pertumbuhan gigi terganggu, tidak adanya kontak mata dengan lawan bicara, kecerdasannya rendah, cenderung Pendiam. Stunting ini secara langsung bisa disebabkan antara lain oleh Asupan makanan yang kurang baik sewaktu dalam kandungan maupun setelah lahir,sering sakit,berat badan bayi saat lahir kurang dari 2,500 gram, panjang badan bayi kurang dari 48 cm.” Paktor penyebab Stunting yang paling mempengaruhi adalahPerilaku Keluarga. Selanjutnya Dr.Ebi mengatakan cara mencegah Stunting yang epektif yaitu dengan meng-Intervensi pencegahan pada 1000 hari pertama kehidupan yaitu : saat janin dalam kandungan 270 hari dan saat bayi lahir sampai dengan umur 2 tahun, 730 hari.” Pungkasnya.

Peranan Da’i Kesehatan dan tokoh adat Kesehatan dalam usaha mencegah stunting ini sangatlah strategis mengingat karakter masyarakat kita yang masih mendengar arahan maupun nasihat dari para tokoh masyarkat seperti tuan Guru,para Ustad maupun tokoh adat yang ada. Untuk itulah Lokakarya kali ini lebih menekankan kepada peningkatan kapasitas para Da’i dan tokoh Adat dalam menjalankan tugasnya ditengah-tengah masyarakat.(Diskominfotik, HLD)

REVITALISASI MENJADI POSYANDU KELUARGA, TAHUN 2021 LOBAR TARGET 100%.

Giri Menang,Diskominfotik – Tahun ini, 2021, revitalisasi TP-PKK Kabupaten Lombok Barat (Lobar) terhadap Posyandu Konvensional menjadi Posyandu Keluarga akan terealisasi 100 persen.

Hal ini diungkapkan TP-PKK Lobar saat TP-PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah beserta rombongan road show ke Kabupaten Lobar di Ruang Jayengrane, Kamis, (17/6).

Ketua TP-PKK Kabupaten Lobar Hj. Khaeratun Fauzan Khalid didampingi Asisten I Setda Lobar Agus Gunawan menerima langsung kedatangan TP-PKK Provinsi NTB.

Dalam sambutannya saat membuka acara tersebut Hj. Khaeratun Fauzan Khalid mengatakan revitalisasi Posyandu Konvensional menjadi Posyandu Keluarga di tahun 2021 ini akan mencapai 100% karena pihak-pihak terkait telah bekerja sama untuk percepatan revitalisasi.

“Kami di Lobar jumlah posyandunya 935 posyandu dan selama ini yang sudah menjadi posyandu keluarga sudah 133 posyandu,” ujar Khaeratun.

Sementara itu, Asisten I Lobar Agus Gunawan menegaskan di tahun 2021 ini Pasyandu Konvensional menjadi Posyandu Keluarga wajib 100% dan akan dikuatkan.

“Bukan hanya menguatkan kapasitas lembaga tapi juga dengan peningkatan kapasitas pelayanan, dan banyak kolaborasi yang akan kami lakukan sinergitas antara Dinas Kesehatan, PMD, dan semua OPD terkait,” ujarnya.

Agus membenarkan pernyataan Hj. Khaeratun sebelumnya bahwa penganggaran untuk Posyandu Keluarga ini masing-masing Rp 5 juta untuk 1 posyandu untuk menyelesaikan targetnya di tahun ini.

Di tempat yang sama, Ketua TP-PKK provinsi NTB Hj. Niken sangat mengapresiasi kehadiran dari para camat sekabupaten Lobar dan TP-PKK kecamatan yang hadir.

“Dengan kehadiran Bapak dan Ibu menunjukkan betapa semangatnya mendukung TP-PKK Lombok Barat,” katanya.

Ia juga sangat senang mendengar adanya dukungan anggaran dalam merubah Posyandu Konvensional menjadi Posyandu Keluarga yang sangat mendukung program TP-PKK Provinsi NTB.

“Saya baru pertama kali mendengar adanya dukungan anggaran untuk mendukung program ini, saya yakin posyandu ini bukan hanya menjadi Posyandu Keluarga tapi akan menjadi posyandu yang berkualitas, mudah-mudahan berjalan dengan baik,” katanya.

Acara tersebut juga dirangkai dengan Penyerahan Buku Dasawisma, dan Buku Panduan Kader TP-PKK Provinsi NTB kepada TP-PKK Lombok Barat. (Diskominfo, sumber: Yassir-ProKopi Lobar)

SEKDA LOBAR, DR.H.BAEHAQI SAMBUT KUNKER SEKDA BERAU,KALIMANTAN TIMUR.

Giri Menang, Diskominfotik – Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Lombok Barat (Lobar) Dr. H. Baehaqi menerima kunjungan kerja (Kunker) Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, Kamis, (17/6) bertempat di Ruang Umar Maye, Kantor Bupati Lobar.

Sekda Lombok Barat, Dr. H. Baehaqi dalam sambutan singkatnya  menyampaikan upaya untuk kebangkitan Kab. Lobar mulai dari musibah gempa yang melanda Lombok, khususnya Kab. Lobar sampai ke musibah Covid-19 yang melanda semua termasuk Kab. Lobar.

“Pada tahun 2017 Kab. Lobar mempunyai APBD sekitar Rp 2 triliyun lebih, sehingga pertumbuhan ekonomi pada waktu itu mencapai 6, 54 persen, artinya kalau kita mempunyai pertumbuhan seperti itu yang jelas kemiskinan dan pengangguran terkendali. Kab. Lobar mempunyai rasio terkecil di NTB, “ungkap Mantan Kepala Bappeda Lobar tersebut.

Namun, lanjutnya, pada tahun 2018, datang musibah gempa, tidak hanya merusak infrastruktur tetapi juga merusak sektor pariwisata, di mana sektor pariwisata sebagai andalan penyumbang PAD terbesar dan pada waktu itu turun, bukan destinasinya yang rusak tetapi orang yang berkunjung datang ke Kab. Lobar tidak berani yang diakibatkan gempa.

Sehingga pertumbuhan ekonomi pada waktu itu sekitar 0,57 persen. Artinya pengangguran dan kemiskinan meningkat.

“Sehingga pada tahun 2019 Kab. Lobar mulai bangkit termasuk di sektor pariwisata, semula pertumbuhan 0,57 persen tumbuh menjadi 3,88 persen dan sekarang Pandemi Covid 19 melanda kita semua sehingga pertumbuhan ekonomi sekitar 7,8 persen di bawah nol,“ tandasnya.

Sementara itu, Pimpinan rombongan Kunker Kab. Berau Sekretaris Daerah Kab. Berau Ir. Muhammad Ghazali dalam paparan singkatnya menyampaikan kunker yang dilakukan ke Kab. Lobar bertujuan untuk mensharing (berbagi) tentang perkembangan di sektor pariwisata dan sektor pertanian.

“Memang di Kab. Berau mempunyai anggaran pendapatan sebelum Covid 19 hampir Rp 3 triliyun dan setelah Covid 19 tersisa sekitar Rp 1,5 triliyun,“paparnya.

Penghasilan utama Kab. Berau kata dia, melalui Dana Bagi Hasil (DBH) tambang, dulunya 60 persen dan sekarang tinggal 59 persen dan PAD sekitar 250 milyar.

Sekitar 6 tahun lagi DBH dari tambang akan berakhir sehingga rencananya kami bisa melakukan usaha-usaha lain termasuk di sektor pariwisata dan sektor pertanian.

“Transformasi dari tambang, cita-cita kami ke depan untuk mengembangkan di sektor pertanian dan pariwisata, sektor tersebut masih sedikit untuk penyumbang PAD, termasuk di sektor pariwisata pengunjungnya masih sedikit,” ungkapnya.

Tampak hadir mendampingi Sekda Baehaqi Kepala Dinas Pariwisata H. Saepul Akhkam, S.Ag., M.Hum, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah H. Akhmad Saikhu, S.E., Kepala Badan Pendapatan Daerah Suparlan, S.Sos dan tamu undangan lainnya. (sumber: Man-ProKopi Lobar)

1 2 3 4 5 6 12