Pengumuman Seleksi Penerimaan Calon Pejabat Tinggi Pratama di Lingkup Pemerintah Kab. Lombok Barat

Dalam rangka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kab. Lombok Barat, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Peraturan Pemerintah No.11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia No.13 Tahun 2014 tentang Tata cara pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi secara terbuka di Lingkungan Instansi Pemerintah, Surat Menteri Dalam Negeri Nomor  821/9410/OTDA Tanggal  10 Oktober 2017 Hal  Persetujuan Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dan Surat Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara Nomor B-2943/KASN/11/2017 Tanggal 16 November 2017 Hal Rekomendasi Pelaksanaan Seleksi Terbuka JPT Pratama, dengan ini kami mengundang Pegawai Negeri Sipil yang telah memenuhi syarat untuk mendaftarkan diri pada jabatan yang akan diseleksi melalui seleksi terbuka.

Ketentuan Umum, Tata Cara Pendaftaran serta Tahapan dan Jadwal Seleksi

Download (PDF, 315KB)

Format Surat Lamaran, Daftar Riwayat Hidup, Pakta Integritas, Surat Pernyataan Persetujuan Atasan Langsung, Surat Pernyataan Tidak dalam Proses Pemeriksaan Disiplin dan Surat Pernyataan Tidak Sedang Menjalani Hukuman (Format 1-6)

Download (DOCX, 33KB)

Kabupaten Garut Lirik SPIP Dan Pariwisata Lobar

Giri Menang, Senin 20 November 2017 – Sistim Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dengan level tertinggi di Indonesia yaitu level tiga menjadi idaman semua daerah, salah satunya Pemerintah Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Siang tadi (20/11), rombongan kabupaten yang sudah beberapa kali memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ini mengunjungi kantor Pemkab Lombok Barat. Lantaran level SPIP yang masih belum meningkat, dengan dipimpin Wakil Bupatinya, rombongan yang terdiri dari seluruh kepala SKPD Pemkab Garut ini mencoba belajar dari Pemkab Lobar.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid. “Sistem ini memang membutuhkan proses yang panjang, atau bahkan bisa dibilang never ending process. Namun banyak manfaat yang bisa diambil dengan penerapan SPIP ini,” kata bupati memberikan semangat.

Pelaksanaan SPIP di Kabupaten Lombok Barat sendiri dilaksanakan oleh Tim Satgas SPIP Kabupaten Lombok Barat yang dibentuk dengan Surat Keputusan Bupati Lombok Barat Nomor 54 A/6.2/Inspektorat/2017 tanggal 26 Januari 2017 tentang Pembentukan Tim Satuan Tugas Sistem Pengendalian Intern Pemda Lobar Tahun 2017. Jumlah anggotanya sebanyak 28 orang di mana para anggotanya merupakan pimpinan OPD di lingkup Pemkab Lobar.

Pemaparan terkait proses keberhasilan Pemkab Lobar mencapai level 3 SPIP kemudian dilanjutkan oleh Inspektur Kab. Lombok Barat, H. Rachmat Agus Hidayat.

Diakui Wakil Bupati Garut, dr. H. Helmi Budiman, saat ini SPIP Kab. Garut berada di level 1,85. “Hal itu mewajibkan kami untuk belajar di Kabupaten Lombok Barat. Padahal secara administrasi kami sudah mengerahkan dan malaksanakan persyaratan untuk bisa naik ke level yang lebih tinggi. Tapi level kami hanya jalan di tempat. Maka itu, Lombok Baratlah yang menjadi tambatan hati untuk belajar tentang SPIP yang mencapai level 3, sekaligus meminta bocoran untuk bisa naik level,” candanya.

Selain ingin belajar tentang SPIP di Kabupaten Lombok Barat, rombongan dari kota dodol ini juga berhasrat untuk belajar tentang tata kelola di bidang pariwisata Lombok yang terkenal dengan wisata halalnya.

Untuk periwisata sendiri rombongan akan turun langsung ke lapangan, yaitu ke wilayah Senggigi dan beberapa gili-gili yang ada di Kabupaten Lombok Barat.

“Semoga tenarnya pariwisata Lombok bisa berdampak positif bagi Kabupaten Garut atas kunjungan kami ini,” harapnya. (alok/humas)

FAUZAN : DENGAN AL-QUR’AN KITA BAHAGIA

Giri Menang, Senin 20 November 2017 – Sebagai bentuk komitmen untuk mendukung pembangunan Pondok Pesantren (Ponpes), Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid secara langsung melakukan peletakkan batu pertama asrama dan ruang belajar Ponpes Mawa’izzunnisyan di Dusun Majeti Lauk, Desa Kramajaya, Kecamatan Narmada, Senin (20/11).

Turut hadir pada peletakan batu pertama tersebut Bupati Lombok Timur, Ali BD, TGH. Nasrudin Muhdi, TGH. Izzuddin Toyib, Camat Narmada, Kepala Desa, para santri Ponpes Mawa’izunnisyan serta tokoh agama dan masyarakat setempat.

Ketua Panitia, H. Basirun mengakui, pembangunan gedung dan asrama Ponpes sangat dibutuhkan karena setiap tahunnya santri yang belajar terus meningkat.

Ponpes Mawa’izzunnisyan termasuk satu-satunya pondok yang fokus dan eksis dalam memberikan bimbingan Al-Qur’an. “Al-Qur’an kita jaga dari segi tulisan dan bacaan serta makna dan pengamalannya. Kami punya Tuan Guru Ali Hafiz Alimuddin yang mengabdikan hidupnya untuk membina Al-Qur’an,” katanya.

Bupati H. Fauzan Khalid dalam kesempatan itu juga memberikan motivasi kepada seluruh santri Ponpes untuk terus belajar Al-Qur’an. “Dengan mempelajari Al-Qur’an hidup kita akan bahagia. Al-Qur’an akan menyinari masa depan bagi yang belajar. Belajar Al-Qur’an itu mulia, maka jangan ragukan masa depan kalian pasti diangkat derajat dengan kemuliaan Al-Qur’an,” pesannya. (dedy/humas)

Cegah Potensi Korupsi, Pemkab Lobar Terapkan E-Planning

Giri Menang, Senin 20 November 2017 – Proses pelaksanaan perencanaan daerah merupakan tahapan awal dari proses pembangunan daerah yang diidentifikasi memiliki resiko yang besar dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi. Adapun faktor suka dan tidak suka, faktor kedekatan dan faktor-faktor lainnya, sering menjadikan upaya untuk mewujudkan perencanaan yang baik, berkualitas dan berdasarkan prioritas pembangunan menjadi terabaikan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Dr. H. Baihaqi pada acara pembukaan Pelatihan Sistem Informasi Manajemen Daerah SIMDA Perencanaan (e-Planning) untuk perangkat daerah dan perangkat desa se-Kab.Lobar di Aula Kantor Bupati Lobar, Senin (20/11).

Lebih jauh H. Baihaqi mengatakan, salah satu cara untuk meminimalisir hal tersebut yaitu dengan cara memanfaatkan informasi dan teknologi di dalam melaksanakan perencanaan melalui penggunaan aplikasi SIMDA Perencanaan (e-planning).

“Penerapan SIMDA Perencanaan ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan proses perencanaan, keselarasan antara dokumen perencanaan, akuntabilitas kinerja perencanaan serta yang tidak kalah penting adalah meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan sumber daya yang kita miliki, baik itu sumber daya manusia maupun sumber daya yang lainnya,” ujarnya.

Diharapkan nantinya hasil dari pelatihan kali ini adalah dapat dimanfaatkannya aplikasi SIMDA Perencanaan dalam penyusunan dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2019 mendatang oleh seluruh perangkat daerah.

Sementara itu di tempat yang sama, Asisten II Setda Kab. Lobar, H. Poniman mengatakan pelatihan ini sesungguhnya bertujuan untuk perangkat daerah serta perangkat desa agar bisa lebih cermat, cepat, dan lebih efisien didalam melaksanakan dan menggunakan anggaran.

“Semakin besar anggaran yang dikelola tentu semakin rumit. Oleh karena itu manfaatkan aplikasi SIMDA Perencanaan (e-planning) ini,” pesannya.

Kegiatan diikuti sekitar 200 peserta dan diisi oleh narasumber dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi NTB. (ardi/humas)

Kepala BNN NTB Tantang ASN Lobar

Giri Menang, Senin 20 November 2017 – Kepemilikan Narkoba bagi masyarakat sudah kian menggila. Bahkan Pejabat serta Aparatur Sipil Negara (ASN) pun tidak tertutup kemungkinan memiliki dan terlibat sebagai pemakai dan bandar narkoba. “Seperti Wakil Ketua DPRD Bali yang beberapa waktu lalu tertangkap karena terbukti jadi bandar narkoba,” papar Kepala Badan Narkoba Nasional (BNN) NTB, Brigjenpol Imam Margono saat memberikan sambutan pada acara Rapat Pimpinan II Lobar di Aula Utama Kantor Bupati di Giri Menang-Gerung, Senin (20/11).

Kata mantan Kapolda NTB ini, test uriune bagi pejabat dan ASN sudah sering dimanipulasi dan itu tidak cukup. Alasannya, begitu ada pengumuman di suatu lembaga akan digelar test urine, maka kesempatan bagi pemakai, 2-3 hari sebelumnya sudah tidak memakai.

Test urine ini kata Imam, sering disalahgunakan, karena hal itu tidak mencukupi. “Kalau dengan test rambut saya berani tantang, kapanpun memakai pasti akan ketahuan, silahkan dicoba,” tantangnya di hadapan Bupati, Sekda, Asisten, Staf Ahli, Kapolres serta seluruh SKPD lingkup Pemkab Lobar.

Selain penandatanganan MoU antara Bupati Lobar dengan Kepala BNN NTB terkait pemberantasan narkoba di Lobar, Rapim juga diisi dengan sejumlah agenda lainnya. Di antaranya adalah, pengukuhan Dewan Kesenian Lombok Barat (DKLB), penyerahan secara simbolis hibah tanah serta penyerahan peta penetapan batas desa kecamatan Narmada-Lingsar.

Lebih lanjut dipaparkan Imam Margiono, MoU ini merupakan implementasi dari surat edaran Kemenpan RI. Ada hal yang penting dalam surat edaran ini antara lain, pemerintah daerah turut memfasilitasi dalam rangka kegiatan sosialisasi tentang narkoba. Selanjutnya dilakukan kegiatan test urine bagi personil di lingkungan Pemda Lobar serta membentuk satgas dan relawan.

“Masalah narkoba belum benar-benar steril, mulai dari polisinya, eksekutif dan legislatinya, semuanya dari masyarakat tingkat nelayan berurusan degan narkoba,” jelas Imam Margono. (LPA/humas)

Angota PPK dan PPS Resmi Dilantik

Giri Menang, Sabtu 18 November 2017 – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Suhaimi Samsuri melantik 50 anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan 366 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang berasal dari 10 Kecamatan yang ada di Lobar. Pengambilan sumpah yang diikuti penandatanganan berita acara pelantikan dilakukan di Aula Kantor Bupati Lobar, Sabtu (18/11).

Usai melantik, Suhaimi mengingatkan para anggota PPK-PPS untuk dapat bekerja seoptimal mungkin. Tidak lupa dirinya mengingatkan beberapa pekerjaan yang harus dilakukan oleh PPK. Di antaranya, membantu KPU Kabupaten dalam pemutakhiran data pemilih, daftar pemilih, sementara, dan daftar pemilih tetap. PPK-PPS juga harus membantu KPU Kabupaten dalam menyelenggarakan Pemilihan dan melaksanakan semua tahapan penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lobar di tingkat kecamatan yang telah ditetapkan KPU.

Selanjutnya menerima dan menyampaikan daftar pemilih kepada KPU Kabupaten, mengumpulkan hasil penghitungan suara dari seluruh PPS diwilayah kerjanya. Lalu melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara dari seluruh PPS diwilayah kerjanya dalam rapat yang harus dihadiri oleh saksi peserta pemilihan dan Panwas kecamatan.

Suhaimi juga menginstuksikan masing-masing PPK dari setiap kecamatan agar langsung melaksanakan rapat pleno PPK untuk memilih ketua dan membagi tugas anggota PPK. “Hal ini untuk mempermudahkan kelancaran pelaksanaan tugas PPK,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpoldagri Lobar, H. M. Fajar Taufik mewakili bupati mengatakan, meskipun tugas dan wewenang PPK dan PPS tidak ringan akan tetapi demi kesuksesan dan kelancaran Pemilu di Lobar diharapakan para anggota ini agar bekerja dengan sungguh-sungguh dan menjadikan Pemilu ini menjadi Pemilu yang Langsung, Umum , Bebas dan Rahasia (Luber).

Pelantikan juga dihadiri oleh Perwakilan KPU Provinsi NTB, unsur Polres Lobar, Kejari dan Pimpinan SKPD serta para camat. (budi/humas)

Sekotong Tengah Raih Juara Lomba Toga Tingkat Nasional

Giri Menang – Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong Lombok Barat berhasil meraih juara lomba pemanfaatan tanaman obat keluarga (Toga) dan akupresur tingkat nasional untuk ketegori daerah terpencil. Sekotong tengah mewakili NTB lolos masuk 4 besar menyisihkan saingan dari 27 provinsi se-Indonesia. Sebelumnya, Dusun Suredadi Desa Sekotong Tengah telah dinilai oleh Tim Penilai dari Kementerian Kesehatan (Kemnkes) RI pada pertengahan oktober lalu.

Kepala UPT Puskesmas Sekotong Tengah, Nyoman Adnyana Putra menyatakan bahwa pemberitahuan pemenang lomba toga tingkat nasional Kamis lalu oleh Dikes Lobar dan Provinsi. Pemberitahuan tersebut diterima melalui surat resmi.

“Kami diundang oleh Kemenkes ke Solo untuk penyerahan trofi juara tanggal 27-29 ini. Tapi kita belum tahu apakah juara I, II atau III. Yang jelas, kita masuk nominasi juara tigkat nasional,” jelas Kapus Sekotong ini, Jum’at (18/11).

Selain menghadiri pemberian trofi tersebut, pihaknya juga akan melakukan persentasi kisah sukses dalam lomba toga tersebut. Kemungkinan dirinya besama Camat dan Kades akan mendampingi dua kader toga untuk presentasi.

Kades Sekotong Tengah L. Sarapudin menyatakan sangat bersyukur memperoleh juara nasional. Pihaknya berencana berangkat untuk mendampingi kader toga saat penerimaan trofi dan sertifikat juara. “Alhamdulillah kita masuk juara nasional,” ungkapnya.

Terkait persiapan lomba, diakui, pemanfataan toga di Dusun Suredadi sudah bagus, baik dari sisi jenis tanaman, pemanfataan lahan dan administrasi. Sejauh ini, jenis tanaman toga yang dikembangkan sebanyak 75 jenis.

“Pada pembahasan APBDes kita anggarkan 30 juta tahun depan, sebelumnya hanya 5 juta,” jelasnya.

Sebelumnya, Tim Penilai lomba tanaman obat keluarga (Toga) turun ke Dusun Suredadi Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong. Tim Kemenkes RI ini turun melakukan penilaian terhadap desa Sekotong Tengah yang masuk nominator lomba toga dan akupresur kategori daerah terpencil, mewakili Lobar dan NTB diajang nasional tersebut. Desa ini kali pertama masuk lomba tingkat nasional. Tim dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI yang berjumlah lima orang diketuai Drs IG Bagus Sarjana tiba di dusun suredadi, lokasi penilaian pemanfataan toga. Tim penilai kemudian terbagi menjadi beberapa orang mewawancarai Sekda, Kepala Dikes, dan camat serta kades terkait peranan dalam pembinaan toga. Setelah itu tim turun ke rumah-rumah warga untuk mengecek langsung pemanfataan toga di pekarangan warga.

Kwarcab Lobar Gelar Karang Pamitran

Giri Menang – Untuk pertama kalinya, pertemuan akbar yang dikenal dengan nama Karang Pamitran digelar di Lombok Barat. Kegiatan ini merupakan pertemuan besar bagi pramuka dewasa yang tidak lain untuk meningkatkan kemampuan, pengetahuan sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan sehingga mampu meningkatkan mutu pendidikan keperamukaan dan satuannya.
Dengan kegiatan Karang Pamitran ini juga diharapkan dapat menambah keakraban sesama pembina serta dapat mendorong minat serta bakat peserta didik di masing masing sekolah. Hal itu dikatakan H. M. Yamil selaku ketua panitia di sela-sela kegiatan di Bumi Perkemahan Karang Bayan Kecamatan Lingsar, Jum’at (17/11).

Pertemuan Karang Pamitran ini melibatkan seluruh SD dan SMP se-Lombok Barat. Tercatat, 293 peserta yang merupakan para penggalang, pembina siaga, penegak dari gugus depan dan pangkalan dari 145 sekolah hadir dalam kegiatan tersebut.

Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka (Mabicab) Lombok Barat, Bupati Lombok Barat yang diwakili oleh Sekda H. Moh. Taufiq usai membuka kegiatan mengaku bangga dan sangat mengapresiasi kegiatan Karang Pamitran yang baru pertama digelar oleh Kwarcab Lombok Barat tersebut.

“Mudah-mudahan ini menjadi kegiatan tahunan oleh Kwarcab Lombok Barat. Ke depan saya harap agar sekolah-sekolah lebih banyak mengirimkan peserta agar kegiatan semakin meriah,” harapnya. (dedy/humas)

1 2 3 178