560 Peserta Ikuti Pembukaan MTQ 28 Lombok Barat

Kuripan, Kominfo. Ditandai dengan pemukulan bedug oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat HM. Taufiq didampingi Wabup Lombok Barat terpilih Hj Sumiatun dan Ketua DPRD Lombok Barat M Kafali Musabaqah Tilawatil Qur’an ke 28 Kabupaten Lombok Barat dibuka, Sabtu (16/3/2019) malam di Lapangan Umum Kuripan.

Pembukaan juga dihadir, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemda Lobar, tokoh agama, tokoh masyarakat, para camat dan para kafilah MTQ dari 10 kecamatan yang ada di Lombok Barat. Meski upacara pembukaan diwarnai dengan gerimis tak menyurutkan antusias warga masyarakat Kuripan untuk menyaksikan secara langsung MTQ yang digelar setiap empat tahun sekali tersebut.

Ketua panitia penyelenggara yang juga Ketua Lembaga Pembinaan Tilawatil Quran (LPTQ) Lombok Barat Dr. H. Fathurrahim menyatakan, secara keseluruhan peserta MTQ ke 28 ini mempertandingkan, 8 cabang yang dibagi dalam 6 majlis dengan jumlah peserta sebanyk 560 peserta dengan tambahan official 60 orang dan ditambah dengan dewan hakim.

“Melalui MTQ ini bertujuan untuk merajut ukhuwah Islamiyyah di bumi Lombok Barat,” ujar Fathurrahman.
Pada kesempatan tersebut dilakukan pelantikan Dewan Hakam oleh Sekretaris Daerah Lombok Barat yang sebelumnya dibacakan Surat Keputusan tentang penunjukan Dewan Hakam dalam MTQ ke 28 tahun 2019.

Para peserta selama berlangsungnya MTQ diinafkan di perumahan penduduk yang ada di Desa Kuripan. Sementara untuk para Dewan Hakam disiapkan satu perumahan khusus. Adapun thema MTQ ke 28 yakni “Dengan MTQ ke 28 Kabupaten Lombok Barat kita bangun Lombok Barat dengan hati guna mencetak generasi Lombok Barat yang Qurani”.

Sekretaris Daerah Lombok Bafrat Ir.HM. Taufiq, M.Sc menyatakan, Prestasi kafilah MTQ asal Lombok Barat cukup menonjol dan seringkali menjuarai lomba serupa di ajang MTQ tingkat provinsi NTB baghan nasional.

“Lombok Barat berkali-kali secara berturut-turut menjuarai MTQ Provinsi dan cukup disegani oleh peserta dari10 kabupaten/kota se NTB. Apalagi Lombok Barat pada bulan Oktober 2019 ini akan menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ tingkat provinsi NTB,” ujar HM Taufiq.
Karena itu HM Taufiq memberikan semangat dan dorongan kepada peserta MTQ Kabupaten Lombok Barat yang turut berlaga pada MTQ`ke 28 ini.

“Saya berharap para peserta dapat menunjukkan penampilan i terbaiknya untuk melahirkan prestasi terbaik pada MTQ ke 28 ringkat propinsi NTB di Lombok Barat,” tutup Sekda. (her/ria/Rasidi/Arul/Kominfo).

RIBUAN ORANG IKUTI LOMBOK BARAT COLOUR RUN 2019

Giri Menang, Minggu 10 Maret 2019 – Sekitar 10 ribu masyarakat dari segala lapisan memenuhi Jalan Raya Senggigi. Bertabur serbuk warna-warni mulai dari ujung kepala hingga pakaian para peserta yang didominasi kaum millennial ini tampak semangat mengikuti kegiatan Lombok Barat Colour Run 2019.

Kegiatan Lombok Barat Colour Run 2019 ini digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lombok Barat dalam rangka memeriahkan HUT Lombok Barat ke-61 sekaligus untuk mengkampanyekan hidup sehat dan gemar berolahraga.

Di samping itu ada pesan yang ingin disampaikan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui kegiatan ini, yakni Lombok telah bangkit dan siap menerima kembali kunjungan wisatawan.

“Tentunya kita juga kembali memberikan sinyal kepada dunia luar, dengan pelaksanaan Colour Run ini membuktikan Lombok Barat sangat siap untuk menyambut para wisatawan dan ini dibuktikan juga dengan ikutnya para wisatawan mancanegara yang ikut dalam kegiatan ini,” jelas Bupati H. Fauzan Khalid, Minggu (3/10).

Bupati berharap kegiatan ini menjadi isyarat dan tanda bahwa Lombok Barat terus bersemangat, terus memiliki cita-cita, dan terus memiliki kesungguhan untuk bersama-sama menyatukan langkah dan gerak untuk membangun daerah Lombok Barat tercinta.

“Saya mengapresiasi para pelaku pariwisata, khususnya rekan-rekan Hotel Montana, terima kasih atas semuannya dan ini sebagai bukti bahwa kita sudah siap untuk menerima kedatangan para tamu dan wisatawan ke Lombok Barat,” ungkap Fauzan.

Menanggapi masih minimnya kunjungan wisatawan saat ini, bupati menjelaskan beberapa penyebabnya, salah satunya harga tiket saat ini.

“Saya mendapatkan laporan dari beberapa GM hotel saat ini kunjungan memang masih dibawah 30% tingkat okupansinya. Banyak sebab, di samping akibat bencana gempa walaupun kita sudah pulih, ada juga sebab tingginya harga tiket. Makanya kita juga meminta kepada seluruh maskapai untuk bisa merasionalisasi harga tiket, dan kita juga memohon bantuan pemerintah pusat untuk melakukan semacam intervensi. Bagaimanapun cara kita melakukan promosi atau semacamnya tapi kalau harga tiket masih seperti ini tentu tidak akan bisa maksimal,” ungkapnya.

Terlepas dari itu, bupati menilai kegiatan ini cukup berhasil. Buktinya, bukan hanya warga lokal saja, namun banyak turis baik yang menetap di Lombok maupun yang berlibur ikut meramaikan kegiatan ini. Ke depannya bupati akan menjadikan kegiatan Colour Run ini menjadi agenda regular setiap tahunnya. Bupati memastikan akan ada kejutan dan kreasi yang berbeda pada gelaran Colour Run selanjutnya.

Tanggapan positif juga disampaikan salah seorang peserta asal Australia. Wanita yang sudah enam bulan berada di Lombok dalam rangka misi sosial membantu korban gempa ini mengaku senang dengan kegiatan yang digelar Pemkab Lombok Barat ini.

“I’m so happy to be here (saya sangat senang berada di sini),” ucap peserta Angela asal Australia.

Ribuan peserta berlari sepanjang 5 km dengan mengambil garis start dari muka Hotel Montana menuju Hotel Puri Saron dan kembali lagi menuju Hotel Montana untuk finish. Di awal start, saling lempar tepung warna-warni sudah mulai dilakukan. Semua peserta seakan lupa diri dan larut dalam keceriaan berlari dengan baluran warni warni pada kaos mereka. Di tengah ribuan peserta dari lokal, nampak juga para ekspatriat (orang asing, red) yang sedang berlibur bersama keluarga. Jumlah mereka mencapai puluhan yang tidak ingin ketinggalan ikut gembira berlari bersama masyarakat yang telah bejibun sejak pukul 05.00 pagi. Mereka tidak hanya larut dengan warna warni, namun diiring dengan dentuman petasan yang menggelegar sesaat setelah start dimulai. Sebelum mulai lari, para peserta melakukan senam bersama.

Setelah mencapai finish peserta Colour Run kembali disambut lagi dengan lemparan tepung warna-warni yang diiringi musik menghentak sebagai hiburan pamungkas. Suara musik mampu menghipnotis para peserta meski dalam keadaan lelah. Selain musik dan warna-warni, Colour Run kali ini juga menyediakan doorprize bagi para peserta mulai dari voucher menginap gratis, Sepeda, Sepeda Motor, TV, Mesin Cuci, Kompor Gas serta hadiah menarik lainnya.

PERCEPAT HASIL, DUKCAPIL LOMBOK BARAT CETAK KTP DI JAKARTA

Giri Menang, 9 Maret 2019 – Dalam rangka mempercepat pelayanan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP), khususnya bagi warga yang telah lama melakukan perekaman, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Lombok Barat melakukan pencetakan E-KTP ke Ditjend Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Jakarta.

Hal tersebut dibeberkan oleh Sekretaris Dinas Dukcapil, Fathurrahman saat ditemui di sela-sela acara Pelatihan dan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Aparatur di Ballroom Hotel Jayakarta Senggigi, Sabtu (9/3).

Menurutnya, sebanyak 19.500 keping E-KTP langsung dicetak pihaknya di Direktorat Jenderal Dukcapil Kemendagri.

“Itu semua adalah hasil perekaman yang dilakukan sebelum tanggal 28 Februari 2019 dan dengan status PRR (print ready record, red),” terang Fathurrahman.

Selain itu, imbuhnya, jumlah tersebut termasuk untuk warga yang terpaksa menggunakan Surat Keterangan yang terbit sejak tahun 2017.

Menurut Mantan Kepala Bidang di Bappeda itu, pencetakan KTP di Jakarta adalah sesuai hasil kesepakatan di Rapat Koordinasi Nasional di Makasar awal Februari lalu.

“PRR di semua daerah harus dalam kondisi nol menyongsong Pemilu 2019 sampai bulan Maret,” tutur Farhurrahman mengutarakan alasan pencetakan itu.

Ia memastikan dengan pencetakan di Kemendagri itu, pihaknya telah menuntaskan 100 persen pencetakan KTP Elektronik dari seluruh hasil perekaman. dan terus menyelesaikan beban 8% persen wajib KTP yg tersisa.

Untuk diketahui, jumlah penduduk wajib KTP sampai dengan berita ini naik adalah sejumlah 522.475 Jiwa.

“Tinggal kurang lebih 51.966 jiwa yang belum melakukan perekaman,” papar Fathurahman.

Saat ini, total keseluruhan warga yang telah rekam identitas telah memiliki KTP Elektronik.

“19.500 keping itu segera akan kita distribusikan ke pemiliknya melalui kecamatan dan desa,” ujar Fathurrahman.

Sedangkan untuk sisa warga yang masih belum melakukan perekaman, pihaknya sedang menggerakkan perekaman dengan langsung turun ke desa-desa. Untuk tahun ini saja, akunya, setidaknya 61 desa yang tersebar di seluruh Kabupaten Lombok Barat akan menjadi sasaran pelayanan keliling.

“Untuk pelayanan ini, kita tidak bisa memberikan secara langsung KTP yang sudah cetak, karena sangat bergantung pada signal, alat, suhu kerja alat cetak dan waktu,” kelit Fathurrahman.

Selain itu, terang Fathurrahman, untuk desa-desa tertentu dan untuk kebutuhan pembuatan akta kelahiran massal, Dinas Dukcapil bekerja sama dengan NGO/organisasi LPA Mataram yang menyasar khusus 9 Desa di dua Kecamatan, yaitu Batulayar dan Gunungsari. Dukcapil juga menjalin PKS dgn Yayasan Tunas Alam indonesia (SANTAI) juga membuka pelayanan adminduk sbg dasar Istbath nikah untuk 79 pasang. (Humas Lobar)

Sumber : http://humas.lombokbaratkab.go.id/percepat-hasil-dukcapil-lombok-barat-cetak-ktp-di-jakarta/

DISDUKCAPIL LOMBOK BARAT MASUK KATEGORI KUNING

Giri Menang, 9 Maret 2019 – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Lombok Barat masuk dalam kategori kuning atau sedang dalam penilaian Pelayanan Publik oleh Ombudsman Republik Indonesia yang dirilisnya akhir tahun lalu.

Penilaian tersebut menyasar lebih dari 190 Kabupaten/ Kota se-Indonesia di mana Kabupaten Lombok Barat dinilai buruk se Nusa Tenggara Barat dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Hal itu tergambar dalam point yang hanya mencapai 44,68 atau masuk dalam zona merah dan berada di ranking 162 dari seluruh daerah yang disurvey. Namun walau secara keseluruhan berada di zona merah, Dinas Dukcapil Lombok Barat sendiri sesungguhnya berada di zona sedang atau kuning.

Dari 5 point yang dinilai, yaitu pelayanan untuk akta kelahiran, kematian, perkawinan, Kartu Tanda Penduduk, dan Kartu Keluarga, dinas ini rata-rata memperoleh point nilai 57 dan 61. Artinya berada di Zona Kuning.

“Tapi karena dalam tabulasi kita harus gabungkan dengan seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah, red), maka nilai komulatifnya yang kelihatan,” terang Rasyid Ridho dari Ombudsman Perwakilan Nusa Tenggara Barat saat mengisi materi pada Pelatihan dan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Aparatur Dinas Dukcapil Lombok Barat di Ballroom Hotel Jayakarta, Sabtu (9/3).

Untuk Dinas Dukcapil Lombok Barat, aku Ridho, setidaknya ada beberapa point yang harus diperhatikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

“Harus memiliki maklumat yang memuat dua hal, yaitu komitmen untuk memberikan pelayanan dan kesiapan untuk mendapat sangsi bila tidak memberikan pelayanan optimal,” terang Ridho.

Biarpun sederhana, dalam penilaian Ombudsman, maklumat tersebut memiliki point cukup besar, yaitu 12 point.

Selain itu, tambah Ridho, Dinas Dukcapil Lombok Barat juga harus menyediakan ruangan untuk layanan khusus bagi warga yang berkebutuhan khusus, bisa berbentuk ruangan laktasi (menyusui, red, satu meja atau bangku yang diperuntukkan khusus buat lansia (lanjut usia, red) dan penyandang disabilitas .

“Dinas juga harus menyiapkan pelayanan khusus, tidak mesti pegawai yang hanya melayani khusus ke mereka, tapi bisa berperan ganda,” terang Ridho.

Ombudsman juga memberi perhatian khusus kepada pengelolaan pengaduan.

“Untuk hal itu, yang dinilai adalah sarana dan petugas, prosedur dan mekanisme pengaduan, jangka waktu responsnya, dan penilaian kinerja dengan indeks kepuasan masyarakat,” pungkas Ridho.

Ridho pun mengingatkan agar Dinas Dukcapil tetap memperhatikan seluruh informasi yang layak disebarkan sambil tetap mengedepankan partisipasi masyarakat. Penyebaran informasi itu, menurut Anggota Ombudsman NTB itu bisa berbentuk brosur atau website.

“Yang penting masyarakat tahu informasi, baik itu mengenai syarat dan alur, dari desk mana ke desk mana, waktu, dan tarif. Kalau gratis, diumumkan gratis,” pinta Ridho.

Menyambut penilaian itu, Kepala Sub Bagian Program Dinas Dukcapil, H. Taufikurrahman mengaku pelayanan pengaduan tersebut sesungguhnya sudah tersedia.

“Tapi belum di-SK-kan sesuai permintaan Ombudsman,” terang Taufik sambil memastikan bahwa maklumat pelayanan yang berpoint besar pun sudah tersedia dan sudah dipampang saat pemeriksaan ombudsman yang pertama tahun lalu.

Di tempat yang sama, Bupati Lombok Barat mengingat jajaran Dinas Dukcapil agar lebih peduli terhadap pelayanan.

“Kerja Dukcapil adalah pelayanan di mana potret penilaian juga ada di pelayanan. Baik buruknya penilaian ada di situ,” pinta Fauzan.

Fauzan pun menjanjikan untuk mendekatkan pelayanan, pihaknya akan membentuk 3 UPT (Unit Pelayanan Teknis) yang meliputi satu UPT untuk Kecamatan Gunungsari – Batulayar, satu UPT untuk Kecamatan Narmada – Lingsar, dan satu UPT untuk Kecamatan Sekotong – Lembar.

“Sedangkan Kecamatan Kediri, Labuapi, Labuapi, dan Gerung bisa dilayani di Kantor Dinas yang lebih dekat,” terang Fauzan.

Selain UPT, Fauzan juga merencanakan di tahun 2020 akan membangunkan kantor untuk Dinas Dukcapil.

“Mestinya tahun ini bisa, tapi karena ada dinas yang lebih membutuhkan dan kemampuan fiskal yang terbatas, insya Allah tahun depan,” pungkas Fauzan.

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, menurut Fauzan, saat ini juga sedang mengkaji untuk memberikan “uang duka” yang akan diambilkan melalui pos anggaran bantuan sosial, asalkan keluarga yang meninggal menguruskan Akta Kematian keluarganya di Dinas Dukcapil. (Humas Lobar)

Sumber : http://humas.lombokbaratkab.go.id/disdukcapil-lombok-barat-masuk-kategori-kuning/

TINGKATKAN KUALITAS LAYANAN, DISDUKCAPIL LOMBOK BARAT GELAR BIMTEK STAFF

Giri Menang, 9 Maret 2019 – Sebanyak 90 orang pegawai lingkup Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Lombok Barat mengikuti Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Aparatur di Ballroom Hotel Jayakarta, Sabtu (9/3).

Kegiatan yang diselenggarakan selama satu hari ini melibatkan seluruh pegawai, 52 jajaran Aparatur Sipil Negara dan 38 orang tenaga kontrak lingkup Dinas Dukcapil Lombok Barat.

Menurut Sekretaris Dinas Dukcapil, Fathurrahman, kegiatan ini sengaja diselenggarakan di luar jam kerja dan tidak di kantor untuk menjadi penyegaran buat para staff.

“Biar mereka tidak jenuh dan untuk menjadi penyegaran setelah full memberikan layanan ke masyarakat,” tutur Fathurrahman.

Fathurrahman menambahkan, dengan pelatihan ini pihaknya menghargai kinerja staff yang bekerja sampai harus memberikan layanan malam hari dua kali dalam seminggu.

Kegiatan ini, imbuh Fathurrahman, ditujukan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan dalam memberikan pelayanan. Selain itu untuk meningkatkan pemahaman akan regulasi, penyusunan dan implementasi Standar Operasional Prosedur, bagaimana berkomunikasi yang efektif, dan bisa bersinergi serta meningkatkan kekompakan antar aparatur di Dinas Dukcapil.

Fathurrahman memastikan, dampak dari bimbingan teknis ini agar Gerakan Sadar Administrasi Kependudukan (Gerasak) yang digulirkan pihaknya sejak tahun lalu bisa memberikan pelayanan yang efektif dan memuaskan masyarakat.

“Kita akan membedah berbagai persoalan selama pelayanan dan menghadirkan narasumber yang kompeten,” pungkas Fathurrahman.

Dalam pelatihan dan bimtek ini, Dinas Dukcapil juga mengundang narasumber dari luar, di antaranya adalah Bupati Lombok Barat, Perwakilan Ombudsman Nusa Tenggara Barat, dan Widyaiswara dari BPSDM NTB.

Di kesempatan terpisah, Kepala Dinas Dukcapil Lombok Barat H. Muridun menuturkan pihaknya menggelar kegiatan setelah secara mandiri juga melakukan survey permasalahan ke tengah masyarakat.

“Kami silaturrahmi ke banyak tokoh, ke masyarakat, kadang sampai malam hari untuk mencari pokok-pokok persoalan yang harus kita jawab, sekaligus mendapatkan masukan dari mereka,” tutur Muridun.

Menurut Muridun, masyarakat rata-rata mengeluhkan kurang responsnya aparatur, minimnya penyampaian informasi, jauhnya akses pelayanan, kurangnya koordinasi lintas sektor, rendahnya kualitas birokrasi, dan kurangnya kepekaan aparatur dalam menindaklanjuti aspirasi warga.

Menurut salah seorang staff Bidang Pendaftaran Kependudukan, Sahrial Hadiarianta, pelatihan ini dianggapnya sangat positif buat dirinya.

“Ini tumben ada pelatihan buat staff. Sangat positif untuk kami tahu permasalahan, bagaimana bekerja, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Di kesempatan lain, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menyambut baik kegiatan tersebut.

“Acara ini sangat bagus, dan saya minta buat acara seperti ini lagi,” ujar Fauzan sambil meminta Dinas Dukcapil membuat kegiatan berkemah atau outbound.

“Biayanya jauh lebih murah, tenda tinggal minjam, makan tinggal masak. Yang penting kebersamaan,” ujar Fauzan.

Dalam kesempatan itu, Bupati yang akan dilantik lagi untuk periode ke-2 ini meminta seluruh jajaran Dinas Dukcapil untuk mengedepankan sikap ikhlas dalam bekerja.

Hal tersebut diuraikannya mengingat Dinas Dukcapil termasuk dinas pelayanan publik yang sering mendapat sorotan dan kritik dari masyarakat.

“Tidak mungkin kerja kita tidak berbanding lurus dengan efeknya, kalau kita percaya keadilan Tuhan,” pungkas Fauzan memotivasi jajarannya. (Humas Lobar)

Sumber : http://humas.lombokbaratkab.go.id/tingkatkan-kualitas-layanan-disdukcapil-lombok-barat-gelar-bimtek-staff/

LOMBA SEKOLAH SEHAT, KHAIRATUN PUJI SDN 1 BELEKA

Giri Menang, Sabtu 9 Maret 2019 – Ketua TP-PKK Lombok Barat Hj. Khairatun Fauzan Khalid bersama anggota tim penilai Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Kabupaten meninjau beberapa sekolah di Kecamatan Gerung, Jum’at (8/3) kemarin. Rombongan memulai kunjungannya di SDN 1 Beleka, kemudian SMPN 3 Gerung, dan SMKN 2 Gerung.

Usai peninjauan, Khairatun mengaku cukup lega dengan kondisi sekolah yang ada di Gerung. Di SDN 1 Beleka misalnya, Khairatun memuji kelengkapan penilaian di sekolah yang berlokasi dekat ikon Lombok Barat, Monumen Giri Menang ini. Termasuk inovasi yang diterapkan, seperti tempat cuci tangan yang rapi, pemanfaatan pekarangan yang baik, limbah sampah yang diolah menjadi tempat yang berharga, dan pintu gerbang yang dibuat dari botol air mineral berkas.

“SDN 1 Beleka alhamduillah sudah baik. Semua indikator sudah lengkap, PHBS nya juga medianya lengkap seperti cuci tangan pake sabun dengan air mengalir. Kemudian ketersediaan kamar mandi, bak sampahnya. Dari guru-gurunya jug kita nilai,” ujar bunda Paud Lobmok Barat ini.

Khairatun mengakui seluruh sekolah di Lombok Barat yang dinillainya memiliki keunggulan masing-masing. Ada yang memiliki proepsek bagus tapi pemanfaatn pekarangan yang kurang makasimal, kemudian ada juga yang bangunan sekolahnya merupakan bangunan lama namun tingkat kebersihannya sangat baik, dan sebagainya.

“Lomba Sekolah Sehat ini untuk memotivasi sekolah-sekolah untuk memberikan suasana yang nyaman, baik dan bersih sehingga ketika siswa belajar dapat memudahkan menangkap pelajaran. Alhamdulillah yang ikut dari 10 kecamatan ini sudah bagus semua. Nanti kita ambil yang paling bagus,” pungkasnya. (Humas Lobar)

LOMBA SEKOLAH SEHAT, KHAIRATUN PUJI SDN 1 BELEKA

TIM VOLY TERBAIK SE-LOMBOK SEMARAKKAN HUT LOMBOK BARAT

Giri Menang, Sabtu 9 Maret 2019 – Sebanyak 17 tim terbaik se-Pulau Lombok mengikuti Turnamen Invitasi Bola Volly yang digelar Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Ketujuh belas tim yang akan berlaga yakni dua tim berasal dari Kabupaten Lombok Timur, kemudian dua tim berasal dari Kabupaten Lombok Utara, selanjutnya enam tim berasal dari Kabupaten Lombok Tengah, dua tim berasal dari Kota mataram dan tuan rumah Lombok Barat menurunkan lima tim terbaiknya.

Turnamen Invitasi Bola Voli Bupati Cup 2019 se-pulau Lombok merupakan salah satu kejuaraan yang setiap tahun diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Turnamen ini sangat penting karena dapat dijadikan sebagai salah satu indikator berjalannya pembinaan kepada atlet terbaik dan kepelatihan cabang olahraga bola voli di Kabupaten Lombok Barat. Hal tersebut disampaikan Bupati H. Fauzan Khalid saat membuka turnamen yang digelar hingga 28 Merat 2019 di Gor Mini Gerung, Jum’at (8/3).

“Saya berharap ajang ini dapat dijadikan sarana konsolidasi, adu bakat dan prestasi para atlet bola voli di Lombok Barat khususnya dan Pulau Lombok pada umumnya, mengingat cabang olahraga bola voli merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat digemari masyarakat,” ujar bupati.

Turnamen kali ini menjadi yang keempat kalinya digelar Pemkab Lombok Barat. Waktu pelaksanaannya sengaja digelar menjelang HUT Lombok Barat setiap tahunnya agar perayaan HUT lebih semarak.

Melalui kegiatan semacam ini, Bupati Fauzan Khalid optimis mampu melahirkan bakat terbaik sehingga mampu berprestasi di ajang nasional bahkan internasional. Selain untuk mengembangkan bakat dan minat generasi muda dalam cabang olahraga bola voli, kegiatan semacam ini bertujuan untuk membina serta mengembangkan jiwa sportivitas, rasa percaya diri dan rasa tanggungjawab serta mengembangkan budaya hidup sehat dan gemar olahraga.

“Hasilnya sudah kita lihat, tim dari Lombok Barat sudah empat kali mendapatkan medali emas dan dua kali berturut-turut mendapatkan medali emas di ajang PorProv Nusa Tenggara Barat dan ini hasil yang membanggakan. Insya Allah nanti akan bisa menjadi juara di ajang nasional seperti Pekan Olahraga Nasional,” harapnya.

Senada dengan bupati, Ketua PBVSI Lobar I Made Artadana optimis dengan rutinitas latihan dan banyaknya event kejuaraan yang digelar, tidak menutup kemungkinan akan melahirkan atlet-atlet berbakat yang bisa dibanggakan di kemudian hari.

“Melalui turnamen ini KONI dan PBVSI Kabupaten Lombok Barat dapat memilih pemain-pemain terbaik, agar dibina secara khusus untuk mendapatkan tim yang solid, serta menggali potensi atlet-atlet berbakat yang dapat diproyeksikan ke event lebih tinggi dan lebih bergengsi lainnya, baik di tingkat regional maupun nasional dan menghasilkan pemenang atau juara,” ujarnya.

Pembukaan Turnamen diawali dengan pertandingan antara IVICO Labuapi Lombok Barat Vs LVC Lombok Timur. (Humas Lobar)

Sumber : http://humas.lombokbaratkab.go.id/tim-voly-terbaik-se-lombok-semarakkan-hut-lombok-barat/

BUPATI RESMIKAN MASJID AL-ISLAHUDIN

Giri Menang, Jum’at 8 Maret 2019 – Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid meresmikan Masjid Al-Islahudin yang berada di Dusun Pakel, Desa Gunungsari, Kecamatan Gunungsari, Jum’at (8/3).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Fauzan Khalid disaksikan Wakil Ketua I Baznas Provinsi NTB TGH. Munajib, Pejabat Kementerian PUPR, BPBD Provinsi NTB, Camat Gunungsari, Kapolsek, Danposramil dan seluruh masyarakat serta para pengurus takmir masjid.

Bupati H. Fauzan Khalid dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh BUMN yang telah membantu masyarakat Dusun Pokel dalam pembangunan masjid. Terlebih pembangunan masjid yang sebelumnya mengalami rusak berat akibat gempa beberapa waktu lalu itu dibangun dengan struktur tahan gempa Risha.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi dukungan, baik materil, moril, doa dan tenaga sehingga masjid ini dapat tuntas dengan baik. Terlebih kepada Kementerian PUPR dan BPBD Provinsi NTB,” ucapnya.

Sementara itu, Andria Hidayati selaku Pejabat pembuat komintmen dari Kementrian PUPR Bidang Cipta Karya dalam keterangannya tidak merinci biaya yang dihabiskan dalam pembangunan masjid ini.

“Yang jelas bangunan masjid ini masuk hitungan milliaran,” katanya.

Masjid Al-Islahudin yang usai dibangun ini sendiri luasnya 15 x 15 meter persegi. Terdiri dari bangunan masjid, kemudian ada bangunan menara dan tempat wudhunya.

Sedangkan dari PT. Wika melalui dana CSRnya juga membantu pembangunan paping blok, tandon air, dan sound sistem.

Sementara itu Kepala Dusun Pakel, Sabihin mengaku sangat bersyukur telah dibangunkan masjid oleh pemerintah.

“Kalau masyarakat sini tidak mungkin dapat membangun, karena biaya, apalagi masyarakatnya terkena gempa,” katanya.

Bapak Sabihin juga berterimakasih kepada semua donatur yang telah membantu masyarakatnya sampai bisa memiliki masjid kembali pasca gempa.

“Semua biaya di tanggung pemerintah. Tidak ada sedikitpun swadaya. Atau dibebankan masyarakat kami, ” pungkasnya. (Humas Lobar)

BUPATI RESMIKAN MASJID AL-ISLAHUDIN

BUPATI FAUZAN KHALID BUKA SOSIALISASI GERMAS

Giri Menang, Rabu 6 Maret 2019 – Ratusan orang yang terdiri dari institusi kesehatan dan masyarakat mengikuti Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup bersih (Germas) di Gedung Budaya Narmada, Lombok Barat. Kegiatan yang pertama kalo digelar Politeknik Kesehatan Mataram di Lombok Barat ini dibuka secara langsung oleh Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, Rabu (6/3). Turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut yakni Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Hj. Ermalena serta perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI.

“Kegiatan ini merupakan pertama yang digelar oleh Politeknik Kesehatan Mataram di Lombok Barat tahun 2019. Dengan tujuan agar masyarakat menggugah kesadaran dalam berprilaku hidup bersih,” jelas H. Zubair selaku panitia penyelenggara.

Kegiatan ini sendiri disambut baik Bupati H. Fauzan Khalid. Bupati menganggap kegiatan ini sebagai tugas kemanusiaan di bidang kesehatan sehingga diharapakan dapat membuat perilaku hidup masyarakat lebih bersih dan sehat.

Setiap orang diwajibkan tidak hanya berperilaku hidup sehat, akan tetapi juga diharapkan ikut secara aktif menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan bagi masyarakat disekitarnya.

“Terlebih Lombok Barat ditetapkan bersama beberapa daerah lain di Indonesia sebagai pilot project percontohan kabupaten bebas stunting oleh pemerintah pusat,” jelasnya.

Di Kabupaten Lombok Barat, tren prevalensi stunting terus mengalami penurunan yang sangat signifikan, dari angka 49,8% di tahun 2007 menjadi 33,6% di tahun 2017 dan 28.9% di tahun 2018.

Jumlah kematian ibu dan bayi juga mengalami penurunan yang cukup tajam. Kasus kematian ibu di tahun 2009 sebanyak 18 kasus, maka di tahun 2018 menurun menjadi 5 kasus, kematian bayi dari 201 kasus di tahun 2009 menjadi 28 kasus di tahun 2018. Jumlah desa ODF (terbebas dari buang air besar sembarangan) juga telah mencapai 77.05% desa.

Capaian tersebut tidak lepas dari peran para kader kesehatan yang ada di masing-masing desa maupun perangkat desa dan segenap masyarakat.

Dalam kesempatan itu Bupati Fauzan Khalid kembali mengajak masyarakat melalui Dinas Kesehatan untuk menyelesaikan persoalan mulai dari hulunya.

“Di Dinas Kesehatan punya progran kesehatan ke SMP dan SMK untuk mengedukasi dan mensosialisasikan sadar gizi. Untuk tahap pertama ada sepuluh sekolah, dan tahun 2019 ada tambahan target sebanyak 39 sekolah. Mudah mudahan ke depan semakin banyak kita intervesi sekolah-sekolah,” harapnya.

Tidak lupa Fauzan mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan berolahraga, makan makanan yang bergizi, dan memeriksakan kesehatan ke puskesmas.

“Hal yang perlu kita waspadai bersama, yaitu semakin meningkatnya kasus-kasus penyakit non menular degeneratif seperti jantung, hipertensi dan stroke, diabetes, gagal ginjal dan sebagainya. Germas kiranya dapat menjadi jawaban terhadap masalah ini,” pungkasnya.

Kegiatan juga dirangkai dengan penandatanganan penggalangan komitmen pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Kabupaten Lombok Barat Tahun 2019 yang dilakukan oleh Bupati H. Fauzan Khalid, bersama direktur Poltekes Mataram H. Zubair, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat H. Rachman Sahnan Putra, dan Anggota DPR RI Hj. Ermalena.

Gerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat (Germas) sendiri telah dicanangkan sejak tahun 2017 bersamaan dengan Kegiatan jambore kader kesehatan dan Saka Bhakti Husada di Gunung Jahe. Selanjutnya, bupati juga telah menerbitkan Instruksi Bupati nomor 1/Dikes/312.1/2018 tentang pelaksanaan Germas di Kabupaten Lombok Barat.

Inti dari gerakan ini adalah bahwa masyarakat diharapkan melakukan 3 hal penting, yaitu membiasakan diri untuk mengkonsumsi buah dan sayur, melakukan olah raga setiap hari serta memeriksakan kesehatan secara rutin ke fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan gerakan ini diharapkan masyarakat dapat hidup lebih sehat dan lebih bugar. (Humas Lobar)

Sumber : http://humas.lombokbaratkab.go.id/bupati-fauzan-khalid-buka-sosialisasi-germas/

PKK LOMBOK BARAT DUKUNG PROGRAM ZERO WASTE MILIK PEMPROV NTB

Giri Menang, Rabu 6 Maret 2019 – Usai melakukan pembinaan Posyandu di Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Senin (4/3) lalu, Ketua TP-PKK Lombok Barat (Lobar) Hj. Khairatun Fauzan Khalid dan rombongan meninjau pengolohan sampah yang berada di Dusun Bebae, Desa Lingsar, Kecamatan Lingsar. Di sini terdapat pengolahan sampah organik dengan teknologi black soldier fly (tentara lalat hitam). Pengolahan sampah dengan tekhnologi tentara hitam ini merupakan program Pemerintah Provinsi NTB untuk mewujudkan program Zero Waste yakni menciptakan lingkungan bersih dan sehat di NTB.

Ketua TP-PKK Lobar Hj. Khairatun akan mendukung program Pemprov NTB itu dengan memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat memilih dan memilah sampah organik dan non organik, mulai dari tingkat rumah tangga.

“Kita akan terus menggalakkan Program Zero Waste ini, sasaranya juga ke ibu-ibu rumah tangga. Kalau dari bawah kita galakkan Zero Waste, Insya Allah sampah bisa kita atasi di Lombok Barat khususnya dan NTB pada umumnya,” katanya.

“Sampah erat kaitannya dengan kehidupan manusia yang tak mungkin terpisahkan. Masyarakat harus sadar bahwa persoalan sampah sangat penting. Masyarakat harus sungguh-sungguh memperjuangkan kebersihan lingkungan sekitar,” lanjutnya menambahkan.

Sementara itu Camat Lingsar Jamaludin menjelaskan, pengolahan sampah dengan tekhnologi tentara hitam di Lingsar sudah berjalan sejak di launching Gubernur NTB Zulkieflimansyah pada November 2018 lalu. Menurutnya, saat ini tentara hitam yang bertugas mengurangi sampah rumah tangga ini masih kekurangan bahan sampah untuk dihabiskan.

“Kebutuhan kita sehari pengolahan sampah di sini dengan pasukan tentara hitam sekitar 2-5 ton sampa. Saat ini yang sudah terpenuhi 700 kg. Rencananya Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui kecamatan akan melakukan kerja sama dengan pemerintah desa agar nanti proses pengangkutannya itu difasilitasi melalui anggaran dana desa. Dengan begitu juga akan ada keuntungan antara pengolah sampah dengan pemilik sampah. Untuk di tempat ini sampah yang sudah dipilah bisa menjadi pupuk organik,” terangnya. (Humas Lobar)

Sumber : http://humas.lombokbaratkab.go.id/pkk-lombok-barat-dukung-program-zero-waste-milik-pemprov-ntb/

1 2 3 186