2020, Optimis PAD Lobar Meningkat

Gerung, Diskominfotik-Target pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lombok Barat (Lobar) periode 2020 optimis meningkat dari target tahun sebelumnya terutama dari sisi penerimaan pendapatan asli daerah (PAD). Meski target penerimaan PAD tahun sebelumnya hanya 87,19 persen namun Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Barat menginginkan pencapaian tahun 2020 ini akan diupayakan untuk bisa tercapai 100 persen.

Kepala Bappenda Lombok Barat H Akhmad Saikhu, SE, MM di Gerung, Senin (16/1/2019) menjelaskan, optimisme kenaikan pendapatan daerah tahun 2020 ini beralasan bisa tercapai mengingat potensi pajak penerimaan daerah di Lobar cukup potensial terutama dari pajak hotel dan restoran di tambah pendapatan lain-lain yang sah.

Plt Kadis Kominfotik Lobar ini juga menambahkan, tahun 2019 target PAD yang direncanakan sebesar 281. 812.802.076,  namun realisasi pencapaian sebesar Rp246,719 Miliar. Tidak tercapainya target ini lantaran beberapa faktor. Salah satunya, karena sebagian wajib pajak (WP) masih dalam fase rekonstruksi akibat bencana gempa setahun lalu. Bencana gempa ini berdampak cukup besar, sehingga sebagian WP mengusulkan penundaan, pengurangan bahkan penghapusan total pembayaran.

Menurut Syaikhu, sebagian besar atau hampir 70 persen PAD Lombok Barat terserap dari pajak Hotel, Restouran dari kawasan pariwisata di destinasi wisata Senggigi. Meski demikian secara perlahan pariwisata mulai bangkit, angka kunjungan wisatawanpun semakin meningkat, seiring dengan semakin pulihnya kondisi kepariwisataan  di Lombok Barat.

Dikatakan Syaikhu, potensi PAD Lombok Barat selama ini bersumber dari pajak hotel, restouran, pajak hiburan, pajak air bawah tanah, pajak reklame, pasar, DBHTP, retribusi menara dan telekomunikasi dan lain sebagainya.

“Kita berharap tahun 2020 ini target penerimaan pajak kita semakin meningkat seiring pulihnya kondisi obyek pajak yang selama ini terpengaruh pasca gempa. Kita berupaya makin memaksimalkan potensi-potensi pajak yang sudah ada dan menggali obyek pajak yang memiliki potensi untuk meningkatkan PAD,” kata Syaikhu.

Syaikhu juga menyinggung Pajak Perkotaan dan Pedesaan (P2) yang memiliki potensi terhadap PAD jika benar-benar dioftimalkan. Jika beberapa kebijakan seperti pemutakhiran data obyek pajak melalui sensus PBB besar kemungkinan akan bisa terpenuhi capaiannya.

“Selain itu, untuk memudahan pelayanan, pihak Bapenda telah melakukan kerja sama dengan Bank NTB Syariah, dan PT Pos Indonesia. Tahun 2020 ini wajib pajak akan membayar dengan sistim online.

Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid sebelumnya mengungkapkan, dalam rangka mengoptimalkan PAD supaya targetnya mencapai 100 persen bias dimaksimalkan dengan baik.Ia meminta jangan semua berdalih dengan alasan gempa tahun lalu.

“Saya sampaikan itu bukan alasan, tapi walaupun masyarakat kita pendapatannya sudah normal, membayar pajak adalah kewajiban mereka untuk memperbaiki kondisinya,” tegas bupati.

Terkait dengan Pajak pedesaan dan perkotaan pihaknya akan melakukan sensus. Di dalamnya akan lebih kepada kegiatan pendataan, pengkajian rasionalitas angka dan harga pembayaran PBB. (her)

Maju Bersama Kopwan Sejahtera Giri Menang

Gerung, Lombokbaratkab.go.id-Pertumbuhan koperasi di Lombok Barat dengan pengelolaan usaha dan kemandirian kelembagaannya semakin menggembirakan dari tahun ke tahun. Koperasi wanita (Kopwan) Sejahtera, Giri Menang, Lombok Barat, NTB misalnya telah menorehkan kemajuan yang terbilang signifikan bagi peningkatan kesejahteraan anggotanya.

Kabid pembinaan Koperasi Dinas Koperasi (Diskop) Usaha Kecil Menengah (UKM) Lombok Barat (Lobar) Drs. H. Budi Arwan memberikan apresiasi pada Kopwan Sejahtera yang hingga saat ini sudah beranggotakan 327 orang tersebut.

“Rapat Anggota Tahunan (RAT) punya makna yang strategis dan hal penting yang harus dilakukan guna mengetahui eksistensi koperasi itu sendiri. Bahkan Diskop UKM Lobar sendiri memberikan peringatan kepada seluruh gerakan koperasi di Lobar yang tidak laksanakan RAT. Beradsarkan aturan bila koperasi tidak bisa melaksanakan RAT selama tiga tahun berturut-turut, maka koperasi tersebut dinyatakan non non aktif. Sebaliknya jika koperasi tersebut tetap aktif justru akan banyak memberikan mafaat bagi segenap anggotany,” ujar Budi pada Rapat Anggota Tahunan Kopwan Sejahtera Giri menang, Lobar di Gerung, Rabu (15/1/2019).

Dikatakan,  Kopwan Sejahtera ini berada pada urutan ke 7 se Lobar yang telah melaksanakan RAT. Bahkan Kopwan yang sebagian besar anggotanya kaum perempuan di Lobar ini bias melaksanakan RAT tepat waktu.

Ia menyebut, koperasi yang tak bisa laksanakan RAT tepat waktu dilatarbelakangi oleh pengelolaan lem,baga yang tak sehat. Diantaranya penataan administrasi yang amburadul, tak tertib, sehingga saat dilakukan reviue pembuatan neraca hasilnya kurang memuaskan.

Dikatakan, koperasi tidak sehat itu juga disebabkan, organisasi/kelembagaan yang sangat lemah. pengurus tak pernah beripikir akan kemajuan koperasi padahal itu amanah dan tanggungjawab kepada seluruh anggotanya, sehingga sering terjadi salah paham. Selanjutnya disebabkan usaha koperasi sangat lemah tidak sehat, tidk mendapatkan SHU bahkan bermasalah.

“Volume usaha di Kopwan ini juga meningka. Artinya pengurus sudah memberikan pelayanan yang baik. Demikian juga anggota sudah memanfaatkan secara maksimal terhadap usaha-usaha yang sudah dilaksanakan koperasi. Peningkatan volum usaha bisa dilihat dari pelayanan yang diberikan koperasi dan sebaliknya anggota  patuh pada aturan-aturan berkoperasi,” tukasnya.

Budi Arwan berharap kondisi saat ini perlu dipertahankan. Koperasi juga didorong untuk terus meningkatkan usahanya. Terkait rencana menaikan simapnan pokok (SP) Kopwan dari Rp50 ribu menjadi Rp 100 ribu tidaklah menjadi soal. Asalkan rencana baik itu bias dikomunikasikan sebelumnya dengan para anggota.

“Anggota merupakan pemilik koperasi ini dan sekaligus pengguna koperasi sehingga  rencana usaha yang akan dilaksanakan seterusnya harus melalui RAT ini. Begitu pentingnya RAT ini sehingga wajib hukumnya. RAT juga merupakan penyampaian pertanggungjawaban dari amanah yg disepakati oeh seluruh anggota kepada pengurus sesuai dengan keputusan bersama. RAT ini akan lebih bermakna apabila ada saran, pendapat, kritikan konstrukstif bagi kemajuan koperasi ke depan,” ujar Budi.

Ketua Kopwan Sejahtera Giri Menang Hj Suarni Arpan menjelaskan, dari Januari hingga Desember 2019 anggota Kopwan Sejahtera ini tercatat sebanyak 327 orang anggota  termasuk anggota baru sebanyak 27 orang.Pihaknya akan terus meningkatkan volume permodalan baik dari dalam ataupun dari luar.

“Dari dalam dengan menarik simpanan pokok, wajib, provisi, biayaadministrasi serta meningkatkan simpanan sukarela oleh anggota untuk menabung di Koerasi dengan bagi hasil sebesar 100 persen. Dari luar mendapatkan kepercayaan dari pihak ketiga berupa pinjaman agunan senilai Rp 500 juta dalam jangka waktu pelunasan dari Januari 2017 sampai Oktober 2019. Pinjaman tersebut sudah lunas,” ujar Suarni.

Ia menambahkan dalam upaya meningkatkan status Kopwan dari koperasi konvensional ke koperasi syariah pihaknya akan merevisi AD/ART. Konsekwensi itu semua simpanan pokok akan mengalami perubahan dari sebelumnya Rp50 ribu menjadi Rp100 ribua setiap bulannya.

”Karena itu kita minta Diskop Lobar bias menindaklanjuti perubahan status Kopwan dari Konvensional ke Syariah ini dengan mengacu pada undang-undang yang berlaku,” ujar Suarni.

Yang aptut menjadi catatan dan apresiasi dari pertumbuhan Kopwan ini usaha simpan pinjam dari Januari-Desember 2019 tercatat dana pinjaman yang disalurkan kepada anggotanya senilai Rp2,240 milyar terjadi tambahan sebesar Rp137, 136 juta atau 7,81 persen dar tahun 2018 sejumlah Rp2, 646 miliar.

Selain itu Kopwan ini juga bergerak di bidang social kemasyarakatan dengan memberikan santunan kepada sejumlah Panti Asuhan dan Panti Jompo di Lombok Barat. Berikutnya pemberian sarung saat Idul Fitri bagi anggota dan pemberian reward kepada anggota yang memiliki tabungan tertinggi. (her)

SMITA gandeng Pemkab Lombok Barat siap “Go Global”

Kuala Lumpur (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menjajaki kerja sama dengan Asosiasi Perdagangan Internasional Usaha Kecil dan Menengah Malaysia (SMITA) untuk pengembangan potensi daerah dan memperkenalkan ke mancanegara.

Penjajakan tersebut dilakukan pada kegiatan “Macao Night 2020 & 5th Anniversary” yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu malam (11/1).

Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid mengatakan pemerintah Kabupaten Lombok Barat saat ini sedang berusaha mengembangkan usaha berbasis industri rumahan dengan memanfaatkan potensi daerah.

Potensi tersebut berupa produk utama yang siap “go internasional” dan masuk pasar modern antara lain gula aren dengan aneka produk turunannya seperti brown sugar, gula sari dalam bentuk sachet dicampur dengan jahe dan banyak juga hasil-hasil pertanian lainnya.

“Kita terus mendorong dan membantu petani untuk mengolah hasil-hasil pertanian tersebut,” kata Fauzan.

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga berupaya memanfaatkan hasil-hasil perikanan dan rumput laut untuk dijadikan keripik yang menjadi nilai tambah bagi perekonomian masyarakat, serta penggarapan lahan garam sekitar 40 hektar dari potensi 400 hektar yang bisa dikembangkan.

“Garam yang dimiliki Kabupaten Lombok Barat sangat bagus sekali kualitasnya, dengan miliki kandungan 98,8 kcl yang bisa dimanfaatkan untuk kosmetik dan bahan obat-obatan,” ungkapnya.

Fauzan mengatakan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga melakukan pengembangkan produk utama berupa kopi dengan mulai memperluas cakupan lahan.

Untuk bidang pariwisata Kabupaten Lombok Barat memiliki keindahan alam, budaya serta kenyamanan wisatawan dalam menikmati liburan.

Dia mengatakan ke depan akan lebih banyak lagi mengundang investor, karena masih banyak kawasan yang bisa dijadikan potensi dalam mendukung sektor pariwisata antara lain Kecamatan Sekotong.

“Panjang pantai seluruh Lombok Barat 196 kilometer, sekitar 152 kilometer adalah Kecamatan Sekotong jadi itu sangat luas sekali untuk dijadikan destinasi wisata,” tuturnya.

Kerjasama dengan Asosiasi Perdagangan Internasional Usaha Kecil dan Menengah Malaysia ini diharapkan memberikan manfaat bagi perkembangan Kabupaten Lombok Barat.

“Kami siapkan kualitas produksi unggulan, mudah-mudahan kerja sama tersebut akan memberikan manfaat bagi perkembangan daerah,” ujar Fauzan.

Sementara itu Penasehat Senior SMITA, Thomas Soo mengungkapkan kerjasama tersebut akan membuka peluang UKM Malaysia terutama SMITA dengan Kabupaten Lombok Barat.

“SMITA memiliki jaringan seluruh dunia, saat ini kita banyak memiliki proyek-proyek dengan negara lain antara di China. Kita melihat ini sebagai segitiga marketing antara China, Indonesia dan Malaysia yang akan menjadi satu pasar potensial,” katanya.

Kabupaten Lombok Barat menurut Thomas, merupakan alternatif destinasi pariwisata baru diluar Bali dengan memiliki garis pantai yang sangat panjang dan sangat cocok bagi industri pariwisata.

SMITA juga berencana mendorong pengembangkan potensi pertanian yang dimiliki Kabupaten Lombok Barat seperti gula aren, kopi, durian dan manggis.

Acara tersebut juga mengundang Dr Ong Kian Ming (Kementerian Perdagangan Antarbangsa dan Industri Malaysia) sebagai perwakilan pemerintahan Malaysia, para diplomat dari sejumlah negara sahabat yang meliputi duta besar, pejabat di komisi perdagangan dan kalangan bisnis.

“Kami sangat mengapresiasi kedatangan Bupati dan delegasi Lombok Barat pada acara ini, harapannya semoga kerjasama dengan Pemkab Lombok Barat akan bisa diwujudkan,” tegas Megane S.C Soo, Nasional Presiden of SMITA.

Sumber : https://www.antaranews.com/berita/1246487/smita-gandeng-pemkab-lombok-barat-siap-go-global?fbclid=IwAR12th0_GKXZQty0j5GRYDDlZviC1u6OYg-FUAuFAzniB6MUKx5UUU1LRCM

WAKIL GUBERNUR NTB RESMIKAN DESA WISATA SEKAWAN SEJATI DI LOMBOK BARAT

Giri Menang, Sabtu 11 Januari 2020 – Kunci agar desa wisata dapat dikenal masyarakat dunia yakni tata kelola manajemen yang lebih profesional dan kebersihan. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur (wagub) NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah usai meresmikan Desa Wisata Sesaot, Desa Pakuan, dan Desa Buwun Sejati atau biasa dikenal dengan Kawasan Wisata Sekawan Sejati sebagai destinasi wisata.

Khusus bagi para pedagang di kawasan itu wagub mengingatkan untuk menyiapkan dua tempat sampah, yakni untuk sampah plastik dan sampah organik. Tujuannya agar masyarakat mulai teredukasi untuk memilah sampah.

“Sampah harus menjadi sumber daya, bukan menjadi penyebab musibah seperti banjir. Kelola sampah organik untuk pakan ternak dan non organik di jual di bank sampah. Jika sekawan sejati mampu mengelola dan memberikan perhatian kedua hal tersebut, tidak menutup kemungkinan Sekawan Sejati akan terkenal,” tegas Ummi Rohmi, sapaan akrabnya, Sabtu (11/1/2020).

Ummi Rohmi dalam kesempatan itu juga memberi apresiasi tinggi bagi seluruh elemen masyarakat yang dinilai memiliki kekompakan tinggi. Ia optimis Sekawan Sejati mampu dikenal dunia.

Ia menegaskan kemajuan desa tidak hanya tergantung kerja pemerintah saja, tapi juga semangat dan keterlibatan masyarakat bersama para tokoh yang ada.

“Tiga desa ini luar biasa yang menjadi satu kesatuan potensinya luar biasa, alamnya sangat indah subur, sehingga memang sangat optimis Sekawan Sejati ini menjadi destinasi wisata yang terkenal di dunia,” katanya.

“Pokdarwisnya kompak di semua desa, tokoh-tokohnya kompak. Insya Allah destinasi wisata ini akan maju. Dan saya optimis itu,” ungkap Rohmi.

Di tempat yang sama, PLT Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat Hj. Lale Prayatni menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemprov NTB yang telah meresmikan Desa Wisata Sekawan Sejati menjadi destinasi wisata, termasuk bantuan yang diberikan pemprov.

“Kalau jalan rabat yang di Sesaot ini kita yang kerjakan. Sedangkan Pemerintah Provinsi NTB fokus di Aik Nyet,” jelas Lale.

Di tempat terpisah Kepala Desa Sesaot Yuni Hariseni berharap dengan diresmikannya Kawasan Sekawan Sejati sebagai destinasi wisata, kolaborasi antar ketiga desa semakin baik.

“Tiga desa ini ke depan menjadi satu paket supaya kita bisa membangun Bumdes bersama Pokdarwis bersama. Dengan catatan ada MoU untuk tiga desa. Supaya pembagian hasil bisa sejalan sehingga apa yang diinginkan bersama tercapai,” ujar Yuni.

Yuni beralasan, masing-masing desa memiliki potensi yang berbeda-beda. Walaupun sumber daya alamnya satu, tapi potensi yang lain berbeda. Misalnya, Desa Sesaot ada Pusat Rekreasi Masyarakat (Purekmas), penataan trekking dan penataan lingkungan, kemudian Desa Buwun Sejati ada air terjun dan pemandian. Sedangkan Desa Pakuan memiliki Masjid China.

 

http://humas.lombokbaratkab.go.id/portal/node/berita/wakil-gubernur-ntb-resmikan-desa-wisata-sekawan-sejati-di-lombok-barat

FAKTA UNIK JALUR PENDAKIAN SESAOT-RINJANI

Giri Menang, Jum’at 10 Januari 2020 – Wacana membuka jalur pendakian ke Gunung Rinjani melalui Desa Sesaot (Lombok Barat) mulai terkuak. Setelah beberapa waktu lalu, sejumlah media cetak maupun media sosial (medsos) memberitakan hal yang sama. Beralasan, dibanding melalui jalur Torean, Sembalun maupun yang lain, jalur Sesaot memiliki beberpa fakta unik yang disuguhkan.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sesaot Azudin Nur, menyampaikan beberapa fakta unik yang disuguhkan jika tracking ke Gunung Rinjani. Menurut Jabot sapaan akrab Azudin Nur, fakta unit diantaranya merupakan jalur terlandai, termasuk jalur suci dengan limpahan sumber mata air.

“Dikatakan jalur suci, karena teman-teman Hindu mengambil air di salah satu mata air untuk kebutuhan bersuci,” sebut Jabot saat mempresentasikan rencana pembukaan jalur Sesaot-Rinjani di Ruang Rapat Jayengrane Kantor Bupati di Giri Menang-Gerung, Kamis (9/1/2020).

Dihadapan Bupati Lombok Barat, Kepala Bappeda, Sekda, Perwakilan Dinas Kehutanan NTB, Pengaman Hutan KPH Rinjani Barat, Camat Narmada, Kepala Desa Ssaot, Pakuan dan Buwun Sejati serta sejumlah perwakilan kepala OPD terkait, Jabot secara panjang lebar menyebut fakta unik lainnya.

Selain jalur terlandai dan suguhan panorama serta jalur suci, tatapi juga ada fakta lain seperti jalur terdekat dengan pusat kota. Memiliki habitat satwa endmik pulau Lombok seperti, Celepuk Rinjani, Paradok Saurus Rinjanikus (Musang Rinjani), Sapi hutan, pohon purba, pohon cemara endemik rinjani (Mayang mekar). Tidak sekdar itu, ada fakta unik lain seperti menyimpan sejarah suku Sasak dan situs bangunan purba di dalam kawasan hutan.

“Mungkin yang paling disukai pendaki dan wisatawan adalah satu-satunya jalur pendakian dengn ruas jalan terlebar,” sebut Jabot.

Daya tarik pendukung sepanjang jalur kata Jabot, ada dua air terjun, Gua alam, situs bangunan bersejarah, puluhan hektar tanaman khas pegunungan yang menyerupai Sakura Jepang.

Potensi inilah yang diharapkan Jabot, agar semua pihak mendukung rencana untuk membuka jalur menuju Rinjani melalui Sesaot.

“Jika ini teralisasi, tidak menutup kemungkinan, warga kita yang hobi menebang kayu (illegal loging), bisa beralih profesi menjadi porter, pemandu wiata, atau pawing,” pinta Jabot.

Di tempat yang sama, Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid memberi angin segar untuk jalur Sesaot-Rinjani ini. Namun pihaknya masih perlu mengkaji lebih dalam. Kata bupati, sisi negatif terutama keselamatan dan keamanan wisatawan sangat perlu dijuga.

Terkait pembukaan jalur yang melibatkan tiga desa (Sesaot, Buwun Sejati dan Pakuan), kata bupati, sebagai bahan persiapan, sudah mendapat laporan dari Kepala Bappeda Lombok Barat H. Rusditah. Dari laporan terebut, bupati langsung berkomunikasi dengan Kadis Kehutanan Provinsi NTB, sekaligus penanggung jawab Geo Park.

“Baliau langsung antusias, justru saya disuruh memilih Sesaot atau Kumbi, tapi saya langsung jawab dua-duanya,” kata bupati yang lebih memilih jalur Lombok Barat-Rinjani daripada jalur Sesaot. Beralasan, karena tidak ingin ada kecemburuan dari pihak desa Buwun Sejati dan Pakuan.

Dari komunikasi itu, pihak Dinas Kehutanan perlu ada persiapan. Namun persiapan tersebut tidak dirinci bupati. Namun dalam waktu dekat pihak Dinas Kehutanan NTB yang mempasilitasi pertemuan sebagai tindak lanjutnya.

 

http://humas.lombokbaratkab.go.id/portal/node/berita/fakta-unik-jalur-pendakian-sesaot-rinjani

LESTARIKAN TRADISI, DESA NYURLEMBANG LOMBOK BARAT GELAR FESTIVAL MINI BERAPEK DULANG GANGGAS

Giri Menang, Kamis 9 Desember 2020 – Ratusan warga Desa Nyurlembang yang berada di Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat mengikuti Festival Mini Berapek Dulang Ganggas. Ada sekitar 26 dulang yang ditutup tembolak merah dibawa berparade oleh para perempuan Sasak Desa Nyurlembang. Peserta parade menggunakan pakaian muslim Sasak ini kemudian berbaris rapi dan berjalan dengan iringan atraksi Gendang Beleq menuju kantor desa. Puluhan dulang yang dibawa berisikan khas masyarakat Sasak dan buah-buahan. Selain dulang juga ada kendi, tempat air minum yang terbuat dari tanah liat, dan juga ada sajian lain berupa dupe dan mamak.

Event Festival Mini Berapek Dulang Ganggas merupakan satu event yang mewakili satu suku terbesar yang mendiami Pulau Lombok yaitu Suku Sasak. Menata atau berapek dulang merupakan tradisi yang hampir selalu dilakukan dalam acara-acara budaya Suku Sasak seperti saat merarik/perkawinan, khitanan, khataman al-Qur’an, dan sebagainya.

Hal itu dikatakan Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Sumiatun saat membuka acara Festival Mini Berapek Dulang Ganggas di Desa Nyurlembang, Kamis (9/1/2020).

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kegiatan ini bukti bahwa kita selalu dan terus berupaya menjaga tradisi dan budaya yang kita miliki,” katanya.

Disebutkan Sumiatun, Desa Nyurlembang bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain untuk melestarikan budaya dan tradisi unik yang dimiliki. Selain budaya, kata Sumiatun Lombok Barat juga memiliki wisata alam yang indah, baik berupa pantai, gunung, hutan, dan lain-lain.

“Semoga kedepan event seperti ini bisa diadakan tiap tahunnya, karena inilah identitas kita, inilah budaya kita. Dan bisa membawa manfaat lain yaitu sebagai wisata budaya, bahwa budaya-budaya yang kita miliki hendaknya mampu mendatangkan wisatawan yang manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat,” harapnya.

Sementara itu Kepala Desa Nyurlembang H. Wardi Asmunandi mengatakan, disamping sebagai ajang silaturahmi antar lembaga desa yang ada di Desa Nyurlembang, kegiatan Festival Mini Berapek Dulang Ganggas ini menjadi salah satu upaya pemerintah melestarikan tradisi budaya yang ada.

“Festival ini merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahunnya. Ini cara kita mempertahankan budaya nenek moyang pada zaman dulu, khususnya di Desa Nyurlembang,” ungkapnya.

“Ini juga sebagai ajang syukuran semua program pekerjaan fisik tahun 2019 di Desa Nyurlembang selesai dikerjakan. Sehingga apa yang dicita-citakan bersama terlaksana dengan baik,” lanjutnya.

Kepala desa dua priode ini menyebut, usaha melestarikan budaya perlu dilanjutkan, karena setiap upacara keagamaan maupun adat masyarakat dulu selalu menggunakan dulang ganggas. Berapek Dulang Ganggas, jelasnya, mempunyai makna yang sangat sakral, mulai dari cara atau adab makan dengan sopan dan rapi.

“Dulang ganggas di buka rapi selesai pun kembali di rapikan. Itu bentuk kebersamaan tidak ada perbedaan,” ujarnya.

Sebagai penutup, Wakil Bupati Hj. Sumiatun, Ketua TP-PKK Hj. Khaeratun, Ketua DPRD Lombok Barat Hj. Nur Hidayah bersama masyarakat kemudian menikmati suguhan dulang berisikan aneka makanan seperti ayam panggang, gulai, bebalong, sate sayur, buah dan lainnya untuk dinikmati dengan cara begibung atau makan bersama.

 

http://humas.lombokbaratkab.go.id/portal/node/berita/lestarikan-tradisi-desa-nyurlembang-lombok-barat-gelar-festival-mini-berapek-dulang-ganggas

GUBERNUR RESMIKAN BALE MEDIASI DESA SIGERONGAN LOMBOK BARAT

Giri Menang, Rabu 8 Januari 2020 – Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah didampingi Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid meresmikan Bale Mediasi di Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (8/1/2020). Bale mediasi berwenang untuk meredam konflik termasuk mendampingi pihak bersengketa di luar pengadilan.

Bale mediasi di Desa Sigerongan ini diapresiasi oleh gubernur. Gubernur berharap dengan adanya bale mediasi ini persoalan yang ada dapat diselesaikan tanpa harus berakhir di pengadilan. Sehingga bale mediasi betul-betul menjadi jembatan yang merajut banyak perbedaan-perbedaan sehingga masyarakat kecil dapat terbantu.

“Hal sepele tidak harus berakhir di pengadilan. Kadang kita ke pengadilan lalai dan tidak hati-hati maka kedua duanya rugi. Rugi biaya dan rugi waktu. Prosesnya juga panjang, menyita banyak energi,” katanya.

“Selanjutnya dengan adanya bale mediasi dapat membuat daerah NTB aman, tertib, namun yang paling penting mendapatkan keberkahan sehingga baldatul thayyibatun wa rabbun ghafur bukan hanya mimpi tapi kenyataan bagi kita semua,” lanjutnya.

Senada dengan gubernur, Bupati H. Fauzan Khalid berharap masyarakat tidak langsung membawa setiap masalah yang muncul ke aparat penegak hukum. Menurutnya, tradisi memediasi konflik untuk perdamaian yang hidup di tengah-tengah masyarakat sekarang sudah hampir hilang.

“Masalah kecil dibawa ke polisi atau kekejaksaan. Saya yakin ini salah satu sebab kita melupakan tradisi mendahulukan perdamaian dari pada membawa permasalahan ke aparat penegak hukum,” ujarnya.

Fauzan berharap masyarakat dapat memanfaatkan bale mediasi untuk menghidupkan tradisi memediasi konflik di masyarakat.

Keberadaan Bale Mediasi NTB yang memiliki dasar hukum dan merupakan yang pertama secara nasional. Tempat ini didirikan sesuai Peraturan Mahkamah Agung no. 1 tahun 2019, Perda provinsi No. 9 tahun 2019 dan Peraturan Bupati (Perbup) di setiap kabupaten/kota. Saat ini sudah ada 1.162 Bale Mediasi di NTB. Hal itu disampaikan Ketua Bale Mediasi NTB H. Lalu Mariyun usai acara.

“Secara umum kami tidak membicarakan jumlah, tapi kami fokus dengan menyiapkan wadah bale mediasi ini ada di setiap kabupaten/kota, tingkat kecamatan, desa dan kelurahan,” kata mantan Ketua Pengadilan Tinggi NTB ini.

Dijelaskannya, dengan mediasi persoalan atau masalah akan dibuatkan suatu kesepakatan perdamaian untuk kedua belah pihak, jika ingin lebih dikuatkan bisa di bawa ke pengadilan. Itu sama kekuatannya dengan keputusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap.

“Untuk mediator di bale mediasi terdiri dari kepala desa atau lurah yang didampingi oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, termasuk juga Babinkantibmas dan Bimaspol sesuai permintaan Kapolda,” pungkas Mariyun.

Selain peresmian, Gubernur H. Zulkieflimansyah didampingi Bupati H. Fauzan Khalid juga menyaksikan proses penandatanganan berita acara mediasi terhadap sengketa konflik pencemaran lingkungan kotoran sapi antara warga Sigerongan dan Duman, serta sengketa konflik lainnya.

Hadir pada kesempatan itu diantaranya, Ketua DPRD Lombok Barat Hj. Nur Hidayah, Kajari Mataram Yusuf, Ketua Pengadilan Isnurul Syamsul Arif, Sekda NTB H. Lalu Gita Ariyadi, Sekda Lombok Barat H. Baihaqi, pimpinan OPD serta Camat se-Kabupaten Lombok Barat.

 

http://humas.lombokbaratkab.go.id/portal/node/berita/gubernur-resmikan-bale-mediasi-desa-sigerongan-lombok-barat

IPI NTB MARAKKAN WISATA LOMBOK DENGAN LFTN

Giri Menang, Selasa 7 Januari 2020 – Dewan Pengurus Wilayah Insan Pariwisata Indonesia (DPW IPI) Nusa Tenggara Barat akan meramaikan pariwisata di Lombok dengan menggelar Lombok Friendly Travel Networking (LFTN) 2020 pada tanggal 12 sampai 14 Februari 2020. Hal tersebut mengemuka saat jajaran pengurus DPW IPI NTB melakukan audiensi dengan Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid di ruang kerja Bupati di Gerung, Selasa (7/1/2020).

Menurut salah seorang pengurus DPW IPI NTB, Akhmad Paozi, ajang LFTN ini adalah kali pertama IPI menyelenggarakannya di Pulau Lombok.

“Kita menyambut tantangan teman-teman dari Pusat, bahwa harus ada event di Lombok. Kita akan mempertemukan para buyer (pembeli, red) dan para seller (penjual, red) se-Indonesia sambil mengenalkan keindahan alam dan budaya Lombok sebagai destinasi favorit di Indonesia,” kata Paozi.

Sampai saat ini, tambah Paozi, pihak travel agent yang telah mengkonfirmasi kesediaannya untuk hadir pada LFTN 2020 sudah lebih dari 200 agent travel.

“Awalnya kita mentargetkan 200 peserta,namun melihat perkembangan yang positif kita menambah target. Target kita saat ini adalah 300 buyer dan 100 seller. Biasanya seller akan memantau pergerakan para buyer yang mendaftar dan itu akan terjadi di minggu terakhir registrasi,” ujar Paozi.

Sampai saat ini, aku Paozi, sudah banyak pengusaha pariwisata yang memastikan dirinya untuk hadir di Lombok. Bahkan, tegasnya, peserta ada yang mengkonfirmasi dari luar negeri seperti dari India, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Jepang.

“Kita masih membuka terus pendaftaran dan akan terverifikasi saat pendaftaran langsung yang rencananya diselenggarakan di kawasan Batujai di tanggal 12 Februari nanti,” tegas Paozi.

IPI NTB sendiri adalah asosiasi profesi yang bersumber dari para travel agent, pengusaha oleh-oleh, hotel, dan restauran yang berjumlah lebih dari 60 orang dan menjadi DPW yang ketujuh di Indonesia. Dalam LFTN 2020, DPW IPI NTB akan menggelar aneka acara dan kunjungan kebeberapa destinasi. Menurut Paozi, sesuai tajuknya yaitu “friendly”, panitia menyiapkan acara yang sifatnya mengakrabkan antar para pelaku langsung dari kepariwisataan nasional. Untuk di Lombok Barat, para peserta direncanakan akan menyelenggarakan kegiatan rafting (arung jeram, red) di Desa Batu Mekar Lingsar sambil meninjau Desa Karang Bayan yang memiliki perkampungan dan Masjid Kuno. Berikutnya adalah acara puncak Table Top di Hotel Jayakarta Senggigi di mana pada Table Top itu, pertemuan antara buyer dan seller diharapkan bisa berujung pada transaksi. Pihak IPI NTB tidak mematok tinggi untuk nilai transaksi tersebut.

“Mudahmudahan bisa tembus di atas seratus juta,” aku Jufriadi, salah seorang pantia LFTN 2020.

Selain di Lombok Barat, panitia LFTN juga menyiapkan aneka acara kunjungan di beberapa kawasan di Pulau Lombok seperti ke tiga gili di Kabupaten Lombok Utara, dan Desa Sade serta kawasan Mandalika yang menjadi ajang Sirkuit untuk MotoGP di wilayah Kabupaten Lombok Tengah.

Di kesempatan yang sama, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid memberikan apresiasi terhadap rencana IPI NTB menggelar LFTN. Menurutnya, promosi kepariwisataan di Lombok harus dilakukan oleh semua pihak, terutama para pelaku kepariwisataan itu sendiri.

“Ajang ini akan menjadi promosi yang efektif buat kepariwisataan di Pulau Lombok. Saya berharap akan mampu meningkatkan angka kunjungan wisatawan di tahun 2020 ini,” kata Fauzan.

Menurut Fauzan, pihak Travel Agent di Pulau Lombok harus menguatkan promosi Lombok sebagai Pusat Wisata Halal Dunia.

“Di situ kelebihan kita yang harus dijadikan promosi utama. Menurut saya halal itu soal makanan dan juga harus diartikan sebagai gaya hidup yang higienis. Siapapun yang berwisata di Lombok akan merasa nyaman untuk makan di mana saja mereka mau,” pinta Bupati.

http://humas.lombokbaratkab.go.id/portal/node/berita/ipi-ntb-marakkan-wisata-lombok-dengan-lftn

TUNTAS SEA GAMES, ZIGI TARGET TEMBUS 8 DUNIA

Giri Menang, 6 Januari 2020 – Tidak berpuas diri dengan raihan medali emas di Sea Games 2019 di Filipina, Karateka Nasional asli Lombok Barat, Zigi Zaresta Yuda (25 tahun) ungkapkan target berikutnya.

“Zigi target bisa tembus delapan besar di Paris nanti,” tutur Zigi ditemui di kediamannya di Lingsar Lombok Barat, Senin (6/1/2020).

Zigi berrencana akan mengikuti event karate internasional, yaitu Karate 1 Premiere League yang akan dilangsungkan di Paris Perancis tanggal 24 sampai 26 Januari 2020 ini. Saat ini, aku Zigi, dirinya masih berada di ranking 22 dunia saat kualifikasi untuk Olimpiade Tokyo 2020.

“Kompetisi di Paris ini juga sangat bergengsi, karena minimal karateka dunia dari ranking 1 sampai 50 ikut ambil bagian,” tutur Zigi.

Bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Pemuda dan Olah Raga itu, dirinya harus terus memperbaiki rankingnya agar bisa membawa prestasi yang lebih membanggakan.

“Ayah Zigi mengajarkan, kalau sudah turun panggung, ya sudah. Tantangan selalu ada di depan,” katanya.

Untuk itu, Zigi berharap dirinya bisa tetap mampu menunjukkan prestasinya di kelas favoritnya, yaitu Individual Kata.

Hal senada juga disampaikan oleh Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid saat mengunjungi Zigi di rumahnya di Lingsar, Senin (6/1/2020).

Didampingi Ketua KONI Lombok Barat H. Herman, Bupati Lombok Barat memacu semangat Zigi.

“Saya berharap Zigi tetap konsisten untuk berlatih dan tidak cepar puas dengan prestasinya saat ini. Masih banyak kompetisi dan pertandingan yang harus dilaluinya, Zigi harus tetap berlatih keras,” ujar Fauzan.

Dalam kesempatan itu, Fauzan tidak hanya menemui Zigi, tapi juga menemui atlet Volly Pantai Putu Dini yang juga berdomisili di Batu Kumbung Lingsar.

Kedatangan Fauzan menemui dua atlet nasional itu, di samping memacu semangat keduanya, juga menyampaikan rasa terima kasih atas raihan mereka di Sea Games lalu sambil memberikan bonus sebesar Rp. 15 juta buat Zigi dan Rp. 10 juta untuk atlet Volly Pantai, Putu Dini.

 

http://humas.lombokbaratkab.go.id/portal/node/berita/tuntas-sea-games-zigi-target-tembus-8-dunia

SESAOT, ALTERNATIF PENDAKIAN RINJANI SEJAK LAMA

Giri Menang, Sabtu 4 Januari 2020 – Selain beberapa jalur mendaki Gunung Rinjani yang sudah banyak dikenal saat ini, jalur Sesaot, Narmada, Lombok Barat (Lobar) juga menjanjikan alternatif lainnya untuk masa mendatang. Sebagaimana diketahui, jalur yang umum diketahui saat ini yaitu jalur Sembalun, Lombok Timur (Lotim) dan jalur Senaru, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Ada juga jalur baru lainnya yaitu jalur Benang Kelambu atau Benang Stukel, Lombok Tengah (Loteng).

Rupanya, Sesaot pun memiliki jalur altenatif yang sebenarnya sudah dikenal lama dan ditempuh oleh orang-orang tua dulu. Hal itu terungkap dalam diskusi Track Rinjani yang baru yang dilaksanakan di Pusat Rekreasi Masyarakat (Purekmas) Desa Sesaot, Sabtu (4/1).

Azudin Nur, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sesaot menyebut secara rinci jalur ini. Cerita Jabot, sapaan akrab Azudin Nur, jalur Sesaot merupakan jalur suci yang digunakan pertama kali oleh Raja Anak Agung pada saat menguasai Lombok dulu. Sehingga, jalur ini, sebut Jabot, merupakan jalur pendakian purba oleh Anak Agung dan pertapa menuju Gunung Rinjani yang tersebut dalam Babad Lombok. Itulah, ceritanya, alasan Taman Narmada dijadikan sebagai replika Gunung Rinjani oleh Raja Anak Agung di mana Sesaot merupakan satu wilayah yang ada di Kecamatan Narmada.

Disebutkan Jabot, Jalur Sesaot ini akan melalui sejumlah titik yaitu Bunut Ngengkang, Buak Odak, Jurang Peken pada kilo meter ke-20, Lingkok Dangko’, Senaos, Senitik, Gunung Anak Dare (di sini terdapat pohon kayu besar Urat Sase), dan Gunung Sangkareang (masuk wilayah Taman Nasional Gunung Rinjani/TNGR). Setelah itu sekitar 2 km kemudian akan masuk ke Pelawangan, pintu masuk ke kawah Gunung Rinjani.

Menurut Jabot, jarak tempuh jalur ini sekitar sekitar 25 km yang oleh masyarakat lokal yang biasa mendaki bisa menempuh sekitar satu hari pulang pergi. Kelebihan jalur ini, menurut Jabot, karena jalurnya relatif lurus, tidak berpasir dan tidak licin, dengan jalan yang cukup lebar yang kalau direvitalisasi bisa menggunakan segala jenis kendaran baik roda dua maupun roda empat.

Kelebihan lainnya yaitu air melimpah di lima titik yaitu di Buak Odak, Lingkok Dangkok, Senaos, Senitik, dan di dekat Pondok Selau. Selain itu, jalur yang ditempuh cukup landai sekitar 0-15 derajat, teduh, dengan melewati tebing jurang yang tidak panjang hanya sekitar 500 meter.

“Tidak ada istilah tersesat, satu ruas, jalurnya kenceng,” ujar Jabot sambil menyebut sudah berharap lama jalur yang bisa melibatkan lima desa ini (Suranadi, Sesaot, Buwun Sejati, Pakuan dan Lebah Sempage) ini dibuka. Kelima desa ini, lanjut Jabot, bisa menjadi alternatif untuk menginap bagi pendaki.

Kelebihan menarik lainnya disebutkan pengaman hutan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Rinjani Barat, Sektori Wirawan. Menurutnya, jalur ini memungkinkan untuk menemukan hewan khas yang oleh masyarakat Sasak disebut Ujat Jeleng atau paradoksaurus Rinjanikus, juga tumbuhan unik yang disebut mayang Mekar (Cemare Bedok). Jalur ini juga, sambung Sektori, menyediakan sumber makanan berupa buah sehingga pendaki bisa terhindar dari kelaparan. Beberapa di antaranya buah mundah, buah badung, dan kepundung.

Acara diskusi ini dihadiri di antaranya oleh Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lobar H. Rusditah, Camat Narmada Dra Baiq Yeni Ekawati, Kepala Desa Sesaot,Yuni Hari Seni, Kapolsek Narmada Kompol I Kadek Suparta.

Rusditah dalam diskusi tersebut berharap bantuan dari pihak-pihak terkait seperti KPH Rinjani Barat Resort Sesaot, pihak kecamatan, dan desa. Tujuannya untuk membuat pemetaan (mapping) kondisi lokasi, perjalanan, habitat yang ada, infrastruktur yang diperlukan, dan lain-lain.

Kades Sesaot, Yuni Hari Seni sangat optimis pembukaan jalur Sesaot ini akan mampu membangkitkan perekonomian masyarakat sekitar, baik yang ada di Desa Sesaot maupun empat desa tetangga lainnya.

“Saya sangat optimis akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat,” ujar Yuni yakin.

http://humas.lombokbaratkab.go.id/portal/node/berita/sesaot-alternatif-pendakian-rinjani-sejak-lama

1 2 3 228