Lebaran Topat Hanya Bagi Warga Kuranji Dalang Lombok Barat, Pengunjung Luar Diminta Kembali

Giri Menang, 31 Mei 2020-Sejumlah objek wisata pantai yang selama ini menjadi destinasi wisata favorit di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) pada Minggu (31/5) ini terpantau sepi pengunjung. Di obyek wisata Pantai Kuranji Dalang, Kecamatan Labuapi, misalnya, hingga berita ini ditulis para pengunjung wisata di pantai yang juga terdapat wisata religi makam Ilam Padang Reak ini hanya didominasi warga setempat. Meski ada pengunjung dari luar yang hendak memasuki kawasan ini distop tim Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Labuapi dan diminta untuk berbalik arah.
Perayaan Lebaran Topat yang jatuh pada Minggu (31/5) ini, di Pantai Kuranji terpantau jauh berbeda dengan perayaan serupa tahun-tahun sebelumnya. Di pinggir pantai hanya terlihat warga setempat yang hanya mandi ataupun warga yang duduk santai di bawah rerimbunan pohon ketapang atau waru sembari menikmati hembusan semilir angin pantai. Tidak terlihat juga aktivitas para pedagang yang menjajakan dagangannya.
Asisten II Adminstrasi perekonomoan Pembangunan Hj. Lale Prayatni mengaku sumringah melihat kondisi seperti ini. Menurutnya, fakta seperti ini menunjukkan tingkat kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk melindungi dirinya dari penularan Covid-19 sudah cukup baik. Secara singkat ia berharap agar tingkat kepatuhan masyarakat seperti ini akan tetap dipertahankan.
Kebijakan pemerintah ini dilakukan semata-mata untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
“Mari kami ajak semua masyarakat diback-up oleh unsur Forkompincam, Kades hingga Kadus dan tokoh-tokoh masyarakat untuk bahu-membahu mencegah penularan Covid-19 ini, ” kata Lale didampingi Camat Labuapi Lalu Hakam, unsur Forkompincam Labuapi, Kabag Perekonomian, Kepala Desa Kuranji Dalang Sukadin dan unsur Satpol PP lombok Barat.
Kepala Desa Kuranji Dalang Sukadin menyatakan, pihaknya sejak seminggu yang lalu melakukan pembatasan kepada para pengunjung di Pantai Kuranji. Dan puncaknya pada perayaan Lebaran Topat ini seluruh akses masuk ke Pantai Kuranji maupun ke Makam Padang Reak ditutup.
“Kami ingin warga kami terlindungi dari penyebaran Covid-19 dan berharap tidak ada satupun warga kami yang terjangkit. Di samping itu pula kondisi cuaca buruk, di mana gelombang pasang masih terus berlangsung hingga saat ini. Bahkan air laut setiap pagi naik hingga perumahan warga, ” ujar Sukadin.
Sukadin menambahkan, biasanya Pantai Kuranji dengan karakteristik wisata pantainya yang menarik tidak pernah sepi dari kedatangan pengunjung baik dari Lombok Barat, Kota Mataram, Lombok Tengah bahkan Lombok Timur.
Terkait dengan penutupan objek wisata tersebut, sebelumnya Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menyatakan, penutupan sejumlah objek wisata di Lombok Barat dimaksudkan untuk menghindari terjadinya kerumunan massa yang bisa berpotensi menjadi penyebaran COVID-19.
Menurut Bupati, penutupan objek wisata akan diawasi lebih maksimal saat “Lebaran Topat” yang dirayakan seminggu setelah Idul Fitri, karena kawasan pantai menjadi tujuan utama masyarakat merayakan “Lebaran Topat”.
“Sementara tahun ini perayataan Lebaran Topat kita tiadakan,” kata Bupati.
Sumber : Humas Lobar

 

Tim Gabungan Pencegahan Covid-19 Lombok Barat Pantau Batulayar dan Gunungsari

Giri Menang, 31 Mei 2020. Lombok Barat membentuk lima tim untuk memantau situasi perayaaan Lebaran Topat. Tim ini terdiri dari Pemda Lobar, TNI-Polri dan melakukan monitoring ke sejumlah tempat wisata di Lobar, agi tadi, Minggu, (31/5). Tim gabungan II yang diketuai Sekretaris Daerah Kab. Lobar H. Baehaqi memantau langsung ke beberapa tempat wisata yang berada di Kecamatan Batulayar dan Gunungsari.
Dari hasil pantauannya, sepanjang jalan Senggigi sampai perbatasan Kab. Lobar dan KLU telah dilakukan penjagaan ketat oleh TNI-Polri dan juga pemda. Hal itu dinilai Baehaqi sebagai bentuk kekompakan dalam pencegahan penularan Covid-19 di wilayah Lobar, serta bentuk perhatian dari tim gabungan terkait kesehatan dan keselamatan masyarakat.
“Kita lihat diberbagai titik senggigi ini, salah satunya di Pantai Kerandangan, yang dulunya pada event Lebaran Topat pantai ini sangat ramai, dan sekarang sudah ditutup. Jadi insyallah dengan kekompakan dan solidaritas tinggi semua anggota tim dalam rangka pencegahan penularan covid-19,” ujar Baehaqi saat melakukan monitoring tempat wisata di Senggigi.
Sekda menganggap, pencegahan penularan covid-19 yang dilakukan antara pemerintah, TNI-Polri tidak akan berarti jika peran dan partisipasi masyarakat tidak ada. Namun Baehaqi menilai kesadaran masyarakat mulai tumbuh dan itu dibuktikan dengan tidak adanya masyarakat yang berkerumun di tempat-tempat wisata. Satu sisi, kata Baehaqi, di perbatasan Lobar- KLU serta di perempatan Meninting yang merupakan cek point telah dilakukan penjagaan oleh Pemda dan TNI-Polri.
“Hal yang diperhatikan di situ adalah kepentingan masyarakat melintas dan mau kemana. Jika tidak penting kita suruh balik arah, tapi hanya sekedar melintas ya silahkan saja. Ini rencananya kita berlakukan 3 hari, karena kita pikir di hari-hari itu adalah puncak dari keramaian, ini demi masyarakat, demi kita dan masyarakat Lombok Barat,” tegas Baehaqi.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Lobar IPTU I Made Sugiartha mengatakan pada moment Lebaran Topat ini satuan lalu lintas Polres Lobar melakukan pengalihan arus di beberapa titik, salah satunya di Simpang Tiga Montong dengan sistem cek point, yang artinya masyarakat yang beralamat di Senggigi, Batulayar dan sekitarnya serta yang bekerja di seputaran Senggigi diperbolehkan masuk. Untuk wilayah senggigi, kata Sugiartha, pihaknya telah menempatkan sekitar 60 personil untuk melakukan pengamanan. Ia menilai masyarakat saat ini sudah mulai mengerti dan patuh dengan himbauan yang diberikan sehingga tidak adanya perlawanan dari masyarakat.
“Tapi kalau tidak ada kepentingan kita suruh balik untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Kalau di wilayah hukum Polres Lombok Barat ada beberapa titik mulai dari Sekotong sampai Senggigi itu kita laksanakan penutupan sementara waktu sampai pandemi ini normal kembali, kita juga selalu memberikan himbauan kepada masyarakat untuk menggunakan masker dan tetap menjaga jarak,” kata Sugiartha.
Sumber : Humas Lobar

 

SEPI, PINTU MASUK WISATA PANTAI CEMARA LOMBOK BARAT DIPERKETAT

Giri Menang, Minggu 31 Mei 2020 – Perayaan Lebaran Topat tahun ini terasa berbeda dikarenakan adanya wabah COVID -19 yang melanda seluruh dunia. Hal ini juga dirasakan di tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Lombok Barat, misalnya di kawasan wisata Pantai Cemara, Makam Keramat dan Wisata Mangrove yang ada di Desa Lembar Selatan Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat. Di setiap pintu masuk wisata ini dilakukan penjagaaan dan pengawasan pengecekan suhu tubuh kepada masyarakat yang akan keluar masuk ke tempat wisata. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 Di Lombok Barat. Kepala Desa Lembar Selatan, Benny Basuki menyampaikan, terkait pengamanan dan pencegahan Covid-19, pihak desa sejak hari selasa bekerjasama dengan aparat Kepolisian/TNI, Pol PP Dishub, Dinas Kesehatan Lombok barat, menjaga pintu masuk kawasan wisata Pantai Cemare dan sekitarnya.
“ Di Desa Lembar Selatan ini ada 4 Posko penjagaan yang dilakukan oleh Satuan Tugas Covid-19 yaitu Wisata Pantai Cemare, Makam Keramat, Mangrove dan penyeberangan menuju Makam Keramat ini di jaga oleh masing-masing satgas covid-19 yang dibantu dari pihak aparat terkait,” ujarnya.
Kades berharap agar wabah Covid–19 ini cepat berlalu sehingga masyarakat bisa hidup normal seperti biasanya dan tempat-tempat wisata seperti Pantai Cemare bisa berfungsi lagi untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.
AKP. Gede Aryadana Selaku Perwira Pengendali Polres Lobar mengatakan, untuk pengamanan di tempat wisata dalam rangka Lebaran Topat ini sudah mulai dilaksanakan sejak hari selasa dan sudah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat yang ada di tempat wisata tersebut.
Pihak Kepolisian menurunkan 50 orang personil, dari TNI 10 orang dn Pol PP, Dishub tenaga Kesehatan dari Puskesmas Jambatan Kembar Satgas Covid-19 Desa Lembar Selatan. Mereka juga dibantu oleh masyarakat yang sangat mendukung penjagaaan tempat-tempat wisata di wilayahnya bahkan mereka ikut bergabung dalam pengamanan tersebut. Mereka mengiginkan wilayahnya bebas dari penyebaran Covid-19
“Dengan kita melaksanakan pemantauan dan pengawasan ini mudah-mudan masyarakat bisa sadar akan bahayanya wabah Covid-19 di tempat wisata ini dan kita bisa memutus rantai penyebarannya ini dan kita ketahui di Lombok Barat ini cukup tinggi,” ujar Gede.

Sumber : Humas Lobar

Sesuai Harapan, Lebaran Topat di Tempat-tempat Wisata Lombok Barat Sepi

Giri Menang, 31 Mei 2020. Tempat-tempat wisata yg setiap tahunnya dipadati wisatawan setiap event Lebaran Topat di Lombok Barat tahun ini sepi. Sepinya tempat-tempat wisata ini bukanlah berita buruk melainkan kondisi yg diharapkan Pemerintah Kab. Lombok Barat. Melalui Dinas Pariwisata, Pemkab Lombok Barat telah menutup lokasi-lokasi pencetak uang ini sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).
Dari pantauan Humas Lombok Barat, Minggu (31/5), sejumlah titik wisata yg biasanya ramai wisatawan tampak sepi. Beberapa di antaranya Pantai Cemare-Lembar, Pantai Endok-Gerung, Makam Gunung Sasak-Kuripan, dan Taman Narmada serta Sesaot, keduanya di Kec. Narmada. Yang tampak adalah para petugas yg berjaga-jaga dari unsur TNI-Polri, Pol PP, unsur kecamatan, kelompok sadar wisata (pokdarwis), pihak desa setempat, dan lain-lain.
Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid saat meninjau Taman Narmada mengaku bersyukur masyarakat patuh pada himbauan pemerintah.
“Alhamdulillah himbauan dari pemerintah daerah (Lombok Barat, red) relatif sangat ditaati oleh masyarakat,” syukur bupati.
Dikatakan Fauzan, untuk melakukan pemantauan, Pemkab Lombok Barat membentuk lima tim, satu tim melakukan monetoring ke dua kecamatan hingga seluruh tim menjangkau 10 kecamatan yg ada di Lombok Barat.
“Laporan dari teman-teman menyampaikan ke kita kalau parameternya arus lalu lintas itu mungkin seperlimanya dari biasanya. Begitu juga di tempat-tempat wisata,” aku bupati senang. Seperlima yg dimaksud yaitu kepadatan lalu lintas hanya seperlima dari kepadatan yg biasanya terjadi setiap kali perayaan Lebaran Topat.
Dicontohkan mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB ini, di Taman Narmada, biasanya membludak dan macet hingga dua tiga km panjangnya, sekarang tidak terjadi.
“Dan yg sangat membanggakan kita itu pokdarwis, Linmas dari masing-masing desa, pemuda-pemudanya ikut aktif mengawal membantu supaya himbauan dari pemerintah benar-benar ditaati dan alhamdulillah sangat efektif,” ujar bupati kembali bersyukur. Bupati juga optimis Covid-19 ini akan cepat berlalu hingga tempat-tempat wisata di Lombok Barat bisa dibuka kembali.
Ditanya kapan tempat-tempat wisata di Lombok Barat akan dibuka, diakuinya tergantung situasinya.
“Tadi sempat juga diskusi dengan pihak pengelola (Taman Narmada, red) bagaimana kalau misalnya Taman Narmada diaktifkan dengan menerapkan standar protokol kesehatan. Saya belum jawab dan akan kita pertimbangkan,” ujar Fauzan. Kalau itu terjadi, lanjutnya, akan bisa menjadi salah satu contoh bagaimana protokol Covid-19 itu benar-benar dilaksanakan.
“Ini juga akan sesuai dengan yg didengung-dengungkan saat ini, New Normal atau situasi Normal Baru,” ujarnya yaitu aktivitas seperti biasa namun dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, H. Saepul Akhkam menegaskan himbauan untuk menutup tempat-tempat wisata sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari sebelumnya. Diakui Akhkam, pihaknya bersama unsur TNI-Polri, Pol PP, dan stakeholder terkait telah melakukan pemantauan kesiapan penutupan lokasi-lokasi wisata.
“Kita tidak mau kecolongan, momen Lebaran Topat adalah momen yg sangat ramai, dan sangat potensial terjadinya penyebaran Covid-19, kita hindari itu,” ujar Kadis yg juga Plt. Kabag Humas dan Protokol Lombok Barat ini.
Rombongan bupati diikuti di antaranya Ketua TP PKK Lombok Barat, Hj Khaeratun Fauzan Khalid, Kadis Perhubungan HM Najib, Kadis Pol PP Baiq Yeni S Ekawati. Di Taman Narmada sendiri sudah menunggu unsur Camat, ada juga Pol PP dari Prov NTB, dan lain-lain.
Sumber : Humas Lobar

 

Gubernur NTB Luncurkan JPS Gemilang Tahap II di Lombok Barat

Gunungsari –Diskominfotik. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mendistribusikan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap kedua, Bertempat di Desa Penimbung Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu,(30/5/2020).
Melibatan banyak pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada di NTB untuk bekerjasama dalam penyediaan produk-produk untuk keperluan JPS tahap II. Produk-produk yang ditawarkan nantinya diserap untuk memberdayakan pelaku IKM dan UMKM di masa pandemi Covid-19 ini.
Hadir pada acara penyerahan dan launching secara langsung tersebut Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, Ketua DPRD Kabupaten Lombok Barat Hj. Nurhidayah, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, Sekda Lombok Barat H. Baehaqi, Kepala Kejaksaan Tinggi NTB, Asisten II, Asisten III, Camat Gunungsari, Kepala Desa Penimbung dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemprov NTB dan Kabupaten Lombok Barat.
Gubernur mengatakan JPS Gemilang adalah terobosan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi NTB dalam menanggulangi masalah ekonomi akibat pandemi Covid-19. Untuk pelaksanaan tahap kedua ini Jumlah Penerima 125.000 KK yang tersebera di seluruh NTB dan Kecamatan Gunungsari Khususnya Desa Penimbung berjumlah 66 KK “Pembagian JPS Gemilang Tahap II ini merupakan proses pembelajaran dari JPS tahap pertama dimana terkait data, produk dan distribusi yang kita akui banyak kekurangan kita sudah perbaiki. Sekarang betul-betul kita pertimbangkan baik data-data penerima kita validasi terlebih dahulu dari Dinas Sosial Pemprov NTB, jenis produk yang dibutuhkan masyarakat, dan cara pendistribusian agar tidak terjadi statmen negatif diluar mengenai JPS Gemilang ini” jelasnya.
Gubernur meminta agar para Bupati/Walikota dan jajaranya belajar dari Kabupaten Lombok Barat yang memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk mengelola secara langsung proses penyaluran JPS Gemilang tahap II ini, produk yang diberikan di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa semua sama berasal dari 535 IKM dan UMKM yang tersebar diseluruh NTB.
Bersamaan dengan itu H. Fauzan Khalid Bupati Lombok Barat mengatakan, “pihaknya akan terus berupaya memberikan pelayan terbaik guna memenuhi produk-produk yang dibutuhkan dalam penyaluran JPS ini,” Ujarnya.
Fauzan juga mengatakan sangat berterima kasih pada Pemerintah Provinsi NTB yang menunjuk Lombok Barat sebagai tempat Launching JPS Gemilng Tahap II ini, dengan melibatkan IKM dan UMKM yang berada di Lombok Barat dalam pemenuhan kebutuhan produk-produk masyarakat khususnya di Lombok Barat. Namun harus diakui bahwa pemenuhan semua membutuhkan proses untuk memproduksi sesuai target pemerintah. Dalam kesempatan ini juga, kami meminta kepada Bumdes-bumdes untuk memperhatikan dengan baik proses pendistribusi harus dikemas dengan baik, guna mengurangi kerusakan dari produk tersebut. Sembako yang diberikan berupa beras, minyak goreng, ikan kering, dan abon ikan. Selain itu juga dalam paket tersebut ada masker non medis dan beberapa suplemen seperti susu kedelai, teh kelor/ serbat jahe, minyak kayu putih, minya cengkeh, dan sabun batang. Diskominfotik/Juan/Yani

GUBERNUR APRESIASI PEMDA LOMBOK BARAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19

  Gerung – Diskominfotik. Gubernur Nusa Tenggara Barat  Dr. H Zulkiflimansyah dalam kunjungan silaturrahminya ke Pemerintah Kabupaten Lombok Barat setelah dari Kota Mataram mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam pencegahan penularan Covid-19.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur juga menyampaikan penghargaan kepada tokoh agama, tokoh masyarakat serta tokoh pemuda Kabupaten Lombok Barat yang tanpa kenal Lelah berperan aktif  turun langsung ke masyarakat Bersama Pemerintah Daerah melakukan sosialisasi dan terus menyemangati khususnya kepada Tim Gugus Tugas Covid19 Kabupaten Lombok Barat untuk terus melakukan  upaya pencegahan penularan covid-19.

.” Kita harus bersama-sama memerangi pandemi ini. Jangan sampai kerja masih banyak, namun semangat kita sudah berkurang, tangani Covid-19, Semangat Tidak Boleh Kendor” ujarnya.

Selain penanganan medis, Gubernur juga menyampaikan soal pentingnya melindungi UMKM dalam daerah di masa pandemi. Dengan melibatkan mereka dalam jaring pengaman sosial, maka UMKM juga tetap berproduksi di tengah kesulitan ini. 

“Dalam musibah ada peluang untuk melibatkan UMKM dalam memenuhi kebutuhan lokal kita. Krisis ini melahirkan orang hebat dan luar biasa. Tinggal bagaimanan kita memanfaatkan orang hebat dan luar biasa ini,” terangnya.

Hal ini disampaikan Gubernur saat kunjungan silaturrahmi kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Barat  di ruang Rapat Jayengrane Kantor Bupati Lombok Barat Kamis, 28 Mei 2020.

Turut bersama Gubernur, Kapolda, Danrem 162 dan Kajati NTB. diterima langsung oleh Bupati Lobar H. Fauzan Khalid bersama jajaran pemerintah Lobar.

Sementara itu Bupati Lobar H. Fauzan Khalid dalam kata penerimaannya mengatakan, pihaknya sudah membuat tim khusus untuk memberikan edukasi kepada  masyarakat agar tetap mematuhi aturan, juga membuat tim penindakan jika ada masayarakat yang melanggar.  Saat ini kebijakan yang dilakukannya adalah menutup sementara semua akses tempat-tempat wisata  dengan melakukan penjagaan ketat di pintu masuk area sedangkan bila sudah berada di dalam maka diwajibkan untuk menggunakan masker dan menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan wisata saat lebaran topat.

Di Lobar sendiri, kasus Covid-19 berjumlah sebanyak 114 sampai dengan tanggal 27 Mei kemarin dengan 48 pasien sudah sembuh. Sebanyak 7 kasus Covid-19 diantaranya dari kalangan medis. Mereka sedang menjalani proses karantina di Senggigi.

“Kami berharap kebijakan pembatasan penumpang seperti yang diberlakukan di bandara, diterapkan juga di pelabuhan agar upaya kita bersama semakin optimal,” terangnya.  Diskominfotik/zul

JELANG PERAYAAN LEBARAN TOPAT, BUPATI HIMBAU MASYARAKAT LOMBOK BARAT TIDAK BERWISATA

Giri Menang, 27 Mei 2020–Menjelang perayaan Lebaran Topat, masyarakat Lombok Barat dihimbau untuk tidak berwisata ke tempat-tempat wisata yang ada di Lombok Barat. Ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).
Hal tersebut diungkapkan Bupati Lobar H. Fauzan Khalid saat Rapat Pembahasan Rekayasa Lalu Lintas sebagai Upaya Pencegahan Covid-19 di Ruang Jayangrane, Rabu (27/5).
“Kita semua di momentum Idul Fitri ini, bisa menambah semangat kita untuk berjuang dalam rangka mengeliminasi penyebaran Covid-19,” katanya.
Dia menyebut, rapat forkopimda hari ini menindaklanjuti hasil rapat beberapa hari lalu disepakati akan melakukan penyekatan di hulunya untuk membatasi ruang gerak masyarakat untuk berwisata.
“Kita menghimbau dan sampaikan kepada masyarakat. Tidak berarti masyarakat tidak boleh berwisata, karena memang tidak memungkinkan untuk kita mengatakan tidak boleh. Karena kita di Lombok Barat tidak ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” akunya.
Menurut dia, rekan-rekan forkopimda supaya semaksimal mungkin yang mau masuk di kawasan wisata di Kabupaten Lombok Barat bisa diminalisir. Di hilir juga harus memastikan semua protokol kesehatan terkait dengan Covid-19 bisa dijalankan.
“Disinilah kita berharap peran dari para camat untuk mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan dengan para kepala desa. Sehingga di sisi lain penyebaran dari Covid-19 ini bisa kita atasi,” pintanya.
Selain itu kata dia, di tingkat daerah dibuat tim yang akan melakukan monitoring terhadap kawasan-kawasan wisata untuk melihat bagaimana protokol kesehatan Covid-19 itu bisa dijalankan di masing-masing tempat wisata yang ada di Lombok Barat.
Sementara Kapolres Lombok Barat AKBP. Bagus Satriyo Wibowo menyampaikan untuk kegiatan pengamanan di masing-masing lokasi wisata yang menjadi wilayah kerja Polres Lombok Barat sudah dilakukan berdasarkan perencanan yang dibuat sejak beberapa hari yang lalu.
“Alhamdulillah apa yang kita lakukan sejak kemarin itu sudah sesuai dengan rencana yang ada, hanya saja perencanaan yang kita buat ini dengan perhitungan yang terjelek. Tetapi tidak seperti yang kita bayangkan, jadi apa yang kita kira akan membludak pada pelaksanaannya tidak seperti yang kita bayangkan,” akunya.
Dalam hal ini, lanjut dia, dari pantauan yang dilakukan masih saja ada masyarakat yang berkeinginan untuk berwisata.
“Rekan-rekan TNI, Pol PP dan Perhubungan kami lihat sudah cukup maksimal membackup dalam pengamanan tersebut,” terangnya.
Demikian pula terkait protokol kesehatan, kata dia, harga mati dalam hal masyarakat harus menggunakan masker. Misalnya ada masyarakat yang tidak menggunakan masker, siapapun itu tidak diizinkan untuk melintas.
“Kalau memang mereka ngotot mau melintas, kita suruh cari masker dulu baru kita izinkan,” tegasnya.
Di kesempatan yang sama Kadis Pariwisata Lobar H.Saepul Akhkam mengatakan pra kondisi untuk melakukan pembatasan sosial di tempat wisata sudah dilakukan dengan kegiatan preventifnya H-5 sebelum perayaan Idul Fitri.
“Kita melakukan penyebaran surat yang ditujukan kepada 57 Desa Wisata, 18 pengelola tempat wisata, 57 Pokdarwis dan ditembuskan ke 10 camat,” tuturnya.
Dia mengatakan, isi suratnya memang agar tempat-tempat wisata itu dilakukan penutupan.
“Secara bersamaan dan simultan kita lakulan juga terkait dengan sosialisasi. Cuma memang untuk sosialisasi tidak semua spanduk dan baliho dapat kami tempatkan di hilir atau lokasi tersebut. Sebagai contoh baru kita pasang sudah langsung dirusak,” akunya.

Sumber : Humas Lobar

JELANG LEBARAN TOPAT KAWASAN WISATA SEKOTONG DITUTUP SEMENTARA

Sekotong Diskominfotik. 27/05/2020 Menjelang perayaan Lebaran Topat  tahun 2020 kawasan wisata di wilayah kecamatan sekotong ditutup guna pencegahan penularan virus covid-19.

Wilayah Kecamatan Sekotong memiliki sejumlah Kawasan wisata terkenal dan menarik seperti : Mangrove Bagek Kembar di Desa Cendi Manik,  Mangrove Tanjung Batu di Desa Sekotong Tengah, Pantai Mirayu di Desa Sekotong Tengah, Gili Nanggu, Gili Tangkong, Pantai Elak2 di Desa Sekotong Barat, Gili Gede dan sekitarnya,  Pantai Mekaki, Gili Asahan Pantai Bangko2 dan Pemalikan di Batu Putih,  Pantai Pangsing, Pantai Nambung , Makam Inaq Bangkol dan Pantai Belongas di Desa Buwun Mas. Akan ditutup dan dijaga ketat dari pengunjung local maupun dari luar kecamatan Sekotong.

Hal tersebut di sampaikan oleh Kapolsek Sekotong IPTU I Kadek Sumerta, S.H. saat menggelar apel pengamanan pasca Hari Raya Idul Fitri 1441 H bersama jajaran di halaman Polsek Sekotong.Senin (25/06/2020).

Penutupan Kawasan wisata ini sesuai dengan Surat Edaran Bupati tentang pelarangan terhadap tempat  wisata guna memutus matarantai penyebaran covid-19, karena Kawasan wisata ini akan diserbu pengunjung saat lebaran ketupat yang berpotensi menularkan virus covid-19 dan bahkan menjadi kluster baru dikawasan tersebut.

“Penutupan tempat waisata ini Surat Edaran dari Bupati Lombok Barat tentang pelarangan tempat wisata, sehingga kita melakukan pengamanan di daerah wisata untuk mencegah masyarakat yang melakukan liburan ke tempat-tempat wisata untuk memutus matarantai penyebaran covid-19,” tegas Sumertha.

Selain itu juga Sumertha memerintahkan jajarannya untuk tidak bosan mesosialisasikan pencegahan penyebaran covid-19 denga disiplin menerapkan protocol covid-19 seperti selalu menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir sesering mungkin, tidak memegang muka sebelum mencuci tangan, selalu menggunakan masker ketika keluar rumah, hindari kegiatan berkumpul dan tidak keluar rumah kecuali sangat terpaksa.(zul/Diskominfotik)

156 KK DESA BAGIK POLAK BARAT MENDAPAT BLT PROGRAM DANA DESA TAHAP PERTAMA

Labuapi Diskominfotik, 27/05/202 sebanyak 156 KK di Desa Bagik Polak Barat Kecamatan Labuapi mendapatkan bantuan BLT dari Program Dana Desa.

Penerima bantuan BLT ini diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi double penerimaan, bagi warga yang sudah memperoleh bantuan dari Program PKH atau Program JPS Propinsi maupun Kabupaten tidak mendapatkan dari Program BLT Dana Desa, sehingga diarapkan terjadi pemerataan yang memperoleh bantuan.

Desa Bagik Polak Barat menganggarkan bantuan BLT dari Dana Desa sebesar Rp. 280.800.000,-(Dua ratus delapan puluh juta delapan ratus ribu rupiah). Anggaran sebesar ini diberikan kepada 156 KK di 6 dusun masing-masing Rp. 600.000,- (Enam ratus ribu rupiah) selama 3 bulan.

Demikian disampaikan Kepala Desa Bagik Polak Barat dalam acara penyaluran BLT Program Dana Desa secara simbolis di Kantor Desa Bagik Polak Barat, Rabu, 27 Mei 2020.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Bagik Polak Barat, Kapolsek Labuapi, Danposramil Labuapi, Ketua BPD Desa Bagik Polak Barat, tokoh masyarakat dan perwakilan penerima bantuan.

Penyerahan bantuan secara simbolis diserahkan oleh Kepolsek Labuapi, dan Kepala Desa Bagik Polak Barat kepada perwakilan penerima.(zul/Diskominfotik)

1 2 3 247