Buat Aplikasi, Dokter Sekotong Terima Penghargaan dari Menteri

Giri Menang, HUMAS PROTOKOL LOMBOK BARAT. Kamis 14 November 2019 – Sebanyak 140 orang tenaga kesehatan teladan puskesmas se-Indonesia menerima penghargaan dari Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto, Selasa (12/11) lalu di Jakarta. Pemberian penghargaan Tenaga Kesehatan Teladan di Puskesmas Tingkat Nasional tahun 2019 ini merupakan bentuk apresiasi bagi para tenaga kesehatan atas pengabdian dan kerja kerasnya.

Salah satu putra terbaik Lombok Barat, dr. Sapto Sutardi berhasil meraih penghargaan tingkat nasional itu. Dokter umum yang bertugas di UPT BLUD Puskesmas Sekotong sejak 2017 itu mendapat juara 1 (satu) Inovasi Pelayanan Kesehatan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Di tingkat Nasional.

Dokter kelahiran Gerung ini membuat inovasi berupa aplikasi yang dinamakan “dr. Sapto Anthro”. Aplikasi berbasis android ini memiliki fungsi untuk menilai status gizi dengan cepat, tepat, dan akurat (usia 0-19 tahun). Aplikasi ini mengacu pada WHO Child Growth Standards dengan metode LMS.

Aplikasi ini sebenarnya merupakan pengembangan dari aplikasi yang dibuatnya saat masih berstatus mahasiswa di Fakultas Kedokteran Unram. Selanjutnya dikembangkan untuk menjaring kasus gizi buruk terutama untuk kaitannya dengan kasus stunting.

Pengujian aplikasi ini sebelumnya telah dilakukan kepada petugas gizi dan ibu rumah tangga. Pengujian objektif menunjukkan, petugas jika menggunakan aplikasi ini, 7 kali lebih cepat, dan kesalahan perhitungan 0%. Dengan menggunakan aplikasi ini terjadi peningkatan temuan kasus gizi buruk dua kali lipat dari tahun sebelumnya melalui pelibatan masyarakat dengan aplikasi, dan meningkatkan dua kali lipat kecepatan perbaikan gizi oleh dokter dan petugas gizi. Karena masyarakat dapat terlibat langsung dalam screening awal kasus stuting atau gizi kurang dan gizi buruk.

“Saya sangat senang karena bisa memberikan yang terbaik kepada Provinsi Nusa Tenggara Barat khususnya Kabupaten Lombok Barat dalam menurunkan angka stunting dan gizi buruk. Semoga kedepannya aplikasi ini bukan hanya dikembangkan di Kabupaten Lombok Barat saja, tapi dapat digunakan secara nasional,” ungkapnya saat dihubungi via WhatsApp beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat H. Rachman Sahan Putra saat ditemui pagi tadi (14/11) mengaku bangga dengan prestasi yang diukir dr. Sapto.

“Pada prinsipnya kita sangat mendukung implementasi software dr. Saptoanthro ini dalam rangka mempermudah penentuan status gizi balita. Namun demikian perlu ada pengkajian empiris lebih lanjut tentang validitas hasilnya dan ada langkah-langkah pembelajaran kepada masyarakat tentang penggunaan software tersebut,” kata Rachman.

“Sedangkan terkait dengan harapan dr. Sapto utk diangkat jadi PNS, kita sangat mendukung dan berupaya untuk memperjuangkannya. Apalagi dr. Sapto telah menjadi aset daerah yang telah menunjukkan prestasi luar biasa. Namun demikian tetap harus melalui proses rekrutmen PNS sesuai ketentuan yang berlaku,” sambungnya.

 

Yuk Intip Produksi Gula Aren Tradisional Pusuk

Giri Menang, HUMAS PROTOKOL LOMBOK BARAT. Kamis 14 November 2019 – Bagi anda atau keluarga yang ingin berwisata ke Kabupaten Lombok Barat (Lobar), tak ada salahnya mengunjungi wisata Desa Pusuk Lestari dengan potensi alam yang dimiliki. Seperti diketahui gula aren Pusuk Lestari merupakan salah satu produk hasil perkebunan masyarakat yang diolah masih dengan secara tradisional sehingga menghasilkan pemanis alami dan pemekatan nira aren (enau).

H. Samsuddin (38) salah satu pengrajin gula aren saat dikunjungi tim Humas Lombok Barat di Dusun Kedongdong Atas, Rabu (13/11) kemarin, berkenan menerima kedatangan kami untuk melihat langsung proses produksi gula aren tersebut. Mulai dari pergi menyadep hingga jadi gula aren. Untuk sampai ke lokasi produksi, kami menempuh jarak kurang lebih tiga kilometer dari jalan raya melewati jalan rabat yang cukup terjal.

“Pertama-tama, sebelum mengambil air dari pohon aren (enau) selama dua minggu atau bahkan sampai sebulan dilakukan proses pemukulan. Setelah dipukul, dilanjutkan dengan dipotong lengan bunga aren, didiamkan minimal selama dua hari. Hal itu kita lakukan untuk melihat apakah air pohon aren (enau) itu banyak atau tidak,” ceritanya.

Untuk mengambil air aren ia menggunakan jerigen atau bisa juga menggunakan wadah yang terbuat dari bambu. Setiap harinya Samsuddin biasanya berangkat sekitar pukul delapan pagi dan sore hari sekitar jam empat sore untuk mengambil air aren (nyadep).

“Saya nyadep setiap hari di delapan pohon aren dengan menghasilkan 30 liter perhari dan diolah menjadi gula aren mendapatkan empat bongkah gula aren dengan varian harga antara 25 sampai 35 ribu sehingga menghasilkan kisaran 280-300 ribu perhari,” akunya.

Selain beberapa rangkaian proses nyadep tersebut, ia juga menceritakan bahwa ada beberapa yang tidak boleh dilanggar oleh para petani aren.

“Ada mitos yang beredar di masyarakat bagi para petani yang mengambil air aren (nyadep), maka tidak boleh berbicara yang kotor dan bagi perempuan yang sedang menstruasi juga tidak boleh ikut serta dalam proses pengolahan air aren ini. Seorang petani aren juga tidak boleh pelit ketika orang lain meminta hasil sadepannya. Jika mitos ini dilanggar maka, air aren akan cepat mengering,” cerita Samsuddin

Usai mengambil air aren, dilakukan proses penyaringan dengan menggunakan alat penyaring dan kadang menggunakan kain. Proses terakhir pemasakan dilakukan dalam wajan yang besar dengan menggunakan tungku tanah dan kayu bakar. Selama proses pemasakan adonan gula aren terus diaduk selama enam jam. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi kadar air yang terkandung di dalamnya.

“Setelah kita masak di wajan besar, kemudian dimasukan ke dalam cetakan sehingga jadilah gula aren atau gula batok yang manis,” terangnya.

Samsuddin sendiri merupakan salah satu anggota kelompok petani aren ‘Jaya Berkah’. Selain kelompok petani Jaya Berkah, dua kelompok lainnya di Dusun Kedondong Atas yakni Karya Berkah, dan Maju Bersama diakomodir kelompok Karya Mandiri untuk memaksimalkan produksinya.

“Saya juga berterima kasih kepada kelompok Karya Mandiri yang telah membantu dalam memasarkan gula aren kami,” ucapnya.

Sementara Itu Owner Karya Mandiri Muhammad Rizani menuturkan, permintaan gula aren sangat banyak baik di dalam maupun di luar daerah. Bahkan hari ini juga sudah mengirim sampel varian olahan gula aren ke Brazil.

“Saat ini kita berada di Dusun Kedongdong Atas, dimana kita dari Karya Mandiri membina para petani aren di sini. Karena kapasitas produksi kami yang ada di Karya Mandiri sangat terbatas per bulannya hanya 400 kilogram, kemudian banyak permintaan maka kita melakukan pengembangan kepada para petani melalui pembinaan dan pelatihan sesuai dengan standarisasi yang laku dipasaran,” terangnya.

Lanjut dikatakan Rizani, setelah dibina maka tercetuslah beberapa Usaha Kecil Menengah (UKM) terutama di Dusun Kedongdong Atas ada tiga kelompok termasuk Kelompok Jaya Berkah.

“Masyarakat kita di Desa Pusuk Lestari sekitar 90 persen pekerjaan sehari-harinya sebagai petani penyadep air nira ini,” terangnya.

Rizani berharap kedepan bagaimana pemerintah lebih memperhatikan terutama Desa Pusuk Lestari yang potensi arennya yang luar biasa sangat banyak.

“Kemarin sudah kita data, dari luas wilayah Desa Pusuk Lestari 674 Hektar dan paling banyak potensi alamnya adalah pohon aren sekitar 30 ribu pohon aren dan yang produktif 6-7 ribu dengan penghasilan para petani rata-rata 5 liter perhari,” tutupnya.

Calon Sekda Lombok Barat Mulai di “Job Fit” Kan

Giri Menang, HUMAS PROTOKOL LOMBOK BARAT. Kamis 14 November 2019 – Untuk mengantisipai kekosongan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Barat, pemerintah daerah setempat melalui Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM (BKDPSDM) sejak awal sudah melakukan banyak persiapan. Persiapan diawali dengan penjaringan calon hingga kegiatan job fit. Kegiatan ini digelar untuk mempersiapkan pengganti sekda aktif, H. Moh. Taufiq yang dalam hitungan bulan akan menempuh purna tugas.

“Job fit atau uji kompetensi JPT Pratama hari ini (Rabu, 13 November, red) bisa dilaksanakan,” papar Kepala BKDPSDM Lombok Barat, Suparlan di ruang kerjanya, Rabu (13/11/2019).

Dijelaskan mantan Camat Batulayar ini, job fit calon Sekda Lombok Barat diikuti oleh 4 orang calon. Mereka masing-masing, M. Ilham (Asisten 1), Lale Prayatni (Asisten 2), H. Baihaqi (Kepala Bappeda) dan Subandi (Kadis Kelautan dan Perikanan). Ke 4 calon sekda ini kata Suparlan, rata-rata sudah memenuhi persyaratan administrasi yang harus dipenuhi. Selain wawancara, peserta sudah memenuhi syarat lain seperti makalah yang berisi tupoksi seputar tugas dan jabatan yang sedang dijabat sekarang.

Dengan telah dilakukan job fit ini lanjut Suparlan, maka akan muncul seorang calon sekda. Calon inilah yang akan menggantikan sekda non aktif karena sudah purna tugas.

Di luar itu, pihak BKDPSDM juga menggelar panitia seleksi (pansel) namun tidak ada yang mendaftarkan diri. Kendati begitu, tetap ditindaklanjuti dengan menggelar evaluasi dan rotasi kepada pejabat yang ada. Rencananya, rotasi dan mutasi pejabat eselon 2 akan digelar beberapa pekan ini. Sedangkan untuk pejabat eselon 3 dan 4 akan digelar kemudian setelah kegiatan mutasi pejabat eselon 2.

Hal lain yang disinggung Suparlan adalah, seputar penerimaan Calon PNS di lingkup pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Hal ini kata dia, tidak menemui kendala yang berarti. Saat ini, pihaknya sedang melakukan validasi data, termasuk soal hal-hal teknis menyangkut kesiapan tenaga operator dan komputerisasi.

“Sejak awal penerimaan CPNS tidak ada kendala, cuma kendalanya soal teknis saja,” katanya di ruang kerjanya bersama sejumlah stafnya.

Untuk mengantisipasi hal ini, lanjut dia, masalah sarana komputer, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak SMK dan SMP. Saat digelar test akademik, sesuai ketentuan menggunakan perangkat komputer, semua pelamar tidak menemukan kendala. Jika saja lampu PLN mati, sudah disiapkan perangkat genset untuk mengantisipasi gangguan PLN.

Dijelaskan, sejak penerimaan CPNS beberapa hari yang lalu, hingga hari ini (Rabu, 13/11, red) calon pelamar yang masuk mendaftarkan diri baru 3 orang. Pihak BKDPSDM sudah siap dengan tenaga operator yang ada.

Disebutkan Suparlan, quota CPNS untuk Lombok Barat yang diberikan pusat sebanyak 105 orang. Dirinci, 138 jatah untuk tenaga pendidik, 58 untuk tenaga kesehatan dan sisanya 9 orang, jatah untuk tenaga teknis.

 

Pusuk Lestari, Lebih dari Sekedar Tuak Manis dan Monyet

Bagi yang hendak ke Kabupaten Lombok Utara (KLU) baik untuk berwisata atau mengunjungi sanak saudara, jalan raya Pusuk adalah yang paling banyak dipilih pengguna jalan. Selain lebih dekat dari Kota Mataram dibanding alternatif lain jalan raya Senggigi, wilayah yang kaya oksigen karena lebatnya pepohonan tropis ini merupakan salah satu wilayah di Pulau Lombok yang terkenal sebagai penghasil air nira atau yang oleh masyarakat setempat disebut tuak manis. Selain itu, daerah ini juga banyak ditemukan monyet-monyet yang menarik wisatawan.

Menggali potensi ini, Desa Pusuk Lestari Lombok Barat (Lobar) sedang bersiap menuju desa wisata berbasis industri lokal. Untuk ini, Humas Lobar mewawancarai Kepala Desa Pusuk Lestari H. Junaidi, Selasa (12/11).

Membuka cerita tentang rencana desanya, Junaidi menyebut Desa Pusuk Lestari telah ditetapkan menjadi Desa Wisata oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat. Penetapan ini, tuturnya, menuntut kerja keras sehingga bukan hanya sebutan sebagai desa wisata tetapi juga the real desa wisata yang mampu mengundang wisatawan lokal, domestik, dan internasional.

Junaidi pun melirik potensi desanya sebagai penghasil air nira dan memiliki banyak monyet. Menurutnya, 90 persen dari sekitar 800 KK warga Pusuk Lestari adalah petani. Sekitar 400 KK di antaranya bekerja mengambil air nira atau tuak manis (nyadep). Aktivitas nyadep tersebut akan dijadikan salah satu dari aktivitas pariwisata Desa Pusuk Lestari.

“Bagaimana supaya terkemas menjadi wisata berbasis industri aren, yaitu cara memproses air nira menjadi gula batok, gula semut, gula meriket, termasuk gula cair,” ujar Kades Junaidi.

Untuk aktivitas pengolahan air nira menjadi bermacam bentuk ini, selain oleh sebagian besar masyarakat menggunakan cara tradisional, Pusuk Lestari juga dibantu oleh salah satu warganya melalui UD Karya Mandiri dengan brand King Aren yang diketuai Muhammad Rizani.

Aktivitas ini dilakukan agar wisatawan tidak hanya merasakan nikmatnya minum tuak manis tapi juga mengikuti bagaimana proses nyadep.

“Sudah disiapkan tempatnya sebagai aktivitas masyarakat yang tinggal di perbatasan Lombok Barat dan KLU,” ujar Junaidi.

Terkait dengan monyet, H Junaidi juga akan berupaya mengubah cara memberikan makanan buat monyet dari di pinggir jalan yang beresiko mengganggu lalu lintas ke satu lokasi khusus.

“Kami sudah menyiapkan tempat untuk memberikan makanan monyet itu”. Tempat yang disiapkan, sambung Junaidi, berada dua atau tiga ratus meter dari pinggir jalan yaitu masuk ke wilayah hutan.
Selain itu, Pusuk Lestari juga telah menyediakan jalur sepeda gunung sepanjang sekitar 1.400 meter di sekitar hutan Pusuk.

“Dan itu akan kami jual untuk mendukung paket desa di wilayah desa perbatasan,” ujar Junaidi.

Dengan cara demikian, sebut Junaidi, wisatawan tidak hanya sekedar menikmati kopi, tapi juga bagaimana menikmati proses pembuatan kopi, pembuatan gula baik yang tradisional maupun dengan mesin, dan cara nyadep.

“Cara unik masyarakat kami untuk membikin gula, (juga) cara modern masyarakat kami membikin gula itu, sudah kami siapkan,” ujar Junaidi.
Dari cerita Junaidi, masing-masing KK yang berprofesi menyadep tuak manis mampu menghasilkan minimal 10 liter perhari atau sekitar 4.000 liter per hari. Menurut Junaidi, peminat tuak manis bukan hanya mereka ekonomi menengah ke bawah tetapi juga menengah ke atas karena dipercaya bagus bagi kesehatan. Keluhan karena tuak manis menggunakan botol bekas ke depan akan ditanggulangi, lanjut Junaidi. Caranya dengan menyediakan paket minum tuak manis yang masih alami di dalam bumbung-nya.

“Yang alami (baru) turun langsung dari pohonnya,” tegas Junaidi.

Desa Pusuk Lestari memiliki empat dusun yaitu Batu Penyu, Kedondong Bawak, Kedondong Atas dan Dusun Pusuk. Masing-masing dusun selain mengandalkan tuak manis, juga memiliki potensi wisata lainnya.

Dusun Batu Penyu, misalnya, memiliki daya tarik berupa air terjun musiman dan pohon-pohon langka gaharu. Kedondong Bawak, kata Junaidi, akan dibuat agrowisata meskipun bersifat musiman seperti ketika musim durian dengan menjual paket durian.

“Misalnya lima puluh ribu (rupiah) makan durian sepuasnya,” ujar Junaidi menyampaikan idenya.

Selain tuak manis, Pusuk Lestari juga memiliki andalan yang bisa dikonsumsi lainnya seperti kue bantal (tekel), umbi-umbian, buah-buahan seperti durian, nangka, dan belinjo. Selain itu, khusus di Kedondong Atas memproduki Krepek Gadung yang sudah menjadi penghasilan tetap beberapa warga. Produk-produk yang dihasilkan selain didistribusi melalui warung-warung di Pusuk dan beberapa supermarket, produk gula semut misalnya, telah dikirim ke luar daerah seperti ke Bima dan Sumbawa. HUMAS PROTOKOL LOMBOK BARAT

Lobar Sambuk Kapolres Baru

Giri Menang, Selasa 12 November 2019 – Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid apresiasi kinerja AKBP Heri Wahyudi selama menjabat sebagai Kapolres Lombok Barat (Lobar). Apresiasi disampaikan bupati saat acara Pisah Sambut Kapolres lama AKBP Heri Wahyudi dengan Kapolres baru AKBP Bagus Satriyo Wibowo di pendopo Bupati Lobar, Senin (11/11/2019).

Disampaikan bupati bahwa AKBP Heri Wahyudi merupakan pribadi yang tidak mudah marah dan sangat humoris namun tetap mampu mengemban tanggung jawab dengan baik.

“Beliau ini adalah sosok yang sangat humoris, sangat-sangat humoris, hampir tidak pernah serius namun hasil yang kita dapatkan dari komunikasi, dari koordinasi dan dari apa yang kita programkan alhamdulillah semua jalan,” kenang bupati.

Selain itu bupati juga menyebutkan bahwa AKBP Heri Wahyudi merupakan sosok yang sangat peduli terhadap budaya dan hal-hal yang berkaitan dengan sosial di masyarakat, sehingga telah banyak mendapat apresiasi maupun prestasi selama dia menjabat.

Di kesempatan yang sama bupati juga menyambut serta menyampaikan harapan kepada kapolres baru yakni AKBP Bagus Satriyo Wibowo.

“Saya ucapkan selamat datang kepada bapak AKBP Bagus Satriyo Wibowo dan selamat bergabung di Forkofimda Lombok Barat,” sambut bupati.

“Dari sisi nama ini saja sangat menjanjikan untuk memberikan, paling tidak mempertahankan prestasi yang telah ditorehkan oleh pak Heri Wahyudi,” sambungnya.

Di acara tersebut AKBP Heri Wahyudi yang didampingi istri dalam sambutannya menyampaikan banyak terimakasih kepada pemerintah daerah Lombok Barat dan semua pihak yang telah membantu mewujudkan Lobar yang kondusif.

“Walapun bisa dikatakan berat, tapi sukur Alhamdulillah sampai detik ini bisa dikatan kita masih kondusif, dan hal ini tentunya tercipta atas kebersamaan kita semua, terus terang ini menjadi kesan tersendiri bagi saya, baik kebersamaan dengan masyarakat maupun kebersamaan dengan anggota” tutur AKBP yang telah menjabat sebagai kapolres lobar semenjak Desember 2017 ini.

Tak lupa AKBP Heri memberikan sedikit pesan kepada kapolres baru tentang keadaan Lobar. Dikatakannya bahwa Lobar ini merupakan kabupaten yang unik dan religi.

“Lombok Barat ini kabupaten yang religi pak Bagus, disini banyak sekali pondok pesantren dan banyak sekali tuan gurunya. Jadi, tugas berat pak Bagus nantinya untuk menghampiri satu per satu tuan guru dan pondok pesantren yang ada,” katanya.

Hal tersebut disampaikan AKBP Heri tentunya karena mengingat peran dari kalangan tuan guru dalam pembangunan Lobar menjadi kabupaten yang kondusif.

Tak lupa Ajun Komisaris Besar Polisi ini menyampaikan permintaan maaf sekaligus berpamitan kepada seluruh hadirin dan masyarakat Lobar. Seperti yang diketahui AKBP Heri Wahyudi nantinya akan beralih jabatan menjadi Wadir Intelkam di Polda Nusa Tenggara Barat (NTB).

Rasa terimakasih dan penghargaan juga diungkapkan Kapolres Lobar yang baru yakni AKBP Bagus Satriyo Wibowo atas sambutan hangat dari bupati Lobar dan seluruh jajaran.

Dalam sambutannya, didampingi sang istri, mantan kapolres Bima ini mengawali dengan memperkenalkan diri. Diakuinya ia lahir dan besar di Lombok Barat, karena tahun 1979 (tahun kelahirannya) Mataram masih merupakan bagian dari Lombok Barat.

“Kalau dari nama, sepertinya saya orang jawa, tapi sebenarnya saya orang Lombok Barat,” akunya.

“Saya lahir besar di Lombok Barat, saya lahir di dekat Epicentrum, kalau dulu tahun 79 itu masih Lombok Barat, berarti saya merasa orang Lombok Barat,” sambungnya bangga.

Setelah lulus dari akademi kepolisian dan mendaftar masuk akabri dari NTB, penempatan pertama AKBP Bagus adalah di Kalimantan Barat selama 7 tahun, lalu setelah bersekolah beliau ditugaskan ke Sulawesi Tenggara selama kurang lebih 6 tahun. Dan sebelum menjabat sebagai kapolres Bima, bapak beranak tiga ini sempat pulang bertugas di Polda NTB sebagai Kasubdit 2 Dikrimum, lalu sebagai kasubdit 3 Dikrimsus.

Di akhir sambutan, AKBP Bagus menyatakan tekadnya untuk berusaha semaksimal mungkin untuk mengabdikan diri kepada masyarakat Lombok Barat dan berharap bisa diterima dengan baik juga sebagai masyarakat Lombok Barat itu sendiri.

“Saya agak sedikit khawatir, dengan begitu banyak prestasi yang ditorehkan bang Heri (sapaan bagi AKBP Heri Wahyudi) saya khawatir tidak bisa menyamai beliau, apalagi sampai melebihi beliau, namun insyaallah dengan dukungan bapak ibu sekalian saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengabdikan diri kepada masyarakat Lombok Barat,” tukasnya.

Selain dihadiri oleh jajaran pemkab Lobar, acara pisah sambut ini juga dihadiri oleh ketua DPRD Lobar, Ketua MUI Lobar, ketua KUB Lobar, Dandim 1606, Kapolres Kota Mataram, perwakilan dari Danlanud Kota Mataram serta perwakilan dari Danlanal Kota Mataram dan perwakilan dari Forum Wartawan (Forta)Lombok Barat.

CCI Seri ke 31 Digelar di Lobar

Giri Menang, Selasa 12 November 2019 – Customs Cycling Indonesia (CCI), rencananya akan digelar di Lombok Barat Desember 2019 mendatang. Segala persiapan pelaksanaan balap sepeda jalan raya ini dibahas melalui pertemuan yang digelar di Aula Kantor Dinas Pariwisata Lombok Barat, Senin (11/11/2019).

Mewakili panitia pusat CCI, Irham menjelaskan, secara nasional, CCI digelar sejak 2010. Untuk CCI seri ke-31 akan digelar di Kabupaten Lombok Barat dengan label Bupati Cup. Menurut Irham, pihaknya menggelar kegiatan serupa paling sedikit tiga kali dalam setahun.

“Tiap tahun yang ketepatan itu pindah-pindah. Seri yang ke-30 puluh Oktober lalu digelar di Purworejo-Jawa Tengah,” jelas Irham di hadapan Bupati Lombok Barat, Asisten I, Kadis Dikpora, Perwakilan Kapolres Lobar, Ketua KONI Lobar, Ketua ISSI Lobar, Ketua KNPI Lobar serta sejumlah perwkilan OPD terkait.

Irham melaporkan, CCI yang ke-31 di Lombok Barat ini sasaran pesertanya bervariasi. Peserta umur 16 tahun ke bawah dengan kategori putri, 17 tahun ke atas putra putri dan 19 tahun ke atas putra puti. Nomor yang dilombakan ada 3 kategori.

Pada hari pertama kelas Individual Time Trial (ITT), berlangsung di Senggigi pada hari Jumat, 6 Desember 2019. Rute yang ditempuh sepanjang 9,4 KM dengan start mulai jam 06.00 -10.30.

Untuk hari ke dua, Irham melaporkan, Sabtu 7 Desember 2019 untuk nomor Road Race atau Circuit Race dengan start/finish di Kantor Bupati Lombok Barat dari pukul 07.30-11. Rute yang ditempuh sepanjang 110 km. Rute yang cukup ekstrim ini akan menjelajahi 3 kecamatan masing-masing Kecamatan Gerung, Lembar dan Sekotong. Karena peserta akan melewati kota Gerung, Lembar, melalui tanjakan Gerepek-Sekotong-Pelangan-Mekaki-Buwun Mas-Sekotong dan finis di Kantor Bupati.

Sedangkan hari ketiga dengan nomor Criterium sepanjang 1,46 KM/Lap. dengan rute jalan Sukarno-Hatta Gerung. Ketiga nomor ini lanjut Irham, basicnya balap sepeda jalan raya. Bahkan Irham mengajak melihat Tour The France, selalu ada ketiga nomor ini.

“Kalau rencana kita ini, kita berharap muncul bibit-bibit atlit balap sepeda di Lombok Barat,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid meminta, secara budget tidak ada yang harus disiapkan dalam kegiatan ini, karena informasi baru didapatkan sepekan yang lalu. Namun dari komunikasi, pemerintah daerah kata bupati, siap mengakomodir dari sisi di luar budget.

“Jika kegiatan ini sukses, mudah-mudahan selanjutnya menjadi event tiap tahun. Kita bedoa agar rencana kegiatan ini sukses,” harap bupati optimis.

Untuk mempersiapkan segala kebutuhannya, pihak tim CCI meminta pemerintah daerah mengerahkan anggotanya untuk pengamanan terutama dari wilayah yang dilalui, termasuk membuat pos-pos kesehatan, truk untuk mengangkut peserta yang mungkin celaka, rusak sepeda atau insiden lainnya. Selain itu, pihak pemerintah daerah juga diminta untuk menjemput peserta yang menggunakan kapal laut dari Pelabuhan Lembar menuju hotel penginapan peserta.

Untuk membicarakan hadiah trophy dan lainnya, masih perlu dibicarakan pada pertemuan selanjutnya. Masih ada waktu untuk mengelar pertemuan, meskipun kegiatan ini akan digelar awal bulan depan (Desember, red). Sedangkan pendaftaran peserta, dimulai hari Kamis, 5 Desember 2019.

 

Fauzan Berharap Program Prim Bisa Berlanjut di Lobar

FAUZAN BERHARAP PROGRAM PRIM BISA BERLANJUT DI LOMBOK BARAT

Giri Menang, Selasa 12 November 2019 -Peningkatan dan pengembangan akses infrastruktur bagi Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) yang hanya memiliki APBD sekitar Rp. 1,9 Trilyunan, sangat dibutuhkan. Perluasan infrastruktur adalah prasyarat bila ingin melakukan akselerasi pembangunan. Sejak awal telah menetapkan bahwa pembangunan infrastruktur, baik berupa jalan, jembatan, maupun saluran irigasi adalah guna untuk meningkatkan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Bupati Lobar H. Fauzan Khalid saat penutupan program Provincial Road Improvement and Maintenance (PRIM) di NTB dan Kabupaten Lombok Barat di Hotel Santika Mataram, Senin (11/11).

“Melalui kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Australia, yang telah menetapkan Kabupaten Lombok Barat sebagai sasaran dalam program PRIM sejak tahun 2017 sampai 2019 ini, khususnya dalam pembangunan dan pengembangan infrastruktur jalan,” katanya.

Ia menambahkan, banyak hal yang telah dilakukan PRIM di Kabupaten Lombok Barat. Seluruhnya tidak hanya sekedar menjadikan aspek kuantitas dan kualitas jalan sebagai hal yang utama, namun juga menyangkut aspek sosial dari infrastruktur.
Ia berharap aspek pemeliharaan bisa menjadi perhatian semua pihak.

“Kami masih memiliki pekerjaan rumah sebesar 37,5 persen atau 216,98 km jalan yang belum mantap. Dalam konteks itu, kami sangat berharap PRIM masih bisa berlanjut. Kalaupun kali ini ditutup, maka PRIM bisa bermutasi menjadi program lain di mana Lombok Barat masih bisa diikutsertakan sebagai sasaran utama,” harap bupati.

Sementara itu Konselor Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Anna McNicol mengatakan, Pemerintah Australia menghargai kemitraan strategis dan kolaborasi yang dimiliki dengan Pemerintah Indonesia melalui PRIM.

“Saya melihat Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki catatan khusus dalam hubungan bilateral antara Australia dan Indonesia dengan melihat potensi besar untuk pembangunan, sosial, dan ekonomi,” katanya.

Lanjut kata dia, program PRIM sangat membantu potensi ini dengan pembangunan jalan yang lebih baik. Sejak tahun 2013 PRIM dapat memberikan hasil yang nyata. Selama lima tahun berjalan lebih dari lima ribu km jalan dipelihara dan diperbaiki di NTB.

“Kualitas jalan yang baik kita lihat tahun 2010 sekitar 49% menjadi 83% di tahun 2019. Demikian pula lebih dari 900 km jalan sudah diperbaiki di Kabupaten Lombok Barat sejak tahun 2017,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Lobar Made Arthadana menjelaskan, PRIM di Kabupaten Lombok Barat dilaksanakan selama tiga tahun sejak 2017 sampai dengan 2019 yang memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan kemantapan jalan kabupaten. Dari 56,7% di tahun 2017 menjadi 62,5% di tahun 2019. Terdapat peningkatan 5,8% atau rata-rata peningkatan jalan 1,9% pertahun.

“Total anggaran selama tiga tahun yang telah kami manfaatkan sebesar Rp. 158 milyar lebih yang teralokasi untuk rehabilitasi atau pemeliharaan rutin jalan sebesar Rp. 151 milyar lebih, dan insentif sebesar Rp. 6,3 milyar,” katanya.

Ia menambahkan, untuk jalan kabupaten yang sepanjang 571,58 km itu terdapat dalam lebih dari 227 ruas jalan. Kami sangat bersyukur bahwa PRIM kemudian ikut terlibat dalam menangani jalan di Lombok Barat. Dari seluruh ruas itu, selama 3 tahun, PRIM telah terlibat dalam 155 ruas jalan dengan panjang keseluruhannya adalah sepanjang 511,59 km.

Untuk tahun 2017 P1 ruas montong buwuh – lendang bajur dan P2 ruas narmada – batu kumbung, kemudian di tahun 2018 P3 ruas sayang sayang – gunungsari, P4 ruas kediri – dasan bagu, P5 ruas kumbung – kuripan dan untuk di tahun 2019 P6 ruas meninting – midang, P7 ruas dasan geres – buntage, P8 ruas dasan tereng – sembung, P9 ruas gerung – bantir, P10 ruas keru – suranadi

“Berdasarkan hasil verifikasi kita setiap tahun, kinerja penanganan jalan PRIM di Lombok Barat menunjukan di tahun 2017 (98,4%), tahun 2018 (100%) dan tahun 2019 ditargetkan 100% pada verifikasi kita akhir bulan November mendatang,” terangnya.

     

Ganti STNK Kini Bisa Di Samsat Drive Thru Narmada

Giri Menang, Selasa 12 November 2019 – Mengurus Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) kini semakin mudah bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Lingsar, Narmada dan sekitar. Kemarin (11/11), Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) atau Kantor Samsat Gerung bekerja sama dengan pihak kepolisian, Jasaraharja, serta Pemerintah Kecamatan Narmada melauncing program peningkatan pelayanan untuk pembuatan dan pergantian STNK lima tahunan di Kantor Samsat Drive Thru Narmada. Lanuching sendiri dibuka oleh Wakil Dirlantas Polda NTB, AKBP Ismail.

Kepala Samsat Gerung, Saiful Amry mengatakan, selama ini banyak masyarakat yang mengeluhkan lokasi kantor pelayanan Samsat yang terlalu jauh. Ini membuat sebagian masyarakat merasa malas untuk membayar pajak kendaraan. Akibatnya, pajak kendaraan kurang maksimal.

“Program peningkatan pelayanan ini untuk semakin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Saya sering datang kesini, masyarakat banyak yang mau untuk membayar pajaknya, namun karena jarak perjalanan yang jauh mereka malas ke Kantor Samsat di Gerung,” katanya usai acara.

Menurutnya, dari sepuluh kecamatan di Lombok Barat, Kecamatan Narmada tertinggi obyek tunggakannya. Dengan adanya program ini masyarakat diharapkan bisa lebih mudah membayar pajak kendaraan.

“Pelayanan Samsat ini sebelumnya hanya melayani pembayaran PKB dan pengesahan STNK. Sekarang bisa pengesahan STNK untuk lima tahun,” jelas Amry.

Berdasarkan data yang dimiliki Bappenda Provinsi NTB, kendaraan roda empat di Kecamatan Narmada tercatat sebanyak 2.953 atau 25,13 persen, sedangkan kendaraan roda dua sebanyak 35.044 atau 45 persen.

Untuk tunggakan tahun berjalan dari Januari-November 2019, tercatat sebanyak 199 unit kendaraan roda empat dengan nilai Rp. 195 juta yang menunggak. Selanjutnya untuk roda dua 2.372 unit atau diuangkan senilai Rp. 83 juta.

PLH Kepala Bappenda Provinsi NTB Ibu Hj. Eva Dwiyani cukup berbangga dengan inovasi yang dilakukan Samsat Gerung yang telah membuka layanan pencetakan SNTK untuk lima tahunan. Ia kemudian meminta pihak kecamatan dan para kepala desa yang hadir baik ikut membantu mensosialisasikan kepada masyarakat terkait pelayanan tersebut. Kerena ia pun menyebut potensi di Kecamatan Narmada dari tahun ketahun terus mengalami peningkatan.

“Terima kasih. Dengan adanya peningkatan layanan dari pelayanan tahunan menjadi lima tahunan ini dapat diikuti oleh Samsat lain NTB,” ujarnya.

Bupati Kukuhkan Pengurus Banjar Dharma Praja Giri Menang

Giri Menang, Senin 11 November 2019 – Banjar Dharma Praja Giri Menang Kabupaten Lombok Barat (Lobar) memperingati hari jadinya yang ke-8. Peringatan ini juga dirangkai dengan pengukuhan pengurus baru banjar ini oleh Bupati Lobar H. Fauzan Khalid yang bertempat di Pura Padma Kencana Sari Labuan Lingsar Gerung (11/11).

Dalam sambutannya, bupati meminta jajaran organisasi Banjar Dharma Praja Giri Menang yang baru untuk mengkolaborasikan segala potensi yang ada dalam mempersatukan semangat kebersamaan dan gotong royong, sehingga menjadi dasar atau pokok bergeraknya segala program banjar.

“Terpenting adalah keberadaan Banjar ini bisa memberi kontribusi besar bagi umat Hindu dan Kabupaten Lombok Barat secara lebih luas. Saya juga berharap organisasi ini bisa menjadi pelopor dengan menjadikan kampung Hindu sebagai percontohan sebagai kawasan bebas sampah,” harap bupati terhadap pengurus yang baru.

Selain itu, orang nomer satu di Lobar ini juga meminta agar anggota banjar yang didominasi PNS Lobar tidak terpaku pada program, karena bisa saja ditinggal oleh jaman. Menurutnya, seorang PNS harus mempunyai kreativitas serta memiliki jiwa pelayanan dan pengabdian yang baik. “PNS harus menjadi fasilitator untuk semua masalah-masalah di masyarakat,” pintanya.

Dalam kesempatan itu, bupati juga melepas kontingen Utsawa Dharma Gita (UDG) Kabupaten Lobar untuk bertarung di tingkat propinsi. “LPDG harus diberi motivasi, juara satu dapat apa, mungkin tirta yatra ke India. Seperti di MTQ dapat hadiah umrah ke Mekkah,” ajarnya berseloroh.

Sementara itu, Ketua Banjar Dharma Praja Giri Menang yang baru, I Made Artadhana menyampaikan, sudah delapan tahun lamanya organisasi tersebut mengabdikan diri untuk umat dan Kabupaten Lobar. Setidaknya, kata dia, sudah empat kali regenerasi kepengurusan sejak berdiri pada 11 November 2011. Pertama dibentuk Banjar Dharma Praja Giri Menang ketua pengurus dijabat oleh Gede Ariana, mantan Kepala Dinas Kesehatan Lobar, selanjutnya jabat oleh Nyoman Sembah yang saat ini sebagai Staf Ahli Bupati, dan yang ketiga oleh Budi Dharma Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

Dalam peringatan ulang tahun ke delapan ini, Banjar Dharma Praja Giri Menang mengambil tema “Dengan Peningkatan Pemahaman Kerangka Dasar Agama Hindu, Kita Kuatkan Sradha dan Bakti Umat Se-Dharma dalam Kehidupan Bermasyarakat”.

Ke depan, Banjar Dharma Praja Giri Menang telah menyusun berbagai program yakni membangun sekretariat, memperbarui dan mengupdate Anggita Banjar. “Kami juga sudah mengawali dengan menggelar berbagai seminar, salah satunya adalah seminar pembinaan wanita Hindu,” jelasnya.

Peringatan HUT Banjar Dharma Praja Giri Menang itu juga dirangkai dengan persembahyangan bersama yang dipuput oleh Ida Bhawati Pasek Nyoman Sedana serta pemberian tali asih kepada PNS yang purna tugas, serta pembinaan dan pelepasan peserta Lembaga Pembinaan Darma Gita (LPDG) ke tingkat propinsi Nusa Tenggara Barat.

 

Tiga PEringatan Satu Upacara Bendera

Giri Menang, Minggu 10 November 2019 – Bertempat di lapangan Kantor Bupati Lombok Barat (Lobar), tiga peringatan penting dirangkai dalam satu upacara bendera. Ketiganya yaitu Hari Pahlawan ke-74, HUT KORPRI ke-48, dan Hari Kesehatan Nasional ke-55. Bertindak selaku Inspektur Upacara yaitu Komandan Kodim 1606/ Lobar Kolonel Czi. Efrijon Scroll, S.IP., M.M. Kolonel Efrijon dalam amanatnya menyebut ketiga peringatan dirangkai menjadi satu sebagai sebuah refleksi agar tercipta momentum yang tepat untuk melakukan evaluasi diri.

“Evaluasi tersebut adalah menemukan arti dan nilai atas seluruh perjalanan kinerja kita sebagai Aparatur Sipil Negara dalam pembangunan yang merupakan manifestasi keberlanjutan perjuangan para pahlawan kusuma bangsa,” ujar Efrijon membuka amanatnya.

Dibacakan Efrijon, dalam pendekatan historisitas selaku aparatur, kita senantiasa ditempatkan dalam tiga siklus peradaban, yaitu masa lalu, masa kini, dan masa depan. Masa lalu, menurutnya, bukan semata sejarah sebagai kumpulan peristiwa yang terjadi di waktu yang telah berlalu, masa kini bukan hanya tentang peristiwa-peristiwa yang aktual dan sedang terjadi, dan masa depan bukan hanya tentang skenario harapan di waktu mendatang.

“Akan tetapi ketiganya sungguh adalah kesatuan kronologis buat kita membentuk peradaban kita. Sebagai sebuah kesatuan kronologis, maka tidak pernah ada masa kini tanpa masa lalu”, kata Efrijon.

Bagaimana masa depan kita, lanjutnya, akan sangat tergantung pada apa yang kita perbuat di masa kini yang merupakan kesinambungan garis waktu sebagai hukum kausalitas abadi yang mengikat kehidupan manusia di setiap kurunnya.

Hari Pahlawan yang jatuh setiap tanggal 10 November, dibacakan Inspektur, adalah potret masa lalu. Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya hanya salah satu momentum dari ratusan bahkan ribuan moment pertempuran, baik melalui medan perang maupun medan perundingan. Ratusan tahun perjuangan para pahlawan kusuma bangsa untuk lepas dan merdeka dari imprealisme dan kolonialisme, dipertahankan dengan mengangkat senjata, berkorban nyawa dan harta, serta berdialog alot di meja-meja perundingan.

“Salah seorang The Founding Fathers kita, Bung Karno menyatakan, “….hanya bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya yang dapat menjadi bangsa yang besar….”, maka 10 November kita gelar untuk merefleksikan jasa-jasa para syuhada’ yang telah gugur di seluruh medan tempur,” jelas Efrijon mengenang pesan Presiden Pertama RI, Soekarno.

Dikatakan Efrijon, pada era sekarang, imprealisme dan kolonialisme yang dilawan bukanlah riil penjajah bersenjata, melainkan dalam gaya baru berupa imprealisme ekonomi, imprealisme politik keamanan, bahkan imprealisme kebudayaan. Pada poin inilah, sambungnya, Aparatur Sipil Negara menjadi pioneer garda terdepan untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan dan kemandirian.

“Dengan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia ke-48 ini, kita akan relevansikan dengan semangat Hari Pahlawan di mana tagline kita adalah “Aku Pahlawan Masa Kini”,” ujarnya.

Tema tersebut, lanjut Kolonel Efrijon, mengandung makna bahwa menjadi pahlawan masa kini dapat dilakukan oleh siapapun Warga Negara Indonesia. Menjadi pahlawan tidak perlu lagi hanya berjuang mengangkat senjata untuk mengusir penjajah, tetapi dengan cara menorehkan prestasi di berbagai bidang kehidupan, memberikan kemaslahatan bagi masyarakat, dan membawa harum nama bangsa di mata Internasional.

Kepada para Aparatur Sipil Negara yang tergabung dalam Korps Pegawai Republik Indonesia, ditegaskan Inspektur, kiprah heroik atau kepahlawanan dapat diwujudkan dengan memberikan kontribusi utuh dalam pemerintahan dan pembangunan. Bekerja dengan penuh motivasi, disiplin, loyal dan penuh dedikasi, serta menghayati setiap tugas adalah tindakan meniru para pahlawan.

“Hal tersebut relevan dengan tema umum HUT Korpri ke-48, yaitu “KORPRI: Berkarya, Melayani dan Menyatukan Bangsa”. Tema tersebut menuntut kita untuk kembali ke semangat dasar kita, yaitu karya dan pelayanan yang terbingkai dalam semangat Korpri sebagai pemersatu bangsa,” ujar Efrijon.

Terkait dengan siklus terakhir yaitu masa depan, Efrijon menegaskan bahwa tidak ada yang bisa memastikan apa yang akan terjadi di masa depan. Oleh karena itu, katanya, masa depan harus menjadi harapan, masa depan harus menjadi kumpulan tujuan-tujuan kebaikan.

“Selaku Aparatur Sipil Negara, di pundak kitalah ditempatkan harapan dan tujuan kebaikan dari pembangunan,” ujar Efrijon menekankan pentingnya tanggung jawab sebagai ASN.

Terkait dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-55, semangat kepahlawanan, tegas Efrijon, harus menjadi energy bagi Aparatur Sipil Negara, dalam meningkatkan karya dan pelayanan di bidang kesehatan. Sesuai dengan tema Hari Kesehatan Nasional, yaitu “Generasi Sehat Indonesia Unggul”, ASN khususnya insan kesehatan harus menjadi terdepan menggelorakan semangat Indonesia Sehat melalui upaya-upaya pembangunan di bidang promotif dan preventif kesehatan.

“Kita adalah pioneer untuk menggerakkan kesehatan personal dan kesehatan sosial, baik melalui keluarga maupun lingkungan. Tugas kita di masa kini adalah membentuk masa depan Lombok Barat Menuju Bebas Stunting 2024,” tegas Efrijon.

Tugas itu, sebutnya, bukanlah tugas ringan karena memiliki kompleksitas, namun juga bukan tugas yang sulit asal dilakukan dengan kerja sama, disiplin dan penuh dedikasi dalam bekerja. Perjuangan kita hari ini, sebut Efrijon, tidak lebih ringan bila dibandingkan dengan perjuangan para pahlawan di masa lalu. Karena musuh tidak hanya datang dari luar kita, namun berada di sekitar kita, bahkan dari diri kita sendiri.

“Selamat Hari Pahlawan Ke-72, Selamat Hari Ulang Tahun Korpri Ke-48, Selamat hari Kesehatan Nasional ke-55,” ucap Efrijon sebelum menutup amanatnya.

Selesai upacara, Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid menyerahkan 11 unit mobil ambulans kepada 11 peewakilan Puskesmas di Lobar. Selain itu, juga diserahkan tiga bingkisan bagi tiga veteran yaitu Tohri, Sahman, dan Marlan Ratvi. Upacara ini diikuti oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah di antaranya Ketua DPRD Lobar Nur Hidayah dan anggota, Sekretaris Daerah, Para Asisten, Staff Ahli Bupati, dan Kepala Perangkat Daerah, TNI, dan seluruh Aparatur Sipil Negara lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

1 2 3 220