FAUZAN : IKUTI SUNNAH RASULULLAH SAW

Giri Menang, Sabtu 16 November 2018 – Tidak ada sedetikpun sepanjang sejarah hidup Rasullullah SAW yang tidak bisa dicontoh. Terlebih setiap perkataan Rasulullah SAW semuanya penuh dengan hikmah dan pelajaran.

“Itulah sebabnya Islam disebut sebagai agama yang sempurna. Insya Allah kitapun sebagai manusia kalau bisa mengikuti Rasulullah SAW, Insya Allah juga akan menjadi sempurna,” kata Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid dalam acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Halaman Paud Mutiara Hati Dusun Gegelang Bantek, Desa Gegelang Kec. Lingsar, Jum’at (16/11).

Fauzan mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan adat istiadat masyarakat Lombok secara khusus, dan bangsa Indonesia pada umumnya.

“Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW adalah mengingat dan mengenang jasa-jasa Rasulullah SAW sekaligus berusaha mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah SAW. Kita berusaha secara maksimal meneladani beliau dan mencontoh beliau dalam semua hal. Tidak hanya dalam sholat dan mengaji tetapi dalam semua sesi kehidupan,” tambahnya.

Selain peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dalam kesempatan itu Bupati Fauzan Khalid juga meresmikan Gedung PAUD Mutiara Hati dilanjutkan dengan dengan Khatamul Qur’an dan Ngurisan.

Di Kabupaten Lombok Barat sendiri paling sedikit sudah ada 500 PAUD/TK dibangun. Dalam kesempatan itu, Fauzan mengaku sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada masyarakat Gegelang atas partisipasi dan dukungan dalam pembangunan PAUD Mutiara Hati ini.

“Mudah-mudahan PAUD kita ini berkah dan bisa memberikan dasar-dasar karakter yang kuat, agama yang kuat bagi adek didik kita yang sekolah di PAUD ini sehingga nanti bisa menjadi harapan bagi agama, nusa dan bangsa,” harapnya.

Sementara itu Ketua Lembaga PAUD Mutiara Hati Tohri menyampaikan PAUD mutiara Hati ini mulai dirintis pada tanggal 1 juli 2007 dan mendapatkan izin operasional pada tanggal 11 juli 2008. PAUD Mutiara Hati dengan luas tanah lima are ini sudah mendapatkan akreditasi pada tahun 2017 dengan mendapatkan nilai C dengan niat bisa mendapatkan akreditasi.

“Terkait dengan keadaan PAUD kita ini yang belum memadai terutama pada bidang fisiknya, namun Alhamdulillah sekarang pembangunan PAUD Mutiara Hati ini sudah terselesaikan oleh Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2018 dengan Total Anggaran Biaya 176.731.350 rupiah,” paparnya.

Anak didik di PAUD Mutiara Hati sendiri saat ini berjumlah 32 orang dengan tenaga pendidik 5 orang ditambah tenaga administrasi sebanyak 3 orang. (andy/humas)

LOMBOK BARAT JADI PILOT PROJECT YES I DO

Giri Menang, Jum’at 16 November 2018 – Perhatian terhadap pembangunan di desa tidak saja menjadi kewajiban pemerintah secara internal, bahkan negara luar pun turut berkiprah memberikan dukungan.

Salah satu lembaga non pemerintah yang menamakan diri Yes I Do Indonesia turut berkiprah memberikan bantuan berupa advokasi untuk perlindungan anak dan perempuan itu.

Untuk Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Yes I Do secara khusus akan menjadikan empat desa sebagai sasaran utama. Desa tersebut adalah Jagaraga Indah Kecamatan Kediri, Desa Lembar Selatan di Kecamatan Lembar, Desa Sekotong Timur Kecamatan Lembar dan Desa Kediri Kecamatan Kediri.

Mereka menanggap empat desa tersebut cukup berpotensi untuk menjadi sasaran program mereka untuk mengentaskan persoalan eksploitasi anak dan perempuan.

Direktur Program Plan International Indonesia yang merupakan salah satu aliansi Yes I Do, Magdalena menjelaskan, pihaknya tidak sendiri, melainkan juga membawa dua anggota aliansi lainnya, yaitu Chelsea Aufaerhajde dari Belanda dan Samira Al-Zwairi dengan posisi sebagai Monitoring dan Evaluation Officer untuk Plan International. Mereka menemui Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid di kantornya, Jum’at (16/11).

Sebagai bukti kiprah mereka di Lobar, Magdalena juga menghadirkan sejumlah pengusaha home industry asal Lobar.

Mereka turut berkiprah dalam membantu usaha industri kaum hawa, khususnya di Dusun Bun Bleng Desa Sekotong Timur Lembar.

Di dusun itu, perempuan penganggur dan anak-anak terlantar akan diberdayakan menjadi orang yang memiliki skill sehingga mampu mandiri secara ekonomi.

“Ini saya bawa contoh sirup jambu mete, merupakan hasil home industri di Dusun Bun Bleng,” kata seorang ibu.

Secara formal, Yes I Do Indonesia akan fokus pada 4 desa bersangkutan. Di empat desa ini mereka akan berkiprah menangani kasus perkawinan usia dini, konseling dan perlindungan terhadap perempuan dan anak yang mengalami kekerasan serta trafficking atau perdagangan anak.

Di tempat yang sama Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid sangat mengapresiasi program mereka.

Pemerintah Daerah sendiri dalam rangka menangani kasus perlindungan perempuan, sudah memiliki program Gerakan Anti Merariq Kodeq (Gamaq), kata Bupati.

Program itu diinisiasi oleh Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Lobar.

“Saya berterima kasih kalau ada lembaga in formal maupun non formal yang turut berkiprah, membantu saudara saudara perempuan dan anak anak kita di desa,” ucap bupati yang didampingi Kepala DP2KBP3A Ramdan Hariyanto dan jajarannya.

“Tahun depan, kita akan perkuat program Yes I Do ini dengan mendorong adanya Rancangan Peraturan Daerah tentang Pencegahan Pernikahan Usia Dini dan Perlindungan kepada Anak,” tambah Fauzan.

Dengan Raperda itu harap Fauzan, akan semakin menekan pernikahan dini sehingga Gamaq akan menjadi semakin implementatif dan kuat secara hukum.

Di Lombok Barat, tercatat di tahun 2015 memiliki angka perkawinan di bawah usia 20 tahun mencapai 56,7 persen. Setelah adanya Gamaq, angka tersebut telah mampu diturunkan menjadi 22 persen.

“Artinya, kita mampu menekan perkawinan bawah umur lebih dari 30 persen,” pungkas Fauzan. (LPA/humas)

TINJAU LOKASI LONGSOR, FAUZAN INSTRUKSIKAN KADIS PU TURUNKAN ALAT BERAT

Giri Menang, Kamis 15 November 2018 – Dalam dua pekan terakhir wilayah Lombok Barat terus diguyur hujan dengan intensitas yang sangat tinggi. Curah hujan yang deras dan cukup lama pada hari Selasa lalu (13/11) menyebabkan longsor di Dusun Tato Timur, Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat. Akibatnya tiga rumah warga rusak diterjang longsor.

Esok paginya, Rabu (14/11) Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid didampingi Kepala Dinas PUPR I Made Artadana dan Plt Camat Batulayar H. Mahyudin langsung meninjau lokasi longsor. Dari diskusi di lokasi bupati langsung mengintruksikan Kadis PUPR Made Artadana segera menurunkan alat berat untuk membersihkan tanah akibat longsor. Dinas PU juga akan menurunkan tim untuk membuat parit-parit sementara.

Di Lombok Barat sendiri ada enam kecamatan yang rentan terjadi longsor dan banjir, yakni Kecamatan Gunung Sari, Batulayar, Lingsar, Narmada, Sekotong dan Lembar. Bupati meminta warga tetap waspada, terutama warga yang berada di sekitar lereng karena ancaman longsor sewaktu-waktu bisa terjadi.

Sejauh ini Pemkab Lombok Barat melalui BPBD Lombok Barat juga telah memberikan bantuan sementara seperti sembako, pakaian, selimut dan terpal untuk membangun tenda sementara.

“Untuk antisipasi agar warga sementara secara bergotong royong membuat saluran-saluran air sementara sebelum pemerintah melakukan penanganan tuntas secara bertahap,” kata bupati.

Salah seorang warga menuturkan longsor tersebut terjadi sekitar pukul empat sore. “Hujan lebat dan air hujan tersebut mengalir deras dari atas, sehingga tanah lereng sekitar pemukiman warga mengalami retak dan mengakibatkan longsor. Saat saya lihat air dari atas, saya merasa ketakutan,” terangnya. (nang/humas)

BUPATI BUKA PELATIHAN IMAM DAN KHATIB

Giri Menang, Senin 12 Novembe 2018 – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid membuka acara Pelatihan Imam dan Khatib tahun 2018. Kegiatan ini diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lobar bertempat di Aula Kantor Kemenag Lobar, Senin (12/11).

Ketua MUI Lobar, TGH. Abdullah Mustafa menjelaskan, saat ini masih banyak pesan dalam khotib yang tidak tersampaikan kepada jamaah. Apalagi yang berkhotbah pakai bahasa Arab, terkadang yang khatib maupun jamaah sama-sama tidak mengerti isi khutbah yang disampaikan.

“Untuk itu perlu terus ditingkatkan kapasitas imam dan khatib,” ujarnya di hadapan para peserta yang berjumlah 100 orang ini.

Meski demikian, ia bersyukur saat ini sudah banyak generasi muda yang sudah sekolah dan ikut aktif dalam kegiatan jum’atan.

“Syukurlah banyak generasi muda yang selama ini kurang ambil bagian dalam aktivitas jum’atan, sekarang sudah mulai aktif. Terutama yang sudah sekolah di madrasah,” jelasnya.

Terkait pelatihan imam dan khatib ini, Bupati Fauzan Khalid minta agar ke depannya kegiatan ini memakai sistem zonase. Hal ini dimaksudkan agar semakin banyak da’i yang bisa ikut pelatihan ini.

“Para da’i kita sangat banyak. Kedepannya hendaknya pakai zonase. Kalau bisa dibagi 3, Utara, tengah dan selatan,” pintanya.

Kepada para peserta, bupati juga berpesan agar dalam berkhutbah, sang khatib mengisinya dengan materi yang sesuai dengan konteks kekinian. Termasuk juga bahasa yang dipakai khatib hendaknya menyesuaikan dengan tingkat intelektual masyarakat.

“Khotbah di kampung jangan banyak pakai istilah bahasa Inggris dan Arab. Orang Ndak ngerti. Jadi, sesuaikan dengan kondisi,” ujarnya.

Masih terkait materi khutbah, bupati minta agar salah satu materinya berupa bahaya hoax. Materi ini menurutnya sangat penting agar jangan sampai masyarakat terlalu cepat percaya dan jangan ikut jadi bagian hoax. Sebab banyak konflik di masyarakat yang berawal dari hoax.

Ia juga mengingatkan, bahwa hoax di media sosial lebih berbahaya dari sekedar hoax dalam bentuk kata-kata lisan. Kalau sekedar kata-kata mungkin cepat bisa dilupakan. Tapi kalau sudah masuk media sosial, sampai 100 tahun pun akan bisa dibuka.

“Bayangkan bagaimana besar dosanya orang yang memfitnah dan menggibah lewat media sosial. Saya harap tuan guru bisa jadi bagian dalam menghilangkan hoax ini,” pintanya.

Yang tak kalah pentingnya, Fauzan juga mengingatkan para khatib terkait gaya, baik gaya tubuh maupun gaya bicara.

“Ini sangat penting diperhatikan agar jamaah tidak ngantuk,” pungkasnya.

Sekretaris Umum MUI Lobar, Ustad Marliadi, S.Ag, MA menjelaskan, tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kualitas imam dan khatib. Selain itu ditujukan pula guna menyatukan persepsi tentang ke-NKRI-an dalam prinsip kehidupan.

Khatib dan mubaligh, lanjutnya, merupakan sosok yang mencerdaskan umat. Oleh karena itu diharapkan mereka tidak larut dan hanyut dalam euphoria terkait demokrasi akhir-akhir ini.

“Kita tetap berkomitmen menjadikan khatib dan mubaligh sebagai pencerah umat dalam mencintai negara,” katanya.

Kedepannya Marliadi berencana memberikan pelatihan untuk mubalighah juga.
“Saat ini kita sangat minim dai perempuan. Ini juga harus disentuh karena mereka punya komunitas yang besar juga,” kata Marliadi.

Untuk itu ia harapkan support dari Pemkab Lobar. Bahkan tidak hanya itu, ia juga berharap MUI harus ada di semua kegiatan Pemkab.
Misalnya di sektor pariwisata, karena saat ini ada program wisata halal maka MUI juga harus hadir di sana.

“Begitu pula dengan sektor lainnya seperti kesehatan, kehutanan dan lainnya,” jelas pimpinan Ponpes Tarbiyah Ikhlas Jembatan Kembar Timur ini. (afgan/humas)

ISI LIBUR, BUPATI LOMBOK BARAT KUNJUNGI BATAS WILAYAH

Giri Menang, Sabtu 3 November 2018 – Mengisi libur karena lima hari kerja, Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid melakukan kunjungan lapangan ke Dusun Pengantap di Desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong, Sabtu (3/11).

Di samping melakukan pengecekan lapangan terhadap kondisi warganya di ujung selatan Pulau Lombok, Fauzan beserta rombongan ingin melihat langsung kondisi batas wilayah yang pernah disengketakan dengan Kabupaten Lombok Tengah.

Batas wilayah tersebut adalah sebuah bukit yang persis berada di atas Pantai nan Elok yang bernama Pantai Nambung. Menurut Orang Nomor Satu di Lobar tersebut, sengketa wilayah dengan Kabupaten Lombok Tengah sudah tuntas.

“Tinggal bagaimana kita berikhtiar untuk memberi pelayanan yang lebih baik kepada warga kita,” ujar Fauzan.

Pantai Nambung sendiri adalah pantai melengkung yang berhiaskan pasir putih merica dengan pulau karang di tengah-tengahnya. Masyarakat sekitar menyebutnya “gili kao” yang sering dimanfaatkan oleh para pemancing untuk berdiam, bahkan mendirikan kemah dan menjadikannya spot mancing paling favorit.

Pulau karang yang luasnya lebih dari 250 meter persegi itu menjadi dinding abadi penghadang deburan ombak keras Samudera Pasifik.

Menurut Kepala Desa Buwun Mas, Rohadi, di tengah-tengah gili tersebut sudah disiapkan sebuah berugak (gazebo, red) yang bisa dimanfaatkan oleh para pemancing untuk beristirahat.

“Masyarakat sendiri yang berinisiatif untuk membangunnya,” tutur Rohadi.

Warga Dusun yang bermukim sekitar wilayah pantai ini berjumlah lebih dari 140 Kepala Keluarga.

“Rata-rata mereka bekerja dengan membudi dayakan rumput laut,” ujar Rohadi.

Mereka, tambah Rohadi, dibina secara berkelompok oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lobar melalui sebuah program milik Bank Dunia.

Di samping membudi dayakan rumput laut, indahnya Pantai Nambung dan lokasinya yang sangat dekat dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Kuta, membuat warga setempat juga menggeliatkan sektor wisata.

“Kita sudah mempromosikan pantai ini, baik dengan event Bau Nyale setiap tahun maupun melalui media sosial,” tutur Abdul Madjid, salah seorang penggiat wisata di Desa itu.

Ia menuturkan, di samping pasir pantainya yang putih, Nambung juga memiliki Air Terjun Laut. Menurut Madjid yang juga aktivis Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Desa tersebut, hempasan ombak yang pecah di ujung bebatuan karang, akan melahirkan air terjun saat air laut pasang.

Kunjungan Fauzan ke wilayah perbatasan itu berujung hal unik. Fauzan dan istrinya bertemu dengan seorang anak 1,5 tahun yang oleh orang tuanya dinamakan sama dengannya.

Fauzan Khalid kecil saat ditemui Istri Bupati, Hj. Khaeratun sedang digendong oleh kakak perempuannya. Saat ditemui, si balita itu sedang asyik hampir tertidur dibuai angin laut.

Kunjungan Fauzan tidak sekedar membawa istri dan putri tercintanya untuk mengisi hari kosong kegiatan formal di Pemkab Lobar, namun juga didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Bakesbangpol, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR, Kepala Bagian Humas dan Protokol serta Camat Sekotong untuk menginspeksi kondisi infrastruktur wilayah tersebut.

Usai mengunjungi warga Nambung, rombongan tersebut beralih mengunjungi lokasi wisata lain yang sedang dalan tahap pengerjaan.

Lokasi tersebut milik seorang warga bernama H. Sahwan. Tidak hanya berrencana membangun kolam renang dan arena out bound, namun ia akan melengkapinya dengan membangun rumah makan.

FAUZAN WISUDAKAN 129 ANAK PENGHAFAL AL-QUR’AN

Giri Menang, Sabtu 6 Oktober 2018 – Program-program Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dalam mengembangkan potensi generasi muda di Lobar telah berjalan, salah satunya program magrib mengaji. Program ini bertujuan agar mampu menghidupkan kembali tradisi membaca dan mengkaji Al-Qur’an setiap selesai Shalat Magrib. Keberhasilan tersebut ditunjukan melalui Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al-Quran (LPPTKA) Lobar dengan mewisuda Hifzul Quraan oleh Bupati Lobar H. Fauzan Kalid di Bencingah Agung lobar, Sabtu (6/10).

Dalam kesempatan itu bupati mengatakan program magrib mengaji bukan berlaku kepada anak saja, namun berlaku kepada orang tua agar bisa dicontoh oleh anak-anak. Bupati menilai melalui program tersebut mampu menjadi motivasi dan menjadi syiaar kepada masyarakat Lobar. Khususnya bagi anak-anak yang diwisuda dalam mencintai, membaca dan mengkaji Al-Qur’an.

Selain menjadi motivasi, bupati juga berharap agar anak-anak yang diwisuda agar bisa istiqomah dalam menghafal, membaca dan mengkaji Al-Qur’an.

“Praktikkan ajaran Al-Qur’an dan sunah agar dapat lebih maju lagi,” tambahnya.

Secara simbolis bupati mewisuda 129 anak yang terbagi menjadi 4 golongan, yaitu golongan 1 juz sebanyak 93 orang, 2 juz 35 orang, 3 Juz 8 orang dan 4 Juz sebanyak 2 orang. Peserta wisuda LPPTKA Lobar 2018 sendiri berasal dari tiga kecamatan, yaitu Labuapi, Kediri dan Kuripan. Rata-rata usia mereka antara 8 hingga 10 tahun.

Dalam acara itu bupati didampingi oleh DPW BKPRMI NTB, LPPTKA lobar dan ketua MUI lobar, serta dihadiri juga oleh orang tua dari peserta wisuda Hifzul Qur’an.

Ketua Umum Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Lobar, M. Syarif Khalili Sakki mengatakan, Wisuda Hifzul Qur’an merupakan kegiatan wisuda pertama yang dilaksanakan LPPTKA Lobar dengan mencetak 129 penghapal.

Pada tahun 2017 lalu BKPRMI telah melaksanakan Festival Anak Soleh tingkat Kabupaten di Kecamatan Kediri. M. Syarif mengakui, BKPRMI telah sukses mengantarkan 10 siswa LPPTKA Lobar dalam mengikuti Festival Anak Soleh tingkat nasional mewakili provinsi NTB di Banjarmasin dan sukses menjadi juara.

“Itu jadi penyemangat untuk yang diwisuda. Dan wisuda bukan akir dari perjuangan,” pungkas Syarif. (Humas Lobar)

BUPATI AKUI PENANGANAN OPERASI PENCARIAN DAN PERTOLONGAN KECELAKAAN PERAIRAN CUKUP BAIK

Giri Menang, Rabu 3 Oktober 2018 – Dalam rangka meningkatkan sinegritas dalam penanganan operasi pencarian dan pertolongan pada kecelakaan pelayaran dan kondisi membahayakan manusia, Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Fauzan Khalid mengakui, penanganan operasi pencarian dan pertolongan sudah cukup baik. Terkait hal itu bupati menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada kantor SAR Mataram, khususnya kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram. Pernyataan tersebut disampaikan bupati saat memberikan arahan pada gelaran Rapat Koordinasi (Rakor) SAR di Gedung Siaga SAR Labuapi, Rabu (3/10).

Lebih lanjut dikatakan bupati, tiap bulan tidak lebih dari 300-an kapal yang melintasi seluruh perairan Pulau Lombok. Secara khusus di pelabuhan Lembar kata bupati, akan dijadikan pintu masuk kapal-kapal, tentu ini jadwal perairan akan semakin padat, belum lagi berbicara pembangunan globar di Lombok Timur (Lotim).

Makin padatnya jadwal di perairan, bupati tidak menampik akan terjadinya bencana semakin besar.

“Pada kegiatan rakor ini saya menyampaikan terima kasih kepada Basarnas yang telah berinisiatif mengelar acara ini,” papar bupati dihadapan seluruh peserta rakor.

Persoalan penyelamatan lanjut bupati, merupakan sebuah citra bagi kapal-kapal negara asing yang melintas di perairan Indonesia. Jika kapal-kapal asing tersebut mengalami kecelakaan, kemudian tanpa penanganan keselamatan dan pertolongan, maka yang tercoreng tentu adalah Negara yang dilintasi.

“Semakin baik penanganan operasi pencarian dan pertolongan kecelakaan pelayaran, tentu akan baik pula kredibilitas kita di mata Negara mereka,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, I Nyoman Sidakarya, SH menyatakan, untuk mengantisipasi kepadatan pelayaran di Lobar terutama kaitannya dengan kunjungan wisatawan asing, sudah dilakukan maksimal. Alurnya masih tetap menggunakan pelabuhan Lembar, kendati soal sumberdaya kata Sidakarya masih relatif kurang.

“Kita di NTB memiliki tiga pos yakni Bima Sumbawa dan Lombok Timur, termasuk pos siaga kita yang di Bangsal” rincinya kepada wartawan.

Khusus di Sumbawa sedang mendirikan pos alurnya sementara menggunakan Rubber Boot yang ada di sana. Personil yang disiagan sebanyak tujuh anggota. Wilayah sasarannya meliputi Sail Moyo. Tingkat kejadian selama tahun 2018 ini, Sidakarya menyebut memang pernah ada kapal kandas yang sudah dievakuasi menggunakan kapal latihan bagi SMK pelayaran.

“Kapal ini mati mesin dan semua selamat termasuk menarik kapal kepinggir pelabuhan,” sebut Sidakarya. Sementara kondisi manusia, yang terakhir dua orang tamu dari Korea yang mengalami tenggelam. “Namun mereka sudah kita evakuasi dan selamat,” lanjut Sidakarya.

Kegiatan rakor berlangsung hingga pukul 14.00 WITA, diikuti oleh perwakilan dari Polri, TNI, Dihub, LSM, Instansi pemerintah dan swasta. (LPA/humas)

TERUS BANGKIT DENGAN MEKAKI

Giri Menang, Senin 1 Oktober 2018 – Untuk memulihkan kondisi pariwisata pasca gempa, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) konsisten menggelar event besar. Salah satunya Mekaki Marathon.

Setelah sukses menggelar event Mekaki Marathon yang pertama di tahun 2017 lalu, Kawasan Pantai Mekaki di Desa Pelangan Sekotong akan kembali diserbu para runners. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) kembali akan menggelar event serupa di lokasi yang sama. Mekaki Marathon 2018 akan digelar pada 28 Oktober mendatang. Minggu (30/9) kemarin, event Mekaki Marathon 2018 dilaunching di halaman kantor Kementrian Pariwisata RI di Jakarta.

Promosi event olah raga yang bertujuan untuk mempromosikan kawasan pariwisata di Sekotong Lobar pun dimeriahkan dengan lari sejauh 3,5 kilometer yang diawali dengan senam bersama. Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Bupati Lobar H. Fauzan Khalid dan rombongan, pihak spomsor seperti BliBli.com, D n D dan lainnya, serta diramaikan artis Wulan Guritno bersama suaminya Adila Demitri dan Fajar Alexa yang merupakan gitaris Alexa Band. Launching juga dimeriahkan dengan aktraksi sekehe musik tradisional Lombok yakni Gendang Beleq.

Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid dalam sambutannya mengaku bersyukur event Mekaki Marathon ke dua ini bisa dilaksanakan. Kondisi industri pariwisata Lombok Barat pasca gempa bumi yang bisa dikatakan mati suri sempat membuat Pemda setempat pesimis.

“Kita berharap Mekaki Marathon ini dapat membangkitkan semangat masyarakat dan semangat bagi para pelaku industri parowisata. Kita juga ingin meyakinkan kepada wisatawan kalau Lombok ini siap bangkit dan siap untuk lebih baik lagi,” ungkap bupati.

Berbeda dari tahun sebelumnya, Mekaki Marathon kali ini tidak akan memasukkan half marathon dan full marathon dalam kategori lomba. Beberapa perubahan dilakukan untuk menyesuaikan kondisi pasca gempa. Namun, Fauzan berjanji Mekaki Marathon tetap akan menyajikan rute menantang. Menantang dalam artian bahwa peserta lari akan melalui tanjakan yang cukup curam.

“Mekaki Marathon ini hampir lengkap, selain rute menantang, di jalur yang akan kita lalui nanti kita bisa merasakan dua adat istiadat berbeda yakni adat Lombok dan adat Bali. Karena di rute ini kita melewati perkampungan Bali. Selain itu kita bisa menikmati suguhan pemandangan pegunungan dan pantai yang menakjubkan,” papar Fauzan.

Fauzan juga menambahkan, selain Mekaki Marathon, Pemkab Lobar melalui Dinas Pariwisata juga menyiapkan even lain yakni Senggigi Festival Jazz dan event budaya Perang Topat.

“Untuk event Perang Topat ini, ini satu satunya perang yang tidak mengeluarkan darah, perang yang gembira ria. Ini disuguhkan bagi masyarakat Indonesia bahwa Lombok sangat mencintai keberagamaan karena “perang” antar dua agama,” pungkasnya kemudian.

Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga, Hj.Husnanidiaty Nurdin yang saat itu hadir mewakili Gubernur NTB mengaku bahwa Pemprov NTB mendukung sepenuhnya event Mekaki Marathon tersebut. Menurutnya event Mekaki Marathon 2018 itu merupakan event yang pertama dilaksanakan pasca gempa bumi yang meluluhlantakkan sebagian wilayah NTB.

Dijelaskan Husnanidiaty Nurdin, didukungnya event Mekaki Marathon itu sesuai dengan perintah Gubernur NTB, DR. H. Zulkiflimansyah bahwa tidak ada agenda nasional yang ditunda dan harus dilaksanakan.

“Tujuan 4 juta wisatawan ke NTB harus bisa dipenuhi. Tahun kemarin 3,5 juta. Mudahan bisa mendekati. Yang jelas kita siap menerima tamu kita. Semakin banyak tamu luar yang datang, itu lebih baik,” pungkasnya.

Sementara Plt Deputi Bidang Pengembangan Pariwisata Kemenpar RI, Giri Adnyani menyatakan bahwa Kemenpar mendukung pula kegiatan itu. Hal itu dilakukan agar kondisi NTB kembali pulih.

“Semoga kegiatan ini bisa mendongkrak pertumbuhan pariwisata di Lombok Barat. Kita berharap Mekaki Marathon sukses dan smoga target 100 persen lebih banyak dari peserta tahun lalu bisa tercapai,” harapnya.

Ditempat yang sama, artis Wulan Guritno menyatakan, kesediaannya turut andil untuk kedua kalinya dalam event itu karena sudah merasakan bahwa event Mekaki Marathon itu mengasyikkan. Selain itu, ditengah moment kebangkitan Lombok pasca gempa bumi, dia merasa terpanggil untuk turut ambil bagian.

“Sambil mempromosikan kembali keindahannya, kita juga ingin menyemangati masyarakat di Lombok. Ini untuk kembali membangkitkan Lombok. Sudah saatnya Lombok itu bangkit,” tegas Wulan.

Selain runners lokal, tercatat hingga saat ini sekitar tiga puluh runners dari mancanegara sudah mendaftar. Di antaranya dari Malaysia, Singapura, Australia dan lainnya. (Humas Lobar)

FAUZAN : SERTIFIKAT TANAH BERIKAN KEPASTIAN HUKUM

Giri Menang, Kamis 27 September 2018 – Sertifikat tanah menjadi sangat krusial ketika kebutuhan tanah semakin meningkat. Harganya semakin mahal dan semakin banyak pihak yang berkepentingan. Hal inilah yang menjadikan sertifikat tanah menjadi suatu hal yang urgent untuk segera diselesaikan.

Hal tersebut diktakan Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid saat menghadiri Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional (Hantaru) ke-28 Tahun 2018. Selain peringatan Hantaru, kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan sertifikat tanah kepada seribu orang penerima sertifikat hak atas tanah yang dilakukan di Gedung Seni dan Budaya Narmada, Kamis (29/9/2018).

“Penyerahan sertifikat hak atas tanah yang akan saya serahkan pada hari ini terdiri dari satu buah setifikat atas nama Kejaksaan Negeri Mataram yang penggunaannya untuk pembangunan Kantor Kejaksaan Negeri Lombok Barat. Tiga belas buah sertifikat wakaf dan tempat peribadatan berupa masjid dan pura, serta seribu buah sertifikat tanah milik masyarakat untuk dua kecamatan, yakni Kecamatan Narmada dan Kecamatan Lingsar,” katanya.

Fauzan berharap penyerahan sertifikat ini dapat memberikan kepastian dan perlindungan hukum kepada pemegang hak dan dapat dimanfaatkan untuk menambah modal usaha atau kegiatan produktif lainnya.

Tidak lupa bupati memberikan apresiasi kepada anggota Forkopimda, OPD terkait dan para aparatur desa yang telah bekerja erat dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lobar dalam mensukseskan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

PTSL merupakan salah satu program Kementerian Agraria dan Tata Ruang melalui Kepala dalam rangka percepatan terdaftarnya tanah di seluruh Indonesia, tidak terkecuali di Kabupaten Lombok Barat.

Sementara itu Kepala BPN Lobar Ramli menyampaikan, di tahun 2017 BPN telah berhasil merealisasikan 14.500 bidang tanah di Kecamatan Narmada yang ditargetkan. Namun diakuinya masih ada sebagian masyarakat yang belum mendapatkan.

Untuk tahun 2018, taget yang semula sebanyak 22.500 bidang tanah bertambah menjadi 25.000 karena sebanyak 2.500 bidang tanah yang ditargetkan di Kabupaten Lombok Utara telah dialihkan ke Kabupaten Lombok Barat.

“Dari jumlah 25.000 bidang tanah sudah dilakukan pengukuran yuridis sebanyak 24.432 bidang tanah atau 97,7 persen. Sedangkan data fisik sudah mencapai 23,075 atau 92 persen. Hingga bulan September ini kami sudah menerbitkan 18.701 sertifikat,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk tahun 2019 BPN Lobar akan kembali memprogramkan PTSL untuk 15.000 bidang tanah di Kecamatan Gunung Sari. (anded/humas)

BUPATI CANANGKAN KAMPUNG KB KE-16 DI LOMBOK BARAT

Giri Menang, Rabu 26 September 2018 – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) mencanangkan Dusun Jeranjang yang berada di Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung sebagai Kampung KB, Rabu (26/9/2018). Desun Jeranjang menjadi Kampung KB ke-16 di Lobar. Pencanangan secara simbolis ditandai dengan pemukulan Gendang Beleq oleh Bupati Lobar H. Fauzan Khalid.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menargetkan membentuk 21.000 Kampung KB di seluruh wilayah Indonesia hingga akhir 2018. Sejak dicanangkan Bapak Presiden RI, H. Joko Widodo pada bulan Januari 2016 lalu, tercatat baru 14.000 Kampung KB terbentuk.

“Kampung KB diharapkan mampu memberikan kontribusi yang maksimal dalam melaksanakan pengendalian penduduk yang dapat berpengaruh terhadap pembangunan dan mengurangi laju pertumbuhan penduduk di Lombok Barat,” kata Kijo, Direktur Kedeputian KBKR BKKBN.

Menurutnya, Kampung KB sangat diperlukan karena sangat membantu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga pra sejahtera untuk menuju lebih baik.

“Dengan ditetapkannya Dusun Jeranjang sebagai kampung KB, diharapkan akan mendorong pembangunan masyarakat menuju masyarakat yang sejahtera,” harapnya.

Kampung KB sebenarnya dirancang sebagai upaya membumikan, mengangkat kembali, merevitalisasi program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) guna mendekatkan akses pelayanan kepada keluarga dan masyarakat dalam upaya mengaktualisasikan fungsi keluarga secara utuh dalam masyarakat. Dengan demikian kegiatan yang dilakukan pada Kampung KB tidak hanya identik dengan penggunaan dan pemasangan kontrasepsi, akan tetapi merupakan sebuah program pembangunan terpadu dan terintegrasi dengan berbagai program pembangunan lainnya.

Secara umum, tujuan dibentuknya Kampung KB ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor terkait lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas. Sedangkan secara khusus, Kampung KB ini dibentuk selain untuk meningkatkan peran serta pemerintah, lembaga non pemerintah dan swasta dalam memfasilitasi, mendampingi dan membina masyarakat untuk menyelenggarakan program KKBPK dan pembangunan sektor terkait, juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pembangunan berwawasan kependudukan.

Oleh karena itu cukup beralasan apabila pembangunan kependudukan dimulai dari wilayah-wilayah pinggiran yaitu dusun. Karena dusun atau kampung merupakan cikal bakal terbentuknya desa, dan apabila pembangunan pada seluruh kampung maju, maka desapun akan maju. Dan apabila seluruh desa maju maka sudah barang tentu negarapun akan menjadi maju

Sementara itu Bupati H. Fauzan Khalid dalam sambutannya mengakui program Kampung KB tidak selesai pada saat pencanangan saja. Namun diharapkan ada peroses pembinaan, evaluasi dan monitoring kepada Kampung KB yang telah dicanangkan. Bupati juga berharap agar partisipasi dan kesadaran masyarakat bisa membantu mensukseskan program Kampung KB.

Program andalan Lobar yakni Gerakan Anti Merariq Kodeq (Gamaq) dapat menjadi pintu masuk suksesnya program Kampung KB yang dibuat untuk menyukseskan Nawa Cita ketiga, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat pedesaan. Program ini juga sesuai cita kelima untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dan cita kedelapan untuk merevolusi karakter bangsa.

“Gamaq merupakan gerakan pendewasaan usia pernikahan dan Pemkab Lobar telah mensosialisasikan sejak beberapa tahun lalu. Program Gamaq ini harus berjalan, tidak boleh diabaikan. Karena bagi saya itu adalah jalan masuk,” ungkap bupati.

Program Kampung KB di Lombok Barat sendiri berjalan cukup baik. Intervensi lintas program seluruh SKPD terkait penyelesaian masalah di masing-masing Kampung KB menunjukkan progres yang signifikan. Mulai dari masalah adminduk bersama Dinas Dukcapil, masalah bantuan dan pelatihan untuk kelompok-kelompok usaha yang dibantu solusinya oleh Dinas Tenaga Kerja, masalah penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD) yang dibantu sokusinya oleh Dinas PMD, kemudian intervensi dari Dinas PUPR terkait masalah jalan dan irigasi, lalu ada Dinas Dikbud yang membantu masalah pendidikan terutama bagi anak-anak putus sekolah, tidak terkecuali masalah pernikahan dini yang diintervensi oleh Kemenag Lobar dan lainnya.

Salah satu keberhasilan Program Kampung KB juga didukung dengan program Gamaq milik Pemkab Lombok Barat dalam usaha penurunan penikahan dini. Secara keseluruhan jumlah perkawinan di bawah 20 tahun di Lombok Barat berhasil diturunkan.

“Kalau tahun 2015 dari pendataan keluarga jumlahnya 56 persen tapi tahun 2017 22 persen. Dan dari januari sampai juni masih di angka 20%. Ini datanya by name by address. Dan saat ini desa sudah mulai menganggarkan kegiatan-kegiatan untuk program KKBPK termasuk Gamaq,” jelas Erni Suryana, Kepala Bidang P4 Dinas PPKBPPPA Lobar.

1 2 3 22