Bernilai Sejarah, Meriam berusia 128 Tahun Di Narmada Menjadi Prioritas Musium NTB

Narmada, Diskominfotik. Benda bersejarah peninggalan perang saat Zaman penjajahan selalu memiliki nilai sejarah yang tinggi. Selain itu benda bersejarah juga menjadi icon dan daya tarik wisata bagi wisatawan domestik maupun Mancanegara. Salah satunya adalah benda peninggalan sejarah perang penjajahan berupa meriam di Kantor Camat Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Adanya benda peninggalan sejarah zaman penjajahan belanda ini mendapat perhatian dan prioritas khusus dari Kantor Musium Nusa Tenggara Barat. Hal itu dilakukan melalui kegiatan perawatan khusus benda sejarah yang dilakukan oleh Petugas konservasi musium NTB, Kamis 22 Desember 2022 lalu di Lokasi meriam bersejarah tersebut yaitu Kantor Camat Narmada.

Kepala Musium NTB Ahmad Nuralam mengatakan bahwa meriam ini adalah benda peninggalan zaman penjajahan belanda dulu. Benda ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi karena diperkirakan usianya mencapai satu abad lebih. Hal inilah yang menjadi perhatian dan prioritas pihaknya sehingga membawa tim khusus untuk melakukan perawatan dan pembersihan terhadap meriam bersejarah ini. “Kami membawa tim khusus untuk membersihkan meriam bersejarah ini. Hal ini karena meriam ini memiliki nilai sejarah yang cukup tinggi” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa meriam ini merupakan salah satu peninggalan belanda di NTB. Ia memperkirakan bahwa meriam ini merupakan jenis peninggalan Belanda yang dibuat di Inggris berdasarkan ciri ciri fisik nya. Meriam ini sama persis seperti yang ada di halaman Gemilang Kolaboratif Area di Kantor Musium NTB. Ahmad Nuralam mengatakan bahwa pihaknya menaruh perhatian khusus terhadap benda benda peninggalan zaman perang dulu karena memiliki nilai sejarah dan histori terhadap perjuangan bangsa ini. Ia mengatakan bahwa benda benda ini selain memiliki nilai sejarah yang tinggi, juga dapat menjadi daya tarik wisata sejarah di Nusa Tenggara Barat. Hal ini tentunya perlu dikemas dengan baik agar dapat menjadi daya tarik wisata sejarah sehingga banyak dikunjungi oleh wisatawan. “Nilai sejarah yang tinggi apabila dikemas dengan baik tentu akan menjadi daya tarik wisata khususnya dalam bidang sejarah. Tentunya hal ini juga harus tetap dirawat dan dijaga agar benda ini tidak rusak” ujarnya.

Meriam bersejarah ini ditemukan dan disimpan di Kantor Camat Narmada Kabupaten Lombok Barat. Hal ini merupakan benda bersejarah saksi perjuangan Republik Indonesia (RI) yakni sebuah Meriam peninggalan tentara belanda pada tahun 1894 silam. Benda bersejarah ini awalnya sebuah Pondasi untuk tiang bendera upacara yang terkubur selama puluhan tahun lamanya. Kemudian setelah digali beberapa bulan lalu, ternyata benda tersebut adalah meriam peninggalan belanda.

Meriam yang ukurannya sekitar 2 meter lebih 10 Cm (2.1 meter) ini berjumlah 2 Unit, dimana satu unitnya berada di musium Propinsi. NTB dan satu unitnya lagi ada di Kantor Camat Narmada.

Camat Narmada M. Busairi menuturkan bahwa rencananya Meriam yang ada di Kantor Camat Narmada ini akan di buatkan tempat khusus dan dijadikan sebagai Icon sejarah. Hal ini bertujuan untuk mengembalikan lagi citra sejarah, sekaligus sebagai edukasi bagi masyarakat serta peserta didik lainnya. Hal ini juga menjadi objek wisata sejarah yang diharapkan dapat menjadi saya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. “Nantinya Meriam ini akan kita buatkan tempat khusus di depan halaman Kantor Camat sebagai salah satu icon kita disini sekaligus bisa mengenalkan bahwa ini adalah salah satu bukti sejarah kuatnya dan gigihnya perjuangan para pejuang bangsa dalam melawan belanda” ujarnya

(Diskominfotik/Juan/Indra, Windi)

Prediksi Bupati Fauzan Terbukti, Kabupaten Lombok Barat Raih Garnas Buana Award 2022

Jakarta, Diskominfotik Lobar. Menjelang akhir tahun 2022, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Barat (Kab.Lobar) kembali meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam Puncak Anugerah Garnas Buana Award Tahun 2022 di Hotel Mulia Senayan Jakarta pada Selasa (20/12/2022).

Anugerah Garnas Buana Award 2022 berhasil diraih Pemda Lombok Barat yaitu peringkat ll Nasional kategori Garda Buana Utama, Kabupaten/kota terbaik secara agregat pada 3 (tiga) jenis layanan SPM yang meliputi: Pelaksanaan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE), Gladi dalam pelayanan pencegahan dan kesiapsiagaan, dan pelaksanaan Pencarian, Pertolongan dan Evakuasi (PPE) korban bencana.

Pada pemberitaan sebelumnya, edisi Jumat (6/12/2022). Kemendagri melaksanakan interview atau pendalaman terhadap evidence dalam rangka penerapan standar pelayanan minimal (SPM) sub urusan bencana secara zoom yang diikuti langsung Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid di ruang rapat Jayengrana Kantor Bupati Lobar.

Penghargaan tersebut sudah di prediksi Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid akan mendapatkan salah satu dari dua nominasi pada ajang penghargaan tersebut. Bupati dua periode ini yakin karena selama ini Pemkab Lobar telah melakukan yang terbaik dan maksimal dalam menangani bencana alam yang ada di Kabupaten Lombok Barat. Ia mengatakan dengan semangat gotongroyong, kolaborasi dan komunikasi yang baik antar semua pihak yang turun dalam menangani bencana di Kabupaten Lombok Barat, kegiatan penanggulangan bencana dapat dilaksanakan dengan baik dan maksimal.

Adapun penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat H. Ilham mewakili Bupati Lombok Barat pada acara Garnas Buana Award 2022. Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat H. Ilham mengatakan bahwa penghargaan dari Kemendagri ini merupakan prestasi luar biasa dari Lombok Barat di tahun 2022. Beberapa hari Sebelumnya Lombok Barat juga memperoleh penghargaan sebagai Juara 1 Anugrah Keterbukaan Informasi Publik.

“Mewakili Bupati Lombok Barat dan didampingi oleh Kalak BPBD LOBAR Mahnan, kami menghadiri penerimaan penghargaan Garnas Buana Award 2022. Alhamdulillah Kabupaten Lombok Barat meraih peringkat ll Nasional Kategori
Garda Buana Utama, hal ini tentunya berkat komitmen Pemda Lombok Barat saling bergotongroyong, berkolaborasi dalam menangani bencana yang ada di Kabupaten Lombok Barat” ucap Sekda.

(Diskominfotik/Angge)

Bupati Fauzan : Kelola Dana Desa Dengan Baik Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Gerung, Diskominfotik. Untuk mengawasi pelaksanaan dan penggunaan dana desa, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menjalin kerjasama dengan pihak Kejaksaan Negeri Mataram. Kerjasama ini dilaksanakan melalui Program Jaksa Tame Dese (JATADE). Kegiatan ini secara resmi dilaunching oleh Bupati Lobar H. Fauzan Khalid di Aula kantor Bupati Lobar , Selasa 13 Desember 2022.

Kegiatan launching Jatade ini dihadiri oleh berbagai kalangan. Antara lain oleh Bupati Lobar H. Fauzan Khalid, Kepala Kejaksaan Negeri Mataram Ivan Jaka Marsudi Wibowo, Sekretaris Daerah H.Ilham, Inspektur Lombok Barat, Kadis PMD Lobar, Kepala OPD, Camat Se Lombok Barat, Lurah dan Kepala desa se-kabupaten Lombok Barat.

Dalam sambutannya Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menyampaikan bahwa dana desa bukan merupakan dana pribadi namun merupakan dana pemerintah dan masyarakat. Sehingga penggunaannya harus jelas, terbuka dan transparan. Hal ini seperti yang telah diatur dalam berbagai macam regulasi dan prosedur. Selian itu hal ini juga telah diatur dalam petunjuk teknis pelaksanaan dana desa yang dikeluarkan oleh pihak kementerian. “Mengelola dana negara, pemerintah dan desa tidak hanya mengandalkan niat baik, dikarenakan niat baik adalah subyektif bukan objektif. Namun dalam mengelola dana desa dibutuhkan komitmen yang kuat dan kokoh untuk melaksanakan segala sesuatu berdasarkan aturan dan regulasi yang berlaku”ujarnya.

Bupati Fauzan mengatakan kegiatan Apapun yang akan dilaksanakan baik ditingkat desa sampai dengan tingkat pemerintah daerah harus mengutamakan perencanaan yang matang. Hal ini sudah diatur oleh undang-undang yang berlaku tentang siapa yang terlibat dan perihal yang dilibatkan dalam proses perencanaan dana desa sehingga tidak terjadi penyimpangan. Ia berharap dan percaya bahwa seluruh kepala desa di Lombok Barat memiliki komitmen yang tinggi dalam upaya menjalankan segala kebijakan sesuai dengan aturan yang berlaku. “Tentu hal ini membutuhkan komitmen kita bersama agar kita berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. Mari kita kelola dana desa dengan baik untuk kesejahteraan rakyat” ujarnya.

Sementara itu dalam laporannya Kepala Dinas PMD Hery Ramdhan S.STP menjelaskan Bahwa Sosialisasi dilaksanakan sebagai kegiatan yang paripurna karena merupakan bentuk tindak lanjut dari pengalokasian dana desa. Hal ini agar dana desa tersebut dapat tepat guna dan tepat sasaran. Sehingga alokasi dana untuk pembangunan desa bisa diawasi dengan baik. Ia berharap melalui program ini Kepala Desa Se Lombok Barat dapat menjalankan tugas dan programnya dengan baik dan lancar serta sesuai aturan yang berlaku.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Tinggi Negeri Mataram Ivan Jaka Marsudi Wibowo, SH menyampaikan bahwa tindak Pidana Korupsi merupakan salah satu tindak pidana yang berbahaya dan berdampak negatif bagi semua pihak. Ia mengatakan dari judul kegiatan ini yaitu pengelolaan dana desa yang akuntabel untuk menghindari tindak pidana korupsi sudah sangat jelas maksud dan tujuannya. Dimana hal tersebut dimaksudkan agar para kepala desa dapat menghindari tindak pidana korupsi. Ia mengatakan bahwa Korupsi merupakan fenomena atau kejahatan yang nyata dan luas. “Tindak Pidana Korupsi itu adalah tindak melanggar hukum yang merugikan negara dan rakyat dan tidak hanya berdampak pada kondisi keuangan negara melainkan kondisi perekonomian negara” ujarnya.

Ia mengatakan Fokus utama pembentukan JATADE adalah untuk mengawasi Alur Dana Desa. Dimana desa merupakan garda terdepan dalam menggapai keberhasilan dari segala urusan pemerintah. Dengan diimbangi kesadaran hukum, maka penggunaan dana desa harus tertib dan disiplin sehingga menghindari dan mengurangi terjadinya penyimpangan penggunaan dana desa. “Untuk menggunakan Anggaran dengan baik dan layak, perangkat desa harus tahu tentang perencanaan Anggaran sehingga dapat menggunakan anggaran sesuai kebutuhan dan aturan yang berlaku” ujarnya.
(Diskominfotik/ria/Indra/Fian)

Pemkab Sleman Studi Tiru Tentang Pariwisata dan Informasi ke Lombok Barat

Giri Menang, Diskominfotik – Pemerintah Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan studi tiru ke Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini dilakukan Selasa, 13 Desember 2022 di Ruang Rapat Jayengrana, Kantor Bupati Lombok Barat. Rombongan Pemkab Sleman dipimpin langsung oleh Bupati Sleman Hj. Kustini Sri Purnomo, Ketua Dekranasda Sleman Sri Purnomo, Asisten Setda Sleman, Kadis Kominfotik Sleman dan Jajaran protokol. Sementara itu dari Lombok Barat hadir Sekda Lombok Barat H. Ilham, Ketua Dekranasda Lombok Barat Hj Khaeratun Fauzan Khalid, Asisten II Setda Lombok Barat Rusditah, S.Sos dan sejumlah Kepala Bagian dan Kepala Bidang di Lombok Barat.

Dalam pemaparannya Bupati Sleman Hj. Kustini Sri Purnomo menyampaikan kekagumannya terhadap Lombok Barat. Ia mengatakan bahwa Lombok Barat memiliki keindahan alam yang eksotis dan dikelola dengan baik. Hal ini menjadi salah satu tujuan kami datang ke Lombok Barat yaitu untuk mempelajari tentang pariwisata dan informasi di Kabupaten Lombok Barat. “Kami sebelumnya juga sudah pernah ke Lombok Barat dan kami kagum terhadap potensi wisata dan pengelolaan wisata Lombok Barat. Karenanya kami kembali lagi ke Lombok Barat” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat H. Ilham menyampaikan bahwa Lombok Barat memiliki beragam potensi wisata. Hal ini menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki oleh Lombok Barat. Namun demikian H. Ilham menyampaikan dari segi pengelolaan wisata tentu Kabupaten Sleman lebih baik. Sehingga pihaknya akan menjabarkan tentang potensi wisata yang dimiliki Lombok Barat dan berbagai kesenian serta tradisi budaya di Lombok Barat. Hal ini menurut H. Ilham menjadi daya tarik wisata Lombok Barat sehingga banyak dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara. “Kami memiliki potensi wisata yang beragam dan tersebar di semua wilayah Lombok Barat yaitu di wilayah utara dan wilayah selatan. Potensi wisata ini juga dilengkapi oleh tradisi budaya dan kesenian yang menjadi daya tarik wisatawan” ujarnya.

Dalam kesempatan ini Mantan Asisten III Setda Lombok Barat juga menyampaikan terima kasih atas kunjungan rombongan Pemkab Sleman yang dipimpin langsung oleh Bupati Sleman. Hal ini adalah suatu kebanggaan bagi kami di Lombok Barat. Ia berharap agar kunjungan ini dapat memberikan manfaat bagi Sleman dan Lombok Barat. Kunjungan ini menurutnya akan memberikan pendapatan asli daerah bagi Lombok Barat.

Sementara itu Ketua Dekranasda Lombok Barat Hj. Khaeratun Fauzan Khalid menyampaikan terima kasih kepada pemkab Sleman atas kunjungannya ke Lombok Barat. Ia menyampaikan bahwa Dekrnasda dan PKK Lombok Barat tahun 2020 lalu juga sempat akan berkunjung ke Sleman namun kunjungan ini tertunda karena pandemi covid19. Dalam kesempatan ini Hj. Khaeratun menyampaikan bahwa Lombok Barat memiliki sejumlah motif tenun khas yang terkenal hingga ke mancanegara. “Kami memiliki sejumlah sentra tenun seperti tenun gumise, tenun kebon ayu, tenun marje yang memiliki motif motif khas Lombok Barat. Kerajinan tenun ini menjadi potensi yang menggerakkan ekonomi masyarakat Lombok Barat” ujarnya.

Setelah acara rombongan dari pemkab Sleman diajak oleh ketua Dekranasda untuk berkunjung ke sejumlah stand UMKM di sekitar lokasi kunjungan. Rombongan dari Sleman pun mengagumi hasil karya UMKM dan membeli sejumlah produk UMKM Lombok Barat. (Diskominfotik/rif/dhea/angga)

H. Ilham Resmi Dilantik Sebagai Sekretaris Daerah Lombok Barat

Gerung, Diskominfotik. Setelah melalui proses seleksi jabtaban Pimpinan Tinggi Pratama untuk posisi Sekertaris Daerah Kab Lombok Barat, H. Ilham, S.Pd, M.Pd akhirnya resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat. Pelantikan dilaksanakan di Bencingah Agung Kantor Bupati Lombok Barat, Senin 12 Desember 2022.

Pelantikan ini dihadiri oleh Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Sumiatun, Sekertaris Daerah Provinsi NTB H. Lalu Gita Ariadi, Ketua DPRD Lobar Hj. Nurhidayah, para Wakil Ketua DPRD Lobar dan Forkopimda serta semua kepala OPD dan Camat se Lombok Barat. Dalam prosesi pelantikan dibacakan surat Keputusan Bupati Lombok Barat Nomor 877/1023/BKD-PSDM/2022 Tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekertaris Daerah Kabupaten Lombok Barat. Bupati mempercayakan dan melantik H. Ilham sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat. Sebelumnya H. Ilham menjabat sebagai Asisten Bidang Administrasi Umum menjadi Sekertaris Daerah Lombok Barat.

Dalam sambutannya Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya H. Ilham sebagai Sekertaris Daerah yang baru. Ia juga menyampaikan beberapa pesan penting kepada Sekda baru, yaitu pada tahun 2023 dan tahun-tahun berikutnya akan menjadi gahun yang cukup berat karena kemampuan fiskal daerah yang terbatas akan tetapi tuntutan masyarakat yang semakin meningkat, “Oleh karena itu dibutuhkan komunikasi, kolaborasi dan koordinasi secara vertikal serta horizontal dalam meningkatkan kemampuan fiskal daerah,” jelasnya.

Bupati dua periode ini juga mengatakan bahwa mulai tahun depan Lombok Barat memiliki banyak event-event bergengsi. Hal ini membutuhkan kerja tim yang solid agar kegiatan tersebut dapat terlaksana. Selain itu tahun depan Indonesia juga dihadapkan pada tahun politik. Dimana dibutuhkan situasi kondusif dan stabil agar agenda politik nasional dapat terlaksana dengan baik. “Kedua agenda ini membutuhkan banyak tenaga dan pikiran serta situasi yang stabil dan kondusif. Karenanya marilah kita tetap menjaga agar situasi Lobar tetap aman dan kondusif agar semuanya berjalan lancar dan aman” tambahnya.

Sementara itu ditemui usai acara H. Ilham menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh Bupati dan Wakil Bupati Kepadanya. Ia mengatakan amanah ini akan dilaksanakan dengan baik dan penuh tanggung jawab. Ia juga menyampaikan bahwa semangat kolaborasi dan kebersamaan akan terus ia pelihara dalam birokrasi Lombok Barat. “Tentu kita akan menghadapi banyak agenda tahun depan. Dengan kolaborasi dan kebersamaan dan ikhtiar kita bersama Insya Allah semuanya akan lancar” ujarnya.

H. Ilham resmi dilantik sebagai Sekda Lobar setelah melalui proses seleksi yang diikuti oleh 5 orang antara lain H. Ilham, H. Akhmad Saikhu, Agus Gunawan, Fauzan Husniadi, Lalu Hendrayadi. Kemudian panitia seleksi menyampaikan peserta yang lolos tiga besar kepada Bupati Lombok Barat yaitu H. Ilham, H. Akhmad Saikhu dan Agus Gunawan. Bupati dan Wakil Bupati akhirnya memilih H. Ilham, S.Pd, M.Pd sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat. Hal ini juga telah melalui proses pengajuan kepada Gubernur NTB dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) di Jakarta. Sehingga Bupati Lombok Barat secara resmi melantik H. Ilham sebagai Sekda Lombok Barat.

(Diskominfotik/Indra/Dhea/Angga)

Bupati Lobar : Pembinaan dan Pemberdayaan Masyarakat Bukan Hanya Tugas Pemerintah, tapi Kewajiban Semua Pihak

Gerung, Diskominfotik. Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid, Sabtu(10/12/2022) menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke XI Banjar Dharma Praja Giri Menang Pemkab Lobar di Gerung. Kehadiran Bupati ini disambut langsung segenap pengurus dan anggota banjar yang merupakan wadah persatuan seluruh ASN Hindu se-Lobar.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Fauzan menegaskan bahwa pembinaan dan pemberdayaan masyarakat merupakan kewajiban semua pihak.
“Pembinaan dan pemberdayaan masyarakat bukan hanya tugas pemerintah, tapi kewajiban semua pihak”, tegasnya.

Fauzan mengingatkan kepada pengurus dan seluruh anggota banjar, bahwa di usianya yang ke sebelas peringatan HUT ini merupakan momentum yang tepat bagi banjar ini untuk melakukan koreksi dan evaluasi terhadap berbagai program dan kegiatan yang telah dilaksanakan sekaligus mematangkan perencanaan ke depan.

Selain tetap menjaga solidaritas dan soliditas diantara seluruh pengurus dan anggotanya, Fauzan juga berharap agar banjar ini bisa hadir sebagai pelopor yang melakukan berbagai terobosan serta menggugah partisipasi masyarakat dalam mendukung suksesnya berbagai program dan kegiatan pembangunan di Lobar.

“Saya berharap banjar ini bisa hadir sebagai pelopor dalam mensukseskan berbagai program pembangunan di Lobar seperti mencegah pernikahan usia dini, nol rumah kumuh, nol stunting, nol gizi buruk serta mengajak seluruh masyarakat untuk mensukseskan ketahanan pangan”, ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Bupati menyerahkan piala kepada seluruh pemenang lomba yang dilaksanakan dalam rangka HUT banjar ini. Fauzan juga menyerahkan secara simbolis bantuan 5 buah freezer melalui banjar ini kepada perwakilan Umat Hindu yang ada di Lobar. Bantuan ini akan dimanfaatkan untuk mengawetkan jenazah bagi Umat Hindu sebelum dilaksanakan Upacara Ngaben. Fauzan juga berharap agar banjar ini pada tahun berikutnya bisa lebih banyak lagi memberikan bantuan serupa dan bukan hanya freezer namun dilengkapi alat bakar jenazahnya.
“Saat ini saya sedang membahas dengan Baszas Lobar untuk memberi bantuan kepada anak yatim piatu dan saya ingin banjar ini juga turut serta memberi dukungan”, Imbuhnya.

Sementara itu Ketua Banjar Dharma Praja Giri Menang Ir. I Made Artadana, MM dalam laporannya menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Lobar atas dukungannya terhadap program dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh banjar yang dipimpinnya. Made Artadana juga berterima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota banjar yang tetap bersinergi serta menjaga solidaritas dan soliditasnya selama ini.
Dijelaskannya, peringatan HUT banjar ini mengusung tema,”Kita Wujudkan Generasi Muda Cerdas, Kreatif dan Cinta Seni Budaya Bali”. Guna mendukung tema tersebut, berbagai lomba diadakan, seperti Lomba Nyurat Aksara Bali, Tari Pendet, Kidung Warga sari, Dharma Wacana Berbahasa Bali serta Acro Yoga.
“Hal ini sebagai bentuk upaya banjar ini dalam melaksanakan pembinaan masyarakat, peningkatan kualitas SDM generasi muda Hindu serta melestarikan seni, adat istiadat dan budaya melalui kerjasama dengan pasraman-pasraman yang ada di Lobar”ujarnya.

Made Artadana mengajak seluruh pengurus dan anggota banjar ini untuk berupaya merealisasikan harapan Bupati Lobar. Selain dihadiri oleh Bupati Lobar, juga hadir dalam acara tersebut para ketua organisasi Hindu di Lobar, diantaranya Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI), PHDI Kecamatan se Lobar, Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), Peradah, Prajaniti, Pinandita Sangraha Nusantara (PSN), Pasraman se Lobar serta seluruh dewan juri lomba. Peringatan HUT banjar ini juga diisi dengan kegiatan persembahyangan bersama Umat Hindu yang hadir pada acara tersebut.
(Diskominfotik/Dewa/ Windi)

Perang Topat, Warisan Budaya Tentang Toleransi dan Pluralisme

Lingsar, Diskominfotik. Perang Topat adalah tradisi budaya masyarakat Lombok yang dilaksanakan setiap tahun di Wilayah Lingsar, Kabupaten Lombok Barar. Kegiatan Perang Topat tahun 2022 dilaksanakan hari Kamis (8/12/2022) di Taman Lingsar atau Pura Lingsar Kecamatan Lingsar. Hadir dalam kegiatan Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, Ketua DPRD Lobar Hj. Nurhidayah, Dandim 1606/Lobar Letkol Arm Arif Rahman, Kapolresta Mataram, Kejari Mataram, tamu dari Kementrian ESDM RI, Pj. Sekertaris Daerah Lobar H. Ilham, Ketua TP-PKK Kab. Lobar Hj. Khairatun Fauzan Khalid, Ketua DWP Lobar Hj. Erni Zuhara Ilham, Kepala OPD, Camat se-Kab. Lobar, Kepala Desa se-Kec. Lingsar serta seluruh warga lingsar dan Lombok.

Selain memiliki wisata alam yang tersebar di berbagai penjuru, Pulau Lombok juga memiliki banyak sekali wisata budaya, diantaranya adalah Tradisi Perang Topat yang merupakan tradisi turun temurun yang mulai sejak lama. Tradisi ini di laksanakan sebagai rasa syukur atas hasil panen yang melimpah. Kegiatan perang topat ini diawali oleh ritual di kemalik di pura lingsar. Kemudian masyarakat hindu dan muslim melakukab tradisi saling lempar ketupat. Hal ini sebagai bentuk komunikasi dan kebersamaan antara warga hindu dan islam di Lingsar. Kegiatan ini merupakan salah satu wujud toleransi dan moderasi di pulau Lombok.

Dalam sambutannya dihadapan ribuan masyarakat, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid mengatakan bahwa dua tahun perang topat tidak dilaksanakan karena adanya pandemi COVID-19. “Alhamdulillah sore hari ini yang bertepatan dengan bulan purnama, kita kembali bersama-sama dapat hadir di taman lingsar untuk kembali melaksanakan tradisi perang topat ini,” tuturnya.

Bupati Fauzan mengatakan bahwa ia bangga dan salut atas kolaborasi seluruh masyarakat Lombok Barat, khususnya masyarakat Lingsar karena kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik. Selain itu ia juga menyampaikan bahwa tradisi perang topat ini merupakan warisan leluhur yang mengajarkan masyarakat untuk menghargai perbedaan dan bersikap toleransi. “Hal ini juga merupakan suatu kebanggaan, karena perang topat kemaliq Lingsar merupakan warisan dari para leluhur untuk mengajari kita bagaimana bersikap terhadap perbedaan,” tegasnya.

 

Bupati dua periode ini juga menegaskan bahwa perbedaan bukan untuk diperdebatkan, bukan juga untuk ditengkarkan melainkan perbedaan itu merupakan hukum alam dan tidak ada artinya bagi kita untuk mentengkarkan perbedaan. “Yang harus kita lakukan adalah terus-menerus mempererat rasa persatuan dan kesatuan kita. Alhamdulillah para leluhur meninggalkan kita sebuah budaya yang bertujuan untuk mempererat persatuan, yaitu adalah perang topat dan sudah menjadi tugas kita untuk menjaga serta menyebarkan mengenai adat istiadat ini agar masyarakat luas mengerti bahwa perbedaan tersebut tidak untuk ditengkarkan,” jelasnya.

Ketua Pengelola Kemaliq Lingsar Lalu Suparman Taufik menyampaikan harapannya agar masyarakat ini dapat tetap bersatu dan damai. Ia berharap jika terdapat suatu konflik, agar konflik tersebut dapat diselesaikan dengan cepat dan damai. Ia juga menjelaskan bahwa prosesi perang topat dilaksanakan bertepatan dengan gugur bunga waru atau dalam Bahasa Sasaknya ialah rorok kembang waru. “Rorok kembang waru adalah waktu menjelang tenggelamnya sinar matahari yaitu sekitar pukul 17.30,” tambahnya.

Ia juga mengatakan bahwa perang topat yang merupakan acara ritual sekaligus bagian dari Pujawali menggunakan makanan sajian berupa ketupat yang juga merupakan sesajian dalam upacara. Setelah itu ketupat yang sudah dipakai untuk perang ini dibawa pulang oleh masyarakat khususnya petani, karena diyakini dapat dipergunakan sebagai bubus untuk dijadikan pupuk yang ditaburkan di sawah dan kebun pada saat malam hari seraya mohon doa pada Yang Maha Kuasa untuk mendapatkan kesuburan bumi dan hasil pertanian yang semakin melimpah.

(Diskominfotik/Indra/Juan/Dhea)

Dekranasda Kabupaten Bintan Kagumi Hasil Tenun Lombok Barat

Gerung, Diskominfotik. Pesona Lombok Barat dalam berbagai bidang memang tidak diragukan lagi. Banyak daerah yang mengagumi pesona wisata, kerajinan hingga kinerja pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Terbaru adalah kerajinan tenun Lombok Barat mempesona Ketua Dekranasda Kabupaten Bintan Propinsi Kepulauan Riau. Hal ini mendorong Ketua Dekranasda Bintan Hafizha Ramadhani Putri bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bintan Elyza Riani berkunjung langsung ke Lombok Barat, Rabu, 7 Desember 2022.

Rombongan Ketua Dekranasda Bintan Hafizha Ramadhani Putri bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bintan Elyza Riani diterima langsung oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Lombok Barat Hj Khaeratun Fauzan Khalid bersama Ketua DWP Lombok Barat Hj Erni Zuhara Ilham bersama pengurus Dekranasda Lobar di Ruang Jayengrane Kantor Bupati Lombok Barat.

Dalam sambutannya Ketua Dekranasda Lombok Barat Hj Khaeratun Fauzan Khalid mengatakan pihaknya menyambut baik kedatangan Ketua Dekranasda Bintan Hafizha Ramadhani Putri bersama rombongan di Kabupaten Lombok Barat. Hj Khaeratun menyampaikan bahwa Hal ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi Dekranasda Lombok Barat dikunjungi oleh Dekranasda Bintan untuk belajar tentang tenun dan pemberdayaan penenun di Lombok Barat. “Ini suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami dapat dikunjungi oleh Ibu Ibu dari Bintan. Selamat datang di Lombok Barat” ujar Hj Khaeratun.

Lebih lanjut Hj Khaeratun menyampaikan bahwa saat ini Lombok Barat memiliki 119 desa dan 3 Kelurahan. Ia mengatakan desa desa yang ada di Lombok Barat diarahkan untuk membuat desa wisata. Hal ini untuk mempermudah desa dalam menggali potensi wisata yang dimiliki. Ia mengatakan masing masing desa memiliki potensi dan keunggulan dalam bidang pariwisata. “Kami memiliki 119 desa dan 3 Kelurahan. Masing masing desa memiliki potensi dan keunggulan dalam bidang pariwisata maupun kerajinan sehingga kami dorong agar desa desa di Lobar daoat menjadi desa wisata” ujarnya.

Dalam kesempatan ini Hj Khaeratun Fauzan Khalid menyampaikan bahwa Lombok Barat memiliki 3 sentra pengembangan tenun yang paling khas dan legendaris. Daerah tersebut antara lain Tenun Gumise, Tenun Mareja dan Tenun Kebon Ayu. Menurut Hj Khaeratun masing masing wilayah memiliki ciri khas motif tersendiri. “Tiga wilayah sentra tenun ini sering kita datangi untuk dilakukan pembinaan oleh Dekranasda secara berkala” ujarnya.

Dalam kesempatan ini Ketua Dekranasda Lobar yang juga Ketua TP PKk Lombok Barat ini mengajak rombongan Dekranasda Bintan untuk berkunjung ke sejumlah lokasi wisata yang ada di Lombok Barat. Ia mengatakan Lombok Barat memiliki banyak potensi yang menarik untuk dikunjungi seperti taman narmada dan Pantai Senggigi. “Selain potensi wisata kita juga memiliki potensi tenun, kuliner dan berbagai potensi lainnya. Untuk kuliner ibu ibu bisa coba namanya Sate Bulayak yang sangat khas di Lombok Barat” ujarnya.

Sementara itu Ketua Dekranasda Kabupaten Bintan Hafizha Ramadhabj Putri menyampaikan bahwa kunjungannya ini dimaksudkan untuk melakukan study tiru atau belajar menenun di Lobar. Ia berharap dari hasil studynya ini bisa diterapkan di kabupaten Bintan sehingga menjadi salah satu UMKM
yang ada di sana.

Pihaknya sangat mengapresiasi dan kagum dengan Pemerintah Daerah Lobar karena memiliki berbagai potensi wisata, kuliner dan tenun atau kerajinan. Selain dikenal dengan Pariwisatanya , Lobar juga dikenal karena memilki hasil tenun yang sangat bagus. Selain itu motifnya juga khas dan unik seperti yang kami saksikan beberapa waktu lalu. Karenanya selama kunjungannya di Kabupaten Lombok Barat, Ketua dan Anggota Dekranasda Kab. Bintan ingin mengujungi langsung desa pengerjin tenun yakni tenun Gumise, Tenun Kebun Ayu dan Tenun Mareje. “Maksud dan tujuan kami berkunjung ke Lobar untuk melakukan Study Tiru atau belajar menenun, karena Lobar diketahui memilki sejumlah hasil tenun yang sangat bagus dan memiliki motif motif legendaris”ungkapnya.

Dalam kegiatan ini Ketua Dekranasda Bintan berserta rombongan langsung turun ke sentra tenun Lombok Barat di Dusun Penarukan Daye, Desa Kebon ayu. Dalam kesempatan tersebut Ketua Dekranasda Bintan ditemani langsung oleh Ketua Dekranasda Lombok Barat. Kunjungan ini untuk melihat secara langsung bagaimana proses pembuatan kain tenun di Lobar sehingga dapat dijadikan acuan dan contoh bagi Kabupaten Bintan dalam mengembangkan UMKM berbasis kerajinan dan tenun di Kabupaten Bintan.
(Diskominfotik/Indra/Windi)

Turunkan Angka Kemiskinan, Lobar Terapkan 4 Prioritas Wilayah Intervensi

Batulayar, Diskominfotik. Rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan Kabupaten Lombok Barat dilaksanakan di Hotel Aruna Senggigi pada hari Rabu (7/12/2022). Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten II Setda Lombok Barat Rusditah, S.Sos, Deputi bidang koordinasi peningkatan kesejahteraan sosial Kemenko PMK RI, Kepala Perwakilan BPKP NTB, Kepala BPS Kab. Lobar, Kepala Cabang PT. Bank NTB Syariah Gerung, Kepala OPD lingkup Lobar serta camat se-Kab. Lobar.

Kegiatan ini memiliki tema yaitu integrasi data dan konvergensi program untuk percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem. Berdasarkan data dari BPS Kab. Lobar jumlah kemiskinan di Kab. Lobar pada Maret 2022 lalu adalah sebanyak 99,01 ribu dan jumlah tersebut telah menurun sebanyak 6,32% dibandingkan pada bulan Maret 2021 lalu.

Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) yang dijabat oleh Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Sumiatun dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten II Setda Lombok Barat Rusditah, S.Sos mengatakan bahwa kemiskinan adalah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan secara bersama sama. Ia mengatakan diperlukan langkah langkah dan terobosan yang inovatif dalam menanggulangi persoalan kemiskinan. Selain itu diperlukan juga kolaborasi dan kerjasama yang kokoh dari semua pihak untuk mengatasi persoalan kemiskinan. “Diperlukan langkah dan terobosan serta kolaborasi semua pihak untuk mengatasi masalah kemiskinan. Tidak bisa selesai kalau dilakukan secara parsial”ujarnya.

Lebih lanjut Wakil Bupati dalam sambutan tertulisnya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang memiliki kepedulian dalam mengentaskan kemiskinan. Ia juga mengatakan bahwa kegiatan hari ini sangat baik dalam mengatasi kemiskinan. Rakor ini dilaksanakan untuk membangun koordinasi dalam rangka mensinergikan upaya-upaya yang dilakukan untuk menanggulangi kemiskinan dan kemiskinan ekstrim di Kab. Lobar. “Dalam memperhatikan kondisi kemiskinan di Kab. Lobar, marilah kita semua perangkat daerah bersama lembaga non pemerintah tetap bersinergi dan berinovasi agar tingkat kemiskinan di Kab. Lobar dapat semakin menurun.” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengatakan tidak kalah pentingnya yang harus menjadi perhatian di daerah ialah agar intervensi perlindungan sosial dapat tepat sasaran. Salah satunya ialah pembinaan UMKM dan pengelolaan pasar pasca panen sehingga dapat menimbulkan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Lobar. “Masyarakat kurang mampu di daerah kita masih cukup tinggi, oleh karena itu masyarakat miskin harus diberdayakan dengan meningkatkan kualitas hidup, peningkatan pendapatan serta pengurangan beban pengeluaran,” tambahnya.

Kepala Bappeda H. Ahmad Saikhu dalam paparannya menyampaikan terdapat enam isu strategis dalam percepatan penanggulangan kemiskinan di Kab. Lobar diantaranya isu strategis bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang infrastruktur dasar, bidang ketenagakerjaan dan kewirausahaan, bidang ketahanan pangan dan bidang ekonomi. “Dalam menyelesaikan keenam isu tersebut tentunya dibutuhkan strategi, adapaun strategi yang akan dilakukan ialah pengurangan beban pengeluaran masyarakat miskin, peningkatan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin, pengembangan dan menjamin keberlanjutan usaha ekonomi mikro dan kecil serta sinergi kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan,” jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa terdapat empat prioritas wilayah intervensi yang diantaranya, Prioritas Wilayah Intervensi Berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Prioritas Wilayah Intervensi Kebijakan untuk Pendidikan, Prioritas Wilayah Intervensi Kebijakan Bidang Kesehatan, Prioritas Wilayah Intervensi Kebijakan Bidang Infrastruktur Dasar. Diharapkan dengan adanya 4 prioritas wilayah intervensi tersebut persoalan kemiskinan di Lombok Barat dapat terus berkurang. Hal ini tentunya dapat mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Lombok Barat.
(Diskominfotik/Angga/Dhea).

Kendalikan Inflasi, TPID Lombok Barat Gelar Pasar Murah

Gunungsari, Diskominfotik. Komitmen Pemerintah Daerah Lombok Barat dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi tidak perlu diragukan lagi. Melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar kegiatan pasar murah untuk masyarakat Lombok Barat. Kegiatan ini dilaksanakan di Pasar Seni Sesela Kecamatan Gunung Sari, Rabu, 7 Desember 2022.

Ditemui di lokasi pasar murah Sekretaris TPID Lombok Barat yang juga Asisten II Setda Lobar Rusditah, S.Sos mengatakan bahwa kegiatan pasar murah ini dilakukan untuk mengendalikan inflasi di Lombok Barat. Ia mengatakan kegiatan pasar murah ini menjadi salah satu alternatif dan langkah dalam mengendalikan inflasi harga oleh TPID Lombok Barat.

“Perhari ini angka inflasi di kabupaten lombok barat berada pada angka 6,48% termasuk kategori tinggi dibandingkan nasional dan provinsi NTB, maka untuk menekan laju inflasi dilaksanakanlah pasar murah yang bekerjasama dengan Bank lndonesia (BI) ” jelasnya.

Pejabat yang berasal dari Kecamatan Lingsar ini mengatakan bahwa dengan terselenggaranya pasar murah diharapkan bisa menstabilkan harga bahan pokok serta sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pokok. Ia berharap agar inflasi di Lombok Barat bisa terkendali dan lonjakan harga bisa di stabilkan. Menurutnya menjelang hari besar yaiti Natal dan Tahun Baru tentu akan terjadi lonjakan harga. Karenanya TPID menggelar kegiatan ini agar dapat mengendalikan harga kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun Baru. “Ini salah satu langkah antisipasi yang kita lakukan agar harga harga tidak melonjak jelang natal dan tahun baru”ujarnya.

Selain dilaksanakan di pasar Seni Sesela selama 2 hari, pasar murah juga akan di gelar di 2 kecamatan lainnya yaitu pada tanggal 9 dan 10 Desember di lapangan mareje kecamatan gerung dan tanggal 13 dan 14 Desember di halaman taman pura Lingsar. Diharapkan kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat Lombok Barat dan memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok. (Diskominfotik/ria/fian).

1 2 3 56