Gubernur NTB Luncurkan JPS Gemilang Tahap II di Lombok Barat

Gunungsari –Diskominfotik. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mendistribusikan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap kedua, Bertempat di Desa Penimbung Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu,(30/5/2020).
Melibatan banyak pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) atau Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada di NTB untuk bekerjasama dalam penyediaan produk-produk untuk keperluan JPS tahap II. Produk-produk yang ditawarkan nantinya diserap untuk memberdayakan pelaku IKM dan UMKM di masa pandemi Covid-19 ini.
Hadir pada acara penyerahan dan launching secara langsung tersebut Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid, Ketua DPRD Kabupaten Lombok Barat Hj. Nurhidayah, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, Sekda Lombok Barat H. Baehaqi, Kepala Kejaksaan Tinggi NTB, Asisten II, Asisten III, Camat Gunungsari, Kepala Desa Penimbung dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah lingkup Pemprov NTB dan Kabupaten Lombok Barat.
Gubernur mengatakan JPS Gemilang adalah terobosan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi NTB dalam menanggulangi masalah ekonomi akibat pandemi Covid-19. Untuk pelaksanaan tahap kedua ini Jumlah Penerima 125.000 KK yang tersebera di seluruh NTB dan Kecamatan Gunungsari Khususnya Desa Penimbung berjumlah 66 KK “Pembagian JPS Gemilang Tahap II ini merupakan proses pembelajaran dari JPS tahap pertama dimana terkait data, produk dan distribusi yang kita akui banyak kekurangan kita sudah perbaiki. Sekarang betul-betul kita pertimbangkan baik data-data penerima kita validasi terlebih dahulu dari Dinas Sosial Pemprov NTB, jenis produk yang dibutuhkan masyarakat, dan cara pendistribusian agar tidak terjadi statmen negatif diluar mengenai JPS Gemilang ini” jelasnya.
Gubernur meminta agar para Bupati/Walikota dan jajaranya belajar dari Kabupaten Lombok Barat yang memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk mengelola secara langsung proses penyaluran JPS Gemilang tahap II ini, produk yang diberikan di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa semua sama berasal dari 535 IKM dan UMKM yang tersebar diseluruh NTB.
Bersamaan dengan itu H. Fauzan Khalid Bupati Lombok Barat mengatakan, “pihaknya akan terus berupaya memberikan pelayan terbaik guna memenuhi produk-produk yang dibutuhkan dalam penyaluran JPS ini,” Ujarnya.
Fauzan juga mengatakan sangat berterima kasih pada Pemerintah Provinsi NTB yang menunjuk Lombok Barat sebagai tempat Launching JPS Gemilng Tahap II ini, dengan melibatkan IKM dan UMKM yang berada di Lombok Barat dalam pemenuhan kebutuhan produk-produk masyarakat khususnya di Lombok Barat. Namun harus diakui bahwa pemenuhan semua membutuhkan proses untuk memproduksi sesuai target pemerintah. Dalam kesempatan ini juga, kami meminta kepada Bumdes-bumdes untuk memperhatikan dengan baik proses pendistribusi harus dikemas dengan baik, guna mengurangi kerusakan dari produk tersebut. Sembako yang diberikan berupa beras, minyak goreng, ikan kering, dan abon ikan. Selain itu juga dalam paket tersebut ada masker non medis dan beberapa suplemen seperti susu kedelai, teh kelor/ serbat jahe, minyak kayu putih, minya cengkeh, dan sabun batang. Diskominfotik/Juan/Yani

Ketua MUI Lombok Barat Himbau Masyarakat Melaksanakan Sholat Idul Fitri Di Rumah

Gerung, Diskominfo –  Ketua Majilis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lombok Barat TGH. Abdullah Mustafa menghimbau agar tidak melaksanakan sholat Idul Fitri di Masjid dan lapangan terbuka, demi kepentingan masyarakat umum dan keselamatan bersama.

Demikian, himbauan TGH. Abdullah Mustafa pada https://lomboktvnews.com/ketua-mui-lombok-barat-himbau-masyarakat-melaksanakan-sholat-idul-fitri-di-rumah/, Rabu (21/5/2020).

Pada laman berita tersebut dikatakan pula bahwa ini juga berdasarkan maklumat Majelis Ulama Lombok Barat, sehingga Ketua MUI Lombok Barat mengajak untuk mematuhi Himbauan  itu.  “Memohon dengan hormat untuk kita semua, bersama-sama melaksanakan Ibadah Shalat Idul Fitri itu di rumah masing-masing,” ucapnya.

Diharapkan masyarakat dapat memahami kondisi saat ini, “Sholat Berjamaah dapat dilakukan dengan anggota keluarga sesuia dengan ketentuan dengan tetap melakukan khutbah Idul Fitri dengan skala kecil saja yakni keluarga “ Lanjut Ketua MUI Lombok Barat.

“Kami himbau pula untuk seluruh masyarakat, Untuk tidak mengumpulkan masa dalam jumlah yang sangat banyak, Ini untuk kebaikan kita bersama memutus penyebaran virus covid-19 ini “Ujarnya

Dijelaskan pula oleh Ketua MUI Lombok Barat TGH Abdullah Mustafa, Siap membantu pemerintah dan masyarakat untuk memberikan pemahaman tata cara pelaksanaan Sholat Idul Fitri baik sendiri di rumah maupun berjamaah dengan anggota keluarga. (hmdy/lbr).  Diskominfo

Berita ini sudah dimuat dengan judul yang sama sekaligus sebagai sumber di https://lomboktvnews.com/ketua-mui-lombok-barat-himbau-masyarakat-melaksanakan-sholat-idul-fitri-di-rumah/

Sebanyak 193 KK di Desa Dasan Baru terima BLT DD

Kediri, Diskominfotik – Sebanyak 193 Kepala Keluarga (KK) di Desa Dasan Baru Kecamatan Kediri menerima Bantuan Langsung Tunai  (BLT) dari Program Dana Desa (DD). Penerima bantuan tercatat sebagai penerima BLT DD dan tidak double dengan penerima  bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH), Jaring Pengaman Sosial (JPS) Provinsi dan JPS Kabupaten sehingga terjadi pemerataan.

Demikian disampaikan Kepala Desa Dasan Baru Akhirudin pada acara Lounching perdana penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari program DD tahap I di Aula Kantor Desa Dasan Baru Kecamatan Kediri Lombok Barat, Rabu (20/5/2020).

Jumlah bantuan yang diterima oleh masing-masing Kepala Keluarga sebesar Rp600.000,00 selama tiga bulan secara berturut-turut dengan total anggaran Rp.347.400.000,00.

“bantuan ini agar bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam memenuhi kebutuhan keluarga ditengah pendemi covid-19 ini,” harap Akhirudin.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Ir. Lalu Edy Sadikin mengatakan penerima bantuan ini adalah masyarakat  desa yang memang benar benar layak dan sudah melalui pendataan sehingga tidak terjadi persoalan atau kekisruhan dimasyarakat.

Edy Sadikin berpesan agar selalu waspada terhadap penyebaran covid-19 dengan mengurangi kegiatan-kegiatan berkumpul, jaga jarak, gunakan masker ketika keluar rumah dan selalu hidup bersih dengan sering-sering mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.

“Penyebaran virus covid-19 ini sangat cepat, mari kita cegah dengan menerapkan pola hidup bersih, cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir sesering mungkin, gunakan masker ketika keluar rumah dan jauhi kegiatan berkumpul serta jaga jarak jika terpaksa berkumpul.” Pesan mantan Camat Sekotong ini.

Hadir pada acara tersebut Kepala Dinas PMD Kabupaten Lombok Barat Ir. Lalu Edy Sadikin, Kepala Desa Dasan Baru Akhirudin, Ketua BPD Desa Dasan Baru, Babinkamtibmas dan para penerima bantuan. Diskominfotik/win

NGABUBURIT SAMBIL MENCARI KERANG

Lembar, KIM – Ngabuburit atau kegiatan menunggu berbuka puasa pada Bulan Puasa Ramadhan sudah mentradisi dikalangan masyarakat muslim. Di setiap daerah ngabuburit dilakukan dengan beragam cara dan berbeda-beda. Di Desa Lembar Kabupaten Lombok Barat, sebagian masyarakatnya ngabuburit sambil mencari kerang untuk dikonsumsi bahkan dijual.  Warga masyarakat yang didominasi kaum muda terpantau asik mengais pasir mencari kerang di Pantai Orong Ceking Dusung Lendang Jae Desa Lembar, Selasa (19/5/2020).

Warga Masyarakat setiap sore, puluhan orang memadati bibir pantai berjongkok sambil beremdam di air laut atau dengan duduk di pasir, tangan mereka sibuk mengais pasir. Mereka tetap bekerja di musim Pandemik Covid-19 ini. Mereka jauh dari keramaian hiruk pikuk isu virus corona yang menakutkan. Merekapun saling berjauhan ketika menangkap kerang.

Nandar seorang warga Dusun Abror Desa Jembatan Kembar Timur Kecamatan Lembar yang sedang berkunjung ke rumah temannya, ikut-ikutan ngabuburit sambil mencari kerang dan menikmati keindahan patai di sore itu.

“Ini ngabuburit, sekaligus bantu teman. Jadi, untuk mengisi waktu luang, saya dan teman mencari kerang. Sekaligus menikmati keindahan pantai menjelang sore,” ujarnya

Menurut Nandar, dirinya pertama kali ngabuburit ditempat itu dan  belajar mencari kerang, mengaku sedikit kesulitan. Karna belum tau tehnik cara mencari kerang dengan baik, bahkan sering sekali tangannya mengenai batu karang sehingga tangannya luka tergores. Tetapi, ia cepat beradaptasi. Dengan melihat cara orang-orang di sekitarnya mencari kerang, Nandar pun langsung bisa. Memang, belum banyak yang didapat. Hanya sekantung tas plastik ukuran satu kilogram.

Ini sudah cukup untuk lauk berbuka nanti. Kan ditambah lagi kerang yang didapat teman saya,”  Nandar menuturkan.

Kerang banyak dikonsumsi masyarakat karena mengandung banyak gizi. Rasanya juga lezat dan dapat dinikmati dengan cara ditumis pedas atau direbus dengan siraman saus.

Memang menikmati suasana pantai di sore hari, sangat mengasyikkan. Apalagi bisa melihat terbenamnya matahari, bagi Nandar sangat istimewa.

“Kalau di rumah saya di Dusun Abror lomayan jauh dari pantai sekitar satukilo lebih. Jadi, jarang melihat pantai saat sore. Apalagi melihat matahari terbenam. Kalau di sini bisa, bagus sekali,” katanya.

Sementara itu seorang warga setempat Abdurrasyid menceritakan, dirinya mencari kerang bukan untuk dikonsumsi, namun untuk dijual. Pendapatan dari mencari kerang cukup menopang hidupnya. Harga kerang juga cukup mahal, tiap satu kilogram kerang bisa dijual dengan harga 20 ritu bupiah.

“Daripada diam di rumah mendingan ke Pantai Orong  mencari kerang. Selain ngabuburit di Orong menunggu waktu berbuka puasa, kita juga bisa mencari rezeki,” katanya.

Abdurrasyid yang akrab disapa Achief itu berhasil mengumpulkan kerang setiap sore sekitar dua kantung plastik besar. Kira-kira jika ditimbang beratnya sekitar empat kilogram. Dia datang tidak sendiri. Namun, bersama  warga dan ibu-ibu dari dusu setempat. KIM Lembar Bersaing/Sumariyadi

Karang Taruna Gili Mas Santuni Anak Yatim, Wujud Kepedulian Pandemik Covid-19

Lembar, KIM –  Karang Taruna Gili Mas Desa Labuan Tereng Kecamatan Lembar Lombok Barat menyantuni anak yatim. Ketua dan Sekretaris Karang Taruna menyerahan santunan kepada sejumlah anak yatim di Masjid Baital Muslimin Dusun Teluk Waru Desa Labuan Tereng, Minggu (17/5/2020). Santunan juga diserahkan secara simbolis untuk dilanjutkan ke masing-masing dusun se Desa Labuan Tereng.  Penyerahan santunan yang dikemas dalam acara buka puasa bersama itu merupakan bentuk kepedulian karang taruna di tengah pandemik Covid-19.

Ketua Karang Taruna Gili Mas Muhammad Faizir mengungkapan, Santunan anak yatim ini merupakan pertama kalinya dilakukan. Faizir berharap Karang Taruna terus bisa hadir ditengah-tengah masyarakat dan peduli dengan keadaan masyarakat terlebih pada anak yatim dan orang-orang yang kurang mampu.

“ini merupakan pertama kalinya Karang Taruna Desa Labuan Tereng mengadakan santunan kepada anak yatim, semoga niat baik ini terus bisa kita lakukan kedepannya. Karang taruna itu bukan saja tentang pemberdayaan pemuda, tetapi bagaimana pemuda bisa peduli kepada sesama terlebih kepada anak yatim dan masyarakat kurang mampu, ” ungkapnya.

Rangkaian acara buka bersama dan penyerahan santunan, dilanjutkan dengan diskusi bersama pengurus dan anggota karang taruna. Diskusi seperti rutin dilakukan sebagai upaya membangun  kesolidasi dalam organisasi Karang Taruna Gili Mas. KIM Lembar Bersaing/Sumariady

NU Care Lazisnu Lobar Door to Door Salurkan Bantuan

Mengatasi dampak ekonomi akibat penyebaran Covid-19 bukanlah tugas pemerintah saja. masyarakat, lembaga masyarakat, siapapun dapat berpartisipasi. Lebih-lebih di akhir bulan Puasa Ramadhan saat ini sadakah menjadi kegiatan amaliah membantu fakir miskin dan terdampak Covid-19.

Adalah pengurus NU Care Lazisnu Lobar Door to door menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada ratusan warga, khususnya kelompok warga miskin, yatim piatu, Lansia dan guru ngaji serta lainnya. Kegiatan itu dilakukan lembaga tersebut berkeliling ke rumah-rumah di Kecamatan Lembar, Minggu (17/5/2020).

Paket yg disalurkan sebanyak 300 yang diperuntukkan kepada warga yang membutuhkan seperti, Anak Yatim, Lansia, Garu Ngaji, dan yang lainnya sebagai sasaran penerima bantuan dari Lazisnu Lobar. Kegiatan penyaluran bantuan Lazisnu tersebut, dilaksanakan di sejumlah daerah di gumi Patut Patuh Patju.

Saiful Rahman, koordinator sekaligus Sekretaris Lazisnu mengungkapkan bantuan paket sembako ini menyisir beberapa kecamatan di Lobar antara lain Kecamatan Lembar, Gerung, Kediri, Lingsar dan Kecamatan Narmada.
Menurut Saiful, penyaluran bantuan ini merupakan teradisi Lazisnu di bulan Puasa Ramadhan yang jadwalnya di awal atau pertengahan bulan puasa. Namun terkendala Covdid-19 baru di akhir bulan puasa ini disalurkan.

“Hanya saja, karena terkendala Covid 19 ini baru sekarang bisa disalurkan,” ujar pendiri TPQ Ulul Albab Dusun Sedau itu.

Bagi Ormas seperti Nahdlatul Ulama (NU) perhatian terhadap warga masyarakat Indonesia bukanlah hal baru, melainkan dilakukan sejak dulu. Tidak heran kemudian, kegiatan berbagi kepada segenap masyarakat, khususnya yang kurang mampu secara ekonomi, telah menjadi kewajiban bagi Lazisnu se-Indonesia.

Bantuan paket sembako diakui memang belum bisa mencukupi kebutuhan hidup untuk jangka panjang, tetapi setidaknya, sudah mampu ikut serta meringankan warga yang kekurangan. Kaitan hal ini, TGH Ali Maksum mengungkapkan, memang bantuan ini tidak terlalu banyak dari segi jumlah tetapi ketulusan dan kerja keras pengurus Lazisnu itu yang luar biasa.

“Kemauan, ketulusan dan kedermawanan para kader yang sudah menyalurkan donasi dan keikhlasan berbuat dan berbagi itu yang penting, dan patut diapresiasi,” ujar Sekjen PCNU Lobar.

Keberadaan Lazisnu kian terasa di tengah-tengah masyarakat, terlebih dalam kondisi saat ini. Hanya saja karena berbagai keterbatasan yang dimiliki Lazisnu, ikhtiar untuk berbuat maksimal belum dicapai sepenuhnya. Hal ini diakui, Wakil Ketua PCNU Lombok Barat H Hamroni.  Menurut Hamroni, kedepan sinergi Lazisnu dengan pemerintah dalam hal ini Baznas Kabupaten harus diperkuat.

“Kedepannya agar Lembaga Amil Zakat Infak Sadakoh Nahdatul Ulama ini bisa sinergi lebih baik dan maksimal lagi,”harapnya

Bupati Lobar Harapkan Perkuat Koordinasi Hadapi Kepulangan PMI

Senggigi Batulayar, Diskominfo – Bupati  Lombok Barat H. Fauzan Khalid mengharapkan semua Perangkat Daerah agar memperkuat koordinasi dalam menghadapi kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Rencana kepulangan PMI dari berbagai Negara baik melalui Pelabuhan Lembar maupun Bandara Internasionla Lombok yang di perkirakan bulan Mei hingga Juli mendatang agar benar-benar dipersiapkan dengan protokol kesehatan yang lebih baik.
Demikian dikemukana Fauzan Khalid ketika memberikan arahan pada rapat persiapan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lombok Barat di Hotel Aruna Senggigi Lombok, Sabtu (16/5/2020).
“saya mengharapkan peningkatan koordinasi antar OPD untuk menghadapi PMI yang akan pulang ini. Tetap patuh pada protokol kesehatan dalam melayani masyarakat baik dari penjemputan, pengangkutan dan sampai di tempat karantina,” ungkapnya.
Dikatakan pula, Setiap masyarakat yang datang dari Pelabuhan Lembar dan Bandara, harus mematuhi protokol kesehatan. Bila masyarakat maupun PMI yang ingin karantina mandiri dirumahnya masing-masing, maka Kepala Desa dan Kepala Dusun harus menjamin atau bertanggung jawab atas kepatuhannya dengan menanda tangani pernyataan. Kalau tidak mau bertanggung jawab maka Gugus Tugas harus mengkarantina. Semuanya harus disiapkan dengan baik.
PMI asal warga Lombok Barat yang akan pulang dari berbagai Negara menurut data Dinas Tenaga Kerja tercatat sejumlah 501 orang. Jumlah tersebut berdasarkan catatan sudah habis masa kontraknya pada bulan Mei 2020. Pemerintah akan memulangkannya diperkirakan hingga bulan Juli mendatang.
Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja Hendrayadi, PMI yang akan pulang informasinya akan didapat melalui Kementerian Tenaga Kerja Pusat.
“informasi kepulangannya akan kita dapat dua hari sebelumnya,” ungkapnya.
Hendrayadi juga menjelaskan pihaknya kesulitan mendata PMI yang berangkat mandiri karena tidak mempunyai data atau illegal. PMI itu illegal karena berangkat tidak melalui Dinas Tenaga Kerja dan PMI yang diperpanjang kontraknya oleh majikan di negara tempatnya bekerja.
Sementara itu Sekretaris Daerah Lombok Barat H. Baehaqi menyimpulkan hasil rapat bahwa, penangnan kepulangan PMI sebanyak 501 tersebut disiapkan untuk dikanrantina di Gelanggang Olahrga (GOR) Mili Gerung dan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Lombok Barat di Gerung.
Disimpulakan pula bahwa GOR Mini Gerung akan dijakan pusat komando Team Reaksi Cepat (TRC) Covid-19 Lombok Barat.
“kita putuskan bahwa GOR Mini dan PPLP Gerung menjadi tempat karantina untuk PMI yang akan pulang sebanyak 501 itu,” ungkapnya.
Mengantisipasi kedatangan PMI asal Lombok Barat yang akan pulang, Dinas Perhubungan juga telah siap melayani. Menurut Kabid Perhubungan Darat Faturrahman menjelaskan pihaknya telah menyiapkan personil seama 24 jam dan sebuah unit bus stanby di Pelabuhan Lembar dan Bandara Internasional Lombok.
Dikatakan. Siapapun dia baik PMI maupun masyarakat umum, asalkan mereka pulang ke Lombok Barat diarahkan ke posko dan diangkut untuk diperiksa.
“semua penumpang baik itu PMI maupun tidak atau masyarakat umum harus diarahkan ke posko dan diangkut petugas kita. Kita siap 24 jam melayani kapanpun mereka datang dan siapapun dia,” ungkapnya. Diskominfo/Ahad/Rasidibragi

Gubernur NTB Gulirkan  Bantuan Bibit  Tanaman dan Distribusikan Paket Gemarikan

Kuripan, Diskominfotik –  Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB)  Dr. H. Zulkieflimansyah gulirkan bantuan tanaman bibit dan paket gemarikan di Kantor Desa Kuripan Utara Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat, Rabu (13/5/2020).

Bantuan paket gemarikan tersebut diberikan kepada para kader posyandu, ibu hamil dan balita stunting berupa paket sembako, bibit tanaman, makanan tambahan dan masker.

Zulkieflimansyah mengapresiasi kegiatan tersebut guna mendorong masyarakat menumbuhkan ekonomi keluarga. Dia yakin dan optimis bahwa Lombok Barat akan menjadi driver utama ekonomi di NTB karena saat ini sudah bisa menciptakan berbagi terobosan. Seperti pembuatan Motor Listrik oleh siswa SMK di Lingsar dan Pembuatan Cold Storage oleh siswa SMKN 2 Gerung.

“Kalau semua produk hasil karya anak NTB yang luar biasa ini, bisa didistribusikan di Bumdes-Bumdes se-NTB maka kami yakin Lobar akan menjadi driver utama ekonomi di NTB,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid mengungkapkan, Lombok Barat konsen meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus membangun lingkungan. Tahun ini motto Ulang Tahun Lombok Barat adalah Ijo Nol Dedoro. Artinya rajin menanam pohon dan rajin menjaga lingkungan dalam hal ini mendukung program Zero Waste.

“program andalan dari Pemerintah Lobar sangat banyak dan salah satunya adalah seperti motto ulang tahun Lobar tahun ini yaitu Ijo Nol Dedoro, yang dimana ijo artinya rajin menanam pohon ,dan Nol dedoro (bahasa sasak) dimaksud adalah zero waste,” ungkapnya

Program Gemarikan adalah sebuah gerakan yang diinisiasi TP PKK Provinsi NTB dan TP PKK Lobar yang inti membangun ketahanan dan kemandirian nasional dimulai dari ketahanan keluarga dan juga kemandirian di dalam keluarga. Di Lobar sendiri sudah memiliki Kelompok Usaha Tani (KWT) binaan dari Dinas Ketahanan Pangan dan TP PKK yang diarahkan untuk usaha tanaman bioponik. Kelompok-kelompok tersebut dan atau masyarakat umumnya dapat menambah perekonomian keluarga dan memasarakatkan gemar makan ikan sekaligus menjadikan kegiatan menangani kasus stunting.

Acara tersebut  dihadiri oleh Gubernur beserta Ibu Ketua TP PKK Provinsi NTB, Bupati dan Ibu Ketua TP PKK Lobar, Angoota Forkopimda Lobar, Camat Kuripan , Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat . Diskominfotik/Ria

4 Pasien Covid-19 Sembuh di Jemput Keluarganya

Batulayar, Diskominfo – Empat  orang Klaster Goa asal Kecamatan Batulayar dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah dirawat di rumah sakit  selama 14 hari.   Setelah tes dua kali dengan hasil negatif, keempat jamaah tablig tersebut diperbolehkan pulang ke kampung halaman masing-masing. setelah diberikan surat keterangan sehat, keempat pasien covid-19 yang sudah sembuh itu dijemput keluarganya masing di halaman Puskesmas Meninting Lombok Barat, Selasa, (12/5/2020).

Salah satu pasien yang sembuh dari Covid-19 dari Dusun Senterluk Lauk Desa Batulayar  Busyairi mengatakan dirinya merasa sehat setelah dirawat dengan baik dan berterima kasih atas pelayanan terhadap dirinya selama dalam masa pengobatan.

“kami merasa sehat. alhamdulillah kami sehat dan terima kasih-terima kasih,” ungkapnya

Keempat pasien Covid-19 yang sudah sembuh asal Kecamatan Batulayar  itu adalah Saleh dari Dusun Tegal Desa Meninting, Busyroni dari  Dusun Senteluk Lauq Desa Senteluk, Dhia Ul Haq dari Dusun Kekeran Desa Batulayar dan Syarifudin dari Dusun Dawung Desa Sandik Kecamatan Batulayar.

Perkembangan Kasus Covid-19 di Kabupaten Lombok Barat hingga hari ini terdapat 50 orang terkonfirmasi positif dan sudah 27 orang sembuh, 78 orang masih dalam pengawasan dari 129 PDP, 30 orang masih dalam pemantauan dari 640 ODP, 308 orang masih dalam pemantauan dari 800 OTG dan 76 orang masih dalam pemantauan dari 2.802 Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG). Diskominfo/Afgan/Rasidibragi

SEMBAKO JPS LOBAR MANTAP

Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan Kecamatan Lingsar Rina Ilmida, S.Adm (tengah) menyerahkan sembako secara simbolis kepada warga Desa Langko di aula Kantor Desa Langko Kecamatan Lingsar, Sabtu (9/5/2020). Warga Desa Langko yang menerima sembako sejumlah 221 Kepala Keluarga dari program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Lombok Barat (Lobar) Mantap. Pemerintah Kec. Lingsar/Isyari_FT

1 2 3