Bupati Lobar Jadi Narasumber di IDX TV Cannel

Jakarta – Kominfo. Seusai membuka bursa saham ke-62 di Bursa Efek Indonesia (BEI),  Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid dengan didampingi oleh Kepala Bappeda H. Baehaqi diundang menjadi narasumber pada talkshow pagi di IDX TV Channel. Channel yang dimiliki secara berjaringan oleh MNC Bussiness group ini cukup tertarik dengan ekspansi Pemkab Lobar mempromosikan daerah melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) yang secara kasat mata seakan menjadi bagian tidak terpisahkan.

Promosi lewat IDXAcara dengan tajuk IDX Market Now itu dipandu oleh Karlina Dewi berlangsung live dari jam 09.30 sampai jam 10.00 dengan materi utama potensi investasi di Lombok Barat.

Sesaat sebelum live, ditayangkan profile lombok barat yang telah disiapkan oleh Humas dan acara talkshow pun berlangsung lancar dengan interaksi yang tinggi.

Karlina Dewi cukup piawai mengolah diskusi di mana ada 3 hal pokok yg didiskusikan,  yaitu potensi ekonomi,  potensi wisata,  dan tentang BRI Mekaki Marathon 2017 yang akan dilaksanakan di Mekaki Sekotong tanggal 30 April nanti.

Bupati bersama Kepala Bappeda banyak menjelaskan tentang potensi pariwisata sebagai penyokong utama yang akan memberi efek pada sektor lainnya.

Diyakini oleh keduanya,  bahwa angka kemiskinan yang masih 17% dapat secara cepat dientaskan dengan mengkolaborasikan antara sektor pertanian sebagai penyumbang terbesar kemiskinan dengan industri pariwisata yang mampu mendongkrak penuntasan kemiskinan.

IDX channel sendiri adalah channel tv berjaringan yang disiarkan melalui jaringan kabel indovision atau MNC group dan disaksikan secara berulang pada channel MNC business. Sumber berita Humas Lombok Barat

Bupati Lobar Promokan Wow Mekaki Marathon di Car Free Day Jakarta

Jakarta – Kominfo. Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid mempromosikan kegiatan lari marathon Wow Mekaki Lobar yang akan dilaksanakan 30April mendatang di Car Free Day Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta Minggu 2/4. Lari marathon Wow Mekaki Lobar adalah salah satu event internasional dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kabupaten Lombok Barat ke 59 tahun 2017.

WhatsApp Image 2017-04-02 at 13.58.37Ribuan warga Jakarta tumpah ruah di jalanan yang khusus hari minggu menggunakan beberapa ruas jalan protokol untuk berolah raga, baik lari, bersepeda, jalan, bahkan kongkow kongkow menikmati hari dan jam bebas kendaraan.

Ribuan warga Jakarta dari aneka lapisan itulah yang menjadi sasaran untuk promo kegiatan Lari Marathon di Sekotong Lobar.

Bersama jajaran dan dibantu oleh relawan lokal, Bupati membagikan jersey/ kaos kepada pelari di car freeday yang cukup antusias kmudian mengikuti lari itu.

Chicco Jerikho,  aktor nasional yang membintangi beberapa film box office Indonesia, ikut dalam rombongan tersebut.

“Di samping untuk menggalakkan marathon,  saya juga tertarik mau ke lombok”, ujar aktor ganteng ini.

Fauzan Khalid sendiri memastikan bahwa gelaran Marathon yang disponsori bank Rakyat Indonesia adalah salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mempromosikan potensi wisata Sekotong.

“Kita ingin supaya keindahan alam Lombok Barat pada umumnya,  dan Sekotong pada khususnya dikenal seantero Nusantara. Di samping keindahan Pantai Mekaki, sepanjang rute lari yang akan dilalui banyak pantai yang indah,” papar Bupati ini mempromosikan daerah di hadapan wartawan aneka media nasional.

Kegiatan promo wisata dan Lari Marathon ini dilaksanakan tidak hanya di Bundaran HI, namun di hari yang sama juga diselenggarakan oleh komunitas pelari yang ada di Mataram. Mereka pun tidak mau kalah dengan membuka stand khusus music accoustic di Jalan Udayana yang juga memiliki tradisi car free day di hari minggu.

Bersama BRI, event organizer acara dan Pemkab Lobar masih menjadwalkan acara yang sama, namun dengan skema acara yang berbeda. Kominfo/Humas/Rasidibragi

WhatsApp Image 2017-04-02 at 13.58.57WhatsApp Image 2017-04-02 at 13.58.55

Menengok Potensi Kerajinan Topeng di Labuapi, Diekspor ke Beberapa Negara, Perajin Butuh Bantuan Modal dan Pasar

foto hasil kerajinan topeng labuapi(1)Desa Labuapi, Kecataman Labuapi sudah dikenal menjadi sentra pengerajin topeng dan kerajinan kayu sejak tahun 1995. Krisis moneter yang melanda negara ini pada tahun 1998 pun bahkan tidak mempengaruhi kegiatan perajin di desa ini. Bahkan, kerajinan kayu ini mencapai masa jayanya pada era krisis tersebut.  Namun belakangan setelah kejadian bom bali hingga sekarang, kerajinan ini mulai meredup.  Penyebabnya, pascabom bali tersebut pangsa pasar kerajinan ini pun ikut terkena imbas sebab sebagian besar dipasarkan ke Bali.

Selain itu, minimnya perhatian pemerintah daerah (Pemda) Lobar terhadap pembinaan para pengerajin salah satu penyebab para pengerajin banyak yang banting setir ke usaha lain. Akibatnya, kerajinan topeng di desa ini diambang mati suri karena banyak ditinggal oleh para pengerajinnya. Salah seorang perajin yang masih bertahan adalah Saheh (40), asal dusun Labuapi Desa Labuapi. Ia mengakui, memulai usaha sebagai perajin topeng sejak 17 tahun silam, persisnya tahun 1998-1999. Ketika itu, kerajinan topeng tengah naik daunnya. “Dulunya hampir 100 persen warga di kampung ini sebagai perajin, tapi sekarang jauh berkurang,”tutur Saheh ketika ditemui di rumahnya minggu kemarin.

Dulunya, kerajinan topeng menjadi salah satu sumber utama mata pencaharian masyarakat setempat. Waku itu, hampir disetiap rumah warga  ada saja membuat kerajinan topeng. Ada kelompok pembuat topeng, pengamplas, pemahat, hingga proses finisihing. Bahkan karena majunya kerajinan ini saat itu, anak SD – SMP pun ikut mencari uang melalui kerajinan ini.
Warga pun membentuk paguyuban untuk terus mempertahankan eksistensi kerajinan ini. kelompok-kelompok dibentuk secara swadaya untuk terus mengembangkan usaha ini, sebagai sektor utama di desa setempat. Dari sisi tingkat produksi kerajinan topeng waktu itu pun jauh lebih banyak, per bulan para perajin bisa memproduksi mencapai 3-5 ribu topeng per bulan karena banyak yang memesan.  Sehingga hampir setiap pekan ada saja pengerajin yang berangkat ke bali mengirim topeng.
Namun setelah tahun 2002, pascabom bali kerajinan ini mulai cenderung meredup. Kelompok yang tadinya aktif menjadi kurang aktif, sehingga banyak pengerajin yang pindah ke usaha lain. Ada yang ke bekerja di gudang, proyek dan sebagai buruh. Namun ia sendiri tetap bertahan karena ingin mempertahankan kerajinan topeng khas Labuapi. “Saya tetap bertahan,”ujarnya.

FOTO PERAJIN TOPENG DI LABUAPI TENGAH MEMAHATKemerosotan kerjainan ini saat itu,  karena pengaruh pemasaran. Karena pengaruh kejadian bom bali, pemasaran topeng ini pun terkena imbas. Sebab bebanyakan pemasaran topeng dikirim ke bali. Ditambah minimnya perhatian pemerintah daerah kerajinan ini pun semakin terpuruk. Tingkat produksi pun jauh menurun hampir 50 persen dari sebelumnya. “Pengunjung dan pemesan sepi, para perajin pun banyak yang gulung tikar,”katanya. Praktis saat ini, dari ratusan perajin yang dulunya menekuni usaha ini, sekarang hanya bisa dihitung dengan jari.

Ia mengaku, selama belasan tahun sebagai perajin tidak pernah dibantu baik itu akses modal dan peralatan oleh pemda dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Padhal katanya, para perajin kesulitan akses modal. Ketika harus memenuhi pesanan dalam partai besar, para perajin ini kerap kali kesulitan modal untuk biaya produksi karena pemesan hanya memberikan DP 5 persen. Sehingga  banyak perajin terpaksa saling pinjamkan uang untuk menutupi sementara biaya produksi, setelah dibayar lunas oleh pemesan barulah bisa didibayar.

Para perajin juga terkendala peralatan, kebanyakan para perajin membeli peralatan secara swadaya. Bahkan, ia terpaksa menggadaikan BPKB kendaraannya untuk bisa membeli peralatan seperti kompresor, pemahat, parang dan parang. Sementara untung yang diperoleh para perajin sendiri tidak terlalu besar, dibandingkan biaya produksi jauh lebih besar. Harga jual topeng bervariasi tergantung ukuran dan kualitas, kalau kualitas topeng bagus harga jualnya Rp 55 ribu, sedangkan yang berukuran kecil Rp 40. “Itupun modalnya Rp 40 ribu, untugnnya hanya Rp 15 ribu, itu pun masih kotor belum dihitung untuk para guide,”ujarnya.

Untuk menghidupkan lagi kerajinan di desanya, ia berharap pemda melirik para perajin yang masih ada. Pemda harus memberikan akses peralatan dan permodalan untuk mengembangkan usaha kerajinan topeng yang menjadi mata pencaharian turun temurun di desa itu. Terpisah, camat Labupai, Baiq Mustika tak menampik jika kerajinan topeng memang mulai menurun. Karena itu pihanya akan berupaya menghidupkan lagi kerajinan yang smepat jarya di era tahun 1998 lalu tersebut. “Kami akan berkoordinasi dengan dinas perindag dan dinas koperasi untuk pembinaan pengerajin,”ujarnya.
Pemda katanya pasti akan mengembangkan kerajinan ini karena adanya program desa tematik, sebab Desa Labuapi bersama Desa Kuranji Dalang sendiri masuk desa wisata. Diharapkan dengan ditetapkannya sebagai desa tematik, maka usaha ini kembali bisa dikembangkan lagi. Untuk sementara, pemda dan kecamatan minimal perlu menjadi pengguna pertama hasil kerajinan topeng di desa Labuapi. Hasil kerajinan bisa dibeli untuk keburuhan ornament di kantor.

Rawan Diklaim Daerah Lain

Kerajinan topeng yang dihasilkan pengerajin di Desa Labuapi telah banyak dipasarkan ke daerah lain seperti Jakarta, Bali. Bahkan kerajinan topeng ini, merambah hingga ke luar negeri seperti Australia, Singapura, dan India. Namun sayangnya, kerajinan ini kebanyakan dikirim melalui daerah lain sebut saja Bali sehingga rawan diklaim.  Menurut Saheh (40), salah seorang perajin topeng ditemui Minggu kemarin di rumahnya di Labuapi, kebanyakan perajin di desa labuapi mengirim barang ke bali. Pangsa pasar, topeng ini lebih banyak ke Bali. “Banyak dikirim ke bali, setelah itu nanti dikirim ke daerah lain bahkan Negara lain,”akunya.

Ia sendiri tidak tahu, apakah kerjainan yang dikirim melalui Bali itu tetap atas nama produk asal Lobar. Namun, dkhawatirkan hasil kerainan itu bisa saja diatas namakan produk dari Bali. Meskipun katanya, para pemesan baik itu dari luar negeri mengetahui kualitas topeng yang dihasilkan perajin Labuapi.
Pemasaran topeng ini, tidak saja melalui Bali namun juga merambah  Jakarta. Di Jakarta, biasanya topeng ini dijajakan saat pameran. “Sering kali kerajinan kami dibawa ke Jakarta untuk ikut pameran,”imbuhnya.
Ia mengaku, selain diorder oleh pemesan dari daerah lain ia juga menerima orderan dari  Austalia, Singapura dan India. Ia memperbanyak jaringan dengan pemesan dari luar negeri, sebagai upaya mempertahankan eksistensi kerajinan topeng. Total orderan dari sejumlah Negara itu bervariasi, pemesan dari Australia senilai Rp 7 juta, dari Singapura Rp 15 juta. Sedangkan dari india, Rp 30 juta.
Ia mengaku topeng labuapi masih banyak dicari karena kualitas topeng dari Labuapi memang berbeda dengan daerah lain, ada kekhasan tersendiri dari sisi kualitas sehingga banyak diburu pemesan baik dalam dan luar negeri. Untuk mempertahankan itu, ia sendiri menjaga betul kualitas bahan baku topeng.

Beberapa waktu lampau, biasanya topeng-topeng tersebut dibuat dari kayu Pohon Mahogani. Akan tetapi seiring berjalannya waktu pohon mahogani menjadi sulit dicari, bahan tersebut diganti dengan kayu pohon lainnya. Seperti Pohon Mangga, Pohon Nangka, atau Pohon Kelengkeng. Bahan-bahan untuk membuat kerajinan tersebut juga tidah hanya berasal dari Desa Labuapi saja. Misalnya kulit kerang atau cukil didatangkan dari desa penghasil cukil, yaitu Desa Lendang Re. Demikian juga dengan bahan-bahan lainnya.
Proses pembuatan topeng ini juga dilakukan secara cermat, mulai dari baku. Proses pembuatan mulai dari cukli, lalu diamplas. Begitu pula tahap penggambaran hingga pengkilatan benar-benar dilakukan secara apik, supaya topeng yang dihasilkan tidak jamuran.”Kalau jamuran dikilatin lagi, tambah biaya,”ujarnya. Karena itu tahap pengkilatan dan pengamplasan beberapa kali untuk memperoleh hasil yang bagus. Barulah tahap terakhir difinishing.

Pengirim : Zubaidi, Jurnalisme Warga

Meeting In Progress: Launching Iklan Koran Pemda (Klinik Layanan Konsultasi Penyelenggaraan Pemda)

JpegKlinik Layanan Konsultasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (IKLAN KORAN PEMDA) adalah terobosan layanan konsultasi bagi SKPD dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah meliputi pemerintahan dan aparatur, keuangan daerah, pembangunan fisik, pembangunan sosekbud dan TLHP. Launching dilaksanakan oleh Plt. Bupati Lombok Barat, H.Fauzan Khalid,S.Ag,M.Si, didampingi Kepala Perwakilan BPKP NTB, Inspektur se NTB dan Asisten III Pemkab Lombok Barat.

Jpeg

HUT RI 70, Plt. Bupati Jadi Irup

Plt. Bupati Lobar H. Fauzan Khalid menhyerahkan duplikat bendera pusaka merah putih kepada salah seorang peserta Paskibraka  saat peringatan detik-detik proklamasi HUT RI ke 70 Senin pagi kemarin (2)Detik-detik HUT RI ke 70 tingkat kabupaten Lombok Barat diperingati, Senin (17/8) di halaman depan kantor Bupati Lombok Barat, Giri Menang, Gerung. Hadir saat itu Plt. Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si, Anggota Forkompinda Lombok Barat, Pimpinan dan anggota DPRD Lombok Barat  PLT Bupati Lombok Barat (Lobar) Sekretaris daerah Lobar, Drs. H.Moh. Uzair, para Asisten, Kepala SKPD, Kepala Badan, Kepala Kantor, Kepala Bagian lingkup Setdakab. Lobar, Camat se-Lombok Barat dan para pejabat eselon III-b se Lombok Barat. Demikian juga himpunan organisasi wanita seperti PKK, GOW, DWP dan organisasi wanita lainnya tampak hadir. Para sesepuh Lombok Para pasukan Paskibraka Lobar saat detik-detik pengibaran bendera merah putih HT RI 70 di lapangan kantor Bupati Lobar, Senin pagi kemarinBarat dan mantan para pejabat Lombok Barat juga turut diundang menghadiri peringatan HUT RI ini.

Seluruh karyawan-karyawati lingkup Pemkab. Lombok Barat juga turut hadir dan secara khidmat mengikuti detik-detik peringatan HUT RI ke 70 2015 ini. Demikian juga peserta upacara dari tiga kesatuan TNI dan Polri juga secara serentak mengikuti peringatan HUT RI kali ini. Para pelajar dari perwakilan sejumlah sekolah di Lombok Barat juga hadir mengikuti upacara.

Pasukan paskibraka Lobar poto bersama dengan Ketua GOW Lobar Hj. Khairatun Fauzan Khalid dan anggota organisasi wanita lainnyaBertindak selaku Inspektur Upacara Plt. Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si. Sedangkan naskah proklamasi dibacakan Ketua DPRD Lombok Barat, Hj. Sumiatun. Dan yang menarik setelah selesai peringatan detik-detik proklamasi ditandai dengan sajian drama kolosal perjuangan pahlawan Jendral Besar Sudirman dalam mempertahankan dan merebut kembali kemerdekaan RI yang telah diproklamirkan. Drama kolosal ini terlaksana atas kerjasama Kodim 1606 Lombok Barat, Koramil Gerung dan SMKN 1 Kuripan.

Atas penampilan drama kolosal perjuangan kemerdekaan RI tersebut, Plt. Bupati Lobar H. Fauzan Khalid Plt. Bupati Lobar  dan anggota Muspida poto bersama dengan pasukan Paskibraka Lobarsangat mengapresiasi kegiatan ini yang mengingatkan semua untuk memilki daya juang dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan bangsa. “Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat agar mengadopsi semangat juang para paglawan,” kata fauzan Khalid.

Ia menjelaskan, semangat perjuangan para pahlawan dalam drama kolosal ini telah ditunjukkan kepada masyarakat Lobar. Dan dibuktikan pula dengan diselenggarakannya berbagai kegiatan menyemarakkan HUT RI ke 70 ini. Melalui peringatan HUT RI ini Fauzan Khalid mengajak seluruhelemen masyarakat untu Plt. Bupati Lobar bersalaman dengan para pemeran drama kolosal perjuangan pahlawan Jendral Sudirman merebut kemerdekaan RI Senin pagi kemarinmeningkatkan semangat persatuan, terutama dalam membangun daerah. “Semangat juang yang diperagakan dalam drama tersebut setidaknya mampu memompa semangat kerja pemerintah daerah dan masyarakat guna membangun Lombok Barat kea rah yang lebih baik,” kata Fauzan Khalid. (her-humas)Plt. Bupati Lobar, Ketua DPRD Lobar Dandim 1606 poto bersama dengan pemeran drama kolosal perjuangan pahlawan Jendral Sudirman Senin pagi kemarin.

Khidmat Upacara Penurunan Bendera

Dandim 1606 Lobar, Letkol Inf. Djarot Sunarso, S.IP bertindak sebagai Irup pada penurunan bendera HUT RI ke 70 Senin sore kemarin di lapangan Kantor Bupati LobarSementara itu upacara penurunan bendera dilakukan tepat pukul 17.00 wita Senin sore kemarin (17/8) bertempat dilapangan Kantor Bupati Lombok Barat, Giri Menang-Gerung.

Jika pada upacara pengibaran Bendera Merah Putih di Kabupaten Lobar bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) PLT Bupati Lobar, H Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si kali ini pada upacara penurunan Bendera Merah Putih bertindak sebagai Irup, Komandan Kodim 1606 Lombok Barat Letkol Inf. Djarot Sunarso, S.IP.

Detik-detik penurunan bendera HUT RI ke 70 di halaman Kantor Bupati Lobar Senin kemarin (1)Para pejabat Pemerintah Kabupaten Lobar turut hadir diantaranya Plt. BUpati Lobar, H. Fauzan Khalid, anggota Forkompimda Lobar, Sekda H. Moh Uzair,  Para Asisten, Staf Ahli, Kepala SKPD, Kabag, Camat, Kepala Kantor, Kabid, Camat, Lurah, Wakil Ketua TP. PKK. Hj. Khairatun Fauzan Khalid, anggota GOW, Ketua DWP beserta anggotanya.

Detik-detik penurunan bendera HUT RI ke 70 di halaman Kantor Bupati Lobar Senin kemarin (2)Penurunan bendera Merah Putih dilakukan para pasukan Paskibraka Lobar dan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Upacara penurunan bendera ini sukses dilaksanakan sebagai pertanda bahwa peringhatan detik-detik proklamasi 17 Agustus 2015 berakhir. (her-humas)

“Istihlal” atau Halal Bi Halal Bersama Plt.Bupati Lombok Barat, 22 Juli 2015

DSC_0825 - CopyDSC_0850DSC_0881 - CopyAcara istihlal atau bermaaf-maafan Idul Fitri 1436 H di hari pertama masuk kantor diselenggarakan di Lobby Kantor Bupati Lombok Barat tanggal 22 Juli 2015 dimulai pukul 08.00-09.00 wita. Acara dihadiri oleh Plt.Bupati Lombok Barat,H.Fauzan Khalid,S.Ag,M.Si, didampingi Sekda, Asisten I, Asisten II, Asisten III, Staf Ahli , Kepala Dinas/Badan, Kepala Bagian dan semua staf  dari 33 SKPD tidak termasuk guru.

 

1 2 3 14