Fauzan : Lebaran Topat, Tradisi Budaya Berisikan Nilai-Nilai Kebhinekaan

Giri Menang, Minggu 2 Juli 2017 – Usai zikir di makam Batu Layar, Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid dan rombongan berjalan menuju pusat acara Lebaran Topat di Pantai Duduk. Jarak makam dengan lokasi ini sekitar 200 meter. Iring-iringan bupati dikawal oleh puluhan tokoh agama, para pejabat, kesenian cupak gurantang, dan topat agung.
 
Di lokasi Pantai Duduk sendiri sejak pagi harinya masyarakat terlihat sudah berkumpul menanti acara dimulai. Ibu-ibu tampak sibuk mempersiapkan dulang sesaji. Sembari menanti, warga dihibur dengan kesenian seperti lagu cilokaq sasak islami dan hadrah dari salah satu Pondok Pesantren di Kecamatan Gunungsari.
 
Tak lama berselang, bupati dan rombongan tiba di lokasi acara. Saat memasuki gerbang, bupati dikalungkan selendang hijau oleh Pemucuk. Pemucuk adalah istilah “barisan terdepan” yang terdiri dari tokoh agama dan tokoh masyarakat yang mengawal prosesi adat.
 
Usai pengalungan, bupati dan rombongan kemudian menempati podium kehormatan. Sebelum acara dimulai, para tamu disuguhkan tari-tarian islami dan rudat.
 
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, Ispan Junaidi selaku ketua panita penyelenggara dalam laporannya menjelaskan, kegiatan Lebaran Topat ini dimulai dengan prosesi nyekar makam. Para tamu termasuk bupati menggunakan cidomo menuju makam. Digunakannya cidomo, ujar Ispan, untuk mengingat kembali para leluhur dulu yang dari berbagai kabupaten datang ke Batu Layar menggunakan alat transportasi tradisional Lombok ini saat Lebaran Topat.
 
Dikatakan juga, kegiatan ini dihajatkan untuk menaikkan angka kunjungan wisata ke Lobar. “Tahun kemarin Alhamdulillah tidak ada low season,” ujarnya. Lebaran Topat ini merupakan salah satu even untuk menggerakkan halal “tourism destination”.
 
Bupati Lobar H. Fauzan Khalid dalam sambutannya mengatakan, ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam setiap perayaan Lebaran Topat. Pertama, ujarnya, secara internal Lobar punya kewajiban memelihara tradisi turun temurun ini. Dalam tradisi ini tertanam nilai keagamaan yang dibungkus dengan nilai budaya. “Mudahan kedepannya pelaksanaan Lebaran Topat ini bisa ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya,” ujar bupati.
 
Yang kedua, lanjutnya, even Lebaran Topat adalah momen untuk memperkenalkan budaya Lobar yang sangat familiar dengan nilai-nilai budaya dan keagamaan di Lobar. “Mudahan ini bisa jadi contoh untuk meningkatkan nilai-nilai silaturahmi di Lobar,” harapnya.
 
Dijelaskan, even Lebaran Topat dan Perang Topat merupakan budaya adiluhung masyarakat Lobar yang bisa dicontoh masyarakat luar, di mana di dalamnya terdapat nilai-nilai kebhinekaan.
 
“Hanya dengan silaturahmi akan timbul kebersamaan, dari kebersamaan bisa timbul gotong royong untuk membangun masyarakat agar semakin maju,” pungkasnya.
 
Acara seremonial ini diakhiri dengan pembacaan doa oleh TGH Ahmad Hanafi yang kemudian dilanjutkan pemotongan topat (ketupat) agung oleh Bupati Fauzan Khalid. (afgan/humas)

 

Open House, Dari Salaman Sampai Bincang Politik

Giri Menang, Kamis 29 Juni 2017 – Gelaran open house pada Hari Raya Idul Fitri menjadi tradisi bagi para pejabat pemerintah, termasuk Pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar). Tidak hanya dengan kerabat, keluarga atau kalangan pejabat saja, masyarakat umum pun ramai berdatangan untuk bersilaturahmi.

Sesuai tradisi, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menggelar open house di Pendopo Bupati di Giri Menang, Gerung, Rabu (28/6/2017). Gelaran yang semula diagendakan pukul 10 pagi itu seakan dimulai lebih dini. Tamu undangan yang antusias bertemu bupati, sejak pukul 9 pagi sudah tumpah ruah berdatangan. Mulai dari anggota Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Lobar seperti Kapolres, Danlanud, para Kepala SKPD, maupun para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Mahasiswa serta masyarakat umum berduyun-duyun mendatangi pendopo yang dibuka hingga malam hari ini.

Tidak hanya itu, sejumlah politisi yang dihebohkan bakal siap bertarung dengan Fauzan Khalid dalam Pilkada 2018 mendatang pun tampak hadir. Bakal calon bupati dan wakil bupati yang hadir diantaranya, Ketua DPRD Provinsi NTB H. Umar Said, anggota DPRD NTB Fraksi Hanura H. Suharto, wakil Ketua DPRD Lobar Sulhan Mukhlis, serta Munawir Haris dan puluhan politisi lainnya.

Tidak ada ketegangan.  Hanya suasana hangat penuh canda yang ada di tengah-tengah mereka dan seakan mengikis ketegangan politik yang pernah ada beberapa waktu silam.

Kandidat dari Partai Hanura Suharto yang dikerumuni awak media pun tampak  sibuk menghindar. Ia enggan meladeni para pewarta yang hendak mengabadikan momen saat dirinya bersalaman dengan Bupati Fauzan.

“Saya yakin besok akan ada berita HOT nih,” kilah beliau sambil tertawa terbahak-bahak.

Di tempat berbeda, Sekretaris Daerah Lobar H. Moh Taufik dan Ketua DPRD Lobar Hj. Sumiatun tak ketinggalan menggelar acara open house di kediaman masing-masing.

Berbagai jenis makanan ringan dan berat disediakan oleh tuan rumah. Selain makanan khas Lebaran seperti opor ayam, bakso dan bebalung (sop iga), makanan khas Lombok Barat pun menjadi pilihan utama.

Makanan khas Lobar “Sate Bulayak”, menjadi sajian primadona yang disajikan oleh Sekda H. Moh. Taufiq di kediamannya di Kota Mataram. Rasanya yang khas, membuat para tamu selalu ingin menambah porsi.

“Ini (red. sate bulayak) memang sengaja saya pesan, karena sudah seharusnya kita memulai menggunakan produk lokal pada saat acara-acara seperti ini maupun acara-acara yang digelar oleh pemerintah,” ungkap sekda.

Di kediaman Ketua DPRD Lobar Hj. Sumiatun di Sekotong pun tampak ramai dikunjungi tamu dan masyarakat. Bersama sang suami H. Lalu Daryadi, Ketua Dewan perempuan pertama di Lombok Barat yang sudah menjabat selama dua periode ini menyambut kedatangan tamu.

“Alhamdulillah banyak tamu yang datang. Halal Bihalal ini untuk mempererat tali silaturahmi dan saling maaf-memaafkan. Mudah-mudahan segala dosa dan kesalahan kita semua diampuni oleh Allah SWT. Yang paling penting dari ini semua Ibadah Puasa Ramadhan yang sudah kita jalani diterima oleh Allah SWT,” harapnya. (humas).

(humas)

Pawai Takbir Tahun Ini Membeludak

Giri Menang, Senin 26 Juni 2017 – Gema takbir berkumandang di seluruh pelosok Tanah Air menyambut datangnya Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriyah. Di ibukota Kabupaten Lombok Barat, tepatnya di Jalan Soekarno Hatta, Giri Menang, Gerung, malam menyambut Idul Fitri ditandai dengan pelaksanaan pawai takbir keliling, Sabtu (24/6).

Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, gelaran pawai takbiran kali ini lebih semarak. Hal itu terlihat dengan membludaknya peserta dan pengunjung mengikuti kegiatan ini. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 50 kafilah dari seluruh kecamatan yang ada di Lombok Barat. Namun dua kecamatan (Batulayar dan Gunungsari) tidak mengirimkan kafilahnya karena mengadakan kegiatan serupa di kecamatannya.

Kafilah peserta dilepas di tiga titik, yakni di bagian sebelah barat 24 kafilah di lepas di Masjid Baital Attiq, di sebelah utara tepatnya di Bundaran Giri Menang Square dilepas 18 kafilah dan di sebelah timur bertempat di Desa Babussalam melepas 8 kafilah.

Pawai kali ini bayak menampilkan berbagai macam kreasi. Mulai dari miniatur masjid, ikon Lombok Barat “Giri Menang Square” hingga Kapal Nabi Nuh yang melegenda. Seluruh kreasi yang ditampilkan nantinya akan dinilai dan diumumkan pemenangnya pada gelaran Lebaran Topat, 8 Syawal 1438 H (Minggu, 2 Juli 2017) di Batulayar. Selain sebagai salah satu momentum promosi wisata, Lebaran Topat juga merupakan prosesi religi dan budaya Lombok Barat yang tiap tahun diselenggarakan oleh Pemkab Lobar.

Tampak hadir dalam acara di antaranya Bupati H. Fauzan Khalid, Sekda H. Moh. Taufiq, Dandim 1606/Lobar, Kapolres Lobar dan kepala dinas/instansi di lingkungan Pemkab Lobar. Dalam kesempatan itu, seluruh tamu undangan berkesempatan memberikan cindramata kepada para kafilah. (emi/humas).

 

Bupati Ajak Masyarakat Jaga Kebersamaan

Giri Menang, Rabu 21 Juni 2107 – Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid tak jemu mengajak seluruh warganya untuk bersama-sama menjaga kebersamaan. Baginya, kebersamaan yang didorong dengan hati yang saling menerima adalah salah satu kunci sukses dalam pembangunan.
Demikian ditegaskan Fauzan saat menghadiri acara Nuzullul Qur’an di Masjid Jami’ Baitul Makmur Dusun Beleka, Desa Beleka, Kecamatan Gerung, malam ini Rabu (21/6).

“Sepintar apapun seseorang, tidak akan mungkin berhasil untuk membangun daerahnya tanpa adanya kebersamaan,” ujar Pria asli Sandik ini dalam sambutannya.
Lebih lanjut mantan Ketua KPUD NTB ini berharap sesuai trend pemerintahan modern yang mengedepankan asas partisipatif, agar kebersamaan Pemerintah dengan masyarakat tetap terjalin dengan baik agar bisa membawa Lombok Barat sebagai daerah yang yang lebih maju dan sejahtera lagi di masa mendatang. Hal ini oleh Bupati yang sudah berancang-ancang untuk maju lagi di Pilkada mendatang, terus disuarakannya tanpa lelah. Terutama melalui mimbar-mimbar informal yang lebih menyentuh ke tengah masyarakat, maka tema kebersamaan dan gotong royong menjadi tema yang paling sering disampaikannya beberapa saat sesudah ia dilantik resmi tahun lalu menggantikan Bupati sebelymnya, DR. Zaini Arony yang tidak genap setahun memimpin Lombok Barat di periode keduanya. Bagi Fauzan, pendekatan partisipasi warga harus dibangun dengan pendekatan kultural yang religius, salah satunya dengan moment acara Hari Besar Agama Islam yang biasa diselenggarakan dengan meriah di setiap desa di Lombok Barat.

“H. Fauzan Khalid merupakan bupati kedua setelah Alm. H. Iskandar yang menyambangi Dusun Beleka ini,” ungkap H. M. Yamil saat menyampaikan sambutannya selaku Pengurus Masjid dengan bangga. Ia pun menegaskan bahwa kehadiran pemimpin di tengah warganya menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga masyarakat.

Tampak hadir mendampingi Bupati, Ketua TP-PKK Lobar Hj. Khaeratun Fauzan Khalid, Asisten I Setda Kabupaten Lombok Barat H. Halawi Mustafa, Kasat Pol-PP Mahnan, Kepala Bakesbangpol H. M. Fajar Taufiq, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat se Desa Beleka.

Acara ini juga dirangkai dengan penyerahan bingkisan dan santunan kepada 22 anak yatim yang ada di seputaran Masjid. (ardi/humas)

 

Jelang Lebaran, Pelabuhan Lembar Siap

Giri Menang, Selasa 20 Juni 2017 – Beberapa hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H, kondisi Pelabuhan Lembar terpantau aman, lancar, dan terkendali. Tidak ada penumpukan dan antrian penumpang kapal di areal pelabuhan pada seminggu menjelang hari raya.
 
“Untuk mengatasi kemacetan, telah disediakan 32 buah kapal angkutan. Puncak arus mudik penumpang diperkirakan terjadi tanggal 22 dan 23 Juni. Hal ini mengingat mulainya libur lebaran,” terang Anton Murdianto GM Pelabuhan Lembar.
Hadirnya kapal besar Legundi di Pelindo III yang mengangkut kendaraan dan penumpang jalan kaki dari Lembar ke – Surabaya merupakan faktor pengurai terbesar kemacetan, terang Anton.
 
Sementara itu Gubernur NTB TGH. DR. Zainul Majdi, MA yang didampingi oleh Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid dan Kapolres Lobar saat melakukan sidak di salah satu kapal di Pelabuhan Lembar Selasa (21/6) mengatakan, kondisi kapal dalam keadaan baik.
 
“Jika terjadi sesuatu kemacetan hal itu disebabkan oleh kendala yang terjadi di pelabuhan Bali. Di sini kita punya tiga telabuhan. Andaikata terjadi penumpukan maka berdasarkan SOP yang ada maka segala kebutuhan pokok akan didahulukan,” terang Gubernur Ulama’ ini. (bebe/alok/humas)
)

Tenaga Honda Dapat Sentuhan Dana Zakat

Giri Menang, Senin 19 Juni 2017 – Kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Barat (Lobar), Senin (19/6) melakukan kegiatan pentasharufan (pendistribusian) zakat. Sasaran tasharruf, kali ini menyasar 1.820 orang mustahiqin (penerima). Mereka terdiri atas honorer daerah (Honda), tenaga kontrak, tenaga harian lepas dan petugas kebersihan se-Lobar. Kegiatan berlangsung di Bencingah Agung, kantor Bupati Lobar di Giri Menang-Gerung.

Dalam kegiatan pentasharrtufan zakat ini, nilai dana yang disalurkan mencapai Rp.273 juta. Kegiatan ini bersifat peringanan sebagai subsistem ekonomi keagamaan untuk mempertegas substansi zakat yang sangat terpaut dengan hajat hidup orang.

Renacananya kegiatan serupa akan kembali dilakukan pada akhir Ramadhan mendatang. Sasarannya 122 desa dan 10 kecamatan se Lobar. Kegiatan ini terkait distribusi infaq sadaqah kepada masyarakat fakir miskin, orang jompo, muallaf, bea siswa S1 dan S2 serta 36 lembaga panti asuhan, pengebangan ekonomi mikro dengan jumlah dana mencapa Rp.266,5 juta.

Sebagai gambaran umum, sampai hari ini, di tahun 2017, dana Baznas Lobar yang  sudah tersalurkan sebesar Rp.1.989,550.000 milyar.

Ketua Baznas Lobar, TGH. Muchlis Ibrahim melaporkan, sesuai perintah agama,  amanah Undang-Undang, dan Peraturan Pemerintah, merupakan kewajiban Baznas untuk segera menyalurkan zakat infaq dan sadaqah. Sasarannya sudah terntu kepada para mustahiqin yang berhak menerima.

Kata Mukhlis, jika melihat kondisi sosial ekonomi umat, maka permasalahan ekonomi adalah hal yang cukup krusial bagi kehidupan individu, masyarakat dan negara. Karena itu, zakat hadir dalam Islam, tidak saja mengatur sistem ekonomi, tapi juga sebagai media penyambung rasa, penyambumg kasih sayang antara si kaya dan si miskin. “Kita mengenal kata zakat, sama halnya dengan kita mengenal sholat, cuma sholat terasa lebih akrab,” papar Mukhlis dihadapan Bupati Lobar, Asisten, Staf Ahli, Ketua MUI Lobar TGH. Safwan Hakim serta seluruh mustahiqin.

Lebih lanjut dikatakan pimpinan Ponpes Ishlahudin Kediri ini, zakat baru terasa ramai pada waktu-waktu tertentu, semisal setiap akhir Ramadhan dengan membayar zakat fitrah. Namun Mukhlis tidak ingin mengindar dari perintah Al-Qur’an yang artinya, ambillah zakat dari harta mereka guna membersihkan dan mensucikan mereka. Inilah salah satu tujuan dari zakat. Tujuan lainnya menurut dia, sebagai kepatuhan kepada Allah SWT serta kesyukuran atas nikmat rizki dari Allah SWT.

Di tempat yang sama, Bupati H.Fauzan Khalid dalam arahannya mengatakan, dalam konteks amal kebaikan, pihaknya sangat salut dan bangga kepada seluruh pengurus Baznas Lobar. Mereka dinilai telah menyusun planning kerja yang di dalamnya terselip keberkahan. Dari amal, zakat, infaq dan sadaqah yang dikumpulkan Baznas Lobar melalui seluruh ASN Lobar diharapkan bemanfaat, dapat digunakan untuk kepentingan kebutuhan hajat para mustahiqin, khususnya honorer, tenaga kontrak dan tenaga lepas ini se-Lobar. “Saya menyampaikan terima kasih kepada ketua Baznas Lobar dan pengurus yang telah membantu kita dalam pengumpulan serta pentasharuffan zakat ini,” kata mantan Ketua KPU NTB ini.

Usai memberikan arahan, secara simbolis bupati memberikan dana zakat kepada sejumlah perwakilan. Untuk Honda diwakili oleh Dedy Suherman. Muhali (tenaga kontrak), Samenah (tenaga harian lepas) dan Baiq Turqiyah (tenaga kebersihan). (LPA/emi/humas).

Fauzan Raih Penghargaan Inspirator 2017

Jakarta, Kamis 15 Juni 2017 – Sesuai dengan yang telah direncanakan, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid hari ini (15/6) menerima anugerah sebagai Kepala Daerah Inspirator Pembangunan Daerah 2017 yang diberikan oleh Pusat Kajian Keuangan Negara (Pusaka Negara).

Penghargaan tersebut langsung diberikan oleh Menteri Dalam Negeri RI Thahjo Kumolo di Hotel Redtop Gambir Jakarta Pusat.

Fauzan bersama 6 Gubernur dan 14 Bupati/ Walikota dinilai oleh lembaga yang juga menerbitkan Majalah Triwulanan Keuangan Negara yang menjadi Media Resmi Badan Pemeriksa Keuangan RI (BPK RI) mempunyai komitmen dan inovasi dalam Pembangunan di 21 tahun konsep Otonomi Daerah diimplementasikan di Republik yang pernah mengembangkan kebijakan sentralistik ini.

Hal yang membanggakan buat warga Nusa Tenggara Barat, Fauzan tidak sendirian dalam menerima anugerah itu. Ia bersama Gubernur NTB TGH. DR. Zainul Madjdi, MA., Bupati Lombok Tengah H. Suhaili FT., dan Walikota Mataram TGH. Akhyar Abduh menjadi Kepala Daerah-Kepala Daerah yang bisa menginspirasi para Kepala Daerah lainnya dalam menghadirkan inovasi pembangunan di daerahnya masing-masing.

Gubernur NTB mampu menginspirasi dengan pendekatan PIN (Percepatan Inovasi dan Nilai Tambah) dalam menggerakkan pembangunan di NTB.

Gubernur yang sudah 2 periode ini memberikan contoh komoditas jagung sebagai role model PIN yang telah berjalan sejak awal kepemimpinannya. Terutama untuk daerah-daerah yang memiliki kontur tanah pertanian yang cocok, Tuan Guru Bajang, panggilan akrab sang gubernur, menekankan komoditas jagung sebagai andalannya dalam memberi nilai tambah bagi para petani.

Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid sendiri dinilai memiliki terobosan inovatif di bidang perencanaan pembangunan. Dalam 2 tahun kepemimpinannya, ia menggerakkan Center Plan Clinic (CPC) atau pusat klinis perencanaan pembangunan yang membuat pemerintahannya yang sesungguhnya efektif sejak 6 April 2016 ini dinilai sangat transparan, partisipatif, dan akuntabel oleh Pusat Kajian Keuangan Negara.

Dalam testimoni yang ia sampaikan dalam Dialog Publik dan Penyerahan Penghargaan itu, CPC dipastikannya telah mampu menyelaraskan perencanaan pembangunan nasional, provinsi, dan desa dengan perencanaan pembangunan di Kabupaten Lombok Barat.

Bagi Fauzan, keselarasan perencanaan akan melahirkan sinergitas pembangunan yang pada akhirnya akan membuat proses pembangunan selaras dengan seluruh dokumen dan hasil yang ingin dicapai.

Kabag Humas dan Protokol Setda Kab. Lombok Barat pun memastikan arti dari anugerah yang diterima oleh pimpinannya. “Capaian ini semakin menguatkan konsep money follow program yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Pusat. Di samping itu menjadi penegasan atas penghargaan yang diberikan oleh FITRA beberapa waktu yang lalu,” papar Ahkam menjelaskan.

Bagi Ahkam, dengan pengetatan fiskal yang digadang oleh Pemerintah, CPC akan memudahkan seluruh stakeholder perencana menyusun skala prioritas pembangunan secara lebih terbuka dan partisipatif serta saling pengertian. Hal tersebut yang dianggap mampu menginspirasi Kepala Daerah lainnya.

Hal tersebut relevan dengan yang disampaikan oleh Direktur Eksekutif Pusat Kajian Keuangan Negara, Prasetyo, Rabu (14/6) lalu.
“Melalui semangat Nawacita Presiden Jokowi yaitu membangun Indonesia dari daerah dan pinggiran, Pusat Kajian Keuangan Negara memberikan apresiasi itu sebagai wujud penghargaan agar para kepala daerah terus semangat dalam mengabdi kepada masyarakat,” tambah Prasetyo.

Selain Menteri Dalam Negeri, hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua BPK Bahrullah Akbar, Anggota BPK Isma Yatun, Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Diah Natalisa, Rektor IPDN Ermaya Suradinata, serta semua Kepala Daerah penerima anugerah dan beberapa Kepala Daerah undangan lainnya. (Humas Lombok Barat)

FAUZAN: KEBHINEKAAN AKAN INDAH JIKA DIBUNGKUS KEBERSAMAAN

Giri Menang, Minggu 28 Mei 2017 – Meski berada di daerah pegunungan dan terpencil, keberagaman dan keamanan dalam beragama warga Dusun Ganjar Desa Mareje Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat (Lobar) tetap menjadi hal yang utama.

Salah satu momen ke-bhinekaan dan keberagaman ini nampak jelas terlihat saat Bupati H. Fauzan Khalid saat menghadiri acara Purna Pugar Vihara Avalokitesvara Dusun Ganjar, Minggu (28/5).

“Ke-Bhineka Tunggal Ikaan merupakan takdir Tuhan Yang Maha Esa. Jika rasa ini ditentang berarti kita melawan kehendak Tuhan. Ke-Bhinekaan akan indah jika dibungkus dengan kebersamaan,” terang bupati di hadapan ratusan umat Budha yang hadir.

Umat Budha di Lobar merupakan mayoritas terbesar ketiga setelah Islam dan Hindu. “Alhamdulillah, umat Budha dan mayoritas Muslim Dusun Ganjar meskipun hidup satu dusun dan desa, mereka tetap hidup damai dan berdampingan. Tidak pernah ada gejolak SARA di tempat ini. Hal itu harus dipertahankan,” sanjungnya.

Di Lobar sendiri saat ini terdapat lima buah Vihara. Empat buah berada di Kecamatan Lembar dan satu buah di Kecamatan Sekotong.

Vihara Avalokitesvara sendiri merupakan salah satu yang terbesar di Desa Mareje. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan ketua pembagunan Adi Saputra. Dikatakanya,  Pembanguan  Vihara Avalokitesvara menelan biaya Rp 1,5 miliar. Dananya berasal dari masyarakat dan para donatur.

“Jumlah umat Budha di dusun Ganjar sensiri sebanyak 180 KK atau 800 jiwa. Seiring perkembangan kapasitas Vihara sebelumnya tidak mampu menampungnya,” tambahnya.

Vihara Avalokitesvara Berdiri pada tahun 1991. Tahun 2012 lalu dilakukan renovasi akibat bencana Gempa Bumi. Seiring perkembangan penganutnya dan daya tampung Vihara tidak memadai maka di tahun 2017 ini dilakukan renovasi lagi,” jelasnya.

Ditempat yang sama Ketua Pengurus  Budhayana Lobar Nasib mengatakan, acara Purna Pugar ini dimaksudkan sebagai bentuk ungkapan rasa  syukur atas telah selesainya pembangunan  Vihara Avalokitesvara.

“Pembagunan ini didasari oleh semangat gotong royong masyarakat sekitar. Tradisi saling mengunjungi ketika hari-hari besar masih terpelihara di tempat ini,” tambahnya.

Hadir juga dalam acara tersebut unsur agama Budha Sangha Agung Indonesia atau organisasi bitsu, Ketua Umum Presidium Pusat Majelis Budaya Indonesia serta masyarakat Budha Lombok Utara dan Kota Mataram. (budi/humas)

1 2 3 10