Mataram, Diskominfotik Lobar. Berbagai inovasi dan terobosan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mendapat apresiasi dari sejumlah pihak. Terbaru Times Indonesia memberikan Apresiasi atas berbagai inovasi, terobosan dan prestasi yang ditorehkan oleh Pemkab Lobar khususnya Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik dalam mendukung pembangunan di Lombok Barat. Penghargaan ini diberikan dalan ajang Anugerah Times Indonesia (ATI) yang dilaksanakan di Mataram, 8 Maret 2023. Hadir dalam kegiatan ATI ini Sekda Lombok Barat H. Ilham, CEO Times Indonesia Khoirul Anwar Wakil Bupati KLU Dany Carter, Ketua Komisi Informasi NTB Sueb Qurey, Kepala Dinas Kominfotik Propinsi NTB DR Najamudin Amy, Kepala Dinas Kominfotik Lombok Barat Ahad Legiarto, Kepala Dinas Kominfotik KLU, Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfotik Lobar Arief Rachman, S.IP dan tamu undangan lainnya.
Dalam ATI 2022 Diskominfo memperoleh penghargaan sebagai Best Instansi Lombok Barat. Hal ini karena Diskominfo dianggap memiliki berbagai terobosan dan inovasi yang menunjang pembangunan daerah. Inovasi tersebut seperti kegiatan Senin Kita (Sekolah Jurnalistik dan Kajian Berita) yang rutin dilaksanakan setiap hari senib via zoom. Selain itu inovasi seperti Si Warta (Sistem Informasi Warung Data), kemudian Smart City dan SPBE. Selain itu prestasi Lombok Barar dalam keterbukaan informasi publik menjadi salah satu yang menjadi pertimbangan. Menurut Kepala Dinas Kominfo Lombok Barat Ahad Legiarto, anugerah ATI ini merupakan apresiasi dari Times Indonesia atas berbagai inovasi, terobosan dan prestasi yang ditorehkan dalam pembangunan Lombok Barat khususnya dalam bidang Informasi, Aptika dan statistik sektoral.
Lebih lanjut Ahad Legiarto mengatakan bahwa selama ini kominfo memiliki fungsi supporting system terhadap semua OPD di Lombok Barat. Ahad mengatakan bahwa prestasi atau anugrah ini merupakan hasil kerja keras dan kerja bersama semua pihak. Ia mengatakan hal ini adalah hasil kolaborasi semua pihak dalam memajukan Lombok Barat. “Alhmdulillah kita memperoleh anugerah sebagai Best Instansi dalam ajang ATI 2022. ini adalah kemenangan bersama dan hasil kita semua untuk memajukan Lombok Barat” ujarnya.
Sementara itu, CEO Times Indonesia Khoirul Anwar menyampaikan bahwa kegiatan anugrah inu dilaksanakan sebagai penghargaan atas dedikasi dan keberhasilan tokoh tokoh di NTB dalam menjalankan peran dan kebijakannya. Hal ini merupakan bentuk apresiasi atas berbagai prestasi dan inovasi yang dilakukan untuk daerah. Ia mengatakan pihaknya melihat sesuatu dan memberitakan sesuatu berdasarkan kacamata positif. Hal ini diperlukan untuk menjunjang pembangunan. Selain itu hal ini juga untuk memperbanyak berita berita positif di ruang publik. “Tentu kami hadir dengan mainstream positif. Dimana kami ingin mengisi ruang publik dengan berita positif agar dapat memacu semangat dan motivasi bangsa untuk terus maju” ujarnya.
Kegiatan ATI ini telah berlangsung beberapa kali di seluruh Indonesia. Diharapkan ATI ini dapat memicu dan memotivasi berbagai pihak untuk terus berbuat positif untuk kemajuan bangsa dan daerah. Dalam ATI ini sejumlah tokoh NTB juga memperoleh anugrah. Lombok Barat sendiri memperoleh anugrah sebanyak 5 anugrah. Masing masing katagori Man Of The Year diraih oleh Bupati Lombok Barat, Women of the Year diraih oleh Wakil Bupati Lobar, Positif News maker diraih oleh Sekda Lombok Barat, Best instansi Lombok Barat diraih oleh Dinas Kominfotik Lombok Barat. Sementara Special Achievement Award Lombok Barat untuk Tokoh Tokoh Optimisme Ekonomi Desa diraih oleh Ketua Assosiasi Kepala Desa Lombok Barat Sahril, SH. (Diskominfotik/Rif)
























Adanya benda peninggalan sejarah zaman penjajahan belanda ini mendapat perhatian dan prioritas khusus dari Kantor Musium Nusa Tenggara Barat. Hal itu dilakukan melalui kegiatan perawatan khusus benda sejarah yang dilakukan oleh Petugas konservasi musium NTB, Kamis 22 Desember 2022 lalu di Lokasi meriam bersejarah tersebut yaitu Kantor Camat Narmada.
Ia mengatakan bahwa meriam ini merupakan salah satu peninggalan belanda di NTB. Ia memperkirakan bahwa meriam ini merupakan jenis peninggalan Belanda yang dibuat di Inggris berdasarkan ciri ciri fisik nya. Meriam ini sama persis seperti yang ada di halaman Gemilang Kolaboratif Area di Kantor Musium NTB. Ahmad Nuralam mengatakan bahwa pihaknya menaruh perhatian khusus terhadap benda benda peninggalan zaman perang dulu karena memiliki nilai sejarah dan histori terhadap perjuangan bangsa ini. Ia mengatakan bahwa benda benda ini selain memiliki nilai sejarah yang tinggi, juga dapat menjadi daya tarik wisata sejarah di Nusa Tenggara Barat. Hal ini tentunya perlu dikemas dengan baik agar dapat menjadi daya tarik wisata sejarah sehingga banyak dikunjungi oleh wisatawan. “Nilai sejarah yang tinggi apabila dikemas dengan baik tentu akan menjadi daya tarik wisata khususnya dalam bidang sejarah. Tentunya hal ini juga harus tetap dirawat dan dijaga agar benda ini tidak rusak” ujarnya.
Meriam yang ukurannya sekitar 2 meter lebih 10 Cm (2.1 meter) ini berjumlah 2 Unit, dimana satu unitnya berada di musium Propinsi. NTB dan satu unitnya lagi ada di Kantor Camat Narmada.















